PENGARUH EKUITAS DAN BEBAN USAHA TERHADAP
LABA BERSIH PADA PT. WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK, JAKARTA TAHUN 2023
Andi Silvan
STIE Manajemen Bisnis
Indonesia
|
Keywords |
Abstract |
|
Equity; Operating Expenses; Net Profit |
According to Law
Number 40 of 2007 on Limited Liability Companies, it states that a Limited
Liability Company (LLC) is a legal entity also known as a capital alliance,
formed based on an agreement and conducts its business activities with a
total capital divided into shares. Working capital plays a crucial role in
the operational activities of a company because the availability of working
capital is used to facilitate operational activities with the level of profit
obtained by the company. The maximum duration of current liabilities is one
year. Based on the research background, the topic of net profit was chosen,
and it is suspected that equity and operating expenses have a dominant
influence on net profit, with the title "The Influence of Equity and
Operating Expenses on Net Profit at PT Wijaya Karya (Persero) Tbk." The
research objective is to obtain a deeper understanding of the relationship
and the partial and simultaneous influence of equity and operating expenses
on net profit. Also, to determine the extent of the influence of equity and
operating expenses on net profit. The research data consists of secondary
data with a sample size of 32, sourced from quarterly and annual financial
reports during the period from 2015 to 2022. Based on the results of the
correlation coefficient test, an R value of 0.649 was obtained, indicating a
very strong simultaneous relationship between equity and operating expenses
with net profit. The hypothesis testing results show that there is a
significant partial relationship between equity and net profit, with a
t-statistic value of 4.224 > t-table = 2.04523 at a significance level of
0.000 > 0.05. |
|
Kata Kunci |
Abstrak |
|
Ekuitas;
Beban Usaha; Laba Bersih |
Menurut
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, mengatakan
bahwa perusahaan berjenis Perseroan Terbatas adalah suatu badan usaha yang
terbentuk hukum yang disebut juga dengan persekutuan modal dan didirikan
berdasarkan perjanjian dan melakukan kegiatan usahanya dengan modal dasar
yang seluruhnya terbagi dalam saham. Modal kerja memiliki peranan yang
penting dalam kegiatan operasional perusahaan karena dengan tersedianya modal
kerja yang digunakan dalam melancarkan kegiatan operasional dengan tingkat
laba yang diperoleh perusahaan. Jangka waktu utang lancar adalah maksimal
dari satu tahun. Berdasarkan Latar Belakang Penelitian dipilihlah topik laba
bersih dan diduga yang berpengaruh dominan terhadap laba bersih adalah
ekuitas dan beban usaha, dengan judul "Pengaruh Ekuitas dan Beban Usaha
terhadap Laba Bersih pada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk." Tujuan
penelitian adalah memperoleh informasi lebih dalam tentang hubungan dan
pengaruh ekuitas dan beban usaha terhadap laba bersih secara parsial maupun
secara simultan. Serta seberapa besar pengaruh ekuitas dan beban usaha dengan
laba bersih. Adapun data penelitian berupa data sekunder dengan jumlah sampel
sebanyak 32 yang bersumber dari laporan keuangan triwulan dan tahunan selama
periode tahun 2015-2022. Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi diperoleh
nilai R = 0,649 yang menyatakan bahwa secara simultan terdapat hubungan yang
sangat kuat antara ekuitas dan beban usaha dengan laba bersih. Hasil uji
hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial terbukti terdapat hubungan yang
signifikan antara ekuitas terhadap laba bersih dengan nilai t-hitung = 4,224
> t-tabel = 2,04523 pada nilai sig 0,000 > 0,05. |
Corresponding Author: Andi Silvan ��
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Menurut
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, mengatakan bahwa
perusahaan berjenis Perseroan Terbatas adalah suatu badan usaha yang terbentuk
hukum yang disebut juga dengan persekutuan modal dan didirikan berdasarkan
perjanjian dan melakukan kegiatan usahanya dengan modal dasar yang seluruhnya
terbagi dalam saham (Haikal,
2021).
Untuk
menjalankan kegiatan operasionalnya setiap badan usaha membutuhkan modal.
Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, modal PT
terbagi menjadi tiga bagian, pertama modal dasar, pada awalnya Undang-Undang
menentukan modal dasar Perseroan Terbatas minimal berjumlah Rp 50.000.000,-
(lima puluh juta Rupiah) namun pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2021
tentang Modal Dasar Perseroan Serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan
Pembubaran Perseroan yang Memenuhi Kriteria untuk Usaha Mikro dan Kecil, modal
ditentukan berdasarkan keputusan pendiri perusahaan. Kedua modal yang
ditempatkan, modal ini mengacu pada jumlah modal yang akan diberikan oleh para
pemegang saham perusahaan (Nurnaningsih
& Solihin, 2020). Modal dasar yang sudah ditentukan harus
ditempatkan paling sedikit 25% dari modal dasar (Sinaga,
2017). Ketiga modal yang disetorkan, berupa modal yang disetorkan
oleh para pemegang saham, besaran modal yang disetorkan sama dengan modal yang
ditempatkan oleh pemegang saham (Aditya,
2022).
Perseroan
Terbatas pada praktiknya terdapat beberapa klasifikasi, salah satunya Perseroan
Terbuka. Perseroan Terbatas Terbuka merupakan perusahaan yang modal dan jumlah
pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu atau perseroan yang melakukan
penawaran umum, sesuai dengan perundang-undangan di bidang pasar modal (Nurnaningsih
& Solihin, 2020). Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun
2007 tentang Perseroan Terbatas, mendefinisikan Perseroan Terbuka sebagai
Perseroan Publik atau Perseroan yang melakukan penawaran saham sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan menurut pasar modal (Hartanto,
2020). Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan
Saham Perseroan Terbuka, Perusahaan Terbuka adalah Emiten yang telah melakukan
penawaran umum efek bersifat ekuitas atau Perusahaan Publik.
Initial
Public Offering (IPO) didefinisikan sebagai: �a company�s first public sale of
stock; the first offering of an issuer�s equity securities to the public
through a registration statement�. Dalam IPO, perusahaan akan memperoleh dana
dari masyarakat yang membeli efek yang diterbitkan oleh perusahaan. Sementara
itu, masyarakat akan menjadi pemegang saham perusahaan (Gadeng et
al., 2023).
Bapepam
adalah singkatan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, yaitu
pihak yang berwenang melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan kegiatan
sehari-hari di pasar modal. Bapepam dibentuk oleh pemerintah berdasarkan hasil
Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 53 Tahun 1990. Beberapa manfaat
perencanaan adalah: Membantu para manajer untuk memiliki pemikiran yang
visioner, mampu melihat masalah-masalah dan peluang-peluang yang mungkin akan
terjadi dan yang akan dihadapi di waktu mendatang. Membantu meningkatkan
koordinasi dalam pengambilan keputusan. Membantu memantapkan konsistensi
kegiatan anggota organisasi agar sesuai dengan tujuan organisasi (Ismawanti,
2021). Mengarahkan kegiatan organisasi yang meliputi penggunaan
sumber daya dan penggunaannya untuk mencapai tujuan organisasi. Memonitor
kemajuan organisasi, jika organisasi berjalan menyimpang dari tujuan yang telah
ditetapkan, dapat dilakukan pengendalian (Tyas et
al., 2022).
Berdasarkan
latar belakang penelitian, maka dilakukan Identifikasi Masalah untuk lebih memahami
masalah yang diangkat yaitu apakah ekuitas berhubungan dan berpengaruh terhadap
laba bersih, apakah beban usaha berhubungan dan berpengaruh terhadap laba
bersih, apakah modal kerja berhubungan dan berpengaruh terhadap laba bersih.
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi berupa penjelasan lebih
dalam mengenai hubungan dan pengaruh ekuitas terhadap laba bersih. Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dalam upaya pengembangan ilmu dan
menjadi referensi untuk peneliti selanjutnya dengan memodifikasi, menambah
ataupun mengembangkan variabel-variabelnya serta sekaligus menambah koleksi
tambahan perpustakaan khususnya mengenai pengaruh ekuitas dan beban usaha
terhadap laba bersih (Poli,
2020).
METODE PENELITIAN
Metode
penelitian yang digunakan adalah metode pengaruh. Jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. Bentuk penelitian yang
digunakan adalah penelitian kuantitatif. Di dalam penelitian ini akan
dijelaskan tentang hubungan kausal dan pengaruh antara variabel bebas yaitu
ekuitas dan beban usaha dengan variabel terikat yaitu laba bersih. Dalam
penelitian ini populasi yang akan diteliti adalah laporan keuangan PT. Wijaya
Karya (Persero) Tbk. Jakarta. Penelitian
ini menggunakan teknik non probability
sampling, yaitu populasi yang dipilih tidak memiliki peluang atau
kesempatan yang sama. Dalam hal ini yang mejadi sampel adalah ekuitas, beban
usaha, dan laba bersih yang diolah dari laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi pada PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Jakarta, dari tahun 2018 sampai
dengan 2022. Subjek
dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada PT. Wijaya Karya (Persero)
Tbk. Jakarta dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2022 sebagai sumber informasi
untuk penelitian ini. Objek yang akan diteliti adalah
variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dari penelitian ini adalah
ekuitas (X1) dan beban usaha (X2) dan variabel terikat dari penelitian ini
adalah laba bersih (Y). Teknik
pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian adalah penelusuran data
sekunder. Data
sekunder atau dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan
mengmpulkan data-data dari laporan keuangan perusahaan yang telah tercatat
milik PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode analisis data kuantitatif dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science)
versi 26 untuk menguji variabel ekuitas dan beban usaha terhadap laba bersih
pada PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Jakarta.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Diskripsi
Data
��������� Berdasarkan
data laporan keuangan (lampiran 1), dapat disajikan data keuangan seperti Tabel
1 sampai dengan Tabel 4 berikut.
Tabel 1
Ekuitas Tahun 2015-2022 (Rp 000)
|
Tahun |
Triwulan |
Ekuitas Per Triwulan |
Rata-Rata Ekuitas Per Triwulan |
|
2014 |
IV |
4.978.758.224 |
|
|
2015 |
I |
4.958.942.123 |
4.968.850.174 |
|
II |
4.989.191.878 |
4.974.067.001 |
|
|
III |
5.156.586.804 |
5.072.889.341 |
|
|
IV |
5.438.101.365 |
5.297.344.085 |
|
|
2016 |
I |
5.532.282.188 |
5.485.191.777 |
|
II |
5.599.802.501 |
5.566.042.345 |
|
|
III |
5.706.446.586 |
5.653.124.544 |
|
|
IV |
12.675.327.642 |
9.190.887.114 |
|
|
2017 |
I |
12.763.894.360 |
12.719.611.001 |
|
II |
12.854.525.241 |
12.809.209.801 |
|
|
III |
13.175.333.982 |
13.014.929.612 |
|
|
IV |
14.631.824.613 |
13.903.579.298 |
|
|
2018 |
I |
14.733.813.114 |
14.682.818.864 |
|
II |
14.972.628.376 |
14.853.220.745 |
|
|
III |
15.384.920.484 |
15.178.774.430 |
|
|
IV |
17.215.314.565 |
16.300.117.525 |
|
|
2019 |
I |
17.556.658.272 |
17.385.986.419 |
|
II |
17.807.618.423 |
17.682.138.348 |
|
|
III |
18.344.123.685 |
18.075.871.054 |
|
|
IV |
19.215.732.987 |
18.779.928.336 |
|
|
2020 |
I |
16.791.770.681 |
18.003.751.834 |
|
II |
16.223.892.679 |
16.507.831.680 |
|
|
III |
16.169.896.448 |
16.196.894.564 |
|
|
IV |
16.657.425.071 |
16.413.660.760 |
|
|
2021 |
I |
16.762.539.242 |
16.709.982.157 |
|
II |
16.786.847.209 |
16.774.693.226 |
|
|
III |
17.980.009.548 |
17.383.428.379 |
|
|
IV |
17.435.077.712 |
17.707.543.630 |
|
|
2022 |
I |
17.447.139.029 |
17.441.108.371 |
|
II |
17.433.956.201 |
17.440.547.615 |
|
|
III |
17.427.140.992 |
17.430.548.597 |
|
|
IV |
17.493.206.188 |
17.460.173.590 |
Lanjutan
Tabel 4.1
Sumber: Diolah,
2023
Tabel 2
Sumber: Diolah, 2023
Beban Usaha Tahun 2015-2022 (Rp 000)
|
Tahun |
Triwulan |
Beban Usaha Komulatif |
|
2015 |
I |
82.278.337 |
|
II |
184.384.455 |
|
|
III |
288.407.005 |
|
|
IV |
429.157.646 |
|
|
2016 |
I |
86.993.331 |
|
II |
227.458.208 |
|
|
III |
333.932.937 |
|
|
IV |
526.935.753 |
|
|
2017 |
I |
117.851.829 |
|
II |
305.178.549 |
|
|
III |
494.819.633 |
|
|
IV |
676.672.875 |
|
|
2018 |
I |
165.278.002 |
|
II |
401.383.786 |
|
|
III |
638.853.189 |
|
|
IV |
892.227.411 |
|
|
2019 |
I |
172.866.778 |
|
II |
438.532.064 |
|
|
III |
635.559.366 |
|
|
IV |
968.255.356 |
|
|
2020 |
I |
194.675.588 |
|
II |
523.005.776 |
|
|
III |
744.471.792 |
|
|
IV |
3.128.491.241 |
|
|
2021 |
I |
184.890.251 |
|
II |
375.257.930 |
|
|
III |
1.338.617.824 |
|
|
IV |
1.848.867.783 |
|
|
|
I |
394.222.278 |
|
II |
741.065.641 |
|
|
III |
1.173.263.009 |
|
|
IV |
2.044.526.336 |
Tabel 3
Laba Bersih Tahun 2015-2022 (Rp 000)
|
Tahun |
Triwulan |
Laba Bersih Komulatif |
Laba Bersih Per Triwulan |
|
2015 |
I |
66.594.118 |
66.594.118 |
|
II |
219.880.627 |
153.286.509 |
|
|
III |
420.939.555 |
201.058.928 |
|
|
IV |
703.005.054 |
282.065.499 |
|
|
2016 |
I |
94.180.823 |
94.180.823 |
|
II |
305.516.529 |
211.335.706 |
|
|
III |
470.788.619 |
165.272.090 |
|
|
IV |
1.198.619.573 |
727.830.954 |
|
|
2017 |
I |
265.179.055 |
265.179.055 |
|
II |
486.521.712 |
221.342.657 |
|
|
III |
762.933.508 |
276.411.796 |
|
|
IV |
1.356.115.489 |
593.181.981 |
|
|
2018 |
I |
215.424.134 |
215.424.134 |
|
II |
632.523.258 |
417.099.124 |
|
|
III |
1.057.160.710 |
424.637.452 |
|
|
IV |
2.073.299.864 |
1.016.139.154 |
|
|
2019 |
I |
341.343.707 |
341.343.707 |
|
II |
1.015.047.924 |
673.704.217 |
|
|
III |
1.567.917.706 |
552.869.782 |
|
|
IV |
2.621.015.140 |
1.053.097.434 |
|
|
2020 |
I |
152.369.984 |
152.369.984 |
|
II |
324.746.005 |
172.376.021 |
|
|
III |
140.940.105 |
-183.805.900 |
|
|
IV |
322.342.513 |
181.402.408 |
|
|
2021 |
I |
105.114.171 |
105.114.171 |
|
II |
136.098.461 |
30.984.290 |
|
|
III |
185.952.591 |
49.854.130 |
|
|
IV |
214.424.794 |
28.472.203 |
|
|
2022 |
I |
9.479.170 |
9.479.170 |
|
II |
12.353.015 |
2.873.845 |
|
|
III |
5.537.806 |
-6.815.209 |
|
|
IV |
12.586.435 |
7.048.629 |
Sumber: Diolah, 2023
Tabel 4
Data Untuk Diolah (X1, X2,
Y) (Rp 000)
|
Tahun |
Triwulan |
�Rata-Rata Ekuitas (X1) |
Beban Usaha Per Triwulan (X2) |
�Laba Bersih Per Triwulan (Y) |
|
2015 |
�I |
4.968.850.174 |
82.278.337 |
66.594.118 |
|
�II |
4.974.067.001 |
184.384.455 |
153.286.509 |
|
|
�III |
5.072.889.341 |
288.407.005 |
201.058.928 |
|
|
�IV |
5.297.344.085 |
429.157.646 |
282.065.499 |
|
|
2016 |
�I |
5.485.191.777 |
86.993.331 |
94.180.823 |
|
�II |
5.566.042.345 |
227.458.208 |
211.335.706 |
|
|
�III |
5.653.124.544 |
333.932.937 |
165.272.090 |
|
|
�IV |
9.190.887.114 |
526.935.753 |
727.830.954 |
|
|
2017 |
�I |
4.968.850.174 |
117.851.829 |
265.179.055 |
|
�II |
4.974.067.001 |
305.178.549 |
221.342.657 |
|
|
�III |
5.072.889.341 |
494.819.633 |
276.411.796 |
|
|
�IV |
5.297.344.085 |
676.672.875 |
593.181.981 |
|
|
2018 |
�I |
14.682.818.864 |
165.278.002 |
215.424.134 |
|
�II |
14.853.220.745 |
401.383.786 |
417.099.124 |
|
|
�III |
15.178.774.430 |
638.853.189 |
424.637.452 |
|
|
�IV |
16.300.117.525 |
892.227.411 |
1.016.139.154 |
|
|
2019 |
�I |
17.385.986.419 |
172.866.778 |
341.343.707 |
|
�II |
17.682.138.348 |
438.532.064 |
673.704.217 |
|
|
�III |
18.075.871.054 |
635.559.366 |
552.869.782 |
|
|
�IV |
18.779.928.336 |
968.255.356 |
1.053.097.434 |
|
|
2020 |
�I |
18.003.751.834 |
194.675.588 |
152.369.984 |
|
�II |
16.507.831.680 |
523.005.776 |
172.376.021 |
|
|
�III |
16.196.894.564 |
744.471.792 |
-183.805.900 |
|
|
�IV |
16.413.660.760 |
3.128.491.241 |
181.402.408 |
|
|
2021 |
�I |
16.709.982.157 |
184.890.251 |
105.114.171 |
|
�II |
16.774.693.226 |
375.257.930 |
30.984.290 |
|
|
�III |
17.383.428.379 |
1.338.617.824 |
49.854.130 |
|
|
�IV |
17.707.543.630 |
1.848.867.783 |
28.472.203 |
|
|
2022 |
�I |
17.441.108.371 |
394.222.278 |
9.479.170 |
|
�II |
17.440.547.615 |
741.065.641 |
2.873.845 |
|
|
�III |
17.430.548.597 |
1.173.263.009 |
-6.815.209 |
|
|
�IV |
17.460.173.590 |
2.044.526.336 |
7.048.629 |
Sumber: Diolah, 2023
Hasil
Olahan
Uji
Normalitas Data
��������� Berikut
hasil uji normalitas data yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS dan dapat
dilihat pada Grafik 1 dan Tabel 5

Grafik 1
Hasil Uji Normalitas Grafik
P-Plot
Sumber: Hasil output SPSS 26
��������� Grafik
1 menunjukan bahwa sebagian titik-titik pada diagram plot menyebar disekitar
garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonalnya, ini menandakan bahwa data
yang diolah merupakan data yang berditribusi secara normal. Untuk mendukung
hasil uji normalitas dengan grafik plot,
berikut hasil uji normalitas dengan menggunakan one sample Kolmogorov-smirnov test.
Tabel 5
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov
|
One-Sample
Kolmogorov-Smirnov Test |
||
|
|
Unstandardized
Residual |
|
|
N |
32 |
|
|
Normal Parametersa,b |
Mean |
.0000000 |
|
Std. Deviation |
220327832.62595630 |
|
|
Most Extreme Differences |
Absolute |
.148 |
|
Positive |
.148 |
|
|
Negative |
-.098 |
|
|
Test Statistic |
.148 |
|
|
Asymp. Sig. (2-tailed) |
.071c |
|
|
a. Test distribution is
Normal. |
||
|
b. Calculated from data. |
||
|
c. Lilliefors
Significance Correction. |
||
Sumber: Hasil output SPSS 26
��������� Berdasarkan
Tabel 5 hasil uji normalitas dengan metode one
sample Kolmogorov-smirnov test diperoleh nilai taraf signifikansi (asymp.sig) sebesar 0,071. Maka dari
hasil uji normalitas tersebut, dapat diartikan bahwa data berdistribusi secara
normal karena memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05.
Uji
Klasik
Uji
Multikolinieritas
��������� Berikut hasil uji multikolinieritas yang diperoleh dari
hasil pengolahan SPSS.
Tabel 6
Hasil Uji Multikolinieritas
|
Coefficientsa |
||||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
Collinearity Statistics |
|||
|
B |
Std. Error |
Beta |
Tolerance |
VIF |
||||
|
1 |
(Constant) |
-132543809.845 |
139676804.311 |
|
-.949 |
.350 |
|
|
|
Ekuitas |
.067 |
.016 |
1.131 |
4.224 |
.000 |
.278 |
3.594 |
|
|
Beban Usaha |
-.054 |
.012 |
-1.217 |
-4.544 |
.000 |
.278 |
3.594 |
|
|
a. Dependent Variable: Laba Bersih |
||||||||
Sumber: Hasil output SPSS 26
Tabel 6 menunjukan hasil
nilai Tolerance variabel Ekuitas (X1)
dan variabel Beban Usaha (X2) sebesar 0,278 dengan nilai VIF sebesar
3,594. Dengan demikian kedua variabel tersebut memiliki nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 dan
nilai VIF lebih kecil dari 10,00. Maka dapat dijelaskan bahwa data kedua
variabel tidak terjadi gejala multikolinieritas dalam model regresi.
Uji
Heteroskedastisitas
Berikut
hasil uji Heteroskedastisitas yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.

Grafik 2
Hasil Uji
Heteroskedastisitas
Sumber: Hasil output SPSS 26
��������� Berdasarkan
Grafik 2 terlihat bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas dan
titik-titik menyebar secara acak baik diatas maupun dibawah angka 0 (nol) pada
sumbu Y. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa model regresi tidak terdapat
gejala heteroskedastisitas.
Uji Autokorelasi
��������� Berikut
hasil uji autokorelasi yang diperoleh dari hasil pengolahan menggunakan SPSS
Tabel 7
Hasil Uji Autokorelasi
|
Model
Summaryb |
|||||
|
Model |
R |
R
Square |
Adjusted
R Square |
Std.
Error of the Estimate |
Durbin-Watson |
|
1 |
.649a |
.421 |
.382 |
227798683.711 |
1.753 |
|
a. Predictors:
(Constant), Beban Usaha, Ekuitas |
|||||
|
b. Dependent Variable:
Laba Bersih |
|||||
Sumber: Hasil output SPSS 26
Tabel
7 menunjukkan hasil nilai Durbin Watson
(DW) dari uji autokorelasi sebesar 1,753. Dan berdasarkan
tabel Durbin Watson untuk K=2 dengan N=32 diperoleh nilai batas bawah (dl) sebesar 1,100 dan nilai batas atas (du) sebesar 1,351. Sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, maka DW hitung sebesar 1,753 masuk
dalam kriteria -2 ≤ DW ≤ 2. Sehingga dapat
dijelaskan bahwa data penelitian terbebas dari gejala autokorelasi.
Uji Metode
Koefisien Korelasi
Koefisien Korelasi Parsial
��������� Berikut hasil uji metode analisi
koefisien korelasi secara parsial yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel 8
Hasil Analisis Koefisien
Korelasi Parsial
|
Correlations |
||||
|
|
Ekuitas |
Beban
Usaha |
Laba
Bersih |
|
|
Ekuitas |
Pearson Correlation |
1 |
.850** |
.098 |
|
Sig. (2-tailed) |
|
.000 |
.595 |
|
|
N |
32 |
32 |
32 |
|
|
Beban Usaha |
Pearson Correlation |
.850** |
1 |
-.256 |
|
Sig. (2-tailed) |
.000 |
|
.158 |
|
|
N |
32 |
41 |
32 |
|
|
Laba Bersih |
Pearson Correlation |
.098 |
-.256 |
1 |
|
Sig. (2-tailed) |
.595 |
.158 |
|
|
|
N |
32 |
32 |
32 |
|
|
**. Correlation is
significant at the 0.01 level (2-tailed). |
||||
Sumber: Hasil output SPSS 26
��������� Tabel
8 menunjukan hasil nilai koefisien korelasi antara variabel ekuitas (X1) dengan variabel laba bersih (Y) adalah
sebesar 0,098 dengan hasil nilai yang positif. Dan hasil nilai koefisien
korelasi antara variabel beban usaha (X2) dengan variabel laba bersih (Y) adalah
sebesar -0,256 dengan hasil nilai yang negatif.
Koefisien Korelasi Simultan
��������� Berikut
hasil uji metode analisis koefisien korelasi secara simultan yang diperoleh
dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel 9
Hasil Analisis Koefisien
Korelasi Simultan
|
Model
Summaryb |
||||
|
Model |
R |
R
Square |
Adjusted
R Square |
Std.
Error of the Estimate |
|
1 |
.649a |
.421 |
.382 |
227798683.711 |
|
a. Predictors:
(Constant), Beban Usaha, Ekuitas |
||||
|
b. Dependent Variable:
Laba Bersih |
||||
Sumber: Hasil output SPSS 26
��������� Tabel
9 menunjukan bahwa hasil koefisien korelasi (R) antara variabel ekuitas (X1) dan variabel beban usaha
(X2) secara simultan dengan variabel laba bersih (Y) sebesar 0,649
dengan hasil nilai yang positif.
Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi Parsial
��������� Berikut
hasil uji metode koefisien determinasi secara parsial antara variabel ekuitas (X1) terhadap variabel laba
bersih (Y).
Tabel 10
Hasil Uji Koefisien
Determinasi Parsial (Ekuitas)
|
Model
Summary |
||||
|
Model |
R |
R
Square |
Adjusted
R Square |
Std.
Error of the Estimate |
|
1 |
.098a |
.010 |
-.023 |
293041477.126 |
|
a. Predictors:
(Constant), Ekuitas |
||||
Sumber:
Hasil output SPSS 26
Tabel 10 menunjukan bahwa hasil koefisien determinasi parsial (R Square) antara variabel ekuitas (X1) terhadap variabel laba
bersih (Y) adalah sebesar 0,010. Sedangkan hasil uji metode koefisien determinasi secara parsial antara variabel
beban usaha (X2) terhadap variabel
laba bersih (Y)
adalah sebagai berikut.
Tabel 11
Hasil Uji
Koefisien Determinasi Parsial (Beban Usaha)
|
Model
Summary |
||||
|
Model |
R |
R
Square |
Adjusted
R Square |
Std.
Error of the Estimate |
|
1 |
.256a |
.065 |
.034 |
284659365.718 |
|
a. Predictors:
(Constant), Beban Usaha |
||||
Sumber:
Hasil output SPSS 26
�� Tabel 11 menunjukkan
bahwa hasil koefisien determinasi secara
parsial (R square) antara variabel beban
usaha (X2) terhadap variabel
laba bersih (Y) adalah sebesar 0,065.
Koefisien Determinasi Simultan
��������� Berikut
hasil uji metode koefisien determinasi secara simultan yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel 12
Hasil Uji Koefisien Determinasi Simultan
|
Model Summary |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the
Estimate |
|
1 |
.649a |
.421 |
.382 |
227798683.711 |
|
a. Predictors: (Constant), Beban Usaha, Ekuitas |
||||
Sumber:
Hasil output SPSS 26
Tabel 12 menunjukkan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) antara variabel ekuitas (X1) dan variabel
beban usaha (X2) secara simultan terhadap variabel laba bersih (Y) adalah sebesar 0,382. Nilai tersebut
berarti bahwa kemampuan kombinasi variabel ekuitas (X1) dan variabel beban usaha (X2)
secara simultan dalam mempengaruhi variabel
laba bersih (Y) (Koeswardhana,
2020).
Regresi Linear Berganda
Berikut hasil analisis regresi linear berganda yang
diperoleh dari hasil pengelolaan SPSS.
Tabel 13
Hasil Analisis
Regresi Linear Berganda
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std.
Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
-132543809.845 |
139676804.311 |
|
-.949 |
.350 |
|
Ekuitas |
.067 |
.016 |
1.131 |
4.224 |
.000 |
|
|
Beban Usaha |
-.054 |
.012 |
-1.217 |
-4.544 |
.000 |
|
|
a.
Dependent Variable: Laba Bersih |
||||||
Sumber:
Hasil output SPSS 26
Berdasarkan analisis
Tabel 13 dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda dalam
penelitian ini yaitu :
Y���� =� α + β1X1 + β2X2 + e
Y���� =� -132543809,845 + 0,067X1 + (-0,054X2)
+ e
Dimana:��������������� Y���� =� Laba
Bersih
��� =� Konstanta�������������������� =� -132.543.810
β1��� =� Koefisien Regresi X1�� =� 0,067
β2�� =� Koefisien Regresi X2�� =� -0,054
X1�� =� Ekuitas
X2�� =� Beban Usaha
e���� =� Error
��������� Persamaan regresi linear berganda
tersebut dapat dinyatakan bahwa nilai konstanta variabel laba bersih (Y) yang
diperoleh adalah sebesar -132543809,845
dan nilai koefisien regresi untuk variabel ekuitas (X1)
adalah sebesar 0,067 serta nilai koefisien regresi untuk variabel beban usaha
(X2) adalah sebesar -0,054.
Uji
Hipotesis
Uji
t
��������� Berikut
hasil uji hipotesis menggunakan uji t yang diperoleh dari hasil pengelolaan
SPSS.
Tabel 14
Hasil Uji Hipotesis (Uji t)
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
-132543809.845 |
139676804.311 |
|
-.949 |
.350 |
|
Ekuitas |
.067 |
.016 |
1.131 |
4.224 |
.000 |
|
|
Beban
Usaha |
-.054 |
.012 |
-1.217 |
-4.544 |
.000 |
|
|
a.
Dependent Variable: Laba Bersih |
||||||
Sumber: Hasil output SPSS 26
��������� Untuk
pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t, ditentukan nilai t-tabel pada
tabel distribusi t dengan taraf signifikansi 0,05 dan jumlah N (sampel) = 32
serta jumlah variabel bebas (k) = 2 atau df (degree of freedom) = 29 (df = N � (k-1) = 29) yaitu sebesar +-
2,045. Berdasarkan variabel bebas dan rumusan hipotesis pada butir 2.6,
pengujian hipotesis dengan uji t akan dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:
1.
Uji
Hipotesis Pertama
Rumusan hipotesis yang pertama dalam penelitian ini adalah
�terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel ekuitas (X1) dengan variable laba
bersih (Y)�. Berdasarkan Tabel 14 diperoleh nilai t-hitung dari variabel ekuitas (X1)
sebesar 4,224 dengan taraf signifikansi 0,000. Maka nilai t-hitung=
4,224 > t-tabel =
2,045 atau nilai taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga hasil uji
hipotesis pertama adalah H01 ditolak dan Ha1 diterima, yang berarti terdapat hubungan dan pengaruh yang
signifikan antara variable ekuitas
(X1) dengan
variabel laba bersih (Y) (Ganar,
2018).
2.
Uji
Hipotesis Kedua
Rumusan hipotesis yang kedua dalam penelitian ini adalah
�terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel beban usaha (X2) dengan variable laba
bersih (Y)�. Berdasarkan Tabel 14 diperoleh nilai t-hitung dari variabel beban usaha (X2)
sebesar -4,544 dengan taraf signifikansi 0,000. Maka nilai t-hitung=
-4,544 > t-tabel =
-2,045 atau nilai taraf signifikasnsi 0,000 < 0,05. Sehingga hasil uji
hipotesis pertama adalah H02 ditolak dan Ha2 diterima, yang berarti terdapat hubungan dan pengaruh yang
signifikan antara variable beban
usaha (X2) dengan
variabel laba bersih (Y).
Uji F
Berikut hasil uji hipotesis menggunakan uji F yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel 15
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean
Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
1096075585090477820.000 |
2 |
548037792545238910.000 |
10.561 |
.000b |
|
Residual |
1504874968719193340.000 |
29 |
51892240300661840.000 |
|
|
|
|
Total |
2600950553809671200.000 |
31 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Laba Bersih |
||||||
|
b. Predictors: (Constant), Beban Usaha,
Ekuitas |
||||||
Sumber:
Hasil output SPSS 26
Pengujian hipotesis dengan
mengunakan uji F adalah rumusan hipotesis yang ketiga dalam penelitian ini
yaitu �terdapat hubungan dan pengaruh variabel ekuitas (X1) dan
variabel beban usaha (X2) secara simultan terhadap variabel laba
bersih (Y)�. Untuk menguji rumusan hipotesis tersebut, diperlukan nilai F-tabel pada
tabel distribusi F dengan taraf signifikansi 0,05 pada df = 29 (df = N � (k-1)
= 29) dan pada df pembilang = 2 yaitu sebesar 3,33. Berdasarkan Tabel 4.15
diperoleh nilai F-hitung sebesar 10,561 dengan taraf signifikansi
0,000. Maka hasil nilai F-hitung=
10,561 > F-tabel= 3,33 atau nilai taraf signifikasi 0,000 < 0,05. Sehingga hasil uji
hipotesis ketiga adalah H03 ditolak dan Ha3 diterima, yang berarti terdapat hubungan dan pengaruh yang
signifikan antara variabel ekuitas (X1) dan variabel beban usaha (X�2)
secara simultan terhadap variabel laba bersih (Y).
Pembahasan
Hasil Uji Metode
Koefisien Korelasi
Koefisien
Korelasi Parsial
��������� Tabel
8 menunjukan hasil nilai koefisien korelasi antara variabel ekuitas (X1)
dengan variabel laba bersih (Y) sebesar 0,098 dengan hasil nilai yang
positif. Hal ini disebabkan karena sifat laba yang searah dengan ekuitas, jika
laba mengalami kenaikan maka ekuitas bertambah, begitupun sebaliknya. Dan hasil
nilai koefisien korelasi antara variabel beban usaha (X2)
dengan variabel laba bersih (Y) sebesar -0,256 dengan hasil nilai yang
negatif. Hal ini disebabkan karena sifat beban yang berbanding terbalik dengan
laba, jika beban mengalami penurunan maka laba mengalami kenaikan, begitupun
sebaliknya. Berdasarkan interpretasi Tabel 2 yang telah dibahas pada bab
sebelumnya, nilai koefisien korelasi antara variabel ekuitas (X1)
dengan variabel laba bersih (Y) berada diantara interval 0,00 � 0,199
dengan interpretasi tingkat hubungan yang sangat rendah. Nilai koefisien
korelasi antara variabel beban usaha (X2) dengan variabel laba bersih (Y) berada diantara interval 0,20 � 0,399
dengan interpretasi tingkat hubungan yang rendah. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa hubungan variabel ekuitas dengan variabel laba bersih
menghasilkan hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang sangat rendah.
Dan hubungan variabel beban usaha dengan variabel laba bersih menghasilkan
hubungan yang negatif dengan tingkat hubungan yang rendah (Handayani,
2018). Hubungan yang positif dapat diartikan hubungan variabel
bebas berjalan searah dengan variabel terikat. Atau dapat diinterpretasikan
jika variabel ekuitas mengalami kenaikan maka variabel laba bersih akan
mengalami peningkatan dan sebaliknya, jika variabel ekuitas mengalami penurunan
maka variabel laba bersih akan mengalami penurunan. Hubungan yang negatif dapat
diartikan variabel bebas berjalan berlawanan dengan variabel terikat (Yuni,
2017). Atau dapat diinterpretasikan jika variabel beban usaha
mengalami kenaikan maka variabel laba bersih akan mengalami penurunan dan
sebaliknya, jika variabel beban usaha mengalami penurunan maka variabel laba
bersih akan mengalami peningkatan.
Koefisien
Korelasi Simultan
��������� Berdasarkan
Tabel 9, nilai analisis koefisien korelasi (R) antara variabel ekuitas (X1) dan variabel beban usaha (X2) secara simultan dengan variabel laba
bersih (Y) sebesar 0,649 dengan hasil nilai yang positif. Dan dari Tabel 2,
nilai tersebut berada diantara interval 0,60 � 0,799 dengan interpretasi
tingkat hubungan yang kuat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hubungan
variabel ekuitas dan beban usaha secara simultan dengan variabel laba bersih
menghasilkan hubungan yang positif dengan arah hubungan yang searah dan tingkat
hubungan yang kuat (Wahyuni
& Hafiz, 2018).
Koefisien Determinasi
Koefisien
Determinasi Parsial
��������� Berdasarkan
hasil uji metode koefisien determinasi secara parsial Tabel 10 dan Tabel 11,
diperoleh nilai (R Square) antara
variabel ekuitas (X1) dengan variabel laba bersih (Y) sebesar 0,010 dan nilai (R Square) antara variabel beban usaha (X2)
dengan variabel laba bersih (Y) sebesar 0,065. Dengan demikian nilai
koefisien determinasi (KD) atau besaran presentase kemampuan variabel ekuitas
secara parsial dalam mempengaruhi variabel laba bersih sebesar 1% dan nilai
koefisien determinasi (KD) atau besaran presentase kemampuan variabel beban
usaha secara parsial dalam mempengaruhi variabel laba bersih sebesar 6,5%.
Koefisien
Determinasi Simultan
��������� Berdasarkan
Tabel 12, diperoleh nilai Adjusted R2
sebesar 0,382. Adapun nilai koefisien determinasi atau besaran presentasi
kemampuan kombinasi variabel ekuitas (X1) dan variabel beban usaha (X2) secara simultan mempengaruhi variabel
laba bersih (Y) diperlukan perhitungan sebagai berikut:
KD���� =� AdjustedR2� X 100%
=� 0,382
x 100%
=� 38,2%
��������� Artinya
nilai koefisien determinasi atau presentase kemampuan yang diberikan oleh
kombinasi variabel ekuitas dan variabel beban usaha secara simultan dalam
mempengaruhi variabel laba bersih sebesar 38,2% dan sisanya sebesar 61,8%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini dan
sesuai dengan yang telah diuraikan pada model penelitian ini (dapat dilihat
pada Gambar 3).
Persamaan Regresi
��������� Berdasarkan
hasil analisis regresi berganda Tabel 13 maka diperoleh persamaan regresi
linier berganda dalam penelitian ini, yaitu:
Y���� =� -132543809,845 + 0,067X1 + (-0,054X2) + e
��������� Persamaan
regresi linier berganda tersebut dapat dinyatakan bahwa nilai konstanta
variabel laba bersih (Y) dengan diperoleh adalah sebesar -132543809,845 dan nilai koefisien
regresi untuk variabel ekuitas (X1)
adalah sebesar 0,067 serta nilai koefisien regresi untuk variabel beban usaha (X2) adalah sebesar -0,054. Adapun
interpretasi dari persamaan regresi linier berganda tersebut adalah:
� =� �� Nilai konstanta sebesar -132543809,845 menyatakan bahwa jika nilai variabel ekuitas dan variabel beban usaha tidak ada perubahan
(peningkatan/penurunan) maka nilai konsistensi variabel laba bersih tetap sebesar -132543809,845.
β1 = ��� Nilai koefisien regresi sebesar 0,067 menyatakan bahwa
jika nilai variable ekuitas bertambah 1 (satu) poin, maka nilai
konsistensi variabel laba
bersih akan mengalami penambahan sebesar 0,067 dengan asumsi
nilai variabel beban usaha tidak ada perubahan (konstan) atau tetap.
β2 = ��� Nilai
koefisien regresi sebesar -0,054
menyatakan
bahwa jika nilai variabel beban usaha bertambah
1 (satu) poin, maka nilai konsistensi variabel laba bersih akan mengalami penurunan sebesar -0,054 dengan asumsi
nilai variabel ekuitas tidak ada perubahan (konstan) atau tetap.
Dengan
demikian dapat diartikan bahwa perubahan nilai variabel ekuitas dan variabel beban
usaha akan mempengaruhi variabel laba bersih (Mufidah, 2017).
Hasil Uji Hipotesis
Uji t
Berdasarkan jumlah variabel bebas
dan rumusan hipotesis pada butih 2.6, pengujian hipotesis dengan uji t akan
dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:
1.
Uji
Hipotesis Pertama
Rumusan hipotesis yang pertama dalam
penelitian ini adalah �terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel ekuitas (X1) dengan variabel laba bersih (Y)�.
Berdasarkan Tabel 4.14 diperoleh nilai t-hitung dari variabel
ekuitas (X1) sebesar 4,224 dengan taraf signifikansi 0,000. Maka
nilai t-hitung= 4,224 > t-tabel= 2,04523
atau nilai taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga hasil uji hipotesis
pertama adalah H01 ditolak dan Ha1 diterima, yang berarti
terdapat hubungan yang signifikan antara variabel ekuitas dengan variabel laba
bersih.
2.
Uji
Hipotesis Kedua
Rumusan hipotesis yang pertama dalam
penelitian ini adalah �terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel beban
usaha (X2) dengan
variabel laba bersih (Y)�. Berdasarkan Tabel 14 diperoleh nilai t-hitung
dari variabel ekuitas (X1) sebesar -4,544 dengan taraf signifikansi
0,000. Maka nilai t-hitung= -4,544 > t-tabel =
-2,04523 atau nilai taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga hasil uji
hipotesis pertama adalah H02 ditolak dan Ha2 diterima,
yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara variabel beban usaha
dengan variabel laba bersih.
Uji F
Pengujian
hipotesis dengan menggunakan Uji F adalah rumusan hipotesis ketiga dalam
penelitian ini, yaitu �terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel ekuitas (X1) dan variabel beban usaha (X2) secara simultan terhadap variabel laba
bersih (Y)�. Untuk menguji rumusan hipotesis tersebut, diperlukan nilai dari F-tabel pada
tabel distribusi F dengan taraf signifikansi 0,05 pada df = 29 dan pada df
pembilang = 2 yaitu sebesar 3,33. Dan berdasarkan Tabel 15 diperoleh nilai F-hitung sebesar
10,561 dengan taraf signifikansi 0,000. Maka hasil F-hitung= 10,561
> F-tabel= 3,33
atau nilai taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga hasil uji hipotesis
ketiga adalah H03 ditolak dan Ha3 diterima, yang berarti
terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara variabel ekuitas dan
variabel beban usaha secara simultan terhadap variabel laba bersih. Dan dari
hasil pengujian nilai F-hitung>
nilai F-tabel, maka dapat dinyatakan model regresi layak dan dapat
digunakan untuk memprediksi laba bersih.
Grafik Penerimaan H0 dan Penolakan H0

Gambar
1
Daerah
Penerimaan H0 dan Penolakan H0
Sumber:
diolah, 2023
��������� Hasil
uji hipotesis pertama (H1)
adalah H01
ditolak dan Ha1
diterima, yang berarti secara parsial variabel ekuitas terdapat hubungan yang
signifikan terhadap laba bersih. Hasil uji hipotesis kedua (H2)
adalah H02
ditolak dan Ha2
diterima, yang berarti secara parsial variabel beban sendiri terdapat hubungan
yang signifikan terhadap laba bersih. Hasil uji hipotesis ketiga (H3) adalah H03 ditolak dan Ha3 diterima, yang berarti secara
simultan variabel ekuitas dan ekuitas terdapat hubungan dan pengaruh terhadap
laba bersih.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan Nilai tersebut berarti bahwa
kemampuan kombinasi variabel ekuitas (X1) dan variabel beban usaha (X2) secara
simultan dalam mempengaruhi variabel laba bersih (Y).Persamaan regresi linear
berganda tersebut dapat dinyatakan bahwa nilai konstanta variabel laba bersih
(Y) yang diperoleh adalah sebesar -132543809,845 dan nilai koefisien regresi
untuk variabel ekuitas (X1) adalah sebesar 0,067 serta nilai koefisien regresi
untuk variabel beban usaha (X2) adalah sebesar -0,054. Adapun nilai koefisien
determinasi atau besaran presentasi kemampuan kombinasi variabel ekuitas (X1)
dan variabel beban usaha (X2) secara simultan mempengaruhi variabel laba bersih
(Y) diperlukan perhitungan sebagai berikut: KD =� AdjustedR2�
X 100% =� 0,382 x 100% =� 38,2% Artinya nilai koefisien determinasi
atau presentase kemampuan yang diberikan oleh kombinasi variabel ekuitas dan
variabel beban usaha secara simultan dalam mempengaruhi variabel laba bersih
sebesar 38,2% dan sisanya sebesar 61,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang
tidak diteliti dalam penelitian ini dan sesuai dengan yang telah diuraikan pada
model penelitian ini (dapat dilihat pada Gambar 2.3).
Adapun
interpretasi dari persamaan regresi linier berganda tersebut adalah: α =
Nilai konstanta sebesar -132543809,845 menyatakan bahwa jika nilai variabel
ekuitas dan variabel beban usaha tidak ada perubahan (peningkatan/penurunan)
maka nilai konsistensi variabel laba bersih tetap sebesar -132543809,845.
β1 = ����������� Nilai koefisien
regresi sebesar 0,067 menyatakan bahwa jika nilai variable ekuitas bertambah 1
(satu) poin, maka nilai konsistensi variabel laba bersih akan mengalami
penambahan sebesar 0,067 dengan asumsi nilai variabel beban usaha tidak ada perubahan
(konstan) atau tetap.
REFERENSI
Aditya, A. (2022). Tanggung Jawab Notaris
Terhadap Pembayaran Modal Disetor Pada Saat Pendirian Perseroan Terbatas. Jatiswara,
37(1), 44�53.
Gadeng, T., Umar, Z.,
& Sofia, A. (2023). Kajian Kepemilikan Keluarga pada Perusahaan Initial
Public Offering Tahun 2022 di Bursa Efek Indonesia. ARBITRASE: Journal of
Economics and Accounting, 4(1), 91�97.
Ganar, Y. B. (2018).
Pengaruh Current Ratio, Net Profit Margin, Return On Equity dan Earning Per
Share Terhadap Dividend Payout Ratio Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa
Efek Indonesia Periode 2013-2016. Jurnal Disrupsi Bisnis, 1(1),
17�35.
Haikal, M. H. (2021).
Pandangan Hukum Positif Terhadap Pertanggungjawaban Harta Pemegang Saham
Perseroan Terbatas di Indonesia. Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia
Law Journal, 1(2), 180�193.
Handayani, V. (2018).
Analisis Pengaruh Hutang Terhadap Laba Bersih Pada PT Kereta Api Indonesia
(Persero). Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis, 18(1).
Hartanto, R. (2020).
Hubungan Hukum Para Pihak Dalam Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham
Berbasis Teknologi Informasi. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(1),
151�168.
Ismawanti, R. (2021).
Dampak Manajemen Perubahan Lingkungan Kerja Masa Pandemi Covid-19 Terhadap
Pegawai PT Telkom Indonesia Tbk Divreg 3 Jawa Barat. Kebijakan: Jurnal Ilmu
Administrasi, 12(1), 57�62.
Koeswardhana, G.
(2020). Analisis Kemampuan Laba Kotor, Laba Operasi Dan Laba Bersih Dalam
Memprediksi Arus Kas Di Masa Mendatang. JISAMAR (Journal of Information
System, Applied, Management, Accounting and Research), 4(1), 41�48.
Mufidah, E. (2017).
Analisis laba, Arus kas operasi dan nilai buku ekuitas terhadap harga saham. Eksis:
Jurnal Riset Ekonomi Dan Bisnis, 12(1).
Nurnaningsih, R.,
& Solihin, D. (2020). Kedudukan Perseroan Terbatas (PT) Sebagai Bentuk
Badan Hukum Perseroan Modal Ditinjau Menurut Undang-Undang PT dan Nieuw
Burgerlijk Wetboek (NBW). JURNAL SYNTAX IMPERATIF: Jurnal Ilmu Sosial Dan
Pendidikan, 1(2), 142�151.
Poli, D. J. (2020). Pengaruh
Promosi Gadai Emas Terhadap Minat Nasabah Pada Bank Syariah Mandiri KCP Manado
Kairagi. IAIN MANADO.
Sinaga, E. J. (2017).
Upaya pemerintah dalam merealisasikan kemudahan berusaha di indonesia. Jurnal
Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 6(3), 329�348.
Tyas, K. Z., Afifah,
H., Handayani, J., Arofah, A. A., & Wirawan, N. B. (2022). Pelatihan
Manajemen Usaha Dan Keuangan Karyawan Koperasi Simpan Pinjam. Perwira
Journal of Community Development, 2(2), 1�6.
Wahyuni, S. F., &
Hafiz, M. S. (2018). Pengaruh CR, DER dan ROA terhadap DPR pada perusahaan
manufaktur di BEI. Jesya (Jurnal Ekonomi Dan Ekonomi Syariah), 1(2),
25�42.
Yuni, R. S. P. (2017).
Hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan disiplin belajar siswa. E-Societas,
6(1).