Jurnal Impresi Indonesia (JII)
Vol.1, No. 5, Mei 2022
p-ISSN: 2828-1284 e-ISSN: 2810-062x
website: https://rivierapublishing.id/JII/index.php/jii/index
Doi: 1
PEMASARAN MEDIA SOSIAl dan HARGA TERHADAP LOYALITAS MEREK
DIMEDIASI MINAT BELI PADA KONSUMEN JASA KURIR
Raynard Wiguna
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia
raynard.wiguna@gmail.com
Abstract
Received:
02-05-2022
Introduction: Social media marketing is becoming a
new way for companies to promote their products. Social
media marketing provides convenience and is also able
to expand the company's marketing scope. Purpose:
The purpose of this study was to determine the effect of
social media marketing and price on brand loyalty by
mediating buying interest in Paxel courier service
consumers. Methods: The sample of this study
amounted to 286 respondents who have used the Paxel
courier service more than 2 times. Data processing uses
Structural Equation Modeling (SEM) and Partial Least
Square (PLS) with SmartPLS as a data processing
program. Research Results: The results of this study
indicate that. Social media marketing has an effect on
buying interest. Price affects buying interest. Purchase
intention has an effect on brand loyalty. Social media
marketing has an effect on brand loyalty. Price affects
brand loyalty. Social media marketing has an influence
on brand loyalty with purchase intention as a mediating
variable. Price has an influence on brand loyalty with
purchase intention as a mediating variable.
Conclusion: The effect of social media marketing and
price on brand loyalty mediated by purchase intention
has a higher value than the direct effect of media
marketing social and price on brand loyalty.
Accepted:
04-05-2022
Published:
20-05-2022
Keywords:
social media;
marketing;
courier service
Abstrak
Kata
kunci:
media sosial;
marketing; jasa
kurir
Pendahuluan: Pemasaran media sosial menjadi
sebuah cara baru untuk perusahaan mempromosikan
produk mereka. Pemasaran media sosial memberikan
kemudahan dan juga mampu untuk memperluas
cakupan marketing perusahaan. Tujuan: Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
pemasaran media sosial dan harga terhadap loyalitas
merek dengan mediasi minat beli pada konsumen jasa
kurir Paxel. Metode: Sampel dari penelitian ini
berjumlah 286 responden yang telah menggunakan jasa
kurir paxel lebih dari 2 kali. Pengolahan data
menggunakan Structural Equation Modelling (SEM)
dan Partial Least Square (PLS) dengan SmartPLS
sebagai program pengolahan data. Hasil Penelitian:
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa. Pemasaran
media sosial berpengaruh terhadap minat beli. Harga
berpengaruh terhadap minat beli. Minat beli
berpengaruh terhadap loyalitas merek. Pemasaran media
sosial berpengaruh terhadap loyalitas merek. Harga
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 2
berpengaruh terhadap loyalitas merek. Pemasaran media
sosial memiliki pengaruh terhadap loyalitas merek
dengan minat beli sebagai variabel mediasi. Harga
memiliki pengaruh terhadap loyalitas merek dengan
minat beli sebagai variabel mediasi. Kesimpulan:
Pengaruh pemasaran media sosial dan harga terhadap
loyalitas merek dimediasi oleh minat beli memiliki nilai
yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengaruh
langsung pemasaran media sosial dan harga terhadap
loyalitas merek.
Corresponding Author: Raynard Wiguna
E-mail: raynard.wiguna@gmail.com
PENDAHULUAN
Di era digital saat ini semua kegiatan sehari-hari manusia dapat dikendalikan melalui
gawai atau perangkat elektronik. Kepemilikkan gawai di masyarakat sudah menjadi sebuah
kebutuhan pokok untuk menunjang aktifitas setiap hari. Gawai bukan lagi menjadi barang
yang sifatnya mewah atau tersier. Dari kalangan anak-anak sampai dewasa lanjut pun
memiliki gawai ini. Menurut situs hootsuite.com sebesar 98,2% dari jumlah penduduk
Indonesia sudah memiliki gawai pintar dan sebesar 73,7% penduduk Indonesia sudah dapat
mengakses internet setiap harinya. Berdasarkan angka diatas dapat dikatakan bahwa
kebutuhan untuk memiliki gawai pintar dan penggunaan internet menjadi hal yang
signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Untuk dapat memenuhi kebutuhan sosial pun, gawai dapat digunakan menjadi
sebuah alat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Beberapa aplikasi yang populer di
masyarakat Indonesia adalah aplikasi Instagram. Tercatat menurut hootsuite.com pada
tahun 2021 sebesar 86,6% penduduk di Indonesia sudah menggunakan Instagram. Besarnya
angka ini menunjukan bahwa kebutuhan bersosial media menjadi hal yang primer bagi
masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi ini tersaji informasi-informasi yang dapat dibagikan
ke sesama pengguna ataupun diluar pengguna instagram melalui aplikasi media sosial
lainnya.
Pemasaran media sosial adalah konsep interdisipliner dan lintas fungsi yang
menggunakan media sosial (sering kali dikombinasikan dengan saluran komunikasi lain)
untuk mencapai tujuan organisasi dengan menciptakan nilai bagi perusahaan (Felix et al.,
2017). Pemasaran media sosial adalah bentuk pemasaran yang dipakai untuk menciptakan
kesadaran, pengakuan, ingatan dan bahkan tindakan terhadap merk, produk, bisnis,
individu, kelompok baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan alat
dari web sosial seperti blogging, microblogging, dan jejaring sosial (Setiawan & Savity,
2016). Untuk menciptakan kesadaran tersebut dibutuhkan konten-konten yang menarik dan
dan memberikan nilai terhadap sebuah merk. Dengan adanya konten-konten yang memang
diminati dan berhubungan dengan para calon konsumen menjadi sebuah potensi besar
untuk meningkatkan penjualan sebuah merk. Ketertarikan akan konten-konten yang dibuat
akan mendorong para calon konsumen mencari informasi lebih dan berdampak pada
ketertarikan merk.
Menilik dari penggunaan sosial media yang cukup tinggi di kalangan masyarakat
Indonesia. Hal ini pun menjadi sebuah peluang untuk perusahaan jasa kurir
memaksimalkan pemasaran mereka. Menurut survey oleh Markplus,inc pada tahun 2020
sebesar 85,2% bisnis jasa kurir mengalami peningkatan, ditambah dengan faktor pandemik
covid-19. Angka tersebut menunjukan minat dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang
tinggi untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Saat ini pun banyak sekali penyedia
jasa kurir yang bersaing di Indonesia. Dengan kelebihan dan keunggulan mereka masing-
masing, mereka berlomba untuk mendapatkan calon-calon konsumen untuk menggunakan
jasa mereka.
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 3
Paxel adalah perusahaan pengiriman berbasis teknologi yang berkomitmen untuk
menyelesaikan tantangan jarak jauh di Indonesia. Paxel juga memberikan jaminan kepada
konsumennya bahwa paket yang dikirimkan akan tiba dalam waktu 1 hari, apabila tidak
sampai dalam 1 hari paxel berani memberikan ganti rugi atas tarif yang sudah dikenakan
terhadap konsumen. Inilah yang menjadi keunggulan Paxel dan menjadi slogan mereka
untuk bersaing dengan merk lain. Para konsumen pun dimudahkan dengan aplikasi Paxel
yang sudah tersedia pada Android dan IOS untuk memesan jasa kurir Paxel. Konsumen
hanya perlu memilih lokasi penjemputan barang dan pengiriman barang dimanapun dan
kapanpun melalui gawai elektronik tanpa perlu mendatangi gerai yang tersedia. Saat ini
sendiri Paxel sudah tersedia di beberapa kota besar di Pulau Jawa dan luar Jawa dan saat ini
masih berkembang untuk dapat dinikmati di kota-kota lainnya di Indonesia.
Kegiatan promosi mereka pun dilakukan melalui sosial media. Paxel secara rutin dan
konsisten membagikan konten-konten mengenai produk mereka kepada masyarakat melalui
Instagram mereka. Konten-konten yang dibuat oleh mereka antara lain adalah promo,
program-program disediakan, dan juga hal-hal yang sifatnya kekinian untuk menarik calon
konsumen menggunakan jasa mereka. Ada 1 hal lagi yang selalu mereka gunakan di sosial
media mereka sebagi bentuk kampanye mereka yaitu #paketmuseharisampai. Tanda pagar
ini digunakan untuk memberikan jaminan kepada calon konsumen mereka mengenai
kecepatan pengiriman yang dilakukan dan sebagai pengingat bagi para konsumen lainnya.
Tercatat kurang lebih 1.700.000 pengguna layanan kurir Paxel sampai dengan saat
ini. Selain itu tercatat melalui aplikasi Google Play Store, aplikasi Paxel sudah diunduh oleh
kurang lebih 1.000.000 pengguna. Dilansir dari situs resmi Paxel ketepatan waktu
pengiriman mereka mencapai angka 98%. Berdasarkan data diatas dapat dikatakan Paxel
memiliki data konsumen yang cukup tinggi dengan ketepatan pengiriman yang tinggi.
Ketepatan pengiriman yang tinggi ini menambah nilai kepercayaan konsumen atas
pelayanan yang diberikan Paxel terhadap penggunanya, sehingga dapat menumbuhkan
keinginan para konsumen untuk menggunakan kembali jasa kurir dari Paxel.
Paxel secara serius menggunakan media sosial mereka untuk menjadi alat
pemasaran dalam menjangkau konsumen mereka. Selain itu juga promosi yang Paxel
tawarkan menarik minat beli dari konsumen mereka. Melihat dari penjabaran di atas, maka
peneliti membuat pra-survei terlebih dahulu untuk mengetahui loyalitas merek dan juga
minat beli di Paxel berdasarkan pemasaran media sosial (Social Media Marketing) yang
telah dilakukan.
Penelitian yang dilakukan oleh Salvation dan Sorooshian (2018) menyatakan bahwa
perusahaan menggunakan sosial media untuk mengikat pasar konsumen online. Selain itu
juga melalui sosial media perusahaan dapat berinteraksi langsung dengan konsumen, tidak
seperti pemasaran tradisional yang hanya mendorong konsumen untuk membeli produk
yang dipasarkan. Dalam penelitian ini juga mengindikasikan bahwa pemasaran media sosial
secara signifikan mempengaruhi minat beli konsumen. Sejalan dengan penelitian tersebut
menurut terdapat efek yang signifikan dari pemasaran media sosial terhadap minat beli
(Kaluç et al., 2020). Sejalan dengan penelitian tersebut pemasaran media sosial memiliki
efektifitas yang positif terhadap hubungan customer dan juga minat beli (Kim & Ko, 2010).
Menurut mereka pemasaran sosial media harus memiliki 5 unsur yaitu: hiburan,
kustomisasi, interaksi, trendines, e-wom.
Berdasarakan penelitian yang dilakukan oleh Balakrishnan et al., (2014) menyatakan
bahwa E-Wom, Online Communities, dan Iklan Online adalah saran yang efektif untuk
mempromosikan loyalitas merek dan meningkatan minat beli melalui sosial media dan juga
situs web perusahaan. Menurut Laksamana (2018) mengatakan bahwa pemasaran sosial
media ditemukan mempengaruhi minat beli dan loyalitas. Melalui sosial media dapat
melakukan hubungan dua arah antara konsumen dan juga perusahaan. Selain itu juga
ditemukan hubungan yang positif antara loyalitas merek dengan minat beli. Pemasaran
melalui media sosial membuat konsumen untuk lebih mudah mencari informasi dan dapat
meningkatkan rasa percaya terhadap merek, dari rasa percaya ini akan meningkatan
loyalitas merek (Puspaningrum, 2020). Pemasaran media sosial dengan jasa Influencer
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 4
dapat memengaruhi loyalitas merek pada generasi Z dan minat beli dapat menjadi mediasi
antara pemasaran media sosial dengan loyalitas brand (Pinto & Paramita, 2021).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Chrisnawan et al., (2019) menyatakan
bahwa harga memiliki efek yang positif terhadap minat beli. Harga yang layak dan pantas
bila ditawarkan kepada konsumen akan meningkatkan daya beli konsumen dan
meningkatan minat beli konsumen. Kesesuain harga yang diberikan dengan kualitas jasa
yang diberikan memiliki pengaruh yang positif terhadap minat beli (Amanda et al., 2021).
Potongan harga memiliki efek yang yang besar pada produk dengan harga tinggi dan
memberi efek pada konsumen dan meningkatkan nilai dari produk (Chen et al., 2012).
Penelitian dari Alford dan Biswas (2002) mengatakan bahwa potongan harga akan
meningkatkan minat beli konsumen dan menambah permintaan bagi produk.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Delima et al., (2019) mengatakan bahwa
harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen dan loyalitas
konsumen. Jika harga yang ditawarkan sesuai dengan produk yang didapatkan makan akan
berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan loyalitas produk. Sama halnya dengan itu
Wantara dan Tambrin (2019) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa harga yang
ditetapkan memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
Berdasarkan penelitian dari Yaseen & Mazahir (2019) mengatakan bahwa loyalitas
merek memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli. Hal ini juga sejalan dengan
yang diungkapan oleh Almohaimmeed (2019) bawah loyalitas merek memiliki efek
signifikan terhadap minat beli. Lalu ditemukan juga bahwa loyalitas merek akan
meningkatkan minat beli dibarengi dengan kesadaran merek (Malik et al., 2013). Minat beli
dapat meningkat apabila loyalitas merek dan kesadaran merek ditingkatkan. Menurut
Hanzaee & Andervazh (2012) mengatakan bahwa faktor-faktor dari loyalitas brand (kualitas
produk, desain, nama merek, bentuk toko, kualitas servis, promosi, dan harga) berpengaruh
terhadap minat beli konsumen.
Berbeda halnya dengan penelitian dari Ahmed & Zahid (2014) yang menyatakan
bahwa pemasaran media sosial tidak secara langsung memengaruhi minat beli. Minat beli
akan meningkat ketika mereka perduli terhadap konsumen, lalu konsumen akan terkoneksi
secara emosial terhadap merek tersebut. Sejalan dengan itu pemasaran sosial media
menunjukan tidak ada pengaruh positif terhadap minat beli (Wijaya et al., 2021). Unsur
interaksi, E-WOM, hiburan, dan trendines tidak memiliki efek yang signifikan dalam minat
beli pada merek smartphone. Pemasaran media sosial tidak memiliki hubungan secara
langsung dengan minat beli, tetapi minat beli dapat meningkat karena efek dari loyalitas
merek secara tidak lansung (DÜLEK & AYDIN, 2020). Menurut penelitian dari Suryadi
(2015) loyalitas merek dan kesadaran merek tidak memiliki pengaruh terhadap minat beli,
tetapi asosiasi merek dan kualitas yang dirasakan konsumen memiliki pengaruh terhadap
minat beli. Lalu menurut penelitian yang dilakukan oleh Bhatti Scholar (2018) mengatakan
bahwa potongan harga tidak mempegaruhi minat beli konsumen, tetapi promosi dan juga
pengaruh media sosial yang mempengaruhi minat beli konsumen. Demikian juga penelitian
yang dilakukan oleh Moon et al., (2008) menyatakan bahwa harga tidak memengaruhi
minat beli, tetapi dengan memberikan harga yang lebih premium dan produk yang dapat
dikustomisasi, akan lebih dapat meningkatkan minat beli.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian guna meneliti sejauh mana Pengaruh Pemasaran Sosial Media (Social Media
Marketing) dan Harga terhadap Loyalitas Merek (Brand Loyalty) yang Dimediasi Oleh
Minat Beli (Purchase Intention) pada Konsumen Paxel.
Tujuan dari penelitian ini adalah ingin melihat pengaruh pemasaran media sosial
terhadap loyalitas merek, pemasaran media sosial terhadap minat beli, harga terhadap
loyalitas merek, harga terhadap minat beli, minat beli terhadap loyalitas merek, pengaruh
pemasaran media sosial dan harga terhadap loyalitas merek dengan mediasi minat beli
secara simultan.
Manfaat dari penelitian ini untuk perusahaan sebagai masukan dalam mengetahui
efektifitas kegiatan pemasaran melalui media sosial, harga dan membangun loyalitas merek
pada konsumen dalam meningkatkan minat beli konsumen. Sedangkan manfaat untuk
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 5
akademik penelitian ini dapat menjadi referensi dan memberikan kontribusi untuk studi
mengenai pemasaran dan digunakan sebagai acuan dalam penelitian selanjutnya.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifitkatif. Metode
deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis
suatu hasil penelitian tetapi tidak dapat digunakan untuk menarik simpulan secara luas
(Sugiyono, 2017). Sedangkan metode verifikatif adalah suatu metode penelitian yang
bertujuan mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, atau metode yang
digunakan untuk menguji kebenaran dari suatu hipotesis (Sugiyono, 2017).
Metode pengambilan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.
Data primer dalam penelitian ini berupa penyebaran kuesioner, sedangkan untuk data
sekunder dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang sudah ada, berupa sumber
data atau keterangan dari penelitian terdahulu, buku-buku dan situs, yang secara tidak
langsung membantu dalam penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis bagaimana pemasaran sosial
media (Social Media Marketing Activities), Harga (Price) berpengaruh baik secara parsial
maupun simultan terhadap minat beli (Purchase Intention) dan Loyalitas Merek (Brand
Loyalty) pengguna jasa kurir Paxel di Kota Bandung.
Berdasarkan tujuan penelitian maka jenis penelitian ini adalah Causal Explanatory.
Causal Explanatory penelitian yang bertujuan menguji (mengetes) hipotesis tentang
hubungan sebab dan akibat. Dengan demikian, Causal Explanatory adalah
mengidentifikasikan hubungan sebab-akibat antara berbagai variabel. Penelitian ini akan
menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) Partial Least Square (PLS) Method.
Populasi dari penelitian ini adalah konsumen pengguna jasa layanan Paxel yang ada di
Kota Bandung. Selanjutnya sampel penelitian ini yaitu pria dan wanita yang berusia 17 tahun
keatas sebagai konsumen dari jasa layanan Paxel yang sudah pernah menggunakan jasa
layanan sebanyaka minimal 2 kali. Penentuan sampel dilakukan adalah metode Purposive
Sampling. Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarakan
pertimbangan tertentu. Pertimbangan sampel dalam penelitian ini adalah pria dan wanita
yang berumur minimal 17 tahun keatas di Kota Bandung sebagai pengguna jasa layanan
Paxel yang pernah menggunakan jasa layanan minimal 2 kali dan dapat mengakses layanan
Paxel pada gawai responden.
Pada penelitian ini jumlah konsumen yang menggunakan jasa kurir Paxel dan menjadi
pengikut di media sosial Paxel tidak diketahui dengan pasti, sehingga untuk menghitung
jumlah sampel minimum yang dibutuhkan menggunakan formula Slovin untuk populasi
yang tidak diketahui adalah sebagai berikut;
Jika berdasarkan rumus di atas, maka n yang didapatkan adalah 285,7143 sampel
(responden) dibulatkan menjadi 286, sehingga pada penelitian ini setidaknya peneliti harus
mengambil data dari sampel sekurang-kurangnya 286 responden.
Teknik analisis data digunakan untuk menguji hipotesis-hipotesis antar variabel dan
untuk melihat hasil dari representasi data yang didapatkan, sehingga dapat terjadi
pengambilan keputusan. Pada penelitian ini digunakan Partial Least Square (PLS). PLS
merupakan persamaan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendeketan
berdasarkan variance atau component-based structural equation modeling.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengujian Validitas
Berdasarkan tabel 1 diketahui masing-masing indikator variabel memiliki nilai outer
loading diatas 0,50. Dimana dapat dikatakan bahwa seluruh nilai dari setiap item dapat
dikatakan baik dan memenuhi syarat convergent validity. Data juga menunjukan bahwa
tidak ada indikator variabel yang 0,50. Sehingga, keseluruhan indikator dinyatakan valid
untuk digunakan dalam penelitian dan analisa lebih lanjut.
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 6
Tabel 1. Nilai Outer Loading Indikator Variabel Penelitian
Variable
Indikator
Outer Loading
Kesimpulan
Brand Loyalty
BL1
0.740
Valid
BL10
0.850
BL11
0.617
BL12
0.645
BL13
0.726
BL14
0.604
BL2
0.680
BL3
0.687
BL4
0.705
BL5
0.718
BL6
0.786
BL7
0.791
BL8
0.803
BL9
0.819
Purchase Intention
PI1
0.808
Valid
PI2
0.806
PI3
0.760
PI4
0.787
PI5
0.804
PI6
0.851
PI7
0.821
PI8
0.760
Price
PR1
0.705
Valid
PR2
0.580
PR3
0.711
PR4
0.759
PR5
0.810
PR6
0.823
PR7
0.745
Sosial Media Marketing
SM1
0.784
Valid
SM2
0.805
SM3
0.772
SM4
0.846
SM5
0.827
SM6
0.544
SM7
0.531
SM8
0.614
Analisis terhadap validitas diskriminan dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu
konstruk berbeda dengan konstruk lain. Artinya suatu konstruk hanya digunakan untuk
mengukur apa yang seharusnya diukur. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi tingkat
validitas diskriminan adalah evaluasi kriteria Fornell-Larcker, nilai cross loading, dan
HTMT.
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 7
1. Analisis Fornell-Lecker
Validitas diskriminan dengan mengevaluasi kriteria Fornell-Larcker untuk memastikan
bahwa konstruk tersebut valid dengan syarat konstruk tersebut berbagi lebih banyak
variance dengan kontruknya sendiri, bukan dengan konstruk lain. Evaluasi dilakukan
dengan cara melihat square root AVE di setiap konstruk harus lebih besar dibandingkan
AVE konstruk lain (Hair et al., 2014). Berdasarkan tabel 2, nilai square root AVE dari setiap
dimensi memiliki nilai terbesar pada konstruk masing-masing. Dapat disimpulkan bahwa
tidak terdapat masalah pada kriteria Fornell-Lecker.
Tabel 2. Pengujian Validitas Diskriminan Fornell-Lecker
Brand
loyalty
Price
Purchase
Intention
Social Media
Marketing
Brand loyalty
0.730
Price
0.575
0.737
Purchase Intention
0.700
0.547
0.800
Social Media
Marketing
0.761
0.539
0.706
0.726
Sumber : Data Penelitian, 2022
2. Analisis Cross-Loading
Evaluasi nilai cross loading dengan cara melihat nilai outer loading setiap indikator
harus memiliki nilai lebih tinggi yang menunjukkan bahwa setiap indikator berkorelasi
paling kuat dengan konstruk latennya sendiri, bukan dengan konstruk laten lain (Henseler,
J., Ringle, C.M. and Sinkovics, 2009). Berdasarkan tabel 3 nilai outer loading dari tiap
indikator memiliki nilai paling besar pada dengan konstruknya sendiri. Jadi, tidak terdapat
masalah pada evaluasi nilai cross loading.
Tabel 3. Pengujian Validitas Diskriminan: Cross-Loading
Brand
loyalty
Price
Purchase
Intention
Social Media
Marketing
BL1
0.740
0.299
0.730
0.447
BL10
0.850
0.473
0.725
0.793
BL11
0.617
0.452
0.568
0.448
BL12
0.645
0.551
0.588
0.450
BL13
0.726
0.351
0.662
0.550
BL14
0.604
0.405
0.513
0.447
BL2
0.680
0.362
0.606
0.352
BL3
0.687
0.347
0.607
0.368
BL4
0.705
0.463
0.618
0.503
BL5
0.718
0.439
0.662
0.423
BL6
0.786
0.359
0.649
0.663
BL7
0.791
0.425
0.650
0.706
BL8
0.803
0.466
0.679
0.789
BL9
0.819
0.487
0.698
0.755
PI1
0.692
0.411
0.808
0.603
PI2
0.763
0.421
0.806
0.568
PI3
0.719
0.465
0.760
0.523
PI4
0.752
0.500
0.787
0.533
PI5
0.649
0.434
0.804
0.486
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 8
PI6
0.777
0.509
0.851
0.581
PI7
0.729
0.338
0.821
0.579
PI8
0.665
0.417
0.760
0.635
PR1
0.458
0.705
0.395
0.567
PR2
0.319
0.580
0.301
0.335
PR3
0.330
0.711
0.287
0.328
PR4
0.414
0.759
0.396
0.296
PR5
0.456
0.810
0.432
0.379
PR6
0.369
0.823
0.376
0.432
PR7
0.537
0.745
0.539
0.419
SM1
0.557
0.260
0.509
0.784
SM2
0.569
0.320
0.502
0.805
SM3
0.601
0.403
0.546
0.772
SM4
0.668
0.380
0.639
0.846
SM5
0.665
0.418
0.584
0.827
SM6
0.348
0.442
0.360
0.544
SM7
0.409
0.553
0.363
0.531
SM8
0.508
0.451
0.512
0.614
Sumber: Data penelitian, 2022
3. Analisis Heterotrait-Monorait Ratio (HTMT)
Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) merupakan evaluasi terhadap tingkat korelasi
antara dua konstruk yang diukur secara sempurna. Jika nilai HTMT antara dua konstruk
mendekati 1, maka semakin kecil discriminant validity pada model. Setidaknya perlu
dipastikan bahwa nilai HTMT lebih kecil dari 1. Berdasarkan tabel 4, nilai HTMT pada setiap
korelasi antar konstruk bernilai di bawah 1, sehingga model penelitian ini memiliki tingkat
validitas yang baik.
Tabel 4. Pengujian Validitas Diskriminan: HTMT
Brand
loyalty
Price
Purchase
Intention
Social Media
Marketing
Brand loyalty
Price
0.630
Purchase
Intention
0.971
0.595
Social Media
Marketing
0.834
0.648
0.783
Sumber: Data Penelitian, 2022
Pengujian reliabilitas
Pengujian konsistensi internal dilakukan dengan melihat nilai cronbach’s alpha dan
composite reliability. Nilai composite reliability sudah cukup untuk menentukan nilai
reliabilitas karena memiliki estimasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan cronbach’s
alpha (Kurniawan, 2011).
Tabel 5. Pengujian Reliabilitas
Cronbach's
Alpha
rho_A
Composite
Reliability
Hasil
Brand loyalty
0.931
0.933
0.941
Reliabel
Price
0.858
0.874
0.892
Reliabel
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 9
Purchase Intention
0.919
0.920
0.934
Reliabel
Social Media
Marketing
0.866
0.884
0.896
Reliabel
Analisis Verifikatif
Analisis terhadap validitas konvergen dilakukan untuk melihat korelasi pengukuran
dengan pengukuran lain dari suatu konstruk yang sama. Menurut (Hair et al., 2014), item-
item yang merupakan indikator pengukuran dari suatu konstruk harus berbagi proporsi
varian yang tinggi. Nilai yang dievaluasi untuk mengetahui validitas konvergen adalah nilai
outer loading dan average variance extracted (AVE). Nilai outer loading menggambarkan
seberapa besar korelasi setiap indikator dengan suatu konstruk (Kurniawan, 2011). Validitas
konvergen dianggap layak apabila nilai outer loading 0,5. Sedangkan, nilai AVE
menggambarkan seberapa besar variabel manifes mewakili konstruk latennya. Semakin
besar AVE, maka semakin variabel manifes mewakili konstruk latennya. Validitas konvergen
dianggap layak apabila nilai AVE ≥ 0,5.
Gambar 1. Skema Inner Model dan Outer Model Penelitian
Evaluasi Inner Model
Setelah melakukan pengujian model pengukuran reflektif, tahap selanjutnya adalah
melakukan pengujian terhadap model struktural. Adapun pengujian terhadap model
struktural terdiri dari kolinearitas, pengukuran R-Square dan pengujian hipotesis hubungan
kausal.
Analisis R2
Analisis 𝑅2 digunakan untuk mengetahui seberapa besar variability variabel endogen
yang mampu dijelaskan oleh variabel eksogen. Semakin besar nilai 𝑅2 ,maka variabel
eksogen tersebut semakin tepat menjelaskan variabel endogen. Menurut (Hair et al., 2014),
ada tiga pembagian kriteria 𝑅2 yaitu nilai 0,19 untuk lemah; 0,33 untuk moderat; dan 0,67
untuk substansial. Semakin mendekati nilai 1, maka tingkat akurasi prediksi dikatakan
sempurna.
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 10
Tabel 6. Tabel R2 (R square)
R Square
R Square Adjusted
Brand loyalty
0.810
0.809
Purchase Intention
0.537
0.534
Sumber: Data Penelitian, 2022
Nilai R2 (R square) digunakan untuk mengetahui besar pengaruh variabel eksogen
terhadap variabel endogen. Dapat terlihat melalui tabel 4.29 bahwa brand loyalty dapat di
jelaskan oleh variabel eksogen Purchase Intention sebesar 81%. Sedangkan Purchase
Intention dapat di jelaskan oleh variabel eksogen Price dan Social Media Marketing sebesar
53%.
Analisa 𝑭𝟐 Test (Fsquare)
Analisis 𝐹2 digunakan untuk menentukan apakah pengaruh variabel eksogen
terhadap variabel endogen signifikan apabila terdapat perubahan (misalnya variabel eksogen
dihapus). Jika 𝐹2 > 0,02 artinya pengaruh lemah; 𝐹2 > 0,15 artinya pengaruh moderat; dan
F2 > 0,35 artinya pengaruh structural kuat.
Tabel 7. Tabel 𝑭𝟐 Test (Fsquare)
Variable dihapus
Variable Terdampak
Pengaruh
Kesimpulan
Purchase Intention
Brand loyalty
42.00%
Kuat
Price
Purchase Intention
8.50%
lemah
Social Media Marketing
51.00%
Kuat
Analisa Stone-Geisser Q2 Test (Q square)
Uji evaluasi Stoner-Geisser digunakan untuk melihat predictive relevance. Model dikatakan
memiliki nilai predictive relevance baik apabila nilai Q2 >0.5. Jika nilai Q2 <0.5 maka model
dinyatakan kurang memiliki predictive relevance.
Tabel 8. Tabel Q2 Test (Q square)
RMSE
MAE
Q²_predict
Brand loyalty
0.646
0.471
0.591
Purchase Intention
0.698
0.484
0.526
Sumber: Data Penelitian, 2022
Hasil perhitungan Q2 menunjukkan angka > 0.5 dan dapat dinyatakan bahwa model
penelitian memiliki nilai predictive relevance yang baik.
Uji Hipotesis
Peneliti menggunakan two-tailed test dengan level signifikansi 5%. Hipotesis akan
diterima apabila t-value di atas 1,96 atau di bawah - 1,96.
Uji Hipotesis Direct Effect
Tabel 9. Hasil Uji Direct Effect
T Statistics
(|O/STDEV|)
P Values
Hasil
Social Media Marketing -> Purchase
Intention
13.784
0.000
Diterima
Price -> Purchase Intention
5.325
0.000
Diterima
Purchase Intention -> Brand loyalty
15.872
0.000
Diterima
Social Media Marketing -> Brand Loyalty
5,999
0,000
Diterima
Price-> Brand Loyalty
2.015
0,044
Diterima
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 11
Sumber: Data penelitian, 2022
Evaluasi model struktural koefisien jalur dapat dilihat dari hasil tiap. Hubungan
antar variabel dapat dinyatakan signifikan apabila nilai t-statistics >1,96 dan nilai p-value
<0,05.
Dapat dilihat dari tabel 9 bahwa variabel pemasaran media sosial terhadap variabel
minat beli memiliki nilai t-statistics 13,784 yang lebih besar daripada 1,96 dan p-value 0,000
yang lebih kecil daripada 0,05. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa H1 diterima atau artinya
pemasaran media sosial berpengaruh terhadap minat beli.
Dapat dilihat dari tabel 9 bahwa variabel harga terhadap variabel minatl beli
memiliki nilai t-statistics 5,325 yang lebih besar daripada 1,96 dan p-value 0.000 yang lebih
kecil daripada 0,05. Dengan ini dapat dinyatakn bahwa H2 diterima atau artinya harga
berpengaruh terhadap minat beli.
Dapat dilihat dari tabel 9 bahwa variabel minat beli terhadap variabel loyalitas merek
memiliki t-statistics 15,872 yang lebih besar daripada 1,96 dan p-value 0,000 yang lebih
kecil daripada 0,05. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa H3 diterima atau artinya minat beli
berpengaruh terhadap loyalitas merek.
Dapat dilihat dari tabel 9 bahwa variabel pemasaran media sosial terhadap variabel
loyalitas merek memiliki t-statistics 5,999 yang lebih besar daripada 1,96 dan p-value 0,000
yang lebih kecil daripada 0,05. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa H4 diterima atau artinya
pemasaran media sosial berpengaruh terhadap loyalitas merek.
Dapat dilihat dari tabel 9 bahwa variabel harga terhadap variabel loyalitas merek
memiliki t-statistics 2,015 yang lebih besar daripada 1,96 dan p-value 0,000 yang lebih kecil
daripada 0,05. Dengan ini dapat dinyatakan bawah H5 diterima atau artinya harga
berpengaruh terhadap loyalitas merek.
Uji Hipotesis In-Direct Effect
Tabel 10. Hasil Uji In-Direct Effect
Specific Indirect
Effects
T Statistics
(|O/STDEV|)
P Values
Price -> Purchase Intention
-> Brand loyalty
0.160
5.168
0.000
Social Media Marketing ->
Purchase Intention -> Brand
loyalty
0.395
9.789
0.000
Sumber : Data Penelitian,2022
Pada tabel 10 variabel moderator minat beli memoderasi pengaruh pada variabel
harga terhadap Brand Loyalty dimana variabel minat beli memiliki nilai t-statistics 5.168
yang lebih besar daripada 1,96 dan p-value 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05. Dengan ini
dapat dinyatakan bahwa interkasi variabel harga berpengaruh signfikan terhadap loyalitas
merek melalui minat beli. Pada varibel moderator minat beli memoderasi pengaruh pada
variabel pemasaran media sosial terhadap loyalitas merek dimana variabel minat beli
memiliki nilai t-statistics 9.789 yang lebih besar daripada 1,96 dan p-value 0,000 yang lebih
kecil daripada 0,05. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa interkasi variabel pemasaran media
sosial berpengaruh signfikan terhadap loyalitas merek melalui minat beli. Sehingga dapati
disimpulkan bahwa H6 diterima atau artinya pemasaran media sosial dan harga
berpengaruh terhadap loyalitas merek yang dimediasi oleh minat beli.
Pembahasan
Peneliti merangkum hasil penelitian inner model sebagai landasan dalam menganalisa
permasalahan pemasaran media sosial dan harga terhadap loyalitas merek yang dimediasi
oleh minat beli pada konsumen Paxel pada tabel di bawah ini: (ditambah keterangan kata
kunci pada indikator).
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 12
Tabel 11. Tabel Inner Model Variabel Pemasaran Media Sosial dan
Harga
Variabel
Social Media
Marketing
Price
Hiburan
Keterjangkauan Harga
SMM 1
23.132
PR1
26.248
SMM 2
28.436
PR2
12.514
Interaksi
Kesesuaian Harga dengan kualitas
SMM 3
28.234
PR3
24.521
SMM 4
45.197
Daya Saing Harga
Trendiness
PR4
23.127
SMM 5
42.324
Potongan Harga
SMM 6
9.980
PR5
32.031
Kustomisasi
PR6
30.631
SMM 7
10.387
Kesesuaian Harga dengan Produk
SMM 8
13.003
PR 7
27.949
Tabel 12. Tabel Inner Model Minat Beli dan Loyalitas Merek
Purchase Intention
Brand Loyalty
Minat
Transaksional
Nilai dan
kualitas
Kepuasan
PI 1
30.283
BL 1
22.622
BL9
48.625
PI 2
27.850
BL 2
15.023
BL10
54.204
Minat
Referensial
Reputasi dan
Karakter
Pelayanan
PI 3
26.294
BL3
16.570
BL11
15.818
PI 4
32.092
BL4
25.966
BL 12
15.773
Minat
Preferensial
Kenyamanan
dan kemudahan
Garansi dan
jaminan
PI 5
30.678
BL5
22.916
BL 13
19.241
PI 6
36.904
BL6
29.632
BL 14
11.310
Minat
Eksploratif
BL7
33.339
PI7
33.117
BL8
32.093
PI8
29.125
Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Minat Beli
Pemasaran media sosial adalah konsep interdisipliner dan lintas fungsi yang
menggunakan media sosial (sering kali dikombinasikan dengan saluran komunikasi lain)
untuk mencapai tujuan organisasi dengan menciptakan nilai bagi perusahaan (Felix et al.,
2017). Pemasaran media sosial adalah bentuk pemasaran yang dipakai untuk menciptakan
kesadaran, pengakuan, ingatan dan bahkan tindakan terhadap merk, produk, bisnis,
individu, kelompok baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan alat
dari web sosial seperti blogging, microblogging, dan jejaring sosial (Setiawan & Savity,
2016). Untuk menciptakan kesadaran tersebut dibutuhkan konten-konten yang menarik dan
dan memberikan nilai terhadap sebuah merk. Dengan adanya konten-konten yang memang
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 13
diminati dan berhubungan dengan para calon konsumen menjadi sebuah potensi besar
untuk meningkatkan penjualan sebuah merk. Ketertarikan akan konten-konten yang dibuat
akan mendorong para calon konsumen mencari informasi lebih dan berdampak pada
ketertarikan merk.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Salvation & Sorooshian (2018) menyatakan
bahwa perusahaan menggunakan media sosial untuk mengikat pasar konsumen online.
Selain itu juga melalui sosial media perusahaan dapat berinteraksi langsung dengan
konsumen, tidak seperti pemasaran tradisional yang hanya mendorong konsumen untuk
membeli produk yang dipasarakan. Lalu penelitian yang dilakukan oleh Kim & Ko (2010)
bahwa minat beli pada luxury brand dipengaruhi oleh hiburan, interaksi, dan word of
mouth. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan. Berdasarkan dari tabel 9
didapatkan nilai sebesar 13.784 yang artinya pemasaran media sosial berpengaruh terhadap
minat beli pada konsumen Paxel. Hal ini juga diperkuat dengan nilai pada perhitungan inner
model pada tabel 11 dimana indikator interaksi memiliki nilai tertinggi sebesar 45.197. Pada
indikator tersebut konsumen menyatakan bahwa mereka merasa mampu mengungkapkan
pendapat mereka terhadap pihak Paxel melalui media sosial. Selain melalui media sosial
(Instagram) Paxel, konsumen pun dapat mengungkapkan pendapat mereka melalui aplikasi
dan customer service yang dapat diakses 24 jam. Sehingga konsumen merasa media sosial
Paxel mampu memenuhi kebutuhan mereka untuk mengungkapkan pendapat ataupun
keluhan mereka secara langsung.
Pengaruh Harga terhadap Minat Beli
Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu barang atau jasa atau
jumlah dari nilai uang yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau
menggunakan produk atau jasa tersebut (Kotler & Keller, 2016). Berdasarkan penelitian
yang dilakukan oleh Chrisnawan et al.,(2019) harga yang layak dan pantas bila ditawarkan
kepada konsumen akan meningkatkan daya beli konsumen dan minat beli konsumen.
Potongan harga memiliki efek yang besar pada penetapan harga yang tinggi dan
memberikan efek positif terhadap konsumen untuk meningkatkan minat beli (Chen et al.,
2012) (Alford & Biswas, 2002). Berdasarkan tabel 9 didapatkan nilai sebesar 5.325, artinya
harga berpengaruh terhadap minat beli pada konsumen Paxel. Jika dilihat dari perhitungan
inner model pada tabel 11, terlihat bahwa indikator potongan harga mendapatkan nilai
tertinggi sebesar 30,631. Para konsumen merasa bahwa potongan harga yang diberikan oleh
pihak Paxel sudah cukup baik. Selain itu juga ada ketertarikan dari para konsumen dengan
adanya promo dan diskon yang diberikan oleh Paxel. Potongan-potongan harga yang
diberikan oleh Paxel dilakukan dengan banyak cara, dapat dengan memberikan kupon yang
dapat diaplikasikan saat melakukan pembayaran. Lalu ada juga potongan harga melalui
beberapa metode pembayaran melalui dompet digital seperti Ovo, Gopay, Shopeepay, dan
lain-lain. Paxel pun memberikan sebuah program yaitu “Paxel Club”, konsumen membayar
biaya berlangganan sebesar Rp. 300.000 untuk setahun dan mendapatkan benefit yaitu
potongan harga sebesar 25% di setiap transaksi yang dilakukan.
Pengaruh Minat Beli terhadap Loyalitas Merek
Pengertian minat beli adalah kecenderungan untuk membeli sebuah merek dan
secara umum berdasarkan kesesuaian antara motif pembelian dengan atribut atau
karakteristik dari merek yang dapat dipertimbangkan Belch & Belch (2017). Menurut Kotler
& Keller (2016:198) didefinisikan bentuk dari perilaku dari konsumen yang berkeinginan
untuk membeli atau memilih sebuah produk yang didasari oleh pengalaman, penggunaan
dan keinginannya pada suatu produk.
Minat beli ini menciptakan suatu motivasi yang terus terekam dalam benak
seseorang dan menjadi suatu keinginan yang sangat kuat dan akhirnya ketika seorang
konsumen harus memenuhi kebutuhannya akan mengaktualisasikan apa yang ada didalam
benaknya itu. Menurut (Oliver, 2014) efek hierarki minat beli digunakan untuk
menggambarkan urutan proses munculnya keyakinan (beliefs).
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 14
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Almohaimmeed (2019) dan Yaseen & Mazahir
(2019) menyatakan bahwa loyalitas merek akan memberikan pengaruh signfikan terhadap
minat beli. Loyalitas merek dijadikan sebagai faktor prediksi untuk munculnya minat beli
pada studi yang dilakukan. Minat beli yang meningkat terjadi akibat adanya kesetiaan
konsumen terhadap merek tertentu. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hanzaee
& Andervazh (2012) yang melakukan penelitian terhadap konsumen kosmetik perempuan di
Iran yang menyatakan bahwa loyalits merek menjadi faktor penentu yang penting bagi
perusahaan untuk memastikan bahwa konsumen tidak berpaling ke merek lain dan tetapi
menjadikan merek tersebut diutamakan oleh konsumen. Nama merek menjadi faktor yang
paling mempengaruhi dalam minat beli konsumen pada penelitian tersebut. Bila dilihat dari
tabel 9 didapatkan hasil 15,872 yang artinya adalah minat beli berpengaruh terhadap
loyalitas merek. Dilihat dari tabel 12 perhitungan inner model indikator terbesar dari minat
beli adalah minat preferensial, dimana disebutkan bahwa konsumen Paxel merasa bahwa
tidak akan mempertimbangkan untuk menggunakan jasa kurir lain apabila Paxel tidak dapat
memenuhi kebutuhan konsumen. Selain itu juga konsumen menjadikan Paxel sebagai top of
mind dalam pemilihan jasa kurir untuk keperluan mereka. Selain itu juga dilihat dari tabel
12 di indikator kepuasan pada variabel loyalitas merek, konsumen Paxel sejauh ini merasa
puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Paxel karena adanya ketepatan waktu dalam
pengiriman serta keamanan paket yang dijaga secara konsisten.
Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Loyalitas Merek
Menurut Aaker (2009) loyalitas merek (brand loyalty) merupakan suatu keterkaitan
antara pelanggan dengan sebuah merek. Ukuran ini memberikan gambaran tentang
mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain yang ditawarkan oleh pesaing,
terutama jika merek tersebut didapati adanya perbedaan dalam harga atau atribut lainnya.
Menurut Schiffman & Kanuk (2009) loyalitas merek (brand loyalty) juga sebagai
preferensi konsumen yang secara konsisten melakukan pembelian pada merek yang sama
untuk produk yang spesifik dengan kategori pelayanan tertentu. Menurut penelitian dari
(Balakrishnan et al., 2014) E-WOM, Online Communities, dan iklan online adalah sarana
yang efektif untuk mempromosikan loyalitas merek dan meningkatkan minat beli melalui
media sosial dan juga situs website perusahaan. Pemasaran melalui media sosial membuat
konsumen untuk lebih mudah mencari informasi dan dapat meningkatkan rasa percaya
terhadap merek, dari rasa percaya ini akan meningkatan loyalitas merek (Puspaningrum,
2020). Dilihat dari tabel 9 didapatkan nilai 5,999 yang artinya adalah pemasaran media
sosial berpengaruh terhadap loyalitas merek. Dilihat dari perhitungan inner model pada
tabel 11 pada indikator interaksi mendapatkan nilai tertinggi sebesar 45,197 dan pada tabel
12 pada indikator kepuasan mendapatkan nilai 48,625. Para konsumen Paxel mampu untuk
berinteraksi secara langsung untuk mengungkapkan setiap pendapat, keluhan, atau saran
melalui media sosial mereka ataupun melalui aplikasi yang disediakan. Sehingga konsumen
merasa didengarkan dan adanya umpan balik secara langsung dari Paxel. Melalui fitur di
aplikasi Paxel, konsumen dapat berbicara langsung dengan customer service untuk
menanyakan perihal layanan yang disediakan ataupun menyatakan setiap keluhan yang
dirasakan. Selain itu juga para konsumen dapat mengungkapkan keluh kesah mereka
melalui Whatsapp yang tersedia 24 jam. Sehingga melalui pelayanan yang diberikan
tersebut konsumen merasa puas dan terciptanya loyalitas merek.
Pengaruh Harga terhadap Loyalitas Merek
Harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen dan loyalitas
konsumen (Delima et al., 2019). Apabila harga yang ditawarkan sesuai dengan produk yang
didapatkan makan akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan loyalitas produk.
Harga yang ditetapkan memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen (Wantara &
Tambrin, 2019). Jika dilihat dari tabel 9 didapatkan nilai 2,105 nilai ini dapat dikatakan
cukup baik dan memiliki arti bahwa harga mempengaruhi loyalitas merek pada konsumen
Paxel. Dilihat dari tabel 11 didapatkan nilai tertinggi pada indikator potongan harga sebesar
32,031 dan pada tabel 12 didapatkan nilai tertinggi pada indikator kepuasan sebesar 48,625.
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 15
Melalui perhitungan inner model tersebut disimpulkan bahwa dengan adanya potongan
harga yang diberikan dan juga pelayanan yang maksimal menciptakan sebuah loyalitas
merek pada konsumen Paxel. Bentuk komitmen ini terlihat dari adanya program “Paxelin
Club”. “Paxelin Club adalah sebuah program dimana konsumen membayar biaya
berlangganan sebesar Rp. 300.000 untuk setahun dan mendapatkan benefit yaitu potongan
harga sebesar 25% di setiap transaksi yang dilakukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
harga mempengaruhi loyalitas merek sesuai dengan penelitian sebelumnya.
Pengaruh Pemasaran Media Sosial dan Harga terhadap Loyalitas Merek yang
Dimediasi oleh Minat Beli
Pemasaran media sosial ditemukan mempengaruhi minat beli dan loyalitas. Melalui
sosial media dapat melakukan hubungan dua arah antara konsumen dan juga perusahaan.
Selain itu juga ditemukan hubungan yang positif antara loyalitas merek dengan minat beli
(Laksamana, 2018). Pemasaran media sosial dengan peran influencer memiliki pengaruh
positif terhadap loyalitas merek dengan mediasi minat beli pada generasi Z (Pinto &
Paramita, 2021). Dilihat dari tabel 10 hasil uji in-direct Effect didapatkan nilai 9,789 untuk
varibel pemasaran media sosial terhadap loyalitas merek yang dimediasi oleh minat beli.
Bila dibandingkan dengan tabel 9 hasil uji direct effect pemasaran media sosial terhadap
loyalitas merek didapatkan nilai 5,999. Disimpulkan bahwa pengaruh pemasaran media
sosial terhadap loyalitas merek lebih besar apabila dimediasi oleh minat beli. Melalui media
sosial dan aplikasi yang Paxel mereka melakukan promosi dan memberikan informasi-
informasi tentang layanan yang diberikan, lalu muncul minat beli dari konsumen untuk
mencari informasi tentang promo dan layanan tersebut, setelah melalukan setiap transaksi
dan merasakan benefit dari layanan yang diberikan konsumen merasa puas dan
menigkatkan loyalitas konsumen.
Dilihat dari tabel 10 hasil uji in-direct Effect didapatkan nilai 5,168 untuk variabel
harga terhadap loyalitas merek yang dimediasi oleh minat beli. Bila dibandingkan dengan
tabel 9 hasil uji direct effect harga terhadap loyalitas merek didapatkan nilai 2,015.
Disimpulkan bahwa pengaruh harga terhadap loyalitas merek lebih besar apabila dimediasi
oleh minat beli. Dari harga yang ditetapkan, potongan harga, serta manfaat yang ditetapkan
oleh pihak Paxel memunculkan minat beli pada konsumen Paxel sebelum mereka
menggunakan layanan yang jasa kurir Paxel. Setelah mereka merasakan manfaat yang
diterima sesuai dengan harga yang ditetapkan maka muncul keinginan konsumen untuk
menggunakan kembali layanan jasa kurir Paxel kembali. Sehingga terciptanya loyalitas
konsumen dari proses tersebut
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian terhadap konsumen Paxel mengenai pengaruh
pemasaran media sosial dan harga terhadap loyalitas merek dimediasi oleh minat beli dapat
disimpulkan (sesuai dengan tujuan penelitian): Pemasaran media sosial berpengaruh
terhadap minat beli konsumen Paxel, Harga berpengaruh terhadap minat beli konsumen
Paxel, Minat beli berpengaruh terhadap loyalitas merek konsumen Paxel, Pemasaran media
sosial berpengaruh terhadap loyalitas merek konsumen Paxel,Harga berpengaruh terhadap
loyalitas merek konsumen Paxel, Pemasaran media sosial dan harga memiliki pengaruh
terhadap loyalitas merek dengan mediasi minat beli, Nilai pengaruh pemasaran media sosial
dan harga terhadap loyalitas merek dengan mediasi minat beli memiliki nilai lebih tinggi
dibandingkan dengan pengaruh langsung pemasaran media sosial terhadap loyalitas merek
BIBLIOGRAFI
Aaker, D. A. (2009). Managing Brand Equity: Capitalizing on the Value of A Brand Name,
The Free Press. In New York, NY.
Ahmed, M. A., & Zahid, Z. (2014). Role of social media marketing to enhance CRM and
brand equity in terms of purchase intention. ASIAN JOURNAL OF MANAGEMENT
RESEARCH, 4(3), 533549.
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 16
Alford, B. L., & Biswas, A. (2002). The effects of discount level, price consciousness and sale
proneness on consumers’ price perception and behavioral intention. Journal of
Business Research, 55(9), 775783. https://doi.org/10.1016/S0148-2963(00)00214-9
Almohaimmeed, B. M. A. (2019). The Effects of Social Media Marketing Antecedents on
Social Media Marketing , Brand Loyalty and Purchase Intention: A Customer
Perspective. 13(4), 146158.
Amanda, T., TJ, H. W., Kusniawati, A., & Surjaatmadja, S. (2021). Effect of Electronic Word
of Mouth (E-WOM) and Instagram Account on Purchase Intention. 3(12), 61816190.
Balakrishnan, B. K. P. D., Dahnil, M. I., & Yi, W. J. (2014). The Impact of Social Media
Marketing Medium toward Purchase Intention and Brand Loyalty among Generation Y.
Procedia - Social and Behavioral Sciences, 148, 177185.
https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.07.032
Belch, G. E., & Belch, M. A. (2017). Advertising and Promotion: An Integrated Marketing
Communications Perspectiveo Title (11th ed.). McGraw-Hill Education.
Bhatti Scholar, A. (2018). Science Arena Publications International journal of Business
Management Sales Promotion and Price Discount Effect on Consumer Purchase
Intention with the Moderating Role of Social Media in Pakistan. 3(4), 5058.
Chen, H. A., Marmorstein, H., Tsiros, M., & Rao, A. R. (2012). When More Is Less: The
Impact of Base Value Neglect on Consumer Price Discounts. 76(July), 6477.
Chrisnawan, L., Onibala, M., Octora, Y., Setiawan, E. B., & Antony, D. (2019). The Effect of
Price And Perceived Quality on Ticket Purchase Intention at Lion Air Airline. Advances
in Transportation and Logistics Research, 187195.
Delima, A., Ashary, H. M., & Usman, O. (2019). Influence of Service Quality, Product
Quality, Price, Brand Image, and Promotion to Consumer Satisfaction Affecting on
Consumer Loyalty (Online Shop). SSRN Electronic Journal, 115.
https://doi.org/10.2139/ssrn.3308707
DÜLEK, B., & AYDIN, İ. (2020). EFFECT OF SOCIAL MEDIA MARKETING WOM, BRAND
LOYALTY, ND PURCHASE ON E-WOM, BRAND LOYALTY, AND PURCHASE
INTENTION. Bingöl Üniversitesi Sosyal Bilimler Enstitüsü Dergisi, 20, 271288.
https://doi.org/10.29029/busbed.734350
Felix, R., Rauschnabel, P. A., & Hinsch, C. (2017). Elements of strategic social media
marketing: A holistic framework. Journal of Business Research, 70, 118126.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C., & Sarstedt, M. (2014). A primer on partial least
squares structural equation modeling (PLS-SEM).
Hanzaee, K. H., & Andervazh, L. (2012). The Influence of Brand Loyalty on Cosmetics
purchase Intention of Iranian Female Consumers Brand loyalty: 2(5), 53895398.
Kaluç, C., Kırılmaz, K., İnsan, S., Yönetimi, K., & Araştirma, Y. B. İ. R. (2020). Business &
Management Studies: an International Journal UygulamalarininIşten
AyrilmNiyetinEtkisine. 5, 40694098.
Kim, A. J., & Ko, E. (2010). Impacts of luxury fashion brand’s social media marketing on
customer relationship and purchase intention. Journal of Global Fashion Marketing,
1(3), 164171. https://doi.org/10.1080/20932685.2010.10593068
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (S. Wall (ed.); 15th ed.). Pearson
Prentice Hall.
Kurniawan, H. (2011). Partial Least Square (PLS) Sebagai Metode Alternatif SEM Berbasis
Varians (LISREL) dalam Eksplorasi Data Survey dan Data Mining. Jurnal Telematika,
7(1).
Laksamana, P. (2018). Impact of Social Media Marketing on Purchase Intention and Brand
Loyalty: Evidence from Indonesia’s Banking Industry Patria. Textile Network, 8(56),
3435.
Malik, M. E., Ghafoor, M. M., Hafiz, K. I., Riaz, U., Hassan, N. U., Mustafa, M., & Shahbaz, S.
(2013). Importance of brand awareness and brand loyalty in assessing purchase
intentions of consumer. International Journal of Business and Social Science, 4(5).
Moon, J., Chadee, D., & Tikoo, S. (2008). Culture , product type , and price influences on
consumer purchase intention to buy personalized products online
. 61, 3139.
Raynard Wiguna
Pemasaran Media Sosial, Harga terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Minat Beli pada
Konsumen Jasa Kurir
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 17
https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2006.05.012
Oliver, R. L. (2014). Satisfaction: A behavioral perspective on the consumer: A behavioral
perspective on the consumer. Routledge.
Pinto, P. A., & Paramita, E. L. (2021). Social media influencer and brand loyalty on
generation Z: the mediating effect of purchase intention. 4(2), 105115.
Puspaningrum, A. (2020). Social Media Marketing and Brand Loyalty: The Role of Brand
Trust. 7(12), 951958. https://doi.org/10.13106/jafeb.2020.vol7.no12.951
Salvation, M. D., & Sorooshian, S. (2018). The role of social media marketing and product
involvement on consumers’ purchase intentions of smartphones. Computational
Methods in Social Sciences (CMSS), 6(1), 6581.
Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2009). Consumer Behavior (9th ed.). Pearson Prentice
Hall.
Setiawan, I., & Savity, Y. (2016). New Content Marketing (S. Raynardia (ed.); 1st ed.). PT
Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B (26th ed.). Alfabeta.
Suryadi, D. (2015). The Impact of Brand Equity towards Purchase Intention on PT . X s
Candy. IBuss Management, 3(2), 18.
Wantara, P., & Tambrin, M. (2019). The Effect of Price and Product Quality Towards
Customer Satisfaction and Customer Loyalty on Madura Batik. International Tourism
and Hospitality Journal, 2(1), 19.
Wijaya, O. Y. A., Sulistiyani, Pudjowati, J., Kartikawati, T. S., Kurniasih, N., & Purwanto, A.
(2021). The role of social media marketing, entertainment, customization, trendiness,
interaction and word-of-mouth on purchase intention: An empirical study from
indonesian smartphone consumers. International Journal of Data and Network
Science, 5(3), 231238. https://doi.org/10.5267/j.ijdns.2021.6.011
Yaseen, S. &, & Mazahir, I. (2019). Impact of Corporate Credibility, Brand Awareness, Brand
Image and Brand Loyalty on Purchase Intention in the Telecommunication Sector of
Karachi. Journal of Indonesian Economy and Business, 12(1), 86100.