Jurnal Impresi Indonesia (JII)
Vol.1, No. 5, Mei 2022
p-ISSN: 2828-1284 e-ISSN: 2810-062x
website: https://rivierapublishing.id/JII/index.php/jii/index
Doi: 10.36418/jii.v1i5.66 502
ANALISA PERBANDINGAN SISTEM BERBASIS ENTERPRISE
RESOURCE PLANNING (ERP) PADA PERUSAHAAN INDUSTRI PT.
WINGS GROUP
Reni Mardiana1, Syelen2, Gelasia Gwyneth3, Martasya B.A4, Kelvin Yohanes5
Universitas International Batam, Sumatera Utara, Indonesia
2041007.reni@uib.edu1, 2014012.syele[email protected]2, 2041055.gelasia@uib.edu3,
2041090.martasya@uib.edu4, 1741216.kel[email protected]5
Abstract
Received:
04-05-2022
Introduction: The research focuses on the urgency of
an information system in a company, namely
Enterprise Resource Planning (ERP) System
Application and Processing (SAP) or ERP SAP. In
principle, ERP works by integrating and automating
business processes. This system is able to unify all
company operations by controlling all business
activities to optimize company performance in
achieving company targets that affect the company's
supply chain management. The companies that have
successfully implemented SAP ERP well are PT. Wings
Main (Wings Group). Purpose: This study aims to
analyze the effectiveness of the implementation of the
Wings Group information system by outlining the
advantages and disadvantages of implementing
contemporary ERP SAP information systems in the
Wings Group, as well as analyzing the effect on the
supply chain management of a company. Methods:
This research uses qualitative research with basic
research which aims to find out something by being
proven by the form of research. Results: The results of
this study indicate that the advantages of the SAP
Wings Group ERP include: 1) being able to integrate
various business functions; 2) software supports
business function activities, and; 3) able to manage
linkages between business processes and supply chain
management. While the disadvantages include: 1)
limited software customization; 2) require a large
amount of money, and; 3) data on ERP is sensitive to
system damage that may be done by certain parties.
The success factors for implementing the company's
SAP ERP include: 1) adjusting consumer interest with a
considerable influence on supply chain management; 2)
information distribution; 3) supply chain integration,
and; 4) document archiving. Conclusion: After
implementing the ERP-SAP system we can find
advantages and disadvantages because SAP is a
sophisticated program that companies rely on to
integrate units in their production.
Accepted:
05-05-2022
Published:
20-05-2022
Keywords:
information
system;
enterprise
resource
planning; wings
group
Abstrak
Reni Mardiana, Syelen, Gelasia Gwyneth, Martasya B.A, Kelvin Yohanes
Analisa Perbandingan Sistem Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) pada
Perusahaan Industri PT. Wings Group
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 503
Kata
kunci:
sistem informasi;
enterprise
resource
planning; wings
group
Pendahuluan: Penelitian berfokus pada urgensi sistem
informasi di sebuah perusahaan, yakni Enterprise
Resource Planning (ERP) System Application and
Processing (SAP) atau ERP SAP. Prinsipnya, ERP
bekerja dengan cara mengintegrasikan dan
mengotomasikan proses bisnis. Sistem ini mampu
menyatukan seluruh operasional perusahaan dengan
mengontrol seluruh aktivitas bisnis untuk
mengoptimalkan kinerja perusahaan dalam mencapai
target perusahaan yang berpengaruh terhadap supply
chain management perusahaan. Adapun perusahaan
yang berhasil mengimplementasikan ERP SAP dengan
baik adalah PT. Sayap Mas Utama (Wings Group).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis
efektivitas penerapan sistem informasi Wings Group
dengan menguraikan kelebihan dan kekurangan
penerapan sistem informasi kontemporer ERP SAP di
Wings Group, serta menganalisa pengaruh terhadap
supply chain management suatu perusahaan. Metode:
Penelitian ini memakai penelitian kualitatif dengan
penelitian dasar yang memiliki tujuan untuk mengetahui
sesuatu dengan dibuktikan bentuk riset. Hasil: Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kelebihan ERP SAP
Wings Group meliputi: 1) mampu mengintegrasi
berbagai fungsi bisnis; 2) software mendukung kegiatan
fungsi bisnis, dan; 3) mampu mengatur keterkaitan antar
proses bisnis dan supply chain management. Sedangkan
kekurangannya meliputi: 1) kustomisasi software
terbatas; 2) memerlukan biaya besar, dan; 3) data pada
ERP sensitif terhadap perusakan sistem yang mungkin
dilakukan pihak tertentu. Adapun faktor keberhasilan
penerapan SAP ERP perusahaan ini meliputi: 1)
menyesuaikan minat konsumen dengan adanya
pengaruh yang cukup besar terhadap supply chain
management; 2) distribusi informasi; 3) integrasi rantai
pasokan, dan; 4) pengarsipan dokumen. Kesimpulan:
Setelah menerapkan system ERP-SAP kita dapat
menemukan kelebihan dan kekurangan karena SAP
adalah program dengan kecanggihan yang diandalkan
oleh perusahaan utnuk mengintegraskan unit dalam
produksinya.
Corresponding Author: Reni Mardiana
E-mail: 20410[email protected]
PENDAHULUAN
Inovasi teknologi informasi terus dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dan
efisiensi kinerja perusahaan yang juga berpengaruh pada supply chain management
(Rahmasari, 2019). Salah satu inovasi penting yang ada pada bidang ini merupakan sebuah
sistem informasi Enterprise Resource Planning (ERP) System Application and Processing
(SAP). Sistem informasi sendiri dalam sebuah perusahaan memiliki fungsi untuk
mendukung manajemen dan kegiatan operasional dengan menyatukan antara aktivitas
manusia dan penggunaan teknologi (Negara et al., 2021). Berbagai macam metode informasi
yang sering diterapkan di perusahaan antara lain terdiri dari dua jenis, yakni meliputi sistem
Reni Mardiana, Syelen, Gelasia Gwyneth, Martasya B.A, Kelvin Yohanes
Analisa Perbandingan Sistem Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) pada
Perusahaan Industri PT. Wings Group
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 504
informasi manajemen, sistem informasi eksekutif, dan sistem informasi akuntansi dan
sistem yag berkaitan dengan supply chain management (Anggraeni, 2017).
ERP ialah suatu metode informasi yang memiliki fungsi untuk mencapai competitive
advantage. Pada dasarnya, ERP adalah kumpulan modul berganda yang tercipta dari
perkembangan perangkat lunak industri manufaktur (Handriani, 2012). Sebelumnya, ERP
ini telah memiliki perkembangan dari Manufacturing Resource Planning (MRP II), yaitu
hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang mana muncul lebih awal
(Sagala et al., 2021). Pada prinsipnya, sistem ERP bekerja dengan cara menekan biaya-biaya
produksi yang tinggi, seperti biaya inventory maupun biaya kerugian akibat kesalahan
teknis. Umumnya, persediaan, pengapalan, dan accounting Sistem ERP secara modular
menangani proses manufaktur, logistik, distribusi perusahaan (Fajar, 2017). Dengan kata
lain, sistem ini mampu menyatukan seluruh operasional perusahaan dengan mengontrol
seluruh aktivitas bisnis, mulai dari penjualan, pengiriman, produksi, manajemen
persediaan, manajemen kualitas, riset, hingga sumber daya manusia.
Dengan demikian, sistem ERP dapat dimaknai sebagai suatu cross-functional atau
sistem informasi yang diperuntukan bagi perusahaan guna mengintegrasikan dan
mengotomasikan proses bisnis (Utama & Yulianto, 2014). Atas hal tersebut, ERP semakin
berkembang dengan diikuti banyak peminat yang berasal dari berbagai bidang perusahaan,
yang mana memiliki orientasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaannya.
Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Pratama et al., 2016) bahwa aplikasi SAP ERP modul
Plant Maintenance dapat dikonfigurasikan sesuai dengan kebutuhan PT. Len Industri
(Persero) menggunakan metode ASAP yang memungkinkan pengembang untuk banyak
melakukan interaksi kepada stakeholder sehingga dapat melakukan perbaikan secara terus-
menerus.
Sistem ERP dapat mendukung proses bisnis yang efisien dari proses bisnis dengan
mengintegrasikan seluruh bisnis tugas yang berhubungan dengan penjualan, produksi,
pencatatan akuntansi dan para staf perusahaan di dalam satu basis data yang tersentralisasi
(Birrohmah, 2019). Adapun salah satu perusahaan yang berhasil mengimplementasikan
ERP SAP hingga mampu mengembangkan bisnis dengan pesat adalah PT. Sayap Mas Utama
(Wings Group). Eksis sejak 1948 hingga kini, Wings Group dapat diartikan mampu
merespons dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dengan baik dalam
mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi kinerja perusahaan. Keberadaan Wings Group hari
ini merupakan daya tarik tersendiri, terutama ditinjau dari sistem ERP yang digunakannya,
sebagai alat perusahaan untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis. PT yang
awalnya sebuah industri rumah kecil sebagai produsen produk produsen sabun, deterjen,
dan pembersih lainnya, kini berkembang menjadi perusahaan skala besar menghasilkan
berbagai produk rumah tangga dan pemeliharaan kesehatan diri.
Penelitian ini menyajikan proses penerapan sistem manajemen rantai pasok berbasis
ERP di PT. Sayap Mas Utama (Wings Group) sebagai perusahaan penghasil produk-produk
rumah tangga dan pemeliharaan kesehatan diri, dalam kerangka sebagai sebuah studi kasus.
Analisis terhadap sistem informasi PT. Sayap Mas Utama sebagai sebuah perusahaan besar
ini perlu dilakukan guna menjadi rujukan bagi pengembangan perusahaan lain. Peranan
dari manajemen system informasi bertujuan untuk mengupayakan efisiensi dan efektifitas
kinerja perusahaan dalam mencapai target perusahaannya (Ningrum, 2018). Adapun
analisis ini memiliki fokus pada pembahasan mengenai pengaruh management rantai pasok
berbasis sistem ERP untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja PT. Sayap Mas
Utama (Wings Group).
Didalam penelitian ini juga menyajikan kelebihan dan kekurangan penerapan sistem
informasi dengan ERP SAP di PT. Sayap Mas Utama (Wings Group), serta uraian tentang
faktor-faktor yang mendorong keberhasilan penerapan ERP SAP tersebut, perbandingan
antara PT. Sayap Mas Utama (Wings Group) dan perusahaan lain dalam penerapan sistem
informasinya
Reni Mardiana, Syelen, Gelasia Gwyneth, Martasya B.A, Kelvin Yohanes
Analisa Perbandingan Sistem Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) pada
Perusahaan Industri PT. Wings Group
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 505
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode
penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian digunakan untuk meneliti populasi atau
sampel tertentu (Sugiyono, 2010). Teknik pengambilan sampel yang penulis lakukan secara
random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa penyebaran
kuisioner, menggambarkan kondisi subjek penelitian berdasarkan fakta yang terdapat di
perusahaan analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis
yang telah ditetapkan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Sayap Mas Utama
(wings group) yang berlokasi di batam center, kepuluan riau sebanyak 30 responden yang
bekerja di devisi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Profil PT. Sayap Mas Utama (Wings Group)
PT. Sayap Mas Utama (Wings Group) adalah industry yang telah berdiri sejak tahun
1948 tepatnya di surabaya, indonesia yang memproduksi bahan rumah tangga seperti sabun,
detergen,dan produk pembersih lainya yang merupakan anak perushaan wings cooperation.
Awal sebelum menjadi perusahaan besar seperti sekarang mereka adalah idustri
rumahan yang telah berkembang selama lima puluh tahun dan memperkerjaakan ribuan
orang di daerah sekitar usaha tersebut.
Perusahaan ini telah diambil alih oleh Bank Ekonomi Raharja. Perusahaan ini
pernah memasuki catatan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Hingga saat ini
Wings berhasil memproduksi dan memasarkan lebih dari empat puluh produk yang menjadi
unnggulan mereka.
Perusahaan ini memiliki tujuan visi dan misi yang menghasilkan produk yang
berkualitas dan bersaing secara international dan memiliki harga yang terjangkau, contoh
produk pertama merkea adalah sabun pencuci piring hijau buatan tangan, yang menembus
pasar global kompetetif pada tahun 1940an, Kemudian Wings mulai mengenalkan produk
baru mereka yaitu detergen dan produk pembersih lainnya melalui saluran distribusi yang
berada di seluruh Indonesia.
Beberapa puluh tahun berikutnya Wings selalu memperluas berbagai macam produk
yang ditujukan kepada berbagai rumah tangga dan produk perawatan pribadi. Wings juga
selalu memperluas jaringan distribusi selama periode ini, sekarang hampir seluruh kota dan
desa sudah tersedia produk yang diproduksi oleh perusahaan Wings dan supply rantai pasok
yang cukup baik dalam manajemen sistim perusahaan ini telah berjalan lancar hingga
sekarang. Perusahaan ini sekarang telah memproduksi dan menjual ratusan stok untuk
rumah tangga dan produk perawatan pribadi, dan baru-baru ini juga memperluas berbagai
macam produknya kedalam kategori minuman dan makanan instan dan akan terus
memperluas jangkauan supply market mereka.
Proses ERP pada PT. Sayap Mas Utama (Wings Group)
1. Menerapkan system informasi pada perusahaan. Mengingat betapa penting
manajemen system informasi. Jadi tidak asing lagi jika semua perusahaan
menerapkann manajemen system informasi demi efisiensi dan efektifitas kinerja
sebuah perusahaan untuk mencapai target perusahan.
2. Melakukan system instalasi ERP pada perusahaan, bisa dengan menggunakan
system ERP yang baru pastinya akan muncul resiko seperti perusahaan harus
menyesuaikan diri dengan sistem baru, apakah sumber daya yang didalam sudah
siap untuk menjalankan sistem erp atau belum dan juga kadang proses implementasi
tidak dilakukan secara bertahap.
3. Operating Support System PT. Sayap Mas Utama memiliki jaringan komputer yang
dapat dihubungkan dengan customer yang menyediakan informasi pemesanan.
Transaction Processing System yang digunakan oleh wing group adalah Point of Sale
(POS) System, Point of Sale merupakan bagian terpenting dalam proses operasional,
transaksi dengan konsumen yang berinteraksi langsung dengan pelanggan.
Reni Mardiana, Syelen, Gelasia Gwyneth, Martasya B.A, Kelvin Yohanes
Analisa Perbandingan Sistem Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) pada
Perusahaan Industri PT. Wings Group
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 506
Wings sekarang sudah dikenal produsen dalam negeri yang terkemuka dan
distributor produk rumah tangga dan produk perawatan diri. Sebagai bagian dari kelompok
bisnis, Wings masih menjalankan visi dan misi awal perusahaan yaitu dengan menyediakan
rumah tangga dan produk perawatan diri pribadi dengan memiliki kualitas yang bagus
supaya bisa bersaing di global, Perusahaan Wings harus tetap menyebar luaskan produknya
ke pasar global yang memiliki banyak penduduk Amerika Latin, India dan Cina. Hal ini
dapat membantu dalam membangun nama yang bagus dalam global.
Industry dalam negeri, ada tiga perusahaan besar yang menguasai produk rumah
tangga yaitu Unilever, Procter & Gamble (P&G), dan Wings. Perusahaan Unilever dan P&G
merupakan perusahaan yang sudah menjajah ke seluruh negara atau bisa kita sebut sudah
go international. Kemudian Wings merupakan perusahaan dalam negeri yang bisa bersaing
dengan kedua perusahaan itu. Perusahaan Wings menghasilkan berbagai macam merk
produk rumah tangga yang sudah dikenal seluruh penduduk Indonesia seperti sabun mandi
atau produk kecantikan Giv, Nuvo, Ciptadent, pasta gigi Kodomo, sabun pencuci piring.
Kebanyakan produk yang dihasilkan oleh Wings telah bersaing ketat dengan produk
Unilever. Contohnya: Nuvo dengan Lifebuoy, So Klin dengan Rinso, So Klin Pewangi
dengan Molto, Sunlight dengan Mama Lemon. Dilihat oleh seorang Chief Strategy
Consultant Arrbey Handito Joewono, produk rumah tangga Wings sudah terbukti bisa
mencapai posisi yang cukup tinggi di pasar. Wings memiliki kemampuan yang tinggi untuk
bersaing dengan perusahaan asing seperti Unilever. “Menjadi nomor satu atau dua,”
ungkapnya. Kepopuleran Wings tidak hanya di dalam negeri, Wings dapat dikatakan
berhasil membuat perusahaan yang memiliki nama Unilever menjadi ketar-ketir. Wings juga
berhasil menghasilkan produk di industri makanan, perusahaan besar seperti Indofood juga
merasa tersaingi dengan adanya produl Mie Sedaap yang telah luncurkan Wings pada bulan
April tahun 2003. Cukup waktu satu tahun, Mie Sedaap telah menguasi 12% konsumen
Indofood. Meski tidak ada data angka, Mie Sedaap diketahui telah melejit menyaingi
Indofood. Hal ini sangat jelas karena adanya penambahan mesin dan hasil produktifitas
yang melejit dari pabrik yang berada Gresik dan Bekasi.
Selama ini kita mengenal Indofood yang menguasai pasar makanan instan, sekarang
telah memiliki saingan yang secara agresif langsung meluncurkan tiga merek tandingan: Mie
Sedaaap, Sarimi dan SuperMi. Selain bersaing pasar dengan Mie Sedaap, Grup Wings juga
menguasai pasar dengan produk minuman instan yaitu Jas-Jus dan Ale-Ale. Kedua produk
ini tentunya sangat terkenal di pasaran. Produk makanan instan milik Wings memang belum
mencapai tingkat terbesal seperti produk toiletris mereka. Tapi belum tentu Wings tidak
mampu membesarkan usaha makanannya itu. Lima tahun belakangan Wings sudah
memperlikatkan usaha dalam membesarkan nama produk makanan instan milik mereka
sehingga dapat bersaingi dan mengancam posisi para pesaing mereka sebelumnya. Ini dapat
dilihat dari gebrakannya lewat Mie Sedaap yang berhasil membuat Indofood khawatir
karena konsumen produk Indomie yang berkurang.
Salah satu pengamat pemasaran dari ForceOne juga menilai keunggulan dari Grup
Wings adalah pebisnis fast moving consumer goods (FMCG) yang menjadi bisnis inti Grup
Wings. Ia menilai dengan adanya pertumbuhan melejit di perusahaan adalah salah satu hal
sangat fenomenal. Pertumbuhan yang dapat mencapai 20% dalan setahun itu sangat
fenomenal karena inflasi biasanya hanya mencapai 6%. Produk yang memiliki harga
terjangkau, kemudian memiliki jaringan yang kuat dalam mendistribusikan produk dan lihai
dalam menguasai keinginan konsumen menjadi factor penguat dalam adanya peningkatan
pasar ini. Wings memang memiliki visi yang kuat dan konsep yang sangat jelas dalam
industry yang sedang mereka jalankan. Grup Wings pada awalnya menguasai industri hulu
sebelum kemudian hilirnya. Grup Wings telah menjadi penguasa produsen alkylbenzene
yaitu bahan baku utama detergen terbesar di Asia Pasifik melalui PT Unggul Indah
Cahaya. Adanya kapasitas yang melebihi dari dua ratus ribu metrik ton per tahun, Wings
dan sejumlah produsen lokal, serta melempar ke negara ASEAN, Eropa, Amerika Serikat dan
Australia.
Grup Wings bekerja sama dengan Grup Djarum dan Grup Lautan Luas membeli
Ecogreen Oleochemical dari Grup Salim. Ecogreen merupakan produsen oleochemical
Reni Mardiana, Syelen, Gelasia Gwyneth, Martasya B.A, Kelvin Yohanes
Analisa Perbandingan Sistem Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) pada
Perusahaan Industri PT. Wings Group
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 507
terbesar di dunia yang memiliki kapasitas produksi mencapai 100 ribu metrik ton per tahun
bahkan lebih. Oleochemical merupakan bahan utama dari industri perawatan tubuh, sabun,
detergen, dan berbagai industri lain. Produksi Ecogreen, 95% diekspor dengan pasar utama
negara Asia (50%) seperti Jepang, Cina dan Korea; Eropa (20%); dan AS (20%) (Yustika &
Prestyantoko, 2021).
Tak hanya produk Ecogreen yang diekspor. Produk toiletris, para konsumen juga
memberikan respon yang bagus terhadap produk makanan yang dipasarkan ke berbagai
macam negara. Yadi yang mengamati ini menurutnya produk toiletris Grup Wings telah
sampai ke pasar Afrika. Beliau berkata bahwa Group Wings memang belum dapat
disejajarkan dengan Unilever karena pertumbuhannya masih di lingkungan pasar negara
dan under developing. Namun dalam pasar negara berkembang, Grup Wings telah menjual
produknya dengan tingkat keminatan yang lumayan tinggi.
Perusahaan Wings mencangkup dalam hal peningkatan pasar yang selanjutnya
dalam Enterprise Resource Planning (ERP) yang memiliki faktor penting dalam
keberhasilan sebuah perusahaan. Memiliki banyak variasi dalam produk mie instant ini
harus diiringi dengan bumbu yang tepat yang diproduksi oleh Food Ingredient Division
(FID). Masing masing divisi memiliki peran untuk menyesuaikan dengan rencana produk
(Production Plans) yang telah dijalankan sehingga akan selalu tersedia produk mie instan
dengan rasa baru yang akan diminati oleh para penikmat mie instan. Diwaktu yang
bersamaan, mereka juga harus tetap menjaga persediaan produk yang ada di gudang
seminimal mungkin.
Mengaplikasikan ERP dapat membantu mengatur dan menjadwalkan hal dengan
sebaik mungkin (Isnail, 2021). Merencanakan dan mengontrol produksi melalui peramalan
kebutuhan konsumen dan inteligensi bisnis, Indofood mempercayakan SAP R/3 sebagai
solusi ERP, SAP Advance Plannerand Optimizer (SAP APO) sebagai solusi Supply Chain
Management (SCM) dan mySAP Business Intelligence dengan SAP Business Information
Warehouse (SAPBW) (Tbk, 2022).
Saat akan menentukan platform dari sistem ERP, Indofood melihat ada tiga kriteria
yaitu reliability, scalability dan kemudahan manajemen (Tbk, 2022). Adanya kriteria
tersebut, mereka memilih IBM iSeries untuk dijadikan platform hardware yang akan
digunakan. iSeries mempunyai keamanan, skala luas dan efisiensi pembiayaan dalam
mendukung SAP, dan membantu perusahaan Indofood untuk lebih memaksimalkan nilai
dari solusi SAP. Indofood memasukkan SAP BW dan SAP dengan tujuan memperluas inti
dari system SAP R/3. Data SAP telah tersimpan dan diatur oleh IBM BD2 Database
Management. iSeries diketahui telah dijalan dengan prosedur yang sangat baik, mereka juga
memiliki kemampuan dasar dari OS/400. Jadi mereka memiliki alasan yang masuk akan
untuk tetap menggunakan teknologi dari IBM ini. iSeries menawarkan virtually trouble-free
operation, dan memberikan apapun yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria yang dimiliki.
Kelebihan dan Kekurangan Penerapan SI berbasis ERP-SAP di PT. Sayap Mas
Utama (Wings Group) Terkait Manajemen Rantai Pasok Perusahaan.
Perusahaan yang telah menerapkan sistem ERP ini tentunya sudah merasakan
perbandingan dari penggunana sitem informasi yang berbasi erp sebelumnya, seperti yang
kita ketahui yang menjadi objek penelitian dalam artikel ini ssitem informasi berbais ERP
yaitu program SAP yang di gunakna oleh PT Wings Group yang memiliki beberapa kelebihan
dan kekurangan, seperi yang kita ketahui, progam SAP merupakan suatu metode yang
memiliki kemajuan yang selalu diandalkan oleh perusahaan ternama untuk menggabungkan
unit-unit dalam organisasiny dan menunjang keberhasilan yang berpengaruh pada sisitem
manajemen rantai pasok, Berikut kelebihan dari progam ini diantaranya:
1. Menggabungkan berbagai fungsi bisnis yang memiliki perberbedaan guna mencapai
sebuah sarana komunikasi yang tepat untuk perusahaan
2. Menyediakan perangkat lunak untuk membantu beberapa kegiatan dalam
perusahaan contoh dalam proses supply chain management, yang dapat megontrol
supply permintaan dan demain dari customer
Reni Mardiana, Syelen, Gelasia Gwyneth, Martasya B.A, Kelvin Yohanes
Analisa Perbandingan Sistem Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) pada
Perusahaan Industri PT. Wings Group
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 508
3. Mengatur proses yang berkaitan agar mempermudah untuk mencari materi dan
sumber-sumber yang lain yang diperlukan.
Kemudian kekurangan yang didapatkan oleh penerapan ERP-SAP meliputi:
1. Software yang disediakan oleh SAP dapat dikatakan terbatas sehingga para
perusahaan memerlukan penyesuaian terhapap modul SAP untuk menjalankan
sistem.
2. Menerapkan sistem SAP ini memerlukan biaya yang diapat dikatakan sangat tinggi,
dalam penyediaan perangkat, menginstal program, biaya karyawan yang mempunyai
keahlian khusus di bidang SAP, dan juga memiliki maintenance teknologi sistem
ERP.
3. Data yang tersimpan di dalam sistem ERP ini sangat rawan mengalami kerusakan yang
mungkin dilakukan pihak tertentu. System ERP dapat langsung berubah jika mengalami
pembobolan oleh hacker sehingga kelancaran kinerja terhadap beberapa fungsi
perusahaan dapat langsung terancam (Nurjaya, 2022).
Faktor-Faktor Keberhasilan
Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan penerapan ERP SAP adalah:
1. Penyesuaian terhadap minat konsumen
Supaya menghasilkan produktifitas yang efisien dan maksimal, PT. Wings
Group harus memiliki kemampuan untuk melihat atau mengerti keinginan dan
kebutuhan konsumen mereka sekarang dan kedepannya. Menggunakan system SAP,
PT. Wings Group dapat dengan mudah untuk menganalisa data transaksi perusahaan
secara detail dan perubahan pola minat konsumen yang sering terjadi dapat dilihat
dari respon mereka secara efektif. Contohnya kita dapat mencari informasi tentang
varian yang lebih diminati dipasaran. Seperti di Bandung Sebagian besar masyarakat
mungkin lebih menyukai mie kuah karena cuaca yang cenderung lebih sejuk
daripada kota lainnya, sehingga mereka dapat memasok stok mie kuah lebih banyak
daripada mie goreng.
SAP menyediakan informasi yang cukup detail dengan sangat cepat. Laporan
penjualan dapat diinput kedalam SAP APO secara berskala sehingga kita mengetahui
produk apa saja yang dapat diproduksi lebih banyak.
2. Distribusi Informasi
Data yang tersedia di SAP R/3 sistem dan SAP APO memiliki peranan penting
dalam merencanakan produksi dan mengendalikan ketersediaan produk yang ada di
bagian operasional.
3. Integrasi Sistem Hilir
Menggunakan sistem ERP kelas dunia, maka Wings Corporation harus mulai
untuk melakukan rencana ke depannya. Ini memiliki tujuan agar tingkat
pengoperasian nya bisa meluas serta untuk meningkatkan efisiensi biaya. Beberapa
distributor lainnya juga sedang melalui proses mengembangkan sistem ERP mereka.
4. Pengarsipan Dokumen
Wings Corporation memutuskan untuk melakukan penyederhanaan terhadap
sistem pengarsipan melalui IBM Content Manager Common Store dengan SAP. Ini
bertujuan sebagai mengumpulkan data manajemen yang telah dipadu dan memiliki
solusi mendistribusi, dan mengintegrasi dokumen SAP dan non untuk lebih
memaksimalkan hasil sistem dengan mengurasi biaya.
Tabel 1. Analisis Cakupan Risiko
Cakupan
Hal yang harus dilakukan
Meninjau keefektifan dan keefisienan
pengunaan ERP dalam PT Sayap Mas Utama
Menilai risiko dari penggunaan ERP
Menggambarkan kelebihan dan kekurangan yang
Reni Mardiana, Syelen, Gelasia Gwyneth, Martasya B.A, Kelvin Yohanes
Analisa Perbandingan Sistem Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) pada
Perusahaan Industri PT. Wings Group
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 509
akan didapatkan setelah mengeluarkan biaya
untuk penggantian sistem informasi perusahaan
menggunakan ERP
Hal yang tidak harus
dilakukan
Meng-handle dari penggunaan aplikasi secara
menyeluruh
Waktu
Perencanaan pembuatan
Lima hari
Design sistem
Lima hari
Sosialisasi + survei
Tujuh hari
Programming
Sembilan hari
Biaya
Biaya perencanaan
pembuatan
SDM : 3-4 orang , biaya 0
Biaya sosialisasi
SDM : 2 orang ,biaya 100.000 300.000
Biaya survei
SDM: 5 7 orang ,biaya 50.000 150.000
Biaya design program
SDM: 2 5 orang ,biaya 500.000 1000.000
Biaya programmer
SDM: 2-4 orang,biaya 500.000 1.500.000
Kualitas
Hasil yang Diharapkan
Keberhasilan indicator
Sosialisasi berjalan lancar
Seluruh karyawan dari bagian distribusi terutama
manager harus bisa mengikuti dan memahami
sistem kerja pengaplikasian ERP
Survei mengintepretasikan
yang sebenarnya
Menggunakan data yang valid untuk mencapai
informasi yang diinginkan seperti perkiraan
produksi, target pemasaran.
Sistem berjalan baik dan
dapat bermanfaat
Aplikasi mudah digunakan oleh khususnya bagi
paramanager untuk pengambilan keputusan
Tidak menimbulkan error maupun fraud
Resiko
Ukuran proyek
Biaya mahal karena memerlukan sumber daya
manusia banyak dan telah ahli dibidangnya
Perlu survei penggunaan dari sistem informasi
ERP
Struktur proyek
Pergantian manager atau karyawan
Pengalaman dengan
teknologi
Pegawai karyawan sulit mengoperasikan
penggunaan sistem ERP karena telah terbiasa
dengan pengunaan sistem informasi sebelumnya
Sosialisasi yang dilakukan dengan bertahap dan
berkelanjutan karena
sistem pasti akan diupgrade sewaktu- waktu
Cakupan
Hal yang harus dilakukan
Survei lapangan meliputi keefisisenan
penggunaan sistem ERP, kemudahan akses
informasi, risiko yang harus dihadapi, dan biaya
pengeluaran dari pengunaan sistem ERP
Set penyimpanan informasi dalam jumlah besar
pada sistem aplikasi
Hal yang tidak harus
dilakukan
Menghandle dari penggunaan aplikasi secara
menyeluruh
Waktu
Perencanaan pembuatan
Lima hari
Design sistem
Lima hari
Sosialisasi + survei
Tujuh hari
Reni Mardiana, Syelen, Gelasia Gwyneth, Martasya B.A, Kelvin Yohanes
Analisa Perbandingan Sistem Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) pada
Perusahaan Industri PT. Wings Group
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 510
Programming
Sembilan hari
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penulis dapat mengambil kesimpulan
dari penelitian mengenai Analisis perbandingan sistem ERP-SAP pada perusahaan industri
PT Wings Group, yaitu:
1. Kita dapat membandingkan, nilai keefektifitasan kinerja berbagai perusahaan
dengan menggunakan sebuah system informasi yang masih menggunakan system
konservatif ataupun kontemporer.
2. Perusahaan Wings ini memiliki tujuan untuk memproduksi dan memasarkan produk
yang memiliki kualitas yang dapat bersaing di pasar internasional dengan memiliki
harga yang terjangkau.
Menerapkan system ERP-SAP tentunya kita dapat menemukan kelebihan dan
kekurangan karena SAP adalah program dengan kecanggihan yang dapat diandalkan oleh
perusahaan utnuk mengintegraskan unit dalam produksinya.
Selain itu, untuk meminimalisir kekurangan yang ada dalam penerapan sistem ERP-
SAP, terdapt saran, antara lain:
1. Perusahaan harus selalu melakukan pembaruan pada sistem ERP untuk mencegah
terjadinya pembobolan data yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung
jawab. Kasus pembobolan keamanan data yang dilakukan oleh hacker juga sering
terjadi.
2. Karena memerlukan biaya yang cukup tinggi untk menerapkan sistem SAP, maka
perusahaan juga harus lebih mempertimbangkan sebelum benar-benar memutuskan
untuk memasangnya.
3. Software yang tersedia SAP sangat terbatas, maka perusahaan harus memaksimalkan
penyesuaian modul SAP dengan sistem yang dijalankan.
BIBLIOGRAFI
Anggraeni, E. Y. (2017). Pengantar sistem informasi. Penerbit Andi.
Birrohmah, U. (2019). Pengaruh ERP Sistem terhadap Ketepatan Waktu Penyajian
Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI).
Fajar, A. (2017). Integrasi sistem informasi akuntansi pada enteprise resource planning
Pondok Pesantren tipe D menggunakan Service Oriented Architecture. Universitas
Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Handriani, I. (2012). Konsep Manajemen Penggunaan ERP (Enterprise Resource Planning).
Konferensi Nasional Sistem Informasi, 519524.
Isnail, M. F. (2021). Sistem Informasi Akuntansi Berbasis ERP-SAP dalam Meningkatkan
Kualitas Laporan Keuangan (Studi pada PT PLN Persero UIKL SULAWESI).
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Negara, E. S., Romindo, R., Tanjung, R., Heriyani, N., Simarmata, J., Jamaludin, J., Putra, T.
A. E., Sudarmanto, E., Sudarso, A., & Purba, B. (2021). Sistem Informasi Manajemen
Bisnis. Yayasan Kita Menulis.
Ningrum, R. S. (2018). Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan
Peralatan Konstruksi Berbasis Web pada PT. Gaya Bakti Jaya Makasssar. Universitas
Islam Negeri Alauddin Makassar.
Nurjaya, I. H. (2022). Digital Entrepreneurship. Cipta Media Nusantara.
Pratama, D., Witjaksono, W., & Ambarsari, N. (2016). Penerapan Sistem Informasi Berbasis
Enterprise Resource Planning Menggunakan SAP Modul Plant Maintenance di PT. Len
Industri. SISFO Vol 6 No 1, 6.
Rahmasari, L. (2019). Analisis Pengaruh Supply Chain Integration, Teknologi Informasi dan
Reni Mardiana, Syelen, Gelasia Gwyneth, Martasya B.A, Kelvin Yohanes
Analisa Perbandingan Sistem Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) pada
Perusahaan Industri PT. Wings Group
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 5, Mei 2022 511
Inovasi Terhadap Keunggulan Bersaing Pada Perusahaan Freight Forwading. Jurnal
Ilmiah Aset, 21(1), 3338.
Sagala, D. M., Rahmadani, L., Rahmadani, Y., Wahyuningsih, E. S., Arifah, A., & Lawita, N.
F. (2021). Penerapan Database pada Perusahaan (Studi Penerapan ERP pada PT. Sinar
Sosro). Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 35673576.
Sugiyono, S. (2010). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D. Alfabeta
Bandung.
Tbk, P. P. T. I. S. M. (2022). Implementasi Konsep Sistem Perencanaan Sumberdaya
Perusahaan (Enterprise Resources Planning) dan SAP.
Utama, D. M., & Yulianto, F. (2014). Perancangan Sistem Enterprise Resource Planning
Modul Sales Pada Distributor Beras Ud Manis. Jurnal Teknik Industri, 15(1), 6169.
Yustika, A. E., & Prestyantoko, A. (2021). Tapak pengembangan industri nasional. PT
Penerbit IPB Press.