HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL
Ananda Nuristigfarin1, Ica Maulina Rifkiyatul Islami2
Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid, Probolinggo, Indonesia
[email protected]1, [email protected]2
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
26-11-2022 |
Introduction: In pregnancy there are physiological changes in the blood, there will be an increase in blood plasma volume but not matched by an increase in red blood cells so that it can cause blood dilution. A pregnant woman can be said to be anemic if she has a hemoglobin level below 11 g% (trimester I and III) or a level less than 10.5 g% (trimester II). Purpose: can be used as a data reference in an effort to improve the incidence of anemia in pregnant women and can be used as a guide for conducting health education about anemia to women of childbearing age. Method: The method used in this research is a literature review in the form of a narrative review. Writing is done by searching for articles with a combination of several keywords in the search database via Google Scholar. Results: Shows the relationship between adherence to consumption of Fe tablets and the incidence of anemia in pregnant women, it is stated that pregnant women who regularly consume Fe tablets do not experience anemia and vice versa, discusses the relationship between adherence to consumption of Fe tablets and anemia in pregnancy, while the article does not discuss there is a relationship between adherence to consumption of Fe tablets with anemia in pregnant women. Conclusion: Based on the results and discussion in the literature review, there were articles showing that there was a relationship between adherence to consumption of Fe tablets and the incidence of anemia in pregnant women and other articles showing no relationship between adherence to consumption of Fe tablets and the incidence of anemia in pregnant women because knowledge is more important. |
|
Accepted: |
02-12-2022 |
|
|
Published: |
20-12-2022
|
|
|
Keywords: |
Obedience; iron tablets; Anemia |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata kunci:
|
Kepatuhan; Tablet Fe; Anemia |
Pendahuluan: Dalam kehamilan terjadi perubahan fisiologis dalam darah, akan terjadi peningkatan volume plasma darah tetapi tidak diimbangi dengan bertambahnya sel-sel darah merah sehingga dapat menyebablan pengenceran darah. Seorang ibu hamil dapat dikatakan anemia apabila memiliki kadar hemoglobin dibawah 11 gr% (trimester I dan III) atau kadar kurang dari 10,5gr% (trimester II). Tujuan: dapat digunakan sebagai referensi data dalam upaya memperbaiki kejadian anemia pada ibu hamil dan dapat menjadi panduan untuk dilakukannya penyuluhan kesehatan tentang anemia kepada wanita usia subur. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur berupa narrative review. Penulisan dilakukan dengan mencari artikel dengan kombinasi beberapa kata kunci di database pencarian melalui Google Scholar. Hasil: Menunjukkan hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil, disebutkan bahwa ibu hamil yang rutin konsumsi tablet Fe tidak terjadi anemia dan begitu sebaliknya, membahas mengenai adanya hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet fe dengan anemia pada hamil, sedangkan artikel tidak membahas adanya hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam tinjauan literature, ditemukan terdapat artikel yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang menunjukkan adanya hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan artikel yang lain menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil karena dianggap pengetahuan lebih penting. |
Corresponding Author: Ananda Nuristigfarin
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Anemia pada ibu hamil merupakan penyebab utama dalam pendarahan ibu hamil, hal ini menjadi factor utama dalam menurunkan angka kematian ibu di Indonesia yang tahun ini mengalami peningkatan (Angrainy, 2017). Dalam kehamilan terjadi perubahan fisiologis dalam darah, akan terjadi peningkatan volume plasma darah tetapi tidak diimbangi dengan bertambahnya sel-sel darah merah sehingga dapat menyebablan pengenceran darah. Kebutuhan zat besi pada setiap kehamilan kurang lebih 900 mg Fe untuk pembentukan sel darah ibu, plasenta dan darah janin (Retnorini, Widatiningsih, & Masini, 2017). Jika persediaan cadangan Fe minimal, maka setiap kehamilan akan menguras persendiaan Fe tubuh dan menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Jika persediaan cadangan Fe minimal, maka setiap jehamilan akan menguras persediaan Fe tubuh dan menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Seorang ibu hamil dapat dikatakan anemia apabila memiliki kadar hemoglobin dibawah 11 gr% (trimester I dan III) atau kadar kurang dari 10,5gr% (trimester II).
Word Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa anemia merupakan 10 masalah kesehatan terbesar di abad modern ini, dimana kelompok yang besrisiko tinggi anemia adalah wanita usia subur, ibu hamil, anak usia sekolah dan remaja. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2019, diperkirakan kematian ibu sebesar 303.000 jiwa atau sekitar 216/100.000 kelahiran hidup di seluruh dunia. Secara global prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 41,8% (Nainggolan, Situmeang, Kalrita, & Rahmayani, 2020). Sekitar setengah dari kejadian anemia tersebut disebabkan karena defisiensi zat besi. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Afrika sebesar 57,1%, Asia 48,2%, Eropa 25,1% dan Amerika 24,1.
Prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia tahun 2018 sebesar 48,9% dan angka ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan dengan hasil Riskesdas 2013 sebesar 37,1%. Anemia dalam kehamilan yang paling sering terjadi di Indonesia disebabkan oleh defisensi zat besi sebanyak 62,3% yang dapat menyebabkan keguguran, partus prematus, inersia uteri, partus lama, atonia uteri dan menyebabkan perdarahan serta syok (Dhilon, Sundari, & Riani, 2019). Dampak yang dapat disebabkan anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah 12% - 28% angka kematian janin, 30% kematian perinatal dan 7% - 10% angka kematian neonatal (Puspita, 2019). Dilihat dari cakupan pemberian Fe pada ibu hamil sudah mencapai optimal dan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Cakupan pemberian TTD minimal 90 Tablet pada ibu hamil di Indonesia tahun 2021 adalah 84,2%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2020 sebesar 83,6%. Provinsi dengan cakupan tertinggi pemberian TTD pada ibu hamil adalah Provinsi Bali sebesar 92,6%, Jambi sebesar 92,1%, dan Jawa Timur sebesar 91,3%. Sedangkan Provinsi dengan capaian terendah adalah Papua Barat sebesar 37,5%, Papua sebesar 56,8%, dan Sulawesi Tenggara 64,1%.
Anemia pada ibu hamil banyak memberi dampak yang merugikan baik pada sang ibu ataupun anak seperti pendarahan post partum (Khasanah, 2011). Pendarahan post partum adalah pendarahan berlebihan yang terjadi pada ibu hamil setelah kelahiran. Pendarahan ini bisa berdampak pada angka kejadian kematia ibu. Dampak lainnya juga bisa seperti berat badan lahir rendah (BBLR), jika ibu hamil mengalami anemia pada trimester pertama maka akan lebih berpotensi pada tingkat kejadian BBLR. Akibat dari kejadian anemia pada ibu hamil juga bisa berdampak ke janin seperti abortus, terjadi kematian intrauterin, prematuritas, mudah terinfeksi, sedangankan terhadap ibu bisa terjadi gangguan his pada persalinan, ancaman dekompensasi kordis dan ketubah pecah dini.
Untuk mencegah Anemia Gizi pada ibu hamil dilakukan suplementasi TTD dengan dosis pemberian sehari sebanyak 1 (satu) tablet (60 mg Elemental Iron dan 0,4 mg Asam Folat) berturut-turut minimal 90 hari selama masa kehamilan. Pada tahun 2021, presentase cakupan ibu hamil di Jawa Timur yang mendapatkan TTD 90 tablet sebesar 88,9 %. Cakupan pemberian Fe sudah memenuhi target yaitu sebesar 81% lebih baik dari tahun sebelumnya. Khusus untuk pencapaian cakupan pemberian Fe-3, target yang ditetapkan dalam RPJMN sebesar 81 % pada tahun 2021.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukan berbagai hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Dengan demikian, tinjauan literatur ini secara umum ditujukan untuk melihat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi data dalam upaya memperbaiki kejadian anemia pada ibu hamil dan dapat menjadi panduan untuk dilakukannya penyuluhan kesehatan tentang anemia kepada wanita usia subur.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur berupa narrative review. Penulisan dilakukan dengan mencari artikel dengan kombinasi beberapa kata kunci di database pencarian melalui Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian yaitu kepatuhan, tablet fe dan anemia.
Kriteria inklusi untuk artikel yang diambil dalam penelitian: 1) Rentang waktu publikasi 2019-2022, 2) Artikel berbahasa Indonesia, 3) Desain studi observasional (cross sectional, penelitian deskriptif, kohort), 4) Penelitian mengenai hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil, 5) full text. Kriteria eksklusi dalam pemilihan artikel: 1) Semua studi yang tidak memenuhi kriteria inklusi, tidak dimasukkan dalam penulisan.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil review dari literatur yang diperoleh dalam pencarian di data base sesuai dengan inklusi dan eksklusi disajikan pada Tabel 1. Hasil yang didapat dari literatur, sebanyak artikel (Bakhtiar et al., 2021) membahas mengenai adanya hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet fe dengan anemia pada hamil, sedangkan artikel (Pratiwi & Safitri, 2021) tidak membahas adanya hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil.
Tabel 1.
Ringkasan Hasil Penelusuran Literatur tentang Hubungan Jumlah Konsumsi Tablet Fe dengan Anemia pada Ibu Hamil
|
No |
Penulis |
Judul |
Negara |
Subjek Penelitian |
Metode |
Hasil |
|
1 |
(Wahyuningsih, Sri, Titik Suhartini, Wahida Yuliana, 2022) |
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Besi dengan Anemia Ibu Hamil pada Masa Pandemi Covid19 |
Indonesia |
Sampel adalah 61 koresponden ibu hamil |
Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional Dengan pendekatan cross sectional |
Hasil penelitian ρ = 0,000, menunjukkan kasus anemia di Praktik Mandiri Bidan Ny.Mita Chairunisa Jatiroto selama kurun waktu April sampai Juni 2020 sebanyak 61 (50,8%). Ibu hamil yang patuh mengkonsumsi tablet besi yaitu (51,5%), yang lebih banyak mengalami anemia sebagian besar (50,8%). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan kepatuan ibu hamil yang mengkonsumsi tablet besi dengan kejadian anemia pada masa pandemi Covid 19 terutama di Praktik Mandiri Bidan Ny. Mita Chairunisa Jatiroto. |
|
2 |
Delfi Ramadhini.2021 |
Hubungan Umur, Paritas dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan |
Indonesia |
Sampel diambil dengan total populasi yang berjumlah 70 reponden. |
Penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah kuantitatif dimana menggunakan pendekatan cross sectional.
|
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan umur (p=0,001), paritas (p=0,006) dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p=0,001) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Karena mayoritas ibu hamil yang terkena anemia <20 tahun dan >35 tahun. Kesimpulan diperoleh bahwa umur, paritas dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah ada hubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Saran diharapkan pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan dapat memperhatikan umur dan jumlah telah melahirkan anak apabila merencanakan kehamilan, apabila ibu telah hamil maka harus rutin memeriksakan kehamilannya di tempat pelayanan kesehatan terdekat dan patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah sehingga dapat terhindar dari kejadian anemia. |
|
3 |
(Wirke, Afrika, & Anggraini, 2022) |
Hubungan Kunjungan AVC, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Kutaraya Kecamatan Kota Kayuagung Kabipaten Ogan Komering Ilir |
Indonesia |
Jumlah responden sebanyak 82 ibu hamil Trimester III |
Penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional, jumlah responden sebanyak 82 orang secara total sampling. Analisa data menggunakan Uji Fisher Exact. |
Hasil uji statistik chi-square kunjungan ANC didapatkan ρ value = 0,009, variable kepatuhan konsumsi tablet FE didapatkan ρ value = 0,043, variable status gizi didapatkan ρ value = 0,001 lebih kecil dari α=0,05 menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kunjungan ANC, kepatuhan komsusmi tablet FE dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Kutaraya Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Tahun 2021 |
|
4 |
(Pratiwi & Safitri, 2021) |
Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Fe (Ferrum) Terhadap Kejadian Anemia Di Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana |
Indonesia |
Semua ibu hamil di Desa Langgenharjo yang konsumsi tablet Fe yang berjumalah 40 ibu hamil. |
Penelitian ini menggunakan jenis rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional,observasi atau pengumpulan data, serta pemberian edukasi |
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe terhadap tingkat kejadian anemia pada p (value) 0,229 untuk kepatuhannya. Untuk data ketidakkepatuhan berkisar 0,05. diperoleh nilai p (value) 0, 229 ≥ 0,05 yang artinya tidak ada hubungan dengan tingkat kejadian anemia. |
|
5 |
Mariene Wiwin D. 2020 |
Hubungan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe Dan Keteraturan Kunjungan ANC Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil |
Indonesia |
Sample sejumlah 115 responden |
Penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional.
|
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara partisipasi dalam mengkonsumsi tablet Fe (p=0,000) dan keteraturan kunjungan ANC (p=0,021) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Passo Kota Ambon dengan n= 60 untuk yang patuh konsumsi tablet Fe dan n=55 untuk yang tidak patuh konsumsi tablet Fe dan dari 115 responden terdapat 51,3% yang mengalami anemia. |
|
6 |
Rahmat Bakhtiar.2021 |
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu Hamil Anemia dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah di Wilayah Kerja Puskesmas Lempake Kota Samarinda |
Indonesia |
Sampel 48 ibu hamil anemia dari bulan Januari-Mei 2019 |
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross sectional |
Hasil penelitian menunjukkan bahwa n =27 untuk yang patuh dan n=21 yang tidak patuh konsumsi tablet Fe. Dan didapatkan pengetahuan ibu hamil yang kurang ternyata meningkatkan kepatuhan 5 kali lipat dibanding yang pengetahuan tinggi, dengan variasi antara 1,5 hingga 13,4 kali lipat dengan kejadian anemia lebih sedikit. |
|
7 |
Raimundus Chalik.2019
|
Kepatuhan Ibu Hamil dalam meminum tablet Fe dengan Kejadian Anemia di Puskesmas Maccini Sawah Kota Makasar. |
Indonesia |
Jumlah koresponden sebanyak 93 orang. |
Jenis penelitian ini adalah deskriptik analitik dengan pendekatan cross sectional |
Hasil penelitian menemukan 84,9% ibu hamil yang patuh meminum tablet Fe. Dari nilai ini 67,1% yang tidak mengalami anemia dan 32,9% anemia. Analisis chi-square menemukan variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia adalah kepatuhan dan paritas (p < 0,05). Selanjutnya pada analisis regresi logistik ganda menemukan hanya variabel kepatuhan saja yang memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian anemia (p < 0,05, OR 5,096). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko anemia 5,096 kali pada ibu hamil yang tidak patuh dalam meminum tablet Fe dibadingan dengan yang patuh. |
|
8 |
(Omasti, Marhaeni, & Mahayati, 2022) |
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi dengan Kejadian Anemia pada Ibu hamil di Puskesmas Klungkung II |
Indonesia |
Responden kelompok kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 26 orang |
Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III di Puskesmas Klungkung II bulan Januari – April 2021. |
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil patuh mengonsumsi tablet zat besi (53,8%). Pada kelompok kasus, sebagian besar ibu hamil (73,1%) tidak patuh mengonsumsi tablet besi, ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p = 0,000, OR 11,4). Ibu hamil yang tidak patuh mengonsumsi tablet besi memiliki peluang 11,4 kali mengalami anemia dibandingkan dengan yang patuh mengonsumsi tablet besi |
|
9 |
Dwi Anggraeani. 2022 |
Hubungan Pengetahuan tentang Anemia, Kepatuhan konsumsi Tablet Fe, dan status gizi dengan kejadian Anemia pada ibu hamil |
Indonesia |
32 sampel ibu hamil |
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisa Data secara Univariat dan Bivariat. |
Ada Hubungan signifikan antara Pengetahuan Tentang Anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil ditunjukan dengan P value = 0,000, Ada Hubungan signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan data n=15 yang patuh dan n=20 yang tidak patuh dan dengan ditunjukan dengan P value = 0,001, Ada Hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil ditunjukan dengan P value = 0,033. |
|
10 |
Nur Fitriyah.2022 |
Hubungan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Woha |
Indonesia |
Responden 38 ibu hamil |
Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross secsional study. |
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe dengan kejadian anemia dimana nilai p = 0,00 ( <0,05).Sebagian besar ibu hamil patuh dalam mengkonsumsi tablet fe dengan jumlah responden sebanyak 38 responden (76%) dan yang tidak anemia sebanyak 30 responden (60.0%). |
|
11 |
Mardiah. 2022 |
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Rambung Binjai Selatan |
Indonesia |
Sampel sebanyak 26 orang ibu hamil |
Metode analitik dengan desain Cross Sectional. |
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ibu yang patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 13 orang (52,0%) sedangkan ibu yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 12orang (48,0%). Dari hasil penelitian menunjukkan dari 25 orang responden mayoritas anemia sebanyak 13 orang (52%). |
|
12 |
Yulia Wardita.2021 |
Pengetahuan, Sikap dan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Konsumsi Tablet Besi (Fe) |
Indonesia |
Sebanyak 177 responden |
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan metode cross sectional |
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe) (p=0,038), dan terdapat hubungan sikap dengan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe) (p=0,020). |
Dalam rtikel yang menyebutkan tidak adanya hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil, terdapat faktor lain yang lebih menunjangi terjadinya anemia seperti kurangnya pengetahuan dan informasi. Menurut (Pratiwi & Safitri, 2021) adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil mengonsumsi zat besi (Fe) meliputi pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan kegunaan zat besi. Informasi ini diperoleh dari penyuluhan yang diberikan oleh bidan saat ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan. Selain itu latar belakang pendidikan ibu hamil juga sangat berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil minum tablet zat besi. Pengetahuan responden yang rendah tentang anemia dapat menyebabkan ketidakpahaman tentang berbagai kelainan dan penyakit yang menyertai selama kehamilan, khususnya tentang anemia (Sudrajat, 2022). Hal ini menyebabkan kurangnya pengobatan dan pencegahan anemia selama kehamilan. Pengetahuan yang rendah mengakibatkan responden tidak memperhatikan makanan dan konsumsi nutrisi, terutama konsumsi tablet Fe untuk ibu hamil jadi resiko anemia besar (Amini, Pamungkas, & Harahap, 2018).
Adanya hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil menjelaskan bahwa ibu hamil yang rutin konsumsi tablet Fe sesuai dosis dan anjuran bidan sedikit yang mengalami anemia seperti yang diteliti oleh (Wahyuningsih, Sri, Titik Suhartini, Wahida Yuliana, 2022) bahwa ibu hamil yang patuh mengkonsumsi tablet besi yaitu (51,5%), tidak terjadi anemia selama kehamilan. Menurutnya pengetahuan dan usia merupakan faktor penting dalam menunjukkan kepatuhan konsumsi tablet Fe, karena semakin cukup usia, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja, jadi semakin bertambah usia akan meningkat pengalaman dirinya dan pengalaman akan berpengaruh pada tingkat pengetahuan. Hasil uji yang dilakukan oleh Yuni Handayani meneliti beberapa ibu hamil yang tidak patuh konsumsi tablet Fe rentan terhadap anemia. Faktor dukungan, pengetahuan juga tidak kalah penting dalam hal ini.
Di Puskesmas Kutaraya Kecamatan Kota Kayuagung Kabipaten Ogan Komering Ilir dari hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kunjungan ANC, kepatuhan komsusmi tablet FE dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Kutaraya Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Tahun 2021 yang meneliti ibu hamil yang memeliki pengetahuan luas serta patuh konsumsi tablet Fe tidak mengalami anemia. Dalam artikel Delfi Ramadhini yang menyebutkan adanya hubungan antara kepatuhan terjadinya anemia dengan konsumsi tablet Fe menyebutkan adanya faktor usia pada ibu hamil, dan paritas karena disebutkan yang rentan terhadap anemia adalah ibu hamil di usia <20 tahun dan >35 tahun, dan disebutkan juga paritas atau banyaknya bayi yang telah dilahirkan oleh ibu kecuali aborsi merupana faktor yang penting (BULAN, 2022). Hasil uji yang dilakukan oleh Mardiah mengansumsikan ibu yang patuh mengkonsumsi tablet Fe dikarenakan ibu mengikuti anjuran dari petugas kesehatan dan ibu telah mengerti akibat dari kekurangan tablet Fe dan dampak yang akan terjadi pada ibu dan janin, sedangkan ibu hamil yang tidak patuh megkonsumsi tablet Fe 1 hari 1 tablet dikarenakan ibu lupa untuk mengkonsumsi tablet Fe dan kurangnya peran suami dalam mengingatkan istrinya.
Menurut (Gustanela & Pratomo, 2022) yang menyebutkan bahwa adanya hubungan antara kepatuha konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil terdapat faktor yang penting seperti keteraturan dalam kunjungan ANC karena didalam kunjungan ANC ada KIE yang tidak kalah penting seperti mengkonsumsi tablet zat besi yang tepat, makan makanan yang mengandung sumber zat besi, dan pentingnya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh mengkonsumsi tablet zat besi yang tepat, makan makanan yang mengandung sumber zat besi, dan pentingnya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dolang, 2020) mengungkapkan bahwa ibu hamil yang tidak melakukan kujungan ANC secara teratur tidak mendapatkan Tablet Fe secara teratur sehingga risiko untuk mengalami anemia lebih besar. Kunjungan ANC secara teratur merupakan salah satu perwujudan dari pelayanan antenatal yang baik dan benar (bermutu).
Dalam pembahasan artikel diatas menunjukkan hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Disebutkan bahwa ibu hamil yang rutin konsumsi tablet Fe tidak terjadi anemia dan begitu sebaliknya.
Dalam penelitian, penelitian menyadari masih banyak hal yang kurang dalam literature dikarenakan keterbatasan akses literature, kondisi lingkungan yang tidak dikendalikan pada penelitian artikel yang direview.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam tinjauan literature, ditemukan terdapat artikel yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang menunjukkan adanya hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan artikel yang lain menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil karena dianggap pengetahuan lebih penting.
Tinjaun literature ini diharapkan dapat menajdi sumber dan bahan kepustakaan untuk penelitian selanjutnya serta mendukung konsumsi tablet Fe untuk semua terutama pada ibu hamil.
BIBLIOGRAFI
Amini, Aulia, Pamungkas, Catur Esty, & Harahap, Ana Pujianti Harahap Pujianti. (2018). Usia Ibu Dan Paritas Sebagai Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan. Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, 3(2), 108–113.
Angrainy, Rizka. (2017). Hubungan pengetahuan dengan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia pada kehamilan di puskesmas rumbai bukit tahun 2016. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 2(1), 62–67.
Bakhtiar, Rahmat, Muladi, Yusuf, Tamaya, Annisa, Utari, Aisyah, Yuliana, Rita, & Ariyanti, Wina. (2021). Hubungan Pengetahuan Dan Kepatuhan Ibu Hamil Anemia Dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Di Wilayah Kerja Puskesmas Lempake Kota Samarinda. Jurnal Kedokteran Mulawarman, 8(3), 78–88.
BULAN, RUMONDANG. (2022). Gambaran Kepuasan Ibu Hamil Tentang Pelayanan Posyandu Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Wilayah Puskesmas Sihepeng Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2021.
Dhilon, Dhini Anggraini, Sundari, Pena, & Riani, Riani. (2019). Hubungan Status Ekonomi dan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu III Tahun 2019. Jurnal Doppler, 3(2), 1–8.
Dolang, Mariene Wiwin. (2020). Hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan keteraturan kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 5(1).
Gustanela, Oktrina, & Pratomo, Hadi. (2022). Faktor Sosial Budaya yang Berhubungan dengan Anemia pada Ibu Hamil (A Systematic Review). Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(1), 25–32.
Khasanah, Nur. (2011). Dampak Persepsi Budaya terhadap Kesehatan Reproduksi Ibu dan Anak di Indonesia. MUWAZAH: Jurnal Kajian Gender, 3(2).
Nainggolan, Tinawati, Situmeang, Augustianny, Kalrita, Lilis, & Rahmayani, Intan. (2020). Pemberian Biskuit Berbasis Bayam Merah Dalam Pencegahan Anemia Pada Masa Kehamilan Di Kelurahan Pasir Bidang Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2020. TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), 3(2, Nopembe), 254–262.
Omasti, Ni Kadek Kadek, Marhaeni, Gusti Ayu, & Mahayati, Ni Made Dwi. (2022). Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi Dengan Kejadian Anemia Di Puskesmas Klungkung II. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 10(1), 80–85.
Pratiwi, Yulia, & Safitri, Tya. (2021). Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe (Ferrum) Terhadap Kejadian Anemia Di Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 2(1), 49–53.
Puspita, Ratumas Ratih. (2019). Pengaruh Pemberian Buah Naga terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di Puskesmas Sindang Jaya Kabupaten Tangerang. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), 32–43.
Retnorini, Dewi Luh, Widatiningsih, Sri, & Masini, Masini. (2017). Pengaruh pemberian tablet fe dan sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil. Jurnal Kebidanan, 6(12), 8–16.
Sudrajat, Rizqa Ramadani. (2022). Perbandingan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester I, Ii Dan Iii Dalam Rangka Mengidentifikasi Kejadian Anemia Di Rsia Tambak Jakarta Pusat. Universitas Binawan.
Wahyuningsih, Sri, Titik Suhartini, Wahida Yuliana, Hanna Surya. (2022). Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Besi Dengan Anemia Ibu Hamil Pada Masa Pandemi Covid 19. J. Midwifery Health Sci, 2, 22–30. https://doi.org/https://doi.org/10.30659/jmhsa.v1i2.18
Wirke, Nengah, Afrika, Eka, & Anggraini, Helni. (2022). Hubungan Kunjungan ANC, Kepatuhan Konsumsi Tablet FE dan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Kutaraya Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2), 798–802.