https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/issue/feedJurnal Impresi Indonesia2026-08-21T07:06:35+00:00Adminjii@rivierapublishing.id Open Journal Systems<p><strong><img src="https://jii.rivierapublishing.id/public/site/images/ahmadzaelani/whatsapp-image-2024-01-23-at-14.11.43.jpg" alt="" width="730" height="226" /></strong></p> <p> </p> <p><strong>Jurnal Impresi Indonesia</strong> is an national scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by <strong>Riviera Publishing (AHU-0033232-AH.01.14 Tahun 2022)</strong></p> <p>The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from management, economics, education, law, social health, and religion that belong to the social context. Additionally, it includes research related to applied technical fields intersecting with social sciences, such as civil engineering, information technology management, industrial engineering, and environmental technology, especially when addressing social, communication, economic, or organizational impacts. Published articles consist of critical and comprehensive research, scientific studies on important and current issues, and reviews of scientific books.</p> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><strong>Name</strong>: <strong>Jurnal Impresi Indonesia</strong><br /><strong>E-ISSN </strong>: <strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220122361005809">2810-062X</a></strong><br /><strong>P-ISSN </strong>: <strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220129541130612">2828-1284</a></strong><br /><strong>DOI : <a href="https://search.crossref.org/?q=2810-062X&from_ui=yes">10.58344</a></strong><br /><strong>Period </strong>: 12 Issues per year (monthly)<br /><strong>Indexing and Abstracting </strong>: <strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;"><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&and_facet_source_title=jour.1440000">Dimensions</a>, <a href="https://search.crossref.org/?q=2810-062X&from_ui=yes">Crossref</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?user=qJb7i9AAAAAJ&hl=id">Google Scholar,</a> <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/23879">Garuda</a>, <strong><a href="https://onesearch.id/Repositories/Repository?library_id=5546">Indonesia OneSearch</a>, <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=122776">Copernicus</a>, <a href="https://onesearch.id/Repositories/Repository?library_id=5546">Base</a>, <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2810-062X">ROAD</a></strong></strong></span><strong><br /></strong><strong>Publication Guidelines : </strong> <a href="https://publicationethics.org/guidance/Guidelines" target="_blank" rel="noopener">COPE Guidelines</a><br /><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><strong>Publisher </strong>: Riviera Publishing<br /><strong>Society/ Institution:</strong> ITPB Institut Teknologi Petroleum Balongan<br /><strong>1st Issues of Publication: </strong>2020<br /><strong>Jurnal Impresi Indonesia </strong>is accredited as Sinta 5, effective from Volume 1, Number 10 (2022) through Volume 6, Number 9 (2027)<br /></span></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><a href="https://institute.comillaboard.gov.bd/"><span data-sheets-root="1">slot gacor</span></a></span></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><span data-sheets-root="1"><a class="in-cell-link" href="https://agb99.io/" target="_blank" rel="noopener">https://agb99.io/</a></span></span></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><span data-sheets-root="1"><a href="https://wdtoto1.com">wdtoto</a></span></span></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><a href="https://niastoto.com/"><span data-sheets-root="1">niastoto</span></a></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><span data-sheets-root="1"><a href="https://parishaustin.com/">slot online</a></span></div>https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8010Retorika Konten Dakwah Digital Ustadz Khalid Basalamah Dan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal2026-08-08T04:22:02+00:00Kevin Kautsarkautsarkevin@gmail.comM. Saifullohkautsarkevin@gmail.com Yunita Sarikautsarkevin@gmail.com<p>Fenomena mediatisasi agama menuntut para pendakwah untuk beradaptasi dengan logika media baru, di mana keberhasilan dakwah tidak hanya bergantung pada kedalaman dalil, tetapi juga pada strategi pengemasan konten. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan strategi retorika yang kontras antara Ustadz Khalid Basalamah dan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal di ruang digital, meskipun keduanya berangkat dari basis teologis yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengomparasikan konstruksi Ethos, Pathos, dan Logos dalam konten video dakwah kedua tokoh tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif-komparatif. Metode yang digunakan adalah Analisis Retorika Komparatif yang mengadopsi teori Retorika Digital tanpa mendefinisikan ulang konsep-konsep tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan terhadap konten, dokumentasi digital, serta wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan adanya dua tipologi strategi yang berbeda dalam konten dakwah digital mereka; Ustadz Khalid Basalamah menerapkan pola retorika yang mengutamakan kekuatan argumentasi dalil dan ketegasan penyampaian (Logos dominan) untuk menjaga kemurnian pesan, sedangkan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menerapkan pola retorika yang lebih adaptif, mengutamakan estetika visual dan pendekatan emosional yang lembut (Pathos dominan) guna menjangkau audiens yang lebih luas. Perbedaan penggunaan elemen retorika ini menjadi kunci dalam memahami variasi penerimaan pesan dakwah di era digital.</p>2026-08-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kevin Kautsar, M. Saifulloh, Yunita Sarihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8078Kesepian dan Quarter Life Crisis pada Fresh Graduate: Studi Korelasional pada Dewasa Awal2026-08-18T02:36:22+00:00Rahajeng Sekar Smaradantiajengdanti210810@gmail.comWahyuni Kristinawatiajengdanti210810@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara kesepian dengan <em>quarter life crisis</em> pada dewasa awal. Kesepian adalah perasaan individu yang muncul ketika individu tidak puas dengan kualitas maupun kuantitas dalam hal berelasi. Quarter life crisis adalah fenomena psikologis yang dialami individu berusia 20-30 tahun sebagai periode ketidakpastian dan kecemasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional dengan melibatkan 174 partisipan berumur 18-30 tahun. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Quarter Life Crisis Scale (QLCS) dan Revised UCLA (R-UCLA). Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisa data menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kesepian dengan quarter life crisis (r= 0,779 , p< 0,01), menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami individu, maka akan semakin tinggi pula tingkat quarter life crisis yang terjadi. Tingkat kesepian rata-rata yang dialami partisipan adalah 60,33 berada pada kategori sedang, tingkat quarter life crisis rata-rata adalah 68,51 berada pada kategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kesepian dengan quarter life crisis pada dewasa awal yang belum bekerja, di mana kesepian memberikan sumbangan efektif sebesar 54,6% terhadap quarter life crisis, sehingga individu dengan kesepian tinggi cenderung mengalami quarter life crisis yang lebih tinggi pula. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan intervensi psikologis yang menargetkan pengurangan kesepian untuk mencegah dan mengatasi quarter life crisis pada dewasa awal.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rahajeng Sekar Smaradanti, Wahyuni Kristinawatihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8017Ketenangan Jiwa pada Praktik Tilawah Bersanad dalam Perspektif Psikologi Islam 2026-07-29T02:58:32+00:00Naufal Fadhlurrahman Arrafinaufalfadhlurrahmanabutsurayya@gmail.comLukman Sumarnalukmansumar1984@gmail.com<p>Tilawah Al-Qur’an merupakan aktivitas ibadah yang tidak hanya berorientasi pada aspek ritual, tetapi juga memiliki dimensi psikologis dan spiritual yang kuat. Penelitian ini mengkaji pengalaman ketenangan jiwa dalam praktik tilawah Al-Qur’an berbasis sanad pada peserta Markaz Qiroat ‘Ashim Pekanbaru, berangkat dari fenomena pembelajaran Al-Qur’an yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis bacaan, tetapi juga dimensi spiritual melalui metode talaqqi dan musyafahah yang terhubung dengan tradisi sanad keilmuan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretatif (IPA), dengan data diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tiga informan purposive untuk menemukan makna psikologis dan spiritual dari praktik tilawah bersanad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman ketenangan jiwa peserta terbentuk melalui interaksi intens dengan Al-Qur’an dalam talaqqi, meningkatnya kedekatan spiritual melalui pemahaman sanad, serta munculnya rasa aman dan keyakinan membaca Al-Qur’an — dinamika psikologis yang saling berkaitan ini menghasilkan kondisi batin yang lebih tenang, fokus, dan stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa tilawah bersanad tidak hanya metode pembelajaran, tetapi juga praktik psikologis-spiritual yang berkontribusi terhadap ketenangan jiwa peserta dalam perspektif Psikologi Islam.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Naufal Fadhlurrahman Arrafi, Lukman Sumarnahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8082Integrasi Revisi Geometri, Pengendalian Rembesan, dan Drainase untuk Meningkatkan Kestabilan Lereng Tambang2026-08-20T03:15:54+00:00Kadek Morah Julius Bkadra.juvan@gmail.comBagus Budhi Bowo Laksonobudhibowo338@gmail.comArdhika Kurniawanardhika.kurniawan@ppa.co.idFika Kurniawanfika@ppa.co.idJoko Triraharjokadra.juvan@gmail.com<p>Ketidakstabilan lereng tambang terbuka mengancam keselamatan pekerja, kesinambungan operasi, keandalan infrastruktur, dan pencapaian produksi, terutama ketika geometri yang tidak memadai berinteraksi dengan rembesan dan gangguan drainase. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara faktor penyebab ketidakstabilan, tindakan perbaikan terpadu, dan perubahan kestabilan lereng setelah intervensi. Penelitian menggunakan desain evaluatif teknik dengan pendekatan sebelum dan sesudah pada Bagian A dan Bagian B. Data diperoleh melalui observasi lapangan, hasil analisis kestabilan lereng yang tersedia, serta pemeriksaan kondisi drainase dan rembesan. Kestabilan dinilai berdasarkan faktor keamanan (FK) dan probabilitas kelongsoran (PK), dengan FK pascaperbaikan di atas 1,30 sebagai kriteria keberhasilan teknis. Kondisi awal menunjukkan FK 1,022 dan PK 35,7% pada Bagian A, serta FK 1,011 dan PK 49,0% pada Bagian B, sehingga Bagian B menjadi prioritas penanganan. Temuan lapangan mencakup longsoran sidewall, genangan akibat rembesan pada jenjang, material bekas timbunan yang mudah bergerak, serta saluran drainase yang tertutup material longsoran. Intervensi terpadu berupa revisi geometri, pengendalian rembesan, penataan material, pemulihan dan optimalisasi drainase, serta pemantauan meningkatkan FK kedua bagian hingga melampaui 1,30. Penelitian menyimpulkan bahwa stabilisasi lereng berkelanjutan memerlukan siklus geoteknik-hidrologi terpadu yang didukung pemantauan adaptif, bukan sekadar perbaikan geometri secara terpisah. Pendekatan ini juga memperkuat pengendalian risiko dan respons operasional terhadap perubahan lapangan.</p>2026-08-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kadek Morah Julius B, Bagus Budhi Bowo Laksono, Ardhika Kurniawan, Fika Kurniawan, Joko Triraharjohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8020Uji Linieritas Keluaran Sebagai Indikator Kinerja Alat Radiografi Panoramik di Rumah Sakit Santosa Kopo Bandung2026-07-29T02:46:40+00:00Oktarina Damayantioktarina.st@gmail.comArdiana Ardiana ardiana.kampustro@gmail.com<p>Radiografi panoramic memiliki peranan penting dalam membantu penegakan diagnosis secara menyeluruh pada area rongga mulut dan rahang. Penelitian ini bertujuan untuk uji linieritas keluaran terhadap kinerja alat radiografi panoramik di Instalasi Radiologi Diagnostik Rumah Sakit Santosa Kopo Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Pengujian dilakukan menggunakan alat ukur Multimeter Piranha pada alat radiografi panoramik merek Genoray Papaya. Parameter pengujian menggunakan tegangan tabung 70 kV dan waktu eksposi 12 detik dengan variasi arus tabung (mA) yaitu 5,0 mA, 6,5 mA, 8,0 mA, 10,0 mA, dan 12,0 mA. Data yang diperoleh berupa nilai output radiasi dan kerma udara ternormalisasi kemudian dianalisis berdasarkan standar toleransi uji linieritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa output radiasi mengalami peningkatan yang sebanding terhadap perubahan parameter eksposi. Nilai kerma udara ternormalisasi berada pada rentang 0,015–0,016 mGy/mAs dengan nilai penyimpangan linieritas sebesar 0,032. Nilai tersebut masih berada di bawah batas toleransi ? 0,100 sehingga hasil uji linieritas dinyatakan sesuai standar QC radiologi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Quality Assurance pada alat radiografi panoramik di Rumah Sakit Santosa Kopo Bandung telah berjalan dengan baik berdasarkan parameter uji linieritas keluaran.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Oktarina Damayanti, Ardiana Ardiana https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8089The Effect of PQ4R Strategy and Reading Skills on Indonesian Language Content Learning Outcomes of Class 6 Students in Gondokusuman District2026-08-21T07:06:35+00:00Dwi Darmayanidwidarmayani72@gmail.com<p>Low Indonesian language achievement among elementary school students is closely associated with difficulties in reading comprehension and the limited implementation of structured learning strategies. This study aimed to examine the contribution of the Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) strategy and reading skills to Indonesian language learning outcomes among sixth-grade students in Gondokusuman District, Yogyakarta. A quantitative correlational design was employed involving 195 students selected from seven public elementary schools through cluster random sampling. Data were collected using a PQ4R-based Likert-scale questionnaire, a reading skills test, and students’ semester summative assessment scores. Instrument validity and reliability were assessed, and the data were analyzed using classical assumption tests, multiple regression analysis, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination using SPSS version 20. The findings showed that the PQ4R strategy had a significant positive contribution to learning outcomes (t = 3.324, p = 0.001), while reading skills also had a significant contribution (t = 2.403, p = 0.016). Simultaneously, both variables significantly predicted Indonesian language learning outcomes (F = 7.534, p = 0.001). These findings indicate that structured reading strategies and adequate reading skills jointly support students’ academic achievement. The study concludes that teachers should systematically integrate the PQ4R strategy while strengthening students’ reading competence to improve Indonesian language learning outcomes.</p>2026-09-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dwi Darmayanihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7881Pengaruh Content Marketing terhadap Brand Awareness di PT Jogja Painting2026-06-19T06:14:11+00:00Monica Viantomonica.vianto@student.umn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur pengaruh penggunaan content marketing terhadap brand awareness pada PT Jogja Painting. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 79,5% pada tahun 2024 serta berkembangnya penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran digital. PT Jogja Painting merupakan perusahaan yang bergerak di bidang creative painting yang telah menerapkan content marketing melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner online yang disebarkan kepada 124 responden yaitu pengikut media sosial Jogja Painting berusia 17–45 tahun. Variabel content marketing diukur menggunakan enam indikator (relevansi, akurasi, bernilai, mudah dipahami, mudah ditemukan, konsisten) dan variabel brand awareness diukur melalui empat indikator (top of mind, brand recall, brand recognition, unaware of brand). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan persamaan Y = 27,323 + 0,143X dengan nilai signifikansi 0,017 < 0,05. Nilai Pearson Correlation sebesar 0,213 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah. Berdasarkan hasil tersebut, H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness PT Jogja Painting.</p>2026-08-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Monica Viantohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8026Analisis Persepsi Penggunaan Sepeda Motor Listrik sebagai Moda Transportasi Mahasiswa di Kota Samarinda2026-08-07T07:34:49+00:00Abdul Mubarakvanmubarak@gmail.comTiopan Henry Manto Gultomvanmubarak@gmail.comRuminsar Simbolonvanmubarak@gmail.com<p>Sepeda motor listrik mulai dipandang sebagai alternatif moda transportasi harian, tetapi niat penggunaannya pada mahasiswa belum dapat dianggap terbentuk secara kuat. Penelitian ini menganalisis pengaruh persepsi manfaat, pengaruh sosial, dan kecemasan jarak tempuh terhadap niat penggunaan sepeda motor listrik pada mahasiswa di Kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang. Data survei utama diperoleh dari 400 mahasiswa pada tujuh perguruan tinggi di Kota Samarinda. Instrumen disusun dengan skala Likert 1 sampai 5 dan diuji melalui validitas item-total serta reliabilitas Cronbach's alpha. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 3,659. Pengaruh sosial berada pada kategori sedang dengan rata-rata 3,309. Kecemasan jarak tempuh berada pada kategori sedang dengan rata-rata 3,051. Niat penggunaan berada pada kategori sedang dengan rata-rata 3,172. Seluruh item kuesioner valid dengan corrected item-total correlation di atas 0,30 dan seluruh variabel reliabel dengan alpha 0,877 sampai 0,898. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 1,958 + 0,189X1 + 0,365X2 - 0,224X3, R Square 0,362, dan Sig. F < 0,001. Secara parsial, persepsi manfaat dan pengaruh sosial berpengaruh positif signifikan, sedangkan kecemasan jarak tempuh berpengaruh negatif signifikan terhadap niat penggunaan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan adopsi sepeda motor listrik pada mahasiswa perlu menekankan manfaat praktis, dukungan sosial, dan pengurangan kekhawatiran terhadap jarak tempuh serta fasilitas isi daya.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdul Mubarak, Tiopan Henry Manto Gultom, Ruminsar Simbolonhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7920Menguji Perbedaan Efektivitas Model Pogil Berbantuan Simulasi Phet dan Praktikum Terhadap Pemahaman Konsep Asam Basa: Analisis Stacking and Racking Rasch Model2026-08-10T07:30:20+00:00Asma Awalia L. Padangasmaliapadang@gmail.comLukman A.R Laliyolukmanlaliyo2020@gmail.comWiwin Rewini Kunusarewinikunusa2014@gmail.comMangara Sihalohomangara.sihaloho@ung.ac.idThayban Thaybanthayban@ung.ac.id<p>Pemahaman konsep asam basa sering menjadi tantangan tersendiri bagi peserta didik karena bersifat abstrak dan memerlukan penalaran tingkat tinggi, sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang mampu memfasilitasi konstruksi pengetahuan secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) yang didukung oleh simulasi PhET dan praktikum terhadap pemahaman konsep asam basa, mengidentifikasi perubahan kemampuan peserta didik melalui analisis stacking Model Rasch, mendeskripsikan perubahan tingkat kesulitan butir soal menggunakan analisis racking Model Rasch, serta membandingkan efektivitas kedua media pembelajaran tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen berdesain pretest-posttest pada dua kelas di MAN 2 Kabupaten Gorontalo, masing-masing diberikan perlakuan POGIL berbantuan simulasi PhET dan POGIL berbantuan praktikum. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konsep asam basa yang dianalisis menggunakan Model Rasch, uji Wilcoxon, analisis stacking, analisis racking, dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model POGIL berbantuan simulasi PhET maupun praktikum mampu meningkatkan pemahaman konsep asam basa peserta didik secara signifikan (p < 0,05). Temuan analisis stacking mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan peserta didik yang konsisten setelah proses pembelajaran, sementara analisis racking memperlihatkan bahwa sebagian besar butir soal mengalami penurunan tingkat kesulitan pada saat posttest. Selain itu, hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan efektivitas signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05), di mana POGIL berbantuan simulasi PhET memberikan peningkatan pemahaman konsep lebih baik dibandingkan POGIL berbantuan praktikum. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi simulasi virtual PhET ke dalam POGIL dapat menjadi strategi pembelajaran lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep asam basa di jenjang pendidikan menengah.</p>2026-08-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Asma Awalia L. Padang, Lukman A.R Laliyo, Wiwin Rewini Kunusa, Mangara Sihaloho, Thayban Thaybanhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8029The Reflective Parent Effect: Rethinking Early Childhood Development Through Self Aware Parenting (A Systematic Literature Review)2026-08-04T07:21:21+00:00Ririn Desprilianiririndespriliani@upi.eduNajiatul Pikriaririndespriliani@upi.eduNayla Luthfia Salwaririndespriliani@upi.edu<p>This study was motivated by the crucial role of parents during early childhood, a developmental period in which many parenting practices remain non-reflective. The objective of this study was to analyze the concept of self-aware parenting and its influence on early childhood development. The methodology employed a Systematic Literature Review (SLR) using data sources from Google Scholar, Scopus, and ERIC, with inclusion and exclusion criteria based on PRISMA guidelines. The findings indicated that self-aware parenting significantly contributed to children’s socio-emotional, cognitive, and behavioral development through emotional regulation, parenting sensitivity, and the quality of parent–child interactions. The discussion revealed that parental reflective capacity served as a protective factor that supported children’s psychological development and reduced the risk of behavioral problems. The Reflective Parent Effect mechanism explained the relationship between parents’ internal reflection, interaction quality, and multidimensional developmental outcomes. In conclusion, parental self-awareness represents a fundamental foundation for creating a healthy and supportive parenting environment, highlighting the importance of strengthening reflective capacity in early childhood education.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ririn Despriliani, Najiatul Pikria, Nayla Luthfia Salwahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7940Pengembangan 9 Waste Extended Value Stream Mapping untuk Mendukung Implementasi Lean Manufacturing2026-07-28T07:33:01+00:00Innastya Hafshah Irbatul Ilmiinnastya.13@gmail.comPutu Dana Karningsih putu.karningsih@gmail.com<p>Proses produksi pada industri manufaktur berat menghadapi pemborosan operasional sekaligus risiko kesehatan, keselamatan, dan lingkungan yang dapat menurunkan efisiensi proses. <em>Value Stream Mapping</em> (VSM) tradisional terutama merepresentasikan aliran material dan informasi sehingga masih terbatas dalam menggambarkan faktor manusia dan kondisi <em>Health, Safety, and Environment</em> (HSE). Penelitian ini mengembangkan <em>9 Waste Extended Value Stream Mapping</em> (EVSM) dengan memperluas EVSM delapan <em>waste</em> dari penelitian terdahulu dan menambahkan HSE sebagai kategori <em>waste</em> kesembilan. Peta yang dikembangkan mengintegrasikan <em>cycle time</em>, <em>waiting</em> time, <em>work in process</em>, <em>defect</em> rate, aliran transportasi, risiko ergonomi menggunakan REBA, beban kerja mental menggunakan NASA-TLX, <em>non-utilized talent</em>, penilaian risiko HSE, serta pengukuran kondisi lingkungan kerja. Metode diaplikasikan pada tujuh proses pengecoran bogie di PT X, yaitu core making, mold making, setting core, melting, pouring, shakeout, dan shotblast. Hasil <em>current state</em> 9 <em>Waste</em> EVSM mengidentifikasi delapan dari sembilan kategori <em>waste</em>. <em>Waiting</em> menjadi <em>waste</em> yang paling sering ditemukan dengan 14 temuan, diikuti <em>motion</em> dan <em>non-utilized talent</em> masing-masing lima temuan, <em>defect</em> empat temuan, serta <em>transportation</em>, <em>inventory</em>, HSE, dan <em>extra-processing</em> masing-masing tiga temuan. <em>Overproduction</em> tidak ditemukan selama periode pengamatan. 9 <em>Waste</em> EVSM yang dikembangkan memberikan dasar visual yang lebih komprehensif untuk mendukung implementasi <em>Lean Manufacturing</em> karena menampilkan kondisi operasional, faktor manusia, kualitas, dan HSE pada setiap tahapan proses secara terintegrasi.</p>2026-08-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Innastya Hafshah Irbatul Ilmi, Putu Dana Karningsih https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8036Aspek Keadilan Sosial dalam Implementasi Penyediaan Rumah KPR Bersubsidi2026-08-04T06:50:13+00:00Laure Halilintarlaure.halilintar82@gmail.com<p>Program penyediaan rumah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi merupakan salah satu instrumen kebijakan negara untuk mewujudkan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan oleh Sila Kelima Pancasila dan Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kasus hukum terkait KPR bersubsidi di Indonesia umumnya berkisar pada pelanggaran administratif, wanprestasi oleh pengembang (developer), hingga ketidaksesuaian kualitas bangunan dengan standar layak huni. Penerapan asas keadilan dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sering menghadapi tantangan serius terkait ketepatan sasaran, kualitas hunian, dan perlindungan hukum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis aspek keadilan sosial dalam implementasi penyediaan rumah KPR bersubsidi serta perlindungan konsumen atas penyediaan rumah tersebut berdasarkan aspek keadilan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan sifat deskriptif analitis, menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek keadilan sosial dalam implementasi penyediaan rumah KPR bersubsidi melalui skema seperti FLPP merupakan wujud nyata keadilan sosial untuk memastikan MBR memiliki akses setara terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau, bukan sekadar pembangunan fisik semata. Perlindungan konsumen atas penyediaan rumah KPR bersubsidi yang didasarkan pada aspek keadilan sosial menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk memastikan MBR memperoleh hunian yang layak, aman, dan berkualitas, sehingga keberhasilan program ini sangat bergantung pada efektivitas pengawasan, kualitas bangunan, dan kecepatan administratif.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Laure Halilintarhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7975Adaptasi Komunikasi Pemasaran Digital dalam Menghadapi Pasar yang Dinamis (Studi Kasus pada PT Behaestex melalui Media Sosial Instagram)2026-07-29T03:10:20+00:00Muhammad Irsyad Sabiqmirsyadsabiq@gmail.comAni Yuningsih ani.yuningsih@unisba.ac.idAning Sofyan aningsofyan@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk adaptasi komunikasi pemasaran digital PT. Behaestex melalui Instagram, adaptasi pesan dan positioning merek Atlas dan BHS, pengelolaan konten produk, budaya, religiusitas, dan gaya hidup, interaksi serta customer engagement dengan audiens, serta tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menghadapi pasar yang dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak internal perusahaan, wawancara triangulasi dengan distributor dan informan komunikasi digital, observasi konten Instagram, dokumentasi, serta kuesioner pendukung kepada konsumen. Data dianalisis secara deskriptif dengan menafsirkan temuan berdasarkan fokus penelitian dan membandingkan data dari berbagai sumber melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Behaestex melakukan adaptasi komunikasi pemasaran digital melalui Instagram dengan menyesuaikan media, pesan, konten, interaksi, dan respons terhadap dinamika pasar industri sarung. Instagram digunakan sebagai media visual dan interaktif untuk memperkenalkan produk, membangun citra merek, menyampaikan nilai budaya dan religiusitas, serta menjalin hubungan dengan audiens. Atlas dikomunikasikan sebagai merek yang lebih dinamis, dekat dengan anak muda, fungsional, dan sesuai untuk penggunaan sehari-hari, sedangkan BHS dikomunikasikan sebagai merek premium, elegan, eksklusif, dan berprestise. Konten yang memuat unsur budaya, religiusitas, dan gaya hidup terbukti dapat meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap merek. Namun, PT. Behaestex masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan interaksi audiens, mengembangkan storytelling yang lebih kuat, menyesuaikan konten dengan Generasi Z, menjaga citra premium BHS, serta menghadapi sensitivitas harga dan daya beli masyarakat. Dengan demikian, adaptasi komunikasi pemasaran digital PT. Behaestex melalui Instagram sudah berjalan cukup baik, tetapi masih perlu diperkuat dari sisi kreativitas konten, interaksi, dan konsistensi identitas merek.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Irsyad Sabiq, Ani Yuningsih , Aning Sofyan https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8040Hubungan Desain Game dalam Pemahaman Pemain atas Alur Cerita2026-08-04T06:53:28+00:00Hasna Kamilatus Sa’idahhasnakamilatus@mhs.itenas.ac.idAditya Januarsahasnakamilatus@mhs.itenas.ac.id<p>Keterkaitan antara desain permainan dan pemahaman alur cerita dalam genre point and click, sebuah genre yang belakangan menghadapi penurunan popularitas di pasar karena perubahan preferensi pemain modern dan tingginya tingkat frustasi terhadap teka-teki yang kurang intuitif. Studi kasus pada seri Monkey Island dilakukan dengan menggunakan dua metode, pengujian langsung (game testing) terhadap tiga partisipan dan observasi digital melalui enam video analisis narasi. Tujuan utamanya adalah untuk mengukur tingkat kesulitan dan seberapa efektif narasi dapat tersampaikan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar responden (61,5%) mengategorikan permainan ini sebagai "Mudah". Hal ini mengindikasikan bahwa instruksi eksplisit sangat efektif dalam memfasilitasi pemahaman narasi yang tinggi. Sebaliknya, pada kategori "Sulit" (8,7%), tingkat kesulitan yang lebih tinggi menuntut upaya kognitif yang besar. Desain lingkungan yang buruk dan minimnya petunjuk spasial memicu kelelahan kognitif, yang pada akhirnya merusak imersi naratif dan menggantinya dengan frustrasi mekanis. Kesenangan dan pemahaman cerita dalam sebuah game berbasis narasi sangat bergantung pada mekanisme permainannya sebagai fondasi utama. Bahkan potensi cerita yang kaya akan sia-sia jika sistem pendukungnya tidak intuitif. Analisis terhadap Return to Monkey Island menunjukkan korelasi langsung antara kejelasan desain instruksional dengan pemahaman alur cerita pemain.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hasna Kamilatus Sa’idah, Aditya Januarsahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7985Family Resilience in Combating Online Gambling Issues in the Digital Era2026-07-15T07:20:40+00:00Wisnu Cahyo Handonowisnucahyoh@gmail.comPuspitasari Puspitasarimipuspita@gmail.com<p>This study examines the strategic role of family resilience as a fundamental element of national resilience in the face of modernization. The family, as the smallest unit and foundation of national resilience, faces new threats in the digital era where homes are no longer fully safe due to device infiltration. Online gambling has emerged as the largest digital social pathology, damaging the family's economic, protective, and socialization functions. Modernization is impacting many areas from shifts in economic and social dynamics to changes in cultural beliefs, hence families are increasingly finding it difficult to maintain their integrity and roles. The research demonstrated how healthy family structures could potentially foster stability by fostering character, morality, productivity, and civic consciousness among individuals and possibly affect a nation. Via using a qualitative-descriptive method, the paper underlines how family resilience acts as a buffer against the negative consequences of modern depravity including moral degradation and identity crises. As such, building a resilient nation in the present depends on improving family resilience by means of valued education, religious and cultural reinforcement, as well as supportive government policies.</p>2026-08-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wisnu Cahyo Handono, Puspitasari Puspitasarihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8043Government Communication as Future-Making: Constructing Sociotechnical Imaginaries of Precision Medicine in Indonesia2026-08-04T02:53:54+00:00Febby R. Widjayantofebby.risti.w@fisip.unair.ac.idSidrotun Naimsidrotun.naim@ipmi.ac.id<p>Governmental communication has become an increasingly important arena through which states shape public expectations and legitimize emerging technologies. However, existing studies on sociotechnical imaginaries have predominantly focused on policy documents and institutional strategies, with comparatively limited attention given to official governmental communication during the formative stages of technological initiatives. This study examined how the Indonesian Ministry of Health constructed sociotechnical imaginaries of precision medicine through official news releases introducing the Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi). Employing qualitative content analysis, this study analyzed the complete corpus of seven official news releases published between 2022 and 2025 during the formative communication stage of BGSi. The findings revealed that governmental communication constructed and legitimized a future-oriented vision of healthcare through four interconnected narratives: technoscientific governance, genomic datafication, technological sovereignty, and the strategic omission of ethical and participatory concerns. These findings demonstrated that official news releases functioned not merely as channels for policy dissemination but also as performative instruments through which governments anticipated, legitimized, and stabilized technological futures. This study contributed to the sociotechnical imaginaries literature by conceptualizing governmental communication as a formative site of sociotechnical future-making and extended empirical understanding of anticipatory governance and precision medicine communication in the Global South.</p>2026-08-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Febby R. Widjayanto, Sidrotun Naimhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7992Tindak Tutur Ilokusi dalam Podcast Youtube Pojok Terminal Praz Teguh: Kajian Pragmatik2026-07-27T04:31:39+00:00Ruddy Chaniagoruddychaniago63@gmail.comMuhammad Ridlwanridlwan@um-surabaya.ac.idMohammad Sulthon Amiensulthon.amien@um-surabaya.ac.id<p>Bahasa merupakan sarana utama yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menganalisis tindak tutur ilokusi dalam podcast Youtube Pojok Terminal Praz Teguh dengan menggunakan kajian Pragmatik. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa tuturan dari empat episode podcast Pojok Terminal dengan bintang tamu Raditya Dika, Indra Jegel, Eca Japascal, serta Maell Lee dan Fajar Sad Boy. Teknik pengumpulan data dilakukan denga metode simak dan catat, sedangkan analisis data menggunakan teori tindak tutur Searle yang mengklasifikasikan tindak tutur ilokusi menajdi lima jenis yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 data tuturan yang dianalisis, ditemukan lima tindak tuturilokusi dengan rincian asertif 25 tuturan, ekspresif 18 tuturan, direktif 6 tuturan, komisif 4 tuturan, dan deklaratif 2 tuturan. Dominasi tindak tutur asertif dalam podcast ini menunjukkan bahwa format podcast sebagai media percakapan santai lebih banyak digunakan untuk menyampaikan informasi, pengalaman dan pengetahuan antar pembicara. Hal ini sesuai dengan fungsi utama podcast sebagai media untuk berbagi cerita dan wawasan. Dalam podcast Pojok Terminal para pembicara saling bertukar informasi tentang kehidupan, pengalaman dan pandangan mereka terhadap berbagai hal.</p>2026-08-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ruddy Chaniago, Muhammad Ridlwan, Mohammad Sulthon Amienhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8055Rancang Bangun Sistem Kontrol Daya Beban RLC2026-08-07T03:19:50+00:00Miroslove RompisMirosloveromeo@gmail.comJohanes Larowonalarowona01@gmail.comRusli Pontohruslipontoh@gmail.comAnthoinete Warohanthoinete.Waroh@gmail.com<p>Perkembangan teknologi elektronika dan sistem kontrol meningkatkan kebutuhan terhadap sistem pemantauan dan pengendalian daya listrik yang efisien dan akurat, khususnya dalam menganalisis karakteristik beban listrik yang terdiri atas komponen resistif, induktif, dan kapasitif (RLC). Pada lingkungan pendidikan, pengujian beban RLC masih sering dilakukan secara manual sehingga pengamatan hubungan antara tegangan, arus, daya, dan faktor daya secara real-time menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem kontrol daya beban RLC berbasis mikrokontroler yang mampu melakukan pemantauan dan pengaturan parameter kelistrikan secara langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan Research and Development (R&D). Sistem dirancang dengan mengintegrasikan mikrokontroler, sensor tegangan dan arus, rangkaian beban RLC, serta modul tampilan digital. Pengujian dilakukan melalui variasi kondisi beban R, L, dan C untuk mengetahui kinerja, kestabilan, dan akurasi sistem yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengukur dan menampilkan nilai daya aktif, daya reaktif, daya semu, serta faktor daya dengan tingkat akurasi yang baik. Beban resistif menghasilkan faktor daya mendekati satu, sedangkan beban induktif dan kapasitif menyebabkan perubahan daya reaktif serta perbedaan fase antara tegangan dan arus. Sistem yang dikembangkan mampu bekerja secara stabil dan efektif sebagai perangkat pemantauan serta kontrol daya listrik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem kontrol daya beban RLC berbasis mikrokontroler dapat digunakan sebagai modul praktikum interaktif dan mendukung pengembangan aplikasi kontrol daya digital.</p>2026-08-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Miroslove Rompis, Johanes Larowona, Rusli Pontoh, Anthoinete Warohhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8002Analisis Kesesuaian Kriteria Teknis dan Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari terhadap Rencana Induk Pelabuhan Perikanan Nasional2026-07-27T04:18:43+00:00Mohammad Deny Syaputramohammaddeny2002@gmail.comNoor Zuhrynoor@gmail.comHeru Kurniawan Alamsyahheru@gmail.com<p>Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari mencatat realisasi produksi 133.245 ton pada 2025, namun kesesuaiannya terhadap Kepmen KP No. 109 Tahun 2021 tentang Rencana Induk Pelabuhan Perikanan Nasional (RIPPN) belum pernah dievaluasi secara sistematis. Penelitian terdahulu umumnya menilai kesesuaian pelabuhan perikanan menggunakan Permen KP No. 8/2012 yang telah digantikan, dan jarang mengintegrasikan triangulasi persepsi multipemangku kepentingan ke dalam skoring checklist. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian kriteria teknis dan operasional PPN Tegalsari terhadap RIPPN 2021 serta mengidentifikasi faktor penyebab kesenjangannya. Penelitian studi kasus deskriptif komparatif dilakukan menggunakan lembar checklist observasi terhadap 165 subindikator (85 teknis, 80 operasional), didukung Laporan Tahunan 2025 PPN Tegalsari dan kuesioner/wawancara terhadap 15 responden dari lima kelompok (petugas Syahbandar, petugas TPI, petugas administrasi, nelayan, dan pedagang ikan). Kesesuaian teknis 56,5% dan operasional 55,0% (keseluruhan 55,8%, kategori Cukup Sesuai), dengan Sistem Logistik dan Distribusi Ikan sebagai aspek terlemah (40,0%, Tidak Sesuai). Analisis lintasindikator mengungkap bahwa persoalan pada kapasitas kolam dan dermaga bersifat akar masalah yang merambat ke pelayanan tambat labuh, keselamatan pelayaran, dan efisiensi bongkar muat, sehingga perbaikan parsial tidak akan efektif tanpa intervensi terintegrasi. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan basis data empiris pertama mengenai kesesuaian PPN Tegalsari terhadap regulasi RIPPN terbaru sekaligus model triangulasi checklistkuesioner yang dapat direplikasi pada evaluasi pelabuhan perikanan nusantara lainnya.</p>2026-08-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mohammad Deny Syaputra, Noor Zuhry, Heru Kurniawan Alamsyahhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8064Dari Alat Bantu Ke Penggerak Kognitif: Reposisi Media Pembelajaran Dalam Transformasi Pedagogi di Era Pembelajaran Digital2026-08-14T07:11:21+00:00Siti Chumaerotur Rofiatur Risqohsiti.chumaerotur.rofiatur25033@mhs.uingusdur.ac.idMuhamad Rifa'i Subhi muhamadrifaisubhi@uingusdur.ac.id<p>Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perubahan paradigma pendidikan akibat perkembangan teknologi digital yang mendorong integrasi media pembelajaran dalam proses kognitif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reposisi media pembelajaran dari sekadar alat bantu menjadi penggerak kognitif dalam transformasi pedagogi di era pembelajaran digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital tidak lagi berfungsi sebagai pelengkap, melainkan sebagai elemen utama yang memfasilitasi proses berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif. Transformasi pedagogi ditandai dengan pergeseran dari teacher-centered ke student-centered learning yang didukung oleh teknologi digital seperti Learning Management System (LMS), multimedia interaktif, dan kecerdasan buatan. Pembahasan menunjukkan bahwa efektivitas media pembelajaran sebagai penggerak kognitif dipengaruhi oleh desain instruksional, literasi digital pendidik, serta kesiapan infrastruktur. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa reposisi media pembelajaran merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital, meskipun masih menghadapi tantangan dalam implementasinya.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Chumaerotur Rofiatur Risqoh, Muhamad Rifa'i Subhi https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8008Kimura Disease: Tantangan Diagnosis pada Massa Kepala dan Leher yang Menyerupai Keganasan2026-08-07T03:19:51+00:00Tri Nisdian Wardiahtri.nisdian@uigm.ac.idWelly Oktaviandaniwelly.oktaviandani@uigm.ac.idNova Kurniatitri.nisdian@uigm.ac.idBenny Kusumatri.nisdian@uigm.ac.idKrisna Murtitri.nisdian@uigm.ac.id<p>Kimura's Disease (KD) adalah penyakit inflamasi kronis langka yang umumnya menyerang pria Asia usia 20–40 tahun, dengan sekitar 200 kasus dilaporkan secara global hingga 2019. Etiologi belum diketahui, namun infeksi jamur diduga berperan sebagai faktor pencetus melalui aktivasi sel Th1, Th2, dan Th17. Laporan kasus ini bertujuan mengeksplorasi gejala, pendekatan diagnosis, dan penatalaksanaan KD dengan infeksi dermatofita sebagai faktor pencetus. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium (eosinofil, IgE), radiologi (CT-scan kepala), histopatologi dan imunohistokimia, serta pemeriksaan mikologi (KOH 10%). Seorang pria 35 tahun dengan massa bukal bilateral (kanan 7x5 cm, kiri 10x9 cm) disertai plak eritematosa bersisik di wajah, tengkuk, dan ekstremitas. Laboratorium: eosinofil 663/mm³, IgE 26.917 IU/mL. Histopatologi: infiltrasi eosinofil difus dan folikulolisis. KOH 10%: hifa bersekat panjang (dermatofita). Pasien diterapi metilprednisolon 16 mg/12 jam, siklosporin 100 mg/hari, ketokonazol oral 200 mg/12 jam, dan antijamur topikal. Setelah 3 bulan, massa bukal kiri menghilang dan massa kanan mengecil. Diagnosis KD memerlukan pendekatan komprehensif melalui korelasi klinis, laboratorium, dan histopatologi. Identifikasi dan tatalaksana faktor pencetus, termasuk infeksi jamur, merupakan bagian penting dalam pengobatan KD.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tri Nisdian Wardiah, Welly Oktaviandani, Nova Kurniati, Benny Kusuma, Krisna Murtihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8072Implementasi CSR Rumah Makan Pagi Sore dalam Membangun Tanggung Jawab Karyawan Melalui Strategi Employee Relations (Studi Kasus : Berbagi Berkah Ibadah Umrah)2026-08-18T02:47:30+00:00Ahmad Haikhalahmadhaikhal@student.esaunggul.ac.idMuh. Ruslan Ramliahmadhaikhal@student.esaunggul.ac.idSalman Salmanahmadhaikhal@student.esaunggul.ac.idBayquni Bayquni ahmadhaikhal@student.esaunggul.ac.id<p>Corporate Social Responsibility (CSR) internal tidak hanya dipahami sebagai bentuk penghargaan kepada karyawan, tetapi juga sebagai strategi komunikasi organisasi dalam membangun hubungan dengan publik internal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program CSR Internal “Berbagi Berkah Ibadah Umrah” oleh Rumah Makan Pagi Sore Merah melalui strategi Employee Relations dalam membangun tanggung jawab karyawan serta mengidentifikasi kendala pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap lima informan, yaitu satu pihak manajemen dan empat karyawan, yang terdiri atas dua penerima program dan dua karyawan yang belum menerima program. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, member check, serta audit trail, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan melalui seleksi berdasarkan masa kerja, kedisiplinan, integritas, dan Key Performance Indicator (KPI), yang berperan dalam membangun rasa dihargai, kepercayaan, dan tanggung jawab karyawan. Kendala pelaksanaan meliputi penyesuaian operasional, perbedaan persepsi terhadap penghargaan, persepsi keadilan seleksi, komunikasi satu arah, dan keterbatasan kuota. Berdasarkan perspektif Triple Bottom Line, program memberikan manfaat pada aspek profit melalui produktivitas, people melalui kesejahteraan dan keterikatan karyawan, serta planet melalui terciptanya lingkungan kerja harmonis. Penelitian menyimpulkan bahwa CSR internal berbasis nilai spiritual dapat menjadi strategi Employee Relations yang efektif, meskipun diperlukan peningkatan komunikasi dua arah dan transparansi seleksi.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad Haikhal, Muh. Ruslan Ramli, Salman Salman, Bayquni Bayquni https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8011Gen Z's Perception of Green Open Space in Cirebon City2026-07-27T04:34:30+00:00Dipta Bagaskara Leonandipta.119210004@ugj.ac.idArni Muslimah Handayani Widjaja dipta.119210004@ugj.ac.id<p>Generation Z (Gen Z) possesses significant creative potential that requires supportive public spaces for discussion and collaboration; however, the availability of suitable open spaces in Cirebon City remains limited. This gap highlights the need to optimize existing Green Open Spaces (GOS) so that they can be transformed into creative public spaces for younger generations without requiring the construction of new infrastructure. This study aimed to examine Gen Z’s perceptions of the availability of green open spaces in Cirebon City and analyze the characteristics of ideal green open spaces based on their preferences. This study employed a descriptive statistical method with a quantitative approach. Data were collected through questionnaires administered to at least 100 Gen Z respondents aged 18–29 years across five subdistricts in Cirebon City using purposive sampling. The findings revealed that the highest perceived importance in the ecological aspect was visual/aesthetic vegetation (86%); in the social aspect, pedestrian accessibility; in the economic aspect, the provision of spaces for small and medium enterprises (SMEs) (78%); and in the visual aspect, well-maintained and clean parks (81%). The evaluation of current conditions indicated that public open spaces were adequate in terms of vegetation and basic facilities; however, significant gaps remained, particularly regarding hydrological functions for flood mitigation and environmental safety systems. As the primary recommendation, the development of public open spaces in Cirebon City should adopt the Smart & Sustainable Eco-park concept to integrate sustainable environmental elements and smart technologies, thereby accommodating Gen Z’s need for safe, well-maintained, and productive public spaces.</p>2026-08-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dipta Bagaskara Leonan, Arni Muslimah Handayani Widjaja https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8080Outcome-Based Education Sebagai Paradigma Transformasi Pendidikan di Abad Ke-212026-08-19T07:13:15+00:00Ajat Sudrajatajtsdrjt@gmail.comMuhamad Nurhadiadie9586@gmail.comDanang Mulyadidanangmulyadi510@gmail.comBudi Sobur Sudrajatabudmuawanah@gmail.comAhmad Jamili1ajml2@gmail.com<p>Outcome-Based Education (OBE) telah muncul sebagai paradigma pendidikan transformatif yang bergeser dari fokus pada input dan proses pengajaran ke fokus pada hasil belajar yang terukur dan spesifik. Artikel ini mengkaji prinsip-prinsip dasar OBE, kerangka implementasinya, serta tantangan dan manfaatnya dalam konteks pendidikan abad ke-21 melalui pendekatan kajian pustaka atas literatur akademik dan institusional terkini. Pembahasan mencakup evolusi konseptual OBE sebagaimana dikemukakan oleh William Spady, hierarki capaian pembelajaran yang terdiri atas Program Educational Objectives (PEO), Program Learning Outcomes (PLO), dan Course Learning Outcomes (CLO), serta prinsip Constructive Alignment yang menyelaraskan capaian pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan metode penilaian. Artikel ini juga menyoroti peran asesmen autentik dan rubrik penilaian, serta siklus Continuous Quality Improvement (CQI) sebagai mekanisme penjaminan mutu berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa OBE dapat meningkatkan relevansi kurikulum, akuntabilitas institusi, dan kesiapan lulusan menghadapi tuntutan dunia kerja yang dinamis, sekaligus memperkuat proses akreditasi dan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Meskipun demikian, implementasi OBE tidak lepas dari tantangan, termasuk resistensi terhadap perubahan paradigma, beban kerja administratif, keterbatasan sumber daya, serta risiko birokratisasi apabila implementasi hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen. Artikel ini menyimpulkan bahwa OBE, dengan penekanan pada pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dan hasil yang jelas, merupakan kerangka kerja yang berharga dan strategis untuk mencapai pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan merata di abad ke-21.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ajat Sudrajat, Muhamad Nurhadi, Danang Mulyadi, Budi Sobur Sudrajat, Ahmad Jamilihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8018Pemanfaatan Abu Sekam Padi Sebagai Substitusi Parsial Terhadap Kuat Tekan Beton Normal2026-08-05T08:57:00+00:00Putri Nuralia Dikaraputriauliadikara@gmail.comArief Firmantoarieffirmanto03@gmail.com<p>Kebutuhan pasir sebagai agregat halus terus meningkat sejalan dengan pembangunan infrastruktur, sementara ketersediaannya semakin terbatas akibat eksploitasi penambangan, sehingga diperlukan material alternatif seperti abu sekam padi yang kaya silika amorf dan berpotensi sebagai bahan pengisi sekaligus pozolan dalam beton. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi parsial agregat halus dengan abu sekam padi komersial hasil pembakaran lanjutan pada suhu 300°C terhadap kuat tekan beton mutu K-225, menentukan persentase substitusi optimum, serta membandingkan kuat tekan pada kondisi perawatan normal (rendaman air) dan rendaman larutan magnesium sulfat (MgSO?) 5% pada umur 28 hari. Penelitian menggunakan metode eksperimental kuantitatif dengan desain faktorial sederhana, meliputi variasi substitusi abu sekam padi 0%, 5%, dan 10% terhadap berat agregat halus serta dua kondisi perawatan, menghasilkan 18 benda uji silinder yang diuji kuat tekannya sesuai SNI 1974:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi 5% menghasilkan kuat tekan tertinggi, yaitu 28,59 MPa pada kondisi normal dan 26,33 MPa pada kondisi rendaman sulfat, meningkat masing-masing sekitar 24,69% dan 22,37% dibandingkan beton kontrol, sedangkan substitusi 10% justru menurunkan kuat tekan hingga di bawah nilai kontrol akibat efek pengenceran dan meningkatnya kebutuhan air campuran. Perendaman magnesium sulfat menyebabkan penurunan kuat tekan pada seluruh variasi, dengan persentase penurunan yang membesar seiring bertambahnya kadar substitusi. Disimpulkan bahwa substitusi 5% abu sekam padi merupakan kadar optimum yang mampu meningkatkan kuat tekan beton K-225 secara signifikan sekaligus mempertahankan kinerja terbaik pada lingkungan sulfat yang agresif.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Putri Nuralia Dikara, Arief Firmantohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8087Efektivitas Model Pembelajaran Teaching Personal and Social Responsibility Saintifik dalam Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa pada Pembelajaran Pencak Silat (Studi Eksperimen di SMP Negeri 1 Lembang)2026-08-21T03:47:07+00:00Ihsan Abdul Patahihsanap@upi.eduRois Abdul Harisarois1325@gmail.com<p>Pendidikan jasmani memiliki peran strategis tidak hanya dalam pengembangan kemampuan fisik, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya tanggung jawab personal dan sosial. Namun, masih ditemukan perilaku siswa yang menunjukkan rendahnya tanggung jawab, pengendalian diri, serta kemampuan menerapkan nilai-nilai positif di luar lingkungan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) berbasis pendekatan saintifik dalam meningkatkan tanggung jawab siswa pada pembelajaran pencak silat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2×2. Populasi penelitian terdiri atas 360 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Lembang, dengan sampel 72 siswa yang dipilih melalui simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Tanggung jawab siswa diukur menggunakan instrumen adaptasi Tools for Assessing Responsibility-based Education (TARE) yang mencakup dimensi respect, participation, self-direction, caring, dan transfer. Data dianalisis menggunakan Weighted Means Score, two-way ANOVA, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan skor tanggung jawab kelompok eksperimen meningkat dari 2,94 menjadi 3,58. Terdapat perbedaan signifikan dalam tanggung jawab siswa (F = 10,203; p < 0,05), sementara interaksi model pembelajaran dan jenis kelamin tidak signifikan. N-Gain kelompok eksperimen mencapai 69,40%, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 45,24%. Dengan demikian, model TPSR saintifik cukup efektif dan lebih unggul daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan tanggung jawab siswa pada pembelajaran pencak silat.</p>2026-08-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ihsan Abdul Patah, Rois Abdul Harishttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8022Rancang Bangun Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Berbasis Website di Lembaga Pendidikan dan Kajian Islam Al-Inshof Kota Rangkasbitung2026-08-04T07:11:21+00:00Iman Adi Bagus Pranotoimanadi211@gmail.comE Rizalerizal@uhamka.ac.id<p>Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Lembaga Pendidikan dan Kajian Islam Al-Inshof Kota Rangkasbitung masih dilakukan secara manual, sehingga menyebabkan prosedur pendaftaran yang kurang efektif, potensi kesalahan pencatatan data, kesulitan dalam mengelola dan memantau informasi calon peserta didik, serta keterbatasan aksesibilitas informasi bagi orang tua dan calon siswa. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi PPDB berbasis website yang memfasilitasi proses pendaftaran, pengelolaan data, dan penyampaian informasi secara terintegrasi, efisien, dan akurat. Sistem dikembangkan menggunakan metode Prototype yang terdiri atas lima tahapan, yaitu communication untuk menggali kebutuhan pengguna, quick planning untuk menyusun rencana pengembangan awal, modeling quick design untuk merancang alur dan antarmuka sistem, construction of prototype untuk membangun prototipe fungsional, serta deployment delivery & feedback untuk menerapkan sistem dan mengumpulkan umpan balik pengguna guna penyempurnaan berkelanjutan. Implementasi sistem menggunakan framework Laravel dengan MySQL sebagai sistem manajemen basis data, yang dipilih karena mendukung pengembangan aplikasi web yang terstruktur, aman, dan mudah dipelihara. Pengujian sistem dilakukan melalui dua metode: Black Box Testing untuk memverifikasi kesesuaian fungsional sistem tanpa memeriksa struktur kode internal, serta User Acceptance Test (UAT) untuk mengevaluasi tingkat penerimaan dan kepuasan pengguna menyeluruh terhadap sistem yang dikembangkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem beroperasi dengan baik sesuai spesifikasi yang direncanakan, dan memperoleh tingkat penerimaan pengguna sebesar 92% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi proses PPDB di Lembaga Pendidikan dan Kajian Islam Al-Inshof Kota Rangkasbitung, sekaligus menjadi model rujukan digitalisasi layanan pendaftaran bagi lembaga pendidikan sejenis.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Iman Adi Bagus Pranoto, E Rizalhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7902Strategi Pengembangan Industri Halal di Indonesia: Berdasarkan Nilai-Nilai Maqasid Syariah dengan Analisis 4C Diamond pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)2026-07-27T04:09:42+00:00Shofiyullah Romdonishofiyullahr@gmail.comDewi Fatmasaridewifatmasari@uinssc.ac.idAan Jaelaniaanjaelani@uinssc.ac.idMuhammad Khoirul Umammuhammad_khoirul@polteksci.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan industri halal Indonesia berdasarkan perspektif maqasid syariah, mengevaluasi efektivitas peran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam mendukung pengembangan industri halal, serta merumuskan strategi pengembangannya menggunakan pendekatan 4C Diamond. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi industri halal Indonesia yang belum diikuti oleh optimalnya daya saing global dan kesiapan ekosistem halal nasional dalam menghadapi implementasi wajib sertifikasi halal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan yang berasal dari BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan pelaku UMKM halal. Analisis data dilakukan menggunakan analisis 4C Diamond, STEEPLE, TOWS Matrix, serta validasi maqasid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri halal Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek tata kelola kelembagaan, akses sertifikasi halal bagi UMKM, transformasi digital layanan, dan harmonisasi standar halal global. Penelitian menghasilkan empat strategi utama, yaitu: (1) akselerasi daya saing global melalui penguatan keunggulan fiqh Indonesia; (2) transformasi digital layanan sertifikasi halal untuk memperluas akses UMKM; (3) penguatan integritas sistem sertifikasi dalam menghadapi tekanan standar global; dan (4) penguatan tata kelola serta akuntabilitas kelembagaan BPJPH. Seluruh strategi tersebut selaras dengan lima dimensi maqasid syariah dan menghasilkan model Strategic Halal Governance sebagai kerangka pengembangan industri halal yang berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur melalui integrasi pendekatan 4C Diamond dan maqasid syariah dalam perumusan strategi pengembangan industri halal, serta memberikan rekomendasi bagi penguatan ekosistem halal nasional secara berkelanjutan.</p>2026-08-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Shofiyullah Romdoni, Dewi Fatmasari, Aan Jaelani, Muhammad Khoirul Umamhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8027Pengaruh Konseling Individual Terhadap Penurunan Kecemasan Belajar pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Bandung2026-08-14T07:08:03+00:00Heny Susilawatihenysusilawati2020@gmail.comDewi Rusmianidewirusmiani759@gmail.com<p>Kecemasan belajar merupakan salah satu permasalahan psikologis yang dapat menghambat proses akademik dan perkembangan sosial-emosional siswa sekolah dasar. Kecemasan yang tidak ditangani dapat menyebabkan siswa mengalami ketakutan terhadap pelajaran, kesulitan berkonsentrasi, rendahnya kepercayaan diri, serta kecenderungan menghindari aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling individual terhadap penurunan kecemasan belajar pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa sekolah dasar yang teridentifikasi memiliki tingkat kecemasan belajar sedang hingga tinggi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kecemasan belajar yang telah disusun berdasarkan aspek kognitif, emosional, fisiologis, dan perilaku. Intervensi konseling individual diberikan melalui beberapa sesi konseling dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor kecemasan belajar setelah diberikan konseling individual. Rata-rata skor kecemasan belajar sebelum intervensi sebesar 78,45, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 59,20. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa konseling individual berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecemasan belajar pada siswa sekolah dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling individual dapat menjadi salah satu strategi intervensi yang efektif dalam membantu siswa mengelola kecemasan dan meningkatkan kesiapan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Heny Susilawati, Dewi Rusmianihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7921Designing Knowledge Management for Legal Aspects to Enhance Governance of A Company in The Energy Sector (Case Study: PT KI)2026-07-27T04:14:39+00:00Aditya Pramoda Ramadhan29324456@mahasiswa.itb.ac.idDedy Sushandoyodedy.sushandoyo@sbm-itb.ac.id<p>Recently, the energy sector has experienced rapid growth in response to increasing global energy demand. Effective legal compliance is a key factor in achieving good corporate governance (GCG). To address this challenge, this study examined the current conditions and challenges of knowledge management in the legal function at PT KI, as well as explored how the implementation of knowledge management practices in legal processes could strengthen PT KI’s GCG. The research process involved problem identification, data collection through semi-structured interviews with company management, and analysis using several methods, including the People, Process, and Technology framework and SECI Analysis to evaluate the current state of knowledge management implementation at PT KI, as well as SWOT and TOWS analyses to identify areas for improvement. The objective was to understand the existing conditions at PT KI, particularly regarding the implementation of knowledge management within the legal function. The findings recommended the establishment of a Legal & Compliance Department and the development of comprehensive guidelines in the form of a framework and standard operating procedures (SOPs) based on the proposed business solution to implement knowledge management practices for the legal function and enhance PT KI’s corporate governance.</p>2026-08-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Aditya Pramoda Ramadhan, Dedy Sushandoyohttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8032Incidence of Cerumen Impaction Among School-Age Children at the Durenan Primary Public Healthcare Working Area in 20252026-07-30T12:30:50+00:00Restu Kaharsenobelo0836@gmail.comGarnis Nirwanbelo0836@gmail.comAni Shofianibelo0836@gmail.com<p>Hearing loss is a global health concern affecting more than 5% of the world’s population, with cerumen impaction being one of the leading causes of conductive hearing loss, particularly among children. This study aimed to determine the incidence of cerumen impaction among school-age children in the Durenan Primary Public Healthcare working area in 2025. This was a descriptive qualitative study using secondary data obtained from hearing health screenings conducted in 22 elementary schools, 5 junior high schools, and 7 senior high schools within the healthcare center’s service area. The screenings were performed using otoscopic and headlamp examinations. The results showed that 376 elementary school students (20.15%), 159 junior high school students (12.58%), and 215 high school students (7.53%) experienced cerumen impaction, indicating a higher prevalence among younger age groups. These findings were consistent with previous research in Indonesia, which reported cerumen impaction rates of 30.5% among school-age children, with higher incidence among elementary school students compared with older age groups. The findings highlight the need to strengthen public health education, particularly for parents and school communities, regarding appropriate ear hygiene practices and the risks associated with cotton bud use. Furthermore, routine school-based ear screenings are recommended as an early detection and prevention strategy.</p>2026-08-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Restu Kaharseno, Garnis Nirwan, Ani Shofianihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7964Knowledge Documentation Practices in AI Initiatives: A Systematic Literature Review2026-07-29T02:55:22+00:00Finannisa Zhafirafinannisa.zhafira@ui.ac.idFitria Handayani fitria.handayani41@ui.ac.idDana Indra Sensuse dana@cs.ui.ac.idSofian Lusa sofian.lusa12@ui.ac.id<p>Artificial intelligence (AI) has become an essential component of organizational strategy; however, the knowledge generated during AI projects, including design decisions, model behavior, development processes, and practitioner insights, is often insufficiently documented. This study aimed to examine how knowledge documentation is currently practiced in organizations implementing AI. Using a systematic literature review approach, this study analyzed twenty peer-reviewed studies published between 2020 and 2026. The articles were collected from five major academic databases, namely Scopus, ScienceDirect, ACM Digital Library, IEEE Xplore, and Emerald Insight, and were selected following the PRISMA 2020 guidelines. Based on five research questions structured using the PICOC framework, several key findings emerged. First, knowledge management in AI contexts has shifted from static repositories toward more dynamic and AI-supported systems, although this transition introduces challenges such as model drift, inconsistent documentation practices, and difficulties in capturing tacit knowledge. Second, the literature presents various knowledge documentation methods and frameworks, indicating that the field remains in development without a universally accepted standard. Third, structured documentation has been shown to positively influence organizational learning, knowledge reuse, and the overall effectiveness of AI initiatives. Fourth, despite these benefits, significant gaps remain, particularly regarding the absence of standardized AI/machine learning (ML) documentation practices and the limited integration of documentation throughout the AI lifecycle. In response to these challenges, this study proposed the Knowledge Documentation Framework for AI Initiatives (KDF-AI), consisting of twelve components organized into five phases and supported by different maturity levels. Overall, this review highlighted the increasing importance of knowledge documentation as a core capability in AI-driven organizations and provided a foundation for future research and practical implementation.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Finannisa Zhafira, Fitria Handayani , Dana Indra Sensuse , Sofian Lusa https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8037Studi Susut Teknis Jaringan Distribusi Menggunakan Metode Pendekatan Monte Carlo (Studi Kasus PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Sape)2026-08-04T02:48:51+00:00Mei PriyantoMei.mehong.mepro@gmail.comMusa Partahi MarbunMei.mehong.mepro@gmail.com<p>Pengelolaan susut teknis pada jaringan distribusi merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan efisiensi penyaluran energi listrik. Kondisi jaringan distribusi dengan penyulang yang panjang, pembebanan transformator yang bervariasi, serta perubahan profil tegangan menyebabkan besarnya susut teknis sulit diperkirakan hanya menggunakan pendekatan deterministik. Penelitian ini bertujuan menganalisis susut teknis pada jaringan distribusi PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sape melalui integrasi Formula Jogja sebagai metode deterministik dan simulasi Monte Carlo sebagai pendekatan probabilistik untuk mengevaluasi pengaruh variasi kondisi operasi terhadap perubahan susut teknis. Penelitian menggunakan data teknis sistem distribusi periode Januari–April 2026 yang meliputi jaringan tegangan menengah, transformator distribusi, jaringan tegangan rendah, energi tersalur, komposisi pembebanan pelanggan, dan kondisi tegangan. Perhitungan susut teknis dilakukan menggunakan Formula Jogja, sedangkan simulasi Monte Carlo sebanyak 10.000 iterasi digunakan untuk merepresentasikan variasi kondisi operasi sistem distribusi, dilanjutkan dengan analisis sensitivitas menggunakan Standardized Regression Coefficient (SRC). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total susut teknis hasil simulasi sebesar 5,53%, dengan rentang 5,20%–6,01% (P5–P95: 5,39%–5,68%), serta energi tersalur, tegangan tegangan menengah, dan tegangan tegangan rendah sebagai variabel paling dominan (R² = 0,8409), sedangkan pembebanan transformator dan komposisi pelanggan tegangan menengah memberikan pengaruh yang relatif lebih kecil. Integrasi Formula Jogja dan simulasi Monte Carlo memberikan pendekatan analisis yang lebih komprehensif dibandingkan metode deterministik saja, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pengelolaan susut teknis pada sistem distribusi.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mei Priyanto, Musa Partahi Marbunhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7977Perbandingan Komplikasi, Mortalitas, dan Lama Rawat Pasien Stroke yang Dilakukan Trakeostomi Dilatasional Perkutan dan Trakeostomi Surgikal di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang2026-07-29T03:12:46+00:00Achmad Junaidiemeldadr30@gmail.comIrsan Saleh emeldadr30@gmail.comEmelda Emelda emeldadr30@gmail.com<p>Stroke merupakan sindroma klinis dengan angka kejadian sekitar 12 per 1.000 orang di Indonesia yang sering memerlukan perawatan di Intensive Care Unit (ICU). Trakeostomi dibagi menjadi dua jenis, yaitu Trakeostomi Dilatasional Perkutan (TDP) dan trakeostomi surgikal. Hingga kini, belum ada panduan khusus mengenai pilihan teknik trakeostomi paling tepat untuk pasien stroke. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan komplikasi, mortalitas, dan lama rawat pasien stroke yang menjalani TDP dan trakeostomi surgikal di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif di Ruang Perawatan Intensif, Neuro High Care Unit, dan Stroke Unit RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sebanyak 30 pasien stroke berusia ?18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan, terdiri dari 18 subjek kelompok TDP dan 12 subjek kelompok trakeostomi surgikal. Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam karakteristik dasar antara kedua kelompok (p>0,05). Kelompok TDP menunjukkan risiko perdarahan minor yang lebih rendah secara bermakna (p=0,015), begitu pula komplikasi infeksi stoma (p=0,015), dibandingkan kelompok trakeostomi surgikal. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kejadian perdarahan mayor (p>0,05) dan malposisi kanul trakeostomi (p=0,804) antara kedua kelompok. Pada luaran mortalitas, tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara kelompok TDP (11,1%) dan trakeostomi surgikal (41,7%) (p=0,084). Demikian pula, tidak terdapat perbedaan bermakna pada lama rawat antara kedua kelompok (p>0,05). TDP memiliki risiko perdarahan minor dan infeksi stoma yang lebih rendah dibandingkan trakeostomi surgikal pada pasien stroke, dengan mortalitas dan lama rawat yang sebanding. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan klinis dalam pemilihan teknik trakeostomi pada pasien stroke yang memerlukan manajemen jalan napas jangka panjang.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Achmad Junaidi, Irsan Saleh , Emelda Emelda https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8041Pola Komunikasi Divisi Government and Community Relations Dalam Mengelola Hubungan Strategis Dengan Instansi Pemerintah (Studi Kasus: PT Perusahaan Gas Negara Tbk)2026-08-04T06:57:44+00:00Suci Akbariaakbariasuci@student.esaunggul.ac.idHalomoan Harahaphalomoan.harahap@esaunggul.ac.id<p>Divisi Government and Community Relations (GCR) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memiliki peran strategis sebagai penghubung antara perusahaan dan instansi pemerintah, terutama mengingat PGN beroperasi sebagai badan usaha milik negara di sektor energi yang sarat regulasi dan kepentingan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi Divisi GCR PT PGN dalam membangun hubungan strategis dengan instansi pemerintah, serta mengidentifikasi pola komunikasi formal dan informal dalam koordinasi dan penyelesaian masalah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksplanatori dalam paradigma konstruktivistik. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam dengan empat informan yang dipilih secara purposif—terdiri dari dua informan kunci dari internal PGN dan dua informan pendukung dari instansi pemerintah—serta dilengkapi studi literatur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sementara keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber serta ketekunan pengamatan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi Divisi GCR mencerminkan tiga pendekatan dalam Teori Stakeholder Freeman: deskriptif, melalui komunikasi sistematis berbasis koordinasi internal dan identifikasi pemangku kepentingan; instrumental, melalui pemanfaatan komunikasi untuk mempercepat administrasi dan mengawal kebijakan agar selaras dengan kepentingan perusahaan; serta normatif, melalui komunikasi yang berlandaskan profesionalisme, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Selain itu, komunikasi formal dan informal ditemukan saling melengkapi, di mana jalur formal menjaga akuntabilitas administratif sementara jalur informal mempercepat penyelesaian masalah dan memperkuat kepercayaan antarpihak, sehingga mendukung efektivitas hubungan kelembagaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui penerapan Teori Stakeholder Freeman pada konteks government relations, serta kontribusi praktis bagi pengembangan strategi komunikasi kelembagaan pada badan usaha milik negara di sektor energi.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Suci Akbaria, Halomoan Harahaphttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7990Clustering Analysis of Tourism Regions in Bali Province Using Similarity Matrix and Log-Log Regression Methods2026-07-29T03:31:58+00:00Candhrika Padmacandhrikapadma@gmail.comNila Armelia Windasarinila.armelia@sbm-itb.ac.id<p>The tourism accommodation sector in Bali Province has grown rapidly; however, its distribution across regencies/cities remains highly uneven, motivating the need for a rigorous clustering method to map accommodation-capacity similarities among regions. This study aims to group the nine regencies/cities of Bali Province based on the similarity of ten types of accommodation and tourism-support facilities (star hotels, non-star hotels, villas, apartments, homestays, camping grounds, restaurants, bars, spas, and water tourism facilities), and to examine their relationship with Gross Regional Domestic Product (GRDP). The method combines log-log regression to test the elasticity of star hotel capacity on GRDP, squared Euclidean distance and maximum distance (dmax) to compute a similarity index between every pair of regencies/cities, and the Kruskal-Wallis test to validate differences in GRDP across zones. The regression results show that the star hotel variable has a very strong and statistically significant effect on GRDP (R² = 84.89%; p = 0.00042). The similarity matrix reveals extreme inequality: Badung Regency shows a similarity value that is essentially zero relative to every other regency/city, whereas Jembrana and Tabanan demonstrate a very high similarity value (0.9547). Based on tertile scores, the regions are classified into three zones: Zone I, representing high capacity (Badung and Denpasar); Zone II, representing medium capacity (Tabanan, Gianyar, and Buleleng); and Zone III, representing low capacity with the highest homogeneity (Jembrana, Klungkung, Bangli, and Karangasem). The Kruskal-Wallis test confirms that the GRDP differences across zones are statistically significant (H = 7.00; df = 2; p = 0.0302). These findings indicate that tourism-equalization policies in Bali should be designed differently for each zone rather than applied uniformly across all regions.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Candhrika Padma, Nila Armelia Windasarihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8049Implementasi Anyaman Mata Itik pada Plafon Restoran Sambel Hejo Sambel Dadak Grand Wisata Bekasi2026-08-07T03:14:46+00:00Syafinah Wulandarifinairi03@student.esaunggul.ac.idIrma Damayantiedamayantie@esaunggul.ac.id<p>Desain interior berperan penting dalam menampilkan identitas suatu brand, termasuk restoran tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi anyaman bambu Rajapolah motif Mata Itik sebagai ornamen budaya pada plafon Restoran Sambel Hejo Sambel Dadak (SHSD) Grand Wisata Bekasi serta mengkaji makna dan pengaruhnya terhadap suasana ruang. . Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada wawasan mengenai fenomena yang terjadi berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang didalami terhadap objek observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anyaman bambu motif Mata Itik yang berasal dari Rajapolah, Tasikmalaya, merupakan representasi estetika alam dan filosofi hidup masyarakat Sunda yang logis, adaptif, serta harmonis dengan alam. Penerapan ornamen ini pada plafon restoran tidak hanya berfungsi estetis sebagai penguat identitas budaya Sunda, tetapi juga memiliki nilai fungsional sebagai ventilasi alami dan sirkulasi udara yang baik bagi ruang, yang sangat sesuai dengan iklim tropis Bekasi. Pemilihan plafon sebagai media implementasi didasarkan pada pertimbangan praktis karena dinding interior restoran sudah dominan dengan elemen kayu rustik dan ukiran, sehingga plafon anyaman memberikan kesan ringan dan tidak membebani ruang secara visual. Implementasi anyaman bambu ini berhasil menciptakan atmosfer tradisional yang otentik, memperkuat citra restoran sebagai restoran khas Sunda, serta meningkatkan kenyamanan dan pengalaman sensorik pengunjung. Penelitian ini merekomendasikan perawatan berkala untuk mencegah risiko hama dan menjaga keawetan material bambu.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Syafinah Wulandari, Irma Damayantiehttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7996Tindak Tutur Slang Bahasa Indonesia dalam Konten Digital Publik Figur dan Idola K-Pop Serta Implikasinya Terhadap Representasi Bahasa Baku2026-08-19T07:12:58+00:00Navila Ayuni Kartikanavilakartika359@gmail.comAndi Sutisnoandisutisno@ugj.ac.idMaya Dewi Kurniamaya.dewi@ugj.ac.id<p>Perkembangan YouTube menciptakan interaksi lintas budaya, seperti konten antara publik figur Indonesia dan idola K-Pop. Bahasa yang diajarkan figur publik banyak berupa slang. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bentuk tindak tutur slang, menganalisis fungsi pragmatik berdasarkan tindak tutur, mendeskripsikan makna kata slang, serta menjelaskan dampaknya terhadap representasi bahasa baku. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan lisan dari video YouTube yang menampilkan interaksi anatar publik figur Indonesia dan Idola K-Pop. Teknik pengumpulan data menggunakan simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan tuturan berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi, makna, dan dampaknya terhadap representasi bahasa baku. Hasil penelitian menunjukkan beragamnya fungsi pragmatik, yaitu deklaratif, direktif, asertif, komisif, dan ekspresif, dengan dampak yang bervariasi terhadap pemahaman penutur asing. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa tindak tutur slang dalam konten tersebut dapat memfasilitasi pemahaman lintas budaya, namun berpotensi menimbulkan kesalahpahaman jika tanpa konteks yang jelas, sehingga penggunaannya harus disertai penjelasan agar efektif bagi penutur asing.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Navila Ayuni Kartika, Andi Sutisno, Maya Dewi Kurniahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8056Nutritional Challenges in ARDS Secondary to Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis: A Case Report2026-08-07T03:21:08+00:00Merdike Pertiwi Tooymerdikepertiwitooy@yahoo.co.idEka Yudha Lantang merdikepertiwitooy@yahoo.co.id<p>Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) is a critical condition associated with high morbidity and mortality, particularly when accompanied by chronic lung disease and multiple organ dysfunction. Nutritional management in patients with ARDS remains challenging due to increased metabolic demands, reduced oral intake capacity, and complications such as acute kidney injury (AKI). This challenge becomes more complex in patients with <em>pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis</em>, a rare occupational lung disease caused by prolonged exposure to fine silica particles. This study aimed to describe the challenges of nutritional management in a patient with ARDS secondary to <em>pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis</em> and to highlight the importance of individualized nutritional support in critically ill patients. This study employed a descriptive case report approach. Data were obtained from clinical observations, medical records, nutritional assessments, laboratory examinations, and treatment progress of a 38-year-old male mine worker with severe ARDS, suspected pneumoconiosis, and AKI who was treated in the intensive care unit. The patient experienced difficulties in meeting nutritional requirements due to persistent dyspnea, nausea, decreased appetite, increased oxygen requirements, and renal dysfunction. Nutritional therapy was adjusted according to clinical changes, beginning with an oral soft diet and subsequently modified to a non-dialysis kidney diet with protein restriction. Despite multidisciplinary management involving respiratory support, nutritional intervention, and renal monitoring, the patient’s condition deteriorated and required invasive mechanical ventilation. Nutritional management in patients with ARDS complicated by occupational lung disease and organ dysfunction requires continuous evaluation and individualized strategies. Further studies are needed to establish evidence-based nutritional approaches for this complex patient population</p>2026-08-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Merdike Pertiwi Tooy, Eka Yudha Lantang https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8004Do Role of Program TV and Host Attractiveness Influence the Interest of Watching? A Case of Indonesian Program TV and Indonesian Public Figure2026-07-28T07:33:14+00:00Surianto Suriantosuriantoacunk@gmail.comFrenky Frenkysuriantoacunk@gmail.comYesica Yuliani Clarasuriantoacunk@gmail.comDestri Sari Gunartisuriantoacunk@gmail.com<p>This study examines the influence of television program characteristics and host attractiveness on viewers’ viewing intention using the Indonesian television program Lapor Pak! on TRANS7 as the research context. A quantitative survey was conducted involving 97 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis. The findings reveal that television program characteristics have a positive and statistically significant effect on viewers’ viewing intention. Host attractiveness also has a positive and significant influence and demonstrates a stronger contribution than television program characteristics. Simultaneously, both independent variables significantly affect viewing intention and explain 64.7% of its variance. These findings indicate that engaging television program characteristics and attractive hosts with strong communication competence complement each other in increasing audience interest. This study contributes to the broadcasting communication literature by providing empirical evidence regarding the combined role of program characteristics and host attractiveness in shaping television viewing behavior and offers practical implications for broadcasters in developing competitive television programs.</p>2026-08-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Surianto Surianto, Frenky Frenky, Yesica Yuliani Clara, Destri Sari Gunartihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8067Peran Penyediaan Infrastruktur Kota Terhadap Karakter BSD City Sebagai Kota Penyangga Jakarta Jika Ditinjau dari Dimensi Mobilitas dan Spasial2026-08-18T02:41:09+00:00Metta Vimala Shantimetta.shanti.99@gmail.comOka Sindhu Pribadimetta.shanti.99@gmail.com<p>Perkembangan kawasan metropolitan Jakarta mendorong munculnya kota-kota penyangga yang berperan dalam mendukung aktivitas perkotaan dan mengurangi tekanan terhadap kota inti. BSD City merupakan salah satu kota baru terencana yang berkembang sebagai bagian dari sistem metropolitan Jabodetabek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter BSD City sebagai Kota Penyangga Jakarta yang ditinjau dari penyediaan infrastruktur pada dimensi mobilitas dan dimensi spasial. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana penyediaan infrastruktur transportasi, fasilitas perkotaan, dan struktur ruang mendukung karakter BSD City sebagai bagian dari sistem metropolitan Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi, studi literatur, dan data sekunder. Analisis dilakukan berdasarkan dua dimensi karakter kota penyangga, yaitu mobilitas dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter BSD City sebagai Kota Penyangga Jakarta tercermin melalui tingginya konektivitas kawasan, kemudahan aksesibilitas, pola mobilitas komuter, serta struktur ruang yang terintegrasi. Penyediaan infrastruktur transportasi, pendidikan, kesehatan, kawasan komersial, dan ruang terbuka hijau menjadi faktor yang mendukung terbentuknya karakter tersebut, meskipun tingkat ketergantungan terhadap Jakarta masih cukup tinggi. Selain itu, pengembangan jaringan jalan, pusat aktivitas, dan tata ruang yang terencana membentuk struktur spasial kawasan yang terintegrasi. Namun, tingginya mobilitas komuter menuju Jakarta menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap kota inti masih cukup tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa penyediaan infrastruktur berperan penting dalam memperkuat karakter BSD City sebagai kota penyangga, khususnya melalui peningkatan aksesibilitas dan integrasi spasial kawasan.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Metta Vimala Shanti, Oka Sindhu Pribadihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8009Perancangan Ulang (Redesign) Sistem Pengendalian Persediaan dan Notifikasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Krakatau Medika2026-08-15T08:08:38+00:00Hilda Yunita Indrianiyunitaahilda@gmail.comMokh. Suefm_suef@ie.its.ac.id<p>Kekosongan stok obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) terjadi berulang dan berdampak langsung pada pasien: selama Januari–April 2025 tercatat 56 transaksi Emergency Purchase Order (EPO) dengan biaya 15–30% lebih mahal dari jalur reguler, serta 478 kejadian copy resep, yang bersumber bukan dari keterbatasan anggaran melainkan dari tidak adanya mekanisme yang mampu mendeteksi stok kritis sebelum benar-benar habis. Penelitian ini mendesain kembali proses pengendalian persediaan obat RSKM dari kondisi eksisting (as-is) menuju rancangan proses yang diusulkan (to-be), dengan memetakan alur pengadaan menggunakan SIPOC dan Value Stream Mapping (VSM), mengidentifikasi prioritas kegagalan proses melalui Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), dan menghitung parameter pengendalian persediaan (ABC, Safety Stock, Reorder Point, dan Economic Order Quantity) berdasarkan lead time aktual per item — bukan asumsi seragam 14 hari yang selama ini digunakan. Hasil analisis mengidentifikasi dua titik kegagalan kritis: stok kritis yang tidak terdeteksi tepat waktu (RPN = 576) dan rencana kebutuhan obat (RKO) yang tidak mencerminkan konsumsi aktual (RPN = 392); koreksi lead time aktual (bervariasi 1–43 hari) menurunkan rata-rata Reorder Point sebesar 48–75% di tiga gudang. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang proses to-be berupa sistem notifikasi tiga level yakni Yellow Alert saat stok menyentuh 30% stok maksimum, Orange Alert saat mencapai Reorder Point disertai rekomendasi kuantitas pemesanan EOQ, dan Red Alert saat stok turun di bawah Safety Stock dengan eskalasi otomatis ke manajemen yakni dilengkapi approval matrix lima tingkat yang selaras dengan struktur otorisasi keuangan RSKM dan SOP fail-safe 14 langkah.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hilda Yunita Indriani, Mokh. Suefhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8075Hospitalitas Kristen sebagai Pendekatan Misiologis Kontemporer dalam Masyarakat Majemuk2026-08-15T08:07:37+00:00Deky Yulius Kansildeky.kansil@gmail.com<p>Masyarakat Indonesia yang beragam memberikan tantangan bagi gereja dalam menjalankan misi sesuai konteks yang ada di tengah perbedaan agama, budaya, dan etnis. Pendekatan misi yang bersifat konfrontatif terbukti kurang efektif dalam membangun hubungan yang harmonis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep hospitalitas Kristen sebagai kerangka misiologi modern dalam masyarakat yang majemuk. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi literatur, melalui analisis terhadap berbagai sumber teologi, misiologi, dan penelitian terkait. Data dianalisis dengan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi keterkaitan antara konsep hospitalitas, missio Dei, dan praktik misi gereja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hospitalitas adalah wujud nyata dari missio Dei yang ditunjukkan melalui sikap menerima, melayani, berdialog, dan mempromosikan rekonsiliasi dalam masyarakat yang plural. Dalam konteks Indonesia, hospitalitas menjadi suatu pendekatan dalam misi yang memungkinkan gereja untuk tetap setia dalam menyampaikan Injil sekaligus berkontribusi dalam memperkuat kerukunan, dialog antaragama, dan pelayanan yang inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa hospitalitas bukan hanya sekadar tindakan etis, melainkan juga merupakan paradigma misi yang relevan bagi gereja dalam menghadirkan kasih Kristus dan membangun kehidupan bersama yang damai di tengah masyarakat yang beragam.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Deky Yulius Kansilhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8013The Multiplier Effect of Tourism on the Local Economy (Case Study of Aryakibans Land Tourism, Rajagaluh Kidul Village, Majalengka)2026-07-27T04:40:18+00:00Reza Rahmatreza.122210010@ugj.ac.idArni Muslimah Handayani Widjajaarni_muslimahw@ugj.ac.id<p>The tourism industry is a development priority that contributes to regional economic growth and job creation. However, a significant research gap remains regarding economic circulation within community-based and independently managed tourism sites, as most existing literature focuses on highly structured or established destinations. This study aimed to examine the multiplier effect of tourism activities at Aryakibans Land on the local economy of Rajagaluh Kidul Village, Rajagaluh District, Majalengka Regency, with particular emphasis on direct, indirect, and induced economic impacts. This study employed a descriptive quantitative approach. Primary data were collected through structured questionnaires from tourists, local business owners, and employees using proportional stratified random sampling. The data were analyzed by calculating the Keynesian Income Multiplier and Ratio Income Multiplier Type I and Type II to assess economic circulation generated by tourism activities. The findings provided a quantitative depiction of the economic circulation resulting from visitor expenditures on household income and local business activities. The results indicated that the self-managed tourism model at Aryakibans Land demonstrated potential to generate sustainable economic multiplier effects within the local community. These findings suggest that optimizing community-based tourism infrastructure can serve as a practical strategy to enhance grassroots economic development and provide strategic input for local government policymaking.</p>2026-08-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Reza Rahmat, Arni Muslimah Handayani Widjajahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8081Teknik Komunikasi Persuasif Dalam Konten Deinfluencing: Studi Analisis Isi Akun TikTok @itscasriani2026-08-20T04:45:06+00:00Cindy Mutiara2200030126@webmail.uad.ac.idRendra Widyatamarendrawidyatama@fsbk.uad.ac.id<p>Pemasaran melalui influencer di media sosial dapat mendorong konsumsi berlebihan sehingga memunculkan konten <em>deinfluencing</em> yang mengkritik budaya konsumerisme dan mengajak audiens mengambil keputusan pembelian secara lebih bijak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi teknik komunikasi persuasif dalam konten <em>deinfluencing</em> pada akun TikTok @itscasriani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi Krippendorff. Data dikumpulkan melalui observasi digital, dokumentasi, dan studi pustaka. Dengan teknik <em>purposive sampling</em>, penelitian menganalisis 46 konten bertagar #<em>deinfluencing</em> yang diunggah pada Januari 2024 hingga Juli 2025. Analisis dilakukan melalui tahapan <em>unitizing</em>, <em>sampling</em>, <em>recording</em> atau <em>coding</em>, <em>reducing</em>, <em>inferring</em>, dan <em>narrating</em>, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 video menggunakan teknik komunikasi persuasif, sedangkan 16 video atau 35% tidak memperlihatkan teknik persuasif yang dapat diidentifikasi. Teknik tataan menjadi teknik tunggal paling dominan dengan persentase 24%, diikuti teknik ganjaran 13% dan integrasi 7%. Sejumlah video mengombinasikan teknik tataan dengan ganjaran, integrasi, atau asosiasi, sedangkan teknik red-herring tidak ditemukan. Teknik tersebut digunakan untuk menata argumen, menonjolkan manfaat atau risiko, membangun kedekatan emosional, dan mengaitkan pesan dengan tren aktual. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi persuasif dalam <em>deinfluencing</em> mengalami pergeseran fungsi, dari mendorong konsumsi menjadi sarana membangun kesadaran kritis dan perilaku konsumen yang lebih selektif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.</p>2026-08-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Cindy Mutiara, Rendra Widyatamahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8019Knowledge Documentation Framework for AI Initiatives: Development and Validation Across Organizational AI Contexts2026-07-27T04:05:34+00:00Fitria Handayanifitria.handayani41@ui.ac.idFinannisa Zhafirafinannisa.zhafira@ui.ac.idDana Indra Sensusedana@cs.ui.ac.idSofian Lusasofian.lusa12@ui.ac.id<p>Despite the growing organizational reliance on artificial intelligence (AI) systems, knowledge documentation (KD) practices in AI initiatives remain largely ad hoc, unstandardized, and disconnected from project lifecycle management. This study addressed this gap by proposing and validating the Knowledge Documentation Framework for AI Initiatives (KDF-AI), a twelve-component, five-phase, maturity-tiered framework synthesized through a literature review of peer-reviewed studies on KD practices in organizations implementing AI. Using Design Science Research (DSR) as the methodological paradigm, the study completed two iterative cycles: a literature-based synthesis that produced KDF-AI v1 and an expert evaluation cycle that resulted in the refined KDF-AI v2. Expert content validation was conducted with three domain validators representing academic, governance, and AI practitioner perspectives using a mixed-method approach that combined quantitative Content Validity Index (CVI) assessment with deductive thematic analysis of semi-structured interviews. The results showed that 57 of 66 items (86.4%) achieved universal inter-rater agreement, producing S-CVI/UA = 0.864 and S-CVI/Ave = 0.955, both exceeding the recommended threshold of 0.80. The nine items that did not meet the threshold consistently reflected issues of clarity rather than relevance, indicating strong conceptual acceptance of the framework while highlighting the need for more operationally specific articulation in several Advanced-tier components. Nine targeted revisions resulted in the development of KDF-AI v2. The study contributed: (1) a validated lifecycle-integrated KD framework for AI initiatives; (2) a taxonomy of ten systematically identified gaps in current AI KD practices; and (3) a methodological demonstration of mixed-method CVI validation for framework development in information systems research.</p>2026-08-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fitria Handayani, Finannisa Zhafira, Dana Indra Sensuse, Sofian Lusahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8088Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar2026-08-21T07:01:57+00:00Geradus Halegeradushale1972@gmail.com<p>Disiplin belajar merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keteraturan, tanggung jawab, konsistensi, dan kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran serta mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas X A dan X B di SMAN 1 Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 263 siswa kelas X, sedangkan sampel sebanyak 67 siswa kelas X A dan X B dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data disiplin belajar dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, sedangkan data hasil belajar diperoleh dari dokumentasi nilai rapor Bahasa Inggris semester ganjil dan genap tahun pelajaran 2025/2026. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar, dengan koefisien regresi sebesar 0,685, nilai t sebesar 3,125, dan signifikansi 0,003. Koefisien determinasi sebesar 0,450 menunjukkan bahwa disiplin belajar menjelaskan 45% variasi hasil belajar, sedangkan 55% dipengaruhi faktor lain di luar model. Dengan demikian, peningkatan disiplin belajar dapat mendukung pencapaian hasil belajar Bahasa Inggris siswa secara lebih optimal.</p>2026-08-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Geradus Halehttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8024Analisis Penerapan Standar Interoperabilitas Data Simrs dan BPJS Kesehatan Dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik2026-08-04T07:13:55+00:00Ahdy Atmaahdy.atma@gmail.comAhmad Muklasonahmad.muklason@gmail.com<p>Interoperabilitas data kesehatan menjadi tantangan kritis dalam pertukaran data antara fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan di Indonesia, dengan ketidakseragaman format data, inkonsistensi terminologi medis, dan fragmentasi sistem informasi menyebabkan inefisiensi bagi lebih dari 242 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan standar HL7 FHIR untuk meningkatkan interoperabilitas data antara SIMRS dan sistem BPJS Kesehatan dalam konteks Rekam Medis Elektronik (RME), serta merumuskan roadmap implementasi operasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi kasus di RS Primaya, meliputi studi literatur, analisis standar (FHIR R4, ISO/IEC 25012, 27001, 27799, ISO 8000), observasi, wawancara dengan 12 informan lintas fungsi, dan analisis log transaksi VClaim selama enam bulan (>15.000 klaim/bulan), dianalisis melalui pemetaan BPMN, gap analysis terhadap FHIR R4/ISO, dan FHIR Maturity Model pada lima dimensi kesiapan. Temuan menunjukkan error rate klaim BPJS 18-22% (mismatch ICD-10 34%, data tidak lengkap 27%, identitas tidak sesuai 17%), duplikasi rekam medis 14,4%, verifikasi kepesertaan rata-rata 4 menit 32 detik, skor FHIR readiness 2,9 dari 5, dan kepatuhan ISO/IEC 27001 baru 58,8%. Dari 140+ resource FHIR R4, teridentifikasi 18 resource inti pada tujuh fase siklus pelayanan. Proyeksi integrasi FHIR memangkas waktu verifikasi menjadi <8 detik (naik 97%), error rate <3%, duplikasi <1%, dengan ROI tahun pertama ~105% dan payback period delapan bulan. Roadmap empat fase (Fondasi, Pilot, Ekspansi, Maturitas) diusulkan bagi Kemenkes, BPJS Kesehatan, rumah sakit, dan vendor SIMRS, mencakup blueprint adopsi FHIR, Master Patient Index nasional berbasis NIK, migrasi API VClaim/PCare ke FHIR R4 native, pembentukan Health Data Governance Committee, dan pelatihan coding ICD-10.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahdy Atma, Ahmad Muklasonhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7910Optimizing the Intelligence Cycle in Migration Governance: The Transition Toward Early-Warning-Based Immigration Monitoring in Bali Province2026-07-29T02:52:54+00:00Teuku Muhammad Arief Maulanateukuarief606@gmail.comFuad Ganibangfu.08@gmail.comMargaretha Hanitamargaretha.hanita@idu.ac.id<p>The rapid increase in international tourist arrivals in Bali has intensified the complexity of immigration governance, particularly regarding the misuse of visit visas by foreign nationals. While immigration supervision has traditionally focused on administrative enforcement, evolving patterns of visa abuse involving unauthorized employment, nominee business practices, and hidden economic activities require a more proactive intelligence-based approach. This study aims to analyze the optimization of the immigration intelligence cycle in strengthening early-warning-based monitoring of foreign nationals in Bali Province. A qualitative research design was employed through semi-structured in-depth interviews with immigration officers, analysis of immigration regulations and policy documents, and examination of relevant media reports. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, supported by source triangulation to enhance credibility. The findings reveal that current immigration supervision remains predominantly reactive, relying on public reports and post-incident investigations rather than predictive threat detection. The study identifies an "iceberg phenomenon," where detected violations represent only a small proportion of actual irregular activities. To address this limitation, the research proposes an Early Warning Immigration Intelligence Model integrating multi-source intelligence, risk analysis, intelligence sharing, and preventive immigration actions within the intelligence cycle. The study concludes that strengthening early-warning-based immigration intelligence can improve proactive surveillance, enhance interagency coordination, and contribute to national resilience by preventing immigration-related threats before they escalate into broader economic, social, and security risks.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Teuku Muhammad Arief Maulana, Fuad Gani, Margaretha Hanitahttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8028Peran Fear of Missing Out (FoMO) Terhadap Loot Box Engagement Pada Pemain Video Game2026-07-29T03:35:25+00:00Muhammad Naufal HafizhMoonafiz10@gmail.comSri TiatriMoonafiz10@gmail.com<p>Loot box dalam video game sering menghadirkan item eksklusif dan penawaran berbatas waktu yang dapat menimbulkan kekhawatiran pemain akan kehilangan kesempatan, sebuah fenomena yang semakin marak seiring meluasnya monetisasi loot box di industri game global. Penelitian yang secara langsung membahas peran Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Loot Box Engagement, khususnya pada pemain video game di Indonesia, masih terbatas, meskipun isu ini relevan mengingat kemiripan loot box dengan perjudian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran FoMO terhadap Loot Box Engagement pada pemain video game. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 117 pemain video game yang memiliki pengalaman membeli loot box menggunakan uang nyata. Data dikumpulkan menggunakan Skala Fear of Missing Out (FoMO) dan Skala Loot Box Engagement, yang masing-masing mengukur kekhawatiran tertinggal dari pengalaman berharga dan tingkat keterlibatan perilaku dalam loot box. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berperan secara signifikan terhadap Loot Box Engagement (r? = 0,653; p < 0,001), menandakan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa FoMO memberikan kontribusi sebesar 42,6% terhadap Loot Box Engagement, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO yang dimiliki pemain, semakin tinggi pula keterlibatannya dalam aktivitas loot box. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman faktor psikologis yang mendorong keterlibatan pemain dalam loot box serta menjadi dasar bagi pengembang game dan regulator merancang mekanisme monetisasi yang lebih etis.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Naufal Hafizh, Sri Tiatrihttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7938Koordinasi Tim sebagai Mediator Hubungan Struktur Tim dan Kinerja Tim: Implementasi Pelatihan Struktur dan Koordinasi Tim pada Karyawan PT X (Perusahaan Kendaraan Listrik di Indonesia)2026-07-29T03:03:33+00:00Pradita Khairinnisapradita.khairinnisa31@ui.ac.idEndang Parahyanti endang.parahyanti@ui.ac.id<p>Sebagai perusahaan kendaraan listrik yang sedang bertumbuh, PT X menghadapi tantangan dalam menyelaraskan struktur dan koordinasi lintas fungsi untuk mendukung kinerja tim. Penelitian ini terdiri dari dua studi yang dilakukan pada PT X. Studi 1, yaitu studi identifikasi masalah, bertujuan untuk menganalisis hubungan antara struktur tim dan kinerja tim dengan koordinasi tim sebagai variabel mediasi. Partisipan dalam studi ini berjumlah 132 karyawan PT X yang bekerja di kantor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan analisis jalur berbasis regresi. Hasil menunjukkan bahwa struktur tim memprediksi kinerja tim secara signifikan (? = 0,320; p = 0,001). Struktur tim juga memprediksi koordinasi tim secara signifikan (? = 0,761; p < 0,001), dan koordinasi tim memprediksi kinerja tim secara signifikan (? = 0,431; p < 0,001), yang menunjukkan adanya mediasi parsial. Pengaruh tidak langsung (0,328) sedikit lebih besar dibandingkan pengaruh langsung (0,320). Pengaruh total sebesar 0,648 menunjukkan hubungan keseluruhan yang kuat antara struktur tim dan kinerja tim. Studi 2, yaitu studi intervensi, bertujuan untuk menguji efektivitas program intervensi berupa Pelatihan Struktur Tim dan Koordinasi Tim. Partisipan dalam studi ini berjumlah 16 karyawan PT X yang sebelumnya mengikuti Studi 1. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta cenderung puas terhadap pelatihan dengan rata-rata skor kepuasan sebesar 4. Selain itu, rata-rata skor post-test meningkat dari 56,7 menjadi 91,6 dan berbeda secara signifikan dibandingkan skor pre-test (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait struktur tim dan koordinasi tim.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Pradita Khairinnisa, Endang Parahyanti https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8035The Effect of the Implementation of POJK 34/2024, Top Management Support, and Organizational Culture on Company Performance Through Human Resource Quality at PT. Dekai Reinsurance Broker2026-08-04T07:07:04+00:00Angga Arifiyantoangga.arifiyanto@gmail.comI Made Indra Pindraimade1@gmail.com<p>This study analyzed the influence of the implementation of Financial Services Authority Regulation (POJK) Number 34 of 2024, top management support, and organizational culture on company performance through human resource quality as a mediating variable at PT Dekai Reinsurance Broker. The research background was based on regulatory changes in the Indonesian insurance and reinsurance industry that required adjustments in governance, professionalism, and employee competency development. The study employed a quantitative approach using a survey method and Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (PLS-SEM) analysis with SmartPLS 4 software. The research sample consisted of 43 internal respondents selected using a saturated sampling technique. The results showed that the implementation of POJK 34/2024 provided the largest substantive contribution to improving human resource quality, while human resource quality had a positive and significant effect on company performance, with a path coefficient of 0.508 (BCa 95% CI: 0.011–0.876). Top management support showed only a marginal positive effect on company performance, while organizational culture was not proven to have a significant effect on human resource quality or company performance. Furthermore, human resource quality was not proven to mediate the relationship between the three independent variables and company performance. These findings highlight the importance of effective regulatory implementation, continuous improvement of human resource quality, and sustained management commitment in supporting company performance. This research contributes theoretically to the development of human resource management and policy implementation studies, while also providing practical implications for reinsurance brokerage companies in designing integrated competency development and governance strategies.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Angga Arifiyanto, I Made Indra Phttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7974Akulturasi Budaya Karyawan Lokal dan Asing pada Perusahaan Trading Batubara Multinasional (Studi Kasus PT Light Energy Indonesia)2026-07-29T03:06:56+00:00Riana Putririanaputrimawan@student.esaunggul.ac.idM. Ruslan Ramli ruslan.ramli@esaunggul.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi komunikasi antarbudaya antara karyawan lokal dan karyawan asing pada perusahaan multinasional, khususnya di PT Light Energy Indonesia. Fokus penelitian ini adalah pada bagaimana proses akulturasi terbentuk dalam hubungan kerja serta bagaimana komunikasi verbal dan nonverbal dimaknai dalam interaksi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap karyawan lokal dan karyawan asing. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teori akulturasi yang meliputi asimilasi, integrasi, separasi, dan marginalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses akulturasi komunikasi antarbudaya terbentuk melalui interaksi kerja yang berlangsung secara langsung dan berkelanjutan. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa utama komunikasi, namun dalam praktiknya dikombinasikan dengan Bahasa Indonesia dan bahasa asal karyawan asing. Pada tahap awal, terdapat kendala bahasa dalam komunikasi, namun dapat diatasi melalui penggunaan komunikasi nonverbal, bantuan pihak lain, serta pembelajaran bahasa secara informal. Pemaknaan komunikasi verbal dan nonverbal menunjukkan bahwa keduanya memiliki peran penting dalam proses akulturasi. Komunikasi verbal menjadi sarana utama dalam penyampaian informasi, sedangkan komunikasi nonverbal berfungsi sebagai pendukung dalam memperjelas pesan dan membangun hubungan interpersonal. Selain itu, sikap saling menghargai menjadi faktor utama dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Berdasarkan teori akulturasi John W. Berry (1987), proses yang terjadi di PT Light Energy Indonesia cenderung mengarah pada pola integrasi, di mana karyawan lokal dan asing tetap mempertahankan budaya masing-masing namun mampu beradaptasi dan bekerja sama secara harmonis.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Riana Putri, M. Ruslan Ramli https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8039Analisis Determinan Nilai Ekspor Kakao Indonesia2026-08-07T03:17:38+00:00Alfi Ryantamma Wiboworyantamma10@gmail.comRaden Parianomryantamma10@gmail.com<p>Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia yang berkontribusi terhadap penerimaan devisa negara dan memiliki peran penting dalam perdagangan internasional, namun nilai ekspornya cenderung mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor domestik maupun global. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Real Effective Exchange Rate (REER), inflasi, harga kakao dunia, dan produksi kakao terhadap nilai ekspor kakao Indonesia menggunakan data sekunder time series tahunan periode 1991–2024 yang bersumber dari Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, CEIC Data, dan World Bank. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM) untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa REER dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor kakao Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sebaliknya, harga kakao dunia dan produksi kakao berpengaruh positif dan signifikan pada kedua periode tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja nilai ekspor kakao Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor yang berkaitan dengan karakteristik komoditas dibandingkan kondisi makroekonomi domestik, sehingga peningkatan produktivitas, kualitas hasil, dan daya saing di pasar internasional menjadi penting untuk mendukung pertumbuhan nilai ekspor kakao Indonesia.</p>2026-08-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Alfi Ryantamma Wibowo, Raden Parianomhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7979Modifikasi Desain Portable Turbo Burn Incinerator Tipe RC80: Modifikasi Teknis dan Strategi Penyesuaian Regulasi di Indonesia2026-07-29T03:28:11+00:00Yunita Fahmiyoenfahmi.eei@gmail.comRizkianti Marselinamarselinaaalrizal@gmail.comMatthew Savio Kurniawanmatthewsaviokurniawan@gmail.com<p>Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan kritis Pengelolaan Limbah B3 dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di wilayah terpencil (Isolated Area). Keterbatasan akses transportasi, biaya logistik tinggi, dan praktik pembuangan ilegal mendorong perlunya solusi pengolahan limbah on-site. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi modifikasi desain Portable Turbo Burn Incinerator tipe RC08 (Scholer Industries Australia) sebagai teknologi adaptif untuk memenuhi persyaratan Registrasi KLHK dan regulasi insinerator di Indonesia. Metode menggunakan pendekatan engineering design process: identifikasi kelemahan desain awal, modifikasi teknis pada empat komponen utama, dan validasi melalui registrasi KLHK dengan uji emisi laboratorium terakreditasi KAN. Incinerator ini berkapasitas 18–45 kg/jam, mengadopsi siklon 2 tahap bersuhu hingga 1100°C, dilengkapi Cerobong dan Wet Scrubber, serta tersertifikasi Environment Protection Authority Australia. Modifikasi desain mencakup: (1) Cerobong setinggi 14 meter dengan titik sampling emisi; (2) Wet Scrubber untuk pengendalian emisi partikulat dan gas asam (HCl, SO?, HF); (3) bak filter pengelolaan air limbah scrubbing dengan resirkulasi; (4) ruang bakar dua tahap bertemperatur 800°C–900°C (tahap pertama) dan ?1000°C (tahap kedua), efisiensi pembakaran ?99,99%; serta (5) penyesuaian ruang blower terhadap kelembaban tinggi kepulauan. Hak Desain Industri (nomor permohonan A00202303663) memperkuat posisi hukum teknologi dalam Registrasi KLHK. Analisis kesesuaian mengonfirmasi teknologi ini mampu mengatasi biaya transportasi tinggi, risiko tumpahan, dan akumulasi limbah B3, dengan catatan diperlukan pemodelan dispersi emisi berbasis data DEMNAS dan pola angin muson. Penelitian ini berkontribusi bagi kerangka lokalisasi teknologi lingkungan Indonesia pada tahap pra-investasi, sekaligus menjadi acuan regulator dan industri mengadopsi teknologi Pengelolaan Limbah B3 portabel yang patuh regulasi, berlindungan hukum, dan berkelanjutan.</p>2016-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yunita Fahmi, Rizkianti Marselina, Matthew Savio Kurniawanhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8042Tren Integrasi Rantai Pasok Dalam Era Transformasi Digital: Tinjauan Bibliometrik Dengan VOSviewer.2026-08-10T06:16:38+00:00Aldi Abilawaaldi.abilawa@politeknikkirana.ac.idNasywa Aida Zulfa nasywaaida@gmail.com<p>Perkembangan teknologi dan dinamika pasar yang semakin kompleks menuntut perusahaan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam manajemen rantai pasok guna mencapai efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis tren perkembangan literatur ilmiah terkait Transformasi Digital dan Integrasi Rantai Pasok selama periode 2022–2026, guna memberikan gambaran komprehensif mengenai arah perkembangan kajian ini. Studi ini menggunakan metode analisis bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer untuk mengevaluasi seluruh dokumen artikel ilmiah yang diekstraksi dari basis data Scopus, mencakup analisis tren publikasi, distribusi geografis penulis, serta pemetaan kata kunci yang saling berkaitan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tren publikasi pada topik ini berkembang pesat dengan proyeksi puncak pada tahun 2025, didominasi oleh kontribusi dari kawasan Asia, khususnya China dan India, mencerminkan posisi strategis kawasan tersebut dalam rantai pasok global. Pemetaan co-occurrence dan overlay visualization mengungkapkan pergeseran fokus penelitian dari adopsi teknologi operasional Industri 4.0 menuju pengintegrasian teknologi cerdas seperti Artificial Intelligence, Blockchain, dan Internet of Things (IoT) guna memperkuat Ketahanan Rantai Pasok (Supply Chain Resilience). Lebih lanjut, riset saat ini mulai bergeser ke arah keberlanjutan lingkungan dan paradigma Industri 5.0 yang berpusat pada manusia. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa transformasi digital dan integrasi rantai pasok merupakan dua pilar strategis dalam ekosistem industri modern yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Temuan ini juga memberikan panduan bagi peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi celah riset pada area berkerapatan rendah seperti digital twin, sekaligus memberikan wawasan bagi praktisi dan pemerintah dalam merumuskan strategi logistik digital yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan teknologi di masa mendatang.</p>2026-08-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Aldi Abilawa, Nasywa Aida Zulfa https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7991Kerangka Quality Risk Management pada Lini Pengemasan Granule Farmasi menggunakan FMECA Acceptance gate (Go/No-Go) dalam Konteks GMP/CPOB2026-07-29T04:13:23+00:00Dian Yuliarniyuliarni.dian@gmail.comMoses Laksono Singgihyuliarni.dian@gmail.com<p>Industri farmasi dituntut menjamin mutu produk dan kepatuhan terhadap Good Manufacturing Practice (GMP/CPOB), khususnya pada lini pengemasan sebagai tahap akhir sebelum produk dilepas ke pasar. Kompleksitas interaksi manusia, mesin, material, informasi, dan verifikasi berlapis pada lini pengemasan granul meningkatkan risiko mix-up, kesalahan identitas-pelabelan, ketidaksesuaian material, kegagalan integritas kemasan, serta kelemahan dokumentasi-rekonsiliasi. Meskipun Quality Risk Management (QRM) telah diterapkan, analisis risiko pada praktiknya masih cenderung berhenti pada pemeringkatan risiko dan belum diterjemahkan secara sistematis menjadi aturan keputusan operasional yang eksplisit, konsisten, dan dapat diaudit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka QRM yang mengintegrasikan Failure Mode, Effects, and Criticality Analysis (FMECA) dengan mekanisme Acceptance Gate sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis risiko pada lini pengemasan granul farmasi. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif-analitis melalui pemetaan proses, identifikasi critical decision point dan failure mode, penilaian severity-occurrence-detection, perhitungan Risk Priority Number (RPN), analisis criticality, perancangan Acceptance Gate dan mitigasi risiko, serta evaluasi desain-validasi oleh lima ahli. Hasil penelitian menunjukkan risiko dominan berkaitan dengan identitas produk, status material, bobot isi, integritas kemasan, foreign matter, efektivitas deteksi, segregasi produk tidak sesuai, dan rekonsiliasi akhir. Kerangka ini menghasilkan delapan Acceptance Gate berkriteria Go, Go with Mitigation, dan No-Go, dilengkapi persyaratan evidence, otoritas keputusan, dan mekanisme eskalasi. Evaluasi desain menunjukkan penurunan estimasi RPN residual, pergeseran zona criticality, peningkatan kejelasan keputusan, serta penguatan traceability-auditability. Validasi ahli menghasilkan skor rata-rata 3,50 dari 4,00 (indeks 0,875), menempatkan kerangka pada kategori sangat layak. Kerangka QRM–FMECA–Acceptance Gate ini menyediakan mekanisme sistematis untuk menerjemahkan analisis risiko menjadi keputusan operasional yang lebih konsisten, terdokumentasi, dan selaras GMP/CPOB.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dian Yuliarni, Moses Laksono Singgihhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8054Beyond Scarcity: A Theory of Sustainable Collectible Ecosystem2026-08-10T07:26:26+00:00Jordan Kristantojordan.kristanto29@perbanas.idDavid Steven Macquairiejordan.kristanto29@perbanas.idMuslihun Muslihunjordan.kristanto29@perbanas.idJohn L. Hutagaol jordan.kristanto29@perbanas.id<p>The resurgence of the Pokémon Trading Card Game (TCG) as both a collectible and an alternative asset presents a significant theoretical puzzle: How can a physical product with minimal intrinsic value generate sustainable economic and cultural value? Despite growing academic and practitioner interest in collectible markets, existing theoretical frameworks remain fragmented, often examining resource, stakeholder, and experiential dimensions in isolation rather than as components of an interconnected ecosystem. This study addresses this gap by developing a conceptual framework to explain sustainable value creation within TCG ecosystems. By synthesizing the Resource-Based View, Resource Orchestration Theory, Intellectual Capital Theory, Stakeholder Theory, and Experiential Marketing, this article develops an integrated model using the Pokémon TCG as an illustrative case, contextualized within Indonesia’s emerging digital consumer landscape, where collector communities and secondary markets have grown rapidly. The proposed integrative framework identifies five interconnected mechanisms that jointly sustain collectible value: (1) the orchestration of intangible resources, encompassing human, structural, and relational capital embedded within collector communities; (2) the governance of stakeholder trade-offs among players, collectors, and investors with divergent motivations; (3) the creation of experiential rituals, including brewek, a culturally situated pack-opening practice; (4) the cultivation of community trust and social capital; and (5) the amplification of value through digital visibility. The study contributes to the strategic management literature by extending ecosystem and intellectual capital theories to the context of collectible-based creative industries. It offers a robust framework to guide future empirical investigations into the dynamics of sustainable collectible value creation while also providing practical insights for stakeholders navigating this emerging economic phenomenon.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jordan Kristanto, David Steven Macquairie, Muslihun Muslihun, John L. Hutagaol https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/7997Evaluasi Kualitas Layanan dan Loyalitas Pelanggan Laboratorium Pengujian Mutu dengan Servqual, NPS, dan Driver Analysis2026-07-29T03:38:12+00:00Muftiyana Zulfa Auliyamuftiyana@gmail.comMoses Laksono Singgih muftiyana@gmail.com<p>Laboratorium Pengujian Mutu (LPM) merupakan unit pelayanan teknis yang menyediakan jasa pengujian mutu produk kelautan dan perikanan. Meningkatnya jumlah permohonan pengujian dan masih ditemukannya pengaduan pelanggan terkait keterlambatan penerbitan Lembar Hasil Analisa (LHA), keterlambatan penyampaian informasi, gangguan sistem pelayanan digital, dan lambatnya respons petugas menunjukkan bahwa kualitas pelayanan masih perlu ditingkatkan. Selain itu, meskipun sebagian pelanggan menggunakan jasa laboratorium secara berulang, tingkat loyalitas pelanggan belum pernah diukur secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas pelayanan, mengukur loyalitas pelanggan, serta mengidentifikasi dimensi kualitas pelayanan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan sebagai dasar penyusunan rekomendasi peningkatan kualitas layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 55 responden pelanggan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL), Net Promoter Score (NPS), dan Driver Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara harapan dan persepsi pelanggan, dengan dimensi responsiveness memiliki nilai gap terbesar sebesar -0,33. Hasil importance performance analysis menunjukkan bahwa atribut yang berkaitan dengan kecepatan respons petugas dan penyampaian informasi menjadi prioritas utama perbaikan. Pengukuran NPS menghasilkan skor 80% yang menunjukkan loyalitas pelanggan berada pada kategori sangat baik, sedangkan hasil Driver Analysis menunjukkan bahwa secara simultan seluruh dimensi SERVQUAL berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, namun secara parsial hanya dimensi Tangibles yang berpengaruh signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, Laboratorium Pengujian Mutu perlu memprioritaskan peningkatan kecepatan pelayanan dengan mengevaluasi alur pelayanan, respon customer service dengan membuat standar waktu respon, penyampaian informasi status pengujian, pengembangan sistem pelayanan digital, serta mempertahankan kualitas fasilitas pelayanan guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan LPM secara berkelanjutan.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muftiyana Zulfa Auliya, Moses Laksono Singgih https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8057Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Digital Berbasis Game Edukasi Scratch Materi Pengelompokan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya di Kelas V Sekolah Dasar2026-08-13T02:11:58+00:00Sudarmanto Sudarmantoantosarc18@gmail.comSri Cacikantosarc18@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam proses pembelajaran, khususnya melalui penggunaan media pembelajaran interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Namun, pembelajaran di sekolah dasar masih banyak menggunakan metode konvensional berupa ceramah dan buku cetak sehingga menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep IPA, khususnya materi pengelompokan hewan berdasarkan jenis makanannya. Media pembelajaran digital berbasis game edukasi seperti Scratch menjadi salah satu alternatif yang berpotensi menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran digital berbasis game edukasi Scratch pada materi pengelompokan hewan berdasarkan jenis makanannya di kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SDN Tawangrejo. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas V dan 26 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi metode berpusat pada guru dengan penggunaan sumber belajar berupa buku cetak. Peserta didik mengalami kesulitan memahami perbedaan hewan herbivora, karnivora, dan omnivora. Guru dan peserta didik membutuhkan media digital interaktif yang mampu menampilkan gambar, suara, serta permainan edukatif. Peserta didik juga menunjukkan antusiasme tinggi ketika diperkenalkan dengan media game edukasi berbasis Scratch. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa media pembelajaran digital berbasis game edukasi Scratch diperlukan sebagai inovasi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran IPA yang lebih interaktif, menarik, dan berpusat pada peserta didik.</p>2026-08-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sudarmanto Sudarmanto, Sri Cacikhttps://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8007Pembentuk Identitas Kawasan Kota Lama Tangerang Dalam Perspektif Fisik2026-07-31T03:45:11+00:00Fortuna Bella Susantofortunebella20@gmail.comA. Hadi Prabowo fortunebella20@gmail.com<p>Kawasan Kota Lama Tangerang merupakan salah satu kawasan bersejarah yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan arsitektur yang tinggi serta berperan penting dalam membentuk identitas Kota Tangerang. Perkembangan kawasan perkotaan yang berlangsung secara dinamis telah memengaruhi karakter fisik kawasan sehingga diperlukan identifikasi terhadap elemen-elemen yang membentuk identitasnya sebagai dasar pelestarian dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis identitas fisik Kawasan Kota Lama Tangerang berdasarkan pendekatan Image of the City yang dikemukakan oleh Kevin Lynch. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada 102 responden dan 25 responden terpilih, mental mapping, serta wawancara dengan narasumber. Data dianalisis menggunakan analisis rerata (mean) skala Likert, analisis deskriptif kualitatif, dan triangulasi berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen pembentuk citra kota, yaitu Path, Edge, District, Node, dan Landmark, memiliki peran penting dalam membentuk identitas fisik kawasan. Elemen Node memperoleh nilai rerata tertinggi (3,84), diikuti District (3,83), Edge (3,76), Path (3,75), dan Landmark (3,73), yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa identitas kawasan tidak hanya dibentuk oleh keberadaan bangunan bersejarah, tetapi juga oleh keterpaduan struktur ruang, aktivitas ekonomi, sosial, budaya, dan persepsi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kawasan Kota Lama Tangerang merupakan living heritage yang identitasnya terbentuk melalui interaksi antara elemen fisik dan aktivitas masyarakat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi pelestarian kawasan bersejarah yang berkelanjutan.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fortuna Bella Susanto, A. Hadi Prabowo https://jii.rivierapublishing.id/index.php/jii/article/view/8069Penilaian Kinerja Pemasok Biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Batubara Menggunakan Pendekatan Pengambilan Keputusan Multi-Kriteria2026-08-13T08:20:20+00:00Andy Tri Hermawanandy3hermawan@gmail.comMaria Anityasarimaria@ie.its.ac.id<p>Transisi energi menuju sistem rendah karbon mendorong pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif melalui skema co-firing pada pembangkit listrik tenaga batubara. Keberhasilan implementasi strategi ini sangat bergantung pada kinerja pemasok biomassa yang mampu menjamin kontinuitas pasokan, kualitas bahan baku, efisiensi biaya, serta aspek keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka kerja evaluasi kinerja pemasok biomassa yang komprehensif dan sistematis sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan rantai pasok biomassa secara multidimensional berdasarkan kriteria biaya, kualitas, keandalan pasokan, dan lingkungan, serta menghasilkan penilaian pemasok sebagai dasar pendukung pengambilan keputusan. Metodologi yang digunakan mengombinasikan pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM), yaitu Fuzzy Analytic Hierarchy Process (Fuzzy AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk melakukan evaluasi dan pemeringkatan 124 pemasok biomassa PLN Grup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya merupakan kriteria dengan bobot tertinggi (0,3287), diikuti keandalan pasokan (0,2854), kualitas (0,2767), dan lingkungan (0,1092), sedangkan harga jual biomassa menjadi subkriteria dengan bobot global tertinggi (0,2607). Hasil TOPSIS menunjukkan adanya perbedaan tingkat kinerja relatif antar pemasok, dengan nilai relative closeness (Ci) berkisar antara 0,168 hingga 0,855 (rata-rata 0,788). Kerangka kerja yang dikembangkan dari integrasi Fuzzy AHP–TOPSIS dapat digunakan sebagai pendekatan sistematis untuk supplier performance evaluation dengan mempertimbangkan berbagai dimensi kinerja secara simultan. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai decision-support tool untuk supplier performance monitoring dan identifikasi prioritas perbaikan kinerja pemasok.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andy Tri Hermawan, Maria Anityasari