Ali suhali1,
Emi Amelia2
STIE STMY Majalengka,
Jawa Barat, Indonesia
[email protected],
[email protected]
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
27-03-2022 |
Introduction: Human resources have a
major role in every company activity. To get superior performance from the
company's human resources, the company must be able to manage these resources
properly. One form of employee management by the company is the provision of motivation
and a safe work environment for employees to obtain job satisfaction. Purpose:
The purpose of this research is to collect data related to the problem under
study and then manage, analyze, interpret it. Methods: The research
method used is descriptive and verification method with a population of 64
respondents. Data collection techniques used are literature study,
observation, interviews and distributing questionnaires. The data analysis
method used is validity test, reliability test, simple regression analysis,
correlation analysis and coefficient of determination analysis. Results:
From the calculations performed manually, the regression model concluded as
follows: Y = 15.04 + 1.28X. The result of calculating the correlation
coefficient manually produces a value of 0.8394. The correlation coefficient
value of 0.8394 indicates a very strong relationship between the work
environment and performance at PT BPR Majalengka Jabar, Majalengka Regency. From
the results of the analysis, the coefficient of determination is 0.7045
(70.45%). This means that the work environment variable (X) has an influence
of 70.45% on the employee job satisfaction variable (Y), and the remaining
29.55% is influenced by other variables outside of this study. Conclusion:
There is a significant effect between the work environment on employee job
satisfaction at PT BPR Majalengka Jabar Majalengka Regency.
Because the tcount (12.1587) is greater than the ttable value (1.66980), the error rate of 5% H0 is
rejected. |
|
Accepted: |
02-04-2022 |
|
|
Published: |
20-04-2022 |
|
|
Keywords: |
work
environment; job satisfaction; employees |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata kunci: |
lingkungan kerja; kepuasan kerja; karyawan |
Pendahuluan: Sumber daya manusia mempunyai peran utama dalam
setiap kegiatan perusahaan. Untuk mendapatkan kinerja superior dari sumber daya
manusia perusahaan, maka perusahaan harus mampu mengelola
sumber daya tersebut dengan baik. Salah satu bentuk pengelolaan karyawan oleh perusahaan berupa pemberian motivasi dan lingkungan kerja yang aman bagi karyawan agar memperoleh kepuasan kerja. Tujuan: Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data yang berhubungan
dengan masalah yang diteliti kemudian mengelola, menganalisis, menginterprestasikannya. Metode:
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan jumlah populasi 64 responden. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah
studi kepustakaan, observasi, wawancara dan menyebarkan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi sederhana, analisis korelasi dan analisis koefisien determinasi. Hasil:
Dari perhitungan yang dilakukan
secara manual, diperoleh kesimpulan model regresi sebagai berikut: Y = 15,04 +
1,28X. Hasil perhitungan koefisien
korelasi secara manual menghasilkan nilai yaitu sebesar 0,8394. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,8394 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara lingkungan kerja dengan kinerja pada PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka. Dari hasil analisis, diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,7045
(70,45%). Hal ini memberikan
arti bahwa variable lingkungan
kerja (X) memberikan pengaruh sebesar 70,45% terhadap variable kepuasan kerja karyawan (Y), dan sisanya sebesar 29,55% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Kesimpulan: Terdapat
pengaruh yang bermakna antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT BPR Majalengka
Jabar Kabupaten Majalengka Karena nilai thitung (12,1587) lebih
besar dari nilai ttabel
(1.66980) maka pada tingkat
kekeliruan 5% H0 ditolak. |
Corresponding
Author: Ali suhali
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Sumber daya manusia mempunyai peran utama dalam
setiap kegiatan perusahaan (Uyun, 2021). Sumber daya manusia masih
menjadi sorotan utama dan tumpuhan bagi perusahaan untuk tetap bertahan
di era globalisasi (Muharsih, 2021). Walaupun didukung dengan sarana dan prasarana yang modern tetapi kegiatan perusahaan tidak akan terselesaikan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya
manusia merupakan kunci pokok yang harus di perhatikan dengan segala kebutuhannya
(Findarti, 2016). Tuntutan perusahaan memperoleh dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas semakin mendesak sesuai dengan dinamika lingkungan yang selalu berubah.
Dalam hal ini Sumber Daya
Manusia merupakan tonggak berdirinya suatu perusahaan dalam menjalankan semua roda aktivitas
dari keseluruhan aktivitas (Priyono & Darma, 2016). Kinerja merupakan aspek penting dalam sebuah
lembaga keuangan bank, karena hal ini
lah yang akan menentukan tingkat keberhasilan lembaga keuangan bank dalam menjalankan fungsinya (Muktar, 2016).
Apabila para karyawan berkinerja kurang baik maka yang terjadi adalah menurunnya kualitas pelayanan yang di berikan oleh
para karyawan yang akan berakibat pada citra lembaga keuangan bank tersebut menjadi buruk, dan kinerja menjadi tolak ukur
keberhasilan pelayanan keuangan yang menunjukkan akuntabilitas lembaga pelayanan dalam kerangka tata perusahaan yang baik.
Industri jasa perbankan di Indonesia merupakan
salah satu sektor yang prioritas, pertumbuhan industri jasa perbankan
saat ini di Indonesia cukup pesat terutama
pada tahun 2018 dimana persaingan industri perbankan semakin ketat pada tahun tersebut. Salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur kualitas dan kinerja perbankan adalah total aset yang dimiliki oleh bank tersebut dimana semakin besar aset yang mereka miliki, semakin besar pula kualitas dan kinerja bank tersebut (Indriyani, 2015).
Dampak yang muncul akibat dari fenomena
persaingan ini adalah menuntut perusahaan dalam bidang industri jasa perbankan mencari cara agar bisa meningkatkan daya saing atau
kompetisi yang sangat efektif
dan efisien (Daryanto, 2018). Manajemen sumber daya manusia
adalah ilmu dan seni untuk mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien untuk membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat (Susan, 2019).
Manusia merupakan salah satu faktor penting
yang selalu berperan aktif dalam setiap
kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku dan penentu terwujudnya tujuan organisasi (Samsuni, 2017). Tujuan perusahaan tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif
karyawan atau tenaga kerja, meskipun
alat-alat yang dimiliki perusahaan sangat canggih.
Untuk mendapatkan kinerja superior dari sumber daya manusia
perusahaan, maka perusahaan harus mampu mengelola sumber daya tersebut
dengan baik. Salah satu bentuk pengelolaan
karyawan oleh perusahaan berupa pemberian motivasi dan lingkungan kerja yang aman bagi karyawan agar memperoleh kepuasan kerja. Menurut (Ivancevich, Konopaske, & Matteson, 2016), kepuasan
kerja adalah sikap seseorang terhadap pekerjaan mereka. Hal tersebut dihasilkan dari persepsi mereka mengenai pekerjaan dan tingkat kesesuaian antara individu dan organisasi. Seorang karyawan akan produktif
dalam bekerja jika karyawan tersebut
merasa puas dengan pekerjannya dan sebaliknya seorang karyawan cenderung kurang produktif jika tidak merasa
puas dengan pekerjaannya. (Ivancevich et al., 2016), mengemukakan
bahwa terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu imbalan, pekerjaan karyawan tersebut, peluang promosi, rekan kerja, lingkungan kerja, dan keamanan pekerjaan.
Menciptakan kepuasan kerja karyawan tidaklah mudah karena kepuasan kerja dapat tercipta
jika variabel-variabel yang
mempengaruhinya antara lain
motivasi kerja, kepemimpinan dan budaya organisasi dapat diakomodasi dengan baik dan diterima oleh semua karyawan di dalam satu organisasi.
Menurut (Umar, 2018)
Lingkungan kerja yang baik dapat mendukung
pelaksanaan kerja sehingga karyawan memiliki semangat bekerja dan meningkatkan kinerja kartawan. Lingkungan kerja yang kondusif akan meningkatkan
produktifitas kinerja karyawan, sehingga karyawan akan termotivasi
untuk berkerja. Lingkungan yang nyaman pada saat kinerja akan
menyebabkan karyawan merasa senang saat
berada di perusahaan.
Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang berada disekitar pegawai dan dapat mempengaruhi dalam proses pekerjaan meliputi pengaturan penerangan, pengontrolan suara gaduh, kebersihan
tempat kerja dan keamanan tempat kerja, menurut (Sukanto & Gitosudarmo, 2019). Sedangkan
menurut (Moekijat, 2017) instansi yang mempunyai lingkungan kerja yang baik dan nyaman akan memberikan
motivasi yang lebih bagi pegawainya untuk meningkatkan kinerjanya, selain itu kondisi lingkungan
kerja yang baik akan membantu mengurangi
kejenuhan dan kelelahan dalam bekerja, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai. Lingkungan kerja merupakan suatu kondisi pekerjaan untuk memberikan suatu suasana dan situasi kerja pegawai
yang nyaman dalam proses pencapaian tujuan yang diinginkan oleh suatu instansi atau perusahaan.
Kondisi kerja yang buruk akan berpotensi
menyebabkan karyawan mudah jatuh sakit,
mudah stres, sulit berkonsentrasi dan menyebabkan menurunnya kinerja pegawai. Dapat dibayangkan jika ruang kerja
panas, tidak nyaman, sirkulasi udara yang kurang, kotor dan terlalu padat maka akan
mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja, hal inilah yang akan mengakibatkan menurunnya kinerja. Maka penting untuk
menjaga prasarana yang ada di dalam instansi,
apabila perlu penambahan sarana yang diperlukan demi menunjang kinerja. Manajemen instansi juga hendaknya mampu untuk mendorong
inisiatif dan kreatifitas pegawainya.
Dalam bekerja, tentunya setiap karyawan ingin merasakan kepuasan dalam bekerja. Baik dalam lingkungan,
rekan kerja maupun kepuasan dari segi pekerjaannya.
Oleh karena itu, khususnya sebagai seorang pimpinan dalam sebuah organisasi
penting untuk memperhatikan kepuasan kerja para karyawannya. Karena pencapaian tujuan organisasi dimulai dari cara karyawannya
bekerja. Kemudian, karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi akan berdampak
juga terhadap kinerja karyawani tersebut (Sari & Hadijah, 2016). Kepuasan
kerja dapat dilihat dari tingkat
turnover (karyawan yang berhenti
dari pekerjaan atau keluar dari
pekerjannya) dan absensi karyawan. Berikut data turnover karyawan PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka Tahun 2019 sampai 2020:
Tabel 1. Jumlah Karyawan PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka yang
Turnover Tahun 2019 � 2020
|
Tahun |
Jumlah (orang) |
|
2019 |
6 |
|
2020 |
9 |
Sumber : Divisi Sumber Daya Manusia karyawan
PT BPR Majalengka Jabar
Berdasarkan tabel 1. di atas dapat kita
lihat kepuasan kerja karyawan juga dilihat dari tingkat
turnover karyawan. Dimana pada tahun
2019 jumlah karyawan yang
turnover sebanyak 6 orang dan pada tahun 2020 sebanyak 9 orang.
Tingkat turnover karyawan PT BPR Majalengka
Jabar Kabupaten Majalengka mengalami peningkatan pada tahun 2020 sebanyak 3 orang. Salah satu indikator dari tingginya jumlah karyawan yang turnover adalah belum puasnya terhadap
lingkungan kerja.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu karyawan menyatakan
bahwa lingkungan kerja pada PT BPR Majalengka Jabar yang meliputi dimensi fisik dan non fisik secara keseluruhan
dapat dikatakan belum sesuai dengan
yang diharapkan. Secara keseluruhan terlihat masih rendah seperti
lingkungan kerja fisik yang meliputi pencahayaan ruang kerja, sirkulasi udara, kebisingan, penggunaan warna ruangan, kelembaban udara dan fasilitas dinilai masih belum
maksimal. Lingkungan kerja non fisik meliputi hubungan yang harmonis, kesempatan untuk maju, keamanan
dalam bekerja terlihat masih belum optimal. Jadi berdasarkan
data diatas lingkungan kerja karyawan yang ada pada PT BPR Majalengka Jabar dirasa belum
nyaman dan masih banyak yang harus diperbaiki agar tercipta lingkungan kerja yang sesuai dengan kelayakan
standar operasional.
Dalam hal tersebut (Sedarmayanti, 2017), mengemukakan bahwa �Karyawan akan mampu melaksanakan
kegiatan dengan baik, sehngga dicapai
suatu hasil yang optimal apabila kondisi lingkungan kerja yang sesuai, salah satu faktor yang harus diperhatikan perusahaan yaitu, lingkungan kerja karena sangat berkaitan erat dengan tinggi rendahnya
kepuasan kerja karyawan�. Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu di sekitar pekerjaan dan dapat berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Lingkungan kerja yang baik akan membuat
suasana kerja menjadi kondusif, penyedian fasilitas makan, ibadah, ruang kerja yang nyaman dan tempat istirahat bagi karyawan merupakan
suatu bentuk kepedulian dari pihak perusahaan agar karyawan nyaman didalam melakukan aktivitasnya. Adanya lingkungan kerja yang baik diharapkan dapat memperbaiki serta meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Peningkatan kepuasan kerja karyawan secara keseluruhan akan memperlancar proses kerja dan akan mempermudah tercapainya tujuan dari organisasi yang bersangkutan.
Berdasarkan latar belakang dan fenomena diatas maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul �Pengaruh
Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT BPR
Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka�. Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengumpulkan
data yang berhubungan dengan
masalah yang diteliti kemudian mengelola, menganalisis, menginterprestasikannya.
METODE
PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
dan verifikatif. Metode deskriptif digunakan untuk mengetahui Lingkungan kerja dan kepuasan kerja. Metode ini juga digunakan untuk menguji pengaruh atau bentuk hubungan
sebab akibat dari masalah yang sedang diselidiki atau diajukan didalam
hipotesis. Metode verifikatif digunakan untuk menjawab rumusan masalah yaitu mengetahui seberapa besar pengaruh Lingkungan kerja kerja, terhadap
kepuasan kerja pegawai pada PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka.
Dalam penelitan ini yang menjadi populasi adalah seluruh karyawan karyawan PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka yang berjumlah 64
orang. Adapun sampling yang digunakan adalah sampling jenuh yaitu teknik pengambilan
sampel apabila semua populasi digunakan sebagai sampel dan dikenal juga dengan istilah sensus. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah semua
populasi dijadikan sampel yaitu 64 orang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian
Lapangan (Field Research) yang terdiri dari Wawancara
(Interview), Angket (Kuesioner),
Pengamatan (Observasi)
dan Penelitian Kepustakaan
(Library Research).
Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi Uji normalitas, dan uji hipotesis yang terdiri dari uji koefisien regresi, uji koefisien korelasi, uji model R2 (koefisien
determinasi), uji t (uji parsial).
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil Uji Deskriptif
Skor dari variabel lingkungan
kerja sebesar 77,67 berada di antara interval 68,01 �
84,00. Dengan demikian dapat disimpulkan kepemimpinan pada PT BPR Majalengka
Jabar Kabupaten Majalengka sudah tinggi menurut persepsi karyawan
Skor dari
variabel kepuasan kerja sebesar 77,31 berada di antara interval 68,01 �
84,00. Dengan demikian dapat disimpulkan kepuasan kerja pada PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka sudah tinggi menurut
persepsi karyawan..
Hasil
Uji Koefisien
Korelasi
Perhitungan dengan menggunakan SPSS Versi 20 for
windows didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 2. Hasil
Uji Koefisien Korelasi
|
|
Lingkungan kerja |
Kepuasan kerja |
|
|
Lingkungan kerja |
Pearson
Correlation |
1 |
,839** |
|
Sig. (2-tailed) |
|
,000 |
|
|
N |
64 |
64 |
|
|
Kepuasan kerja |
Pearson
Correlation |
,839** |
1 |
|
Sig. (2-tailed) |
,000 |
|
|
|
N |
64 |
64 |
|
|
*. Correlation
is significant at the 0.05 level (2-tailed). |
|||
Berdasarkan perhitungan di atas, diketahui koefisien korelasi antara kepemimpinan dengan kepuasan kerja karyawan sebesar 0,839 Koefisien korelasi bertanda positif menunjukkan hubungan yang terjadi antara lingkungan kerja dengan kepuasan
kerja karyawan adalah searah, dimana semakin besar lingkungan kerja akan diikuti
oleh semakin besarnya kepuasan kerja karyawan. Nilai 0,839 menunjukkan
bahwa hubungan yang terjadi antara lingkungan kerja dengan kepuasan kerja karykawan berada dalam kategori
hubungan yang sangat kuat
(interval 0,80 � 0,999).
Hasil
Uji Regresi
Linear
Untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini digunakan uji t untuk menguji masing-masing variabel secara parsial. Hal ini untuk mengetahui
apakah seluruh variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.
Berdasarkan perhitungan menggunakan IBM SPSS Statistics 20 diperoleh
output sebagai berikut :
Tabel 3. Hasil
Uji Regresi Linear
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
|
|||
|
B |
Std. Error |
Beta |
|
|
|
|||
|
1 |
(Constant) |
5,405 |
3,709 |
|
1,457 |
,150 |
|
|
|
Lingkungan kerja |
1,283 |
,106 |
,839 |
12,159 |
,000 |
|
||
|
a. Dependent Variable: Kepuasan kerja |
||||||||
Pembahasan Hasil Perhitungan Statistik:
Dari perhitungan yang dilakukan secara manual diatas, diperoleh kesimpulan model regresi sebagai berikut: Y = 5,405 + 1,283X Nilai konstanta
a memiliki arti bahwa ketika X bernilai 0 maka Y bernilai 5,405. Sedangkan koefisien regresi b memiliki arti bahwa pada setiap Lingkungan kerja (X) yang bersifat positif, maka kepuasan kerja
karyawan (Y) akan meningkat sebesar 1,283.
Perhitungan dengan menggunakan program SPSS Versi 24
for windows didapatkan hasil
sebagai berikut :
Tabel 3. Hasil
Koefesien Determinasi
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
|
1 |
,839a |
,705 |
,700 |
3,11026 |
|
a. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja |
||||
Dari hasil analisis di atas,
diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,705 (70,5%) dan termasuk
dalam kategori yang sedang. Hal ini berarti 70,5% perubahan variabel Y disebabkan perubahan variabel Lingkungan kerja (X)) sedangkan sisanya 29,5% disebabkan oleh factor lain yang tidak
dianalisis dalam model yang
digunakan dalam penelitian
Hasil Uji Hipotesis
Berdasarkan perhitungan dapat diketahui bahwa thitung lebih besar dari
ttabel (12,1587 > 1.66980), hal ini dapat
diartikan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisa data
pada bab sebelumnya, dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
1.
Lingkungan
kerja pada PT BPR Majalengka
Jabar Kabupaten Majalengka sudah baik.
2.
Kepuasan
kerja karyawan pada PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka sudah baik.
3.
Terdapat
pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka. Dari hasil perhitungan maka dapat diketahui bahwa besarnya pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT BPR Majalengka Jabar Kabupaten Majalengka adalah termasuk dalam pengaruh yang tinggi atau kuat.
BIBLIOGRAFI
Daryanto, Ir Arief. (2018). Dinamika daya saing industri
peternakan. PT Penerbit IPB Press.
Findarti, Febrisma Ramadhiya. (2016). Pengaruh
pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada kantor badan
kepegawaian daerah provinsi kalimantan timur. Kalimantan Timur: Universitas
Mulawarman, 4(4), 937�946.
Indriyani, Fany. (2015). Komparasi Kinerja Perbankan
Syariah dengan Bank Konvensional: Suatu Studi Literatur. Muqtasid: Jurnal
Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 6(2), 109�124.
Ivancevich, John M., Konopaske, R., & Matteson,
M. T. (2016). Perilaku Manajemen dan organisasi. Alih Bahasa Gina Gania.
Jakarta: Erlangga.
Moekijat. (2017). Sistem Informasi Manajemen dan
Definisi Data. Bandung: Remaja Roskadarya.
Muharsih, Lania. (2021). DESKRIPSI SUMBER DAYA
MANUSIA DI DESA WADAS KECAMATAN TELUK JAMBE TIMUR KARAWANG. PROSIDING
KONFERENSI NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN
KARAWANG, 1(1), 1263�1270.
Muktar, Bustari. (2016). Bank dan Lembaga
Keuangan Lain. Prenada Media.
Priyono, Priyono, & Darma, U. B. (2016). Buku
manajemen sumber daya manusia (2). Surabaya: Penerbit Zifatama.
Samsuni, Samsuni. (2017). Manajemen sumber daya
manusia. Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman Dan Kemasyarakatan, 17(1),
113�124.
Sari, Ririn Nur Indah, & Hadijah, Hady
Siti. (2016). Peningkatan kinerja pegawai melalui kepuasan kerja dan disiplin
kerja. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran (JPManper), 1(1),
204�214.
Sedarmayanti. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Bandung: Refika Aditama.
Sukanto, Reksohadiprodjo, & Gitosudarmo,
Indriyo. (2019). Manajemen Produksi. Yogyakarta: BPFE UGM.
Susan, Eri. (2019). Manajemen sumber daya
manusia. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2),
952�962.
Umar, Hussein. (2018). Riset sumber daya
manusia dalam organisasi. Gramedia Pustaka Utama.
Uyun, Nurul. (2021). Manajemen sumber
daya manusia.