PENGGUNAAN GOOGLE FORM DAN GOOGLE CLASSROOM
PADA PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 3
MENGWI
I Gusti Ayu Swardika Handayani
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Badung Provinsi Bali
ihandayani02.smp.belajar.id
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
05-03-2022 |
Introduction: Online learning during the
pandemic is one way to avoid the spread of the covid 19. since
mid-March 2020. Since the implementation of online learning, teachers at SMP
N 3 Mengwi only use and this lasts
one semester, even students doing semester tests are still manual with WhatsApp.
effect WhatsAppapply the use of Google forms
and google classroom as media that can change this situation to be more
effective and interesting Method: This study uses descriptive
qualitative data collection methods based on survey results and author
observations Results: From the results of student activity responses
increased to 52%, student attendance increased to 81% and from the results of
the task increased 98%, Conclusion: this is the author concludes that
the more varied and interesting the media used by the teacher in teaching
will greatly affect the increase in students' interest in learning. |
|
Accepted: |
05-03-2022 |
|
|
Published: |
20-03-2022 |
|
|
Keywords: |
Pandemic; google class; google forms;
digitization. |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata Kunci: |
Pandemi; google classroom; google form; digitalisasi. |
Pendahuluan: Pembelajaran online
selama masa pandemi
adalah salah satu cara untuk
menghindari terjadinya penyebaran virus covid 19.
Sekolah kami mulai berlakunya sejak pertengahan Maret
2020. Sejak diberlakukannya pembelajaran online, guru di SMP N 3 Mengwi hanya
menggunakan WhatsApp saja dan ini berlangsung
satu semester, bahkan siswa mengerjakan
ulangan semester pun masih manual
dengan WhatsApp, Tujuan: Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk menerapkan penggunaan Google form dan google classroom sebagai
media yang bisa merubah situasi
ini menjadi lebih
efektif dan menarik Metode: Penelitian ini mengguankan kualitatif deskriptif
dengan metode pengumpulan data berdasarkan hasil survey dan observasi
penulis Hasil: Dari hasil respon
keaktifan siswa meningkat menjadi
52 %, Kehadiran siswa meningkat
menjadi 81% dan
dari hasil tugas meningkat 98%, Kesimpulan: hal ini penulis menyimpulkan bahwa semakin
bervariasi dan menarik media yang digunakan
oleh guru dalam mengajar akan sangat
berpengaruh pada meningkatnya minat siswa di dalam belajar. |
Corresponding
Author: I Gusti Ayu Swardika Handayani
E-mail: ihandayani02.smp.belajar.id
PENDAHULUAN
Pembelajaran sangatlah esensial bagi seluruh umat
manusia tidak terkecuali. Karena hal ini
merupakan suatu kebutuhan yang hakiki dari setiap orang. Selama masa pandemi ini, para guru dituntut secara paksa untuk bisa memberikan pembelajaran secara daring (Jamilah, 2020).
Namun hal ini sebenarnya memerlukan
waktu yang sangat tidak singkat bahkan memerlukan adanya
strategi serta komitmen untuk tetap bisa memberikan pembelajaran secara
daring dengan baik.
Sisi baik hal yang bisa dipetik yaitu, para guru haruslah mampu mengadopsi hal-hal
positif yang akan bisa diterapkan dalam masa pembelajaran daring.
Banyak pertimbangan dari pemerintah untuk tetap melaksanakan pembelajaran secara daring , diantaranya yaitu mengurangi penyebaran covid yang secara langsung akan bisa berdampak pada
kehidupan manusia, khususnya Indonesia (Marah, Rusilowati,
& Sumarni, 2020).
Sebagai
seorang guru merasa tertantang untuk bisa mengadopsi hal baru yang bisa
membantu siswa untuk tetap dapat mengikuti pembelajaran secara daring (Sanjaya,
2020). Sebagian guru yang
hanya memanfaatkan media WhatsApp sebagai media di
dalam pembelajaran online tidaklah cukup, dan penulis merasa bahwa ini
akan berdampak tidak baik pada proses
pembelajaran online, karena siswa akan
pasif, tidak kreatif dan siswa akan merasa bosan hal ini akan menyebabkan menurunnya minat belajar siswa jika
pembelajaran ini dilakukan secara
online dalam waktu yang tidak bisa
dipastikan (Riyana
& Pd, 2020). Ada sebagian guru yang memang sudah menguasai IT langsung menerapkan
media pembelajaran daring di kelas mereka sedang bagi
guru yang rendah dan tidak mengetahui
banyak tentang IT hanya menggunakan WhatsApp saja dengan memfoto tugas dan materi,
namun sebaliknya siswa hanya
mengirimkan jawaban mereka melalui WhatsApp juga. Pada situasi ini guru haruslah pandai untuk menyiasati dan merancang strategi baru untuk bisa diterapkan pada kelas daring,
mungkin menggabungkan dengan media lain seperti fitur-fitur
google
(google classroom, google meet, google form)
dan masih banyak lagi yang bisa diadopsi pada saat pembelajaran daring
ini yang akan lebih membuat
kelas seolah olah nyata dan tidak membosankan terutama
bagi siswa itu sendiri
Dari
permasalahan tersebut sangat perlu dilakukan suatu perubahan sistem pembelajaran dari luring menuju daring untuk tetap bisa melaksanakan pembelajaran yang menarik selama daring ini, rendahnya kemampuan sebagian guru SMP Negeri 3 Mengwi dalam
menguasai IT akan berdampak pada kurang optimalnya siswa di dalam menerima materi dan ulangan
sehingga akan berdampak pada saat pemberian nilai siswa
yang tidak sesuai dengan situasi yang sebenarnya.
Selain itu siswa akan merasa tidak memiliki tantangan pada saat belajar dan mengerjakan tugas dan menimbulkan menurunnya daya kreatifitas dan minat siswa. Dalam tulisan ini penulis sangat berkeinginan mengangkat
suatu judul yaitu :Penggunaan Google Form dan Google Classroom
Pada Pembelajaran Daring Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SMP Negeri 3 Mengwi.
Pada penelitian ini penulis menerapakan penggunaan kedua media online tersebut untuk bisa mengatasi pembelajaran yang kurang efektif dengan menggunakan Whatsaap karena melihat banyaknya kelemahan di dalam menggunakan media ini seperti, kurang
efektif dalam memberikan materi, melakukan ulangan dengan sistem ketepatan yang kurang, terbatasnya siswa di dalam mendownload materi yang menyebabkan cepat penuhnya memori HP siswa dalam pembelajaran daring. Sehingga
diperlukan adanya media
yang mampu mengatasi permasalahan ini dengan memanfaatkan akun belajar dengan
memanfaat kan media google
form dan google classroom
Pentingnya pelaksanaan penelitian ini yaitu untuk mengetahui 1.
Penerapan penggunaan google classroom dan google form pada pembelajaran daring dapat meningkatkan
minat belajar siswa di SMP Negeri
3 Mengwi. 2. Strategi untuk mengatasi faktor
penghambat pada saat penggunaan google form dan
google classroom.
Pembelajaran
online pertama kali dikenal karena
pengaruh perkembangan pembelajaran berbasis elektronik(e-Learning) yang diperkenalkan oleh Universitas Illionis melalui pembelajaran berbasis computer (Sudaryanto,
2012). Melalui pembelajaran online ini dapat memfasilitasi siswa belajar lebih luas dimana saja dan kapan saja, tanpa terbatas
oleh ruang, waktu dan jarak. Materi penyajiannya
pun sangat bervariasi dan menarik
untuk bisa diterapkan di sekolah baik
dalam bentuk verbal, visual, audio dan gerak (Riyana
& Pd, 2020). Hal ini
sangat lah sesuai dengan strategi
pembelajaran berdiferensiasi yang
mana proses pembelajarannya terkait dengan keberagaman siswa
di kelas.
Menurut Himmi yang mengatakan bahwa pembelajaran yang sesungguhnya
memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hal tersebut diharapkan untuk
menciptakan suasana pembelajaran suasana pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan siswa dalam mengeksplorasi dan menggali potensinya secara optimal dengan kreatif dan inovatif dan menyenangkan.
Google form atau yang disebut google
formulir adalah alat yang berguna untuk melakukan survei, memberikan kuis atau
mengumpulkan informasi yang mudah, akurat dan efisien. Form ini
dapat dihubungkan ke spreadsheet (Batubara,
2016). Jika spreadsheet terkait dengan bentuk, maka tanggapan otomatis akan dikirimkan
ke spreadsheet (Rahardja,
Lutfiani, & Alpansuri, 2018). (Wulandari,
Maswani, & Khotimah, 2019), google form merupakan
bagian dari google drive, dengan demikian untuk membuat formulir
baru harus terlebih dahulu login ke Gmail atau Google Apps.
Google Classroom adalah
media atau platform belajar
daring yang bisa di akses melalui smartphone ataupun
persona computer dengan menggunakan
koneksi internet.
Google classroom ini merupakan sarana belajar antara guru dengan peserta didik tanpa melakukan
tatap muka, sehingga lebih efektif serta dapat
menghemat waktu dan tempat Menurut Hasanudin dkk (2018:17) mengatakan bahwa penggunaan google classroom berbasis
online yang dapat memudahkan
proses pembelajaran tanpa menggunakan kertas lagi (Suuga,
Ismayati, Agung, & Rijanto, 2020). (Senjaya,
2022) menegaskan tentang penggunaan
google classroom, pengajar
dapat menggunakan fitur pada aplikasi tersebut seperti assignments (tugas), granding (pengukuran), communication (komunikasi),
mobile application (aplikasi telepon
genggam), archive course (arsip program), privacy
(privasi), time-cost (hemat waktu). Dengan demikian penggunaan google
classroom pembelajaran akan
lebih mudah dengan adanya interaksi
antara guru dan peserta didik. Berdasarkan pendapat dari para peneliti di atas bahwa Google Classsroom merupakan platform belajar secara online yang bisa digunakan pada smartphone atau PC dengan berbagai fitur
yang berguna untuk memudahkan proses pembelajaran.
METODE
Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif
deskriptif dengan melihat
hasil survei dan observasi yang
penulis peroleh. (Wijaya, 2020) menjelaskan analisis data kualitatif
deskriptif sebagai pola berfikir induktif terhadap peristiwa, gejala atau
fenomena yang dijumpai di lapangan. Menurut (Rachmawati, 2020) menyatakan
bahwa penelitian kualitatif dilakukan pada objek yang alamiah, yaitu objek yang
berkembang apa adanya , tidak
dimanipulasi oleh peneliti.
Menurut (Sarjono & Sahari, 2020) menjelaskan metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan
untuk meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu
sistem pemikiran ataupun suatu kelas peritiwa pada masa sekarang. Dari media
pembelajaran yang sudah pernah terlaksana dengan
komunitas guru di sekolah, penulis
melaksanakan salah satu pemanfaatan penggunaan google form dan google classroom dalam pembelajaran daring.
Tempat
pelaksanaan penelitian ini
dilakasanakan di SMP Negeri 3
Mengwi yang berlokasi di Banjar Senguan Buduk Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung.
Waktu pelaksanaannya
mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga hasil
nmemerlukan
waktu yang tidak singkat. Dimana jika diperkirakan menghabiskan waktu hampir tiga bulan lebih, dan hasilnya
nanti agar bisa diimplementasikan
pada saat PAS (penilaian akhir semester), sampai siswa selesai melaksanakan remedial pada tanggal 4 Juni 2021.
Ada beberapa tahapan
rencana rancangan yang penulis
ingin lakukan pada saat memulai kegiatan ini :
1.
Melakukan diskusi dengan guru guru dan menyepakati hal-hal yang utama yaitu melakukan wokrshop belajar. id untuk dilaksanakan segera .
2.
Meminta izin kepada
Kepala sekolah terkait
kegiatan ini .
3.
Melakukan aktivasi akun belajar.id
bagi guru SMP Negerei 3 Mengwi.
4.
Berkolaborasi dengan
guru TIK dan operator sekolah
untuk membantu para guru di dalam
mengaktifkan akun belajar.id.
5.
Meminta wali kelas untuk membantu siswa di dalam
mengaktifkan akun belajar id mereka,
secara langsung (bagi yang mengalami kesulitan) maupun melaui info WhatsApp.
6.
Melakukan strategi pelaksanaan workshop yang dilaksanaakan secara luring.
7.
Penerapan google classroom
dan google form di dalam kelas
Sebelum
melakukan kegiatan ini, penulis melakukan koordinasi dan meminta izin dengan Kepala Sekolah sebagai atasan langsung di sekolah yang dilakukan pada minggu ke 3 bulan
Desember untuk mengaktifkan akun belajar siswa yang dibantu oleh wali
kelas dan guru TIK. Hal yang terpenting
dari pelaksanaan ini yaitu melakukan
kerjasama dan komunikasi dengan teman sejawat serta pemangku kepentingan tentang program yang akan direncanakan yang akan dilakukan
pada minggu ke 4 di bulan Desember.
Sumber data yang peneliti
peroleh dari berbagai sumber data. Sumber data merupakan langkah pengambilan data dari proses menghimpun langsung oleh peneliti disebut data primer, sedangkan hasil sumber data yang diperoleh dari tangan kedua disebut
data sekunder.
Data primer
pada penelitian ini meliputi wawancara dan observasi melalui kuesioner tentang penerapan google form dan google classroom pada masa
pandemi dengan mengambil sampel data dari beberapa siswa, guru dan orang tua siswa SMP Negeri 3 Mengwi, Kuesioner diberikan melalui
google form.
Analysis
Analysis
data merupakan kaidah penelitian yang wajib dilakukan oleh semua peneliti, karena sebuah penelitian tanpa adanya analysis dapat melahirkan data mentah yang tidak mempunyai makna. Dengan dilakukan analysis data dapat diolah dan disimpulkan, yang pada akhirnya simpulan itulah yang menjadi ilmu pengetahuan
baru yang merupakan perkembangan dari ilmu-ilmu sebelumnya.
Analysis
data yang peneliti lakukan
pada penelitian ini adalah menggunakan teknik
analysis Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahapan
yaitu tahap pertama pengumpulan data, tahap kedua reduksi
data, tahap ketiga display
data dan tahap ke empat kesimpulan atau verifikasi. Model penelitian yang menggunakan Miles
dan Huberman adalah
1.
Pengumpulan
Data ( Data Collection )
Teknik pengumpulan data yang menggunakan cara ini adalah dengan
melakukan: wawancara, observasi, survei dan pencermatan dokumen. Kegiatan survei dan observasi dilakukan kepada guru, siswa dan orang tua siswa secara
daring menggunakan google form.
2.
Reduksi
data ( Data Reduction )
Reduksi data
digunakan untuk memfokuskan data pada hal-hal
yang penting dari sekian data yang diperoleh dari hasil observasi,
wawancara, survei serta catatan pengamatan
yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Data yang direduksi dapat memberikan gambaran lebih fokus terhadap
hasil pengamatan. Dalam
penelitian ini teknik mereduksi data
dilakukan dengan cara membuat
kategori sesuai dengan rumusan masalah yang sudah dirumuskan dengan membuat
pedoman observasi dan survei yang
dilakukan melaui google form dengan memilih pokok-pokok penting saja.
3.
Penyajian
Data ( Data Display )
Setelah data yang diperoleh ,kemudian dilakukan display data yaitu dengan cara menyajikan sekumpulan data dan informasi
yang sudah tersusun
yang memungkinkan
untuk diambil menjadi sebuah kesimpulan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data adalah usaha mengorganisasikan dan memaparkan data secara menyeluruh guna memperoleh gambaran secara lengkap dan utuh. Peneliti melakukan pencatatan melaui informasi
dari data yang diperoleh baik melaui survei dan observasi.
4.
Penarikan
Kesimpulan ( Conclusion )
Prosedur
kesimpulan dilakukan berdasarkan data informasi yang tersusun pada bentuk yang terpola pada penyajian data.
Melaui informasi tersebut peneliti dapat
mengambil sebuah kesimpulan yang benar
mengenai objek penelitian , karena tahap penarikan kesimpulan merupakan kegiatan penggambaran yang utuh berdasarkan penelitian (Sugiyono,
2013).
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Sebelum penggunaan google classroom dan google form, ketika diberlakukan pembelajaran online di bulan Maret-Desember
2020 guru dan siswa dalam proses
pembelajaran masih menggunakan WhatsApp, hal ini dirasa sulit oleh guru untuk mengetahui keaktifan
siswa yang sesungguhnya dalam pembelajaran di kelas, begitu pula siswa
juga mengalami kendala
dalam berdiskusi dan pengiriman tugas dengan hanya menggunakan WhatsApp. Merujuk pada permasalahan ini, maka di bulan Januari 2021 hingga sekarang, pembelajaran di kelas dikombinasikan dengan penggunaan google classsroom dan google
form di samping penggunaan WhatsApp tersebut. Berikut
hasil perbandingan antara sebelum dan sesudah penggunaan google classroom dan google form yang diperoleh
penulis dengan menggunakan 3 jenis indikator
pengujian untuk menunjukkan
perbandingan minat siswa:
Tabel
2. Hasil Perbandingan Sebelum dan Sesudah Penggunaan Google Classroom dan Google Form
|
Indikator Pengujian |
Sebelum
(%) |
Sesudah
(%) |
|
Kehadiran |
68% |
81% |
|
Keaktifan |
40% |
52% |
|
Pengumpulan Tugas |
68% |
98% |
Menggunakan
analisis secara kuantitatif maka menurut hasil pada tabel diatas bahwa terjadi peningkatan yang sangat baik, setelah penggunaan aplikasi pembelajaran
dengan google classroom dan google form, dimana siswa yang awalnya hanya menggunakan media WhatsApp untuk melakukan presensi, diskusi, dan pengumpulan tugas yang dirasa
sangat sulit untuk diterapkan, namun dengan adanya kombinasi menggunakan google classroom dan google form terbukti mampu meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Berikut
di bawah ini perubahan media pembelajaran yang dengan menggunakan google form:

Gambar 1.
Pembelajaran Online Sebelum dan Sesudah Penggunaan Google Form
Hasil Survei
Pembelajaran yang Interaktif bagi Guru dan Siswa
Berdasarkan
hasil yang bisa dilihat setelah penggunaan google classroom dan google form pembelajaran yang
berpusat pada murid (student center) sudah dapat
direlisasikan. Pada respon positif
dari siswa penulis
mendapatkan bahwa pembelajaran di kelas yang sesungguhnya diinginkan oleh siswa sudah bisa tercapai begitu pula respon dari guru yang mengimplementasikan penggunaan google classrom
dan google form ini pada proses pembelajaran di kelas selama daring sangat
positif dan bermanfaat .


Gambar 2. Grafik Respon Siswa Terhadap
Media Pembelajaran Google Classroom dan Google Form
Keterangan :
1 = Tidak setuju
2 = Kurang setuju
3 = Setuju
4 = Sangat setuju

Gambar 3. Grafik Respon Guru Terhadap Media
Pembelajaran Google Classroom dan Google Form
Keterangan :
1 = Tidak setuju
2 = Kurang setuju
3 = Setuju
4 = Sangat setuju
Dari hasil yang sudah bisa dilihat dalam melaksanakan kegiatan tersebut dapat
dilihat adanya dampak positif dari
siswa, yaitu :
1. Siswa merasa lebih nyaman dan senang dalam proses pembelajaran secara daring dengan menggunakan media google form dan google
classroom
2.
Siswa
merasa di dalam mengirim tugas lebih
efektif dan efisien tidak lagi membuat
dan mengirim tugas secara manual
dengan memfoto
tugas yang mereka buat dengan
menggunakan WhatsApp sehingga
akan mengurangi resiko penuhnya memori HP
3.
Siswa tidak merasa bingung karena memiliki google classroom yang banyak berdasarkan mapel yang ada karena sekolah
kami menerapkan google
classroom kolaborasi,
dimana semua mapel bisa tergabung di dalamnya
4. Siswa dapat mengerjakan tugas sesuai dengan dimana saja dan kapan saja.
Sementara hasil yang sangat
signifikan bagi guru
yaitu :
1. Guru merasa lebih mudah di dalam mengirim
materi
2. Guru dapat memberikan evaluasi dan
mendapatkan hasil yang diinginkan dengan
akurat dan cepat.
3. Guru bisa membuat dan menshare materi dengan melakukan setting
sesuai keinginannya, sehingga secara langsung tidak ada siswa yang tidak mendapatkan materi, pada jadwal yang sudah
ditentukan.
4. Di dalam penggunaan google classroom dan google form ini
guru bisa memodifikasi dengan menggunakan fitur media lain seperti menambahkan video pembelajaran serta menambahkan materi yang menarik dan ini sangat sesuai dengan kebutuhan siswa yang berdiferensiasi.
Dari hasil kegiatan
yang sudah dilaksanakan hampir sudah mencapai
keberhasilan, walaupun masih ditemukan beberapa
kekurangan penggunaan google
form:
1. Tidak bisa digunakan secara offline
2. Design pada google form terbatas
di dalam pengeditan soal ataupun kuis.
3. Tidak ada
riwayat pengeditan
4. Tidak bisa digunakan untuk
bentuk soal essay dengan jawaban
yang valid
Adapun kekurangan
penggunaan Google classroom
1.
Tidak
bisa digunakan sat offline
2.
Tampilan
fitur yang kurang menarik
3.
Saat
google drive penuh file tidak bisa terkirim.
Dari hasil
ini dapatkah diambil suatu evaluasi untuk mengatasi kendala yang muncul yaitu :
1. Memberikan
waktu yang lebih fleksibel bagi siswa di dalam
memberikan tugas
2. Memilah
file pada drive yang
tidak berguna sehingga memudahkan di dalam pengiriman
3. Mengomunikasikan hal yang menjadi kendala saat pembelajaran online berlangsung sehinga bisa dicarikan solusi yang tepat.
Evaluasi pembelajaran
yang dilakukan harus diperhatikan agar dapat berjalan dengan efektif (Maidin,
2019). Terjadinya evaluasi pembelajaran yang efektif apabila
dilakukan tidak hanya dengan satu jenis evaluasi saja, misalnya hanya
mengandalkan tes lisan sedangkan guru tidak hanya mengambil satu jenis evaluasi
saja melainkan beberapa jenis. Untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik, perlu memperhatikan
prinsip-prinsp evaluasi.
Hal lain juga dikatakan oleh penelitian
uang dilakukan oleh Deviyanti
dkk,(2020:314) yang menyatakan
bahwa yang tidak menggunakan e-learning Google classroom mendapatkan nilai rata-rata kelas sebesar 63 dibandingkan
dengan yang menggunakan
e-leaning google classroom kelas mendapatkan rata-rata nilai 81,8 , sehingga mengalami peningkatkan sebesar 18,8. Berdasarkan
data tersebut dapat disimpulkan
kelas yang menggunakan google classroom mengalami peningkatan nilai sehingga dapat dipastikan media penggunaan google
classroom dan google form
dapat dijadikan sebagai media
pembelajaran untuk meningkatkan
minat belajar siswa selama pembelajaran
daring.
KESIMPULAN
Berdasarkan
pelaksanaan kegiatan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: 1.
Pentingnya penggunaan google classroom dan google form selama pembelajaran daring sangat diperlukan dalam meningkatkan minat belajar siswa. 2. Bahwasanya di dalam penggunaan media pembelajaran dengan menggunakan fitur
google classroom dan google form sangat bermanfaat bagi siswa maupun
bagi guru itu sendiri baik di dalam mengerjakan tugas dan membagikan materi dan mengevaluasi siswa yang sangat efektif dan
efisien di dalam penggunaannya dalam perkembangan zaman 4.0
BIBLIOGRAFI
Batubara, Hamdan Husein. (2016). Penggunaan
google form sebagai alat penilaian kinerja dosen di Prodi PGMI Uniska Muhammad
Arsyad Al Banjari. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 8(1).
Jamilah, Jamilah. (2020). Guru profesional
di era new normal: Review peluang dan tantangan dalam pembelajaran daring. Premiere
Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 10(2), 238.
Maidin, Ahriyani. (2019). Artikel
Efektivitas Evaluasi Pembelajaran Akidah Akhlak Terhadap Prestasi Belajar
Peserta Didik Di Madrasah Ibtidaiyah Ddi Amparita Kecamatan Tellu Limpoe Kab.
Sidrap. Istiqra: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 7(1).
Marah, Nur Khairiyah, Rusilowati, Ani,
& Sumarni, Woro. (2020). Perubahan Proses Pembelajaran Daring Pada Siswa
Sekolah Dasar di Tengah Pandemi Covid-19. Prosiding Seminar Nasional
Pascasarjana (PROSNAMPAS), 3(1), 445452.
Rachmawati, Betty. (2020). PENERAPAN
GOOGLE FORM DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SD
MUHAMMADIYAH INOVATIF MERTOYUDAN. Skripsi, Universitas Muhammadiyah
Magelang.
Rahardja, Untung, Lutfiani, Ninda, &
Alpansuri, Moch Sandi. (2018). Pemanfaatan Google Formulir Sebagai Sistem
Pendaftaran Anggota Pada Website Aptisi. or. id. Sisfotenika, 8(2),
128139.
Riyana, Cepi, & Pd, M. (2020). Konsep
pembelajaran online. Modul Pembelajaran On-Line, 1.
Sanjaya, Ridwan. (2020). 21 Refleksi
Pembelajaran Daring di Masa Darurat. SCU Knowledge Media.
Sarjono, Ndaru, & Sahari, Gunar.
(2020). MAKNA UNGKAPAN" Kamu Adalah Garam Dunia" DALAM MATIUS 5: 13
DAN PENERAPANNYA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI. JURNAL LUXNOS, 6(2),
151159.
Senjaya, Elisabet Ani Ayu. (2022).
PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM UNTUK MEMFASILITASI KETERAMPILAN MENULIS SISWA
SEKOLAH MENENGAH ATAS. JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, 10(1),
186191.
Suuga, Hisyam Surya, Ismayati, Euis,
Agung, Achmad Imam, & Rijanto, Tri. (2020). Media E-learning Berbasis
Google Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal
Pendidikan Teknik Elektro, 9(3), 6056010.
Sudaryanto, Dwi Heri. (2012). Proses
Pembelajaran Melalui Media Elektronik (e-learning). Swara Patra, 2(1).
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian
Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. (Bandung:
Alfabeta).
Wijaya, Hengki. (2020). Analisis data
kualitatif teori konsep dalam penelitian pendidikan. Sekolah Tinggi
Theologia Jaffray.
Wulandari, Pitri, Maswani, Maswani, &
Khotimah, Husnul. (2019). Google Form Sebagai Alternatif Evaluasi Pembelajaran
di SMAN 2 Kota Tangerang. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 2(1),
421425.