
Pri Pantjaningsih
Pengaruh Modal Kerja, Aktiva Tetap Dan Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 11, November 2022 1196
Perusahaan perlu mengetahui dan menganalisis perkembangan kegiatan usahanya
dari waktu ke waktu sehingga perusahaan dapat mengetahui keadaan keuangannya pada
saat tertentu (Nurdiana, 2018). Dan dapat mengetahui apakah perusahaan tersebut
mengalami keuntungan atau justru mengalami kerugian. Hal tersebut dapat diketahui
dengan melalui laporan pertanggungjawaban pimpinan perusahaan dalam bentuk laporan
keuangan. Laporan keuangan adalah laporan yang memberikan gambaran akuntansi atas
operasi terhadap posisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan menggambarkan pos-pos
keuangan perusahaan yang diperoleh dalam suatu periode (Pongoh, 2013). Dalam
praktiknya, dikenal beberapa macam laporan keuangan seperti: neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan modal, laporan catatan atas laporan keuangan, dan laporan arus kas,
masing – masing laporan memiliki komponen keuangan tersendiri, tujuan, dan maksud
tersendiri.
Laba bersih adalah kelebihan seluruh pendapatan atas seluruh biaya untuk suatu
periode tertentu setelah dikurangi pajak penghasilan yang disajikan dalam bentuk laporan
laba rugi (Binilang, Ilat, & Mawikere, 2017). Laba atau keuntungan yang tinggi akan dapat
mendukung kegiatan operasional secara maksimal. Tinggi rendahnya suatu laba perusahaan
dipengaruhi banyak faktor salah satunya adalah modal, baik modal kerja seperti kas,
piutang, persediaan dan modal tetap seperti aktiva tetap. Dimana modal atau dana yang
telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dengan
jangka waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya.
Keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh laba dapat dilihat dari
kesuksesan dan kemampuan perusahaan menggunakan modal kerja secara produktif
(Reimeinda, 2016). Modal kerja merupakan investasi yang ditanamkan perusahaan dalam
bentuk aktiva lancar seperti uang tunai, surat berharga, piutang, dan persediaan dikurangi
kewajiban lancar yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan operasi perusahaan.
Tersedianya aktiva lancar yang lebih besar dari pada hutang lancar maka perusahaan akan
cukup untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari sehingga perusahaan tidak
mengalami kesulitan keuangan dan kegagalan akibat ketidakcukupan dalam modal kerja.
Modal kerja yang besar juga mencerminkan bahwa kegiatan usaha suatu perusahaan
meningkat yang dapat terlihat dari meningkatnya penjualan yang diperoleh. Selain itu
volume penjualan dapat mempengaruhi laba perusahaan (Widyamukti, Erlina Yunitasari, &
Wibowo, 2018). Semakin tinggi volume penjualan maka semakin tinggi pula laba yang
diperoleh perusahaan.
Tingginya suatu laba perusahaan menarik minat investor untuk dapat melakukan
aktivitas investasi. Aktivitas investasi di pasar modal membutuhkan informasi mengenai
perhitungan arus kas perusahaan. Informasi perhitungan arus kas merupakan bentuk
penyajian laporan yang memberikan informasi keluar dan masuknya kas dalam suatu
perusahaan, yang disebabkan oleh adanya aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal
revenue activities). Oleh karena itu, arus kas dari aktivitas operasi umumnya berasal dari
transaksi–transaksi yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi bersih. Menurut
(Indonesia, 2015) arus kas dari aktivitas operasi diperoleh terutama dari aktivitas
penghasilan utama pendapatan entitas. Oleh karena itu, arus kas pada umumnya dihasilkan
dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi laba rugi. Aliran kas operasi juga
mencerminkan banyaknya kas yang dikeluarkan untuk beroperasi, dengan kata lain untuk
memperoleh laba. Jika pertumbuhan laba dari tahun ketahun mengalami kenaikan, ini
menunjukkan eksistensi perusahaan semakin membaik.
Dalam menjalankan usahanya perusahaan juga memerlukan dana yang digunakan
untuk membeli asset/ aktiva tetap dalam memproduksi barang dan membeli bahan-bahan
untuk kepentingan produksi dan penjualan perusahaan. Setiap perusahaan mempunyai
aktiva untuk mendukung kegiatan usahanya. Aktiva tetap berwujud bersifat relatif
permanen menunjukkan sifat dari aset tetap yang dapat dipergunakan dalam jangka waktu
yang cukup lama. Aktiva tetap memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat menghasilkan
laba yang optimal, dikarenakan dalam aktiva tetap tertanam investasi yang nilainya cukup
besar sehingga dapat mengurangi laba perusahaan.