PENERAPAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX TERHADAP KEPUASAN LAYANAN PENGIRIMAN BARANG PADA APLIKASI SHOPEE INDONESIA

Ayu Nuriyana1 Adi Hermawansyah 2

STMIK Borneo Internasional Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

1 [email protected]

 

Abstract

Received:

03-04-2022

Introduction: This research is entitled Application of the Customer Satisfaction Index to the satisfaction of goods delivery services on the Shopee Indonesia application. Purpose: Where it is known that in Indonesia, online has become the choice of many parties to obtain goods. One of the services that is widely used is the Shopee Application.is ranked 2nd among e-commerce-based applications Shopee with a total of 127.5 M users. The focus of the problem studied in this study is whether the user of the delivery service on the Shopee Application is satisfied with the service provided. Methods: The sample in this study is a resident of RT 03 Kelurahan Sesumpu with a total sample of 35 active shopee users and the method used is the Customer Satisfaction Index. Results: Based on the results of data processing that has been carried out, there is an interest or expectation with a very satisfied category, we can know from the CSI value obtained, which is 82.4% based on the CSI Index table classified as very good. Conclusion: This means that most active shopee users in RT 03 are very satisfied with the shopee application.

 

Accepted:

05-04-2022

Published:

20-04-2022

Keywords:

Shopee Application; Service; Customer Satisfaction Index (CSI) Method.

 

 

Abstrak

Kata kunci:

Aplikasi Shopee; Layanan; Metode Customer satisfaction index (CSI).

 

Pendahuluan: Penelitian ini berjudul Penerapan Metode Customer satisfaction index terhadap kepuasan layanan pengiriman barang pada aplikasi shopee indonesia. Tujuan: Dimana diketahui bahwa Di Indonesia, belanja secara online telah menjadi pilihan banyak pihak untuk memperoleh barang. Salah satu layanan yang banyak digunakan adalah Aplikasi Shopee. Berdasarkan data yang didapat pada tahun 2021 shopee berada pada peringkat ke-2 diantara aplikasi yang berbasis ecommers dengan total pengguna 127,5 M. Adapun fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah� apakah pengguna layanan� pengiriman barang pada Aplikasi Shopee merasa puas dengan layanan yang diberikan. Metode: Sampel dalam penelitian ini merupakan penduduk RT 03 Kelurahan sesumpu dengan total sampel 35 orang pengguna aktif shopee dan metode yang digunakan adalah Customer satisfaction index. Hasil: Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, terdapat kepentingan atau harapan dengan kategori sangat puas, hal tersebut dapat kita ketahui dari nilai CSI yang diperoleh yaitu sebesar 82,4% berdasarkan tabel Index CSI tergolong sangat baik. Kesimpulan: Hal ini berarti bahwa sebagian besar pengguna aktif shopee di RT 03 merasa sangat puas dengan aplikasi shopee.

Corresponding Author: Ayu Nuriyana�

E-mail: [email protected]

 

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi berubah dari hari ke hari memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan penggunaan dan permintaan layanan (Kaunang et al., 2021). Teknologi informasi memungkinkan sebagian besar perusahaan untuk memanfaatkan banyak peluang. Teknologi diperlukan untuk mengembangkan strategi dalam mendukung kegiatan bisnisnya, Manajemen yang baik meningkat sesuai dengan tujuan bisnis Perusahaan Kualitas layanan, sebab di era sekarang ini segala kegiatan dapat dilakukan hanya dengan teknologi seperti fitur-fitur yang telah disajikan di smart phone dan media layanan lainnya (Ashshidiqy & Ali, 2019).

Penggunaan teknologi internet diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis (Irmawati, 2011). Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu menerapkan teknologi kedalam perusahaannya. Salah satu jenis penerapan teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan adalah dengan menggunakan E-commerce (electronic commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk dan jasa, baik dalam bentuk fisik maupun digital, pengunaan teknologi tersebut, berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan seperti investor, konsumen dan pemerintah akan ikut berperan.

Salah satu bentuk layanan teknologi yang memanfaatkan teknologi informasi adalah aplikasi Shopee dimana Aplikasi ini menggunakan layanan E-commerce dimana Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk perdagangan atau peniagaan barang atau jasa (trade and good services) dengan menggunakan media elektronik e-commerce terdiri dari pembelian dan penjualan produk atau layanan melalui sistem elektronik seperti internet dan jaringan komputer (Gunawan, 2016). E-commerce menjadi alternatif bisnis di era modern yang sejalan dengan kondisi pasar yang semakin dinamis dan persaingan yang kompetitif, mengakibatakan perubahan pada perilaku konsumen. Di Indonesia, belanja secara online telah menjadi pilihan banyak pihak untuk memperoleh barang. Pertumbuhan e-commerce yang terus meningkat di Indonseia membuat Shopee ikut meramaikan industri ini. Shopee merupakan aplikasi mobile marketplace pertama bagi konsumen ke konsumen (C2C) yang aman, menyenangkan, mudah, dan praktis dalam jual beli. Shopee sebagai salah satu situs yang wadah jual beli secara online yang telah melakukan perubahan untuk menarik minat pelanggan agar lebih banyak bertransaksi melalui situs tersebut. Shopee lebih fokus mempermudah orang-orang dalam mencari, berbelanja, dan berjualan langsung di ponselnya saja. Shopee juga dilengkapi dengan fitur live chat, berbagi (social sharing), dan hashtag untuk memudahkan komunikasi anatara penjual dan pembeli dan memudahkan dalam mencari produk yang diinginkan konsumen. Aplikasi Shopee dapat diunduh dengan gratis di App Store dan Google Play Store �(Widyanita, 2018).

Shopee sendiri merupakan pusat perdagangan elektronik yang berkantor pusat di Singapura di bawah SEA Group (sebelumnya dikenal sebagai Garena). Shopee didirikan pada tahun 2009 oleh Forrest Li. Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun 2015, dan sejak itu memperluas jangkauannya ke Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Mulai tahun 2019, Shopee juga sudah aktif di negara Brasil dan menjadikannya shopee pertama di Amerika Selatan dan Luar Asia. Shopee sendiri dipimpin oleh Chris Feng. Chris Feng adalah salah satu mantan pegiat Rocket Internet yang pernah mengepalai Zalora dan Lazada. Kepuasan kunsumen sangat harus diutamakan jika konsumen merasa puas dengan produk atau jasa yang diberikan, ada kemungkinan akan menjadi pelanggan tetap yang setia terhadap satu perusahaan. Karena itu sebagai pemilik usaha, memperhatikan kepuasan konsumen sangatlah penting untuk merencanakan rencana bisnis kedepannya.

Adapun kendala yang melatar belakangi penelitian kali ini yaitu untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna Jasa Pengiriman barang pada shopee dikarenakan adanya perubahan dimana shopee menerapkan kebijakan baru� yang dimulai pada tanggal 15 Maret 2021 yang membuat para pembeli dishopee tidak bisa lagi memilih jasa pengiriman.Apabila sebelumnya pembeli bisa memilih menggunakan jasa pengiriman seperti JNT, JNE, Ninja Express. Si cepat, dan masih banyak lagi berbagai macam lainnya jasa pengiriman, saat ini pembeli hanya bisa memilih tipe pengiriman yang telah disediakan sistem pada shopee diantaranya Reguler,Hemat, Instan, Nex Day dan Kargo (Amri & Subagio, 2020).

Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya, penelitian kali ini dilakukan untuk mengukur tingkat Kepuasan Pengguna jasa pengiriman barang pada shopee Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index (CSI) yaitu Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis atribut-atribut (Zulkarnaen, n.d.). Metode Customer Satisfaction Index (CSI) itu sendiri digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen (Asfary, 2018). Metode ini memiliki beberapa keunggulan antara lain efisiensi (tidak hanya indeks kepuasan tetapi sekaligus memperoleh informasi yang berhubungan dengan dimensi/atribut yang perlu diperbaiki), mudah digunakan dan sederhana serta menggunakan skala yang cukup tinggi (Haeradi, Hermawansyah, & Wahyuni, 2022). Menurut (Anggraeni, Deoranto, & Ikasari, 2015), kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction) ditentukan oleh persepsi pelanggan atas performance (kinerja) produk atau jasa dalam memenuhi harapan pelanggan. Pelanggan akan merasa puas apabila harapannya terpenuhi atau akan sangat puas jika harapannya terlampaui (Syukri, 2014).

 

METODE PENELITIAN

Waktu Dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Penajam Paser Utara yang beralamatkan di Jalan Gama RT 03 Kelurahan Sesumpu.Waktu Penelitian ini dilakukan pada Bulan Desember Tahun 2021.

 

Populasi Dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian. Dengan demikian menurut pendapat saya populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan objek yang akan diteliti baik berupa benda, manusia, peristiwa ataupun gejala yang akan terjadi.

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel digunakan sebagai pertimbangan untuk fokus pada sebagian populasi, sampel dalam penelitian merupakan langkah awal dalam keberhasilan penelitian karena pemilihan sampel yang dilakukan dengan tidak benar akan memberikan penelitian yang tidak benar.

 

Instrumen Penelitian

Teknik Pengambilan Sampel

Peneliti ini menggunakan teknik non probability sampling, dimana teknik non probability sampling adalah teknik penarikan sampel yang tidak memberikan peluang bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih untuk menjadi sampel dan peneliti akan menggunakan teknik total sampling. Sampel ini digunakan jika jumlah populasi relatif kecil. Total sampling disebut juga sensus, di mana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Maka dari uraian di atas, teknik penarikan sampel yang digunakan sebagai penelitian sebanyak 35 Orang dengan kriteria pengguna aktif aplikasi Shopee.

 

Skala Ukur

Dalam penelitian ini skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert. Skala ini dikembangkan oleh Rensis Likert untuk mengukur sikap masyarakat dan skalanya terkenal dengan nama technique of summated rating atau skala likert. Beberapa faktor yang menyebabkan skala Likert banyak digunakan sebagai berikut:

1.       Skala ini relative mudah dibuat.

2.      Adanya kebebasan dalam memasukan item-item pernyataan asal masih relevan dengan masalah.

3.      Jawaban atas item dapat berupa beberapa alternatif, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih jelas dan nyata terhadap item tersebut.

4.      Dengan jumlah item yang cukup besar, tingkat reliabilitas yang tinggi dapat dicapai.

5.      Mudah untuk diterapkan pada berbagai situasi.

Adapun skor skala likert serta daftar pernyataan dan pertanyaan atau kuesioner berdasarkan aspek Customer Satisfaction Index (CSI).

SP������������������� = Skor 5

P��������������������� = Skor 4

CP������������������ = Skor 3

KP ����� �������������= Skor 2

TP�������� ����������� �= Skor 1���������

�����������������������������������

Tabel 1 Skala Pengukuran Dalam Data (Skala Likert)

No.

Pernyataan Kepentingan

Skor

Pernyataan kepuasan

Skor

1

Sangat Penting

5

Sangat Puas

5

2

Penting

4

Puas

4

3

Cukup Penting

3

Cukup Puas

3

4

Kurang Penting

2

Kurang Puas

2

5

Tidak Penting

1

Tidak Puas

1

����������������������

Teknik Pengumpulan Data

adapun teknik penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran Kuesioner, dimana penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kusioner kepada konsumen yang aktif menggunakan aplikasi Shopee.

Sumber Data

Sumber Data Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah berupa data primer yang dimana� merupakan data utama yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari menyebarkan kuisioner kepada Masyarakat disesumpu dengan jumlah penduduk 69 Kartu Keluarga aktif dengan total penduduk 241 orang dan yang menggunakan aplikasi shopee/ pengguna aplikasi Shopee aktif berjumlah 35 orang. Data primer yang dikumpulkan melalui Kuisioner yang telah mendapatkan feedback dalam mengunakan aplikasi shopee yang dihitung dengan skala likert 1 sampai 5 sangat setuju hingga sangat tidak setuju sesuai dengan variabel.

Teknik Analisis Data

Sebelum kuesioner disebarkan kepada pelanggan, kuesioner yang telah disusun terlebih dahulu diuji dengan menggunakan sampel beberapa orang responden. Pengujian kelayakan kuesioner dilakukan dengan uji coba kuesioner kepada tiga puluh orang responden.������

Pengujian kuesioner penelitian dilakukan meliputi pengujian validitas, dan pengujian reliabilitas, berikut adalah hasil uji validitas dan reliabilitas (Abdurahman & Budiman, 2020).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Survey utama Uji Validitas

Berdasarkan data diatas langkah awal yang dilakukan dalam mengetahui tingkat kepuasan adalah membuat daftar kepentingan dari metode variabel yang digunakan dengan 2 indikator utama yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna shopee dan tingkat kepentingannya menggunakan skala likert. untuk pengisian kuisioner ini digunakan sebanyak 35 responden dari warga RT 03 sebagai pengguna aktif shopee. Adapun profil dari responden dapat dilihat pada tabel 4.1. Survey pendahuluan bertujuan untuk mendapatkan variabel-variabel kepuasan yang lebih relevan untuk disesuaikan dengan kondisi di lapangan terkait dengan kepuasan pada aplikasi shopee. Setelah itu dilakukan uji validitas dan uji reabilitas dengan program IBM SPSS versi 26 (Janna & HERIANTO, 2021).

 

Tabel 2. Uji Validitas Kepentingan/Importance

 

Pernyataan/Pertanyaan

 

Nilai Korelasi

 

R tabel

 

Keterangan

P1

0,782

0,333

VALID

P2

0,556

0,333

VALID

P3

0,587

0,333

VALID

P4

0,450

0,333

VALID

P5

0,705

0,333

VALID

P6

0,649

0,333

VALID

P7

0,783

0,333

VALID

P8

0,846

0,333

VALID

P9

0,815

0,333

VALID

P10

0,814

0,333

VALID

P11

0,711

0,333

VALID

P12

0,690

0,333

VALID

P13

0,612

0,333

VALID

P14

0,824

0,333

VALID

P15

0,803

0,333

VALID

P16

0,814

0,333

VALID

P17

0,754

0,333

VALID

P18

0,750

0,333

VALID

 

Tabel 3. Uji Validitas Kepuasan/Performance

 

Pernyataan/Pertanyaan

 

Nilai Korelasi

 

R tabel

 

Keterangan

P1

0,742

0,333

VALID

P2

0,653

0,333

VALID

P3

0,606

0,333

VALID

P4

0,763

0,333

VALID

P5

0,777

0,333

VALID

P6

0,740

0,333

VALID

P7

0,756

0,333

VALID

P8

0,802

0,333

VALID

P9

0,805

0,333

VALID

P10

0,832

0,333

VALID

P11

0,683

0,333

VALID

P12

0,788

0,333

VALID

P13

0,833

0,333

VALID

P14

0,855

0,333

VALID

P15

0,851

0,333

VALID

P16

0,791

0,333

VALID

P17

0,845

0,333

VALID

P18

0,696

0,333

VALID

�����������

Jadi dari hasil perhitungan Uji Validitas di atas baik pada bagian Tabel 2 dengan variabel kepentingan Tabel 3 dengan variabel kepuasan Penggunaan aplikasi Shopee di RT 03 Kelurahan sesumpu dinyatakan Valid, karena Rhitung > Rtabel, dan apabila Rhitung < Rtabel dinyatakan Tidak Valid. Dapat disimpulkan bahwa instrument diatas tersebut Valid.

 

Hasil Survay utama Uji Reliabilitas

�Suatu instrument dapat dikatakan reliable jika nilai Croncbach�s Alpha > 0,60. Sehingga dapat dinyatakan kuesioner tersebut telah reliable dan dapat disebarkan kepada responden untuk dijadikan instrument penelitian.

 

 

Tabel 4. Uji Reliabitas Uji Utama

Keterangan

Cronbach's Alpha Hitung

Cronbach's Alpha Tabel

Keterangan

Importance/ Kepentingan

0,944

0,60

Reliabel

Performance/

Kepuasan

0,958

0,60

Reliabel

Hasil uji Reliabilitas yang didapatkan dari perhitungan SPSS Statistic V26 dalam mencari Cronbach alpha mendapatkan hasil sebesar 0,944 untuk skala importance atau variabel kepentingan dan 0,958 untuk skala performance atau variabel kepuasan. Uji Reliabilitas tersebut dianggap berhasil apabila Cronbach alpha > 0,60, dimana hasil uji Reliabilitas penguji sudah memenuhi syarat dan berdasar tabel diatas tingkat kepercayaan kuisioner peneliti berada pada kriteria sangat tinggi untuk skala importance dan performance.

 

Hasil Customer Satisfaction Index (CSI)

Tahap selanjutnya dari pengolahan data importance dan Performance didalam mengukur tingkat kepuasan pengguna Shopee yaitu dengan membuat Customer Satisfaction Index (CSI), CSI digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh dengan melihat tingkat kepentingan.

1.       Menentukan Mean Importance Score (MIS) dan Mean Satisfaction Score (MSS) Mean Importance Score (MIS) adalah rata-rata dari skor kepentingan suatu atribut. Sedangkan Mean Satisfaction Score (MSS) adalah rata-rata skor untuk tingkat kepuasan yang berasal dari kinerja jasa yang dirasakan oleh pelanggan.

Keterangan :

�= Nilai kepentingan atribut y ke-i

�= Jumlah responden

Perhitungan nilai MIS y ke-i :

Keterangan :

�= Nilai kepentingan atribut y ke-i

�= Jumlah responden

Perhitungan nilai MIS y ke-i :

Rata-rata hasil keseluruhan nilai kepentingan dan kepuasan tiap variabel dapat dilihat pada tabel berikut :

 

Tabel 5. �Rekapitulasi nilai MIS dan MSS

No

Total Importance

MIS

Total Performance

MSS

P1

148

4,23

149

4,26

P2

149

4,26

149

4,26

P3

140

4,00

138

3,99

P4

148

4,23

142

4,06

P5

139

3.97

143

4,09

P6

139

3,97

135

3,86

P7

144

4,11

144

4,11

P8

145

4,14

145

4,14

P9

141

4,03

139

3,97

P10

142

4,06

145

4,14

P11

151

4,31

149

4,26

P12

146

4,17

145

4,14

P13

148

4,23

145

4,14

P14

143

4,09

144

4,11

P15

140

4,00

144

4,11

P16

148

4,23

147

4,20

P17

145

4,14

145

4,14

P18

144

4,11

144

4,11

Total

74,29

74,35

 

 

2.      Menghitung Weight Factor (WF) atau faktor tertimbang. Bobot ini merupakan persentase nilai MIS per indikator terhadap total total MIS seluruh indikator.

Keterangan :

��� �= Nilai rata-rata kepentingan ke-i