Jurnal Impresi Indonesia (JII)
Vol.1, No. 11, November 2022
p-ISSN: 2828-1284 e-ISSN: 2810-062x
website: https: //rivierapublishing.id/JII/index.php/jii/index
Doi: 10.36418/jii.v1i11.463 1194
PENGARUH MODAL KERJA, AKTIVA TETAP DAN ARUS KAS OPERASI
TERHADAP LABA BERSIH
Pri Pantjaningsih
STIEManajemen Bisnis Indonesia
Pripantjaningsih318@gmail.com
Abstract
Received:
10-10-2022
Introduction: A company definitely wants to increase its
equity value so that the company has an optimal capital
structure. With this desire the company has the most
important consideration for companies to go public and
become a public company. Purpose: This study aims to
obtain information about the relationship and influence of
working capital, fixed assets and cash flow operating
activities on net income. Methods: The research method
used in this study is the method of influence. The type of
research is descriptive and verification with the form of
research that is quantitative or statistical and qualitative
with the aim of testing the established hypothesis. Results:
The results of data processing using IBM SPSS Version 26.
Based on the results of calculations with multiple linear
regression equations, the results of the equation Y =
28828988923,399 + 0.033X1 - 0.043X2 + 0.050X3 + e.
Conclusion: It is concluded that the value of constant (a) is
28,828,988,923,399, which means that if working capital,
fixed assets, and operating activity cash flows are 0, then the
net profit value is 28,828,988,923,399. From the results of the
correlation coefficient test, the value of r is 0.738, which
means that there is a strong relationship between working
capital, fixed assets, and cash flow operating activities on net
income. The results of the F test obtained that the fcount value
is 11.193 or greater than the ftable value, which is 2.93, it can
be concluded that the hypothesis is accepted that there is a
simultaneous significant effect between the variables of
working capital, fixed assets, and cash flow operating
activities, with net income.
Accepted:
27-10-2022
Published:
10-11-2022
Keywords:
Working capital;
Fixed assets;
Operating Cash
Flow; Net profit
Abstrak
Kata
kunci:
Modal Kerja;
Aktiva Tetap; Arus
Kas Operasi; Laba
Bersih
Pendahuluan: Sebuah perusahaan pasti ingin meningkatkan
nilai ekuitasnya sehingga perusahaan memiliki struktur
pemodalan yang optimal. Dengan keinginan tersebut
perusahaan memiliki pertimbangan yang paling utama bagi
perusahaan untuk go public dan menjadi perusahaan publik.
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi
tentang hubungan dan pengaruh variabel modal kerja, aktiva
tetap dan arus kas aktivitas operasi terhadap laba bersih.
Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian
ini adalah metode pengaruh. Jenis penelitian adalah deskriptif
dan verifikatif dengan bentuk penelitian yang bersifat
kuantitatif atau statistik dan kualitatif dengan tujuan untuk
menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Hasil: Hasil
pengolahan data menggunakan IBM SPSS Versi 26.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan persamaan regresi
linear berganda, diperoleh hasil persamaan Y =
28828988923,399 + 0,033X1 - 0,043X2 + 0,050X3 + e.
Kesimpulan: Disimpulkan bahwa nilai konstanta (a) sebesar
28.828.988.923,399 yang artinya jika modal kerja, aktiva
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1195
tetap, dan arus kas aktivitas operasi nilainya 0, maka nilai laba
bersih adalah sebesar 28.828.988.923,399. Dari hasil uji
koefisien korelasi diperoleh nilai r sebesar 0,738 yang berarti
terdapat hubungan yang kuat antara modal kerja, aktiva tetap,
dan arus kas aktivitas operasi terhadap laba bersih. Hasil uji F
diperoleh nilai fhitung sebesar 11,193 atau lebih besar dari
nilai nilai ftabel yaitu 2,93, maka dapat disimpulkan hipotesis
diterima bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara
simultan antara variabel modal kerja, aktiva tetap, dan arus
kas aktivitas operasi, dengan laba bersih.
Corresponding Author: Pri Pantjaningsih
E-mail: Pripantjaningsih318@gmail.com
PENDAHULUAN
Bentuk Perusahaan di Indonesia yang sangat berkembang adalah Perseroan
Terbatas, pengertian Perseroan Terbatas atau PT menurut Undang-Undang Nomor 40
Tahun 2007 adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan
berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya
terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini
serta peraturan pelaksanaannya. Perseroan Terbatas juga merupakan salah satu pilar
pembangunan perekonomian nasional yang perlu diberikan landasan hukum untuk lebih
memacu pembangunan nasional yang disusun berdasarkan atas asas kekeluargaan (Dewi,
2019).
Sebuah perusahaan pasti ingin meningkatkan nilai ekuitasnya sehingga perusahaan
memiliki struktur pemodalan yang optimal. Dengan keinginan tersebut perusahaan memiliki
pertimbangan yang paling utama bagi perusahaan untuk go public dan menjadi perusahaan
publik. Pemodalan yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk meningkatkan
modal kerja dalam rangka membiayai pertumbuhan perusahaan, untuk membayar utang,
untuk melakukan investasi, atau melakukan akuisisi (Sujono, 2020). Pasar modal
merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek
(Juliati, 2015). Sehingga segala kegiatan yang menyangkut tentang saham dan segala
turunannya diatur oleh Bursa Efek Indonesia. BEI adalah lembaga yang berperan dalam
menyelenggarakan dan menyediakan fasilitas sistem perdagangan efek di pasar modal
Indonesia di mana efek/ surat berharga jangka panjang diperdagangkan.
Perusahaan melakukan Go Public dengan tujuan utama mendapatkan status sebagai
perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (Sembiring, 2012). Bagi beberapa sektor bisnis,
status ini sangat penting, karena akan menunjukkan bahwa seolah-olah perusahaan mereka
dapat dipercaya, perusahaan mereka memiliki tata kelola yang baik, perusahaan mereka juga
diawasi oleh berbagai pihak, informasi tentang perusahaan mereka tersedia diberbagai
media, dan tentu saja dapat meningkatkan nilai perusahaan (Company Value). Itu semua
digunakan perusahaan untuk mengembangkan bisnis, mendapatkan nasabah baru, bahkan
digunakan untuk alasan Prestise.
Secara umum tujuan utama didirikannya sebuah perusahaan adalah untuk
memperoleh laba atau keuntungan yang optimal atas investasi yang telah ditanamkan,
sehingga dapat mempertahankan kelancaran usaha dalam jangka waktu yang panjang.
Menurut (Ghozali, 2018) pengertian laba dianut oleh struktur akuntansi sekarang ini adalah
laba akuntansi yang merupakan selisih pengukuran pendapatan dan biaya. Besar kecilnya
laba sebagai pengukur kenaikan aktiva sangat tergantung pada ketetapan pengukuran
pendapatan dan biaya. Perusahaan seringkali mengalami pasang surut dalam mencapai
keuntungan atau laba yang membuat perkembangan perusahaan membutuhkan
beberapa faktor pendukung untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan
diantaranya adalah modal kerja dan aktiva tetap (Nugroho, 2015).
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1196
Perusahaan perlu mengetahui dan menganalisis perkembangan kegiatan usahanya
dari waktu ke waktu sehingga perusahaan dapat mengetahui keadaan keuangannya pada
saat tertentu (Nurdiana, 2018). Dan dapat mengetahui apakah perusahaan tersebut
mengalami keuntungan atau justru mengalami kerugian. Hal tersebut dapat diketahui
dengan melalui laporan pertanggungjawaban pimpinan perusahaan dalam bentuk laporan
keuangan. Laporan keuangan adalah laporan yang memberikan gambaran akuntansi atas
operasi terhadap posisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan menggambarkan pos-pos
keuangan perusahaan yang diperoleh dalam suatu periode (Pongoh, 2013). Dalam
praktiknya, dikenal beberapa macam laporan keuangan seperti: neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan modal, laporan catatan atas laporan keuangan, dan laporan arus kas,
masing masing laporan memiliki komponen keuangan tersendiri, tujuan, dan maksud
tersendiri.
Laba bersih adalah kelebihan seluruh pendapatan atas seluruh biaya untuk suatu
periode tertentu setelah dikurangi pajak penghasilan yang disajikan dalam bentuk laporan
laba rugi (Binilang, Ilat, & Mawikere, 2017). Laba atau keuntungan yang tinggi akan dapat
mendukung kegiatan operasional secara maksimal. Tinggi rendahnya suatu laba perusahaan
dipengaruhi banyak faktor salah satunya adalah modal, baik modal kerja seperti kas,
piutang, persediaan dan modal tetap seperti aktiva tetap. Dimana modal atau dana yang
telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dengan
jangka waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya.
Keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh laba dapat dilihat dari
kesuksesan dan kemampuan perusahaan menggunakan modal kerja secara produktif
(Reimeinda, 2016). Modal kerja merupakan investasi yang ditanamkan perusahaan dalam
bentuk aktiva lancar seperti uang tunai, surat berharga, piutang, dan persediaan dikurangi
kewajiban lancar yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan operasi perusahaan.
Tersedianya aktiva lancar yang lebih besar dari pada hutang lancar maka perusahaan akan
cukup untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari sehingga perusahaan tidak
mengalami kesulitan keuangan dan kegagalan akibat ketidakcukupan dalam modal kerja.
Modal kerja yang besar juga mencerminkan bahwa kegiatan usaha suatu perusahaan
meningkat yang dapat terlihat dari meningkatnya penjualan yang diperoleh. Selain itu
volume penjualan dapat mempengaruhi laba perusahaan (Widyamukti, Erlina Yunitasari, &
Wibowo, 2018). Semakin tinggi volume penjualan maka semakin tinggi pula laba yang
diperoleh perusahaan.
Tingginya suatu laba perusahaan menarik minat investor untuk dapat melakukan
aktivitas investasi. Aktivitas investasi di pasar modal membutuhkan informasi mengenai
perhitungan arus kas perusahaan. Informasi perhitungan arus kas merupakan bentuk
penyajian laporan yang memberikan informasi keluar dan masuknya kas dalam suatu
perusahaan, yang disebabkan oleh adanya aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal
revenue activities). Oleh karena itu, arus kas dari aktivitas operasi umumnya berasal dari
transaksitransaksi yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi bersih. Menurut
(Indonesia, 2015) arus kas dari aktivitas operasi diperoleh terutama dari aktivitas
penghasilan utama pendapatan entitas. Oleh karena itu, arus kas pada umumnya dihasilkan
dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi laba rugi. Aliran kas operasi juga
mencerminkan banyaknya kas yang dikeluarkan untuk beroperasi, dengan kata lain untuk
memperoleh laba. Jika pertumbuhan laba dari tahun ketahun mengalami kenaikan, ini
menunjukkan eksistensi perusahaan semakin membaik.
Dalam menjalankan usahanya perusahaan juga memerlukan dana yang digunakan
untuk membeli asset/ aktiva tetap dalam memproduksi barang dan membeli bahan-bahan
untuk kepentingan produksi dan penjualan perusahaan. Setiap perusahaan mempunyai
aktiva untuk mendukung kegiatan usahanya. Aktiva tetap berwujud bersifat relatif
permanen menunjukkan sifat dari aset tetap yang dapat dipergunakan dalam jangka waktu
yang cukup lama. Aktiva tetap memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat menghasilkan
laba yang optimal, dikarenakan dalam aktiva tetap tertanam investasi yang nilainya cukup
besar sehingga dapat mengurangi laba perusahaan.
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1197
Perusahaan yang selalu berupaya untuk memaksimalkan tujuan utamanya dan
mengupayakan pertumbuhan perusahaan untuk kesejahteraan dimasa yang akan datang
(Wigati & Farida, 2018). Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan perlu meningkatkan
produktifitas dan kinerja. Melihat pertumbuhan bisnis yang semakin pesat, adanya revolusi
industri, serta era globalisasi yang semakin tidak menentu, maka perusahaan memerlukan
pengelolaan modal kerja, aktiva tetap dan arus kas yang baik. Hal tersebut diharapkan dapat
menjadi penentu kebijakan-kebijakan perusahaan ke arah yang lebih baik dalam mencapai
dan mempengaruhi tingkat profitabilitas yang maksimal. Peningkatan profitabilitas tidak
hanya akan bermanfaat untuk menarik para investor tapi juga dapat meningkatkan kinerja
manajemen perusahaan.
PT. Adhi Karya, Tbk adalah sebuah perusahaan Indonesia yang bergerak dalam jasa
konstruksi, pembangunan infrastruktur, properti, real estate dan EPC (engineering,
procurement & construction). PT. Adhi Karya, Tbk didirikan pada 11 Maret 1960 dan
terdaftar di BEI pada 18 Maret 2004. Proyek-proyek infrastrukturnya mencakup jalan,
jembatan, saluran irigasi, pembangkit listrik dan pelabuhan, sementara proyek-proyek
konstruksi bangunannya mencakup gedung pencakar langit, hotel, rumah sakit dan sekolah
(Pramesti & Tulhanifah, 2021).
Untuk nilai aktiva tetap dari tahun 2017 hingga ke tahun 2019 mengalami kenaikan.
Pada nilai arus kas aktivitas operasi pada tahun 2017 PT. Adhi Karya Tbk. mengalami
defisit, namun pada tahun 2018 ke tahun 2019 jumlah arus kas pada aktivitas operasi
mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sedangkan laba bersih dari tahun 2017 sampai
tahun 2019 terus mengalami kenaikan. Dilihat dari kenaikan laba bersih selama 3 tahun
terakhir yaitu dari tahun 2017 sampai dengan 2019 memang PT. Adhi Karya, Tbk.
mengalami peningkatan, namun itu bukan menjadi sebuah alasan perusahaan untuk tidak
mengevaluasi kinerja perusahaan (Ningsih, 2021). Berdasarkan uraian di atas, maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap dan
Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih Pada PT. Adhi Karya, Tbk di Jakarta”.
Dengan melihat permasalahan yang telah dirumuskan diatas dan agar proses
penelitian tidak menyimpang dari masalah yang dijadikan topik, maka tujuan dari penelitian
ini adalah :
1. Memperoleh informasi tentang hubungan dan pengaruh modal kerja terhadap laba
bersih.
2. Memperoleh informasi hubungan dan pengaruh aktiva tetap terhadap laba bersih.
3. Memperoleh informasi tentang hubungan dan pengaruh arus kas operasi terhadap laba
bersih.
METODE PENELITIAN
Menurut (Febrian, 2022) Metode Penelitian adalah cara melakukan sesuatu dengan
menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan. Dalam penelitian ini
menggunakan jenis penelitian deskriptif dan verifikatif. Sedangkan Menurut Sugiyono
(2017:2) pengertian metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan
tujuan dan kegunaan tertentu. Menurut (Sugiyono, 2013:12) metode deskriptif adalah
metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian
tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas (Kobandaha & Wokas,
2016). Dan menurut (Sugiyono, 2013:11) metode verifikatif adalah metode yang bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara setiap variabel independen dan dependen yang
kemudian diuji menggunakan analisis hipotesis. Bentuk penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2017:8), metode kuantitatif adalah metode
penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi suatu sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya random,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau
statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Populasi dala
penelitian ini adalah laporan keuangan pada PT. Adhi Karya Tbk, Jakarta. Untuk
menentukan besarnya sampel bisa dilakukan dengan statistik atau berdasarkan estimasi
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1198
penelitian. Pengambilan sampel ini harus dilakukan dengan baik sehingga diperoleh sampel
yang dapat menggambarkan atau mewakili keadaan populasi yang sebenarnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Frekuensi Identitas Data
Jumlah frekuensi data yang diobservasi atau diteliti sesuai dengan sampel
penelitian yaitu 32 data yang diperoleh dari 4 triwulan x 8 tahun (perkalian antara
laporan keuangan pertriwulan dengan periode tahun pengamatan). Penelitian ini
dilakukan untuk melihat pengaruh X
1
, X
2
dan X
3
terhadap Y selama periode tahun 2012
sampai dengan tahun 2019.
Data yang diteliti sesuai dengan pengamatan dalam penelitian ini merupakan data
sekunder yang diperoleh resmi dari laporan keuangan. Data tersebut sesuai dengan data
yang disajikan dalam laporan keuangan per triwulan dan sesuai dengan periode tahun
yang diteliti yaitu selama 8 tahun dari tahun 2012 sampai dengan 2019.
b. Hasil Olahan
- Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi variabel terkait
untuk setiap variabel bebas tertentu berdistribusi normal atau tidak dalam model
regresi linear, asumsi ini ditunjukkan oleh nilai eror yang berdistribusi normal. Model
regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau
mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistik. Pada
penelitian ini uji normalitas menggunakan dua cara yaitu dengan metode grafik dan uji
statistik.
a. Metode Grafik
Uji normalitas menggunakan metode grafik ditunjukkan dalam Grafik 1.
sebagai berikut:
Grafik 1. Normal P-Plot
Sumber: Hasil Output SPSS 26.0
Dilihat dari grafik histogram pada Grafik 1. yaitu pada grafik histogram yang
menunjukkan data dalam penelitian ini mengikuti arah grafik histogram serta pada
grafik P-Plot menunjukkan titik-titik data menyebar disekitar garis diagonal dan
mengikuti garis diagonal, sehingga data dapat dikatakan berdistribusi secara
normal.
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1199
- Uji Statistik
Pengujian normalitas data menggunakan alat bantu aplikasi software SPSS 26
dapat dilihat pada tabel 1 yaitu tabel Test of Normality Kolmogorov-Smirnov.
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Hasil uji One Sample Kolmogorov-Smirnov data residual menunjukkan nilai
signifikansi 0,200000. Level of significant yang digunakan dalam penelitian ini adalah
0,05 artinya nilai significant 0,200000 > 0,05 maka dapat artikan bahwa data
terdistribusi normal atau memenuhi asumsi klasik normalitas.
- Uji Asumsi Klasik
a. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Cara mendeteksi ada
tidaknya Multikolonieritas yaitu dengan cara memperhatikan angka Variance
Inflation Factor (VIF) dan tolerance pada tabel 2 :
Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
t
Sig.
Collinearity
Statistics
B
Std. Error
Tolerance
VIF
1
(Constant)
28829.115
26335.289
1.095
.283
Modal
Kerja
.033
.015
2.241
.033
.160
6.246
Aktiva
Tetap
-.043
.054
-.784
.440
.161
6.224
Arus Kas
Aktivitas
Operasi
.050
.011
4.586
.000
.979
1.022
a. Dependent Variable: Laba Bersih
Sumber: Hasil Output SPSS 26.0
Berdasarkan hasil output SPSS dalam tabel 2 dapat dijelaskan bahwa hasil
uji multikolinearitas variabel modal kerja, aktiva tetap dan arus kas aktivitas
operasi memperoleh nilai tolerance masing-masing yaitu variabel modal kerja
0,160 > 0,10; aktiva tetap 0,161 > 0,10; dan arus kas aktivitas operasi 0,979 > 0,10
sedangkan nilai VIF variabel modal kerja sebesar 6,246 < 10,00; aktiva tetap 6,224
Unstandardized Residual
N
32
Normal Parameters
a,b
Mean
.0000000
Std. Deviation
68448.18413456
Most Extreme Differences
Absolute
.118
Positive
.104
Negative
-.118
Test Statistic
.118
Asymp. Sig. (2-tailed)
.200
c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: Hasil Output SPSS 26.0
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1200
< 10,00; dan arus kas aktivitas operasi 1,022 < 10,00. Hasil tersebut menyatakan
bahwa variable bebas dalam penelitian ini tidak terjadi masalah multikolinieritas
dalam model regresi.
- Uji Heteroskedastisitas
Tujuan dari uji heterokedastisitas adalah untuk mengetahui adanya
penyimpangan saat uji regresi linear, karena syarat dari uji regresi linear harus tidak
boleh ada heterokedastisitas. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya
heteroskedastisitas pada suatu model regresi linier berganda, yaitu dengan melihat
grafik scatterplot atau dari nilai prediksi variabel terikat yaitu SRESID dengan residual
error yaitu ZPRED. Berikut adalah grafik hasil pengujian heteroskedastisitas
menggunakan SPSS Versi 26.0 pada grafik 2:
Grafik 2. Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber: Hasil Output SPSS 26.0
Dilihat dari grafik scatterplot di atas diketahui bahwa grafik tersebut tidak
terdapat pola tertentu dan titik-titik pada grafik menyebar diatas maupun dibawah
angka nol pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi masalah
heteroskedastisitas.
- Uji Autokorelasi
Dalam penelitian ini cara yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya
gejala autokorelasi menggunakan metode Run Test. Uji autokolerasi bertujuan
mendeteksi apakah dalam model regresi linear ada kolerasi antara kesalahan
pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1
(sebelumnya). Hasil uji auto korelasi diolah menggunakan SPSS Versi 26.0 dapat
dilihat pada tabel 3 berikut ini:
Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi
Runs Test
Unstandardized Residual
Test Value
a
-1589.84010
Cases < Test Value
16
Cases >= Test Value
16
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1201
Total Cases
32
Number of Runs
19
Z
.539
Asymp. Sig. (2-tailed)
.590
a. Median
Sumber: Hasil Output SPSS 26.0
Berdasarkan hasil pada tabel 3 menunjukkan bahwa nilai Asymp.Sig (2-tailed)
sebesar 0,590 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala
autokorelasi dalam penelitian ini, sehingga analisis regresi linear dapat dilanjutkan.
c. Uji Metode
- Analisis Koefisien Korelasi
Uji koefisien korelasi bertujuan untuk menguji dua variabel atau lebih yaitu
antara variabel bebas dan variabel terikat. Kekuatan hubungan antara dua variabel
atau lebih yang dimaksud adalah apakah hubungan tersebut erat, lemah, ataupun
tidak erat sedangkan bentuk hubungannya adalah apakah bentuk korelasinya linear
positif ataupun linear negatif. Hasil uji analisis koefisien korelasi yang diolah
menggunakan SPSS 26.0 adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Analisis Koefisien Korelasi
Correlations
Modal
Kerja
Aktiva
Tetap
Arus Kas Aktivitas
Operasi
Laba
Bersih
Modal Kerja
Pearson
Correlation
1
.915
**
-.059
.451
**
Sig. (2-tailed)
.000
.748
.010
N
32
32
32
32
Aktiva Tetap
Pearson
Correlation
.915
**
1
.000
.403
*
Sig. (2-tailed)
.000
.999
.022
N
32
32
32
32
Arus Kas Aktivitas
Operasi
Pearson
Correlation
-.059
.000
1
.549
**
Sig. (2-tailed)
.748
.999
.001
N
32
32
32
32
Laba Bersih
Pearson
Correlation
.451
**
.403
*
.549
**
1
Sig. (2-tailed)
.010
.022
.001
N
32
32
32
32
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Sumber: Hasil Output SPSS 26.0
Berdasarkan tabel 4 korelasi antara modal kerja dan laba bersih menghasilkan
angka 0,451 yang artinya kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang sedang
karena berada di interprestasi koefisien korelasi 0,40 0,599. Korelasi antara aktiva
tetap dan laba bersih menghasilkan angka 0,403 yang artinya kedua variabel tersebut
mempunyai hubungan yang sedang karena berada di interprestasi koefisien korelasi
0,40 0,599. Sedangkan korelasi antara arus kas aktivitas operasi dengan laba bersih
menghasilkan angka 0,549 yang artinya yang artinya kedua variabel tersebut
mempunyai hubungan yang sedang karena berada di interprestasi koefisien korelasi
0,40 0,599.
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1202
d. Analisis Koefisien Determinasi
1. Analisis Koefisien Determinasi Simultan
Koefisien determinasi (R
2
) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan
model dalam menerangkan variasi variabel dependent atau dengan kata lain, nilai
koefisien determinasi atau R square digunakan untuk memprediksi dan melihat
seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan variabel bebas secara simultan
(bersma-sama) terhadap variabel terikat, yaitu sejauh mana pengaruh dan hubungan
modal kerja, aktiva tetap, dan arus kas aktivitas operasi pada laba bersih PT. Adhi
Karya, Tbk. Hasil uji analisis yang diolah menggunakan SPSS 26.0 terdapat pada tabel
5 berikut ini:
Tabel 5. Hasil Analisis Koefisien Determinasi
Model Summary
b
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.738
a
.545
.497
72021840527.087
2.796
a. Predictors: (Constant), Arus Kas Aktivitas Operasi (X3), Aktiva Tetap (X2), Modal Kerja (X1)
b. Dependent Variable: Laba Bersih (Y)
Sumber: Hasil Output SPSS 26.0
Berdasarkan Tabel 5 diperoleh nilai (R) besarnya hubungan antara modal
kerja, aktiva tetap, dan arus kas aktivitas operasi dengan laba bersih yaitu 0,738 yang
artinya terdapat hubungan yang positif dan kuat. Nilai Adjusted R
2
(R Square) sebesar
0,497 atau 49,7%, hal ini menunjukkan bahwa modal kerja, aktiva tetap, dan arus kas
aktivitas operasi memiliki sumbangan atau kontribusi atau dapat menjelaskan
pengaruh terhadap laba bersih sebesar 0,497 atau 49,7%, sedangkan sisanya 50,3%
dipengaruhi atau dikontribusi oleh variabel atau faktor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.
e. Uji Hipotesis
a. Uji t atau Pengaruh Secara Parsial
Uji t dikenal dengan uji parsial untuk menguji bagaimana pengaruh masing-
masing variabel bebas secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat
dilakukan dengan mambandingkan t
hitung
dengan t
tabel
atau dengan melihat kolom
signifikansi pada masing-masing t
hitung
. Secara parsial hubungan dari modal kerja,
aktiva tetap, dan arus kas aktivitas operasi terhadap laba bersih ditunjukkan pada
tabel 6 berikut ini:
Tabel 6. Hasil Uji T
Coefficients
a
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
28828988923.399
26335316644.175
1.095
.283
Modal
Kerja
.033
.015
.714
2.241
.033
Aktiva
Tetap
-.043
.054
-.249
-.784
.440
Arus Kas
Aktivitas
Operasi
.050
.011
.591
4.586
0.000086
a. Dependent Variable: Laba Bersih
Sumber: Hasil Output SPSS 26.0
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1203
Untuk menguji hubungannya maka akan dilakukan uji t, dan untuk mencari
nilai t
tabel
dengan tingkat signifikasi (α) = 5% atau 0,05, dan derajat bebas (db) atau
degree of freedom (df) dapat dihitung dengan dengan df = n-k-1 atau (32-3-1=28),
maka akan diperoleh nilai t
tabel
sebesar 2,048.
- Hubungan variabel modal kerja (X
1
) terhadap laba bersih (Y)
Berdasarkan tabel 4.15 maka diperoleh, Modal Kerja (X
1
) mempunyai nilai t
hitung
sebesar 2,241 atau t
hitung
> t
tabel
(2,241 > 2,048) dan nilai sig sebesar 0,033 atau nilai
sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 maka hasil uji hipotesis modal kerja
memiliki hubungan yang signifikan dengan laba bersih.
- Hubungan variabel aktiva tetap (X
2
) terhadap laba bersih (Y)
Berdasarkan tabel 4.15 maka diperoleh, Aktiva Tetap (X
2
) mempunyai nilai t
hitung
sebesar -0,784 atau t
hitung
< t
tabel
(-0,784 < 2,048) dan nilai sig sebesar 0,440 atau
nilai sig lebih besar dari nilai probabilitas 0,05 maka hasil uji hipotesis aktiva tetap
tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan laba bersih.
- Hubungan variabel arus kas aktivitas operasi (X
3
) terhadap laba bersih
(Y)
Berdasarkan tabel 4.15 maka diperoleh, Arus Kas Aktivitas Operasi (X
3
) mempunyai
nilai t
hitung
sebesar 4,586 atau t
hitung
> t
tabel
(4,586 > 2,048) dan nilai sig sebesar 0,
000086 atau nilai sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 maka hasil uji hipotesis
arus kas aktivitas operasi memiliki hubungan yang signifikan dengan laba bersih.
A. Uji F atau Pengaruh Secara Simultan
Uji F dikenal dengan Uji serentak atau uji Model/Uji Anova, yaitu uji untuk
melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama-sama
terhadap variabel terikatnya. Secara simultan pengaruh dari modal kerja, aktiva tetap,
dan arus kas aktivitas operasi terhadap laba bersih ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel 7. Hasil Uji F
ANOVA
a
Model
Sum of Squares
d
f
Mean Square
F
Sig.
1
Regress
ion
1741718704443373700000
00.000
3
580572901481124500000
00.000
11.1
93
0.0000
53
b
Residua
l
145240074361454820000
000.000
2
8
518714551290910100000
0.000
Total
3194119448057922000000
00.000
3
1
a. Dependent Variable: Laba Bersih
b. Predictors: (Constant), Arus Kas Aktivitas Operasi, Aktiva Tetap, Modal Kerja
Sumber: Hasil Output SPSS 26.0
Berdasarkan Tabel 7 nilai f
hitung
sebesar 11,193 dengan tingkat signifikasi (α) = 5%
atau 0,05, dan derajat bebas (db) atau degree of freedom (df) dapat dihitung dengan
dengan df = n-3 atau (32-3 = 29) maka diperoleh nilai f
tabel
2,93. Dengan demikian
diperoleh nilai f
hitung
> f
tabel
(11,193 > 2,93) yang artinya Ha
4
diterima. Dapat diartikan
bahwa modal kerja, aktiva tetap, dan arus kas aktivitas operasi berpengaruh secara
simultan terhadap laba bersih.
a. Analisis dan Pembahasan
a) Uji Metode
- Analisis Koefisien Korelasi
Berdasarkan tabel 4 menunjukkan korelasi antara modal kerja, aktiva
tetap, dan arus kas aktivitas operasi terhadap laba bersih menghasilkan angka
masing-masing yaitu 0,451; 0,403; dan 0,549 yang artinya seluruh variabel
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1204
tersebut mempunyai hubungan yang sedang karena berada di interprestasi
koefisien korelasi 0,40 0,599.
- Analisis Koefisien Determinasi
Berdasarkan hasil Tabel 4.10 diperoleh informasi tentang besarnya
pengaruh seluruh variabel independent terhadap variabel dependent. Pengaruh
tersebut disimbolkan dengan R (korelasi). Besarnya hubungan antara modal
kerja (X
1
), aktiva tetap (X
2
), dan arus kas aktivitas operasi (X
3
), dengan laba
bersih (Y) yaitu sebesar 0,738 yang berada di interprestasi interval 0,60 0,799
artinya terdapat tingkat hubungan yang positif dan kuat. Maka dapat
disimpulkan bahwa modal kerja dan arus kas aktivitas operasi memiliki tingkat
hubungan yang positif dan kuat terhadap laba bersih, sedangkan aktiva tetap
memiliki tingkat pengaruh hubungan yang negatif dan kuat terhadap laba bersih.
Apabila ada kenaikan pada modal kerja dan arus kas aktivitas operasi akan
diikuti oleh kenaikan laba, namun jika terjadi kenaikan pada nilai aktiva tetap
maka akan diikuti oleh penurunan laba.
Nilai koefisien determinasi atau Adjusted R
2
(R Square) didapatkan dari
hasil pengkuadratan nilai koefisien korelasi (R), dalam penelitian ini diperoleh
sebesar 0,497 atau 49,7%. Hal ini menunjukkan bahwa modal kerja (X
1
), aktiva
tetap (X
2
), dan arus kas aktivitas operasi (X
3
) secara simultan (bersama-sama)
memiliki pengaruh terhadap laba bersih (Y) sebesar 49,7%, sedangkan sisanya
50,3% dipengaruhi atau dikontribusi oleh variabel atau faktor lain diluar
persamaan regresi ini atau variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
b) Uji Hipotesis
- Uji F atau Pengaruh Secara Simultan
Berdasarkan hasil output SPSS 26.0 pada Tabel 4.16 nilai f
hitung
sebesar
11,193 dengan tingkat signifikasi (α) = 5% atau 0,05, dan diperoleh nilai f
tabel
2,93, maka diperoleh nilai f
hitung
>
f
tabel
(11,193 > 2,93) dan dengan nilai sig
0,000053
lebih kecil dari 0,05. Maka sesuai dengan dasar pengambilan
keputusan pada hasil uji f dapat disimpulkan bahwa yang artinya Ha
4
diterima
yang artinya bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel modal
kerja (X
1
), aktiva tetap (X
2
), dan arus kas aktivitas operasi (X
3
) dengan laba
bersih (Y).
KESIMPULAN
Hasil uji hipotesis dengan uji t secara parsial variabel modal kerja (X
1
) mempunyai
nilai t
hitung
sebesar 2,241 dan t
tabel
2,241 > 2,048 yang diasumsikan bahwa t
hitung
lebih besar
dari t
tabel
(2,241 > 2,048) yang artinya modal kerja (X
1
) memiliki hubungan yang positif dan
signifikan terhadap laba bersih (Y). Variabel aktiva tetap (X
2
) mempunyai nilai t
hitung
sebesar
-0,784 dan t
tabel
2,048 atau t
hitung
lebih kecil dari t
tabel
(-0,784 < 2,048) yang artinya memiliki
hubungan yang negatif terhadap laba bersih (Y). Variabel arus kas aktivitas operasi (X
3
)
mempunyai nilai mempunyai nilai t
hitung
sebesar 4,586 dan t
tabel
2,048 atau t
hitung
lebih besar
dari t
tabel
(4,586 > 2,048) yang artinya arus kas aktivitas operasi (X
3
) memiliki hubungan
yang positif dan signifikan terhadap laba bersih (Y).
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1205
BIBLIOGRAFI
Binilang, Glencha Desgrio Christosa, Ilat, Ventje, & Mawikere, Lidia M. (2017). Pengaruh
laba bersih, perubahan piutang usaha, perubahan utang usaha dan perubahan
persediaan terhadap arus kas operasi di masa depan pada perusahaan yang terdaftar
dalam indeks lq45 di bursa efek Indonesia Tahun 2011-2015. Jurnal EMBA: Jurnal
Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 5(2).
Dewi, Sandra. (2019). Karakteristik Perseroan Terbatas Sebagai Badan Hukum.
Ensiklopedia of Journal, 1(3).
Febrian, Muhammad. (2022). Aplikasi Online Bengkel (Obeng) Kendaraan Bermotor Roda
Dua Berbasis Android Menggunakan Metode Prototype. Universitas Bina Darma.
Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25.
Indonesia, Ikatan Akuntan. (2015). Dewan Standar Akuntansi Keuangan.
Juliati, Yenni Samri. (2015). Peranan pasar modal dalam perekonomian negara. HUMAN
FALAH: Jurnal Studi Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2(1), 95112.
Kobandaha, Rezlyanti, & Wokas, Heince R. N. (2016). Analisis efektivitas, kontribusi dan
potensi pajak reklame dan pajak hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota
Kotamobagu. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan
Akuntansi, 4(1).
Ningsih, Mei Hardia. (2021). Pengaruh laba bersih dan return on investment terhadap
harga saham PT. Adhi Karya (Persero) Tbk periode 2012-2020. IAIN
Padangsidimpuan.
Nugroho, Beny Estu. (2015). Analisis Sistem Du Pont Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja
Keuangan Perusahaan”(Studi pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Periode 2010-
2014). Fakultas Ekonomi Unpas.
Nurdiana, Diah. (2018). Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Likuiditas Terhadap
Profitabilitas. MENARA Ilmu, 12(6).
Pongoh, Marsel. (2013). Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan PT.
Bumi Resources Tbk. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan
Akuntansi, 1(3).
Pramesti, Yesi, & Tulhanifah, Iqna. (2021). Strategi Perusahaan Bidang Konstruksi Dalam
Menghadapi Resesi Ekonomi: Studi Kasus Pt Adhi Karya (Persero) Tbk. Jurnal
Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Dan Sosial (Embiss), 1(3), 210218.
Reimeinda, Veronica. (2016). Analisis Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada
Industri Telekomunikasi Di Indonesia. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 16(3).
Sembiring, Hermansyah. (2012). Analisis Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap
kelengkapan pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Mediasi, 4(01), 6877.
Sujono, Ferico Eki. (2020). Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Initial Public
Offering (Ipo) Pada Perusahaan Non Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia (Bei) Tahun 2016. Stie Malangkucecwara.
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1206
Widyamukti, Erlina Yunitasari, & Wibowo, Junianto. (2018). (2018). Pengaruh Modal Kerja
Terhadap Penjualan Dan Laba Perusahaan (Studi Kasus pada Sektor Food and
Beverage yang terdaftar di BEI 2011-2014). Jurnal Ekonomi, Manajemen Akuntansi
Dan Perpajakan (Jemap), 1(1), 5768.
Wigati, Khoyriah Noor, & Farida, Idayati. (2018). Pengaruh Intensitas Penelitian Dan
Pengembangan Dan Kebijakan Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur.
Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi (JIRA), 7(1).