PENGARUH BEBAN OPERASIONAL TERHADAP LABA USAHA PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA TBK, JAKARTA

 

Andi Silvan

STIE Manajemen Bisnis Indonesia

[email protected]

 

 

Abstract

Received:

22-11-2022

Introduction: Habits of the Indonesian Stock Exchange (BEI) The Indonesia Stock Exchange (IDX) is one of the institutions in the capital market that was formed from the merger of the Jakarta Stock Exchange (BEJ) and the Surabaya Stock Exchange (BES). Purpose: This study aims to obtain deeper information about the relationship and influence of Operating Expenses on Operating Income. Method: The research method used in this study is qualitative or causal with the influence method. The form of research data is quantitative and qualitative with descriptive and verification research types. The research data is in the form of secondary data with a total sample of 32 which comes from quarterly and annual financial reports for the period 2014 - 2021. And data analysis uses SPSS statistical software. Results: The results of the simple linear regression equation Y = 5,715,179.503 + 0.128X, meaning that for every addition of 1 point to the operating expenses variable, the value of operating profit will increase by 0.128. The results of the correlation coefficient show the number 0.456 which indicates a moderate level of relationship between the operating expenses variable and the operating profit variable. Conclusion: Based on the research objectives, the following conclusions can be drawn: The results of the analysis of the correlation coefficient and the table of interpretation of the value of the correlation coefficient, the correlation coefficient value obtained between the operational cost variable (X) and operating income variable (Y) is 0.456 with positive results and an interpretation of the level of strength moderate relationship

Accepted:

07-12-2022

Published:

20-12-2022

 

Keywords:

 

Operating Expenses; Operating profit; quarterly financials

 

Abstrak

Kata kunci:

Beban Operasional; Laba Usaha; keuangan triwulan

Pendahuluan: Bursa Efek Indonesia (BEI) adat Indonesia Stock Exchange (IDX) merupakan salah satu lembaga di pasar modal yang terbentuk dari hasil penggabungan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Tujuan: Tujuan Penelitian adalah untuk memperoleh informasi lebih dalam tentang hubungan dan pengaruh Beban Operasional Terhadap Laba Usaha. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif atau sebab akibat dengan metode pengaruh. Bentuk data penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan verifikatif. Adapun data penelitian berupa data sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 32 yang bersumber dari laporan keuangan triwulan dan tahunan selama periode tahun 2014 - 2021. Dan analisis data menggunakan software statistik SPSS. Hasil: Hasil persamaan regresi linier sederhana Y = 5.715.179,503 + 0,128X yang berarti bahwa setiap penambahan nilai sebesar 1 poin pada variabel beban operasional, maka nilai laba usaha akan mengalami peningkatan 0,128. Hasil koefisien korelasi menunjukkan angka 0,456 yang menunjukkan tingkat hubungan yang sedang antara variabel beban operasional terhadap variabel laba usaha. Kesimpulan: Berdasarkan Tujuan Penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Hasil analisis koefisien korelasi dan tabel interpretasi nilai koefisien korelasi, diperoleh nilai koefisien korelasi antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y) sebesar 0,456 dengan hasil nilai yang positif dan interpretasi tingkat kekuatan hubungan yang sedang

Corresponding Author: Andi Silvan

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Berdasarkan undang – undang No. 10 tahun 1998 bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Melalui kegiatan pengkreditan rakyat dan berbagai jasa yang diberikan. Melalui kegiatan pengkreditan rakyat dan berbagai jasa yang diberikan, bank melayani kebutuhan pembiayaan serta memperlancar sistem pembayaran bagi semua sektor perekonomian (Fure, 2016). Semua sektor usaha baik sektor industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, jasa, perumahan, dan lainnya sangat membutuhkan bank sebagai mitra dalam mengembangkan usahanya (Anggraini & Nasution, 2013).

Perbankan Indonesia mempunyai tujuan yang strategis. Dalam pasal 4 Undang-undang perbankan tahun 1992 tujuan perbankan adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional untuk meningkatkan pemerataan (Simatupang, 2019), pertumbuhan ekonomi, stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Sesuai dengan pasal tersebut, perbankan sangat berperan aktif dalam memajukan perekonomian suatu negara (Murwaji & Robby, 2017). Bank yang berfungsi sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efisien bagi nasabah. Bank menyediakan uang tunai, tabungan dan kartu kredit. Dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana (Wiwoho, 2014). Berarati bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Bila peran dalam perbankan ini berjalan dengan baik, maka pendapatan bank akan meningkat (Nurdianingsih & Suryadi, 2021). Tanpa adanya arus dana ini, dan yang tersimpan akan bersifat pasif, dan orang yang kekurangan dana tidak dapat memperoleh pinjaman dari pihak yang mempunyai kelebihan dana dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman (Rumondang, Sudirman, Effendy, Simarmata, & Agustin, 2019). Maka dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak melalui kegitan pengkreditan dan berbagai jasa yang diberikan, bank melayani kebutuhan pembiyaan serta memperlancar sistem pembayaran bagi semua sektor perekonomian.

Bursa Efek Indonesia (BEI) adat Indonesia Stock Exchange (IDX) merupakan salah satu lembaga di pasar modal yang terbentuk dari hasil penggabungan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) (Serfiyani, Sh, Purnomo, Hariyani, & Sh, 2021). Menurut UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Bursa Efek didirikan dengan tujuan menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efesien.

Bursa Efek Indonesia adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem juga sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak – pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka (Nurdianingsih & Suryadi, 2021). Sejak 22 Mei 1995 BEI menggunakan sistem perdagangan bernama Jakarta Automated Trading System (JATS), namun pada 2 Triwulan I 2009 BEI mengganti sistem JATS ini dengan sistem baru bernama JATS-NextG yang masih dipergunakan hingga saat ini. Kantor BEI berada di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Jalan Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190, Indonesia. Di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat berbagai jenis perusahaan berbentuk PT dengan berbagai bidang usaha.

Berdasarkan pasal 1 UU No. 40 Tahun 2007 Pengertian Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian modal, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya. Untuk mendirikan PT harus dengan menggunakan akta resmi yang dibuat oleh notaris dalam bahasa Indonesia, kemudian disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Perusahaan Tbk adalah perusahaan terbuka berupa jenis perseroan terbatas yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 pemegang saham atau jumlah pemegang saham yang ditetapkan dengan peraturan pemerintahan (Butar-Butar, 2020). Sebuah PT yang sudah diakhiri dengan kata Tbk adalah perusahaan perseroan terbuka atau publik merupakan bentuk kepemilikannya dapat dimiliki masyarakat, dengan perdagangan saham yang tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan Tbk dapat diartikan perusahaan yang mampu menjual saham dan obligasinya kepada masyarakat untuk mengumpulkan modal berupa uang tunai.

Didirikan suatu perusahaan memiliki tujuan yang jelas baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan utama didirikan sebuah perusahaan jangka pendeknya adalah untuk memperoleh laba dan tujuan jangka panjangnya memberikan kemakmuran bagi pemilik perusahaan (Dinar, Yuesti, & Dewi, 2020). Dari kedua tujuan tersebut, maka pihak manajemen harus dapat menghasilkan keuntungan yang optimal dan serta pengendalian yang seksama terhadap kegiatan operasional, perusahaan terutama yang berkaitan dengan keuangan suatu perusahaan. Suatu perusahaan dapat dikatakan sukses dan berhasil adalah dengan menghasilkan laba. (Lase, Telaumbanua, & Harefa, 2022) laba adalah selisih dari jumlah pendapatan dan biaya, dengan hasil jumlah pendapatan pendapatan lebih besar dari jumlah biaya. Laba yang telah dihasilkan oleh perusahaan akan dibagi kepada para pemilik saham.

PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk telah melaporkan laporan keuangan selama delapan tahun terakhir dimulai dari tahun 2014-2021.

 

Tabel 1.

Laba Usaha Tahun 2014-2021

(Dalam Jutaan Rupiah)

Tahun

Laba Usaha

2014

28,361,877

2015

30,512,907

2016

33,964,542

2017

36,805,834

2018

41,725,877

2019

43,431,933

2020

26,774,164

2021

41,144,382

Sumber: Laporan Keuangan Pt Bank Rakyat Indonesia, Tbk 2014-2021

 

Berdasarkan Tabel 1 pada tahun 2014 memperoleh laba usaha sebesar Rp. 28,36 triliun pada tahun 2015 mengalami kenaikan laba usaha sebesar Rp. 30,51 triliun pada tahun 2016 laba usaha yang diperoleh mengalami kenaikan sebesar Rp. 33,96 triliun pada tahun 2017 memperoleh kenaikan laba usaha sebesar Rp. 36,80 triliun pada tahun 2018 memperoleh kenaikan laba usaha sebesar Rp. 41,72 triliun pada tahun 2019 memperoleh kenaikan laba usaha sebesar Rp. 43,43 triliun pada tahun 2020 mengalami penurunan laba usaha menjadi sebesar Rp. 26,77 triliun, sedangkan pada tahun 2021 mengalami kenaikan laba usaha sebesar Rp. 41,14 triliun. Persentase penurunan laba usaha tahun 2020 sebesar Rp.16,66 triliun dibandingkan dari tahun sebelumnya. PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. mengalami penurunan laba usaha dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020.

Seberapa banyak perusahaan menghasilkan laba kita dapat mengetahui dengan cara melakukan analisa rasio keuangan. (Lase et al., 2022) rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk mengavaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Manfaat dilakukannya analisa rasio keuangan adalah alat evaluasi perusahaan dari prespektif keuangan, membantu manajemen sebagai rujukan untuk membuat perencanaan, serta sebagai alat menilai kinerja dan prestasi perusahaan. Hasil penilaian kinerja perusahaan dapat dijadikan sebagai evaluasi hal-hal yang perlu dilakukan dimasa depan agar kinerja manajemen dapat dipertahankan atau ditingkatkan sesuai dengan target perusahaan.

Laba merupakan hal yang penting bagi kelangsungan hidup setiap perusahaan. Laba digunakan oleh perusahaan untuk membiayai segala kebutuhan dalam kegiatan usahanya (Reimeinda, 2016). Dengan tercapainya laba yang optimal, maka akan memberikan kesejahteraan bagi semua pihak yang menaruh kepentingan terhadap perusahaan dan akan meningkatkan nilai perusahaan, laba yang diperoleh perusahaan juga merupakan salah satu ukuran kesuksesan manajemen dalam menjalani perusahaan.

Menurut (Muria, 2018) mengemukakan biaya operasional adalah 'Biaya operasi (operating expense) merupakan biaya yang terkait dengan operasional perusahaan yang meliput biaya penjualan dan administrasi (selling and administrative expense), biaya iklan (advertising expense), biaya penyusutan (depreciation and amortization expense), serta perbaikan dan pemeliharaan (repairs and maintenance expense). Salah satu tujuan usaha bank adalah memperoleh laba yang maksimal dengan mengorbankan sesuatu untuk mempertahakan kelangsungan hidup perbankan. Dalam mencapai tujuan tersebut bank harus dapat mengantisipasi segala sesuatu perubahan situasi dan kondisi baik dari sisi internal maupun eksternal bank.

Beban operasional pada setiap perbankan umumnya terdiri dari beban operasional berupa beban bunga dan beban operasional lainnya berupa beban operasional administrasi dan umum berupa beban tenaga kerja, beban promosi dan beban lainnya. Beban operasional adalah biaya anggaran yang direncanakan secara lebih terperinci tentang biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan operasional yang dilakukan oleh perbankan seperti beban bunga tabungan, giro dan deposito. Beban operasional lainnya adalah anggaran yang direncanakan secara terperinci tentang biaya-biaya yang terjadi dan terdapat didalam lingkungan kantor perbankan, serta biaya-biaya yang sifatnya untuk keperluan perbankan secara keseluruh.

Berdasarkan pada penelitian ini yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk Jakarta adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan dimana kegiatan utamanya adalah melakukan transaksi perbankan seperti simpanan, pinjaman dan kegiatan transaksi perbankan lainnya. Perusahaan harus mampu untuk dapat mengelola aktiva, hutang, modal dengan baik agar dalam kondisi bisnis yang mengalami penurunan kegiatan usaha akibat melemahnya daya beli masyarakat karena pembatasan untuk menanggulangi penularan Covid-19, keuangan perusahaan tidak terpengaruh dan tetap dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.

Berdasarkan latar belakang penelitian diduga beban operasional besar pengaruhnya terhadap laba usaha, maka penelitian ini berjudul “Pengaruh Beban Operasional terhadap Laba Usaha PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Jakarta”.

Agar arah penelitian tidak menyimpang dari topik atau masalah yang dibahas, maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1.) Memperoleh informasi secara lebih lengkap berupa penjelasan tentang pengaruh beban operasional terhadap laba usaha. 2.) Menghasilkan informasi dari olahan data tentang seberapa besar dan sejauh mana pengaruh beban operasional terhadap laba usaha.

 

METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan suatu cara atau teknik yang dapat membantu peneliti tentang urutan bagaimana penelitian dilakukan. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode studi empiris, yaitu penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi dan pengalaman. Studi empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan (Yani, n.d.). Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dan verifikatif. 

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan penelitian verifikatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau objek yang menjadi perhatian dalam kegiatan penelitian secara sistematis. (Bahri, 2018), tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan secara benar dan terstruktur berkenaan dengan isu atau masalah yang diteliti. Sedangkan penelitian verfikatif adalah penelitian yang dilakukan terhadap populasi atau sampel tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Yani, n.d.). Tujuan dari penelitian verifikatif adalah syarat untuk menjelaskan hubungan klausa dari dari variabel independen terhadap variabel dependen. Didalam penelitian ini metode deskriptif menjelaskan tentang hubungan beban operasional dan laba. Sedangkan pendekatan verifikatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah yaitu menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian deskriptif verifikatif dijelaskan hubungan beban operasional dan laba dengan kualitas informasi akuntansi.

Populasi dalam penelitian ini adalah subjek yang berhubungan dengan beban operasional dan laba yaitu laporan keuangan tahunan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang telah di dipublikasikan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Kriteria pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan laporan keuangan yang diterbitkan selama 8 (delapan) tahun terakhir, laporan keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta. tahun 2014 sampai tahun 2021, dengan 32 sampel atau 32 triwulan selama 8 tahun.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil Olahan

a.     Uji Normalitas Data


Berikut hasil uji normalitas data yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS dan dapat dilihat pada Grafik 1 dan Tabel 2

Gambar 1.

Hasil Uji Normalitas Grafik P-Plot

Sumber : Hasil Output SPSS 26

 

Grafik 1 menunjukkan bahwa titik-titik pada diagram plot menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonalnya, ini menandakan bahwa data yang diolah merupakan data yang berdistribusi secara normal.

Hasil uji normalitas dari grafik P-Plot memiliki kemungkinan terjadinya kekeliruan jika tidak berhati-hati dalam menafsirkan. Sehingga untuk mendukung hasil uji normalitas dengan grafik P-plot tersebut, berikut disajikan hasil uji normalitas data menggunakan one sample kolmogorov-smirnov test dengan nilai unstandardized residual.

 

Tabel 2.

Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Unstandardized

Residual

N

32

Normal Parametersa,b

Mean

.0000000

Std. Deviation

2094506.500

Most Extreme Differences

Absolute

.160

Positive

.123

Negative

-.160

Test Statistic

.160

Asymp. Sig. (2-tailed)

.136c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber : Hasil Output SPSS 26

 

Uji normalitas mengasumsikan bahwa data yang berdistribusi normal harus memiliki nilai signifikansi (asymp.sig) > 0,05. Berdasarkan Tabel 2 hasil uji normalitas dengan metode one sample kolmogorov-smirnov test diperoleh nilai taraf signifikansi (asymp.sig) sebesar 0,136. Maka dari hasil uji normalitas tersebut, dapat diartikan bahwa data berdistribusi normal karena memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05.

b.     Uji Metode

a.   Koefisien Korelasi

Berikut hasil uji metode analisis koefisien korelasi yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.

 

Tabel 3.

Hasil Analisis Koefisien Korelasi

Correlations

 

Beban Operasional (X)

Laba Usaha (Y)

Beban Operasional (X)

Pearson Correlation

1

.456**

Sig. (2-tailed)

 

.009

N

32

32

Laba Usaha (Y)

Pearson Correlation

.456**

1

Sig. (2-tailed)

.009

 

N

32

32

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber : Hasil Output SPSS 26

 

Tabel 3 menunjukkan hasil nilai koefisien korelasi antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y) adalah sebesar 0,456 dengan hasil nilai yang positif. Dan berdasarkan interpretasi Tabel 3.2 yang telah dibahas pada bab sebelumnya, nilai koefisien korelasi antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y) berada diantara interval 0,40 – 0,599 dengan interpretasi tingkat hubungan yang sedang.

b.   Koefisien Determinasi

Berikut hasil uji metode analisis koefisien determinasi yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.

 

Tabel 4

Hasil Analisis Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.456a

.208

.181

2129128.788

a. Predictors: (Constant), Beban Operasional (X)

b. Dependent Variable: Laba Usaha (Y)

Sumber : Hasil Output SPSS 26

 

Tabel 4 menunjukkan nilai koefisien determinasi (R Square) antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y) sebesar 0,208. Nilai koefisien determinasi tersebut berarti bahwa kemampuan variabel beban operasional (X) dalam mempengaruhi variabel laba usaha (Y).

 

c.   Analisis Regresi Linear Sederhana

Berikut hasil analisis regresi linear sederhana yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.

 

Tabel 5.

Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

5715179.503

1174589.496

 

4.866

.000

Beban Operasional (X)

.128

.046

.456

2.804

.009

a. Dependent Variable: Laba Usaha (Y)

Sumber: Hasil Output SPSS 26

 

Berdasarkan hasil analisis Tabel 5 diperoleh persamaan regresi linear sederhana dalam penelitian ini yaitu :

Y     =  α + βX + e

Y     =  5.715.179,503 + 0,128X + e

Dimana :               Y     =  Laba Usaha

α     =  Konstanta                     =  5.715.179,503  

β     =  Koefisien Regresi X      =  0,128

X    =  Beban Operasional

e     =  Error

 

Persamaan regresi linier sederhana tersebut dapat dinyatakan bahwa nilai konstanta variabel laba usaha (Y) yang diperoleh adalah sebesar 5.715.179,503 dan nilai koefisien regresi untuk variabel beban operasional (X) adalah sebesar 0,128.

c.      Uji Hipotesis (Uji t)

Berikut hasil uji hipotesis menggunakan uji t yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.

 

Tabel 6.

Hasil Uji Hipotesis (Uji t)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

5715179.503

1174589.496

 

4.866

.000

Beban Operasional (X)

.128

.046

.456

2.804

.009

a. Dependent Variable: Laba Usaha (Y)

Sumber: Hasil output SPSS 26

 

Rumusan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah “terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y)”. Untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t, diperlukan nilai t-tabel pada tabel distribusi t dengan taraf signifikansi 5% dan jumlah N (sampel) = 32 serta jumlah variabel bebas (k) = 1 atau df (degree of freedom) = 30 (df = N – k – 1 = 30) yaitu sebesar 2,04227. Berdasarkan Tabel 4.8 diperoleh nilai t-hitung dari variabel beban operasional (X) sebesar 2,804 dengan taraf signifikansi 0,009. Maka nilai t-hitung = 2,804 > t-tabel = 2,04227 atau nilai taraf signifikansi 0,009 < 0,05. Sehingga hasil uji hipotesis dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y).

B.  Pembahasan

a.    Hasil Uji Metode

a.)    Koefisien Korelasi

Tabel 4. menunjukkan hasil nilai koefisien korelasi antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y) adalah sebesar 0,456 dengan hasil nilai yang positif. Dan berdasarkan interpretasi Tabel 3.2 yang telah dibahas pada bab sebelumnya, nilai koefisien korelasi antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y) berada diantara interval 0,40 – 0,599 dengan interpretasi tingkat hubungan yang sedang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hubungan variabel beban operasional terhadap variabel laba usaha menghasilkan hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang sedang. Hubungan yang positif dapat diartikan hubungan variabel bebas berjalan searah dengan variabel terikat. Atau dapat dinterpretasikan jika variabel beban operasional mengalami kenaikan maka variabel laba usaha akan mengalami peningkatan dan sebaliknya, jika variabel beban operasional mengalami penurunan maka variabel laba usaha akan mengalami penurunan.

b.)    Koefisien Determinasi

Berdasarkan Tabel 5. diperoleh nilai (R Square) sebesar 0,208. Adapun nilai koefisien determinasi atau besaran persentase kemampuan variabel beban operasional (X) dalam mempengaruhi variabel laba usaha (Y) diperlukan perhitungan sebagai berikut :

KD     =  R2 (R Square) X 100%

=  0,208 x 100%

=  20,8%

 

Artinya nilai koefisien determinasi atau persentase kemampuan yang diberikan oleh variabel beban operasional dalam mempengaruhi variabel laba usaha sebesar 20,8% dan sisanya sebesar 79,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini dan sesuai dengan yang telah diuraikan pada model penelitian ini (dapat dilihat pada Gambar 2.3).

c.)     Persamaan Regresi

Berdasarkan hasil analisis regresi Tabel 4.7 maka diperoleh persamaan regresi linier sederhana dalam penelitian ini, yaitu :

Y = 5.715.179,503 + 0,128X + e

 

Persamaan regresi linier sederhana tersebut dapat dinyatakan bahwa nilai konstanta variabel laba usaha (Y) yang diperoleh sebesar 5.715.179,503 dan nilai koefisien regresi untuk variabel beban operasional (X) sebesar 0,128. Adapun interpretasi dari hasil persamaan regresi linier sederhana tersebut adalah :

α          =      Nilai konstanta sebesar 5.715.179,503 menyatakan bahwa jika nilai variabel beban operasional tetap atau tidak ada perubahan (peningkatan/penurunan) maka nilai konsistensi variabel laba usaha tetap sebesar 5.715.179,503.

β          =      Nilai koefisien regresi sebesar 0,128 menyatakan bahwa jika nilai variabel beban operasional bertambah 1 (satu) poin, maka nilai konsistensi variabel laba usaha akan mengalami peningkatan sebesar 0,128.

 

Dengan demikian dapat diartikan bahwa perubahan nilai variabel beban operasional akan mempengaruhi variabel laba usaha pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Jakarta.

b.   Hasil Uji Hipotesis

a.        Uji t

Rumusan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah “terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y)”. Untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t, diperlukan nilai t-tabel pada tabel distribusi t dengan taraf signifikansi 5% dan jumlah N (sampel) = 32 atau df (degree of freedom) = 30 yaitu sebesar 2,04227. Berdasarkan Tabel 4.8 diperoleh nilai t-hitung dari variabel beban operasional sebesar 2,804 dengan taraf signifikansi 0,009. Maka nilai t-hitung = 2,804 > t-tabel = 2,04227 atau nilai taraf signifikansi 0,009 < 0,05. Sehingga hasil uji hipotesis dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara variabel beban operasional terhadap variabel laba usaha.

 

Curva Uji Hipotesis

                        

 

                  

Gambar 2

Daerah Penerimaan H0 dan Penolakan H0

Sumber: Diolah, 2022

 

KESIMPULAN

Penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Hasil analisis koefisien korelasi dan tabel interpretasi nilai koefisien korelasi, diperoleh nilai koefisien korelasi antara variabel beban operasional (X) terhadap variabel laba usaha (Y) sebesar 0,456 dengan hasil nilai yang positif dan interpretasi tingkat kekuatan hubungan yang sedang. Dengan demikian hasil nilai analisis koefisien korelasi tersebut dapat dinyatakan bahwa hubungan antara variabel beban operasional terhadap variabel laba usaha menghasilkan hubungan yang positif dengan arah hubungan yang searah dan tingkat hubungan yang sedang. Hasil hipotesis menggunakan uji t, diperoleh nilai t-hitung dari variabel beban operasional (X) sebesar 2,804 dengan taraf signifikansi 0,009. Maka nilai t-hitung = 2,804 > t-tabel = 2,04227 atau nilai taraf signifikansi 0,009 < 0,05. Sehingga hasil uji hipotesis dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara variabel beban operasional terhadap variabel laba usaha

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Anggraini, Dewi, & Nasution, Syahrir Hakim. (2013). Peranan kredit usaha rakyat (KUR) bagi pengembangan UMKM di Kota Medan (studi kasus Bank BRI). Ekonomi Dan Keuangan, 1(3).

 

Bahri, Syaiful. (2018). Metodologi Penelitian Bisnis Lengkap Dengan Teknik Pengolahan Data SPSS. Penerbit Andi (Anggota Ikapi). Percetakan Andi Ofsset. Yogyakarta.

Butar-Butar, Hendy Martin. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Minoritas Pada Perusahaan Terbuka.

 

Dinar, Mariana, Yuesti, Anik, & Dewi, Ni Putu Shinta. (2020). Pengaruh profitabilitas, likuiditas dan leverage terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Kumpulan Hasil Riset Mahasiswa Akuntansi (KHARISMA), 2(1).

 

Fure, Joey Allen. (2016). Fungsi Bank Sebagai Lembaga Keuangan Di Indonesia Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan. Lex Crimen, 5(4).

 

Lase, Lidia Putri Diana, Telaumbanua, Aferiaman, & Harefa, Agnes Renostini. (2022). Analisis Kinerja Keuangan Dengan Pendekatan Rasio Profitabilitas. Jurnal Akuntansi, Manajemen Dan Ekonomi, 1(2), 254–260.

 

Muria, Gusganda. (2018). Pengaruh Pendapatan dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih (studi kasus pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di BEI periode 2012-2016). Eqien-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 5(1), 19–33.

 

Murwaji, Tarsisius, & Robby, Achmad Hagi. (2017). Edukasi dan Penyehatan Koperasi Melalui Linkage Program Perbankan. PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law), 4(3), 454–472.

 

Nurdianingsih, Resti, & Suryadi, Edy. (2021). Analisis Perbandingan Portofolio Optimal Dengan Menggunakan Model Single Indeks Dan Model Markowitz Dalam Penetapan Investasi Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek ndonesia Tahun 2019). Jurnal Produktivitas: Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak, 8(1).

 

Reimeinda, Veronica. (2016). Analisis Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Industri Telekomunikasi Di Indonesia. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 16(3).

 

Rumondang, Astri, Sudirman, Acai, Effendy, Faried, Simarmata, Janner, & Agustin, Tuti. (2019). Fintech: Inovasi Sistem Keuangan di Era Digital. Yayasan Kita Menulis.

 

Serfiyani, D. R. Cita Yustisia, Sh, M. H., Purnomo, I. R. R. Serfianto Dibyo, Hariyani, Iswi, & Sh, M. H. (2021). Capital market top secret: Ramuan sukses bisnis pasar modal Indonesia. Penerbit Andi.

 

Simatupang, H. Bachtiar. (2019). Peranan perbankan dalam meningkatkan perekonomian indonesia. JRAM (Jurnal Riset Akuntansi Multiparadigma), 6(2), 136–146.

 

Wiwoho, Jamal. (2014). Peran lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank dalam memberikan Distribusi keadilan bagi masyarakat. Masalah-Masalah Hukum, 43(1), 87–97.

 

Yani, Jenderal Achmad. (n.d.). Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta. Ferrari, JR, Jhonson, JL, & McCown, WG (1995). Procrastination And Task Avoidance: Theory, Research & Treatment. New York: Plenum Press. Yudistira P, Chandra. Diktat Ku.