IMPLEMENTASI
METODE NA�VE BAYES UNTUK PERANCANGAN SISTEM KLASIFIKASI REKOMENDASI
CALON PENERIMA BANTUAN SOSIAL
Wahyu lazzuardy1,
Umi chotijah2, Henny dwi bakti3
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Gresik
Email: [email protected], [email protected], [email protected]
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
02-09-2022 |
The Doudo Village
Government in determining prospective recipients of social assistance to be
recommended to the central government is still not computerized so that the
work takes a long time. The use of a computerized system in an agency is a
very important tool to support smoothness and accuracy in achieving goals. In
this research, the writer uses the Na�ve Bayes Classifier method to solve the
existing problems. The Na�ve Bayes method has the advantage that it is easy
to understand and faster in calculations. The criteria used to support this
decision are the type of work, the amount of income, the number of family
members, the amount of expenditure per day and the status of residence. The
training data used in the testing process greatly influences the classification
results. If the training data used is more and more varied, the accuracy
results obtained will be better. |
|
Accepted: |
09-09-2022 |
|
|
Published: |
22-09-2022 |
|
|
Keywords: |
Social Assistance, Classification, Na�ve Bayes Classifier � |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata
kunci: |
Bantuan Sosial,
Klasifikasi, Na�ve Bayes Classifier |
Pemerintahan Desa
Doudo dalam menentukan calon penerima bantuan sosial untuk direkomendasikan ke pemerintahan pusat masih belum terkomputerisasi
sehingga pekerjaan terbilang memakan waktu yang lama. Penggunaan sistem yang terkomputerisasi disuatu instansi merupakan alat yang sangat penting untuk pendukung kelancaran dan keakuratan dalam pencapaian tujuan. Penelitan ini penulis menggunakan metode Na�ve Bayes Classifier untuk
menyelesaikan permasalahan
yang ada. Metode Na�ve
Bayes memiliki keunggulan
yaitu mudah dipahami dan lebih cepat dalam perhitungan.
Kriteria yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan ini adalah jenis
pekerjaan, jumlah penghasilan, jumlah anggota keluarga, jumlah pengeluaran perhari dan status tempat tinggal. Data training yang dipakai
pada proses pengujian sangat mempengarui
hasil klasifikasi. Jika
data training yang digunakan semakin banyak dan bervariasi, hasil akurasi yang didapat akan lebih baik. |
Corresponding Author: Wahyu lazzuardy
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Kemiskinan dianggap sebagai suatu kondisi
seseorang atau sekelompok orang, laki-laki atau perempuan yang hak-hak dasarnya tidak terpenuhi secara layak untuk
hidup dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat (Pulungan,
Harahap, & Manurung, 2017). Pada saat ini masyarakat Indonesia masih banyak yang tergolong masyarakat miskin atau kurang mampu
(Angga &
Arifin, 2019). Tidak meratanya pendapatan menimbulkan terjadinya ketidakseimbangan pendapatan yang
merupakan awal dari terjadinya masalah kemiskinan (Indra
Suhendra, Ginanjar, & Navik Istikomah, 2021).
Dalam mengatasi permasalahan kemiskinan di masyarakat Indonesia, pemerintahan
pusat mengadakan berbagai program seperti yang terdapat di Desa Doudo, salah satunya dengan membagikan bantuan sosial untuk masyarakat kurang mampu (Nawastuti,
2018). Sebelum melakukan
pembagian bantuan, seksi kesejahteraan melakukan proses penyeleksian untuk merekomendasikan masyarakat yang layak mendapatkan bantuan sosial tersebut (Wahidah,
Widayani, Wardani, Rachmawati, & Latifah, 2022). Selama ini yang dilakukan seksi kesejahteraan pemerintahan Desa Doudo dalam menentukan
calon penerima bantuan sosial untuk direkomendasikan ke pemerintahan pusat masih belum
terkomputerisasi sehingga pekerjaan terbilang memakan waktu yang lama (Chalik,
2015).
Metode na�ve bayes classifier merupakan metode klasifikasi yang beraka pada teorema bayes. Metode pengklafikasian dengan menggunakan pobabilitas dan statistik yang dikemukakan oleh Thomas
Bayes, yaitu memprediksi
peluang dimasa depan bedasarkan pengalaman dimasa sebelumnya (Misdram,
Syarifuddin, & Widodo, 2020). Dalam penelitan ini penulis
menggunakan metode na�ve
bayes classifier untuk menyelesaikan
permasalahan yang ada, dikarenakan metode tersebut menurut penulis sesuai dengan data yang akan digunakan untuk penelitian, juga memiliki keunggulan yaitu mudah dipahami, lebih cepat dalam
perhitungan dan dalam lima tahun terakhir metode tersebut masih diterapkan dalam penelitian yang serupa. Seperti penelitian dengan judul klasifikasi masyarakat miskin dengan metode Na�ve Bayes oleh Haditsah
Annur pada tahun 2018 (Annur,
2018). Pada penelitian ini menjelaskan beberapa acuan yang bisa digunakan untuk mengkategorikan masyarakat miskin atau tidak miskin yaitu Pekerjaan, Penghasilan, Tanggungan. Hasil pengujian confussion matrix dengan
teknik split validasi, penggunaan metode klasifikasi na�ve bayes diperoleh
tingkat akurasi sebesar 73% (Annur,
2018). Kedua, penelitian
dengan judul Implementasi Klasifikasi Naive
Bayes Untuk Prediksi Kelayakan Pemberian Pinjaman Pada Koperasi Anugerah Bintang Cemerlang oleh
Siti Lestari, Akmaludin dan Mohammad Badrul pada tahun 2020. Dalam penelitia ini diperoleh tingkat
akurasi sebesar 78,08 % (Lestari,
Akmaludin, & Badrul, 2020).
METODE
PENELITIAN
Deskripsi Sitem
Sistem yang akan
dibangun adalah sitem klasifikasi rekomendasi calon penerima bantuan sosial menggunakan metode Na�ve Bayes.
Berikut adalah rancangan flowcart sistem klasifikasi rekomendasi calon penerima bantuan sosial, seperti pada gambar 1.

Gambar 1.� Flowcart sitem klasifikasi rekomendasi calon penerima bantuan sosial.
Berdasarkan gambar 1 tahapan sistem klasifikasi rekomendasi calon penerima bantuan dimulai dengan memasukkan data training. Kemudian
memasukkan data testing.
Setelah itu sistem melakukan perhitungan pobabilitas tiap kelas pada data training menggunakan
Na�ve Bayes Classifer.
Setelah itu menghitung probabilitas data uji
/ testing. Setelah
menghitug probabilitas data
uji / testing selesai,
maka sistem akan melakukan output, apakah
warga itu masuk kategori layak atau tidak
layak untuk menerima bantuan sosial.
Algoritma Na�ve Bayes
Na�ve
bayes merupakan
salah satu algortitma data
mining klasifikasi yang dikembangkan
oleh ilmuan inggris Thomas Bayes. Naive Bayes merupakan pengklasifikasian dengan metode probabilitas
dan statistic, yaitu memprediksi
peluang di masa depan berdasarkan pengalaman di masa sebelumnya (Syarli
& Muin, 2016).
Persamaan Teorema Beyes sebagai berikut :
|
|
�(1) |
Keterangan
:
X
������������� :
Data dengan class yang belum
diketahui
H
������������ : Hipotesis data X merupakan
suatu class spesifik
P(H|X)
��� : Probabilitas
hipotesis H berdasar
kondisi X (posteriori
���������������� �� probability)
P(H)
������� : Probabilitas
hipotesis H (prior probability)
P(X|H)���� : Probabilitas
X berdasarkan kondisi
pada hipotesis H
P(X)�������� : Probabilitas
X
Adapun proses klasifikasi
dengan menggunakan data
numeric menggunakan rumus Densitas Gauss, seperti persamaan dibawah :
|
|
�(2) |
Keterangan
:
P
� : Peluang
Xi
: Atribut ke-i
C�� : Kelas yang dicari
�� : Mean, yaitu
rata-rata dari seluruh atribut
�� : Standar Deviasi, yaitu akar kuadrat dari
varian
�� :
3,14
Alur metode
Na�ve Bayes sebagai berikut :
1.
Baca data training.
2.
Menghitung jumlah dan probabilitas, tapi jika data numeric maka :
a. Mencari nilai mean dan standar deviasi dari masing �masing
parameter yang merupakan data numerik.
Persamaan untuk mencari nilai mean sebagai berikut :
|
|
(3) |
Penjelasan
:
�� = Nilia
rata-rata (mean)
� = Nilai x ke-i
� = Jumlah
Sampel
Persamaan unutuk menghitung standar deviasi sebagai berikut :
|
|
(4) |
Penjelasan
:
�� =
Standar Deviasi
� = Nilai x ke-i
� = Nilia rata-rata (mean)
� = Jumlah
Sampel
b. Mencari nilai probabilistik dengan cara menghitung
jumlah data yang sesuai dari kategori yang sama dibagi dengan
jumlah data pada kategori tersebut.
3. Mendapatkan nilai dalam tabel
mean, standar deviasi
dan probabilitas
4. Solusi
yang dihasilkan.
Kebutuhan Data
Kriteria yang digunakan
untuk mendukung pengambilan keputusan ini adalah jenis
pekerjaan, jumlah penghasilan, jumlah anggota keluarga, jumlah pengeluaan perhari, status tempat tinggal. Data yang sudah didapat kemudian dibagi menjadi 5 atribut, seperti yang ada dalam tabel
1.
Tabel
1. Tabel Atribut
|
Atribut |
Keterangan |
Nilai |
|
Jenis pekejaan |
Jenis pekejaan
warga |
Petani |
|
Pedagang |
||
|
Wiraswasta |
||
|
PNS |
||
|
Jumlah penghasilan |
Jumlah penghasilan
warga perbulan |
Jumlah penghasilan warga |
|
Jumlah Anggota keluarga |
Jumlah keseluruhan
keluarga |
Jumlah keseluruhan keluarga |
|
Jumlah penggeluaran perhari |
Pengeluaran warga
perhari |
< 50.000 |
|
50.000 � 100.000 |
||
|
> 100.000 |
||
|
Status tempat
tinggal |
Status
tempat tinggal |
Numpang |
|
Sewa |
||
|
Milik Sendiri |
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Sitem
Sistem yang akan
dibangun adalah sitem klasifikasi rekomendasi calon penerima bantuan sosial menggunakan metode Na�ve Bayes.
Berikut adalah rancangan flowcart sistem klasifikasi rekomendasi calon penerima bantuan sosial, seperti pada gambar 1.

Gambar 1.� Flowcart sitem klasifikasi rekomendasi calon penerima bantuan sosial.
Berdasarkan gambar 1 tahapan sistem klasifikasi rekomendasi calon penerima bantuan dimulai dengan memasukkan data training. Kemudian
memasukkan data testing.
Setelah itu sistem melakukan perhitungan pobabilitas tiap kelas pada data training menggunakan
Na�ve Bayes Classifer.
Setelah itu menghitung probabilitas data uji
/ testing. Setelah
menghitug probabilitas data
uji / testing selesai,
maka sistem akan melakukan output, apakah
warga itu masuk kategori layak atau tidak
layak untuk menerima bantuan sosial.
Algoritma Na�ve
Bayes
Na�ve
bayes merupakan
salah satu algortitma data
mining klasifikasi yang dikembangkan
oleh ilmuan inggris Thomas Bayes. Naive Bayes merupakan pengklasifikasian dengan metode probabilitas
dan statistic, yaitu memprediksi
peluang di masa depan berdasarkan pengalaman di masa sebelumnya (Syarli
& Muin, 2016).
Persamaan Teorema Beyes sebagai berikut :
|
|
�(1) |
Keterangan
:
X
������������� :
Data dengan class yang belum
diketahui
H
������������ : Hipotesis data X merupakan
suatu class spesifik
P(H|X)
��� : Probabilitas
hipotesis H berdasar
kondisi X (posteriori
���������������� �� probability)
P(H)
������� : Probabilitas
hipotesis H (prior probability)
P(X|H)���� : Probabilitas
X berdasarkan kondisi
pada hipotesis H
P(X)�������� : Probabilitas
X
Adapun
proses klasifikasi dengan menggunakan data numeric menggunakan
rumus Densitas Gauss, seperti persamaan dibawah :
|
|
�(2) |
Keterangan
:
P
� : Peluang
Xi
: Atribut ke-i
C�� : Kelas yang dicari
�� : Mean, yaitu
rata-rata dari seluruh atribut
�� : Standar Deviasi, yaitu akar kuadrat dari
varian
�� : 3,14
Alur metode
Na�ve Bayes sebagai berikut :
5.
Baca data training.
6.
Menghitung jumlah dan probabilitas, tapi jika data numeric maka :
c. Mencari nilai mean dan standar deviasi dari masing �masing
parameter yang merupakan data numerik.
Persamaan untuk mencari nilai mean sebagai berikut :
|
|
(3) |
Penjelasan
:
�� = Nilia
rata-rata (mean)
� = Nilai x ke-i
� = Jumlah
Sampel
Persamaan unutuk menghitung standar deviasi sebagai berikut :
|
|
(4) |
Penjelasan
:
�� = Standar
Deviasi
� = Nilai x ke-i
� = Nilia rata-rata (mean)
� = Jumlah
Sampel
d. Mencari nilai probabilistik dengan cara menghitung
jumlah data yang sesuai dari kategori yang sama dibagi dengan
jumlah data pada kategori tersebut.
7. Mendapatkan nilai dalam tabel
mean, standar deviasi
dan probabilitas
8. Solusi
yang dihasilkan.
Kebutuhan Data
Kriteria yang digunakan
untuk mendukung pengambilan keputusan ini adalah jenis
pekerjaan, jumlah penghasilan, jumlah anggota keluarga, jumlah pengeluaan perhari, status tempat tinggal. Data yang sudah didapat kemudian dibagi menjadi 5 atribut, seperti yang ada dalam tabel
1.
Tabel
1. Tabel Atribut
|
Atribut |
Keterangan |
Nilai |
|
Jenis pekejaan |
Jenis pekejaan
warga |
Petani |
|
Pedagang |
||
|
Wiraswasta |
||
|
PNS |
||
|
Jumlah penghasilan |
Jumlah penghasilan
warga perbulan |
Jumlah penghasilan warga |
|
Jumlah Anggota keluarga |
Jumlah keseluruhan
keluarga |
Jumlah keseluruhan keluarga |
|
Jumlah penggeluaran perhari |
Pengeluaran warga
perhari |
< 50.000 |
|
50.000 � 100.000 |
||
|
> 100.000 |
||
|
Status tempat
tinggal |
Status
tempat tinggal |
Numpang |
|
Sewa |
||
|
Milik Sendiri |
KESIMPULAN
Setelah melakukan implementasi dan pengujian sistem, maka menghasilkan kesimpulan, diantaranya:
1.
Proses klasifikasi pada sistem yang telah berhasil dibangun terdiri dari dua
kelas yaitu layak dan tidak layak. Akurasi terbaik yang didapatkan dari tiga kali percobaan pengujian adalah 83,3% dengan menggunakan data training
sebanyak 90 data dan data uji sebanyak
30 data.
2.
Data training
yang dipakai pada proses pengujian
sangat mempengarui hasil klasifikasi. Jika data training
yang digunakan semakin banyak dan bervariasi, hasil akurasi yang didapat akan lebih
baik.
BIBLIOGRAFI
Angga, Angga, & Arifin, Ridwan. (2019).
Penerapan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Kurang Mampu di Indonesia. DIVERSI:
Jurnal Hukum, 4(2), 218�236.
Annur, Haditsah. (2018). Klasifikasi
Masyarakat Miskin Menggunakan Metode Naive Bayes. ILKOM Jurnal Ilmiah, 10(2),
160�165.
Chalik, Abdul. (2015). Pelayanan publik
tingkat desa. Interpena.
Indra Suhendra, S. E., Ginanjar, Rah Adi
Fahmi, & Navik Istikomah, S. E. (2021). Distribusi Pendapatan: Konteks
Provinsi di Indonesia. Media Sains Indonesia.
Lestari, Siti, Akmaludin, Akmaludin, &
Badrul, Mohammad. (2020). Implementasi Klasifikasi Naive Bayes Untuk Prediksi
Kelayakan Pemberian Pinjaman Pada Koperasi Anugerah Bintang Cemerlang. PROSISKO:
Jurnal Pengembangan Riset Dan Observasi Sistem Komputer, 7(1).
Misdram, Muhammad, Syarifuddin, Fahmi,
& Widodo, Anang Aris. (2020). Klasifikasi Data Set Virus Corona Menggunakan
Metode Na�ve Bayes Classifier. SPIRIT, 12(2).
Nawastuti, Dati. (2018). Kearifan Lokal
Masyarakat Pesisir dalam Memahami Teknologi Hasil Perikanan. Jurnal
Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, Dan Entrepreneurship, 8(1),
32�44.
Pulungan, Khairul Anwar, Harahap, Riva
Ubar, & Manurung, Saprinal. (2017). Analisis Kebijakan Program
Penanggulangan Kemiskinan: Implementasi Manajemen Pemerintahan Kota Tanjung
Balai. Jurnal Riset Sains Manajemen Jurnal Riset Sains Manajemen Jurnal
Riset Sains Manajemen, 1(12), 115�128.
https://doi.org/10.5281/zenodo.1069779
Syarli, S., & Muin, A. (2016). Metode
Naive Bayes Untuk Prediksi Kelulusan (Studi Kasus: Data Mahasiswa Baru
Perguruan Tinggi). Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 2(1), 22�26.
Wahidah, Anna Zahrotul, Widayani, Anna,
Wardani, Shanti Ike, Rachmawati, Ika, & Latifah, Nunuk. (2022). PROSEDUR
PENYALURAN BANTUAN SOSIAL DI ERA PANDEMI COVID-19 PADA DINAS SOSIAL KABUPATEN
BLITAR. Competence: Journal of Management Studies, 16(1), 51�63.