PENGARUH
MODAL TERHADAP SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI BERSAMA INSAN KAMIL KABUPATEN
MAJALENGKA
Neni Sumiyati1,
Iyustandi2
Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi STMY, Jawa Barat, Indonesia
[email protected],
[email protected]
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
14-02-2022 |
Introduction: Cooperative capital
consists of own capital and loan capital. Due to changes in capital, business
activities will become smoother and increase in income will affect the
acquisition of remaining operating results. Purpose: The purpose of
this research is to find out how the development of capital in the Joint
Insan Kamil Cooperative, Majalengka Regency, how the development of the
cooperative SHU in the Insan Kamil Cooperative Cooperative, Majalengka
Regency, and to determine whether or not there is an influence of capital on
the SHU of cooperatives in the Insan Kamil Cooperative Majalengka Regency. Methods:
The method used in this research is descriptive and verification method, the
data were analyzed using Pearson Product Moment Correlation Analysis (r), Determination,
and t test, in processing the data using the SPSS 17 for windows program. Results:
The results of this study are that the magnitude of the effect of capital on
the remaining operating results in the Cooperative Bersama Insan Kamil
Majalengka Regency is 83.8%, and 16.2% is influenced by other factors that
have not been taken into account in this study. Conclusion: From the
results of the study, it can be concluded that there is a positive and
insignificant effect of capital on cooperative SHU at the Joint Cooperative
Insan Kamil, Majalengka Regency, the magnitude of the effect of capital on
cooperative SHU is 54.9%. |
|
Accepted: |
15-02-2022 |
|
|
Published: |
20-03-2022 |
|
|
Keywords: |
capital,
residual income, cooperatives |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata kunci: |
modal, sisa hasil usaha, koperasi |
Pendahuluan: Modal koperasi terdiri dari modal
sendiri dan modal pinjaman. Karena adanya perubahan modal maka kegiatan usaha
akan menjadi lebih lancar dan menambah pendapatan maka akan berpengaruh
terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha. Tujuan: Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan modal pada
Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka, bagaimana perkembangan SHU
koperasi pada Koperasi Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka,
serta untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pengaruh modal terhadap SHU
koperasi pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka. Metode:
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan
verifikatif, data dianalisis dengan menggunakan Analisis Korelasi Pearson
Product Moment (r), Determinasi, dan uji t, dalam mengolah data menggunakan
program spss 17 for windows. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah bahwa
besarnya pengaruh Modal terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan
Kamil Kabupaten Majalengka adalah sebesar 83,8%, dan 16,2% di pengaruhi oleh
faktor lain yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini. Kesimpulan:
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif dan tidak
signifikan modal terhadap SHU koperasi pada Koperasi Bersama Insan Kamil
Kabupaten Majalengka besarnya pengaruh modal terhadap SHU koperasi sebesar
54,9 %. |
Corresponding Author: Neni Sumiyati
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Koperasi
merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang tumbuh di masyarakat, penggerak
pertumbuhan ekonomi nasional dan tulang punggung perekonomian Indonesia (Ramli, Poiran, Yasmir, & Adriyanti,
2019).
Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian BAB I Pasal 1 Koperasi
adalah �Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi
dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan
ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan� (Koperasi, 1992).
Untuk dapat
bertahan dan meningkatkan kemampuan usaha tersebut, koperasi membutuhkan dana
untuk memelihara dan meningkatkan usaha koperasi. Oleh karena itu, pada akhir
periode usaha ditargetkan untuk menghasilkan keuntungan dalam koperasi, sering
disebut sebagai �Sisa Hasil Usaha�. Menurut Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor
25 Tahun 1992 �Sisa hasil usaha adalah penghasilan yang diperoleh koperasi
selama satu tahun anggaran dikurangi biaya-biaya, penyusutan dan
kewajiban-kewajiban lain termasuk pajak-pajak, untuk tahun anggaran yang
bersangkutan� (Koperasi, 1992).
Sebagai
badan usaha, pendapatan atau hasil usaha akan menentukan besar kecilnya sisa
hasil usaha yang akan diterima koperasi. Dalam menjalankan kegiatan usaha,
keuntungan maksimum atau sisa hasil usaha disimpan sebagai cadangan koperasi,
yang kemudian digunakan untuk menambah modal koperasi. Sisa pendapatan
operasional yang diperoleh koperasi disisihkan dan disalurkan untuk: cadangan
koperasi, jasa keanggotaan, dana pengurus, dana pegawai, dana pendidikan, dan
dana social (Winarko, 2014). Cara dan besaran subsidi sisa hasil
operasional ditentukan oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT) masing-masing koperasi (Martowinangun & Aoliyani, 2019).
Perolehan
Sisa Hasil Usaha dipengaruhi oleh kelancaran kegiatan yang dilakukan oleh
koperasi. Apabila kegiatan usaha koperasi lancar maka sisa hasil usaha yang
diperoleh akan bertambah, tetapi apabila kegiatan usaha koperasi terhambat maka
sisa hasil usaha yang diperoleh sedikit atau tidak sama sekali (Setiawan & Kartiwa, 2020). Untuk menunjang kegiatan usaha koperasi
selain dana yang cukup juga diperlukan peran serta aktif anggota, serta
operasional koperasi yang pandai mengelola dana koperasi, sehingga sisa hasil usaha
dapat mencapai tujuan yang diharapkan (Setiawan & Kartiwa, 2020). Hal ini menjadi salah satu daya tarik
seseorang menjadi anggota koperasi, karena selain dapat menggunakan jasa usaha
yang diberikan koperasi, anggota juga akan mendapat bagian dari kegiatan usaha
koperasi berupa Sisa Hasil Usaha. Dari uraian tersebut di atas dapat diketahui
bahwa di dalam suatu usaha untuk memperoleh pendapatan yang diinginkan
diperlukan modal yang cukup. Modal yang besar dapat digunakan untuk kegiatan
usaha koperasi, agar usaha berjalan lancar dan sisa hasil usaha besar. Dana
yang timbul dari pembagian sisa hasil usaha koperasi, selama belum digunakan,
digolongkan sebagai kewajiban lancar/kewajiban jangka pendek koperasi. Sementara
itu, cadangan koperasi yang merupakan cadangan sisa hasil usaha tergolong modal
sendiri dan tidak dapat dialokasikan kepada anggota karena untuk penimbunan
modal dan untuk menutupi kerugian koperasi (Albana & Kusumantoro, 2015).
Modal
koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri berasal
dari: simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, hibah. Sedangkan modal
pinjaman dapat berasal dari: anggota, koperasi lainnya dan atau anggotanya,
bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang
lainnya, serta sumber lainnya yang sah (Koperasi, 1992)
Modal
koperasi tidak hanya mencakup modal disetor anggota, tetapi juga semua sumber
pengeluaran koperasi, yang dapat bersifat permanen atau sementara. Subyek yang
berhak menuntut sumber belanja koperasi antara lain pemodal, anggota atau
pemilik, dan subyek operasional koperasi itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa
koperasi ada secara terpisah dari anggotanya (Buchori, 2012).
Menurut (Riyanto, 2012) pembelanjaan yang sehat pertama-tama
dibentuk atas dasar modal sendiri, yaitu modal anti risiko. Jadi aturan dalam
struktur keuangan menetapkan bahwa dalam hal apapun jumlah modal asing tidak
boleh melebihi jumlah modal sendiri. Struktur keuangan akan dengan jelas
menunjukkan modal yang dimiliki koperasi, yaitu keseimbangan antara utang
jangka panjang dan modal sendiri.
Apabila
koperasi menggunakan dana pinjaman yang lebih besar untuk menjalankan usahanya
akan sangat tidak menguntungkan, karena beban bunga yang lebih besar dari
keuntungan yang diperoleh akan mengurangi sisa hasil usaha yang pada akhirnya
akan berdampak negatif bagi kesehatan keuangan koperasi (Mardian & Huda, 2020). Maka dari itu Koperasi Bersama Insan
Kamil Kabupaten Majalengka harus benar-benar meperhatikan struktur finansial
dan struktur modal yang tepat dalam menjalankan usahanya.
Mengingat
semakin ketatnya persaingan di pasar global, hal ini pada akhirnya menuntut
koperasi untuk ikut terlibat. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin tuntutan
anggota koperasi dan masyarakat secara keseluruhan secara bertahap akan
meningkat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, koperasi perlu meningkatkan
volume usahanya, yang tentunya membutuhkan tambahan modal yang tidak sedikit.
Kebutuhan dana tambahan dapat dipenuhi melalui pinjaman dari pihak eksternal.
Dana yang dikumpulkan oleh koperasi, termasuk dana sendiri dan dana pinjaman,
akan digunakan bersama untuk menggerakkan kegiatan usaha. Kedua sumber
pendanaan tersebut mendukung keberhasilan kemitraan dalam perannya
masing-masing.
Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel laporan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT)
pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka:
Tabel 1. Laporan
Hasil RAT Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka
|
No. |
Tahun |
Modal (Rp) |
Pinjaman |
Persediaan Barang |
Sisa Hasi Usaha (Rp) |
|
Dagangan |
|||||
|
1. |
2017 |
149.053.505 |
151.399.900 |
37.048.179 |
19.022.445 |
|
2. |
2018 |
164.109.266 |
71.611.000 |
72.587.421 |
19.265.171 |
|
3. |
2019 |
185.882.109 |
111.663.000 |
77.494.010 |
21.243.690 |
Sumber: data hasil RAT
Koperasi Bersama Insan Kamil
Diketahui
bahwa Modal Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka dari tahun ke
tahun mengalami peningkatan di tahun 2017 ke 2018 sebesar 10% dan dari tahun
2018 ke 2019 masih terus mengalami peningkatan namun tidak sebesar tahun
sebelumnya, peningkatan tahun 2018 ke 2019 hanya sebesar 13%. Begitu pula
dengan Sisa Hasil Usaha dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, yaitu dari
tahun 2017 ke 2018 mengalami peningkatan sebesar 0% dan dari tahun 2018 ke 2019
mengalami peningkatan lebih dari tahun sebelumnya sebesar 11% Modal dan SHU
bersama-sama mengalami peningkatan. Melihat kondisi di atas, bahwa Modal dan
SHU mengalami kenaikan tapi dengan presentase kenaikan yang tidak terlalu
besar, sehingga dari fenomena tersebut timbul suatu ketertarikan penulis untuk
meneliti apakah ada keterkaitan antara jumlah Modal dengan SHU yang dihimpun
oleh Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka. Melihat data tersebut,
maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul �Pengaruh Modal
Terhadap Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten
Majalengka�.
METODE
PENELITIAN
Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif dan Verifikatif. Menurut
(Sugiyono, 2019) Statistik deskriftif adalah statistik yang
berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang
diteliti melalui data sampel atau populasi sebagai mana adanya tanpa melakukan
analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.
Populasi
dalam penelitian ini adalah Laporan RAT Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten
Majalengka dari mulai tahun 2014 � 2019. Sedangkan sampel penelitian ini adalah
laporan RAT Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka periode tahun
2017 sampai dengan tahun 2019.
Teknik
mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.
Penelitian
Lapangan (Field Research)
a.
Wawancara
(Interview)
b.
Pengamatan
(Observasi)
c.
Dokumentasi
2.
Penelitian
Kepustakaan (Library Research)
Teknik Analisis Data
1.
Analisis
Diskriptif
Menurut (Sugiyono, 2019) Statistik deskriftif adalah statistik yang
berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang
diteliti melalui data sampel atau populasi sebagai mana adanya tanpa melakukan
analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Untuk mengetahui perkembangan
variabel pemberian Modal dan SHU yang diteliti, digunakan rumus sebagai berikut
![]()
Sumber: (Sugiyono, 2019)
Keterangan :
Pn = Nominal periode yang
dianalisis
P_(n-1)���� = Nominal periode yang lalu
Rumus tersebut nantinya akan
dimasukkan ke tabel perhitungan yang akan diimplementasikan dalam sebuah grafik
atau diagram, sehingga kita bisa melihat bagaimana perkembangan Modal, dan Sisa
Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka
2.
Analisis
Verifikatif
Teknik
analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Modal (X)
terhadap SHU (Y). Dalam penelitian ini ada beberapa metode statistic yang
digunakan Seperti Regresi Linier Sederhana, Korelasi Sederhana, Koefisien
determinasi.
3.
Uji
Hipotesis
a.
Uji t test
One Sampel
Untuk
melakukan pengujian hipotesis Deskriptif menggunakan t-test satu sampel dengan
rumus sebagai berikut:

Dimana:
t��� = nilai t yang dihitung
�� = nilai rata-rata
�0� �= nilai yang dihipotesiskan
s��� = simpangan baku sampel
n�� = jumlah anggota sampel
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
1.
Analisis
Deskriptif
Jumlah
modal simpan pinjam yang terhimpun pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten
Majalengka sampai dengan tahun 2019 terus mengalami kenaikan, hal itu
disebabkan karena jumlah anggota yang bertambah dan nilai simpanan pokok dan
simpanan wajib bertambah setiap tahunya.�
Untuk� dapat� mengetahui�
jumlah� perkembangan� modal maka menggunakan data tahun 2017 agar
dapat diketahui berapa besar�
kenaikan� jumlah� modal,�
jumlah perkembangan� modal
dari� tahun� 2017�
sampai� tahun� 2019 dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 2. Perkembangan
modal pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kab. Majalengka tahun 2017 s.d 2019
|
Tahun |
Jumlah Modal Dalam jutaan rupiah |
Fluktuasi dalam jutaan
rupiah |
|
|
Rp |
% |
||
|
2017 |
149 |
|
|
|
2018 |
164 |
15 |
10% |
|
2019 |
186 |
22 |
13% |
|
Tahun |
Jumlah Modal Dalam jutaan rupiah |
Target Modal Dalam jutaan rupiah |
% |
|
2017 |
149 |
185 |
81% |
|
2018 |
164 |
185 |
89% |
|
2019 |
186 |
185 |
101% |
Berdasarkan
data pada tabel 2 dapat dilihat bahwa jumlah modal tahun 2017 sebesar Rp
149.000.000 dan mengalami kenaikan pada tahun 2018 sebesar Rp 164.000.000 atau
10 % dan pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 186.000.000 atau� 13 %��
hal� ini� disebabkan jumlah anggota yang bertambah dan
nilai simpanan pokok dan simpanan wajib bertambah setiap tahunya.� Dari data pada tabel 2�� dapat ditarik kesimpulan� bahwa�
pada� dasarnya� faktor-faktor�
yang� mempengaruhi� modal�
simpan� pinjam� yang�
setiap� tahun� mengalami kenaikan adalah jumlah anggota yang
bertambah dan nilai simpanan pokok dan simpanan wajib bertambah setiap tahunya
sehingga dapat mempengaruhi total modal yang terhimpun oleh koperasi dan rata
rata pencapaian target modal pada koperasi Bersama Insan Kamil kab. Majalengka
melebihi 65% dari total yang telah di tetapkan.
Jumlah Sisa
Hasil Usaha koperasi yang berhasil dihimpun Koperasi Pada Koperasi Bersama
Insan Kamil Kabupaten Majalengka mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Untuk
mengetahui lebih jelas mengenai perkembangan pendapatan koperasi dapat dilihat
pada tabel dibawah ini:
Tabel 3. Perkembangan
Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kab. Majalengka Tahun 2017
s.d 2019
|
Tahun |
Jumlah SHU Dalam jutaan rupiah |
Fluktuasi dalam jutaan
rupiah |
|
|
Rp |
% |
||
|
2017 |
19 |
|
|
|
2018 |
19 |
0 |
0% |
|
2019 |
21 |
2 |
11% |
|
Tahun |
Jumlah SHU |
Target SHU Dalam juataan rupiah |
% |
|
2017 |
19 |
30 |
63% |
|
2018 |
19 |
30 |
63% |
|
2019 |
21 |
30 |
70% |
Berdasarkan
data tabel 3 dapat� dilihat� bahwa�
pada� tahun� 2017�
jumlah Sisa Hasil Usaha�
koperasi� yang� diperoleh�
sebesar� Rp� 19.000.000�
dan� tidak terjadi penurunan dan
kenaikan� pada� tahun�
2018� sebesar� Rp�
19.000.000� atau� 0%� di
karenakan� jumlah penjualan dan
pendapatan relatif sama di tahun 2018.�
Selama tahun 2019 Sisa hasil Usaha koperasi yang terhimpun sebesar Rp
21.000.000 dengan terjadi kenaikan sebesar Rp 2.000.000 atau 11% di karenakan
jumlah penjualan dan pendapatan meningkat, perekonomian yang membaik, yang
berakibat pada tingkat usaha yang membaik pula.
Dari data
diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya faktor-faktor yang
mempengaruhi Sisa Hasil Usaha koperasi yang setiap tahun mengalami naik turun,
naiknya Sisa Hasil Usaha seperti keadaan perekonomian yang semakin membaik yang
mengakibatkan tingkat usaha semakin meningkat.�
Semakin meningkatnya Penjualan dan pendapatan akan semakin meningkatkan
Sisa Hasil Usaha dan Menurunya Sisa Hasil Usaha disebabkan karena tingkat
pendapatan dan penjualan koperasi yang menurun. Dan rata rata pencapaian target
Sisa Hasil Usaha pada koperasi Bersama Insan Kamil lebih dari 60% dari total
yang telah di tetapkan.
2.
Analisis
Verifikatif
1)
Analisis
Koefisien Korelasi X terhadap Y
Analisis korelasi merupakan teknik analisis
yang digunakan untuk melihat hubungan antar variabel. Korelasi adalah ukuran
seberapa kuat dua atau lebih variabel terkait.
Dalam analisis korelasi terdapat analisis
korelasi positif dan analisis korelasi negatif. Korelasi positif adalah
hubungan satu arah. Korelasi positif terjadi apabila dua atau lebih variabel
berjalan secara paralel atau searah, artinya jika variabel bebas bertambah maka
variabel terikat juga bertambah. Sedangkan korelasi negatif adalah korelasi
antara dua variabel atau lebih yang berlawanan arah. Korelasi negatif terjadi
ketika variabel bebas meningkat tetapi variabel terikat menurun atau
sebaliknya.
Koefisien korelasi didefinisikan sebagai
angka yang menunjukkan arah dan tingkat keeratan hubungan antara dua atau lebih
variabel bebas dengan satu variabel terikat. Pada koefisien korelasi sederhana,
nilai yang diperoleh selalu positif. Berdasarkan hubungan antar variabel yang
satu dengan yang lain besarnya koefisien korelasi berkisar antara −1
sampai 1.
Perhitungan koefisien korelasi menggunakan
rumus Pearson�s Product Moment dibantu software SPSS versi 17 menunjukkan hasil
sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil
Perhitungan Koefisien Korelasi Sederhana Menggunakan SPSS Versi 17
|
Correlations |
|||
|
|
|
Modal |
SHU |
|
Modal |
Pearson Correlation |
1 |
.915 |
|
Sig. (2-tailed) |
|
.264 |
|
|
N |
3 |
3 |
|
|
SHU |
Pearson Correlation |
.915 |
1 |
|
Sig. (2-tailed) |
.264 |
|
|
|
N |
3 |
3 |
|
2) Analisis Regresi
Linier
Salah satu metode yang sering digunakan untuk
menganalisis sebab akibat menggunakan analisis regresi. Regresi dalam
statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu
variabel terhadap variabel lain.
Dari perhitungan menggunakan bantuan software SPSS
versi 17 diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel
5. Hasil Perhitungan Koefisien Regresi Sederhana Menggunakan SPSS versi 17
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std.
Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
10.221 |
4.177 |
|
2.447 |
.247 |
|
Modal |
.057 |
.025 |
.915 |
2.271 |
.264 |
|
|
a.
Dependent Variable: SHU |
||||||
Dari tabel 5, dapat dibentuk persamaan regresi
linier sederhana Y = 10.221 + 0.057 X. Konstanta sebesar 10.221 menyatakan
bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel bebas (Modal) maka nilai
variabel tak bebas (Sisa Hasil Usaha) adalah 10.221 Slope sebesar 0.057 menyatakan
bahwa setiap penambahan (karena bernilai +) satu skor nilai variabel bebas
(Modal) akan memberikan kenaikan skor Sisa Hasil Usaha sebesar 0,057.
3) Koefisien
Determinasi
Untuk mengetahui
seberapa besar pengaruh Modal (variabel bebas (X)) terhadap Sisa Hasil Usaha
(variabel terikat (Y)) dapat dihitung dengan rumus Koefisien Determinasi.
Dari perhitungan
menggunakan bantuan software SPSS versi 17 diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 6. Koefisien Determinasi
|
Model Summary |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std.
Error of the Estimate |
|
1 |
.915a |
.838 |
.675 |
.65811 |
|
a.
Predictors: (Constant), Modal |
||||
Dari hasil perhitungan di atas maka dapat diketahui
bahwa besarnya pengaruh Modal terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Bersama
Insan Kamil Kabupaten Majalengka adalah sebesar 83,8%, dan 16,2% di pengaruhi
oleh faktor lain yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini.
3.
Uji Hipotesi
1) Uji T test one
sampel
Tabel
7. One-Sample Statistics
|
|
N |
Mean |
Std. Deviation |
Std. Error Mean |
|
Modal |
3 |
166.3333 |
18.61003 |
10.74451 |
Table 8. One-Sample Test
|
|
Test Value = 140������������������������������������ |
|||||
|
|
t |
df |
Sig. (2-tailed) |
Mean Difference |
95% Confidence Interval of the Difference |
|
|
|
Lower |
Upper |
||||
|
Modal |
2.451 |
2 |
.134 |
26.33333 |
-19.8966 |
72.5632 |
Jika thitng > dari ttabel, maka hipotesis di terima. Berdasarkan
perhitungan di atas dengan tingkat kesalahan a
= 0.05 Maka diperoleh nilai ttabel = 2,353, Sehingga thitung Modal lebih besar
dari ttabel atau 2.451 > 2,353 maka hipotesis terbukti. Artinya
Modal pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka telah mencapai
minimal 65% dari kriteria yang ditetapkan peneliti.
Table 9.
One-Sample Statistics
|
|
N |
Mean |
Std. Deviation |
Std. Error Mean |
|
SHU |
3 |
19.6667 |
1.15470 |
.66667 |
Table 10.
One-Sample Test
|
|
Test Value = 18������������������������������������� |
|||||
|
|
t |
df |
Sig. (2-tailed) |
Mean Difference |
95% Confidence Interval of the
Difference |
|
|
|
Lower |
Upper |
||||
|
SHU |
2.500 |
2 |
.130 |
1.66667 |
-1.2018 |
4.5351 |
Jika t hitng > dari t tabel, maka hipotesis di terima. Berdasarkan
perhitungan di atas dengan tingkat kesalahan a
= 0.05 Maka diperoleh nilai t tabel = 2,353, Sehingga t hitung SHU lebih besar dari
t tabel atau 2,500 > 2,353 maka hipotesis terbukti. Artinya
SHU pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka telah mencapai
minimal 65% dari kriteria yang ditetapkan peneliti.
2) Uji T
Pengujian
hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan uji dua pihak untuk
mengetahui signifikansi antara variabel X yaitu Modal dengan variabel Y yaitu
Sisa Hasil Usaha dihitung dengan rumus Uji-t sebagai berikut :
![]()

= 1.104
Dengan kriteria
pengujian:
Jika t hitung
> dari t tabel, maka korelasi X dengan Y adalah signifikan.
Berdasarkan perhitungan di atas dengan tingkat kesalahan a = 0.05 Maka
nilai t tabel = 2,353 ternyata t hitung lebih kecil dari t tabel atau 1.104
< 2,353 maka hipotesis Tidak terbukti. Artinya terdapat pengaruh positif dan
tidak signifikan antara Modal terhadap Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Bersama
Insan Kamil Kabupaten Majalengka.
Pembahasan
1.
Perkembangan modal pada Koperasi Bersama
Insan Kamil Kabupaten Majalengka
Modal setiap
tahunnya mengalami kenaikan, faktor-faktor yang mempengaruhi modal simpan
pinjam yang setiap tahun mengalami kenaikan adalah jumlah anggota yang
bertambah dan nilai simpanan pokok dan simpanan wajib bertambah setiap tahunya.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Purpintari, 2016) dan (Burhanuddin,
Rajindra, Anggraeni, & Damara, 2018) bahwa
partisipasi anggota mempunyai pengaruh terhadap perkembangan modal pada
koperasi Bintang Sejahtera. Karena dengan adanya partisipasi anggota yang
maksimal, menjadikan perkembangan modal koperasi meningkat.
2.
Perkembangan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi
Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka
Sisa Hasil Usaha koperasi pada setiap tahunnya mengalami kenaikan, hal
ini disebabkan oleh semakin besarnya modal sendiri yang mampu di himpun oleh
koperasi, bertambahnya pendapatan yang di peroleh baik dari bunga pinjaman dan
deviden atas jasa simpan pinjam dan keuntungan penjualan yang di lakukan oleh
koperasi, serta bertambah atau berkurangnya biaya-biaya yang dikeluarkan dari
unit-unit usaha pada koperasi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
(Raidayani, Muhammad,
& Faisal, 2016) bahwa besaran
koefesien aset bernilai positif dan signifikan pada level 5 % yaitu sebesar
0,111823, hal ini bermakna bahwa jika aset semakin bertambah maka diiringi
kenai serta biaya-biaya produksi yang semakin menurun.�����������
3.
Pengaruh pemberian modal terhadap Sisa
Hasil Usaha pada Koperasi Bersama Insan Kamil Kabupaten Majalengka
Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan Modal terhadap Sisa Hasil
Usaha pada Koperasi Bersam Insan Kamil Kabupaten Majalengka hal ini di
karenakan Modal sendiri dihimpun dari anggota dan tidak dibebani bunga dengan
demikian meningkatnya modal sendiri maka akan menambah sisa hasil usaha
koperasi. Modal luar berupa pinjaman tersebut mengandung beban bunga yang harus
dibayarkan koperasi dengan mengurangi pendapatan koperasi sehingga akan
berdampak negatif pada sisa hasil usaha koperasi.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh (Hasan, 2019) dalam jurnalnya
yang berjudul Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Perolehan Sisa
Hasil Usaha Pada Koperasi Abdi Kerta Raharja menyatakan bahwa tidak terdapat
pengaruh yang signifikan antara modal sendiri dan sisa hasil usaha.
Dan hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Mulyanti & Rina,
2017) dalam jurnalnya
yang berjudul Meningkatkan Sisa Hasil Usaha Melalui Modal Dan Pemberian
Pinjaman tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara modal
sendiri terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Simpan Pinjam �Rukun
Mekar� Kabupaten Bandung periode 2010-2015.
KESIMPULAN
1.
Berdasarkan
pada data-data yang telah diperoleh dengan berbagai analisis yang dilakukan,
penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
2.
Modal
yang disalurkan Koperasi Bersama Insan kamil Kabupaten Majalengka dari tahun
2017 sampai 2019 mengalami kenaikan dari tahun ketahun hal itu karena
disebabkan karena jumlah anggota yang bertambah dan nilai simpanan pokok dan
simpanan wajib bertambah setiap tahunya dan pencapaian target Modal pada
koperasi Bersama Insan kamil kab. Majalengka telah mencapai minimal 65% dari
total yang telah di tetapkan.
3.
Sisa
Hasil Usaha Koperasi Koperasi Bersama Insan kamil Kabupaten Majalengka dari
tahun 2017 sampai 2019 terus mengalami kenaikan di karenakan jumlah penjualan
dan pendapatan meningkat, perekonomian yang membaik, yang berakibat pada
tingkat usaha yang membaik pula dan pencapaian target Sisa Hasil Usaha pada
koperasi Bersama Insan kamil kab. Majalengka telah mencapai minimal 65% dari
total yang telah di tetapkan
4.
�Pengaruh modal terhadap Sisa Hasil Usaha pada
Koperasi Koperasi Bersama Insan kamil Kabupaten Majalengka sebesar 54,9 %,
BIBLIOGRAFI
Albana, Isna Farah, & Kusumantoro,
Kusumantoro. (2015). Pengaruh Modal Sendiri Dan Current Ratio Terhadap Sisa
Hasil Usaha (Shu) Di Kpri Kota Semarang 2013. Economic Education Analysis
Journal, 4(3). Google
Scholar
Buchori, Nur Syamsudin. (2012). Koperasi
Syariah teori dan praktik. Banten: Pustaka Aufa Media. Google
Scholar
Burhanuddin, Burhanuddin, Rajindra,
Rajindra, Anggraeni, Rasmi Nur, & Damara, Ema Dian. (2018). Pengaruh Modal
Sendiri Dan Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada Koperasi Simpan
Pinjam Karya Bersama Palu. Jurnal Sinar Manajemen, 5(2), 92�97. Google
Scholar
Hasan, Muh. (2019). Pengaruh Modal Sendiri
Dan Modal Pinjaman Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Abdi Kerta
Raharja. Dynamic Management Journal, 3(1). Google
Scholar
Koperasi, Departemen. (1992). UU No. 25
Tahun 1992 tentang perkoperasian. Departemen Koperasi. Jakarta.
Mardian, Yuni, & Huda, Nurul. (2020).
Analisis Modal Pinjaman Dan Rentabilitas Ekonomi Pada Koperasi Pegawai Republik
Indonesia (KPRI) Rumpun Dinas Peternakan Kabupaten Bima. Jurnal Sains
Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 10(1), 30�35. Google
Scholar
Martowinangun, Kasino, & Aoliyani,
Widdi. (2019). Pengaruh Modal Sendiri Terhadap Sisa Hasil Usaha Pada Primer
Koperasi XXX. Jurnal Co Management, 2(2), 231�245. Google
Scholar
Mulyanti, Dwinta, & Rina, Rina. (2017).
Meningkatkan Sisa Hasil Usaha Melalui Modal Dan Pemberian Pinjaman. Jurnal
Ecodemica Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 1(1), 81�88. Google
Scholar
Purpintari, Rizki. (2016). Pengaruh
Partisipasi Anggota terhadap Perkembangan Modal Pada Koperasi Bintang Sejahtera
di Desa Prajegan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo. Equilibrium: Jurnal
Ilmiah Ekonomi Dan Pembelajarannya, 4(1), 68�76. Google
Scholar
Raidayani, Raidayani, Muhammad, Said, &
Faisal, Faisal. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU)
pada Koperasi di Kabupaten Aceh Barat. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam,
2(2), 167�184. Google
Scholar
Ramli, Bakhhtiar, Poiran, Poiran, Yasmir,
Yasmir, & Adriyanti, Adriyanti. (2019). Penguatan Struktur Keuangan
Koperasi Simpan Pinjam Dalam Pengembangan Usaha (Studi Pada Koperasi Karya
Mulya Muara Bungo). Jurnal Administrasi Sosial Dan Humaniora, 2(3),
1�13. Google
Scholar
Riyanto, Bambang. (2012). Dasar-dasar
Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta. Google
Scholar
Setiawan, Djodi, & Kartiwa, Iwa.
(2020). Pengaruh Modal Sendiri Dan Modal Pinjaman Terhadap Perolehan Sisa Hasil
Usaha (SHU) Pada Koperasi Pegawai�Ri Guru Soreang (Kgs). Akurat| Jurnal
Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA, 11(2), 54�59. Google
Scholar
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Google
Scholar
Winarko, Sigit Puji. (2014). Pengaruh modal
sendiri, jumlah anggota dan aset terhadap sisa hasil usaha pada koperasi di
kota kediri. Nusantara of Research: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian
Universitas Nusantara PGRI Kediri, 1(2).
Google Scholar