PENGGUNAAN GOOGLE FORM DAN GOOGLE CLASSROOM PADA PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 3 MENGWI

 

I Gusti Ayu Swardika Handayani

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Provinsi Bali

ihandayani02.smp.belajar.id

 

 

Abstract

Received:

05-03-2022

Introduction: Online learning during the pandemic is one way to avoid the spread of the covid 19. since mid-March 2020. Since the implementation of online learning, teachers at SMP N 3 Mengwi only use and this lasts one semester, even students doing semester tests are still manual with WhatsApp. effect WhatsAppapply the use of Google forms and google classroom as media that can change this situation to be more effective and interesting Method: This study uses descriptive qualitative data collection methods based on survey results and author observations Results: From the results of student activity responses increased to 52%, student attendance increased to 81% and from the results of the task increased 98%, Conclusion: this is the author concludes that the more varied and interesting the media used by the teacher in teaching will greatly affect the increase in students' interest in learning.

Accepted:

05-03-2022

Published:

20-03-2022

Keywords:

Pandemic; google class; google forms; digitization.

 

Abstrak

Kata Kunci:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pandemi; google classroom; google form; digitalisasi.

Pendahuluan: Pembelajaran online selama masa pandemi adalah salah satu cara untuk menghindari terjadinya penyebaran virus covid 19. Sekolah kami mulai berlakunya sejak pertengahan Maret 2020. Sejak diberlakukannya pembelajaran online, guru di SMP N 3 Mengwi hanya menggunakan WhatsApp saja dan ini berlangsung satu semester, bahkan siswa mengerjakan ulangan semester pun masih manual dengan WhatsApp, Tujuan: Adapun tujuan penulis melakukan  penelitian ini untuk  menerapkan penggunaan  Google form dan google classroom sebagai media yang bisa merubah situasi ini menjadi lebih efektif dan menarik Metode: Penelitian ini mengguankan kualitatif deskriptif dengan  metode pengumpulan data  berdasarkan hasil survey dan observasi penulis Hasil: Dari hasil respon keaktifan siswa meningkat menjadi 52 %, Kehadiran siswa meningkat menjadi 81% dan dari hasil tugas meningkat 98%, Kesimpulan: hal ini penulis menyimpulkan bahwa semakin bervariasi dan menarik media yang digunakan oleh guru dalam mengajar akan sangat berpengaruh pada meningkatnya minat siswa di dalam belajar.

Corresponding Author: I Gusti Ayu Swardika Handayani

E-mail: ihandayani02.smp.belajar.id

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Pembelajaran sangatlah esensial bagi seluruh umat manusia tidak terkecuali. Karena hal ini merupakan suatu kebutuhan yang hakiki dari setiap orang. Selama masa pandemi ini, para guru dituntut secara paksa untuk bisa memberikan pembelajaran secara daring (Jamilah, 2020). Namun hal ini sebenarnya memerlukan waktu yang sangat tidak singkat bahkan memerlukan adanya strategi serta komitmen untuk tetap bisa memberikan pembelajaran secara daring dengan baik.

Sisi baik hal yang bisa dipetik yaitu,  para guru haruslah mampu mengadopsi hal-hal positif yang akan bisa diterapkan dalam masa pembelajaran daring.

Banyak pertimbangan dari pemerintah untuk tetap melaksanakan pembelajaran secara daring , diantaranya yaitu mengurangi penyebaran covid yang secara langsung akan bisa berdampak pada kehidupan manusia, khususnya Indonesia (Mar’ah, Rusilowati, & Sumarni, 2020).

Sebagai seorang guru merasa tertantang untuk bisa mengadopsi hal baru yang bisa membantu siswa untuk tetap dapat mengikuti pembelajaran secara daring (Sanjaya, 2020). Sebagian guru yang hanya memanfaatkan media WhatsApp sebagai media di dalam pembelajaran online tidaklah cukup, dan penulis merasa bahwa ini akan berdampak tidak baik pada proses pembelajaran online, karena siswa akan pasif, tidak kreatif dan siswa akan merasa bosan hal ini akan menyebabkan menurunnya minat belajar siswa jika pembelajaran ini dilakukan secara online dalam waktu yang tidak bisa dipastikan (Riyana & Pd, 2020). Ada sebagian guru yang memang sudah menguasai IT langsung menerapkan media pembelajaran daring di kelas mereka sedang bagi guru yang rendah dan tidak mengetahui banyak tentang IT hanya menggunakan WhatsApp saja dengan memfoto tugas dan materi, namun sebaliknya siswa hanya mengirimkan jawaban mereka melalui WhatsApp juga. Pada situasi ini guru haruslah pandai untuk menyiasati dan merancang strategi baru untuk bisa diterapkan pada kelas daring, mungkin menggabungkan dengan media lain seperti fitur-fitur google (google classroom, google meet, google form) dan masih banyak lagi yang bisa diadopsi pada saat pembelajaran daring ini          yang akan lebih membuat kelas seolah olah nyata dan tidak membosankan terutama bagi siswa itu sendiri

Dari permasalahan tersebut sangat perlu dilakukan suatu perubahan sistem pembelajaran dari luring menuju daring untuk tetap bisa melaksanakan pembelajaran yang menarik selama daring ini, rendahnya kemampuan sebagian guru SMP Negeri 3 Mengwi dalam menguasai IT akan berdampak pada kurang optimalnya siswa di dalam menerima materi dan ulangan sehingga akan berdampak pada saat pemberian nilai siswa yang tidak sesuai dengan situasi yang sebenarnya. Selain itu siswa akan merasa tidak memiliki tantangan pada saat belajar dan mengerjakan tugas dan menimbulkan menurunnya daya kreatifitas dan minat siswa. Dalam tulisan ini penulis sangat berkeinginan mengangkat suatu judul yaitu :“Penggunaan Google Form dan Google Classroom Pada Pembelajaran Daring Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SMP Negeri 3 Mengwi.”

Pada penelitian ini  penulis menerapakan penggunaan  kedua media online tersebut untuk  bisa mengatasi  pembelajaran yang  kurang efektif  dengan menggunakan  Whatsaap karena melihat  banyaknya  kelemahan  di dalam  menggunakan media ini seperti,  kurang  efektif dalam memberikan materi, melakukan ulangan dengan sistem  ketepatan yang kurang, terbatasnya siswa di dalam mendownload materi yang menyebabkan cepat  penuhnya memori HP siswa dalam pembelajaran daring. Sehingga diperlukan adanya media yang mampu mengatasi permasalahan ini dengan memanfaatkan akun belajar dengan memanfaat kan media google form dan google classroom

  Pentingnya pelaksanaan penelitian ini yaitu untuk mengetahui 1. Penerapan penggunaan google classroom dan google form pada pembelajaran daring dapat meningkatkan minat belajar siswa di SMP Negeri 3 Mengwi. 2. Strategi untuk mengatasi faktor penghambat pada saat penggunaan google form dan google classroom.

Pembelajaran online pertama kali dikenal karena pengaruh perkembangan pembelajaran berbasis elektronik(e-Learning) yang diperkenalkan oleh Universitas Illionis melalui pembelajaran berbasis computer (Sudaryanto, 2012). Melalui pembelajaran online ini dapat memfasilitasi siswa belajar lebih luas dimana saja dan kapan saja, tanpa terbatas oleh ruang, waktu dan jarak. Materi penyajiannya pun sangat bervariasi dan menarik untuk bisa diterapkan di sekolah baik dalam bentuk verbal, visual, audio dan gerak (Riyana & Pd, 2020). Hal ini sangat lah sesuai dengan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang mana proses pembelajarannya terkait dengan keberagaman siswa di kelas.

Menurut Himmi yang mengatakan bahwa pembelajaran yang sesungguhnya memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hal tersebut diharapkan untuk menciptakan suasana pembelajaran suasana pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan siswa dalam mengeksplorasi dan menggali potensinya secara optimal dengan kreatif dan inovatif dan menyenangkan.

Google form atau yang disebut google formulir adalah alat yang berguna untuk melakukan survei, memberikan kuis atau mengumpulkan informasi yang mudah, akurat dan efisien. Form ini dapat dihubungkan ke spreadsheet (Batubara, 2016). Jika spreadsheet terkait dengan bentuk, maka tanggapan otomatis akan dikirimkan ke spreadsheet (Rahardja, Lutfiani, & Alpansuri, 2018).  (Wulandari, Maswani, & Khotimah, 2019), google form merupakan bagian dari google drive, dengan demikian untuk membuat formulir baru harus terlebih dahulu login ke Gmail atau Google Apps.

Google Classroom adalah media atau platform belajar daring yang bisa di akses melalui smartphone ataupun persona computer dengan menggunakan koneksi internet.

Google classroom ini merupakan sarana belajar antara guru dengan peserta didik tanpa melakukan tatap muka, sehingga lebih efektif serta dapat menghemat waktu dan tempat Menurut Hasanudin dkk (2018:17) mengatakan bahwa penggunaan google classroom berbasis online yang dapat memudahkan proses pembelajaran tanpa menggunakan kertas lagi (Su’uga, Ismayati, Agung, & Rijanto, 2020). (Senjaya, 2022) menegaskan tentang  penggunaan google classroom,  pengajar dapat menggunakan fitur pada aplikasi tersebut seperti assignments (tugas), granding (pengukuran), communication (komunikasi), mobile application (aplikasi telepon genggam), archive course (arsip program), privacy (privasi), time-cost (hemat waktu). Dengan demikian penggunaan google classroom pembelajaran akan lebih mudah dengan adanya interaksi antara guru dan peserta didik. Berdasarkan pendapat dari para peneliti di atas bahwa Google Classsroom merupakan platform belajar secara online yang bisa digunakan pada smartphone atau PC dengan berbagai fitur yang berguna untuk memudahkan proses pembelajaran.

 

METODE

Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif  dengan  melihat  hasil survei dan observasi  yang penulis peroleh. (Wijaya, 2020)  menjelaskan analisis data kualitatif deskriptif sebagai pola berfikir induktif terhadap peristiwa, gejala atau fenomena yang dijumpai di lapangan. Menurut (Rachmawati, 2020) menyatakan bahwa penelitian kualitatif dilakukan pada objek yang alamiah, yaitu objek yang berkembang apa adanya , tidak  dimanipulasi oleh  peneliti. Menurut (Sarjono & Sahari, 2020) menjelaskan metode  deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peritiwa pada masa sekarang. Dari media pembelajaran yang sudah pernah terlaksana dengan komunitas guru di sekolah, penulis melaksanakan salah satu pemanfaatan penggunaan google form dan google classroom dalam pembelajaran daring.

Tempat  pelaksanaan penelitian ini  dilakasanakan  di SMP Negeri 3 Mengwi yang berlokasi di Banjar Senguan Buduk Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung.

Waktu pelaksanaannya mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga hasil nmemerlukan waktu yang tidak singkat. Dimana jika diperkirakan menghabiskan waktu hampir tiga bulan lebih, dan hasilnya nanti agar bisa diimplementasikan pada saat PAS (penilaian akhir semester), sampai siswa selesai melaksanakan remedial pada tanggal 4 Juni 2021.

Ada beberapa tahapan rencana rancangan yang penulis ingin lakukan pada saat memulai kegiatan ini :

1.         Melakukan diskusi dengan guru guru dan menyepakati hal-hal yang utama yaitu melakukan wokrshop belajar. id untuk dilaksanakan segera .

2.        Meminta izin kepada Kepala sekolah terkait kegiatan ini .

3.        Melakukan aktivasi akun belajar.id bagi guru SMP Negerei 3 Mengwi.

4.        Berkolaborasi dengan guru TIK dan operator sekolah untuk membantu para guru di dalam mengaktifkan akun belajar.id.

5.        Meminta wali kelas untuk membantu siswa di dalam mengaktifkan akun belajar id mereka, secara langsung (bagi yang mengalami kesulitan) maupun melaui info WhatsApp.

6.        Melakukan strategi pelaksanaan workshop yang dilaksanaakan secara luring.

7.         Penerapan google classroom dan google form di dalam kelas

 

Sebelum melakukan kegiatan ini, penulis melakukan koordinasi dan meminta izin dengan Kepala Sekolah sebagai atasan langsung di sekolah yang dilakukan pada minggu ke 3 bulan Desember untuk mengaktifkan akun belajar siswa yang dibantu oleh wali kelas dan guru TIK. Hal yang terpenting dari pelaksanaan ini yaitu melakukan kerjasama dan komunikasi dengan teman sejawat serta pemangku kepentingan tentang program yang akan direncanakan yang akan dilakukan pada minggu ke 4 di bulan Desember.

Sumber data yang peneliti peroleh dari berbagai sumber data. Sumber data merupakan langkah pengambilan data dari proses menghimpun langsung oleh peneliti disebut data primer, sedangkan hasil sumber data yang diperoleh dari tangan kedua disebut data sekunder.

Data primer pada penelitian ini meliputi wawancara dan observasi melalui kuesioner tentang penerapan google form dan google classroom pada masa pandemi dengan mengambil sampel data dari beberapa siswa, guru dan orang tua siswa SMP Negeri 3 Mengwi, Kuesioner diberikan  melalui google form.

 

Analysis

Analysis data merupakan kaidah penelitian yang wajib dilakukan oleh semua peneliti, karena sebuah penelitian tanpa adanya analysis dapat melahirkan data mentah yang tidak mempunyai makna. Dengan dilakukan analysis data dapat diolah dan disimpulkan, yang pada akhirnya simpulan itulah yang menjadi ilmu pengetahuan baru yang merupakan perkembangan dari ilmu-ilmu sebelumnya.

Analysis data yang peneliti lakukan pada penelitian ini adalah menggunakan teknik analysis Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahapan yaitu tahap pertama pengumpulan data, tahap kedua reduksi data, tahap ketiga display data dan tahap ke empat kesimpulan atau verifikasi. Model penelitian yang menggunakan Miles dan Huberman adalah

1.       Pengumpulan Data ( Data Collection )

Teknik pengumpulan data yang menggunakan cara ini adalah dengan melakukan: wawancara, observasi, survei dan pencermatan dokumen. Kegiatan survei dan observasi dilakukan kepada guru, siswa dan orang tua siswa secara daring menggunakan google form.

2.      Reduksi data ( Data Reduction )

Reduksi data digunakan untuk memfokuskan data pada hal-hal yang penting dari sekian data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, survei serta catatan pengamatan yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Data yang direduksi dapat memberikan gambaran lebih fokus terhadap hasil pengamatan. Dalam penelitian ini  teknik mereduksi  data  dilakukan dengan  cara membuat kategori sesuai dengan rumusan masalah yang sudah dirumuskan dengan  membuat  pedoman observasi dan survei  yang dilakukan melaui  google form dengan  memilih pokok-pokok penting  saja.

3.      Penyajian Data ( Data Display )

Setelah  data yang diperoleh ,kemudian dilakukan  display data yaitu dengan  cara menyajikan sekumpulan data  dan informasi  yang sudah tersusun yang memungkinkan  untuk diambil menjadi sebuah kesimpulan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data adalah usaha mengorganisasikan dan memaparkan data secara menyeluruh guna memperoleh gambaran secara lengkap dan utuh. Peneliti melakukan  pencatatan melaui informasi  dari data yang diperoleh baik melaui survei dan observasi.

4.      Penarikan Kesimpulan ( Conclusion )

Prosedur kesimpulan dilakukan berdasarkan data informasi yang tersusun pada bentuk yang terpola pada penyajian data. Melaui informasi tersebut  peneliti dapat mengambil sebuah kesimpulan yang  benar mengenai objek  penelitian ,  karena tahap penarikan kesimpulan  merupakan kegiatan penggambaran yang utuh berdasarkan  penelitian (Sugiyono, 2013).

           

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebelum penggunaan google classroom dan google form, ketika diberlakukan pembelajaran online di bulan Maret-Desember 2020 guru dan siswa dalam proses pembelajaran masih menggunakan WhatsApp, hal ini dirasa sulit oleh guru untuk mengetahui keaktifan siswa yang sesungguhnya dalam pembelajaran di kelas, begitu pula siswa juga mengalami kendala dalam berdiskusi dan pengiriman tugas dengan hanya menggunakan WhatsApp. Merujuk pada permasalahan ini, maka di bulan Januari 2021 hingga sekarang, pembelajaran di kelas dikombinasikan dengan penggunaan google classsroom dan google form di samping penggunaan WhatsApp tersebut. Berikut hasil perbandingan antara sebelum dan sesudah penggunaan google classroom dan google form yang diperoleh penulis dengan menggunakan 3 jenis indikator pengujian untuk menunjukkan perbandingan minat siswa:

Tabel 2. Hasil Perbandingan Sebelum dan Sesudah Penggunaan Google Classroom dan Google Form

Indikator Pengujian

Sebelum (%)

Sesudah (%)

Kehadiran

68%

81%

Keaktifan

40%

52%

Pengumpulan Tugas

68%

98%

 

Menggunakan analisis secara kuantitatif maka menurut hasil pada tabel diatas bahwa terjadi peningkatan yang sangat baik, setelah penggunaan aplikasi pembelajaran dengan google classroom dan google form, dimana siswa yang awalnya hanya menggunakan media WhatsApp untuk melakukan presensi, diskusi, dan pengumpulan tugas yang dirasa sangat sulit untuk diterapkan, namun dengan adanya kombinasi menggunakan google classroom dan google form terbukti mampu meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Berikut di bawah ini perubahan media pembelajaran yang dengan menggunakan google form:

 

Gambar 1. Pembelajaran Online Sebelum dan Sesudah Penggunaan Google        Form

 

Hasil Survei Pembelajaran yang Interaktif bagi Guru dan Siswa

Berdasarkan hasil yang bisa dilihat setelah penggunaan google classroom dan google form pembelajaran yang berpusat pada murid (student center) sudah dapat direlisasikan. Pada respon positif dari siswa penulis mendapatkan bahwa pembelajaran di kelas yang sesungguhnya diinginkan oleh siswa sudah bisa tercapai begitu pula respon dari guru yang mengimplementasikan penggunaan google classrom dan google form ini pada proses pembelajaran di kelas selama daring sangat positif dan bermanfaat .

 

Gambar 2. Grafik Respon Siswa Terhadap Media Pembelajaran Google Classroom dan Google Form

Keterangan :

1 = Tidak setuju

2 = Kurang setuju

3 = Setuju

4 = Sangat setuju

 

Gambar 3. Grafik Respon Guru Terhadap Media Pembelajaran Google Classroom dan Google Form

Keterangan :

1 = Tidak setuju

2 = Kurang setuju

3 = Setuju

4 = Sangat setuju

 

Dari hasil yang sudah bisa dilihat dalam melaksanakan kegiatan tersebut dapat dilihat adanya dampak positif dari siswa, yaitu :

1.       Siswa merasa lebih nyaman dan senang dalam proses pembelajaran secara daring dengan menggunakan media google form dan google classroom

2.      Siswa merasa di dalam mengirim tugas lebih efektif dan efisien tidak lagi membuat dan mengirim tugas secara manual dengan memfoto tugas yang mereka buat dengan menggunakan WhatsApp sehingga akan mengurangi resiko penuhnya memori HP

3.      Siswa tidak merasa bingung karena memiliki google classroom yang banyak berdasarkan mapel yang ada karena sekolah kami menerapkan google classroom kolaborasi, dimana semua mapel bisa tergabung di dalamnya

4.      Siswa dapat mengerjakan tugas sesuai dengan dimana saja dan kapan saja.

 

Sementara hasil yang sangat signifikan bagi guru  yaitu :

1.     Guru merasa lebih mudah di dalam mengirim materi

2.    Guru dapat memberikan evaluasi dan mendapatkan hasil yang diinginkan dengan akurat dan cepat.

3.    Guru bisa membuat dan menshare materi dengan melakukan setting sesuai keinginannya, sehingga secara langsung tidak ada siswa yang tidak mendapatkan materi, pada jadwal yang sudah ditentukan.

4.    Di dalam penggunaan google classroom dan google form ini guru bisa memodifikasi dengan menggunakan fitur media lain seperti menambahkan video pembelajaran serta menambahkan materi yang menarik dan ini sangat sesuai dengan kebutuhan siswa yang berdiferensiasi.

Dari hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan hampir sudah mencapai keberhasilan, walaupun masih ditemukan beberapa kekurangan penggunaan  google form:

1.      Tidak bisa digunakan  secara offline

2.      Design pada google form terbatas di dalam pengeditan soal ataupun kuis.

3.      Tidak ada  riwayat pengeditan

4.      Tidak bisa digunakan  untuk  bentuk soal essay  dengan  jawaban  yang  valid

Adapun kekurangan penggunaan Google classroom

1.       Tidak bisa digunakan  sat offline

2.      Tampilan fitur yang kurang menarik

3.      Saat google drive penuh file tidak bisa terkirim.

Dari hasil ini dapatkah diambil suatu evaluasi untuk mengatasi kendala yang muncul yaitu :

1.      Memberikan  waktu  yang  lebih fleksibel bagi siswa di dalam memberikan tugas

2.      Memilah  file  pada drive  yang  tidak berguna  sehingga  memudahkan di dalam pengiriman

3.      Mengomunikasikan hal yang menjadi kendala saat pembelajaran online berlangsung sehinga bisa dicarikan solusi yang tepat.

 

Evaluasi pembelajaran yang dilakukan harus diperhatikan agar dapat berjalan dengan efektif (Maidin, 2019). Terjadinya evaluasi pembelajaran yang efektif apabila dilakukan tidak hanya dengan satu jenis evaluasi saja, misalnya hanya mengandalkan tes lisan sedangkan guru tidak hanya mengambil satu jenis evaluasi saja melainkan beberapa jenis. Untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik, perlu memperhatikan prinsip-prinsp evaluasi. Hal lain juga dikatakan oleh penelitian uang dilakukan oleh Deviyanti dkk,(2020:314) yang menyatakan bahwa yang tidak menggunakan e-learning Google classroom mendapatkan  nilai rata-rata kelas sebesar 63  dibandingkan  dengan  yang menggunakan e-leaning  google classroom kelas mendapatkan rata-rata nilai  81,8 , sehingga  mengalami peningkatkan sebesar 18,8. Berdasarkan  data tersebut  dapat disimpulkan kelas  yang menggunakan  google classroom  mengalami peningkatan nilai sehingga dapat dipastikan  media penggunaan  google classroom  dan google  form  dapat  dijadikan sebagai  media  pembelajaran  untuk meningkatkan minat  belajar siswa selama pembelajaran daring.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: 1. Pentingnya penggunaan google classroom dan google form selama pembelajaran daring sangat diperlukan dalam meningkatkan minat belajar siswa. 2. Bahwasanya di dalam penggunaan media pembelajaran dengan menggunakan fitur google classroom dan google form sangat bermanfaat bagi siswa maupun bagi guru itu sendiri baik di dalam mengerjakan tugas dan membagikan materi dan mengevaluasi siswa yang sangat efektif dan efisien di dalam penggunaannya dalam perkembangan zaman 4.0

 

BIBLIOGRAFI

 

Batubara, Hamdan Husein. (2016). Penggunaan google form sebagai alat penilaian kinerja dosen di Prodi PGMI Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 8(1).

Jamilah, Jamilah. (2020). Guru profesional di era new normal: Review peluang dan tantangan dalam pembelajaran daring. Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 10(2), 238.

Maidin, Ahriyani. (2019). Artikel Efektivitas Evaluasi Pembelajaran Akidah Akhlak Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Di Madrasah Ibtidaiyah Ddi Amparita Kecamatan Tellu Limpoe Kab. Sidrap. Istiqra: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 7(1).

Mar’ah, Nur Khairiyah, Rusilowati, Ani, & Sumarni, Woro. (2020). Perubahan Proses Pembelajaran Daring Pada Siswa Sekolah Dasar di Tengah Pandemi Covid-19. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (PROSNAMPAS), 3(1), 445–452.

Rachmawati, Betty. (2020). PENERAPAN GOOGLE FORM DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SD MUHAMMADIYAH INOVATIF MERTOYUDAN. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Magelang.

Rahardja, Untung, Lutfiani, Ninda, & Alpansuri, Moch Sandi. (2018). Pemanfaatan Google Formulir Sebagai Sistem Pendaftaran Anggota Pada Website Aptisi. or. id. Sisfotenika, 8(2), 128–139.

Riyana, Cepi, & Pd, M. (2020). Konsep pembelajaran online. Modul Pembelajaran On-Line, 1.

Sanjaya, Ridwan. (2020). 21 Refleksi Pembelajaran Daring di Masa Darurat. SCU Knowledge Media.

Sarjono, Ndaru, & Sahari, Gunar. (2020). MAKNA UNGKAPAN" Kamu Adalah Garam Dunia" DALAM MATIUS 5: 13 DAN PENERAPANNYA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI. JURNAL LUXNOS, 6(2), 151–159.

Senjaya, Elisabet Ani Ayu. (2022). PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM UNTUK MEMFASILITASI KETERAMPILAN MENULIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS. JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, 10(1), 186–191.

Su’uga, Hisyam Surya, Ismayati, Euis, Agung, Achmad Imam, & Rijanto, Tri. (2020). Media E-learning Berbasis Google Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 9(3), 605–6010.

Sudaryanto, Dwi Heri. (2012). Proses Pembelajaran Melalui Media Elektronik (e-learning). Swara Patra, 2(1).

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. (Bandung: Alfabeta).

Wijaya, Hengki. (2020). Analisis data kualitatif teori konsep dalam penelitian pendidikan. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Wulandari, Pitri, Maswani, Maswani, & Khotimah, Husnul. (2019). Google Form Sebagai Alternatif Evaluasi Pembelajaran di SMAN 2 Kota Tangerang. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 2(1), 421–425.