PENGGUNAAN MEDIA PADLET UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA SMP ISLAM AL KAUTSAR

Adinda Apriliana1*

Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Email: [email protected]

 

Abstract

Received:

03-06-2022

In this global era, the growth of digital technology which continues to be an environment brings challenges in education, one of which is learning to write poetry so that it continues to innovate and increase creativity indeveloping efficient and attractive media for education. However, many teachers in several schools, still do not use interesting learning media. With tedious learning methods, students do not pay close attention to learning activities. The impact results in low interest and concentration in learning. Therefore, in poetry writing education requires Padlet media. Padlet media is a digital media designed for learning not to be boring. This research aims to explain the use of digital-based mediators, namely Padlet at Al Kautsar Islamic Junior High School. Data collection methods are through observation, interviews and note taking. The research results show that the use of the Padlet application can support teachers in writing poetry activities that are attractive to students.

 

Accepted:

12-06-2022

Published:

22-06-2022

 

Keywords:

 

Poetry, Poetry Writing Learning, Padlet Media

 

Abstrak

Kata kunci:

Puisi, Pembelajaran menulis puisi. Media Padlet

Di era global ini, pertumbuhan teknologi digital yang terus menjadi lingkungan membawa tantangan dalam pendidikan, salah satunya adalah pembelajaran menulis puisi supaya terus berinovasi serta meningkatkan kreativitas dalam pengembangan media untuk pendidikan yang efisien serta menarik. Tetapi banyak guru di beberapa sekolah, masih belum memakai media pembelajaran yang menarik. Dengan metode pembelajaran yang membosankan, siswa tidak mencermati aktivitas belajar dengan baik. Dampaknya berakibat pada rendahnya minat dan konsntrasi dalam belajar. Oleh sebab itu, dalam pendidikan menulis puisi membutuhkan media Padlet. Media Padlet merupakan media digital yang dirancang untuk belajar agar tidak membosankan. Riset ini bertujuan buat menjelaskan penggunaan mediator berbasis digital yaitu Padlet di SMP Islam Al Kautsar. Metode pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara serta pencatatan. Hasil riset menampilkan bahwa pemakaian aplikasi Padlet bisa menunjang guru dalam melakukan aktivitas menulis puisi yang menarik bagi siswa.

Corresponding Author: Adinda Apriliana

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Hadirnya teknologi digital di masa saat ini ini bawa pergantian dalam bidang pembelajaran. Diantara pembaruan tersebut merupakan timbulnya Website 2. 0 yang diketahui dengan social website(Noor, 2019). Dunia pendidikanpun mengambil banyak khasiat dari website 2. 0 dalam proses pendidikan(Lestari, Mahbubah, & Masykuri, 2019). Perihal ini jadi tantangan untuk guru bahasa Indonesia buat terus melaksanakan inovasi serta kreasi paling utama dalam bidang media pendidikan agar cocok dengan pertumbuhan era terbaru yang banyak menggunakan teknologi digital dengan memakai jaringan internet yang ada. Menurut (Baharudin, Suyanto, & Sudaryanto, 2016) kalau website 2. 0 bisa menolong dalam tingkatkan proses pendidikan serta menjadikan pendidikan efisien serta menarik. diantara media pendidikan terkini dari website 2. 0 merupakan media padlet(Lestari et al., 2019). Padlet sediakan kemudahan komunikasi secara maya ataupun atas talian yang mempermudah murid untuk meneruskan pendidikan tanpa terikat dengan waktu pengajaran serta pendidikan di dalam kelas(How, Zulnaidi, & Rahim, 2021). Mereka boleh memakai Padlet buat berbicara bersama- sama rakan ataupun guru semasa cuti sekolah, pada waktu serta posisi yang berbeda.

Di dalam melalui media Padlet Media Padlet di dalamnya berisi teks, grafis, animasi, vidio dan link. Semuanya membantu siswa untuk memahami pelajaran,mengingatnya dan mengembangkan idenya dengan mudah. Menurut (Maswan, 2011) bahwa mayoritas peserta didik sekarang menyukai menggunakan internet melalui komputer dan Handphone untuk mencari informasi, karena dapat menemukan informasi yang mereka cari dengan cepat(Kurniawati, 2021). Maka hal ini memberikan pengaruh terhadap keikutsertaan mereka dalam proses pembelajaran. Sebuah penelitian dari Zamri mengungkapkan bahwa pembelajaran menggunakan media tradisional menyebabkan rendahnya minat dan kemampuan belajar siswa. Sejalan dengan itu, (Nengrum, Pettasolong, & Nuriman, 2021) mengungkapkan bahwa peserta didik akan merasa bosan untuk mengikuti pengajaran bahasa jika guru menggunakan buku teks dan menggunakan media papan tulis terus-menerus yang membuat siswa merasa bosan saat kegiatan belajar, Salah satunya adalah pembelajaran tentang puisi dan menulis puisi (Pakpahan et al., 2020). Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang dipelajari. ����McCaulay, Hudson yang disunting Aminudin (2009: 134) mengungkapkan bahwa �puisi adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi�. Pembelajaran puisi terbagi pada pembelajaran menyimak, membaca,dan menulis puisi, dalam kaitannya dengan kemampuan menulis, puisi dapat dijadikan bahan untuk kemampuan menulis tersebut khususnya di kelas tinggi, karena di kelas tinggi, siswa mulai diperkenalkan dengan karya-karya sastra tulisan dan dibiasakan untuk dapat menulis sebuah karya dengan sederhana(Permana & Indihadi, 2018). Menulis puisi merupakan sebuah keterampilan namun banyak anggapan bahwa menulis puisi merupakan suatu bakat, sehingga orang yang tidak mempunyai bakat tidak akan terampil menulis puisi(Royani, 2019). Menulis puisi adalah sarana untuk menuangkan gagasan dan perasaan. Pembelajaran menulis puisi di sekolah bertujuan untuk menanamkan rasa peka terhadap karya sastra, sehingga memunculkan perasaan senang, cinta dan tertarik terhadap apresiasi sastra(Suaib, 2021). Selain itu, pembelajaran menulis puisi di sekolah sangat penting dan bermanfaat bagi siswa karena dapat menstimulus otak sehingga siswa mampu berfikir kreatif dan simpatik terhadap lingkungan di sekitarnya.

����� Berdasarkan observasi awal di SMP Islam Al kautsar bahwa guru bahasa Indonesia menggunakan media pembelajaran Seperti buku teks dan Classroom, aplikasi Classroom tersebut digunakan untuk mengumpulkan tugas(Parnawi, 2020). Namun mereka merasa bosan karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan hanya menggunakan tiga media itu saja. Ketika mereka merasa bosan dan tidak tertarik oleh media pembelajaran tersebut, maka akan menyebabkan rendahnya kemampuan mereka dalam belajar. Oleh karena itu, guru Bahasa Indonesia harus menyelesaikan permasalahan ini melalui penggunakan media lain, yaitu media pembelajaran menggunakan aplikasi Padlet. Di dalam Berdasarkan SMP Islam Al kautsar banyak siswanya yang senang dalam pembelajaran tentang puisi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh 10 siswa, hampir semua merasa bosan jika menulis sebuah puisi hanya menggunakan media buku(Kholifah, 2018).

Penelitian tentang penggunaan media Padlet telah banyak dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Penelitian pertama yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang berjudul �Penggunaan Media Padlet untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi �, penelitian tersebut dilakukan oleh Tatmainnul Qulub dan Shifa Fauziah Renhoat, pada Juni 2020. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dengan penggunaan media Padlet ini berhasil menarik minat dan kemampuan peserta didik dalam menulis teks deskripsi. Guru dalam proses pembelajaran, dengan media Padlet ini juga membantu keterampilan siswa dalam menulis teks deskripsi dengan mudah dan menyenangkan.

Selanjutnya, penelitian kedua yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang berjudul �Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Jepang Melalui Media Padlet�, penelitian tersebut dilakukan oleh Rizki Maulina Handini, Herniwati dan Wawan Danasasmita, pada tahun 2020. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaa Media Padlet cukup terbukti efektif dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis bahasa Jepang. Hasil Tes Kelas Eksperimen menunjukkan hasil nilai tertinggi yaitu 95 dan hasil nilai terendah yaitu 65 sehingga nilai rata-rata yang diperoleh adalah 80,41. Dan berdasarkan data statistik, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Padlet cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis bahasa Jepang pada peserta magang di LPK JLMC Lembang(Handini, 2020).

Selanjutnya, penelitian ketiga yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang berjudul �Implikasi Padlet dalam Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah�, penelitian tersebut dilakukan oleh Aprilia Adawiyah, pada tahun 2018. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa di dalam angket/kuesioner mengenai aplikasi Padlet dalam pembelajaran menulis karya ilmiah dipeorleh data sebanyak 39 responden yang memberikan respon, di dalam angket/kuesioner terdapat 11 pernyataan tertutup berupa pilihan sangat setuju (ss), penilaian angket (skala sikap), menggambarkan bahwa sebagian besar responden memberikan responden memberikan respon positif. Terdapat 85% setuju dengan minat pada mata kuliah Menulis Karya Ilmiah, 92% menunjukkan ketertarikan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan menulis, 61% menunjukkan pengalaman baru menggunakan media atau aplikasi Padlet dalam perkuliahan, 67% menunjukkan penggunaan Padlet meningkatkan motivasi belajar, 76% menunjukkan media atau aplikasi Padlet dapat membantu mengungkapkan ide atau gagasan secara tertulis, 53,8% menunjukkan keenganan menulis pendapat pada kegiatan diskusi dalam media Padlet, 88% menunjukkan aplikasi/media Padlet membantu pengerjaan tugas menukis karya ilmiah, 74% menunjukkan aktivitas diskusi dalam Padlet membantu dalam memahami materi menulis karya ilmiah, 72% menunjukkan dapat menghasilkan karya tulis ilmiah setelah pembelajaran dengan Padlet.

Berdasarkan tiga penelitian yang telah diuraikan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dan persamaan dengan penelitian yang akan dilakukan. Perbedaannya terletak dalam objek penelitiannya, yaitu menulis teks deskripsi, menulis bahasa jepang dan menulis karya ilmiah. Persamaanya yaitu menggunakan Media Padlet untuk pembelajaran menulis dan dengan adanya media/aplikasi Padlet ini memberikan respon postif, sehingga membantu dalam kegiatan pembelajaran dan juga menulis, dengan media/aplikasi Padlet ini dapat meningkatkan keterampilan dalam menulis (Salama, 2022).

 

METODE PENELITIAN

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Moleong, 2007). Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian untuk yang digunakan untuk meneliti pada kondisi subjek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen). Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodelogi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, leporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Habsy, 2017). Penelitian yang digunakan Yaitu dengan melakukan observasi serta analisis objektif melalui pengambilan data dan kesimpulan serta menjelaskan beberapa fakta yang ditemukan di lapangan. (Setiya Bambang, 2006). Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Adapun teknik pengumpulan data melalui tiga prosedur yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi agar menghasilkan data dan informasi yang akurat.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan di SMP Islam Al kautsar yang terletak di kel. Pondok Cabe Ilir, kec. Pamulang, Banten. Peneliti memilih sekolah ini karena terdapat guru bahasa Indonesia yang memahami penggunaan teknologi secara baik dan peserta didik menggunakan Handphone ketika berada di lingkungan sekolah. Melalui Handphone yang sudah terjaring internet sehingga guru dapat menyampaikan informasi melalui media Padlet yang menggunaannya harus menggunakan jaringan internet. Setelah guru menggunakan media ini dalam pembelajaran menulis, seperti menulis puisi, cerita pendek dan karangan yang lainnya dengan jumlah 30 orang. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi maka peneliti menghasilakan data atau informasi sebagai berikut :

1.      Peserta didik merasa tertarik dan senang ketika mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media Padlet

2.      Media Padlet berfungsi sebagai pengganti dari papan tulis konvensional, sehingga guru dapat memberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari, mengomentari hasil karya siswa yang telah dibuat didinding Padlet, melihat hasil karya siswa dengan mudah dan tidak membosankan, dan Padlet ini juga berfungsi sebagai tempat diskusi, kelompok kerja.

3.      Peserta didik belajar dengan sangat antusias, hal itu terbukti ketika mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tertulis di Padlet menggunakan hp dengan sangat mudah, dan mereka juga sangat senang, karena ketika menulis puisi atau karangan lain, mereka bisa memberikan gambar dan juga suara dalam hasil tulisan mereka.`

4.      Media Padlet juga meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis, karena mereka tidak merasa bosan

Berdasarkan hasil observasi di lapangan dan wawancara dengan guru bahasa Indonesia, maka pembelajaran menulis dengan media Padlet sangat membantu, siswa tidak merasa terbebani jika diberikan tugas untuk menulis karangan, seperti menulis puisi, mereka merasa senang karena mereka bisa menulis sebuah karangan dengan media yang tidak membosankan dan sangat menarik. Aplikasi Padlet merupakan salah satu media pembelajaran berbasi

internet yang berfungsi sebagai tempat informasi berupa teks, foto, link, video, audio atau konten lainnya yang disebut dinding (wall). Aplikasi ini bisa digunakan sebagai pengganti papan tulis konvensional.

Dalam Proses pembelajarn menulis puisi di SMP Islam Al Kautsar, guru menggunakan Padlet untuk menulis Puisi. Diantara fungsi media Padlet dalam pembelajaran menulis puisi, yaitu sebagai berikut :

1.      Tempat Diskusi

Diskusi yang disebutkan dalam media Padlet adalah diskuisi kelompok. Menurut Mulyasa (2006) pembahasan Suwarna (2006) percakapan adalah suatu proses tertib yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka dengan tujuan untuk berbagi informasi dan pengambilan keputusan/pemecahan masalah. Guru dan siswa dapat menempelkan materi, jawaban dan hasil pemikiran di dinding papan kecil. Dan pada hasil observasi, guru menampilkan materi tentang puisi dan menulis puisi dengan memberikan contoh puisi. Kemudian guru membentuk kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 5 orang, yang nantinya akan diberikan tugas menulis puisi dengan tema guru. Dan tim pertama yang akan mengirim akan mendapatkan nilai lebih, hal tersebut memberikan semangat kepada siswa-siswi untuk menulis puisi di dinding Padlet secara cepat agar mendapatkan nilai lebih dan pastinya hasil yang diberikan juga harus memuaskan dan sama dengan tema yang diberikan.

2.      Umpan Balik

Arikunto (2008) mendefinisikan umpan balik tentang semua informasi yang baik Output dan konversi. Umpan balik ini diberikan oleh pendidik untuk membantu Siswa memahami pembelajaran dengan bereaksi terhadap hasil Belajar oleh siswa. Aplikasi padlet dapat menampung respon apapun Dari pelajar. Karena aplikasi yang diisi adalah publik dan bukan media berpemilik pribadi. (Weller, 2013). Dilihat dari penerapannya di SMP Islam Al Kautsar, semua anggota Pengguna dengan link ke Padlet dapat mengedit dan memposting segala bentuk umpan balik Mereka ingin kelompok menyampaikan tema tersebut dalam bentuk tulisan atau gambar Struktur kalimat tertentu.

3.      Kerja Kelompok

Menurut (Ibrahim, 2000), pembelajaran kelompok adalah pembelajaran Ditandai dengan struktur tugas kelompok, tujuan dan penghargaan. Dalam hal ini, siswa Mendorong atau ingin bekerja sama dalam tugas, harus berkoordinasi Usahanya untuk menyelesaikan tugas. Menurut Mantiri (2014), di era modern ini, Mempelajari referensi mulai berkembang, awalnya berdasarkan teks tercetak dan tulisan di papan tulis Hanya menulis, kemudian berkembang menjadi media audio, video dan video. sebaik Aplikasi Padlet, Padlet digunakan untuk media kerja kelompok dengan saling memberi Saran konstruktif dalam bentuk video, halaman web, suara dan gambar Wawasan mereka. Saat kelompok menulis dan mengirimkan jawaban melalui media Guru, perintahkan kelompok lain untuk memeriksa posting mereka. Memungkinkan semua anggota grup untuk lebih memahami pendapat anggota grup Atau kelompok lain.

4.      Brainstorming dan sharing ide

Berdasarkan penjelasan Rostiyah N. K. brainstorming adalah metode yang digunakan guru untuk menyampaikan materi dengan cara memberikan suatu masalah ke kelas, kemudian siswa memeberikan tanggapan berupa jawaban, komentar dan menyampaiakan pendapat mereka sehingga dapat menghasilkan berbagai macam ide (Istarani, 2012). Brainstorming dengan menggunakan padlet dilakukan dengan cara menampilkan gambar yang dipost di dinding (wall) padlet yang bertujuan untuk memancing keaktifan peserta didik untuk menyampaikan ide tentang kalimat yang sesuai dengan gambar. Hasil observasi menunjukkan bahwa brainstorming dengan media padlet mampu menghidupkan kelas menjadi kelas yang menyenangkan. Dengan kata lain, Brainstorming dengan media padlet sangat efektif untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik karena padlet menyediakan gambar yang memadai dan menarik perhatian peserta didik. Sehingga peserta didik memiliki semangat yang tinggi untuk berkreasi dan saling share informasi melalui gambar dan vidio.

5.      Dokumentasi Portofolio Siswa

Secara etimologis, gabungan tersebut berasal dari dua kata yaitu port (singkatan dari report) yang artinya report; folio yang artinya lengkap atau lengkap. Oleh karena itu, portofolio investasi berarti laporan lengkap tentang semua kegiatan orang yang menyelesaikan kegiatan investasi tersebut (Erman S. A., 2003, dalam Nahadi dan Cartono, 2007). Padlet juga dapat diekspor ke format gambar (JPG), PDF, CSV, dan spreadsheet Excel yang dapat digunakan untuk pemrosesan format cetak. Melalui format cetak ini, siswa dapat menyimpannya untuk digunakan sebagai dokumen portofolio dalam proses pembelajaran. Portofolio adalah kumpulan karya siswa yang menunjukkan perkembangan keterampilan dan usaha dalam satu atau lebih bidang.

Nama-nama Kelompok Menulis Puisi siswa kelas VII di SMP Islam Al Kautsar dengan Tema tentang Guru:

Kelompok 1

         Farhan Al Habsyi

         Abdul Fatih

         Nur Ami Ubaydillah

         Ghifari Azrul Aziz

         Nadira Keysia Nur Aini Kelompok 2

         Muhammad Fatah Maulana

         Mochammad Fatir Rizki

         Ana Nur Lathifah

         Dyah Ayu Tirnita

         MeutiaKaren Kelompok 3

         Nadira Keysia Putri

         Muhammad Daffa Raditya

         Fellisha Aprilia

         Areva Dzikra Hody

         AnnisatunMufida Kelompok 4

         Nunik Khairunnisa

         Muhammad Zaeny Alif Purwanto

         Bani Al Farizza

         Nadya Sakinah Putri

         Muhammad Misbahulhuda Muhrim

Screenshoot penggunaan media Padlet untuk menulis puisi oleh siswa-siswi di SMP Islam Al Kautsar

Terdapat empat hasil puisi dari empat kelompok dengan tema tentang guru, setiap kelompok berisi lima orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia, beliau mengatakan bahwa media padlet sangat menunjang dalam pembelajaran bahasa indonesia yaitu menulis puisi. Selain media padlet mampu membangkitkan semangat siswa dan membuat mereka berpartisipasi aktif juga sangat mudah untuk digunakan. Demikian juga halnya Ketika peserta didik ditanya mengenai penggunaan media padlet dalam proses pembelajaran rata-rata mengatakan bahwa pembelajaran dengan media padlet sangat menyenangkan.

Hal tersebut dikarenakan Aplikasi Padlet telah memenuhi standar aplikasi pendidikan internasional yang disebut The International Society for Technology in Education (ISTE), lembaga tersebut mensurvei dan menganalisis kelayakan suatu media pembelajaran. Lembaga tersebut juga membagii standarisasai mereka ke berbagai bidang Pendidikan. Antar lain kelayakan bagi peserta didik, bagi pengajar, bagi pemimpin pengajar, bagi pelatih, dan bagi edukasi pengetahuan computer. (ISTE Standards, 2019).

 

Aplikasi padlet dikatakan layak bagi peserta didik karena telah memenuhi standar, antara lain:

1.   Empowered Learner, (pemberdayaan pembelajaran) yaitu siswa dapat berperan aktif dalam mencapai, memilih dan mampu menunjukkan kompetensi dalam tujuan pembelajaran mereka, dengan menunjukkan pengetahuan yang mereka dapat.

2.     Digital Citizen, (Masyarakat Digital) yaitu para peserta didik mendapatkan hak, tanggung jawab dan peluang untuk belajar yang sama di dunia digital yang saling berhubungan dan ikut andil dengan cara yang aman, legal dan etis

3.    Knowledge Constructor, (Konstruk Pengetahuan) yaitu, siswa secara kritis mampu mengolah berbagai sumber informasi dengan lat digital untuk mengembangkan pengetahuan, menabag kreatifitas dan membuat pengalam belajar menjadi bermakna bagi diri mereka sendiri dan orang lain.

4.    Innovative Designer, (Desain Inovatif) yaitu siswa mampu mengunakan teknologi dalam proses desain untuk menganalisis dan memecahkan masalah dengan menciptakn solusi baru yang imajinatif dan bermanfaat

5.    Computation Thinker, (Pemikiran berbasis Komputer) yaitu siswa mengembangkan strategi untuk memecahkan masalah dengan menggunakan teknologi baru untuk menguji solusi yang mereka buat

6.    Creative Communicator, (Komunikator Kreatif) yaitu siswa mampu berkomunikasi dan mengekspresikan diri mereka dengan kreatif melalui platform digital yang mereka kuasai untuk mencapai tujuan mereka.

7.   Global Collaborator, (Kolaborasi Global) yaitu siswa memperluas prespektif mereka dan memperkaya pembelajaran mereka dengan bekerja sama dengan orang lain secara efektif dengan tim local maupun global.

Sedangkan dari sisi kelayakan bagi pengajar, aplikasi Padlet telah memenuhi standar, sebagai berikut:

a.       Learner, (Media Belajar) yaitu pengajar terus meningkatkan kemampuan dari maupun bersama orang lain untuk mengeksplorasi manfaat teknologi untuk meningkatkan pembelajaran peseerta didik.

b.      Leader, (Pemimpin) yaitu pengajar harus mencari peluang kepemimpinan untuk mencapai keberhasilan siswa dan meningkatkan kemampuan pengajaran dan pembelajaran siswa.

c.       Citizen, (Masyarakat) yaitu pengajar mampu menginspirasi peserta didik untuk erperan aktif dalam bertanggung jawab di dunia digital secara positif.

d.      Collaborator, (Kolaborator) yaitu pengajar memberikan waktu untuk bekerja sama dengan para ahli dan peserta didik untuk melakukan praktik, berbagi sumber ilmu dan menemukan ide baru dan memecahkan masalah bersama

e.       Designer, (Perancang) yaitu pendidik dapat merancang lingkungan dan kegiatan yang otentik dan fleksibel sehingga dapat mengakomodir para peserta didik yang memiliki kepribadian yang bervariasi.

f.        Facilitator, (penyedia fasilitas) yaitu pengajar menyediakan fasilitas bagi peserta didik yang memenuhi standar ISTE.

g.      Analyst, (Analis) yaitu pengajar memahami dan mampu menggunakan data untuk memberikan instruksi kepada peserta didik dalam mencapai tujuan mereka. (ISTE Standards: 2019)

Diantara kendala yang ditemui dilapangan berdasarkan observasi bahwa tidak semua siswa ikut serta aktif dalam menggunakan media padlet. Hal tersebut karena fasilitas jaringan internet yang tidak memadai sehingga hanya satu handphone saja yang bisa digunakan untuk media padlet pada masing- masing kelompok. Akibatnya tidak semua peserta didik ikut serta aktif dan paham dengan penggunaan padlet. Selain itu, efek samping dari penggunaan padlet pada proses pembelajaran menulis puisi adalah menyebabkan siswa tidak mengikuti pembelajaran dengan baik karena berselancar di sosial media pada jam pelajaran.

 

KESIMPULAN

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran bahasa Indonesia khususnya menulis puisi dengan menggunakan media piring berhasil membangkitkan minat masyarakat dan meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Dalam proses pembelajaran penggunaan media papan kecil sangat membantu guru dalam menyampaikan informasi dan mengevaluasi. Karena papan kecil merupakan tempat diskusi, umpan balik, kerjasama kelompok dan curah pendapat. Pembelajaran dengan catatan tempel dapat membantu siswa menulis teks deskriptif dengan mudah, menarik dan cepat.

 

BIBLIOGRAFI

 

Baharudin, Aji, Suyanto, Adib, & Sudaryanto, Sigid. (2016). Pemanfaatan Limbah Pepaya (Carica papaya L) dan Tomat (Solanum lycopersicum L) Untuk Mempercepat Pengomposan Sampah Organik. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 8(2), 81�86.

Habsy, Bakhrudin All. (2017). Seni memehami penelitian kuliatatif dalam bimbingan dan konseling: studi literatur. Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 90�100.

Handini, Rizki Maulina. (2020). Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Jepang Melalui Media Padlet. KIRYOKU, 4(2), 99�105.

How, Richeal Phil Thien Kim, Zulnaidi, Hutkemri, & Rahim, Suzieleez Syrene Abdul. (2021). ANALISIS KEPERLUAN TERHADAP PEMBINAAN MODUL PENGAJARAN KEMAHIRAN BERFIKIR ARAS TINGGI DAN KEMAHIRAN LITERASI DIGITAL BAGI TAJUK PERSAMAAN KUADRATIK. JuKu: Jurnal Kurikulum & Pengajaran Asia Pasifik, 9(4), 15�31.

Ibrahim, Muslimin. (2000). Pembelajaran Kooperatif Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.

Kholifah, Arifatul. (2018). PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL SISWA KELAS VIIIA SMP MUHAMMADIYAH 09 WATUKEBO. Universitas Muhammadiyah Jember.

Kurniawati, Ananda. (2021). Problematika penanaman nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik dalam pembelajaran Jarak Jauh: studi Kasus Di Mtsn 1 Sidoarjo. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Lestari, Gesta, Mahbubah, Ana, & Masykuri, Mokhammad Fadhil. (2019). Pembelajaran Bahasa Arab Digital dengan Menggunakan Media Padlet di Madrasah Aliyah Billingual Batu. Proceeding of International Conference on Islamic Education (ICIED), 4(1), 238�244.

Maswan, I. N. (2011). Aplikasi Pendekatan Inkuiri dalam Persekitaran Pembelajaran Berasaskan Web. Fakulti Pendidikan, Universiti Teknologi Malaysia.

Moleong, Lexy J. (2007). Metode penelitian kualitatif. Bandung: remaja rosdakarya.

Nengrum, Thityn Ayu, Pettasolong, Najamuddin, & Nuriman, Muhammad. (2021). Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Luring dan Daring dalam Pencapaian Kompetensi Dasar Kurikulum Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah 2 Kabupaten Gorontalo. Jurnal Pendidikan, 30(1), 1�12.

Noor, Amirudin. (2019). Problematika pembelajaran pendidikan agama Islam di era digital. Prosiding Seminar Nasional Prodi PAI UMP.

Pakpahan, Andrew Fernando, Ardiana, Dewa Putu Yudhi, Mawati, Arin Tentrem, Wagiu, Elmor Benedict, Simarmata, Janner, Mansyur, Muhamad Zulfikar, Ili, La, Purba, Bonaraja, Chamidah, Dina, & Kaunang, Fergie Joanda. (2020). Pengembangan media pembelajaran. Yayasan Kita Menulis.

Parnawi, Afi. (2020). Penelitian tindakan kelas (classroom action research). Deepublish.

Permana, Deifan, & Indihadi, Dian. (2018). Penggunaan media gambar terhadap pembelajaran menulis puisi peserta didik. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5(1), 193�205.

Royani, Rini. (2019). Pemanfaatan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Menulis Puisi. Stilistika: Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 4(2).

Salama, Nur Latifah. (n.d.). Pengembangan Alat Evaluasi Pembel; ajaran Konsep Sistem Pencernaan Menggunakan Aplikasi Quizizz. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Suaib, Nining Silvyani. (2021). PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IV SD 72 BONTOLOE KECAMATAN GALESONG KABUPATE TAKALAR. UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.