PENGARUH MODAL TERHADAP SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI BERSAMA INSAN KAMIL KABUPATEN MAJALENGKA

 

Neni Sumiyati1, Iyustandi2

Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STMY, Jawa Barat, Indonesia

[email protected], [email protected]

 

 

Abstract

Received:

14-02-2022

Introduction: Cooperative capital consists of own capital and loan capital. Due to changes in capital, business activities will become smoother and increase in income will affect the acquisition of remaining operating results. Purpose: The purpose of this research is to find out how the development of capital in the Joint Insan Kamil Cooperative, Majalengka Regency, how the development of the cooperative SHU in the Insan Kamil Cooperative Cooperative, Majalengka Regency, and to determine whether or not there is an influence of capital on the SHU of cooperatives in the Insan Kamil Cooperative Majalengka Regency. Methods: The method used in this research is descriptive and verification method, the data were analyzed using Pearson Product Moment Correlation Analysis (r), Determination, and t test, in processing the data using the SPSS 17 for windows program. Results: The results of this study are that the magnitude of the effect of capital on the remaining operating results in the Cooperative Bersama Insan Kamil Majalengka Regency is 83.8%, and 16.2% is influenced by other factors that have not been taken into account in this study. Conclusion: From the results of the study, it can be concluded that there is a positive and insignificant effect of capital on cooperative SHU at the Joint Cooperative Insan Kamil, Majalengka Regency, the magnitude of the effect of capital on cooperative SHU is 54.9%.

Accepted:

15-02-2022

Published:

20-03-2022

Keywords:

capital, residual income, cooperatives

 

Abstrak

Kata kunci:

modal, sisa hasil usaha, koperasi

Pendahuluan: Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Karena adanya perubahan modal maka kegiatan usaha akan menjadi lebih lancar dan menambah pendapatan maka akan berpengaruh terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha. Tujuan: Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan modal pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka, bagaimana perkembangan SHU koperasi pada Koperasi Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka, serta untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pengaruh modal terhadap SHU koperasi pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif, data dianalisis dengan menggunakan Analisis Korelasi Pearson Product Moment (r), Determinasi, dan uji t, dalam mengolah data menggunakan program spss 17 for windows. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah bahwa besarnya pengaruh Modal terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka adalah sebesar 83,8%, dan 16,2% di pengaruhi oleh faktor lain yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan modal terhadap SHU koperasi pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka besarnya pengaruh modal terhadap SHU koperasi sebesar 54,9 %.

Corresponding Author: Neni Sumiyati

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Koperasi merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang tumbuh di masyarakat, penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan tulang punggung perekonomian Indonesia (Ramli, Poiran, Yasmir, & Adriyanti, 2019). Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian BAB I Pasal 1 Koperasi adalah �Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan� (Koperasi, 1992).

Untuk dapat bertahan dan meningkatkan kemampuan usaha tersebut, koperasi membutuhkan dana untuk memelihara dan meningkatkan usaha koperasi. Oleh karena itu, pada akhir periode usaha ditargetkan untuk menghasilkan keuntungan dalam koperasi, sering disebut sebagai �Sisa Hasil Usaha�. Menurut Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 �Sisa hasil usaha adalah penghasilan yang diperoleh koperasi selama satu tahun anggaran dikurangi biaya-biaya, penyusutan dan kewajiban-kewajiban lain termasuk pajak-pajak, untuk tahun anggaran yang bersangkutan� (Koperasi, 1992).

Sebagai badan usaha, pendapatan atau hasil usaha akan menentukan besar kecilnya sisa hasil usaha yang akan diterima koperasi. Dalam menjalankan kegiatan usaha, keuntungan maksimum atau sisa hasil usaha disimpan sebagai cadangan koperasi, yang kemudian digunakan untuk menambah modal koperasi. Sisa pendapatan operasional yang diperoleh koperasi disisihkan dan disalurkan untuk: cadangan koperasi, jasa keanggotaan, dana pengurus, dana pegawai, dana pendidikan, dan dana social (Winarko, 2014). Cara dan besaran subsidi sisa hasil operasional ditentukan oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT) masing-masing koperasi (Martowinangun & Aoliyani, 2019).

Perolehan Sisa Hasil Usaha dipengaruhi oleh kelancaran kegiatan yang dilakukan oleh koperasi. Apabila kegiatan usaha koperasi lancar maka sisa hasil usaha yang diperoleh akan bertambah, tetapi apabila kegiatan usaha koperasi terhambat maka sisa hasil usaha yang diperoleh sedikit atau tidak sama sekali (Setiawan & Kartiwa, 2020). Untuk menunjang kegiatan usaha koperasi selain dana yang cukup juga diperlukan peran serta aktif anggota, serta operasional koperasi yang pandai mengelola dana koperasi, sehingga sisa hasil usaha dapat mencapai tujuan yang diharapkan (Setiawan & Kartiwa, 2020). Hal ini menjadi salah satu daya tarik seseorang menjadi anggota koperasi, karena selain dapat menggunakan jasa usaha yang diberikan koperasi, anggota juga akan mendapat bagian dari kegiatan usaha koperasi berupa Sisa Hasil Usaha. Dari uraian tersebut di atas dapat diketahui bahwa di dalam suatu usaha untuk memperoleh pendapatan yang diinginkan diperlukan modal yang cukup. Modal yang besar dapat digunakan untuk kegiatan usaha koperasi, agar usaha berjalan lancar dan sisa hasil usaha besar. Dana yang timbul dari pembagian sisa hasil usaha koperasi, selama belum digunakan, digolongkan sebagai kewajiban lancar/kewajiban jangka pendek koperasi. Sementara itu, cadangan koperasi yang merupakan cadangan sisa hasil usaha tergolong modal sendiri dan tidak dapat dialokasikan kepada anggota karena untuk penimbunan modal dan untuk menutupi kerugian koperasi (Albana & Kusumantoro, 2015).

Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri berasal dari: simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, hibah. Sedangkan modal pinjaman dapat berasal dari: anggota, koperasi lainnya dan atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lainnya yang sah (Koperasi, 1992)

Modal koperasi tidak hanya mencakup modal disetor anggota, tetapi juga semua sumber pengeluaran koperasi, yang dapat bersifat permanen atau sementara. Subyek yang berhak menuntut sumber belanja koperasi antara lain pemodal, anggota atau pemilik, dan subyek operasional koperasi itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi ada secara terpisah dari anggotanya (Buchori, 2012).

Menurut (Riyanto, 2012) pembelanjaan yang sehat pertama-tama dibentuk atas dasar modal sendiri, yaitu modal anti risiko. Jadi aturan dalam struktur keuangan menetapkan bahwa dalam hal apapun jumlah modal asing tidak boleh melebihi jumlah modal sendiri. Struktur keuangan akan dengan jelas menunjukkan modal yang dimiliki koperasi, yaitu keseimbangan antara utang jangka panjang dan modal sendiri.

Apabila koperasi menggunakan dana pinjaman yang lebih besar untuk menjalankan usahanya akan sangat tidak menguntungkan, karena beban bunga yang lebih besar dari keuntungan yang diperoleh akan mengurangi sisa hasil usaha yang pada akhirnya akan berdampak negatif bagi kesehatan keuangan koperasi (Mardian & Huda, 2020). Maka dari itu Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka harus benar-benar meperhatikan struktur finansial dan struktur modal yang tepat dalam menjalankan usahanya.

Mengingat semakin ketatnya persaingan di pasar global, hal ini pada akhirnya menuntut koperasi untuk ikut terlibat. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin tuntutan anggota koperasi dan masyarakat secara keseluruhan secara bertahap akan meningkat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, koperasi perlu meningkatkan volume usahanya, yang tentunya membutuhkan tambahan modal yang tidak sedikit. Kebutuhan dana tambahan dapat dipenuhi melalui pinjaman dari pihak eksternal. Dana yang dikumpulkan oleh koperasi, termasuk dana sendiri dan dana pinjaman, akan digunakan bersama untuk menggerakkan kegiatan usaha. Kedua sumber pendanaan tersebut mendukung keberhasilan kemitraan dalam perannya masing-masing.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel laporan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka:

 

Tabel 1. Laporan Hasil RAT Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka

No.

Tahun

Modal (Rp)

Pinjaman

Persediaan Barang

Sisa Hasi Usaha

(Rp)

Dagangan

1.

2017

149.053.505

151.399.900

37.048.179

19.022.445

2.

2018

164.109.266

71.611.000

72.587.421

19.265.171

3.

2019

185.882.109

111.663.000

77.494.010

21.243.690

Sumber: data hasil RAT Koperasi Bersama Insan Kamil

Diketahui bahwa Modal Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka dari tahun ke tahun mengalami peningkatan di tahun 2017 ke 2018 sebesar 10% dan dari tahun 2018 ke 2019 masih terus mengalami peningkatan namun tidak sebesar tahun sebelumnya, peningkatan tahun 2018 ke 2019 hanya sebesar 13%. Begitu pula dengan Sisa Hasil Usaha dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, yaitu dari tahun 2017 ke 2018 mengalami peningkatan sebesar 0% dan dari tahun 2018 ke 2019 mengalami peningkatan lebih dari tahun sebelumnya sebesar 11% Modal dan SHU bersama-sama mengalami peningkatan. Melihat kondisi di atas, bahwa Modal dan SHU mengalami kenaikan tapi dengan presentase kenaikan yang tidak terlalu besar, sehingga dari fenomena tersebut timbul suatu ketertarikan penulis untuk meneliti apakah ada keterkaitan antara jumlah Modal dengan SHU yang dihimpun oleh Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka. Melihat data tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul �Pengaruh Modal Terhadap Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka�.

 

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif dan Verifikatif. Menurut (Sugiyono, 2019) Statistik deskriftif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagai mana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan RAT Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka dari mulai tahun 2014 � 2019. Sedangkan sampel penelitian ini adalah laporan RAT Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka periode tahun 2017 sampai dengan tahun 2019.

Teknik mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1.       Penelitian Lapangan (Field Research)

a.       Wawancara (Interview)

b.      Pengamatan (Observasi)

c.       Dokumentasi

2.      Penelitian Kepustakaan (Library Research)

 

Teknik Analisis Data

1.       Analisis Diskriptif

Menurut (Sugiyono, 2019) Statistik deskriftif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagai mana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Untuk mengetahui perkembangan variabel pemberian Modal dan SHU yang diteliti, digunakan rumus sebagai berikut

 

Sumber: (Sugiyono, 2019)

 

Keterangan :

Pn = Nominal periode yang dianalisis

P_(n-1)���� = Nominal periode yang lalu

Rumus tersebut nantinya akan dimasukkan ke tabel perhitungan yang akan diimplementasikan dalam sebuah grafik atau diagram, sehingga kita bisa melihat bagaimana perkembangan Modal, dan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka

 

2.      Analisis Verifikatif

Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Modal (X) terhadap SHU (Y). Dalam penelitian ini ada beberapa metode statistic yang digunakan Seperti Regresi Linier Sederhana, Korelasi Sederhana, Koefisien determinasi.

 

3.      Uji Hipotesis

a.       Uji t test One Sampel

Untuk melakukan pengujian hipotesis Deskriptif menggunakan t-test satu sampel dengan rumus sebagai berikut:

(Sugiyono, 2019)

 

Dimana:

t��� = nilai t yang dihitung

�� = nilai rata-rata

�0� �= nilai yang dihipotesiskan

s��� = simpangan baku sampel

n�� = jumlah anggota sampel

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

1.      Analisis Deskriptif

Jumlah modal simpan pinjam yang terhimpun pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka sampai dengan tahun 2019 terus mengalami kenaikan, hal itu disebabkan karena jumlah anggota yang bertambah dan nilai simpanan pokok dan simpanan wajib bertambah setiap tahunya.� Untuk� dapat� mengetahui� jumlah� perkembangan� modal maka menggunakan data tahun 2017 agar dapat diketahui berapa besar� kenaikan� jumlah� modal,� jumlah perkembangan� modal dari� tahun� 2017� sampai� tahun� 2019 dapat dilihat sebagai berikut:

 

Tabel 2. Perkembangan modal pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kab. Majalengka tahun 2017 s.d 2019

 

Tahun

Jumlah Modal

Dalam jutaan rupiah

Fluktuasi dalam jutaan rupiah

Rp

%

2017

149

 

 

2018

164

15

10%

2019

186

22

13%

 

Tahun

Jumlah Modal

Dalam jutaan rupiah

Target Modal

Dalam jutaan rupiah

%

2017

149

185

81%

2018

164

185

89%

2019

186

185

101%

Berdasarkan data pada tabel 2 dapat dilihat bahwa jumlah modal tahun 2017 sebesar Rp 149.000.000 dan mengalami kenaikan pada tahun 2018 sebesar Rp 164.000.000 atau 10 % dan pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 186.000.000 atau� 13 %�� hal� ini� disebabkan jumlah anggota yang bertambah dan nilai simpanan pokok dan simpanan wajib bertambah setiap tahunya.� Dari data pada tabel 2�� dapat ditarik kesimpulan� bahwa� pada� dasarnya� faktor-faktor� yang� mempengaruhi� modal� simpan� pinjam� yang� setiap� tahun� mengalami kenaikan adalah jumlah anggota yang bertambah dan nilai simpanan pokok dan simpanan wajib bertambah setiap tahunya sehingga dapat mempengaruhi total modal yang terhimpun oleh koperasi dan rata rata pencapaian target modal pada koperasi Bersama Insan Kamil kab. Majalengka melebihi 65% dari total yang telah di tetapkan.

Jumlah Sisa Hasil Usaha koperasi yang berhasil dihimpun Koperasi Pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai perkembangan pendapatan koperasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

 

Tabel 3. Perkembangan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kab. Majalengka Tahun 2017 s.d 2019

Tahun

Jumlah SHU

Dalam jutaan rupiah

Fluktuasi dalam jutaan rupiah

Rp

%

2017

19

 

 

2018

19

0

0%

2019

21

2

11%

Tahun

Jumlah SHU

Target SHU

Dalam juataan rupiah

%

2017

19

30

63%

2018

19

30

63%

2019

21

30

70%

Berdasarkan data tabel 3 dapat� dilihat� bahwa� pada� tahun� 2017� jumlah Sisa Hasil Usaha� koperasi� yang� diperoleh� sebesar� Rp� 19.000.000� dan� tidak terjadi penurunan dan kenaikan� pada� tahun� 2018� sebesar� Rp� 19.000.000� atau� 0%� di karenakan� jumlah penjualan dan pendapatan relatif sama di tahun 2018.� Selama tahun 2019 Sisa hasil Usaha koperasi yang terhimpun sebesar Rp 21.000.000 dengan terjadi kenaikan sebesar Rp 2.000.000 atau 11% di karenakan jumlah penjualan dan pendapatan meningkat, perekonomian yang membaik, yang berakibat pada tingkat usaha yang membaik pula.

Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya faktor-faktor yang mempengaruhi Sisa Hasil Usaha koperasi yang setiap tahun mengalami naik turun, naiknya Sisa Hasil Usaha seperti keadaan perekonomian yang semakin membaik yang mengakibatkan tingkat usaha semakin meningkat.� Semakin meningkatnya Penjualan dan pendapatan akan semakin meningkatkan Sisa Hasil Usaha dan Menurunya Sisa Hasil Usaha disebabkan karena tingkat pendapatan dan penjualan koperasi yang menurun. Dan rata rata pencapaian target Sisa Hasil Usaha pada koperasi Bersama Insan Kamil lebih dari 60% dari total yang telah di tetapkan.

 

2.     Analisis Verifikatif

1)      Analisis Koefisien Korelasi X terhadap Y

Analisis korelasi merupakan teknik analisis yang digunakan untuk melihat hubungan antar variabel. Korelasi adalah ukuran seberapa kuat dua atau lebih variabel terkait.

Dalam analisis korelasi terdapat analisis korelasi positif dan analisis korelasi negatif. Korelasi positif adalah hubungan satu arah. Korelasi positif terjadi apabila dua atau lebih variabel berjalan secara paralel atau searah, artinya jika variabel bebas bertambah maka variabel terikat juga bertambah. Sedangkan korelasi negatif adalah korelasi antara dua variabel atau lebih yang berlawanan arah. Korelasi negatif terjadi ketika variabel bebas meningkat tetapi variabel terikat menurun atau sebaliknya.

Koefisien korelasi didefinisikan sebagai angka yang menunjukkan arah dan tingkat keeratan hubungan antara dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat. Pada koefisien korelasi sederhana, nilai yang diperoleh selalu positif. Berdasarkan hubungan antar variabel yang satu dengan yang lain besarnya koefisien korelasi berkisar antara −1 sampai 1.

Perhitungan koefisien korelasi menggunakan rumus Pearson�s Product Moment dibantu software SPSS versi 17 menunjukkan hasil sebagai berikut:

 

Tabel 4. Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Sederhana Menggunakan SPSS Versi 17

 

Correlations

 

 

Modal

SHU

Modal

Pearson Correlation

1

.915

Sig. (2-tailed)

 

.264

N

3

3

SHU

Pearson Correlation

.915

1

Sig. (2-tailed)

.264

 

N

3

3

 

 

 

 

2)     Analisis Regresi Linier

Salah satu metode yang sering digunakan untuk menganalisis sebab akibat menggunakan analisis regresi. Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain.

Dari perhitungan menggunakan bantuan software SPSS versi 17 diperoleh hasil sebagai berikut:

 

Tabel 5. Hasil Perhitungan Koefisien Regresi Sederhana Menggunakan SPSS versi 17

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

10.221

4.177

 

2.447

.247

Modal

.057

.025

.915

2.271

.264

a. Dependent Variable: SHU

Dari tabel 5, dapat dibentuk persamaan regresi linier sederhana Y = 10.221 + 0.057 X. Konstanta sebesar 10.221 menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel bebas (Modal) maka nilai variabel tak bebas (Sisa Hasil Usaha) adalah 10.221 Slope sebesar 0.057 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena bernilai +) satu skor nilai variabel bebas (Modal) akan memberikan kenaikan skor Sisa Hasil Usaha sebesar 0,057.

 

3)     Koefisien Determinasi

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Modal (variabel bebas (X)) terhadap Sisa Hasil Usaha (variabel terikat (Y)) dapat dihitung dengan rumus Koefisien Determinasi.

Dari perhitungan menggunakan bantuan software SPSS versi 17 diperoleh hasil sebagai berikut:

 

Tabel 6. Koefisien Determinasi

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.915a

.838

.675

.65811

a. Predictors: (Constant), Modal

Dari hasil perhitungan di atas maka dapat diketahui bahwa besarnya pengaruh Modal terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka adalah sebesar 83,8%, dan 16,2% di pengaruhi oleh faktor lain yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

3.     Uji Hipotesi

1)      Uji T test one sampel

 

Tabel 7. One-Sample Statistics

 

N

Mean

Std. Deviation

Std. Error Mean

Modal

3

166.3333

18.61003

10.74451

 

Table 8. One-Sample Test

 

Test Value = 140������������������������������������

 

t

df

Sig. (2-tailed)

Mean Difference

95% Confidence Interval of the Difference

 

Lower

Upper

Modal

2.451

2

.134

26.33333

-19.8966

72.5632

Jika thitng > dari ttabel, maka hipotesis di terima. Berdasarkan perhitungan di atas dengan tingkat kesalahan a = 0.05 Maka diperoleh nilai ttabel = 2,353, Sehingga thitung Modal lebih besar dari ttabel atau 2.451 > 2,353 maka hipotesis terbukti. Artinya Modal pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka telah mencapai minimal 65% dari kriteria yang ditetapkan peneliti.

 

Table 9. One-Sample Statistics

 

N

Mean

Std. Deviation

Std. Error Mean

SHU

3

19.6667

1.15470

.66667

 

Table 10. One-Sample Test

 

Test Value = 18�������������������������������������

 

t

df

Sig. (2-tailed)

Mean Difference

95% Confidence Interval of the Difference

 

Lower

Upper

SHU

2.500

2

.130

1.66667

-1.2018

4.5351

Jika t hitng > dari t tabel, maka hipotesis di terima. Berdasarkan perhitungan di atas dengan tingkat kesalahan a = 0.05 Maka diperoleh nilai t tabel = 2,353, Sehingga t hitung SHU lebih besar dari t tabel atau 2,500 > 2,353 maka hipotesis terbukti. Artinya SHU pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka telah mencapai minimal 65% dari kriteria yang ditetapkan peneliti.

 

2)     Uji T

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan uji dua pihak untuk mengetahui signifikansi antara variabel X yaitu Modal dengan variabel Y yaitu Sisa Hasil Usaha dihitung dengan rumus Uji-t sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 


= 1.104

Dengan kriteria pengujian:

Jika t hitung > dari t tabel, maka korelasi X dengan Y adalah signifikan. Berdasarkan perhitungan di atas dengan tingkat kesalahan a = 0.05 Maka nilai t tabel = 2,353 ternyata t hitung lebih kecil dari t tabel atau 1.104 < 2,353 maka hipotesis Tidak terbukti. Artinya terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan antara Modal terhadap Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka.

 

Pembahasan

1.      Perkembangan modal pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka

Modal setiap tahunnya mengalami kenaikan, faktor-faktor yang mempengaruhi modal simpan pinjam yang setiap tahun mengalami kenaikan adalah jumlah anggota yang bertambah dan nilai simpanan pokok dan simpanan wajib bertambah setiap tahunya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Purpintari, 2016) dan (Burhanuddin, Rajindra, Anggraeni, & Damara, 2018) bahwa partisipasi anggota mempunyai pengaruh terhadap perkembangan modal pada koperasi Bintang Sejahtera. Karena dengan adanya partisipasi anggota yang maksimal, menjadikan perkembangan modal koperasi meningkat.

 

2.     Perkembangan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka

Sisa Hasil Usaha koperasi pada setiap tahunnya mengalami kenaikan, hal ini disebabkan oleh semakin besarnya modal sendiri yang mampu di himpun oleh koperasi, bertambahnya pendapatan yang di peroleh baik dari bunga pinjaman dan deviden atas jasa simpan pinjam dan keuntungan penjualan yang di lakukan oleh koperasi, serta bertambah atau berkurangnya biaya-biaya yang dikeluarkan dari unit-unit usaha pada koperasi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Raidayani, Muhammad, & Faisal, 2016) bahwa besaran koefesien aset bernilai positif dan signifikan pada level 5 % yaitu sebesar 0,111823, hal ini bermakna bahwa jika aset semakin bertambah maka diiringi kenai serta biaya-biaya produksi yang semakin menurun.�����������

 

3.     Pengaruh pemberian modal terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka

Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan Modal terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersam Insan Kamil Kabupaten Majalengka hal ini di karenakan Modal sendiri dihimpun dari anggota dan tidak dibebani bunga dengan demikian meningkatnya modal sendiri maka akan menambah sisa hasil usaha koperasi. Modal luar berupa pinjaman tersebut mengandung beban bunga yang harus dibayarkan koperasi dengan mengurangi pendapatan koperasi sehingga akan berdampak negatif pada sisa hasil usaha koperasi.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh (Hasan, 2019) dalam jurnalnya yang berjudul Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Abdi Kerta Raharja menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara modal sendiri dan sisa hasil usaha.

Dan hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Mulyanti & Rina, 2017) dalam jurnalnya yang berjudul Meningkatkan Sisa Hasil Usaha Melalui Modal Dan Pemberian Pinjaman tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara modal sendiri terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Simpan Pinjam �Rukun Mekar� Kabupaten Bandung periode 2010-2015.

 

KESIMPULAN

1.         Berdasarkan pada data-data yang telah diperoleh dengan berbagai analisis yang dilakukan, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

2.        Modal yang disalurkan Koperasi Bersama Insan kamil Kabupaten Majalengka dari tahun 2017 sampai 2019 mengalami kenaikan dari tahun ketahun hal itu karena disebabkan karena jumlah anggota yang bertambah dan nilai simpanan pokok dan simpanan wajib bertambah setiap tahunya dan pencapaian target Modal pada koperasi Bersama Insan kamil kab. Majalengka telah mencapai minimal 65% dari total yang telah di tetapkan.

3.        Sisa Hasil Usaha Koperasi Koperasi Bersama Insan kamil Kabupaten Majalengka dari tahun 2017 sampai 2019 terus mengalami kenaikan di karenakan jumlah penjualan dan pendapatan meningkat, perekonomian yang membaik, yang berakibat pada tingkat usaha yang membaik pula dan pencapaian target Sisa Hasil Usaha pada koperasi Bersama Insan kamil kab. Majalengka telah mencapai minimal 65% dari total yang telah di tetapkan

4.        �Pengaruh modal terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Koperasi Bersama Insan kamil Kabupaten Majalengka sebesar 54,9 %,

 

BIBLIOGRAFI

 

Albana, Isna Farah, & Kusumantoro, Kusumantoro. (2015). Pengaruh Modal Sendiri Dan Current Ratio Terhadap Sisa Hasil Usaha (Shu) Di Kpri Kota Semarang 2013. Economic Education Analysis Journal, 4(3). Google Scholar

Buchori, Nur Syamsudin. (2012). Koperasi Syariah teori dan praktik. Banten: Pustaka Aufa Media. Google Scholar

Burhanuddin, Burhanuddin, Rajindra, Rajindra, Anggraeni, Rasmi Nur, & Damara, Ema Dian. (2018). Pengaruh Modal Sendiri Dan Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada Koperasi Simpan Pinjam Karya Bersama Palu. Jurnal Sinar Manajemen, 5(2), 92�97. Google Scholar

Hasan, Muh. (2019). Pengaruh Modal Sendiri Dan Modal Pinjaman Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Abdi Kerta Raharja. Dynamic Management Journal, 3(1). Google Scholar

Koperasi, Departemen. (1992). UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian. Departemen Koperasi. Jakarta.

Mardian, Yuni, & Huda, Nurul. (2020). Analisis Modal Pinjaman Dan Rentabilitas Ekonomi Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Rumpun Dinas Peternakan Kabupaten Bima. Jurnal Sains Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 10(1), 30�35. Google Scholar

Martowinangun, Kasino, & Aoliyani, Widdi. (2019). Pengaruh Modal Sendiri Terhadap Sisa Hasil Usaha Pada Primer Koperasi XXX. Jurnal Co Management, 2(2), 231�245. Google Scholar

Mulyanti, Dwinta, & Rina, Rina. (2017). Meningkatkan Sisa Hasil Usaha Melalui Modal Dan Pemberian Pinjaman. Jurnal Ecodemica Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 1(1), 81�88. Google Scholar

Purpintari, Rizki. (2016). Pengaruh Partisipasi Anggota terhadap Perkembangan Modal Pada Koperasi Bintang Sejahtera di Desa Prajegan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo. Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Pembelajarannya, 4(1), 68�76. Google Scholar

Raidayani, Raidayani, Muhammad, Said, & Faisal, Faisal. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi di Kabupaten Aceh Barat. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, 2(2), 167�184. Google Scholar

Ramli, Bakhhtiar, Poiran, Poiran, Yasmir, Yasmir, & Adriyanti, Adriyanti. (2019). Penguatan Struktur Keuangan Koperasi Simpan Pinjam Dalam Pengembangan Usaha (Studi Pada Koperasi Karya Mulya Muara Bungo). Jurnal Administrasi Sosial Dan Humaniora, 2(3), 1�13. Google Scholar

Riyanto, Bambang. (2012). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta. Google Scholar

Setiawan, Djodi, & Kartiwa, Iwa. (2020). Pengaruh Modal Sendiri Dan Modal Pinjaman Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Pada Koperasi Pegawai�Ri Guru Soreang (Kgs). Akurat| Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA, 11(2), 54�59. Google Scholar

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Google Scholar

Winarko, Sigit Puji. (2014). Pengaruh modal sendiri, jumlah anggota dan aset terhadap sisa hasil usaha pada koperasi di kota kediri. Nusantara of Research: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 1(2). Google Scholar