PENGARUH
MOTIVASI BELAJAR DAN PENGUASAAN TATA BAHASA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA
INGGRIS
Tia Karlina
Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Cirebon
Email: [email protected]
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
02-06-2022 |
The result of teaching
learning process determined by many factors, such as: students as a
participant which include students� intelligence level, students� interest,
students� motivation, talent, and others; second, curriculum factor,
teachers, facilities, resources, and media; third, environment factor include
location, school, culture, climate and others. Learning motivation and grammar mastery greatly
affected in the students� learning achievement in English. By motivation, the
students able to improve their knowledge, skill, and attitude value in
learning English. In addition, grammar is an important aspect in mastering
and developing English language skills, by mastering grammar students able to
know how sentences and phrases are formed. The purpose of this study was to
knowing the influence of learning motivation and grammar mastery to improve
students� learning achievement in English. Research method of this study was
survey, with 76 respondents of sample selected randomly from three school.
The results showed: there is
a significant influence of learning motivation and grammar mastery together
to improve students� learning achievement in English. Proved with Fhitung= 19,910 and Sig
= 0.000<0.05. These was showing every increase one unit of learning motivation
and grammar mastery able to increase students� learning achievement in
English |
|
Accepted: |
10-06-2022 |
|
|
Published: |
20-06-2022 |
|
|
Keywords: |
Learning motivation; grammar mastery;
students; learning achievement in English; |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata kunci: |
Motivasi Belajar; Penguasaan Tata Bahasa; Prestasi
Belajar Bahasa Inggris. |
|
Corresponding Author: Tia Karlina�
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Prestasi belajar sebagai suatu kemampuan
nyata dan pengukurannya secara tepat dihasilkan
oleh suatu tes. Prestasi belajar bahasa Inggris merupakan hasil usaha yang dicapai oleh seseorang setelah mengikuti suatu proses kegiatan belajar bahasa Inggris(Indrianie,
2015). Menurut (Rusmiati,
2017) yang menyatakan bahwa prestasi belajar adalah kesempurnaan seseorang dalam berpikir, merasa dan berbuat. Pencapaian
target diperlukan untuk mengetahui tingkat ketercapaian peserta didik dalam sebuah
proses belajar dan kemampuan
untuk menggunakan apa yang telah dipelajari yang dapat dilihat pada tingkat kemampuannya(Mulyanto, 2016). Hal ini dipertegas oleh(Syam & Amri, 2017), yang menyatakan bahwa prestasi belajar adalah interaksi dari beberapa faktor
yang paling mempengaruhi baik
dari dalam diri individu maupun
dari luar individu yang bersangkutan.
Berkaitan dengan proses belajar mengajar, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah motivasi. Motivasi merupakan salah satu faktor internal yang cukup baik dalam proses belajar mengajar. Motivasi belajar diperlukan untuk menumbuhkan minat siswa terhadap mata pelajaran yang akan diajarkan(Marleni, 2016). Hal ini dipertegas
oleh (Rumhadi, 2017)yang menyatakan bahwa motivasi adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang
agar ia menjadi tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu. (Nurmalasari, 2014) menyatakan
bahwa �motif� (motive) berasal
dari bahasa latin motivum atau movere, yang berarti segala
sesuatu yang mendorong seseorang untuk berbuat atau bertindak
melakukan sesuatu kegiatan untuk mencapai tujuan. Artinya seseorang tersebut terdorong untuk melakukan sesuatu yang lebih positif daripada sebelumnya.
Jonathan Fred dikutip menyatakan bahwa adanya sebuah analogi
antara motivasi kebanyakan orang dan struktur sebuah gunung es. Sebuah segmen signifikan
motivasi manusia muncul di bawah permukaan, yang tidak selalu terlihat oleh manusia tersebut. Maka oleh karenanya, seringkali hanya sebagian kecil dari motivasi seseorang
terlihat jelas atau disadari oleh orang yang bersangkutan (Khusaini, 2013). Bahwa motivasi
belajar adalah usaha-usaha seorang (siswa) untuk menyediakan
segala daya dan upaya nya untuk
belajar sehingga ia mau atau
ingin melakukan proses pembelajaran. Tanpa adanya motivasi tidak akan mungkin
terjadi proses belajar (Indayati, 2014).
Selain motivasi belajar, variabel lainnya yang mempengaruhi prestasi belajar bahasa Inggris adalah penguasaan tata Bahasa (Sasmita, 2018). (McCarthy &
Carter, 2006)menyatakan bahwa tata bahasa atau disebut
juga dengan grammar merupakan
aspek penting dalam penguasaan dan pengembangan kemampuan bahasa inggris. Grammar ini berkaitan dengan
bagaimana kalimat dan ucapan terbentuk. Hal ini dipertegas oleh pendapat lain dari Carter dan
yang menyatakan bahwa tata bahasa sebagai struktur berarti, yang artinya apa saja
aturan-aturan yang harus kita ketahui dalam
rangka untuk membangun kalimat atau klausa secara
tepat mendefinisikan tata bahasa sebagai satu kumpulan aturan
yang menata bagian susunannya(Aminah, 2020). Tata bahasa menentukan bagaimana kata � kata itu disusun dalam bentuk
unit � unit bahasa yang bermakna.
Hal ini dipertegas oleh (Medis, 2015) yang menyatakan bahwa bahasa yang lebih cenderung memperhatikan Bahasa Inggris asli Inggris
(British English) mendefinisikan tata bahasa sebagai aturan yang menerangkan bagaimana kata digabungkan, disusun atau diubah
untuk menunjukkan beberapa jenis makna.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada dua
macam strategi belajar bahasa (termasuk tata bahasa), yaitu: 1) Strategi belajar bahasa dengan meningkatkan pengalaman belajar bahasa (exposure) atau interaksi dengan berbagai sumber belajar bahasa misalnya membaca surat kabar, menonton
siaran berbahasa Inggris di TV, dan berkomunikasi dengan penutur asli. Strategi tersebut lebih diorientasikan kepada makna semata-mata
dan tidak pada bentuk atau pola kalimat
(purely meaning-oriented); 2) Strategi belajar implisit yang melibatkan bentuk. Dengan strategi tersebut, pembelajar bahasa memberikan perhatian penuh pada makna. Tetapi ketika
mendapati masalah terutama dalam memproduksi bahasa mereka memberikan perhatian khusus (meskipun secara temporal) pada
tata bahasa yang digunakan,
misalnya memberikan perhatian khusus pada struktur kalimat yang dominan digunakan, memperhatikan bagaimana orang dengan kemampuan bahasa yang lebih baik berbicara dan kemudian menirukannya, dan sebagainya.
Prestasi belajar akan berguna
apabila memenuhi tiga aspek yakni:
kognitif, afektif dan psikomotor, sebaliknya prestasi dikatakan kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi
target ketiga kriteria tersebut(Sadipun, 2020). Namun
pada kenyataannya, banyak siswa yang kurang memperhatikan apabila gurunya menerangkan di dalam kelas. Hal ini dapat disebabkan
oleh kurangnya motivasi belajar mereka terutama terhadap pelajaran bahasa Inggris. Terlebih, di kalangan siswa telah berkembang kesan yang kuat bahwa pelajaran bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sulit untuk dipahami
dan selalu kurang menarik. Salah satu penyebab selain di atas adalah kurangnya
motivasi belajar siswa untuk mempelajari
bahasa Inggris(Utami & Nurjati, 2017). Kemudian
grammar (tata bahasa) merupakan
aspek yang fundamental dalam
kemampuan berbicara seseorang. Orang orang berfikir bahwa bila seseorang memiliki penguasaan grammar (tata
bahasa) yang baik maka kemampuan berbicaranya pun akan baik. Dengan adanya
penguasaan tata bahasa inggris maka siswa
akan merasakan bahwa melalui pendidikan,
mereka memiliki keahlian atau keterampilan
yang sekiranya menjadi
modal awal dalam menggapai cita-cita yang mereka inginkan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka peneliti
ingin mengkajinya dengan melakukan penelitian ini yang diberi judul: Pengaruh
Motivasi Belajar dan Penguasaan Tata Bahasa terhadap Prestasi Belajar Bahasa Inggris. Dengan mengaitkan beberapa variabel yang merupakan beberapa faktor pendukung atau mempengaruhi prestasi belajar bahasa Inggris yakni, motivasi belajar dan penguasaan tata bahasa atau yang sering disebut dengan grammar.
METODE
PENELITIAN
Penelitian ini berlokasi di SMK Mandiri, SMK Teknik Bakti Persada dan SMK PGRI 2 Palimanan Kabupaten Cirebon. Adapun objek penelitiannya adalah siswa � siswi kelas
X. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif.
Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK Mandiri, SMK Teknik Bakti Persada, dan SMK PGRI 2 Palimanan
pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah
760 siswa. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random
sampling, yaitu prosedur pengambilan sampel dimana semua individu
yang masuk dalam kategori populasi mempunyai kesempatan (propability) yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Jadi penelitian menggunakan sampel yang diambil dari populasi. Ridwan (2009: 70) menyatakan bahwa apabila subjek kurang dari 100, maka Iebih baik
diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subjeknya besar dapat diambil
antara 10% - 15% atau 20% -
25% atau lebih. Sampel pada penelitian ini diambil 10% dari populasi yaitu
sebanyak 76 siswa.
Instrumen
yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang motivasi belajar dalam bentuk kuesioner
yaitu dengan menggunakan rating scale. Instrumen
yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang penguasaan tata bahasa adalah dengan menguji
siswa membuat kalimat berpola present
continuous tense, dengan jumlah
soal sebanyak 25 soal sebelum validasi
dan 20 soal setelah validasi. Teknik analisis data
yang digunakan adalah analisis data deskriptif yaitu teknik penyajian
data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, grafik poligon, dan histogram untuk
masing - masing variabel penelitian
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Motivasi belajar yang tinggi dan penguasaan tata bahasa yang tinggi atau di atas rata � rata tentu akan berpengaruh
atau berbanding lurus dengan prestasi
belajar bahasa Inggris siswa. Semakin tinggi motivasi belajar dan penguasaan tata bahasa tentu akan semakin
tinggi pula prestasinya, sebaliknya semakin rendah motivasi belajar dan penguasaan tata bahasa maka semakin
rendah pula prestasi belajar bahasa inggris siswa. Dalam penelitian ini terdapat dua
variabel bebas yaitu motivasi belajar (Xₗ)
dan penguasaan tata bahasa
(X₂)
dan satu variabel tidak bebas yaitu
prestasi belajar bahasa inggris (Y).
Skor prestasi
belajar bahasa inggris yang diperoleh dari responden mempunyai rata-rata 8,28 dengan standar deviasi 0,866 dan median
8,5. Skor minimum prestasi belajar
bahasa inggris siswa adalah 6,0 dan skor maksimum prestasi
belajar bahasa inggris siswa sebesar
10,00. Sementara simpangan baku atau standar
deviasi sebesar 0,866 atau 9,57% dari rata �rata, menunjukan bahwa perbedaan prestasi belajar bahasa inggris antar responden
termasuk sedang. Hal ini menujukkan bahwa prestasi belajar bahasa inggris siswa cukup
beragam. Histogram dari
data tersebut dapat dilihat pada gambar 4.1.
Gambar 4.1
Histogram Data Skor Prestasi Belajar Bahasa Inggris
Dari data prestasi belajar bahasa inggris diatas juga dapat dilihat bahwa rata-rata dan
median hampir sama yaitu 8,28 dan 8,5. Hal ini menunjukan bahwa prestasi belajar bahasa inggris siswa pada penelitian ini cukup representative. Sedangkan skor prestasi belajar bahasa inggris yang berada diatas rata-rata lebih banyak dibandingkan
dengan yang dibawah
rata-rata, hal ini menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai prestasi belajar bahasa inggris lebih tinggi lebih
banyak dibanding yang rendah.
Tabel 4.1
Rekapitulasi Hasil
Perhitungan Pengujian Signifikansi Koefisien Regresi
Pengaruh Variabel Xₗ dan
X₂ terhadap Variabel
Y
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
Df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
19.829 |
2 |
9.915 |
19.910 |
.000b |
|
Residual |
36.353 |
73 |
.498 |
|
|
|
|
Total |
56.183 |
75 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Prestasi Belajar Bahasa Inggris |
||||||
|
b. Predictors: (Constant), Penguasaan
Tata Bahasa, Motivasi Belajar |
||||||
Berdasarkan angka statistik pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai F0 = 19,910 dan Sig = 0,000 < 0,05. Hal
ini menunjukkan H0 tidak dapat diterima
dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar dan penguasaan tata bahasa secara bersama � sama terhadap prestasi
belajar bahasa inggris.
Pada penelitian
di atas diketahui bahwa tidak ada
multikolinieritas antar variabel independen, data homogen dan galat mengikuti distribusi normal. Pada
tabel model summary terlihat
bahwa koefisien korelasi pengaruh variabel bebas motivasi belajar (Xₗ) dan variabel penguasaan tata bahasa (X₂) secara bersama � sama terhadap prestasi
belajar bahasa inggris (Y) sebesar 0,594 dan koefisien
determinasi 35,3% menunjukkan
kontribusi variabel bebas motivasi belajar (Xₗ) dan variabel penguasaan tata bahasa (X₂) secara bersama � sama terhadap prestasi belajar bahasa inggris.
KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan penguasaan tata bahasa secara sendiri � sendiri atau secara
bersama � sama terhadap prestasi belajar bahasa inggris, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar (X1) dan penguasaan tata bahasa (X2) secara bersama � sama terhadap prestasi belajar bahasa inggris (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung =
19.910 dan nilai Sig = 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Terdapat pengaruh
yang signifikan motivasi belajar (X1) terhadap prestasi belajar bahasa inggris (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung = 3.312 dan nilai
Sig = 0.001 < 0.05 sehingga H0
ditolak dan H1 diterima. Terdapat pengaruh
yang signifikan penguasaan
tata bahasa (X2) terhadap prestasi belajar bahasa inggris (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung = 3.419 dan nilai
Sig = 0.001 < 0.05 sehingga H0
ditolak dan H1 diterima,
BIBLIOGRAFI
Aminah, Sitti. (2020). Bahasa Indonesia:
Untuk Perguruan Tinggi (Vol. 1). KITA Publisher.
Indayati, Retno. (2014). Upaya Guru
Aqidah Akhlak dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV MI Plus Darul
Huda di Desa Tingal Kecamatan Garum Kabupaten Blitar Tahun Pelajaran 2013/2014.
Indrianie, Niken Sholi. (2015). Penerapan
model tutor sebaya pada mata pelajaran bahasa inggris reported speech terhadap
hasil belajar peserta didik MAN Kota Probolinggo. Jurnal Kebijakan Dan
Pengembangan Pendidikan, 3(1).
Khusaini, Fachry. (2013). Implementasi
left corner parsing untuk pembelajaran grammar bahasa Inggris pada game 3D
adventure �Go to London.� Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Marleni, Lusi. (2016). Faktor-faktor yang
mempengaruhi minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bangkinang. Journal
Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 149�159.
McCarthy, Michael, & Carter, Ronald.
(2006). Ten criteria for a spoken grammar. Explorations in Corpus
Linguistics, 27, 27�52.
Medis, A. Perekam. (2015). Bab 3 Peran Dan
Fungsi Perekam Medis. Manajemen Unit Kerja: Untuk Perekam Medis Dan
Informatika Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat Keperawatan Dan Kebidanan, 81.
Mulyanto, Albertus Tri. (2016). PENERAPAN
METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
PADA SUBTEMA MANUSIA DAN PERISTIWA ALAM DI KELAS V SEKOLAH DASAR. FKIP
UNPAS.
Nurmalasari, Euis. (n.d.). Upaya
meningkatkan motivasi belajar matematika melalui pemberian kartu skor
partisipasi siswa: penelitian tindakan kelas di SMP Islamiyah Ciputat.
Rumhadi, Tri. (2017). Urgensi Motivasi
dalam Proses Pembelajaran. Inovasi-Jurnal Diklat Keagamaan, 11(1),
33�41.
Rusmiati, Rusmiati. (2017). Pengaruh Minat
Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Ekonomi Siswa MA AL FATTAH
Sumbermulyo. Utility: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Ekonomi, 1(1),
21�36.
Sadipun, Berty. (2020). Penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share untuk Meningkatkan Prestasi
Belajar IPS Siswa Kelas V SDI ENDE 14. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1),
11�16.
Sasmita, Ruwaiza. (2018). PENGARUH MINAT
BELAJAR DAN DISIPLIN DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS (SURVEI
SISWA SMP NEGERI DI KOTA BEKASI). INFERENCE: Journal of English Language
Teaching, 1(1).
Syam, Asrullah, & Amri, Amri. (2017).
Pengaruh kepercayaan diri (self confidence) berbasis kaderisasi IMM terhadap
prestasi belajar mahasiswa (studi kasus di program studi pendidikan biologi
fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhammadiyah parepare). Jurnal
Biotek, 5(1), 87�102.
Utami, Lufiana Harnany, & Nurjati,
Linda. (2017). Hubungan Self-Efficacy, Belief dan Motivasi dengan Kecemasan
Mahasiswa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Psympathic: Jurnal Ilmiah
Psikologi, 4(2), 219�238.