EFEKTIVITAS APLIKASI
M-POSYANDU DALAM DETEKSI DINI MASALAH GIZI PADA BALITA DI KOTA PALU
Ketut
Suarayasa1, Indah P Kiay Demak2,
Elli Yane Bangkele3, Yayang Minansal4
Fakultas Kedokteran,
Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
E-mail : [email protected],
[email protected], [email protected], [email protected]
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
30-01-2022 |
Based
on data from the Department of Health of Palu City was reported that the
nutritional status of toddlers had not been handled thoroughly, namely the
status of undernutrition and malnutrition. One of the causes is the manual
recording which is still lacking in terms of data accuracy, which is obtained
from the calculation of weight and age of toddlers. So that Wahana Visi Indonesia
launched a project related to the use of the M-Posyandu
application which was described as having advantages related to data
management, speed, and accuracy. The objective of this research is to find
out the effectiveness of using the M-Posyandu application
for the early detection of nutritional problems for toddlers in Palu City.
This is a descriptive qualitative research type with a case study approach
and uses an in-depth interview question guide instrument. The samples were
from Integrated Service Post cadres in several sub-districts, namely; North
Palu, Taweli, and Ulujadi
which were selected through purposive sampling technique. The results of the
research show that the nutritional problems of toddlers in Palu city are
undernutrition and malnutrition. Early detection of nutritional problems
using the M-Posyandu application, where the stages
include: entering data, recording, counseling, and sending data that can be
directly accessed by authorized institutions for rapid monitoring and
evaluation. Based on the results of the research, it can be concluded that
the M-Posyandu application is effective in the
early detection of nutritional problems for toddlers in Palu City because the
data can be accessed immediately, quickly in making decisions for
intervention so that it can reduce the incidence of undernutrition and
malnutrition in Palu City. |
|
Accepted: |
30-01-2022 |
|
|
Published: |
20-02-2022 |
|
|
Keywords: |
toddlers; nutritional problems; m-posyandu application |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata kunci: |
balita; masalah
gizi; aplikasi m-posyandu |
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palu dilaporkan
permasalahan status gizi balita yang belum tertangani secara menyeluruh yakni status gizi kurang dan gizi buruk. Salah satu penyebabnya adalah pencatatan manual yang masih tergolong kurang dalam hal keakuratan data, yang diperoleh dari perhitungan berat badan dan umur balita. Sehingga Wahana Visi Indonesia meluncurkan
project terkait penggunaan
aplikasi M-Posyandu yang digambarkan memiliki kelebihan terkait manajemen, kecepatan dan keakuratan data. Tujuan penelitian
ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi M-Posyandu terhadap� deteksi dini masalah gizi pada balita di Kota Palu.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan instrumen pedoman pertanyaan wawancara mendalam kepada 12 iforman utama. Sampel berasal dari kader posyandu yang ada di Kecamatan Palu Utara, Kecamatan Taweli, dan Kecamatan Ulujadi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan
kriteria inklusi: kader mengetahui fitur-fitur gizi dalam M-Posyandu, kader telah mengikuti
pelatihan M-Posyandu dan bersedia menjadi responden dan kriteria eksklusi yakni kader tidak memiliki
alat komunikasi tetap.� Masalah gizi balita yang ada di kota Palu adalah gizi buruk dan gizi kurang. Deteksi dini masalah gizi menggunakan aplikasi M-Posyandu, meliputi: proses memasukan data, pencatatan, konseling dan pengiriman data
yang dapat langsung diakses oleh lembaga yang berwewenang sebagai pemantauan cepat dan evaluasi. Indikator efektivitas terdiri dari pemahaman kader terhadap program aplikasi baik, dengan sasaran usia 0 bulan-5 tahun, waktu penggunaan aplikasi saat posyandu berlangsung, tercapainya tujuan aplikasi dengan adanya penurunan BBLR dan
status gizi kurang dan gizi buruk dan adanya bukti nyata statistik dan informasi yang akurat dari kader dilapangan.
Aplikasi M-Posyandu efektiv dalam deteksi dini masalah gizi balita di Kota Palu karena datanya dapat segera diakses, cepat dalam pengambilan
keputusan untuk intervensi sehingga dapat menurunkan angka kejadian gizi buruk dan gizi kurang di Kota Palu. |
Corresponding Author: Yayang Minansal
�E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Posyandu memiliki
tujuan untuk menurunkan tingkat Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian
Bayi (AKB) secara cepat melalui pemberdayaan masyarakat. (Akbar, Darmiati,
Arfan, & Putri, 2021) Posyandu memiliki peran yang sangat besar terhadap penanggulangan permasalahan gizi pada balita terkhusus lagi sebagai upaya
pencegahan stunting pada masa balita
(Pratiwi &
Sekarini, 2021)
Pertengahan tahun 2020, tantangan dalam mewujudkan tujuan Posyandu mendapatkan tantangan baru, seluruh dunia dilanda COVID-19,
yang menyebar dan menular antar manusia, sehingga jangkauan kegiatan yang melibatkan banyak orang sangat terbatas (Sholeh, Azizah, & Muzaki, 2021).
Berdasarkan data dari
Dinas Kesehatan Kota Palu dilaporkan permasalahan status gizi balita yang belum tertangani secara menyeluruh yakni status gizi kurang dan gizi buruk (Amadjojo, 2019). Tahun 2019, dikota
Palu terjadi 43 kasus gizi buruk (laki-laki
21 kasus dan perempuan 22 kasus) dan 91 kasus gizi kurang (laki-laki
43 kasus, perempuan 48 kasus).
Secara umum masalah gizi disebabkan
oleh penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab tidak langsung, salah satunya meliputi pelayanan kesehatan yang didalamnya terdapat Posyandu sebagai sarana primer dalam deteksi masalah gizi pada balita (Chomawati, R., & Handayani,
O. W. K, 2019). Pencatatan yang digunakan
adalah pencatatan manual
yang masih tergolong kurang dalam hal
keakuratan data, yang diperoleh
berdasarkan perhitungan berat badan dan umur balita. aplikasi M-Posyandu digambarkan memiliki kelebihan terkait manajemen, kecepatan dan keakuratan data dan
menjadi pengganti buku besar di posyandu
yang tersebar khusus di kelurahan Kota Palu yang diharapkan
dapat membantu akurasi data (Yuliet & Mulyono, 2020).
Program M-Posyandu di Kota Palu berbasis
android dibungkus dalam aplikasi yang bernama CommCare dilengkapi dengan beberapa fitur seperti hari
Posyandu yang didalamnya tekandung menu pemantauan pertumbuhan anak, imunisasi, konseling ASI dan konseling makanan pendamping ASI (Amaliah, 2018).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui sejauh mana efektivitas penggunaan aplikasi M-Posyandu terhadap deteksi dini masalah gizi
pada balita di Kota Palu yang didasarkan
dari masalah gizi yang didapatkan saat kegiatan posyandu
berlangsung.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan instrumen pedoman pertanyaan wawancara mendalam (Indepth
Interview). Sampel berasal dari
kader posyandu yang ada di Kecamatan Palu Utara, Kecamatan Taweli, dan Kecamatan Ulujadi. Sampel berjumlah sebanyak 12 informan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan
kriteria inklusi dan kriteri eksklusi. Adapun kriteria inklusi yakni kader mengetahui
fitur-fitur gizi dalam M-Posyandu, kader telah mengikuti
pelatihan M-Posyandu dan bersedia menjadi responden sedangkan kriteria eksklusi dalam penelitian ini yakni kader
tidak memiliki alat komunikasi tetap. Penelitian dilakukan dibulan agustus 2021
HASIL DAN
PEMBAHASAN
A.
Masalah Gizi Balita di Kota Palu
Hasil wawancara yang didapatkan oleh peneliti
mengenai masalah gizi yang biasa ditemukan selama kegiatan posyandu yakni gizi
kurang dan gizi buruk, sebagaimana dapat dilihat dalam uraian berikut :
1.
Gizi
kurang (Underweight). Sebagaimana
tanggapan yang diberikan:
��..kekurangan Gizi, terutama yang BGM..� (Ny. H, 37
th)
�....yang gizi kurang dari 2T, 3T, yang digaris kuning sampe BGM itu, �diangka 30%....� (Ny. Z, 45 th)
2.
Gizi
Buruk. Sebagaimana tanggapan
yang diberikan :
��.. ada
dua kasus yang gizi buruk�..�
(Ny. YMN, 51 th)
��..gizi buruk ada��.�
(Ny, RM, 41 th)
B.
Efektivitas penggunaan Aplikasi M-Posyandu dalam Deteksi Dini Masalah Gizi pada Balita
Untuk mengetahui keefektivan penggunaan aplikasi ini dalam
deteksi dini masalah gizi balita,
peneliti melakukan tanya-jawab bersama kader posyandu, didapatkan hasil sebagai berikut:
1.
Kelebihan penggunaan aplikasi M-Posyandu
Sebagaimana kutipan langsung dari wawancara
mendalam sebagai berikut:
a.
Kecepatan Pembacaan Data (hasil status gizi anak balita, data, proses rujukan, dan penanganan), sebagaimana tanggapan yang diberikan:
��. kita
sudah mengetahui perkembangan dari si balita�..�
(Ny. Z, 45 th)
�� anak-anak
kurang gizi, itu jempolnya turun,
tidak naik, itu makanannya tidak muncul��(Ny. A, 39 th)
b.
Keakuratan Data. Sebagaimana tanggapan yang diberikan:
�� data balita
lebih akurat, pengiriman data lebih cepat..�
(Ny. RM, 41 th)
2.
Kekurangan penggunaan aplikasi M-Posyandu
Berikut pernyataan yang diberikan :
��.jaringan�� (Ny. RM, 41th)
��,dari jaringan
saja�.� (Ny. N, 41th)
Tetapi, beberapa informan juga memberikan tanggapan, tidak ada kekurangan/hambatan dalam menggunakan aplikasi M-Posyandu, sebagaimana tanggapan yang diberikan:
�tidak ada
hambatannya� (Ny. NL, 31 th)
�nda ada hambatan��� (Ny. H, 37 th)
3.
Kegiatan Posyandu sebelum menggunakan aplikasi M-Posyandu.
Berikut kutipan langsung dari informan:
a.
Lambatnya perhitungan dan pelaporan data. Sebagaimana tanggapan yang diberikan:
���saya
tidak tahu anaknya siapa yang naik anaknya siapa yang tidak naik� (Ny. A, 39 th)
��..
lebih lama kan cari-cari nama�.� (Ny. MI, 36 th)
b.
Kerja kader lebih
berat. Sebagaimana tanggapan yang diberikan:
���.jadi kita cukup repot menghitung� (Ny. RM.
41 th)
��.. masih
sulit untuk menjumlahkan bayi-bayi yang datang di posyandu..�.� (Ny. H, 37 th)
c.
Status
gizi balita kurang akurat. Sebagaimana tanggapan yang diberikan:
��..kalau sebelumnya cuma ditahu oo
ini timbangannya naik,�.�
(Ny. ZA, 30 th)
��.hanya mencatat dan mengetahui berat badannya naik, berat badannya kurang�.� (Ny. N, 41 th)
4.
Kegiatan Posyandu setelah menggunakan aplikasi M-Posyandu
Berikut kutipan langsung dari informan:
a.
Kecepatan Pengiriman Data dan Pelaporan. Sebagaimana tanggapan yang diberikan:
��..lebih cepat ditahu
kalau pake aplikasi M-Posyandu� (Ny. F, 41 th)
�kalau dengan aplikasi kan secepatnya���
(NY. HR, 57 th)
b.
Kecepatan petugas kesehatan turun lapangan. Sebagaimana tanggapan yang diberikan:
��.yang
dari kesehatan cepat turun untuk
merujuk pasien�� (Ny. YMN,
51 th)
c.
Memudahkan kinerja kader. Sebagaimana tanggapan yang diberikan:
�� lebih
mudah dan kader lebih cermat..� (Ny. NL 31 th)
�..sangat cepat mendapatkan jumlah NTBOnya ..� (Ny. H, 37 th)
d.
Menyajikan data yang akurat
��� sudah
diberitahu status gizinya berat badan anak dengan tingkat kehadiran anak�..�
(Ny. N, 41 th)
5.
Proses
deteksi dini dalam aplikasi M-Posyandu
Berdasarkan hasil wawancara
bersama informan, didapatkan hasil sebagai berikut:
a. Pemantauan
pertumbuhan anak. Sebagaimana tanggapan informan:
��..tingkat kehadirannya, status gizinya��. (Ny. N, 41 th)
���..pengukuran lain, misalnya tinggi badan sama lingkar kepala���(Ny.
RM, 41 th)
��..sebelum kita wawancara
ibunya, apakah anaknya sehat, anaknya sakit��� (Ny. YMN,� th)
Pernyataan informan diatas, sejalan dengan data sekunder yang diapatkan oleh peneliti, sebagaimana dapat dilihat berikut ini:
Gambar 1
Tampilan kehadiran balita dalam menu pemantauan pertumbuhan
Gambar 2 Tampilan pengukuran lain balita dalam menu pemantauan pertumbuhan
Gambar 3 Tampilan penilaian status kesehatan
balita
b. Imunisasi. Berikut
tanggapan informan:
�� mendapatkan obat cacing dan masalah
vitamin� (Ny. RM, 41 th)
Pernyataan
diatas didukung dengan data sekunder yang ada, yakni:
Gambar 4 Tampilan
imunisasi dalam menu pemantauan pertumbuhan
c. Konseling ASI.
Sebagaimana tanggapan informan:
��...apakah
anak masih menyusu�.� (Ny. RM, 41 th)
��.cuman
biasa ditanya ibu menyusui��� (Ny. A, 39 th)
Hal tersebut
dapat dilihat juga dalam data sekunder berupa fitur yang mendukung, yakni:
Gambar 5
Tampilan konseling ASI
d. Makanan pendamping
ASI. Sebagaimana tanggapan informan:
���..untuk makanan bayi, makanan tambahan bayi,
MP-ASI�.�
(Ny. N, 41 th)
��kegiatannya ada tambahan MP ASI� (Ny. RM, 41 th)
Tanggapan tersebut
sejalan dengan data sekunder yang menampilkan fitur dalam aplikasi M-Posyandu
berikut ini:
Gambar 6 Tampilan makanan
pendamping ASI
e. Konseling.
Konseling yang diberikan berdasarkan hasil dari status gizi balita yang muncul
di aplikasi M-Posyandu. Sebagaimana tanggapan informan:
��. sekalian konseling,
misalnya status gizi nya kurang, berarti kita kasih tau tingkatkan gizinya� (Ny. F, 41 th)
����.kita kader yang konseling dilangkah 4
nanti dikonseling lagi petugas kalau dia mau imunisasi dilangkah 5�..� (Ny. YMN, 51 th)
(Sumber Data Primer,2021)
PEMBAHASAN
Terdapat 2 Komponen utama yang diajukan oleh peneliti kepada informan diantaranya: masalah gizi balita di Kota Palu dan Efektivitas penggunaan Aplikasi M-Posyandu dalam Deteksi Dini Masalah Gizi pada balita. Pada komponen pertanyaan pertama, peneliti menanyakan mengenai permasalahan gizi yang biasa didapati oleh kader saat melakukan
pengisian informasi mengenai gizi balita
ke dalam aplikasi. Dalam penelitian ini banyak ditemukan
kasus status gizi buruk dan status gizi kurang. Hal ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan, dizaman sekarang, banyak anak-anak mengenal android
dan semacamnya, alat-alat ini bila tidak
digunakan sebagaimana mestinya dapat mengganggu waktu makan anak dan waktu tidur anak
yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, selain itu,
disebabkan pula karena ketidakberagamannya makanan yang diberikan pada balita (Permatasari, T. A. E, 2021). Faktor ekonomi
dan ketidakmauan keluarga balita untuk dilakukan
kunjungan rumah dari tenaga kesehatan
dalam melakukan penilaian status gizi balita juga mempengaruhi status gizi balita (Pritasari,
Didit, & Nugraheni, 2017).
Tahun 2019, dikota Palu terjadi 43 kasus gizi buruk
(laki-laki 21 kasus dan perempuan 22 kasus) dan 91 kasus gizi kurang
(laki-laki 43 kasus, perempuan 48 kasus). Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh WVI selaku pengembang aplikasi M-Posyandu didapatkan penurunan kasus gizi buruk
dan gizi kurang sesudah menggunakan aplikasi M-Posyandu. Ditahun 2018 sebelum posyandu menggunakan aplikasi M-Posyandu didapatkan kasus gizi buruk sebanyak
10.2% dan gizi kurang sebanyak 22,2% dan setelah menggunakan aplikasi M-Posyandu, status gizi kurang menjadi 14,8% dan gizi buruk menjadi
5,9% ditahun 2021 (Woliantara,
2017).
Komponen pertanyaan ke-2 menggali informasi mengenai efektivitas penggunaan aplikasi M-Posyandu dalam deteksi dini
masalah gizi pada balita yang diuraikan berdasarkan kelebihan dan kekurangan yang mengarahkan keefektivan dari penggunaan aplikasi. Dalam penelitian didapatkan keuntungan lebih banyak dirasakan oleh berbagai pihak, mulai dari ibu
balita, kader posyandu, kelurahan, puskesmas hingga dinas Kesehatan Kota Palu dengan kerja sama yang dilakukan dalam proses pelayanan posyandu juga proses pendampingan penggunaan aplikasi M- Posyandu. Selain itu terdapat pula fitur-fitur yang membantu dalam deteksi dini
masalah gizi balita sehingga dapat secara cepat
terlihat kasus gizi balita dan memberi peluang lebih cepat untuk
dilakukan intervensi pada kasus gizi yang didapatkan. Adapun hambatan yang banyak dikeluhkan tidak berasal dari
dalam aplikasi M-Posyandu sendiri melainkan berasal dari faktor luar
yang dapat diberikan solusi. Selain itu, untuk mencapai efektivitas suatu program perlu diperhatikan beberapa indikator seperti pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya
tujuan dan perubahan nyata (Mingkid,2017). Dari deskripsi ini dapat disimpulkan
bahwa efektivitas mengacu kepada pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Dimana tujuan awal proyek iREACH
ini untuk optimalisasi layanan gizi kesehatan ibu dan anak melalui
2 strategi : (1) penguatan sistem pemantauan layanan program di posyandu dengan menggunakan aplikasi M-Posyandu (berbasis IT) dan (2) peningkatan pola hidup sehat
dimasyarakat melalui komunikasi perubahan perilaku.
Pernyataan-pernyataan diatas berbanding lurus dengan penelitian-penelitian
sebelumnya yang dilakukan mengenai keefektivan dari penggunaan aplikasi mobile dengan berbagai jenis aplikasi seperti SMS, MMS, Mobile
Call, Balita sehat meningkatkan
derajat kesehatan, meningkatkan tingkat kehadiran dan kepatuhan partisipan dalam pelayanan kesehatan, dan meningkatkan status gizi balita (Amaliah,
2018).
Aplikasi M-Posyandu merupakan salah satu inovasi dari Posyandu
untuk memudahkan para kader Posyandu dalam memantau tumbuh kembang bayi dan balita, meningkatkan akurasi data, mempercepat waktu pelaporan sehingga jika ditemukan masalah kesehatan pada bayi dan balita terutama mengenai masalah gizi akan
lebih cepat dilakukan intervensi dalam mengatasi masalah tersebut dan mendorong kader memberikan umpan balik segera dan rujukan yang sangat dibutuhkan
oleh pengasuh balita (Nata, A., & Sena, M. D, 2018).
Pengimputan data M-Posyandu
menjadi salah satu solusi pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan balita
yang dapat dilakukan secara teratur. Sistem Informasi Posyandu (SIP) ini menggunakan aplikasi smartphone
android guna menggantikan sistem administrasi Posyandu yang masih bersifat manual dan konvensional khususnya sebagai pengganti dari KMS. Dalam aplikasi ini sudah
terdapat proses pencatatan
data balita, jadwal imunisasi dan perkembangan balita yang dapat digunakan dengan mudah dan cepat (Savitri, N., & Nurwasito, H. 2018).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bersama para kader posyandu mengenai efektivitas penggunaan aplikasi M-Posyandu dalam deteksi dini masalah
gizi pada balita di Kota
Palu, maka peneliti dapat menarik kesimpulan
sebagai berikut:
1.
Masalah gizi balita yang ada di Kota Palu adalah
gizi buruk dan gizi kurang.
2.
Proses deteksi dini masalah gizi menggunakan
aplikasi M-Posyandu dilaksanakan melalui tahapan: memasukan data, pencatatan,
wawancara bersama ibu balita mengenai kondisi balita, konseling dan pengiriman
data yang dapat langsung diakses oleh lembaga yang berwewenang sebagai
pemantauan cepat dan evaluasi
3.
M-Posyandu efektiv dalam deteksi dini masalah gizi
balita di Kota Palu karena datanya dapat langsung diakses sehingga cepat dalam
pengambilan keputusan untuk intervensi.
BIBLIOGRAFI
Akbar, F., Darmiati, D., Arfan, F., & Putri, A.
A. Z. (2021). Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia di Kecamatan
Wonomulyo. Jurnal Abdidas, 2(2),
392-397. Google
Scholar
Amadjojo, R. A. (2019).
Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Palu. Google
Scholar
Amaliah, N. (2018). Pemakaian Aplikasi
Mobile" Balita Sehat" Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam
Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Balita. Buletin Penelitian Kesehatan, 46(3), 155-168. Google
Scholar
Pratiwi, P. I., & Sekarini, N. N. A. D.
(2021). The use of web-based applications on posyandu cadre knoledge about
early detection stunting. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad, 14(1), 103-112. Google
Scholar
Pritasari, Pritasari, Didit,
Damayanti, & Nugraheni, Tri Lestari. (2017). Gizi dalam daur kehidupan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Google
Scholar
Sholeh, S., Azizah, A. N., & Muzaki, I.
A. (2021, April). Implementation Of �Mobile Posyandu� During Pandemic Covid 19.
In Proceeding International Conference of Innovation
Science, Technology, Education, Children and Health (Vol. 1, No. 1). Google
Scholar
Woliantara. (2017). Profil
Kesehatan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Palu. Google
Scholar
Yuliet, S. N., & Mulyono, S. (2020).
Efektivitas Aplikasi Smartphone Sebagai Sarana Penunjang Kegiatan Posyandu. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health
Research" Forikes Voice"), 11, 53-56. Google
Scholar
Chomawati, R., & Handayani, O. W. K.
(2019). Analisis Efektivitas Program Pos Peduli Gizi Anak Berbasis Potensi
Lokal. Kesmas Indonesia, 11(2),
90-105. Google
Scholar
Permatasari, T. A. E. (2021). Pengaruh Pola Asuh
Pembrian Makan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(2), 3-11.
Google
Scholar
Mingkid, G. J., Liando, D., & Lengkong,
J. (2017). EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DANA DESA DALAM PENINGKATAN PEMBANGUNAN
(Suatu Studi Di Desa Watutumou Dua Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa
Utara). Jurnal Eksekutif, 2(2). Google
Scholar
Nata, A., & Sena, M. D. (2018,
September). Aplikasi layanan kesehatan terpadu masyarakat pada posyandu anggrek
urung pane berbasis mobile. In Seminar Nasional Royal
(SENAR) (Vol. 1, No. 1, pp. 139-144). Google
Scholar
Savitri, N., & Nurwasito, H. (2018).
Pengembangan aplikasi mobile untuk pelayanan administrasi posyandu dengan
menggunakan Google Maps Api Geolocation Tagging. J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput. e-ISSN, 2548, 964X. Google
Scholar