https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/issue/feedJurnal Impresi Indonesia2026-10-17T06:38:47+00:00Maulina Nabilanabilamaulina01@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong><img src="https://jii.rivierapublishing.id/public/site/images/ahmadzaelani/whatsapp-image-2024-01-23-at-14.11.43.jpg" alt="" width="730" height="226" /></strong></p> <div style="border: 2px #007DCC solid; padding: 10px; background-color: #eefbed; text-align: left;"> <table class="data" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><strong>Jurnal Impresi Indonesia</strong></span></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Initials</td> <td class="" width="80%"><strong>JII</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Abbreviation</td> <td class="" width="80%"><strong>JII</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td class="" width="80%"><strong>12 issues per year (monthly)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td class="" width="80%"><strong>prefix <span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><a href="https://search.crossref.org/?q=2810-062X&from_ui=yes">10.58344</a></span></strong><strong><br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Online ISSN</td> <td class="" width="80%"><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220122361005809">2810-062X</a></strong></span></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Print ISSN</td> <td width="80%"><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220129541130612">2828-1284</a></strong></span></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><strong><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57222333881">Ahmad Zaelani Adnan</a></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%"><strong>Riviera Publishing (<a href="https://drive.google.com/file/d/1RPAQ_1zDmKK_wRuI2lpuY7GXtOigKG_C/view?usp=sharing">AHU-0033232-AH.01.14 Tahun 2022</a>)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;"><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&and_facet_source_title=jour.1440000">Dimensions</a></strong></span></td> </tr> </tbody> </table> </div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"> </div> <p><strong>Jurnal Impresi Indonesia</strong> is an national scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by <strong>Riviera Publishing (<a href="https://drive.google.com/file/d/1RPAQ_1zDmKK_wRuI2lpuY7GXtOigKG_C/view?usp=sharing">AHU-0033232-AH.01.14 Tahun 2022)</a></strong></p> <p>The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from management, economics, education, law, social health, and religion that belong to the social context. Additionally, it includes research related to applied technical fields intersecting with social sciences, such as civil engineering, information technology management, industrial engineering, and environmental technology, especially when addressing social, communication, economic, or organizational impacts. Published articles consist of critical and comprehensive research, scientific studies on important and current issues, and reviews of scientific books.</p> <p><a href="https://stityapimamuarabungo.ac.id/"><span data-sheets-root="1">https://stityapimamuarabungo.ac.id/</span></a></p> <p><span data-sheets-root="1"><a href="https://159.198.65.176/">m77casino</a></span></p> <p><a href="https://akbidcitama.ac.id/"><span data-sheets-root="1">https://akbidcitama.ac.id/</span></a></p> <p><span data-sheets-root="1"><a href="https://autism.fm/">teratai108</a> <a href="https://omnibus-tokyo.com/">toko123</a></span></p> <div> <div> <div> <div> <div> <div> <div> <div> <div> <p><a href="https://healthy-pizza.com/">slot</a></p> <p><a href="https://www.kameramenpv.com/">slot88</a></p> <p><a href="https://pakde123.fit/">pakde123</a></p> <p> </p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div>https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8127Tingkat Kesukaan Konsumen terhadap Menu Rica-Rica Bekicot di Café Batas Tepi Kabupaten Magetan2026-09-22T08:07:44+00:00Eddy Roesdionoeddyroesdiono@monaskuliner.ac.idMuhammad Putra Wasista mohammadmagetan@gmail.comGadis Fitri Zamhariro fzgadis@gmail.com<p>Bekicot (Achatina fulica) merupakan sumber protein hewani alternatif yang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan baku kuliner khas di Kabupaten Magetan, salah satunya adalah rica-rica bekicot yang menjadi menu andalan di Cafe Batas Tepi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesukaan konsumen terhadap menu rica-rica bekicot ditinjau dari atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta mengetahui tingkat penerimaan keseluruhan (overall acceptability) dan atribut sensori dengan tingkat kesukaan tertinggi dan terendah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan uji hedonik terhadap 30 panelis tidak terlatih yang merupakan konsumen Cafe Batas Tepi, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan perhitungan nilai rata-rata (mean) skala hedonik lima poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 22 responden (73,33%) menyatakan suka, 6 responden (20,00%) menyatakan sangat suka, dan 2 responden (6,67%) menyatakan tidak suka terhadap menu rica-rica bekicot, dengan nilai rata-rata hedonik sebesar 4,07 yang termasuk dalam kategori "Suka". Seluruh atribut sensori yang diuji, yaitu warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan, berada pada kategori suka. Tingginya persentase penilaian suka dan sangat suka (93,33%) menunjukkan bahwa menu rica-rica bekicot memiliki karakteristik sensori yang sesuai dengan preferensi konsumen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pengelola Cafe Batas Tepi dalam mempertahankan kualitas produk serta mengembangkan menu berbasis potensi pangan lokal secara berkelanjutan.</p>2026-10-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Eddy Roesdiono, Muhammad Putra Wasista , Gadis Fitri Zamhariro https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8151Menentukan Profil Khalayak Sasaran Kampanye Sosial Regenerasi Petani Melalui Design Thinking2026-09-25T05:19:11+00:00Shoffan Anbiya Khalifatudinshoffanakha@gmail.comAndreas Rio Adriyantoshoffanakha@gmail.com<p>Proporsi petani muda, yang berusia di bawah 30 tahun, semakin menurun, sementara kebutuhan akan produksi pangan terus meningkat untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan tren urbanisasi, banyak anak muda lebih tertarik pada profesi di luar sektor pertanian, yang dianggap lebih modern dan menguntungkan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah menentukan profil khalayak sasaran untuk kampanye sosial regenerasi petani di Indonesia menggunakan tahapan emphatize dan define pada desain thinking. Secara demografis kampanye sosial dapat ditujukan kepada generasi Z terutama para mahasiswa tinggal di perkotaan, dengan usia 19-23 tahun, dan sedang menempuh studi sarjana. Hal itu dikarenakan secara psikografis mereka adalah orang-orang yang berpendidikan dan terbuka mindsetnya sehingga tertarik dengan topik pertanian, optimis dangan masa depan pertanian Indonesia, dan tertarik dengan pekerjaan di sektor pertanian. Selain itu mereka juga tidak hanya berpikir pertanian hanya menanam padi, melainkan berkaitan juga dengan aspek pemerintahan, teknologi dan inovasi, bisnis, dan sosial.</p>2026-10-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Shoffan Anbiya Khalifatudin, Andreas Rio Adriyantohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8134Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Tarbiyatul Aulad Fi Al-Islam Karya ‘Abdullah Nashih ‘Ulwan (1928-1987 M) dan Implementasinya Terhadap Perkembangan Psikologi Remaja2026-09-19T06:47:22+00:00Wafiq Azizahwafikasyr@gmail.comSumianti Sumiantisumianti@uis.ac.idMuhammad Juni Beddujhuni_cairo@yahoo.co.id<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab Tarbiyatul Aulad fi al-Islam karya Abdullah Nashih Ulwan, serta menganalisis implementasinya terhadap perkembangan psikologi remaja. Tujuan ini dilandasi oleh kenyataan bahwa remaja saat ini menghadapi berbagai persoalan karakter, seperti krisis identitas, lemahnya kontrol diri, serta penyimpangan moral akibat pengaruh lingkungan dan media sosial. Penelitian ini merupakan jenis library research, dengan sumber primer berupa kitab Tarbiyatul Aulad fi al-Islam, dan didukung oleh sumber sekunder seperti literatur psikologi perkembangan remaja dan pendidikan karakter Islam. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi content analysis, yakni dengan menelaah isi teks kitab, mengidentifikasi nilai-nilai karakter, lalu mengaitkannya dengan aspek-aspek psikologis remaja seperti emosi, moral, dan identitas diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab ini memuat nilai-nilai karakter penting seperti keimanan, kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, serta adab terhadap orang tua dan masyarakat. Nilai-nilai ini jika diterapkan secara kontekstual, sangat efektif dalam membentuk kepribadian remaja yang berakhlak mulia, stabil secara emosional, serta memiliki orientasi hidup yang jelas. Kitab ini memberikan kontribusi penting sebagai rujukan pendidikan karakter Islami yang relevan di tengah tantangan psikologis remaja modern.</p>2026-10-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wafiq Azizah, Sumianti Sumianti, Muhammad Juni Bedduhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8136Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Surah Al Mujadalah Ayat 11 Perspektif Tafsir Al Munir Karya Syeikh Wahbah Az-Zuhaili (1932 M-2015 M) dan Implementasinya Terhadap Pendidikan Islam2026-09-19T06:51:30+00:00Raihan Annida Fakiharaihannida98@gmail.comMuhammad Juni Beddujhuni_cairo@yahoo.co.idIta Tryas Nur Rochbaniitatryasnurrochbani@gmail.com<p>Penelitian ini berjudul “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Surah Al-Mujadalah Ayat 11 Perspektif Tafsir Al-Munir Karya Syeikh Wahbah Az-Zuhaili (1932 M-2015 M) dan Implementasinya terhadap Pendidikan Islam”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 berdasarkan penafsiran Tafsir Al-Munir karya Syeikh Wahbah Az-Zuhaili serta implementasinya terhadap praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research (studi kepustakaan), sumber data primer yang digunakan adalah kitab Tafsir Al-Munir, didukung dengan literatur lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini memuat nilai-nilai karakter yang relevan dengan Kemendikbud seperti nilai religius, nilai toleransi, nilai peduli sosial, nilai penghargaan terhadap ilmu, nilai rasa ingin tahu atau semangat belajar, dan nilai disiplin. Implementasinya dalam pendidikan Islam menekankan pentingnya integrasi antara iman, ilmu, dan akhlak dalam proses pembelajaran. Di Indonesia, penerapan nilai-nilai ini masih minim dan menghadapi tantangan, sedangkan di Kota Batam khususnya implementasi nilai nilai pendidikan karakter sudah terlihat mulai berkembang, dengan semakin banyaknya penyebaran pesantren-pesantren, berbeda dengan praktik di Mesir yang lebih terinternalisasi dalam budaya masyarakat. Penelitian ini menyarankan perlunya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’ani demi membentuk generasi berkarakter mulia. Kesimpulannya, Surah Al-Mujadalah ayat 11 merupakan landasan penting dalam membangun pendidikan Islam berbasis karakter.</p>2026-10-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Raihan Annida Fakiha, Muhammad Juni Beddu, Ita Tryas Nur Rochbanihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8128Semiotika Greimas: Makna Lagu “Sadrah” oleh For Revenge2026-09-23T08:03:27+00:00Melinda Syanindithasyaninditha.17@gmail.comJefri Audi Wempiwempi@lspr.edu<p>Musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media komunikasi yang membawa realitas sosial, emosional, dan budaya melalui sistem tanda. Lagu Sadrah karya For Revenge menuai beragam tafsir di kalangan pendengar, menunjukkan bahwa maknanya tidak tunggal dan dibentuk oleh hubungan antartanda dalam suatu susunan naratif. Penelitian ini menganalisis makna lirik lagu “Sadrah” menggunakan semiotika struktural A.J. Greimas melalui skema aktansial dan kotak semiotika. Kajian ini bersifat kualitatif dengan analisis semiotika sebagai metode. Lirik “Sadrah” menjadi data primer, sedangkan jurnal ilmiah, buku, dan artikel relevan digunakan sebagai data sekunder melalui studi pustaka. Analisis skema aktansial menunjukkan tokoh “Aku” sebagai subjek yang terasing, dengan ego sebagai penentang utama. Narasi bergerak melalui empat fase skema naratif, yaitu manipulasi, kompetensi, performa, dan sanksi, yang mencerminkan tahapan duka menuju penerimaan. Kotak semiotika mengungkap bahwa kepasrahan bukanlah kekalahan pasif, melainkan bentuk kedaulatan eksistensial yang aktif dan rasional. Makna “Sadrah” bersifat polisemik, dapat dibaca melalui perspektif Stoikisme dan Amor Fati, serta sebagai mekanisme koping terhadap trauma broken home. Penelitian ini memperluas pemahaman tentang pembentukan makna dalam lagu “Sadrah” dan berkontribusi pada kajian semiotika musik populer Indonesia, khususnya melalui pendekatan struktural A.J. Greimas.</p>2026-10-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Melinda Syaninditha, Jefri Audi Wempihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8144Aspek Hukum Investasi terhadap Penanaman Modal Asing atas Pembangunan Pabrik Kendaraan Listrik BYD di Indonesia2026-09-30T08:51:26+00:00Revan Adhanrevanadhann@gmail.com<p>Penanaman modal, baik domestik maupun asing, merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri di Indonesia. Investasi BYD sebagai perusahaan asal Tiongkok-China dalam pembangunan fasilitas manufaktur kendaraan listrik di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat, merupakan salah satu bentuk <em>Foreign Direct Investment</em> (FDI) yang mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (<em>statute approach</em>) dan pendekatan konseptual (<em>conceptual approach</em>) untuk menganalisis aspek hukum pelaksanaan investasi BYD serta perlindungan hukumnya berdasarkan hukum nasional dan <em>Agreement on Investment of the Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between ASEAN and the People’s Republic of China</em> (ACIA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas manufaktur BYD merupakan bentuk realisasi penanaman modal asing yang dilaksanakan dalam kerangka kebijakan pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, termasuk pemberian fasilitas investasi yang disertai kewajiban pemenuhan ketentuan hukum nasional. Perlindungan investasi BYD tidak hanya bersumber dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, tetapi juga dari standar perlindungan investasi dalam ACIA, meliputi <em>National Treatment, Most-Favoured-Nation Treatment, Fair and Equitable Treatment, Full Protection and Security</em>, perlindungan terhadap ekspropriasi, serta jaminan transfer investasi. Dalam hal terjadi sengketa, mekanisme penyelesaian perlu dibedakan antara sengketa kontraktual, sengketa berdasarkan hukum nasional, dan sengketa investasi yang memenuhi persyaratan <em>Investor-State Dispute Settlement</em> (ISDS) berdasarkan ACIA. Dengan demikian, investasi BYD menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara pemberian fasilitas dan perlindungan investasi oleh negara dengan kewajiban investor untuk mematuhi hukum nasional, sementara ACIA memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi investasi yang memenuhi persyaratan treaty.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Revan Adhanhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8145Pengaruh Klausul Deemed Dispatch dalam Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2025 terhadap Investasi Asing melalui Joint Venture sebagai PPL dan Kedudukan PT PLN Persero sebagai Pembeli Tenaga Listrik2026-09-30T08:53:53+00:00Arif Ginanjararif.ginanjar6@gmail.com<p>Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5 Tahun 2025 memperkenalkan pedoman yang lebih terstruktur bagi perjanjian jual beli tenaga listrik dari pembangkit energi terbarukan. Salah satu pengaturan pentingnya adalah deemed dispatch, yaitu keadaan ketika pembangkit milik Pengembang Pembangkit Listrik dianggap seolah-olah menyalurkan energi ke sistem PT PLN (Persero), sehingga dalam kondisi yang ditentukan timbul hak pembayaran meskipun energi secara fisik tidak tersalurkan. Penelitian ini menganalisis pengaruh klausul tersebut terhadap daya tarik investasi asing melalui perusahaan joint venture sebagai PPL dan terhadap kedudukan PLN sebagai pembeli sekaligus pengendali operasi sistem. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deemed dispatch memperkuat kepastian pendapatan, pembagian risiko, dan bankabilitas proyek karena risiko kebutuhan beban serta kesiapan jaringan dialokasikan kepada PLN. Akan tetapi, pengaturan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan ketidakpastian karena kondisi pemicu, masa tenggang, komponen harga yang relevan, tata cara pengukuran energi, dan prosedur pembuktian masih harus dirumuskan dalam PJBL. Bagi PLN, kewajiban membayar energi yang tidak diterima secara fisik menciptakan eksposur keuangan dan tuntutan tata kelola. Karena itu, klausul deemed dispatch perlu dirancang berdasarkan sebab yang dapat diatribusikan kepada PLN, kesiapan nyata pembangkit, verifikasi data dispatcher, pengecualian atas kesalahan PPL dan keadaan kahar, serta larangan pemulihan ganda. Regulasi ini berpotensi mendorong investasi asing, tetapi efektivitasnya bergantung pada standardisasi klausul PJBL dan konsistensi implementasi.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Arif Ginanjarhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8147Kedalaman Diskon dan Respons Konsumen pada Live Commerce: Tinjauan Sistematis Atas Asumsi Linearitas dan Agenda Pengujian Bentuk Fungsi2026-09-30T09:02:17+00:00Dedi Gunartodedigunarto99@gmail.comArif Siaha Widododedigunarto99@gmail.com<p>Perkembangan <em>live commerce</em> meningkatkan penggunaan diskon sebagai strategi harga untuk memengaruhi perilaku konsumen. Tinjauan ini memetakan bentuk fungsi yang digunakan literatur untuk memodelkan hubungan antara kedalaman diskon dan respons konsumen pada <em>live commerce</em>, mengidentifikasi mekanisme yang menjelaskan efek diskon, menelusuri sebab pertentangan temuan antar-studi, dan menilai sejauh mana literatur perilaku konsumen terhubung dengan literatur analitik penetapan harga. Tinjauan literatur sistematis mengikuti PRISMA 2020. Pencarian dijalankan pada Scopus, Web of Science, Garuda, DOAJ, SINTA, Google Scholar, dan SSRN untuk rentang 2019–2026 dengan string tiga blok kata kunci (platform × instrumen harga × respons). Dari 500 rekaman teridentifikasi, 148 disaring pada tahap judul dan abstrak, 113 diteruskan ke tahap teks penuh, dan 60 artikel berkonteks Indonesia diekstraksi penuh pada 20 kolom data. Sintesis dilakukan secara naratif dengan vote counting arah dan signifikansi serta coding tematik lima klaster. Kolom uji non-linearitas bernilai "tidak diuji" pada 60 dari 60 artikel; bentuk fungsi tercatat linear pada 48 artikel (80,0%) dan tidak dapat ditentukan pada 12 artikel, tanpa satu pun bentuk kuadratik maupun ambang. Tidak satu pun artikel menguji moderator, dan mediator hanya diuji pada 13 artikel yang menyebar pada sebelas konstruk berbeda. Sebanyak 38 artikel (63,3%) tidak menamai kerangka teori, 56 artikel (93,3%) berdesain survei potong-lintang, tidak ada eksperimen, dan median ukuran sampel adalah 100 tanpa satu pun analisis kekuatan statistik. Secara teoretis, dominasi kerangka Stimulus–Organism–Response yang memposisikan diskon sebagai stimulus biner perlu dilengkapi kerangka yang memperlakukan kedalaman sebagai besaran bertingkat.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dedi Gunarto, Arif Siaha Widodohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8155Missio Dei sebagai Missio Dialogica: Rekonstruksi Teologi Misi Kristen dalam Dialog Antaragama2026-09-30T09:08:11+00:00Remanto Tumanggorremanto.tumanggor@gmail.com<p>Keberagaman agama adalah konteks utama yang membentuk teologi misi Kristen kontemporer. Gereja menjalankan panggilan misinya di tengah masyarakat yang ditandai oleh keberagaman agama, budaya, identitas, dan pengalaman religius, serta klaim yang bersaing mengenai kebenaran dan keselamatan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan teologis tentang bagaimana gereja dapat tetap setia kepada Kristus dan menjadi saksi Injil tanpa mengabaikan martabat, kebebasan, dan keyakinan penganut agama lain. Berdasarkan konsep <em>Missio Dei</em>, penelitian ini mengusulkan <em>Missio Dialogica</em> sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan mode dialogis partisipasi gereja dalam misi Tuhan. <em>Missio Dialogica</em> tidak dimaksudkan untuk menggantikan misi dengan dialog; melainkan, ia berusaha memahami kesaksian Kristen sebagai tindakan yang berkembang melalui keterbukaan untuk melihat, mendengar, memahami, bertemu, memberi kesaksian, dan melayani bersama mereka yang berbeda. Studi ini menggunakan pendekatan teologis konstruktif, menggunakan tinjauan literatur yang mencakup misiologi, teologi agama, dialog antaragama, teologi komparatif, dialog kenabian, dan dokumen ekumenis. Temuan menunjukkan bahwa dialog dan kesaksian tidak harus dipandang bertentangan; keduanya dapat ditempatkan dalam kerangka <em>Missio Dei</em>, sementara diapraksis memperluas dialog dari sekadar percakapan menjadi tindakan bersama. Penelitian ini mengusulkan model <em>Missio Dialogica</em> enam langkah: melihat, mendengar, memahami, bertemu, menyaksikan, dan melayani. Kebaruan studi ini terletak pada rekonstruksi hubungan konseptual antara <em>Missio Dei</em>, dialog, kesaksian, dan diapraksis menjadi konstruksi teologis terpadu yang tetap berakar pada Kristus, terbuka bagi "yang lain," dan berorientasi pada kehidupan bersama.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Remanto Tumanggorhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8158Analisis Kegagalan Unit Pemisahan Larutan Menggunakan Metode FMEA (Failure Mode Effect and Analysis)2026-09-30T07:47:47+00:00Dibyantoro Dibyantorodibyantoro02@gmail.comKhairunnisa Salsabila3333230042@untirta.ac.id<p>Perkembangan pada dunia industri manufaktur saat ini sudah menggunakan teknologi dan mesin-mesin produksi yang membawa peningkatan signifikan tehadap produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan. Dalam proses produksi, penggunaan kembali larutan hasil produksi sangat penting untuk efisiensi produksi. Kompleksitas operasional sering memicu terjadinya kegagalan komponen unit pemisahan larutan yang dapat mengganggu stabilitas produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kegagalan tersebut menggunakan metode <em>Failure Mode and Effects Analysis</em> (FMEA) untuk merumuskan prioritas mitigasi. Melalui observasi lapangan dan penilaian parameter <em>severity, occurrence, </em>dan<em> detection</em>, diperoleh nilai <em>Risk Priority Number</em> (RPN) sebagai dasar evaluasi. Hasil penelitian mengidentifikasi heat exchanger dan vacuum pump sebagai komponen paling kritis dengan nilai RPN masing-masing sebesar 192 dan 175, yang mengindikasikan urgensi penanganan tinggi. Sebagai strategi perbaikan, direkomendasikan langkah <em>re-engineering</em> pada sistem <em>supply heat exchanger</em>, penyediaan pompa cadangan, dan intensifikasi jadwal perawatan preventif. Penerapan FMEA dalam studi ini terbukti efektif menyediakan landasan strategis untuk meningkatkan keandalan mesin, meminimalisasi gangguan operasional, dan mendukung keberlanjutan sistem produksi.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dibyantoro Dibyantoro, Khairunnisa Salsabilahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8159Gambaran Radiologis Paru dengan Nilai Laju Endap Darah (LED) pada Pasien Tuberculosis Paru dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak Terkontrol di RSU Royal Prima Medan2026-10-01T11:40:40+00:00Cahaya Najwa Siregarcahayanajwasiregar@gmail.comAdi SoekardiAdisoekardi@unprimdn.ac.idQori Fadillahqorifadillah@gmail.com<p>Tuberkulosis (TB) paru dengan Diabetes Melitus (DM) tipe 2 tidak terkontrol dapat memperberat proses inflamasi dan meningkatkan kerusakan paru. Gambaran radiologis paru digunakan untuk menilai derajat keparahan lesi, sedangkan Laju Endap Darah (LED) merupakan biomarker inflamasi yang dapat mencerminkan aktivitas penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gambaran radiologis paru dengan nilai LED pada pasien TB paru dengan DM tipe 2 tidak terkontrol di RSU Royal Prima Medan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 100 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis periode 2023–2025. Gambaran radiologis paru diklasifikasikan menjadi minimal, <em>moderately advanced, </em>dan<em> far advanced</em>. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki gambaran radiologis moderately advanced (43,0%), diikuti far advanced (35,0%) dan minimal (22,0%). Nilai rerata LED adalah 81,34 ± 30,03 mm/jam dan seluruh pasien (100%) memiliki nilai LED meningkat. Uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dan bermakna antara gambaran radiologis paru dengan nilai LED (r? = 0,931; p < 0,001). Disimpulkan bahwa semakin berat gambaran radiologis paru, semakin tinggi nilai LED pada pasien TB paru dengan DM tipe 2 tidak terkontrol di RSU Royal Prima Medan.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Cahaya Najwa Siregar, Adi Soekardi, Qori Fadillahhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8160Hubungan Screen Time (Durasi Paparan Gadget) dengan Tekanan Darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia2026-10-01T08:56:43+00:00Gabriela Putri CSgabrielaputri2011@gmail.comIrza Haicha Pratamairzahaichapratama@unprimdn.ac.idAna Fresia anafresia@unprimdn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk memastikan dan memeriksa hubungan antara tekanan darah dan waktu penggunaan layar atau durasi paparan perangkat pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia. Studi ini menggunakan strategi analitik observasional cross-sectional. Teknik pengambilan sampel acak bert stratified proporsional digunakan untuk memilih 220 mahasiswa sebagai sampel penelitian. <em>Questionnaire for Screen Time of Adolescents</em> (QueST) digunakan untuk menilai waktu penggunaan layar, dan sphygmomanometer digunakan untuk mengukur tekanan darah, yang kemudian dikategorikan menurut kriteria <em>European Society of Cardiology</em> (ESC) 2018. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis univariat dan bivariat data, dengan ambang batas signifikansi 5% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 203 responden (92,3%) memiliki waktu penggunaan layar yang berlebihan lebih dari empat jam sehari sementara 17 responden (7,7%) termasuk dalam kelompok sedang dan tidak ada yang termasuk dalam kategori rendah. 70 responden (31,8%) memiliki tekanan darah dalam kelompok ideal, diikuti oleh 58 responden (26,4%) dalam kategori normal dan 55 responden (25,0%) dalam kategori normal tinggi. Responden lainnya memiliki hipertensi sistolik terisolasi dan hipertensi derajat 1-3. Uji Chi-Square Pearson mengungkapkan korelasi yang kuat antara durasi waktu penggunaan layar dan kategori tekanan darah, dengan nilai ?²=23,022, df=6, dan p<0,001. Di antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia, waktu penggunaan layar berkorelasi secara substansial dengan tekanan darah. Disarankan agar siswa membatasi penggunaan teknologi, terutama untuk tujuan non-akademik, mengurangi waktu duduk yang terlalu lama, melakukan olahraga teratur, menjaga jadwal tidur teratur, dan secara berkala memeriksa tekanan darah mereka.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Gabriela Putri CS, Irza Haicha Pratama, Ana Fresia https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8141Profil Spesiasi Arsen pada Nori Komersial yang Beredar di Indonesia Menggunakan Teknik IC-ICP-MS untuk Mendukung Pengawasan Keamanan Pangan2026-09-28T15:12:30+00:00Purnaning Purnaningpurnaningcute@gmail.comAgustina Wulandariwoelandari1607@gmail.comDiah Suwantidiahsuwanti@gmail.com<p>Nori merupakan produk pangan berbasis rumput laut yang semakin banyak dikonsumsi di Indonesia dan berpotensi mengakumulasi kontaminan dari lingkungan, termasuk arsen. Risiko kesehatan akibat paparan arsen sangat dipengaruhi oleh bentuk kimianya, sehingga analisis berdasarkan spesiasi lebih relevan untuk mendukung penilaian keamanan pangan dibandingkan analisis arsen total. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi spesiasi arsen pada produk nori komersial yang beredar di Indonesia menggunakan teknik <em>Ion Chromatography-Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry</em> (IC-ICP-MS) serta memberikan gambaran awal keberadaan spesies arsen yang dianalisis sebagai informasi pendukung pengawasan keamanan pangan. Penelitian dilakukan secara deskriptif-observasional terhadap enam sampel nori dari produsen dan lokasi produksi yang berbeda, termasuk produk lokal dan impor. Analisis menggunakan metode 19/PA/MA-PPPOMN/23 dengan preparasi sampel menggunakan larutan asam nitrat dan hidrogen peroksida, dilanjutkan pemisahan spesies menggunakan kromatografi ion dan deteksi ICP-MS. Hasil verifikasi metode menunjukkan presisi, linearitas, dan akurasi memenuhi kriteria yang ditetapkan. RSD As(V) dan MMA masing-masing sebesar 1,8426% dan 5,3283%, koefisien korelasi 0,9948 dan 0,9999, serta recovery 102,30% dan 100,94%. LOD dan LOQ As(V) masing-masing sebesar 0,0028 µg/g dan 0,0094 µg/g, sedangkan MMA sebesar 0,0096 µg/g dan 0,0320 µg/g. Pengujian terhadap enam sampel menunjukkan MMA dan As(V) tidak terdeteksi pada seluruh sampel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi kedua spesies berada di bawah kemampuan deteksi atau pelaporan metode pada kondisi pengujian. Temuan ini tidak dapat diartikan sebagai tidak adanya seluruh arsen anorganik karena spesies arsen anorganik lainnya belum seluruhnya dianalisis. IC-ICP-MS dapat digunakan sebagai pendekatan analitik untuk mendukung pengembangan data pengawasan keamanan pangan pada produk berbasis rumput laut.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Purnaning Purnaning, Agustina Wulandari, Diah Suwantihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8156Strategi Peningkatan Advokasi dan Fasilitasi Kebijakan untuk Mendorong Sinkronisasi Regulasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di Provinsi Nusa Tenggara Timur2026-09-29T03:46:29+00:00Jusuf Akbarjusufakbar21@gmail.com<p>Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mencapai cakupan pembentukan yang luas, tetapi peningkatan kualitas kelembagaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan advokasi dan fasilitasi kebijakan serta merumuskan strategi sinkronisasi regulasi daerah dalam mendukung penyelenggaraan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis kebijakan yang mencakup 22 kabupaten dan kota. Data diperoleh melalui laporan kinerja, dokumen perencanaan, catatan pemantauan program, peraturan, serta diskusi terbatas bersama analis kebijakan dan perencana program. Analisis dilakukan menggunakan metode <em>Urgency, Seriousness, Growth</em>, teknik <em>Five Whys</em>, kerangka tata kelola kolaboratif, dan pendekatan Bardach untuk menilai alternatif kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa hingga Desember 2025 sebanyak 3.288 desa telah membentuk Kampung KB, setara dengan 95,5% target, sedangkan 326 berklasifikasi Mandiri atau Berkelanjutan. Lemahnya sinkronisasi regulasi menjadi masalah prioritas, dengan ketiadaan pedoman advokasi internal terstandar diidentifikasi sebagai hambatan kelembagaan utama. Alternatif penyusunan pedoman memperoleh skor penilaian tertinggi dibandingkan pembentukan tim kunjungan daerah dan rapat koordinasi. Pembahasan menegaskan pentingnya instrumen advokasi yang konsisten untuk memfasilitasi komitmen pemerintah daerah sesuai kewenangan kelembagaan. Penelitian menyimpulkan bahwa penetapan pedoman advokasi dan fasilitasi kebijakan merupakan strategi kelembagaan yang layak untuk mendukung penyelarasan regulasi. Kontribusinya terhadap koordinasi, pembiayaan, dan keberlanjutan program masih berupa harapan yang perlu diuji melalui pemantauan pelaksanaan serta evaluasi.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jusuf Akbarhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8148 An Analysis of the Use of the Simlinmas Application as an Innovation in Digital Reporting on Public Order and Safety2026-10-01T08:30:21+00:00Zidan Fawadjidahuzidanfawadjidahu@gmail.comSiti Khumayahsiti.khumayah@ugj.ac.id<p>The government is exploring digital innovations in public service delivery, particularly in maintaining public order and safety, in response to advancements in information technology. One such innovation is the Simlinmas application, a digital platform for reporting public order and safety issues. This study aims to examine the use of the Simlinmas application as an e-government-based innovation in public service delivery, identify the factors influencing its adoption, and evaluate its contribution to enhancing public participation and service effectiveness. This study employs a descriptive qualitative approach using secondary data obtained through a literature review. The analysis is guided by Everett M. Rogers' (2003) Diffusion of Innovations Theory. The findings indicate that the Simlinmas application offers several advantages over conventional reporting systems, particularly in terms of reporting speed, accessibility, and transparency in report follow-up procedures. From the perspective of innovation diffusion attributes, the primary factors influencing adoption are ease of use (complexity), compatibility with community needs, and perceived benefits (relative advantage). However, disparities in digital literacy, insufficient public outreach initiatives, and inconsistent institutional responses to submitted reports remain significant barriers to adoption. These findings suggest that the Simlinmas application represents a relevant and strategic innovation that supports the digital transformation of public order and safety services. To optimize its utilization, it is essential to expand public outreach and digital literacy initiatives, strengthen data security measures, and reinforce the government's commitment to providing timely, transparent, and accountable responses to all reports received.</p>2026-10-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Zidan Fawadjidahu, Siti Khumayahhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8142Hyperlocal Branding Strategy of Oil Products in Facing Market Competition After the National Cooking Oil Crisis2026-09-30T02:39:53+00:00Widodo Widodowidodo2461201726@stiepemuda.ac.idKomarun Zamanwidodo2461201726@stiepemuda.ac.idSyamsul Arifinwidodo2461201726@stiepemuda.ac.id<p>Adequate water depth is a critical factor in ensuring safe and efficient ship docking and undocking operations at shipyards. Effective dredging management is essential for maintaining operational reliability, preventing service disruptions, and optimizing shipyard performance. This study aimed to analyze the role of dredging management in supporting ship docking and undocking operations at PT Indonesia Marina Shipyard Gresik. A descriptive qualitative research approach was employed, with data collected through observations, interviews, and document analysis. The findings revealed that dredging management at PT Indonesia Marina Shipyard Gresik had not been implemented effectively due to several constraints, particularly high dredging costs and the company's limited financial capacity, which restricted the allocation of funds for routine dredging operations. Furthermore, the implementation of the four management functions—Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC)—remained suboptimal, adversely affecting the planning, coordination, execution, and monitoring of dredging activities. Consequently, inadequate dredging management disrupted ship docking and undocking operations by limiting the number of vessels that could access the shipyard and increasing docking delays. These operational constraints negatively affected service efficiency, shipyard productivity, and company revenue.</p>2026-10-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Widodo Widodo, Komarun Zaman, Syamsul Arifinhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8168Arabica Coffee Seedling Growth under Drought with Potassium, Boron, and Trichoderma spp.2026-10-05T04:03:54+00:00Selly Gunawanselly22001@mail.unpad.ac.idMochamad Arief Solehm.arief@unpad.ac.idIntan Ratna Dewi Anjarsariintan.ratna@unpad.ac.id<p>Drought stress during the seedling stage can restrict vegetative growth and compromise the successful establishment of Arabica coffee (Coffea arabica L.) under field conditions. This study evaluated the individual and combined effects of potassium (K), boron (B), and Trichoderma spp. on the morphological growth responses of LS 795 Arabica coffee seedlings under drought stress and during subsequent recovery. The experiment was conducted at the Bale Tatanen Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Indonesia, from February to May 2026. A randomized complete block design (RCBD) was employed, comprising eight treatments with four replications. The treatments included an untreated control, potassium (1.38 g/L), boron (384 mg/L), Trichoderma spp. (20 g/plant), and their respective combinations. Plant height, leaf area, and leaf number were measured throughout an 18-day drought stress period and the subsequent recovery phase following rewatering. Analysis of variance (ANOVA) revealed no statistically significant treatment effects on plant height, leaf area, or leaf number during the drought stress period. However, significant differences in plant height emerged during the recovery phase, particularly at 15 days after rewatering, when seedlings treated with K + Trichoderma spp. and K + B + Trichoderma spp. exhibited the greatest plant heights, significantly exceeding those of the untreated control. In contrast, leaf area and leaf number did not differ significantly among treatments during recovery. These findings indicated that the tested treatments did not significantly alleviate drought-induced growth suppression during the stress period. Nevertheless, potassium application combined with Trichoderma spp., either with or without boron supplementation, was associated with improved plant height during post-drought recovery. The results suggest that these treatment combinations may support the recovery of vegetative growth in Arabica coffee seedlings following drought stress, although further investigation is required to determine their effects on physiological drought tolerance and long-term field establishment.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Selly Gunawan, Mochamad Arief Soleh, Intan Ratna Dewi Anjarsarihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8152Analysis of the Effect of ESG Implementation, Financial Performance, and GCG on Firm Value with Profitability as a Mediating Variable in the Indonesian Banking Sector2026-10-01T08:42:45+00:00Ricky Andianricky7andian@gmail.comZaenal Abidinzaenal@perbanas.id<p>Although the Indonesian banking industry has demonstrated relatively positive growth, several indicators, including credit expansion, the cost of funds, and credit risk, continue to present significant challenges. These conditions suggest that market participants remain cautious about the industry's future prospects. This study aimed to examine the effects of environmental, social, and governance (ESG) practices, financial performance, and good corporate governance (GCG) on firm value, with return on assets (ROA) serving as a mediating variable. The study employed a quantitative approach using panel data from 12 banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2024 period, selected through purposive sampling. Data were analyzed using panel data regression and mediation analysis with EViews 14 software. The findings were categorized into direct and indirect effects. The results revealed that the nonperforming loan (NPL) ratio had a statistically significant negative effect on ROA, while the loan-to-deposit ratio (LDR) had a statistically significant negative effect on firm value. However, none of the independent variables demonstrated statistically significant indirect effects on firm value through ROA. These findings suggested that credit risk and liquidity management were important considerations in assessing banking performance and firm value, while profitability did not significantly mediate the relationships examined in this study.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ricky Andian, Zaenal Abidinhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8166Rekonstruksi Kewajiban Kemitraan Penanam Modal Asing UMKM dalam Rantai Pasok Proyek Independent Power Producer Energi Terbarukan yang Terikat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PLN2026-10-06T08:46:01+00:00Prildy Nataniel Bonekaprildyboneka@gmail.com<p>Pengembangan energi terbarukan di Indonesia membutuhkan investasi asing sekaligus membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok proyek. Namun, pemenuhan persyaratan kandungan dalam negeri belum tentu menjamin keterlibatan UMKM. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan pengaturan penanaman modal, kemitraan UMKM, penggunaan produk dalam negeri, dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL), mengidentifikasi kelemahan pengaturan, serta merumuskan model kewajiban kemitraan yang proporsional bagi proyek pembangkit listrik independen energi terbarukan. Penelitian menggunakan metode hukum doktrinal atau normatif dengan pendekatan perundang-undangan terhadap enam bahan hukum primer. Analisis kualitatif dilakukan melalui pengelompokan fungsi norma, penelaahan hubungan antarnorma, dan identifikasi kesenjangan integrasi pengaturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka pengaturan belum terintegrasi, penilaian kemitraan berpotensi menitikberatkan dokumen administratif, dan pembagian kewenangan kelembagaan memerlukan kejelasan. Pembahasan mengusulkan Rencana Pengembangan Pemasok Lokal yang mencakup klasifikasi risiko pengadaan, peningkatan kapasitas pemasok, indikator kinerja terukur, persyaratan kontrak yang adil, ketepatan pembayaran, serta mekanisme pelaporan. Integrasi diusulkan melalui komitmen investasi dan klausul pendukung PJBTL, disertai pengecualian teknis dan langkah perbaikan untuk menjaga keselamatan, mutu, serta kelayakan pembiayaan proyek. Penelitian menyimpulkan bahwa kewajiban kemitraan berbasis kinerja menyediakan kerangka normatif untuk memperkuat keterlibatan substantif UMKM dengan tetap menjaga kepastian investasi. Penelitian empiris diperlukan untuk menguji kelayakan pelaksanaannya pada beragam proyek.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Prildy Nataniel Bonekahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8175Hubungan Pengetahuan Gizi Terhadap Kejadian Anemia Pada Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Royal Prima Periode April-Juli 20262026-10-06T08:54:59+00:00Yohana Maya Faith Sinagayohana0205sinaga@gmail.comPutri Handayaniputrihandayani.dr@gmail.comLinda Chiumanlindachiuman@unprimdn.ac.id<p>Anemia merupakan komplikasi penyakit ginjal kronik yang dapat mengganggu kondisi kesehatan pasien hemodialisis. Pengetahuan gizi penting untuk mendukung pemilihan makanan dan pengelolaan kebutuhan nutrisi, tetapi hubungannya dengan anemia perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian anemia pada pasien hemodialisis di Rumah Sakit Royal Prima. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik potong lintang pada April–Juli 2026. Sebanyak 85 responden dipilih secara purposif dari populasi 108 pasien. Pengetahuan gizi diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan kadar hemoglobin diperoleh melalui rekam medis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Chi-Square, dan Cramer’s V. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (60,0%), dengan rerata lama hemodialisis 18,46 bulan. Rerata kadar hemoglobin mencapai 11,49 ± 1,623 g/dL, dan 43 responden (50,6%) mengalami anemia. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan bermakna antara pengetahuan gizi dan kejadian anemia (?² = 63,849; p < 0,001), dengan kekuatan hubungan sangat kuat (Cramer’s V = 0,867). Temuan ini mendukung relevansi pengetahuan gizi dalam pengelolaan pasien, meskipun anemia bersifat multifaktorial dan hubungan tersebut tidak membuktikan sebab-akibat. Kesimpulannya, pengetahuan gizi berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada sampel penelitian. Edukasi gizi individual dapat dipertimbangkan sebagai bagian pelayanan hemodialisis, disertai evaluasi klinis dan penelitian lanjutan yang mengendalikan faktor perancu untuk memperjelas hubungan kedua variabel yang diteliti.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yohana Maya Faith Sinaga, Putri Handayani, Linda Chiumanhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8161Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Variasi Gambaran Foto Toraks pada Pasien Tuberkulosis Paru Dewasa di RSU Royal Prima Medan2026-10-02T06:17:04+00:00Najah Nursahbannursahbannajah@gmail.comIkhwanul Hakim Nasutionikhwanulhakimnasution@unprimdn.ac.idLinda Chiumanlindachiuman@unprimdn.ac.id<p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi beban kesehatan yang besar di Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Utara, dan foto toraks berperan sebagai pemeriksaan penunjang penting bersama pemeriksaan mikrobiologi dalam menilai keterlibatan paru, meskipun gambaran radiologis TB bersifat tidak spesifik dan bervariasi antarpasien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik pasien TB paru dewasa dan distribusi temuan foto toraks, serta menganalisis hubungan umur, jenis kelamin, riwayat merokok, status pernikahan, dan komorbid dengan variasi gambaran foto toraks (infiltrat, kavitas, efusi pleura, dan fibrosis) di RSU Royal Prima Medan. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) retrospektif ini menggunakan data sekunder dari rekam medis dan laporan foto toraks pasien TB paru tahun 2025, dengan total sampling menghasilkan 120 pasien berusia ?20 tahun yang memenuhi kriteria. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square atau uji eksak Fisher, dengan batas kemaknaan p<0,05. Mayoritas pasien berusia 20-59 tahun (77,5%), berjenis kelamin laki-laki (92,5%), memiliki riwayat merokok (78,3%), berstatus menikah (74,2%), dan 43,3% memiliki komorbid. Infiltrat merupakan temuan paling dominan (86,7%), diikuti kavitas (36,7%), fibrosis (35,0%), dan efusi pleura (32,5%). Umur berhubungan bermakna dengan kavitas (p=0,026) dan fibrosis (p=0,040); jenis kelamin dengan infiltrat (p=0,037) dan kavitas (p=0,004); riwayat merokok dengan kavitas (p<0,001), efusi pleura (p=0,003), dan fibrosis (p=0,010); status pernikahan hanya dengan fibrosis (p=0,002); serta komorbid dengan infiltrat (p=0,002), efusi pleura (p<0,001), dan fibrosis (p<0,001). Variasi gambaran foto toraks pada pasien TB paru dewasa berhubungan secara berbeda-beda dengan karakteristik pasien, sehingga interpretasi radiologis perlu mempertimbangkan faktor demografis, riwayat merokok, status pernikahan, dan komorbid secara bersamaan, dengan penelitian multisenter berskala lebih besar menggunakan analisis multivariat direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Najah Nursahban, Ikhwanul Hakim Nasution, Linda Chiumanhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8153Pengaruh Akuisisi dan Kinerja Keuangan Terhadap Valuasi Nilai Buku Perusahaan2026-10-01T08:35:51+00:00Dwi Anisa Haryani Harahapbayurahman.annisa@gmail.com<p>Akuisisi merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh industri perbankan untuk memperkuat struktur modal, memperluas jaringan bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, hingga meningkatkan daya saing di tengah kompetisi yang semakin ketat dan perkembangan teknologi finansial yang semakin cepat. Meskipun secara teoritis akuisisi diasumsikan mampu meningkatkan profitabilitas melalui sinergi, integrasi sistem, dan perluasan pasar, terdapat hasil penelitian sebelumnya menunjukkan adanya variasi dan inkonsistensi terhadap dampak akuisisi sehingga evaluasi empiris menjadi penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuisisi dan kinerja keuangan terhadap valuasi nilai buku perusahaan. Selain itu, penelitian yang dilakukan juga mengevaluasi bagaimana proses akuisisi dan kinerja keuangan sebagai indikator fundamental keuangan dan persepsi investor terhadap perusahaan. Pendekatan yang diterapkan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif dan analisis runtun waktu (time series) untuk membandingkan kondisi kinerja keuangan Bank Danamon Indonesia, empat tahun sebelum akuisisi dan empat tahun setelah akuisisi. Variabel yang dianalisis mencakup permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) dan rasio profitabilitas (Return on Asset/ROA, Return on Equity/ROE, Net Profit Margin/NPM) terhadap valuasi nilai buku perusahaan.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dwi Anisa Haryani Harahaphttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8162Analisis Karakteristik Gambaran Foto Thorax TB Paru Anak Berdasarkan Status Gizi di RSU Royal Prima Medan2026-10-01T09:00:31+00:00Ikhwanul Hakim Nasutionikhwanulhakimnasution@unprimdn.ac.idTheo Vany Julfiftinna Halawatheovanyhalawa15@gmail.comLinda Chiumanlindachiuman@unprimdn.ac.id<p>Tuberkulosis (TB) paru pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang penting. Status gizi berperan dalam kondisi imunitas anak dan dapat berkaitan dengan gambaran klinis maupun radiologis TB. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik gambaran foto thorax TB paru anak berdasarkan status gizi di RSU Royal Prima Medan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis dan foto thorax pasien anak dengan TB paru. Sampel penelitian berjumlah 70 rekam medis dengan teknik total sampling. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton exact. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia terbanyak adalah 0–4 tahun sebanyak 39 subjek (55,7%), sedangkan status gizi terbanyak adalah gizi kurang sebanyak 47 subjek (67,1%). Limfadenopati hilus, konsolidasi, atelektasis, dan kavitas masing-masing ditemukan pada 64 subjek (91,4%), sedangkan infiltrat paru dan efusi pleura masing-masing ditemukan pada 6 subjek (8,6%). Hasil uji menunjukkan nilai p=0,508 pada seluruh temuan radiologis. Kesimpulannya, tidak terdapat perbedaan bermakna pada gambaran foto thorax berdasarkan status gizi pada pasien TB paru anak.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ikhwanul Hakim Nasution, Theo Vany Julfiftinna Halawa, Linda Chiumanhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8163Peran Kualitas Layanan dalam Memoderasi Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi dan Sistem Kepesertaan BPJS Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum Aliyah 2 Kota Kendari2026-10-01T09:02:57+00:00Sitti Nurhastiawatisittinurhastiawati99@gmail.comDidin Saepudindidin.saepudin@usbypkp.ac.idRahadian Malikrahadianmalik03@gmail.com<p>Kepuasan pasien BPJS di rumah sakit dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi, sistem kepesertaan BPJS, serta kualitas layanan yang diterima, namun integrasi ketiga faktor tersebut beserta peran moderasi kualitas layanan belum banyak dikaji, khususnya di Rumah Sakit Umum Aliyah 2 Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kualitas layanan dalam memoderasi pengaruh faktor sosial ekonomi dan sistem kepesertaan BPJS terhadap kepuasan pasien. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif verifikatif dengan desain amper cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 100 responden pasien BPJS yang dipilih dengan amper purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa amper sosial ekonomi dan amper kepesertaan BPJS berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, dengan amper kepesertaan BPJS memberikan pengaruh paling kuat. Kualitas layanan juga terbukti secara signifikan memoderasi atau memperkuat pengaruh kedua ampera tersebut terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas layanan, terutama pada aspek keandalan, waktu tunggu, dan fasilitas fisik, dapat memperkuat manfaat kondisi sosial ekonomi dan amper kepesertaan BPJS dalam meningkatkan kepuasan pasien, sehingga manajemen rumah sakit perlu meningkatkan efisiensi pelayanan dan konsistensi mutu layanan amperan bagi peserta BPJS.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sitti Nurhastiawati, Didin Saepudin, Rahadian Malikhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8167Peran Pengurus Komunitas dalam Memperkuat Promosi Produk Usaha Anggota UMKM2026-10-05T03:59:16+00:00Nurlaily Azhara Putrinurlailyazahra@gmail.com<p>Komunitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memperkuat promosi produk melalui hubungan antaranggota, pertukaran informasi, dan koordinasi akses terhadap peluang pemasaran. Penelitian ini menganalisis peran pengurus Komunitas UMKM Teras Ciapus sebagai mediator promosi produk usaha anggota di Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam paradigma post-positivis. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi dokumen. Unit analisis penelitian adalah komunitas, dengan wawancara terhadap 10 anggota aktif UMKM Teras Ciapus yang telah dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus memfasilitasi promosi dengan membangun hubungan antaranggota, menyebarkan informasi pasar dan kegiatan, mengoordinasikan partisipasi dalam aktivitas promosi, serta mendukung pemilihan saluran pemasaran. Mediasi tersebut membantu anggota meningkatkan visibilitas produk, memperluas peluang distribusi, dan memperkuat interaksi dengan pelanggan. Fungsi pengurus dengan demikian tidak terbatas pada administrasi komunitas, tetapi menjadi jembatan komunikasi yang menghubungkan sumber daya anggota dan kebutuhan promosi dengan peluang kolektif komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi UMKM dengan mengintegrasikan peran pengurus dan mediasi promosi dalam konteks konvensional maupun digital. Komunikasi yang lebih terstruktur, akses promosi yang merata, dan dukungan pengurus yang konsisten dapat memperkuat kemampuan komunitas dalam mempromosikan produk anggota.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurlaily Azhara Putrihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8164Modul Pengelasan SMAW Fillet Berbasis Augmented Reality dan Video bagi Peserta Disabilitas Sensorik2026-10-02T06:23:21+00:00Dafa Alghifari Heryadidafa.alghifari0305@gmail.comHari Din Nugrahaharidinnugraha@unj.ac.idAgung Gumelaragunggumelar@unj.ac.id<p>Media pembelajaran vokasional yang aksesibel penting bagi peserta dengan disabilitas sensorik pendengaran karena pengelasan SMAW fillet menuntut pemahaman urutan kerja, posisi sambungan, sudut elektroda, dan gerakan pengelasan. Penelitian ini mengembangkan modul pembelajaran pengelasan SMAW fillet yang mengintegrasikan Augmented Reality (AR) dan video bagi peserta disabilitas sensorik di Sentra Terpadu Inten Soewono serta menilai kelayakannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model 4D yang meliputi Define, Design, Development, dan Disseminate. Modul memuat posisi pengelasan fillet 1F, 2F, 3F, dan 4F serta materi keselamatan kerja, persiapan pengelasan, gambar kerja, jobsheet, video referensi, dan fitur AR untuk posisi 1F. Kelayakan dinilai melalui validasi ahli materi, validasi ahli media, dan uji pengguna yang melibatkan delapan peserta pelatihan. Validasi ahli materi memperoleh skor 93% dengan kategori sangat layak, ahli media 75% dengan kategori layak, dan uji pengguna 98,88% dengan kategori sangat layak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran pengelasan SMAW fillet yang berorientasi visual. Temuan penelitian menggambarkan kelayakan produk dan respons pengguna, bukan efektivitas terhadap peningkatan hasil belajar atau keterampilan pengelasan, sehingga pengujian lanjutan dengan ukuran hasil belajar dan desain pembanding masih diperlukan.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dafa Alghifari Heryadi, Hari Din Nugraha, Agung Gumelarhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8169The Relationship Between Diet and the Incidence of Anemia in Adolescent Girls at Sman 1 Sungai Raya Islands of Bengkayang Regency in 20262026-10-05T04:05:47+00:00Fatika Maulidyafatikamaulidya19@gmail.comU. Evi Naslaurayevinasla@gmail.comAdhetya UbertyAdhetyauberty89@gmail.com<p>Anemia remains a significant public health concern among adolescent girls, as rapid growth, menstrual blood loss, and inadequate dietary intake may increase the risk of iron deficiency and anemia. This study examined the association between dietary patterns and anemia among tenth-grade female students at SMAN 1 Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang Regency, Indonesia, in 2026. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted. Of the 97 students in the study population, 71 respondents were selected using simple random sampling. Dietary patterns were assessed using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), while hemoglobin concentrations were measured using a digital hemoglobinometer. Data were analyzed using Pearson's chi-square test with a significance level of ? = 0.05. Among the 71 respondents, 37 (52.1%) were classified as having inappropriate dietary patterns, while 11 (15.5%) were identified as having anemia. Cross-tabulation revealed that anemia occurred in 1 of 37 respondents (2.7%) with inappropriate dietary patterns and 10 of 34 respondents (29.4%) with appropriate dietary patterns. A statistically significant association was observed between dietary pattern classification and anemia status (Pearson's ?² = 9.654; df = 1; p = 0.002). However, the unexpectedly higher prevalence of anemia among respondents classified as having appropriate dietary patterns highlighted the need for cautious interpretation, particularly regarding the dietary assessment criteria and potential confounding factors. Given the cross-sectional design, the findings did not establish a causal relationship between dietary patterns and anemia. The study underscored the importance of strengthening adolescent nutrition education, conducting routine hemoglobin screening, and undertaking further research using comprehensive dietary assessments to clarify the relationship between dietary intake and anemia risk among adolescent girls.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fatika Maulidya, Uray Evi Nasla, Adhetya Ubertyhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8138RedDoorz On The Move : Inovasi Menginap dalam Mobil Berjalan2026-09-24T07:01:48+00:00Anisa Permata Putriannisapermataputri2300@gmail.comBambang Sukma Wijayabsw98kuliah@gmail.comAgung Pribadialbanycastan@gmail.comMuhammad Dicky Arfani16830dicky100599@gmail.comPuji Astutipujie.astuty1912@gmail.com<p>Persaingan industri perhotelan yang semakin dinamis mendorong perusahaan akomodasi untuk menciptakan strategi komunikasi pemasaran yang inovatif, interaktif, dan mampu memberikan pengalaman bermakna bagi konsumen. Penelitian ini menganalisis strategi aktivasi merek RedDoorz melalui kampanye “Liburan MAXimal, Penuh Kejutan” dengan fokus pada inovasi replika kamar hotel dalam mobil van berjalan serta kontribusinya terhadap kesadaran merek, keterlibatan konsumen, persepsi, dan hubungan emosional dengan pelanggan. Menggunakan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui dokumentasi materi kampanye berupa video, foto, artikel berita, konten promosi resmi, serta unggahan media sosial pada berbagai platform digital. Analisis data dilakukan menggunakan konsep-konsep dimensional <em>Brand Activation, M-Triangle Capital</em> dan <em>T5 Strategy</em> dari Wijaya (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye RedDoorz berhasil mengintegrasikan elemen pemosisian merek, komunikasi digital, pengalaman pelanggan, nilai merek, realitas merek, dan sensasi merek melalui pengalaman langsung. Kehadiran replika kamar hotel memungkinkan konsumen merasakan fasilitas RedDoorz secara nyata, sementara dukungan <em>influencer</em>, hiburan, hadiah, dan penggunaan tagar #liburanMAXimal memperluas jangkauan serta meningkatkan partisipasi digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivasi merek berbasis pengalaman dapat menjadi strategi komunikasi pemasaran yang efektif dalam memperkuat citra merek, membangun keterlibatan konsumen, dan menciptakan hubungan emosional yang lebih dekat dengan wisatawan.</p>2026-10-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Anisa Permata Putri, Agung Pribadi, Muhammad Dicky Arfani, Puji Astutihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8174Crime Prevention Through Environmental Design pada Stasiun MRT Y Bawah Tanah dalam Konteks Pencegahan Terorisme2026-10-06T08:51:12+00:00Uli Elisabet Patricia Pasaribuulipatricia85@gmail.comZora Arfina Sukabdiulipatricia85@gmail.comI Made Wisnu Wardhanaulipatricia85@gmail.com<p>Stasiun MRT bawah tanah menuntut keseimbangan antara keterbukaan pelayanan publik dan pengamanan dari ancaman terorisme. Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) menyediakan kerangka untuk menilai dukungan lingkungan fisik terhadap pencegahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi enam komponen CPTED pada Stasiun MRT Y di Jakarta serta mengkaji relevansinya terhadap pencegahan terorisme. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dalam empat sesi pada hari kerja antara April dan September 2026, dilengkapi kajian dokumen. Pengamatan mencakup zona tidak berbayar dan berbayar, kemudian dianalisis melalui pengategorian serta perbandingan antarwaktu dan bagian ruang. Hasil menunjukkan bahwa penguatan teritorial serta citra dan pemeliharaan mendukung, sedangkan pengawasan, pengendalian akses, dan dukungan aktivitas mendukung sebagian. Elemen struktural, iklan, penataan gerai, belokan tangga, serta kepadatan penumpang membatasi pandangan. Aktivitas pengguna dan keberadaan petugas yang tidak tersebar merata, sementara pemeriksaan barang belum tampak seragam pada akses. Penguatan sasaran mendukung pemisahan fisik, tetapi ketahanan teknisnya tidak dapat diverifikasi. Temuan memperlihatkan bahwa dukungan lingkungan terhadap keamanan bergantung pada pengelolaan ruang dan perubahan penggunaannya. CPTED membantu pengenalan kondisi tidak wajar dan pengaturan pergerakan, tetapi tidak mengukur kemungkinan serangan. Perbaikan perlu mengutamakan keterbukaan pandangan, penataan gerai, pengaturan arus, serta integrasi personel, teknologi pemeriksaan, komunikasi, dan prosedur darurat.</p>2026-10-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Uli Elisabet Patricia Pasaribu, Zora Arfina Sukabdi, I Made Wisnu Wardhanahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8185Komunikasi Pimpinan Mengenai Budaya Kerja Kolaboratif Pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk2026-10-12T03:59:15+00:00Kristin Natalia Siborokristinn856@gmail.comRasman Sonjayarasmansonjaya@unpas.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi pimpinan mengenai budaya kerja kolaboratif pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., meliputi bentuk komunikasi pimpinan, strategi komunikasi dalam menanamkan nilai kolaborasi, persepsi pegawai, serta peran komunikasi pimpinan dalam membentuk budaya kerja kolaboratif. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan penggalian informasi dari informan yang memiliki pengalaman langsung dalam lingkungan kerja organisasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pimpinan dilakukan melalui komunikasi formal dan informal. Komunikasi formal meliputi briefing, rapat koordinasi, evaluasi, dan penyampaian arahan kerja, sedangkan komunikasi informal dilakukan melalui interaksi sehari-hari dengan pegawai. Strategi komunikasi pimpinan dilakukan melalui penyampaian pesan secara konsisten, koordinasi rutin, pemberian motivasi, komunikasi dua arah, dan keteladanan pimpinan. Pegawai memandang komunikasi pimpinan memberikan kontribusi positif terhadap koordinasi, keterbukaan, kepercayaan, dan kerja sama. Namun, masih terdapat hambatan berupa keterbatasan waktu, perbedaan pemahaman informasi, dan kesibukan pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan agar pimpinan mempertahankan komunikasi yang konsisten, memperkuat komunikasi dua arah, meningkatkan koordinasi, serta menyediakan ruang komunikasi yang lebih terbuka untuk memperkuat budaya kerja kolaboratif.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kristin Natalia Siboro, Rasman Sonjayahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8184Pemaknaan Komunikasi Nilai Budaya Batak Toba dalam Kehidupan Generasi Muda Marga Siboro2026-10-12T04:05:49+00:00Modesta Roganda Siboromodestasiboro28@gmail.comIdi Subandy Ibrahimidi.subandy@unpas.ac.id<p>Studi ini bertujuan menganalisis proses komunikasi nilai-nilai budaya Batak Toba yang dilakukan oleh Raja Hata dan para pemimpin tradisional terhadap generasi muda klan Siboro, mengidentifikasi bentuk interaksi simbolik dalam menyampaikan nilai budaya, memahami bagaimana generasi muda menafsirkan nilai budaya Batak Toba, dan menganalisis pengaruh latar belakang pendidikan terhadap pembangunan makna budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan interaksionisme simbolik sebagai perspektif untuk memahami proses pembentukan makna budaya. Subjek penelitian terdiri dari anggota muda klan Siboro, Raja Hata, pemimpin tradisional, serta anggota keluarga atau komunitas yang terlibat dalam transmisi nilai-nilai budaya. Informan dipilih secara sengaja dan dikembangkan lebih lanjut melalui pengambilan sampel bola salju. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang terdiri dari pengumpulan data, pengurangan data, penyajian data, serta pengambilan dan verifikasi kesimpulan. Validitas data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi nilai-nilai budaya Batak Toba berlangsung melalui interaksi keluarga, upacara tradisional, pertemuan klan, dan kegiatan komunitas, sambil semakin banyak menggunakan media digital. Interaksi simbolik tercermin dalam penggunaan bahasa Batak, identitas klan, istilah kekerabatan, Dalihan Na Tolu, ulos, dan upacara tradisional. Generasi muda menafsirkan budaya Batak Toba sebagai bagian penting dari identitas pribadi, keluarga, dan klan mereka, meskipun penerapannya kini menjadi lebih fleksibel dalam merespons kehidupan modern. Perbedaan latar belakang pendidikan juga memengaruhi pemahaman budaya, terutama dalam tingkat interpretasi kritis dan reflektif.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Modesta Roganda Siboro, Idi Subandy Ibrahimhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8165Konsep Terkabulnya Doa Dalam Tafsir Sufi (Kajian Tematik-Interkonektif Tafsir Ibnu ‘Arabi)2026-10-08T06:42:17+00:00Nisrokhah Nisrokhahmnisrokhah@gmail.com<p>Doa merupakan bentuk komunikasi spiritual antara manusia dan Allah yang memiliki kedudukan penting dalam ibadah Islam. Penelitian ini bertujuan menguraikan konsep terkabulnya doa dalam tafsir sufistik Ibnu ‘Arabi serta membahas hubungan konseptualnya dengan teori resonansi bunyi melalui pendekatan tematik-interkonektif. Penelitian menggunakan metode kualitatif berupa kajian kepustakaan dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan doa, tafsir Ibnu ‘Arabi, literatur tasawuf, dan sumber penunjang mengenai resonansi. Data dianalisis secara deskriptif dan tematik untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip spiritual yang berkaitan dengan permohonan seorang hamba. Kajian menunjukkan beberapa unsur penting, yakni penataan niat, berdoa hanya kepada Allah, kesiapan diri melalui tobat dan ketaatan, pengosongan diri dari sifat tercela atau takhalli, penghiasan diri dengan sifat terpuji atau tahalli, penghayatan tajalli, penggunaan nama-nama Allah yang baik, penerapan etika dalam berdoa, serta penyertaan ikhtiar. Dalam pembahasan interkonektif, resonansi bunyi digunakan sebagai analogi untuk menjelaskan keselarasan, bukan sebagai pembuktian eksperimental bahwa doa bekerja melalui mekanisme getaran fisik. Dengan demikian, konsep terkabulnya doa dipahami sebagai proses spiritual yang berkaitan dengan kualitas penghambaan dan usaha manusia. Kajian ini berkontribusi pada dialog antara tafsir sufistik dan sains dengan tetap membedakan penjelasan teologis dari fenomena fisika yang dapat diukur.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nisrokhah Nisrokhahhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8179Kritik Terhadap Penamaan Partikel Tuhan Berdasarkan Pandangan Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama”Ah di Indonesia2026-10-09T02:11:51+00:00Agus Darwantoadarwanto@gmail.comMega Satria Nurul Falahmega.satria@umbanten.ac.idHumairoh Hasanummuhunain1@gmail.comWidya Ryan Alvirawidya@bahasa.iou.edu.gm<p>Penemuan boson Higgs pada 2012 merupakan pencapaian penting dalam fisika partikel, tetapi istilah populer “God Particle” menimbulkan perdebatan tentang ketepatan penamaan ilmiah dan kemungkinan penafsiran keagamaan. Penelitian ini mengkritisi penggunaan istilah tersebut berdasarkan pandangan akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia, terutama Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, PERSIS, dan Al-Irsyad. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka sistematis dengan model PRISMA, didukung analisis tematik dan pengodean melalui ATLAS.ti terhadap literatur yang ditelaah. Pembahasan membandingkan penggunaan istilah populer dalam komunikasi sains dengan prinsip teologis mengenai perbedaan mutlak antara Allah dan makhluk. Hasil kajian menunjukkan bahwa pandangan akidah yang dibahas menolak antropomorfisme dan penyerupaan Allah dengan materi. Karena itu, penggunaan istilah “God Particle” dipandang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila ditafsirkan secara harfiah sebagai petunjuk bahwa Tuhan tersusun dari partikel. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya membedakan metafora populer dari pengertian fisika boson Higgs serta dari konsep ketuhanan dalam akidah Islam. Penggunaan istilah ilmiah “boson Higgs” direkomendasikan untuk menjaga ketepatan komunikasi sains dan mengurangi ambiguitas makna dalam diskusi lintas bidang.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Agus Darwanto, Mega Satria Nurul Falah, Humairoh Hasan, Widya Ryan Alvirahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8180Komunikasi Pemasaran Program Wonder Voice of Indonesia dalam Membangun Citra Voice Institute Indonesia2026-10-09T02:17:39+00:00Syaulia Karinasyauliak@gmail.comNatalina Nilam Sarisyauliak@gmail.comHendri Prasetyasyauliak@gmail.com<p>Perkembangan industri kreatif digital mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap kompetensi voice over sekaligus memperkuat persaingan antarlembaga pelatihan. Dalam kondisi tersebut, lembaga pelatihan tidak hanya dituntut menawarkan program pendidikan, tetapi juga membangun citra melalui komunikasi pemasaran yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi pemasaran Program Wonder Voice of Indonesia (WVOI) dalam membangun citra Voice Institute Indonesia (VII). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ethnomethodology. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang terdiri atas Co-Founder/Chief Operating Officer, Chief Content Officer/Planner, Community Manager, dan finalis WVOI, serta didukung observasi dan dokumentasi. Analisis diarahkan pada bagaimana anggota organisasi menggunakan praktik komunikasi sehari-hari untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan memaknai komunikasi pemasaran WVOI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran WVOI dibangun melalui integrasi enam elemen, yaitu periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas, pemasaran langsung, penjualan personal, dan pemasaran digital. Integrasi tersebut diperkuat oleh event marketing dan customer engagement melalui pengalaman, interaksi, komunitas, dan partisipasi peserta. Temuan menunjukkan bahwa WVOI tidak hanya berfungsi sebagai program promosi, tetapi menjadi media pengalaman yang menghubungkan peserta, komunitas, pemerintah, mentor, mitra, dan VII. Praktik komunikasi tersebut membentuk persepsi WVOI sebagai program yang profesional, kredibel, edukatif, inklusif, dan memiliki jejaring nasional. Persepsi terhadap WVOI kemudian berkontribusi pada pembentukan citra VII sebagai lembaga pelatihan voice over yang profesional, inovatif, kredibel, dan memiliki kepedulian terhadap pengembangan talenta. Penelitian ini memperluas kajian IMC dengan menunjukkan bagaimana integrasi komunikasi pemasaran dalam event pengembangan talenta dapat menghasilkan transfer citra dari program kepada citra korporasi.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Syaulia Karina, Natalina Nilam Sari, Hendri Prasetyahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8181Ketika “Merdeka” Dimaknai Berbeda: Pemaknaan Merdeka Belajar dan Motivasi Belajar Siswa SMA di Sintang2026-10-10T07:04:35+00:00Robertus Jematujerobertus88@gmail.comRini Sugiartijerobertus88@gmail.comErwin Erlanggajerobertus88@gmail.com<p>Kebijakan Merdeka Belajar memberi ruang kebebasan bagi siswa, tetapi kata "merdeka" dapat dimaknai secara berbeda oleh siswa. Penelitian ini bertujuan memetakan cara siswa SMA memaknai Merdeka Belajar dan menguji kaitan setiap pemaknaan dengan motivasi belajar. Penelitian menggunakan desain metode campuran sekuensial eksploratori di tiga SMA di Kabupaten Sintang. Tahap kualitatif melibatkan angket terbuka (30 siswa) dan wawancara informal (5 siswa) yang dianalisis secara tematik. Hasilnya menjadi dasar pengembangan skala pemaknaan yang divalidasi oleh tiga ahli dengan koefisien V Aiken. Tahap kuantitatif melibatkan 286 siswa dari dua sekolah lain melalui angket daring. Data dianalisis dengan SEM-PLS. Analisis tematik menghasilkan empat pemaknaan, yaitu konstruktif (kebebasan yang disertai tanggung jawab), permisif (kelonggaran dari kewajiban), kenyamanan (belajar tanpa tekanan), dan formal (sekadar pergantian kurikulum). Pemaknaan permisif jarang diakui sebagai pandangan pribadi dan lebih sering dilekatkan pada teman. Pemaknaan konstruktif berkaitan positif dengan motivasi belajar dan merupakan prediktor terkuat (? = 0,450; f² = 0,278). Pemaknaan permisif berkaitan negatif dengan motivasi belajar (? = ?0,169). Pemaknaan kenyamanan dan formal berkaitan positif dengan efek kecil. Model menjelaskan 41,4% variasi motivasi belajar dan memiliki daya prediksi yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa yang berkaitan dengan motivasi belajar bukan sekadar sikap positif terhadap Merdeka Belajar, tetapi cara siswa memahami arti "merdeka" itu sendiri. Guru perlu menautkan kebebasan memilih dengan tanggung jawab atas hasil belajar.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Robertus Jematu, Rini Sugiarti, Erwin Erlanggahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8182Perlindungan Hak Konstitusional Wajib Pajak dalam Pelaksanaan Coretax System Perspektif Due Process of Law2026-10-10T05:19:03+00:00Nur Hikmahhikmah.malikibrahim@gmail.comAdelia Hikmahhikmah.malikibrahim@gmail.comRoberd Aritonanghikmah.malikibrahim@gmail.comFreddy Parlindungan Silabanhikmah.malikibrahim@gmail.comBornak Marganda Fransisko Sihombinghikmah.malikibrahim@gmail.com<p>nisasi administrasi perpajakan melalui Core Tax Administration System (Coretax System) dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan efektivitas pemungutan pajak di Indonesia. Namun, pada tahap pengawasan pra-pemeriksaan, implementasi sistem ini justru memicu anomali serius berupa penyalahgunaan wewenang birokrasi, meliputi praktik 'hitung mandiri sepihak' (unilateral calculation), ancaman pembekuan akses portal digital Wajib Pajak (coercive suspend), dan 'tawar-menawar kurang bayar' (bargaining for underpayment). Penelitian hukum normatif preskriptif-evaluatif yang diperluas ini menganalisis anomali pengawasan digital tersebut berdasarkan jaminan hak atas kepastian hukum yang adil dalam Pasal 28D ayat (1) UUD NRI 1945 serta doktrin Due Process of Law, mengevaluasi peran Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44 Tahun 2026 dan PMK Nomor 55 Tahun 2026 dalam menjamin hak representasi Wajib Pajak, serta merumuskan model rekonstruksi sistemik berbasis Technological Due Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pengawasan koersif sepihak melanggar dimensi substantif dan prosedural due process of law. Kendati PMK 44/2026 dan PMK 55/2026 berhasil memperkuat standarisasi kualifikasi kuasa perpajakan dan transparansi pencatatan portal, perlindungan hak konstitusional Wajib Pajak membutuhkan empat benteng pengamanan sistemik pada arsitektur Coretax System: moratorium otomasi pembekuan (suspend gatekeeping), validasi prosedural otomatis (procedural gatekeeping), pengawasan internal berbasis kecerdasan buatan (AI-based audit trail), dan kanal pengaduan terenkripsi (encrypted whistleblowing channel).</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Hikmah, Adelia Hikmah, Roberd Aritonang, Freddy Parlindungan Silaban, Bornak Marganda Fransisko Sihombinghttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8183Pengembangan Model Adaptive Work Breakdown Structure dan Dynamic Critical Path Method untuk Optimasi Docking Armada Tug & Barge Berbasis Supply Chain Opportunity Cost pada PT XYZ2026-10-10T05:10:23+00:00Wisely Josua Parsaoran Siburian6032242013@student.its.ac.idSilvianita Silvianitasilvianita@its.ac.id<p>Industri logistik maritim untuk komoditas energi sangat bergantung pada keandalan operasional armada Tug & Barge. PT XYZ menghadapi tantangan dengan waktu henti kapal yang berkepanjangan selama proses docking, yang memicu kerugian finansial akibat meningkatnya biaya perbaikan langsung galangan kapal dan biaya peluang rantai pasokan dalam distribusi batu bara hilir. Studi ini bertujuan merumuskan strategi percepatan docking yang optimal untuk armada Tug & Barge PT XYZ melalui integrasi Work Breakdown Structure (WBS) dan Critical Path Method (CPM). Pendekatan kuantitatif-deskriptif menggunakan metode studi kasus digunakan untuk menganalisis data historis dan wawancara lapangan. WBS dirancang secara hierarkis hingga tingkat paket kerja, secara ketat menggabungkan peraturan undang-undang Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk mengakomodasi potensi pekerjaan tak terduga. Critical path analysis (CPM) digunakan untuk memetakan urutan aktivitas yang menentukan total durasi proyek, yang kemudian dioptimalkan melalui teknik kompresi penjadwalan (crashing dan fast-tracking). Kebaruan penelitian ini terletak pada modifikasi optimasi Time-Cost Trade-Off (TCTO) dengan mengintegrasikan Supply Chain Opportunity Cost (SCOC) ke dalam perhitungan total biaya. Hasil studi ini diharapkan memberikan rekomendasi penjadwalan docking taktis, meminimalkan waktu henti armada, sekaligus menjamin keandalan rantai pasokan batu bara nasional.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wisely Josua Parsaoran Siburian, Silvianita Silvianitahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8171Curbing Local Centralism: Testing the Spur Power of the Village Consultative Body in Governance Supervision2026-10-05T07:41:51+00:00Barozi Baroziguzie161974@gmail.comRumsari Hadi Sumartorumsarimpa@gmail.com<p>The extension of the village head's term of office to eight years under Law No. 3 of 2024 has increased the importance of effective checks and balances in village governance. This study examined the institutional capacity of the Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal, Kalurahan Consultative Body) in Sleman Regency to supervise village administration following the enactment of Sleman Regency Regional Regulation No. 3 of 2023. Employing a descriptive qualitative approach with a critical case study design, the research collected data through semi-structured interviews, field observations, and document reviews. Data were analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings revealed a significant gap between BPKal's formal supervisory authority and its practical implementation. The primary challenges included limited capacity to draft local regulations, predominantly retrospective budget oversight, the absence of standardized internal supervisory procedures, restricted access to government accountability information, and sociocultural reluctance to challenge village executive authorities. To address these challenges, the study proposed three institutional reform strategies: establishing a three-stage cyclical supervision mechanism, strengthening the exercise of legislative initiative through public hearings, and promoting inclusive thematic deliberations supported by a community aspiration monitoring matrix. These strategies were designed to enhance BPKal's institutional effectiveness, strengthen accountability, and mitigate the concentration of executive authority in village governance. The study contributed an institutional reform perspective that emphasized non-digital governance mechanisms by integrating legal authority, implementation capacity, and local sociocultural dynamics into a framework for strengthening village government supervision.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Barozi Barozi, Rumsari Hadi Sumartohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8149Cardiovascular Mechanisms and Clinical Implications of SGLT2 Inhibitors in Heart Failure: A Narrative Review2026-09-30T09:04:59+00:00Andrea Agitha Tarigantariganagitha@gmail.comAdeline Adelineadelin_saiwai@yahoo.comMuhammad Prasetya Wibowotyoprabowoo@gmail.com<p>This narrative review aims to synthesize contemporary evidence on the cardiorenal mechanisms, clinical efficacy, safety, and practical implementation of sodium-glucose cotransporter 2 inhibitors (SGLT2i) in heart failure (HF). A focused narrative literature search was conducted using PubMed/MEDLINE and major international professional society guideline repositories, primarily covering publications from January 2019 to September 1, 2026. Priority was given to randomized controlled trials, prespecified trial analyses, meta-analyses, human mechanistic studies, and contemporary international clinical practice guidelines. Major randomized controlled trials consistently demonstrated the cardiovascular and renal benefits of SGLT2 inhibition across the HF spectrum, although the magnitude and certainty of renal benefits varied across populations and outcomes. The DAPA-HF and EMPEROR-Reduced trials established reductions in worsening HF events and HF hospitalizations among patients with heart failure with reduced ejection fraction (HFrEF), whereas the EMPEROR-Preserved and DELIVER trials extended these benefits to patients with heart failure with mildly reduced ejection fraction (HFmrEF) and heart failure with preserved ejection fraction (HFpEF). The EMPULSE trial supported the initiation of empagliflozin following clinical stabilization during hospitalization for acute HF, while dedicated renal outcome trials demonstrated clinically meaningful kidney protection. Mechanistically, SGLT2 inhibition reduces sodium and glucose reabsorption in the renal proximal tubule, restores tubuloglomerular feedback, lowers intraglomerular pressure, and promotes modest natriuresis and osmotic diuresis. Additional mechanisms involving erythropoiesis, metabolic regulation, mitochondrial function, and anti-inflammatory and antifibrotic effects may contribute to cardiovascular protection, although several pathways remain supported primarily by preclinical and translational evidence rather than definitive human studies. Important safety considerations include genital mycotic infections, volume depletion, and the rare but clinically significant risk of euglycemic diabetic ketoacidosis.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andrea Agitha Tarigan, Adeline Adeline, Muhammad Prasetya Wibowohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8172Artificial Intelligence dan Kesejahteraan Pekerja dalam Industri Manufaktur2026-10-05T07:44:02+00:00Sri Pramudya Wardhanisri.pramudya@esaunggul.ac.idDyah Permata Budi Asridyah.permata@esaunggul.ac.idLudfie Jatmiko Setyo Poerwokoludfie.jatmiko@esaunggul.ac.id<p>Kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) membentuk kembali industri manufaktur melalui otomatisasi, pengendalian berbasis data, dan sistem produksi yang semakin otonom. Perubahan ini membuka peluang peningkatan efisiensi, tetapi sekaligus mengubah kondisi fisik dan psikososial pekerja. Penelitian ini menganalisis dampak adopsi AI terhadap kesejahteraan pekerja pada industri manufaktur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi tempat kerja, dan analisis dokumen yang melibatkan pekerja serta pihak terkait proses produksi pada perusahaan manufaktur yang telah mengadopsi teknologi berbasis AI. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa AI dapat mengurangi pekerjaan yang menuntut fisik, mendukung keselamatan kerja, dan meningkatkan efisiensi produksi. Namun, pekerja juga menghadapi kekhawatiran mengenai keamanan pekerjaan, perubahan pola kerja, pengawasan algoritmik, serta tuntutan penguasaan kompetensi digital baru. Karena itu, manfaat teknologi tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan pekerja. Program upskilling dan reskilling, komunikasi yang transparan, human oversight, dan perlindungan ketenagakerjaan diperlukan untuk mengelola transisi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital ditentukan oleh kinerja teknologi sekaligus tata kelola organisasi dan regulasi yang melindungi pekerja serta memperkuat kemampuan adaptasinya.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sri Pramudya Wardhani, Dyah Permata Budi Asri, Ludfie Jatmiko Setyo Poerwokohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8139Pelaksanaan Hak Subrograsi Pada Perjanjian Asuransi Kendaraan Bermotor Berdasarkan Prinsip Keberadilan2026-10-13T02:41:45+00:00R.A Diah Irianti Permana Saridosen02430@unpam.ac.idSuparno Suparnodosen02538@unpam.ac.id<div><span lang="EN-US">Perjanjian asuransi atau polis adalah merupakan perikatan antara tertanggung dan penanggung sesuai ketentuan polis. Syarat sahnya perjanjian pada pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) juga wajib dipenuhi pada perjajian ini. Selain itu prinsip-prinsip pada perjanjian asuransi juga harus dipenuhi yaitu: prinsip <em>insurable interest</em>, prinsip itikat baik, prinsip kesimbangan (<em>indemnity)</em>, prinsip sebab utama (<em>proximate cause</em>), prinsip subrogasi dan prinsip kontribusi. Ketentuan ini berlaku juga pada perjanjian asuransi kendaraan bermotor dengan penerapan prinsip subrograsi yaitu pengalihan hak dari tertanggung kepada penanggung atas kerugian yang dialami oleh tertanggung dari suatu peristiwa yang dijamin oleh polis dengan syarat penanggung telah memberikan penggantian kepada tertanggung disebabkan oleh hak subrogasi ini dinyatakan pada pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KHUD) dan pasal 1400 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer). Dalam pelaksanaannya hak subrograsi pada perjanjian asuransi kendaraan bermotor dengan mengacu prinsip keberadilan atas hak dan kewajiban yang timbul pada kenyataannya sulit dilaksanakan karena harus disertai dengan kondisi yang dimungkinkan dituntut kepada pihak ketiga yang menimbulkan kerugian. Sehingga perlu dianalisa kembali ketika prinsip subrograsi ini dijadikan menjadi salah satu prinsip utama dalam suatu perjanjian asuransi dimana <em>dosellen</em> dan <em>dasein</em>nya tidaklah mudah untuk dilaksanakan</span></div>2026-10-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 R.A Diah Irianti Permana Sari, Suparno Suparnohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8192Green Criminology Against Environmental Harm and Environmental Crime Policy in Battery-Based Electric Vehicle Projects in Indonesia2026-10-16T03:08:18+00:00Robin Kumbarayudarobin.kumbara@ui.ac.idAnggi Aulina Harahapanggiaulina@ui.ac.id<p>Indonesia has promoted battery electric vehicles (BEVs) as a strategy to reduce greenhouse gas emissions. However, environmental harms associated with their life cycle have raised concerns about the sustainability of this transition. This study examined these environmental harms from a green criminological perspective and assessed the effectiveness of Indonesia's environmental criminal law policies in addressing them. A qualitative research approach was employed, combining a systematic literature review of 18 studies, an analysis of national environmental regulations and electric vehicle policies, and interviews with two informants representing an environmental nongovernmental organization and the Ministry of Environment and Forestry. The findings identified several environmental harms, including water contamination, air pollution, soil degradation, and ecosystem destruction, associated with mineral extraction, battery manufacturing, electricity generation, and end-of-life battery management. Dependence on coal-fired electricity and inadequate battery waste management further complicated the potential environmental benefits of BEVs. The policy analysis identified weaknesses in environmental law enforcement, limited public participation in environmental impact assessments, fragmented responsibilities for battery recycling, and insufficient environmental standards across production stages. From a green criminological perspective, the findings demonstrated that even legally authorized industrial activities could generate ecological harm and disproportionately affect local communities, workers, and nonhuman species. The study concluded that the expansion of BEVs in Indonesia required stronger environmental accountability throughout the battery and vehicle life cycles. Comprehensive environmental impact assessments, greater reliance on renewable energy, extended producer responsibility, meaningful public participation, and effective environmental law enforcement were identified as essential measures for advancing an energy transition that supports ecological sustainability and environmental justice.</p>2026-10-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Robin Kumbarayuda, Anggi Aulina Harahaphttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8178Pengaruh Digital Marketing & Word of Mouth Terhadap Keputusan Kunjungan Pasien dengan Minat Berkunjung sebagai Variabel Mediasi di RS Dr Abdul Radjak Cibitung2026-10-12T04:16:19+00:00Devy Innesa Sughradevyinnesasughra@gmail.comRetno Purwani Setyaningrumretno.purwani.setyaningrum@pelitabangsa.ac.id<p>rsaingan antar rumah sakit meningkatkan kebutuhan untuk memahami keterkaitan komunikasi pemasaran dengan keputusan pasien menggunakan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menguji keterkaitan pemasaran digital dan komunikasi dari mulut ke mulut dengan keputusan kunjungan pasien melalui minat berkunjung sebagai variabel mediasi di RS dr. Abdul Radjak Cibitung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling dari estimasi populasi sebanyak 400 pasien. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berisi 20 indikator menggunakan skala Likert lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan pemodelan persamaan struktural berbasis partial least squares dengan SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa pemasaran digital berkaitan positif dan signifikan dengan keputusan kunjungan (p = 0,018). Pemasaran digital dan komunikasi dari mulut ke mulut berkaitan signifikan dengan minat berkunjung, sedangkan minat berkunjung berkaitan signifikan dengan keputusan kunjungan (seluruhnya p < 0,001). Komunikasi dari mulut ke mulut tidak berkaitan signifikan secara langsung dengan keputusan kunjungan (p = 0,097). Minat berkunjung menunjukkan mediasi parsial pada pemasaran digital (p = 0,024) dan mediasi penuh pada komunikasi dari mulut ke mulut (p < 0,001). Temuan mengindikasikan pentingnya minat berkunjung dalam menghubungkan komunikasi pemasaran dengan keputusan pasien. Namun, validitas diskriminan yang belum terpenuhi membatasi interpretasi. Rumah sakit perlu memperkuat komunikasi digital dan pengalaman pasien.</p>2026-10-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Devy Innesa Sughra, Retno Purwani Setyaningrumhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8190Kewajiban Divestasi Saham Pertambangan dan Kepastian Hukum Penanaman Modal Asing: Problem Delegasi Norma Pasca Undang-Undang Nomor 2 Tahun 20252026-10-15T02:01:18+00:00Richat Marodo Lubisrichatlubis89@gmail.com<p>Kewajiban divestasi saham pertambangan merupakan instrumen untuk memperkuat kepemilikan nasional, tetapi pelaksanaannya menuntut kepastian hukum bagi penanam modal asing. Perubahan Undang-Undang Minerba melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 menjadi konteks penting untuk menelaah konsistensi pengaturan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji kedudukan norma divestasi dalam hierarki peraturan perundang-undangan serta implikasinya terhadap kepastian hukum penanaman modal asing. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer dan sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara yuridis kualitatif dengan menelaah hierarki, konsistensi, dan pendelegasian norma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan divestasi tersebar pada undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan menteri dengan pembagian materi yang memengaruhi prediktabilitas kewajiban investor. Penetapan kepemilikan nasional sebesar 51% pada tingkat undang-undang memperjelas substansi kewajiban, sedangkan perbedaan pengaturan jadwal dan penempatan parameter penilaian saham pada peraturan pelaksana menimbulkan persoalan sinkronisasi. Pembahasan menunjukkan bahwa kepastian hukum bergantung pada keselarasan prosedur, kejelasan dasar delegasi, dan keterukuran penetapan harga saham, bukan semata persentase kepemilikan. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan kepastian hukum memerlukan harmonisasi peraturan pelaksana, penegasan prinsip penilaian saham, serta ketentuan peralihan yang jelas. Penataan tersebut diharapkan mendukung keseimbangan antara penguasaan nasional atas sumber daya dan perlindungan kepentingan investasi secara berkelanjutan, sekaligus memberikan pedoman bagi pemerintah, perusahaan pertambangan, dan peserta Indonesia dalam melaksanakan transaksi divestasi.</p>2026-10-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Richat Marodo Lubishttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8188Analisis Materi Elemen Pancasila dan UUD NRI 1945 Buku Siswa dan Buku Guru Kelas V SD: Kajian Capaian Pembelajaran Fase C2026-10-13T01:53:06+00:00Zilan Ghina Sukawatizilanghina2006@gmail.comNasywa Azarianasywaazaria349@gmail.comRaihanun Azizahhanunazizah83@gmail.com<p>Pendidikan Pancasila berperan penting dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kewarganegaraan peserta didik sekolah dasar. Kesesuaian materi buku teks dengan Capaian Pembelajaran (CP) perlu dikaji untuk mengetahui ketercakupan kompetensi dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan menganalisis materi elemen Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) dalam Buku Siswa dan Buku Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V serta memetakan kesesuaiannya dengan CP Fase C. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen. Data diperoleh melalui penelaahan buku teks (Buku Siswa dan Buku Guru), dokumen CP berdasarkan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, dan Panduan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila. Analisis data menggunakan analisis isi melalui tahap identifikasi, klasifikasi, pemetaan, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bab 1 Pancasila dalam Kehidupanku dan Bab 2 Norma dalam Kehidupanku secara umum selaras dengan CP Fase C. Namun, ditemukan beberapa kesenjangan (gap), yaitu buku siswa belum secara eksplisit mengaitkan peristiwa sejarah dengan konteks kehidupan peserta didik, Tujuan Pembelajaran (TP) dalam buku guru masih terlalu umum dan tidak terukur, aspek pengenalan Pembukaan UUD NRI 1945 masih memerlukan penguatan, dan buku teks belum menyediakan asesmen yang secara khusus mengukur ketercapaian CP. Penelitian ini menyimpulkan bahwa materi buku secara umum selaras dengan CP Fase C, namun pengayaan dan penyesuaian strategi pembelajaran diperlukan untuk mendukung ketercapaian kompetensi secara lebih menyeluruh.</p>2026-10-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Zilan Ghina Sukawati, Nasywa Azaria, Raihanun Azizahhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8193Penerapan Mobile Learning Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Motivasi dan Penguasaan Konsep Bakteri Mahasiswa Pendidikan Biologi2026-10-17T06:35:32+00:00Aceng Ahmad Rodian Susilaacengahmad.rs@institutpendidikan.ac.idIrdam Denniirdam_denni@institutpendidikan.ac.idDemmy Dharma Bhaktidemmy@institutpendidikan.ac.idDe Budi Irwan Taofikdebudi@institutpendidikan.ac.id<p>Pembelajaran materi bakteri di perguruan tinggi masih menghadapi rendahnya motivasi belajar dan penguasaan konsep, sementara pemanfaatan smartphone belum terintegrasi secara optimal dengan aktivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan motivasi belajar dan penguasaan konsep bakteri mahasiswa setelah penerapan mobile learning berbasis inkuiri, serta mendeskripsikan karakteristik pembelajaran dan tanggapan mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain praeksperimental satu kelompok prates dan pascates. Sebanyak 32 mahasiswa semester lima Pendidikan Biologi Institut Pendidikan Indonesia Garut dilibatkan melalui sampling jenuh. Pembelajaran dilaksanakan selama dua pertemuan. Data dikumpulkan menggunakan tes penguasaan konsep, angket motivasi berdasarkan aspek perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan, serta angket tanggapan mahasiswa. Analisis menggunakan statistik deskriptif, pengujian perbedaan berpasangan, dan gain ternormalisasi. Hasil menunjukkan peningkatan rerata motivasi dari 72,59 menjadi 116,53 dengan gain 0,566, sedangkan penguasaan konsep meningkat dari 62,41 menjadi 78,50 dengan gain 0,413. Kedua peningkatan termasuk kategori sedang dan menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Tanggapan mahasiswa memperoleh rerata 34,60 dengan kategori sangat baik. Temuan mengindikasikan bahwa representasi multimedia, akses mandiri, dan tahapan inkuiri mendukung keterlibatan serta konstruksi konsep. Disimpulkan bahwa pembelajaran ini berpotensi mendukung aspek afektif dan kognitif mahasiswa. Namun, ketiadaan kelompok kontrol membatasi penarikan kesimpulan kausal, sehingga penelitian lanjutan memerlukan kelompok pembanding dan durasi intervensi yang lebih panjang.</p>2026-10-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Aceng Ahmad Rodian Susila, Irdam Denni, Demmy Dharma Bhakti, De Budi Irwan Taofikhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8194Pengaruh Piutang Usaha dan Beban Operasional terhadap Laba Tahun Berjalan PT Waskita Karya Tbk, Jakarta2026-10-17T06:38:47+00:00Andi Silvanandisilvan.ugs@gmail.com<p>Fluktuasi laba dan kerugian yang dialami PT Waskita Karya Tbk menunjukkan pentingnya pengelolaan piutang usaha dan beban operasional dalam mendukung kinerja perusahaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan piutang usaha dan beban operasional dengan laba tahun berjalan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan verifikatif serta metode asosiatif. Data sekunder diperoleh melalui dokumentasi laporan keuangan perusahaan periode 2018–2025, mencakup 32 observasi triwulanan yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel nonprobabilitas. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, pengujian asumsi klasik, korelasi, koefisien determinasi, regresi linear berganda, serta uji t dan uji F melalui SPSS versi 25. Hasil menunjukkan bahwa piutang usaha memiliki koefisien regresi negatif sebesar ?0,007 dengan nilai signifikansi 0,674, sedangkan beban operasional memiliki koefisien positif sebesar 0,752 dengan nilai signifikansi 0,295. Secara simultan, kedua variabel tidak signifikan, dengan nilai F sebesar 0,719 dan signifikansi 0,496. Koefisien determinasi sebesar 0,047 menunjukkan bahwa model menjelaskan 4,7% variasi laba tahun berjalan. Temuan ini mengindikasikan keterbatasan kedua variabel dalam menjelaskan dinamika laba perusahaan. Penelitian menyimpulkan bahwa tidak ditemukan hubungan signifikan dalam model yang diuji. Manajemen disarankan mempertimbangkan pendapatan proyek, beban pokok pendapatan, dan beban keuangan, sedangkan penelitian selanjutnya perlu memasukkan variabel untuk memperluas pemahaman mengenai kinerja laba perusahaan konstruksi.</p>2026-10-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andi Silvanhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8157Hubungan Durasi dan Jenis Konten Screen Time dengan Konsentrasi Belajar pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Sekolah Kalam Kudus 1 Medan2026-10-01T08:46:50+00:00Harshan Charukesh Thirunyanamharshan.thirunyanam@gmail.comQori Fadillahqorifadillah@gmail.comCut Elvira Novitacutelviranovita@gmail.com<p>Penggunaan gadget mengalami peningkatan setiap tahun, baik secara global maupun di Indonesia. Pada era digital, gadget telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, penggunaannya dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap konsentrasi belajar remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi dan jenis konten screen time dengan kemampuan konsentrasi pada remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SMP Kalam Kudus 1 Medan kelas VII dan VIII, Kota Medan. Populasi penelitian terdiri dari 121 siswa dengan teknik total sampling. Sebanyak 118 siswa mengikuti penelitian dan dianalisis. Instrumen yang digunakan adalah Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur konsentrasi, serta Global School Based Student Health Survey (GSHS) untuk mengukur durasi dan jenis konten screen time. Analisis bivariat dilakukan menggunakan Pearson Chi-square dan Fisher’s Exact Test, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara durasi screen time dengan konsentrasi belajar (p=0,621; Cramer’s V= 0,090). Jenis konten screen time tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan konsentrasi belajar berdasarkan Fisher’s Exact Test (p=0,901; Cramer’s V= 0,052). Analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa durasi dan jenis konten screen time secara simultan tidak berhubungan secara bermakna dengan kosentrasi belajar (p=0,861). Disimpulkan bahwa durasi dan jenis konten screen time, baik secara terpisah maupun secara simultan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan konsentrasi belajar pada siswa kelas VII dan VIII SMP Kalam Kudus 1 Medan.</p>2026-10-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Harshan Charukesh Thirunyanam, Qori Fadillah, Cut Elvira Novitahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8176Analisis Bahaya K3L Dalam Audit Asesmen Sertifikasi Transformator Distribusi2026-10-14T02:52:33+00:00Taufik Rifianditaufik.rifiandi@gmail.comVictor Assani Desiawanvictor_assani@itpln.ac.id<p>Audit sertifikasi transformator distribusi menghadapkan auditor pada bahaya industri meskipun kewenangannya terhadap operasi manufaktur terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan dalam asesmen sertifikasi, membedakan temuan terdokumentasi dari potensi bahaya, serta menyusun daftar periksa keselamatan sebelum audit. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada manufaktur transformator yang dianonimkan sebagai PT X di Jawa Timur. Data meliputi dokumen asesmen, observasi lapangan, laporan ketidaksesuaian, catatan pengambilan contoh, dokumen HIRARC, dan laporan pengujian jenis setelah asesmen. Analisis dilakukan melalui pemetaan aktivitas audit, identifikasi sumber bahaya, penelaahan hierarki pengendalian, serta pemisahan kronologis bukti asesmen dan pengujian. Dokumen HIRARC mencakup sebelas aktivitas dengan skor risiko awal 6–15 dan risiko residual 2–6. Skor tersebut merupakan penilaian terdokumentasi, bukan hasil verifikasi independen terhadap efektivitas pengendalian. Asesmen lapangan mencatat dua ketidaksesuaian minor terkait gambar detail dan daftar material terkendali, serta satu observasi keselamatan berupa tumpukan material tidak stabil. Pengujian berikutnya mencatat kenaikan suhu belitan tegangan rendah sebesar 55,1 K terhadap batas 55 K. Pembahasan menekankan pembatasan akses, pendampingan auditor, pengendalian penyimpanan, pengamanan listrik, dan kesiapsiagaan darurat. Penelitian menghasilkan usulan daftar periksa untuk mendukung persiapan audit, sekaligus menjaga pembedaan antara potensi bahaya, temuan aktual, dan bukti kesesuaian produk. Penerapannya memerlukan pengujian lanjut pada manufaktur lain.</p>2026-10-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Taufik Rifiandi, Victor Assani Desiawanhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8150Tata Kelola Foreign Direct Investment dalam Sektor Ketenagalistrikan Indonesia: Menyeimbangkan Kepentingan Investor Asing, Penguasaan Negara, dan Kepentingan Publik2026-10-06T04:20:12+00:00Arief Raidi Ihsanariefar.ai@gmail.com<p>Investasi asing langsung dalam sektor ketenagalistrikan Indonesia menghadapi ketegangan antara penguasaan negara, perlindungan investor, dan kepentingan publik berupa keterjangkauan tarif serta keberlanjutan pasokan listrik. Penelitian ini bertujuan mengkaji konstruksi keseimbangan ketiga kepentingan tersebut dalam kerangka hukum Indonesia serta menelaah implikasi sengketa Karaha Bodas dan reformasi perjanjian investasi bilateral terhadap tata kelola investasi kelistrikan. Penelitian menggunakan metode hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum primer mencakup konstitusi, peraturan sektor energi dan ketenagalistrikan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta putusan arbitrase dan pengadilan. Bahan hukum sekunder berupa literatur dan penelitian terdahulu dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan negara merupakan landasan konstitusional, sedangkan perlindungan investor memerlukan kepastian hukum dan penghormatan terhadap komitmen kontraktual. Subsidi listrik dan kewajiban pelayanan publik turut memengaruhi kondisi keuangan PLN serta risiko kontraktual bagi produsen listrik independen. Pembahasan memperlihatkan bahwa tindakan demi kepentingan publik tetap dapat menimbulkan tanggung jawab hukum apabila mengabaikan komitmen kontraktual dan transparansi pengambilan keputusan. Reformasi perjanjian investasi dan mekanisme penyelesaian sengketa membuka ruang penyeimbangan perlindungan investor dengan kewenangan regulasi negara. Penelitian menyimpulkan bahwa tata kelola investasi kelistrikan memerlukan integrasi ketiga kepentingan sejak perancangan kebijakan dan kontrak melalui pengaturan transparan, kebijakan subsidi yang dapat diprediksi, serta klausul kepentingan publik dan keadaan darurat.</p>2026-10-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Arief Raidi Ihsanhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8170Optimasi Integrasi XGBoost dan Bayesian Optimization untuk Peningkatan Akurasi Prediksi Diabetes 2026-10-06T04:22:12+00:00Rahmat Sutandya Yudhantorsutandya.yudhanto@gmail.comSri Huning Anwariningsihsrihuning@usahidsolo.ac.idFarid Fitriyadifaridfitriyadi@gmail.com<p>Peningkatan prevalensi diabetes mendorong kebutuhan model prediksi yang akurat, sementara ketidakseimbangan kelas membatasi pengenalan kelompok pradiabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi integrasi XGBoost dan Bayesian Optimization untuk meningkatkan kinerja klasifikasi diabetes pada data survei kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan dataset Behavioral Risk Factor Surveillance System (BRFSS) periode 2023–2025, mencakup 782.941 observasi awal, 21 fitur, dan tiga kategori status diabetes. Data dibagi berdasarkan waktu, yaitu tahun 2023 untuk pelatihan, 2024 untuk validasi, dan 2025 untuk pengujian. Prapemrosesan meliputi deduplikasi dan imputasi berbasis data latih. Optimasi hiperparameter dilakukan menggunakan Optuna melalui 40 percobaan dengan memaksimalkan macro-F1. Ketidakseimbangan kelas ditangani melalui pembobotan kelas, disertai uji sensitivitas menggunakan SMOTE. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan akurasi dari 68,91% menjadi 73,21% dan macro-F1 dari 49,88% menjadi 50,85%. Namun, recall pradiabetes menurun dari 31% menjadi 24%, sehingga peningkatan terutama berasal dari pengenalan kelas tidak diabetes. Pada validasi, pembobotan kelas menghasilkan macro-F1 sebesar 0,515, sedangkan kombinasinya dengan SMOTE hanya mencapai 0,382. Temuan ini menunjukkan bahwa optimasi meningkatkan kinerja agregat, tetapi belum mengatasi kelemahan pengenalan kelas minoritas. Disimpulkan bahwa integrasi XGBoost dan Bayesian Optimization memperbaiki prediksi, tetapi pengembangan strategi khusus pradiabetes diperlukan sebelum pemanfaatan klinis. Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi pembelajaran sensitif biaya, klasifikasi bertahap, kalibrasi probabilitas, dan stabilitas temporal.</p>2026-10-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rahmat Sutandya Yudhanto, Sri Huning Anwariningsih, Farid Fitriyadi