PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MERANCANG MODEL PROJECT BASED LEARNING MELALUI WORKSHOP

 

Elya Pitri

Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo

elya.pitri72@gmail.com

Keywords

Abstract

teacher competency; PJBP; workshops

Education is a very important aspect in the development of a country. In this era of globalization, demands for quality education are increasing, and the role of teachers is the main key in achieving better quality education. Teachers are not only leaders in the learning process in the classroom, but must also be able to facilitate adequate and relevant learning experiences for students. One learning approach that can help achieve this goal is Project-Based Learning. The research was carried out in two cycles and each cycle consisted of four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. The subject of this research is the Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo Teacher and the object of the research is the ability of the Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo Teacher in designing the Project Based Learning Model. From the results of the analysis, information was obtained that there had been an increase in the ability of Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo teachers in designing Project Based Learning Models. Other information shows that teachers' responses in participating in the workshop process in order to design the Project Based Learning Model were 67% responding very well and 33% responding well. This shows that Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo teachers really hope for workshops to improve their competence.

Kata Kunci

Abstrak

kompetensi guru; PJBP; workshop

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Dalam era globalisasi ini, tuntutan akan kualitas pendidikan semakin meningkat, dan peran guru menjadi kunci utama dalam mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik. Guru bukan hanya menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga harus mampu memfasilitasi pengalaman belajar yang memadai dan relevan bagi siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat membantu mencapai tujuan ini adalah Project-Based Learning. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dan obyek penelitiannya adalah kemampuan Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dalam merancang Model Porject Based Learning. Dari hasil analisis diperoleh informasi bahwa terjadi peningkatan kemampuan Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dalam merancang Model Porject Based Learning. Informasi lain menunjukkan bahwa respon Guru dalam mengikuti proses workshop dalam rangka merancang Model Porject Based Learning 67% merespon sangat baik dan 33% merespon baik. Ini menunjukkan bahwa Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo sangat mengharapkan adanya workshop dalam meningkatkan kompetensi mereka.

Corresponding Author: Elya Pitri

E-mail: elya.pitri72@gmail.com

Description: https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge) (Asyafiq, 2016). Dalam proses pembelajaran berbasis saintifik, ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar siswa tahu tentang “mengapa”. Ranah keterampilan mengambil transformasi substansi atau materi ajar agar siswa tahu tentang “bagaimana” (Haqq, 2017). Ranah pengetahuan mengambil transformasi substansi atau materi ajar agar siswa tahu tentang “apa”. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari siswa  yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan (Zekri et al., 2020).

Sementara itu pembelajaran sebagai usaha sadar yang sistematis selalu bertolak dari landasan dan mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting karena pembelajaran merupakan pilar utama terhadap pengembangan manusia dan masyarakat. Keberhasilan proses pembelajaran sebagai proses di suatu Madrasah dipengaruhi oleh banyak factor (Kholik, 2019). Faktor yang dimaksud antara lain: guru, siswa, lingkungan belajar, lingkungan sosial dan lain-lain. Namun dari faktor itu guru dan siswa termasuk faktor penting.

Di sisi lain, inti belajar dan pembelajaran adalah perubahan dan kemampuan untuk berubah pada diri seseorang saat melakukan interaksi social. Manusia merupakan subjek pembelajaran dan pada saat yang sama manusia juga merupakan objek pembelajaran. Dalam ungkapan lain diungkapkan bahwa manusia merupakan subjek pendidikan dan objek pendidikan, karena itu manusia memiliki sikap untuk dididik dan siap untuk mendidik (Saihu, 2019).

Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Disebabkan oleh kemampuan berubah karena belajarlah, maka manusia dapat berkembang lebih jauh dari pada makhluk-makhluk lainnya, sehingga ia terbebas dari kemandegan fungsinya sebagai khalifah Tuhan di muka bumi. Boleh jadi, karena kemampuan berkembang melalui belajar itu pula manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih dan menetapakn keputusan-keputusan penting untuk kehidupannya. Belajar juga memainkan peran penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok umat manusia (bangsa) di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat di antara bangsa-bangsa lainnya yang lebih dahulu maju karena belajar (Arifin, 2017).

Sedangkan pembelajaran berkaitan dengan bagaimana membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan dorongan oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa yang teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran berupaya menjabarkan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dengan menganalisis tujuan pembelajaran dan karakteristik isi bidang studi yang terkandung dalam kurikulum. Selanjutnya kegiatan untuk memilih, menerapkan dan mengembangkan cara-cara (metode dan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai dengan kondisi yang ada agar kurikulum dapat diaktualisasikan dalam proses pembelajaran)(Santoso, 2017).

Perubahan cara pandang terhadap siswa sebagai objek menjadi subjek dalam proses pembelajaran menjadi titik tolak banyak ditemukannya berbagai pendekatan pembelajaran yang inovatif. (Angkasa et al., 2019) mengemukakan bahwa salah satu kecenderungan yang sering dilupakan adalah melupakan bahwa hakekat pembelajaran adalah belajarnya siswa dan bukan mengajarnya guru.

Belajar pada hakekatnya adalah membaca, membaca teks, membaca keadaan, membaca kondisi, membaca permasalahan, membaca pengalaman dan sekaligus mencari jalan keluar dari pengalaman dan permasalahan yang dihadapi. Membaca merupakan pilar utama dalam belajar. Guru dituntut dapat memiliki beberapa model pembelajaran yang dapat memacu semangat setiap siswa untuk secara aktif ikut terlibat dalam pengalaman belajarnya, termasuk pembelajaran berbasis proyek (Hurint et al., 2021).

Pembelajaran berbasis proyek atau tugas adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pembelajaran berbasis proyek/tugas (projectbased/task learning) membutuhkan suatu pendekatan Pendidikan komprehensif di mana lingkungan belajar siswa didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik, dan melaksanakan tugas bermakna lainnya.

Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkostruksikannya dalam produk nyata. Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa  diberikan tugas atau proyek yang kompleks, cukup sulit, lengkap, tetapi realistik dan kemudian diberikan bantuan secukupnya agar mereka dapat menyelesaikan tugas (MUSTA’IN, 2021). Di samping itu, penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek/tugas ini mendorong tumbuhnya kompetensi nurturant seperti kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan berpikir kritis dan analitis.

Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai tujuannya. Pembelajaran berbasis proyek (PBP) memfokuskan pada aktivitas siswa yang berupa pengumpulan informasi dan pemanfaatannya untuk menghsikan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan siswa itu sendiri ataupun bagi orang lain, namun tetap terkait dengan KD dalam kurikulum.

Sama halnya dengan pembelajaran diskoveri ataupun PBM, MPBL pun menggunakan masalah sebagai langkah awal pembelajaran. Hanya saja masalah yang dimaksud berupa pertanyaan yang mengarah pada kebutuhan siswa akan kegiatan ataupun barang tertentu. Kebutuhan itulah yang kemudian dijadikan sebagai proyek, sesuatu yang harus digarap, diperbuat, atau dihasilkan siswa melalui proses pembelajaran. Dengan demikian, akhir dari pembelajaran ini berupa suatu produk, entah itu berupa kegiatan ataupun berwujud karya.

Adapun contoh permasalahan yang mungkin diajukan siswa terkait dengan kegiatan yang akan dijalaninya itu sebagai berikutl “Surat apa yang harus dibuat ketika menyampaikan permohonan bantuan barang kepada kepala Madrasah?”. Masalah semacam itu mungkin muncul dari para siswa ketika mengikuti Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, terkait dengan KD memproduksi teks eksposisi. Pertanyaan itumuncul ketika guru dan siswa memperdalam materi ke masalah-masalah yang dihadapi siswa terkait dengan kebermanfaatan teks eksposisi dalam keperluan sehari-hari siswa, misalnya dalam surat-menyurat.

1.       Berdasarkan uraian di atas penulis merasa pelu untuk melakukan penelitian tindakan Madrasah (PTM) dengan judul "Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dalam Merancang Model Project Based Learning (MPBL) Melalui Workshop pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2021/2022" memiliki rumusan masalah yang terdiri dari dua pertanyaan pokok. Pertama, bagaimana kemampuan Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dalam merancang Model Project Based Learning (MPBL) pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2021/2022? Kedua, apakah melalui Workshop dapat meningkatkan kemampuan Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dalam merancang Model Project Based Learning (MPBL) pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2021/2022? Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, penelitian ini akan melakukan pemecahan masalah yang relevan.

2.      Pemecahan Masalah

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru dalam menyusun model pembelajaran, antara lain memperdalam pengetahuan bidang studi yang harus dikuasi guru, memperdalam pengetahuan tentang model pembelajaran dan syarat-syarat pembuatan startegi/model pembelajaran dan lain sebagainya. Namun fokus perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah meningkatkan kinerja Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) dengan kegiatan Workshop. Melalui Workshop ini akan diberikan pembekalan dan bimbingan teknis pembuatan Model Porject Based Learning (MPBL) untuk Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo.

Permasalahan yang muncul adalah lemahnya kompetensi para Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL). Untuk mengatasi kelemahan tersebut penulis ingin mengadakan kegiatan pelatihan bagi para Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo yang dikemas dalam bentuk workshop bersambung. Kegiatan workshop ini akan dilakukan beberapa kali (siklus) sehingga para Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo benar-benar mampu merancang Model Porject Based Learning (MPBL) dengan benar.

Peserta workshop adalah semua Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo. Sedangkan tindakan yang akan penulis lakukan adalah memberikan bimbingan dan pelatihan secara intensif kepada para Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dengan memberikan latihan-latihan soal dan latihan tindakan (action) melakukan analisis butir soal di bawah bimbingan penulis. Tindakan pelatihan yang dikemas dalam bentuk workshop ini akan dilakukan pada bulan September sampai dengan bulan November 2021.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah kemampuan Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2021/2022. Untuk mengetahui apakah melalui Workshop dapat meningkatkan kemampuan Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2021/2022.

Manfaat Penelitian ini untuk Guru, diharapkan dapat meningkat kemampuannya dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) setelah mengikuti workshop (Rerung et al., 2017). Madrasah, sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Kepala madrasah, sebagai pertimbangan penilaian kinerja guru. Pengawas madrasah, untuk penilaian dan pembinaan sekaligus merekomendasikan tentang kemampuan guru.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam waktu 3 (tiga) bulan, mulai bulan September sampai dengan bulan November pada semester gasal tahun pelajaran 2021/2022, mulai dari observasi awal, perencanaan, pelaksanaan siklus I, pelaksanaan siklus II, dan penyusunan laporan. Penelitian ini dilaksankan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo pada semester gasal tahun pelajaran 2021/2022. Dengan alamat: Jl. Lintas Tebo-Bungo, K.M 1,5 Muara Tebo Provinsi Jambi. Subjek penelitian ini adalah Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah kemampuan guru dalam merancang Model Porject Based Learning. Metode penelitian ini dalam bentuk penelitian tindakan kepengawasan. Ada empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus pada penelitian tindakan ini, yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengatmatan (observation) dan refleksi (reflection).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Deskripsi Kondisi Awal

Dari hasil pengamatan hampir semua guru ditemukan kurang paham semua aspek yang ada dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL). Kesalahan umum yang tampak adalah: (1) guru belum mampu menyusun tujuan pembelajaran, (2) guru belum mampu menguraikan materi ajar dengan baik, (3) guru belum mampu membuat langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan Model Porject Based Learning (MPBL), (4) guru belum mampu membuat penilaian sesuai dengan model yang digunakan, dan (5) guru belum mampu memanejemen waktu baik dalam kegiatan awal, inti dan penutup. Dengan kondisi awal seperti ini perlu adanya tindakan nyata yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL), yang dikemas dalam bentuk workshop.

B.    Hasil Penelitian

1.      Deskripsi Siklus I

a.     Perencanaan

Perencanaan terdiri atas: (1) melaporkan kegiatan penelitian kepada Kepala Kantor Kementerian Agama, (2) berkoordinasi dengan Pengawas, dengan minta masukan tentang masalah yang ada sekaligus membicarakan tentang masalah teknis, waktu pelaksanaan penelitian dan hal-hal yang terkait dengan penelitian dan atau workshop yang dilaksanakan, (3) bersama pengawas memberikan pengarahan tentang workshop menyusun Model Porject Based Learning (MPBL), (4) menelaah konsep Model Porject Based Learning (MPBL) (6) mendiskusikan langkah-langkah Model Porject Based Learning (MPBL) dan presentasi kelompok, dan (8) menghasilkan tindakan menyusun Model Porject Based Learning (MPBL). Di samping perencanaan umum, dilakukan juga perecanaan  teknis pelaksanaan kegiatan seperti: (1) mengumpulkan guru melalui undangan, (2) menyusun jadual workshop: hari, tanggal, jam dan tempat, (3) menyiapkan materi workshop, pengarahan kepala madrasah, pemaparan materi Model Porject Based Learning (MPBL), (4) menyiapkan konsumsi untuk workshop dan (7) menyuruh guru membawa laptop.

b.     Pelaksanaan

Pada tahap ini dilakukan beberapa langkah, yakni:  (1) absensi peserta, (2) pengarahan kepala madrasah, (3) penjelasan umum kepada seluruh peserta, (4) peserta diajak mereview Model Porject Based Learning (MPBL), (4) guru mengkaji langah-langkah menyusun Model Porject Based Learning (MPBL), (5) guru melakukan persiapan Model Porject Based Learning (MPBL), dan (6) presentasi visual dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL).

c.      Pengamatan

Pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan, yaitu menitikberatkan pada kompetensi guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL) sebagai akibat diterapkannya workshop. Tujuan dilaksanakan pengamatan adalah untuk mengetahui kegiatan yang mana patut dipertahankan, diperbaiki, atau dihilangkan sehingga kegitan pembinaan melalui workshop benar-benar berjalan sesuai dengan tujuan yang ada dan mampu meningkatkan kinerja peserta dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL). Kegiatan peserta juga diobservasi, baik menyangkut kesiapan mental dan fisik guru, kesiapan bahan-bahan yang dibawa guru pada waktu workshop, kesiapan laptop, pengetahuan dasar tentang Model Porject Based Learning (MPBL), dan kemampuan menyusun Model Porject Based Learning (MPBL). Dari hasil pengamatan terhadap aktivitas peserta yang berjumlah 30 orang dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan, dan diperoleh data sebagai berikut.

 

Tabel 1 Kesiapan Peserta Mengikuti Workshop Siklus I

No

Aspek yang diamati

Jumlah (%)

Keterangan

S

TS

1

Kesiapan fifik dan mental

8

22

Belum

27%

73%

tercapai

2

Kesiapan bahan

6

24

Belum

20%

80%

tercapai

3

Kesiapan laptop

6

24

Belum

20%

80%

tercapai

Keterangan:

S   = Siap

TS = Tidak Siap

Dari Tabel  1 di atas, tampak bahwa: pada aspek kesiapan mental dan fisik, 22 orang guru atau 73% peserta siap dan 8 orang guru atau 33% tergolong belum siap. Pada aspek kesiapan bahan, tampak bahwa 24 orang guru atau 80% siap dan 6 orang atau 20% belum siap. Pada aspek kesiapan laptop tampak bahwa 24 orang guru atau 80% siap dan 6 orang guru atau 20% belum siap. Berdasarkan dekripsi ini tampaknya kesiapan guru dalam mengikuti worksop belum memenuhi kriteria keberhasilan untuk semua aspek. Kesiapan guru dalam mengikuti workshop pada siklus I dapat ditunjukkan pada gambar berikut:

 

 

Gambar 1 Kesipan Peserta Mengikuti Workshop Siklus I

 

Dari hasil evaluasi terhadap pengetahuan guru tentang Model Porject Based Learning (MPBL) terhadap 30 orang guru setelah diadakan workshop pada tahap awal (siklus I) diperoleh data seperti tampak pada Tabel 2 berikut.

 

Tabel 2 Pengetahuan Peserta Tentang MPBL Siklus I

No

Aspek yang diamati

Jumlah

Keterangan

( % )

T

TT

1

Pengetahuan tentang Model Porject Based Learning (MPBL)

6

24

Belum

20%

80%

tercapai

2

Pengetahuan tentang karakteristik MPBL

6

24

Belum

20%

80%

tercapai

3

Pengetahuan tentang kesulitan dalam MPBL

6

24

Belum

20%

80%

tercapai

4

Pengetahuan tentang tujuan MPBL

8

22

Belum

27%

73%

tercapai

5

Pengetahuan tentang langkah-langkah dalam MPBL

8

22

Belum

27%

73%

tercapai

6

Pengetahuan tentang kegiatan siswa dalam MPBL

6

24

Belum

20%

80%

tercapai

7

Pengetahuan tentang penyelesaian proyek dalam MPBL

6

24

Belum

20%

80%

tercapai

8

Pengetahuan tentang penyampaian hasil dalam MPBL

6

24

Belum

20%

80%

tercapai

Keterangan:

T   = Tahu

TT = Tidak Tahu

Dari Tabel 2 di atas diperoleh gambaran bahwa:

1)      6 orang guru atau 20% mengetahui Model Porject Based Learning (MPBL) dan 24 orang guru atau 80% orang guru tidak tahu.

2)     6 orang guru atau 20% tahu tentang karakteristik Model Porject Based Learning (MPBL) dan 24 orang guru atau 80% orang guru tidak tahu.

3)     6 orang guru atau 20% tahu tentang kesulitan dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan 24 orang guru atau 80% orang guru tidak tahu.

4)     8 orang guru atau 27% tahu tentang tujuan Model Porject Based Learning (MPBL) dan 24 orang guru atau 73% orang guru tidak tahu.

5)     8 orang guru atau 27% tahu tentang langkah-langkah dalam Model Porject Based Learning (MPBL), dan 24 orang guru atau 73% orang guru tidak tahu.

6)     6 orang guru atau 20% mengetahui tentang kegiatan siswa dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan 24 orang guru atau 80% orang guru tidak tahu.

7)     6 orang guru atau 20% mengetahui tentang penyelesaian proyek dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan 24 orang guru atau 80% orang guru tidak tahu.

8)     6 orang guru atau 20% mengetahui tentang penyampaian hasil dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan 24 orang guru atau 80% orang guru tidak tahu.

Pengetahuan guru tentang Model Porject Based Learning (MPBL) pada siklus I dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1 Pengetahuan Peserta Tentang MPBL Siklus I

 

Sedangkan dari hasil evaluasi terhadap kemampuan guru dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) secara umum diperoleh data seperti tampak pada Tabel 3 berikut.

Tabel 3 Kompetensi Peserta Merancang MPBL Siklus I

No

Aspek yang dinilai

Jumlah

Keterangan

( % )

M

TM

1

Penentuan dan Perencanaan Proyek

6

24

belum

20%

80%

tercapai

2

Penyusunan Jadwal Proyek

8

22

belum

27%

73%

tercapai

3

Penyelesaian Proyek

8

22

belum

27%

73%

tercapai

4

Penyampaian Hasil

6

24

belum

20%

80%

tercapai

5

Evaluasi Hasil Kegiatan

5

25

belum

17%

83%

tercapai

 

Keterangan:

M   = Mampu

TM = Tidak Mampu

 

Dari Tabel 3 di atas diperoleh gambaran bahwa:

1)      6 orang guru atau 20% mampu menyusun karakteristik Model Porject Based Learning (MPBL) dan 24 orang guru atau 80% orang guru tidak mampu.

2)     8 orang guru atau 27% mampu menyebutkan kendala dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan 22 orang guru atau 73% orang guru tidak mampu.

3)     8 orang guru atau 27% mampu menyebutkan tujuan dari Model Porject Based Learning (MPBL) dan 22 orang guru atau 73% orang guru tidak mampu.

4)     6 orang guru atau 20% mampu menyebutkan langkah-langkah dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan 24 orang guru atau 80% orang guru tidak mampu.

5)     5 orang guru atau 17% mampu membuat rancangan dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan 25 orang guru atau 83% orang guru tidak mampu.

Secara grafis, kompetensi guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL) pada siklus I dapat ditunjukkan pada gambar berikut:

Gambar 2 Kompetensi Peserta Merancang MPBL Siklus I

 

Sementara kemampuan guru dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) secara individu ditunjukkan pada tabel 4 sebagai berikut:

 

Tabel 4 Kompetensi Individu Peserta Merancang MPBL Siklus I

No

Nama Guru

Skor kompetensi dalam merancang Project Based Learning (MPBL)

Pen Per

Jadwal

Penyel

Peny Hsil

Eval

Total

%

Ket

1

Ardianto, S.Pd

2

3

2

2

2

11

44%

Blm Tercapai

2

Ardisal, S.Pd

4

3

3

2

2

14

56%

Blm Tercapai

3

Ade Musthafa, S.Pd.I, M.Pd

3

3

3

2

3

14

56%

Blm Tercapai

4

Kartika Sari, S.Pd

2

3

2

3

4

14

56%

Blm Tercapai

5

Saji Suryanto, S.Pd.I

2

2

3

2

4

13

52%

Blm Tercapai

6

Dwi Asri Wilujeng, S.Si

3

3

3

2

2

13

52%

Blm Tercapai

7

Elza Haryani, S.Ag, M.Pd

2

3

2

2

2

11

44%

Blm Tercapai

8

Dina Rahmana, S.Pd.I

4

3

3

2

2

14

56%

Blm Tercapai

9

Sri Rezeki, S.Pd

3

3

3

2

3

14

56%

Blm Tercapai

10

Etty Ekariani, S.Pd

4

3

3

2

2

14

56%

Blm Tercapai

11

Kiki Detriyani, S.Pd

3

3

3

2

3

14

56%

Blm Tercapai

12

Lukman Hakim, M.Pd

2

3

2

3

4

14

56%

Blm Tercapai

13

Nursamia, S.Pd

2

2

3

2

4

13

52%

Blm Tercapai

14

Melva Gustina, S.Pd

3

3

3

2

2

13

52%

Blm Tercapai

15

Nopita Yanti, S.Pd

4

3

3

3

3

16

64%

Blm Tercapai

16

Wenni Rossalina, S.Pd

4

3

4

2

4

17

68%

Blm Tercapai

17

Akmal Hafis, S.Pd.I

2

3

2

2

2

11

44%

Blm Tercapai

18

Herlina, S.Pd, M.Pd

4

3

3

2

2

14

56%

Blm Tercapai

19

Dian Kurniawan, S.Pd

3

3

3

2

3

14

56%

Blm Tercapai

20

Lastriana, S.Pd.I

2

3

2

3

4

14

56%

Blm Tercapai

21

Sri Handayani, S.Pd, M.Pd

2

2

3

2

4

13

52%

Blm Tercapai

22

Rita Fialisna, S.Pd

3

3

3

2

2

13

52%

Blm Tercapai

23

Wahyuni, S.Pd.I

4

3

3

3

3

16

64%

Blm Tercapai

24

Eri Sakti, S.Pd, M.Pd

4

3

4

2

4

17

68%

Blm Tercapai

25

Elda Sasrika, S.Pd.I

2

3

2

2

2

11

44%

Blm Tercapai

26

Yuli Puspita Sari, S.Pd.I

4

3

3

2

2

14

56%

Blm Tercapai

27

Juhesmi Khairani, M.Pd.I

3

3

3

2

3

14

56%

Blm Tercapai

28

Holmawati, S.Pd.I

2

3

2

3

4

14

56%

Blm Tercapai

29

Sosi Oktarina, S.Pd

4

3

3

3

3

16

64%

Blm Tercapai

30

Zakiyani Dewi, SE

4

3

4

2

4

17

68%

Blm Tercapai

 

Berdasarkan dekripsi pada tabel 1, 2, 3 dan 4 nampak bahwa kesiapan guru masih kurang, pengetahuan dan kemampuan dalam meyususn Model Porject Based Learning (MPBL) juga belum memenuhi indikator yang telah ditetapkan, baik secara kelompok maupun secara individu.

d.     Refleksi

Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) pada siklus I belum menunjukkan hasil yang sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Setelah diadakan refleksi terhadap hasil yang diperoleh, diputuskan untuk memperbaiki dari segi kegiatan workshop terutama memperjelas tentang aspek-aspek yang belum sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Dari hasil tersebut tampaknya secara umum bahwa guru dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) belum memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Terkait dengan kesiapan guru, ditemukan bahwa guru belum menyadari bahwa pentingnya kemampuan merancang Model Porject Based Learning (MPBL). Terkait dengan kesiapan laptop, guru masih banyak yang belum memiliki, alternatif solusinya adalah meminjam pada madrasah lain atau memanfaatkan komputer yang ada di madrasah.

 

Berdasarkan hasil refleksi itu, diputuskan untuk memantapkan kegiatan pembinaan lebih memfokuskan pada aspek-aspek yang belum memenuhi indikator yang telah ditetapkan. Dari masalah tersebut, diputuskan untuk memperbaiki beberapa langkah dalam siklus I, yakni memfokuskan pada penjelasan tentang format dan aspek penilaian dalam kaitannya dengan mrancang Model Porject Based Learning (MPBL). Langkah-langkah ini dijalankan pada siklus II dengan tetap mempertahankan kegiatan yang lain yang sudah dianggap baik. Untuk meningkatkan kesiapan guru, fasilitator memberikan kesadaran bahwa betapa penting kemampuan merancang Model Porject Based Learning (MPBL) bagi guru sebagai kompetensi yang harus dimiliki oleh guru.

2.     Deskripsi Siklus II

a.     Perencanaan

Seperti pada siklus I, maka pada siklus II ini mencakup perencanaan terdiri atas: (1) melaporkan kegiatan penelitian kepada Kepala Kantor Kementerian Agama, (2) berkoordinasi dengan Pengawas, dengan minta masukan tentang masalah yang ada sekaligus membicarakan tentang masalah teknis, waktu pelaksanaan penelitian dan hal-hal yang terkait dengan penelitian dan atau workshop yang dilaksanakan, (3) bersama pengawas memberikan pengarahan tentang workshop menyusun Model Porject Based Learning (MPBL), (4) menelaah konsep Model Porject Based Learning (MPBL), (5) mendiskusikan langkah-langkah Model Porject Based Learning (MPBL) dan presentasi kelompok, dan (6) menghasilkan tindakan menyusun Model Porject Based Learning (MPBL). Di samping perencanaan umum, dilakukan juga perenanaan  teknis pelaksanaan kegiatan seperti: (1) mengumpulkan guru melalui undangan kepala madrasah, (2) menyusun jadual workshop: hari, tanggal, jam dan tempat, (3) menyiapkan materi workshop, pengarahan kepala madrasah, pemaparan materi strategi/model pembelajaran, (4) menyiapkan konsumsi untuk workshop, dan (5) menyuruh guru membawa laptop.

b.     Pelaksanaan

Pada tahap ini dilakukan beberapa langkah, yakni:  (1) absensi peserta, (2) pengarahan kepala madrasah, (3) penjelasan umum kepada seluruh peserta, (4) peserta diajak mereview Model Porject Based Learning (MPBL), (5) guru mengkaji langah-langkah menyusun Model Porject Based Learning (MPBL), (6) guru melakukan persiapan Model Porject Based Learning (MPBL), dan (7) presentasi visual dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL).

c.      Pengamatan

Pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan, yaitu menitikberatkan pada kompetensi guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL) sebagai akibat diterapkannya workshop. Tujuan dilaksanakan pengamatan adalah untuk mengetahui kegiatan yang mana patut dipertahankan, diperbaiki, atau dihilangkan sehingga kegitan pembinaan melalui workshop benar-benar berjalan sesuai dengan tujuan yang ada dan mampu meningkatkan kinerja peserta dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL).

 

Pada siklus II ini, langkah-langkah yang diambil sesuai dengan refleksi hasil siklus I, mengikuti langlah-langkah seperti siklus I dengan memfokuskan pada penjelasan aspek-aspek yang belum dipahami guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL) lebih menitikberatkan pada aspek pembimbingan secara individu. Dari 30 orang guru semua dilibatkan dalam siklus II untuk memperdalam pengetahuan tentang penyusunan Model Porject Based Learning (MPBL). Setelah siklus II dijalankan yang mengacu pada refleksi dan pemecahan masalah pada sikuls I diperoleh data tentang seperti tampak pada Tabel 5 berikut:

 

 

 

 

 

Tabel 5 Kesiapan Peserta Mengikuti Workshop Siklus II

No

Aspek yang diamati

Jumlah (%)

Keterangan

T

TS

1

Kesiapan fifik dan mental

30

0

tercapai

100%

0%

2

Kesiapan bahan

30

0

tercapai

100%

0%

3

Kesiapan laptop

30

0

tercapai

100%

0%

Keterangan:

S   = siap

TS = tidak siap

Kesiapam guru dalam mengikuti workshop tentang Model Porject Based Learning (MPBL) pada siklus II dapat dilihat pada gambar berikut:

 

Gambar 3 Kesiapan Peserta Mengikuti Workshop Siklus II

Dari hasil evaluasi terhadap pengetahuan guru tentang strategi/model pembelajaran dari 30 orang guru setelah diadakan workshop pada tahap kedua (siklus II) diperoleh data seperti tampak pada Tabel 6 berikut.

Tabel 6 Pengetahuan Peserta Tentang MPBL Siklus II

No

Aspek yang diamati

Jumlah

Keterangan

( % )

T

TT

1

Pengetahuan tentang Model Porject Based Learning (MPBL)

30

0

tercapai

100%

0%

2

Pengetahuan tentang karakteristik PBP

30

0

tercapai

100%

0

3

Pengetahuan tentang kesulitan dalam PBP

30

0

tercapai

100%

0%

4

Pengetahuan tentang tujuan PBP

30

0

tercapai

100%

0%

5

Pengetahuan tentang langkah-langkah dalam PBP

30

0

tercapai

100%

0%

6

Pengetahuan tentang kegiatan siswa dalam PBP

30

0

tercapai

100%

0%

7

Pengetahuan tentang penyelesaian proyek dalam PBP

30

0

tercapai

100%

0%

8

Pengetahuan tentang penyampaian hasil dalam PBP

30

0

tercapai

100%

0%

Keterangan:

T   = Tahu

TT = Tidak Tahu

 

Dari Tabel 6 di atas diperoleh gambaran bahwa:

1)      30 orang guru atau 100% mengetahui Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak tahu.

2)     30 orang guru atau 100% tahu tentang karakteristik Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak tahu.

3)     30 orang guru atau 100% tahu tentang kesulitan dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak tahu.

4)     30 orang guru atau 100% tahu tentang tujuan Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak tahu.

5)     30 orang guru atau 100% tahu tentang langkah-langkah dalam Model Porject Based Learning (MPBL) tidak ada guru yang tidak tahu.

6)     30 orang guru atau 100% mengetahui tentang kegiatan siswa dalam Model Porject Based Learning (MPBL) tidak ada guru yang tidak tahu.

7)     30 orang guru atau 100% mengetahui tentang penyelesaian proyek dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak tahu.

8)     30 orang guru atau 100% mengetahui tentang penyampaian hasil dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak tahu.

Pengetahuan guru tentang Model Porject Based Learning (MPBL) pada siklus II dapat dilihat pada gambar berikut:

 

Gambar 4 Pengetahuan Peserta Tentang MPBL Siklus II

 

Sedangkan dari hasil evaluasi terhadap kemampuan guru dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) diperoleh data seperti tampak pada Tabel 7 berikut.

Tabel 7 Kompetensi Peserta Merancang MPBL Siklus II

No

Aspek yang dinilai

Jumlah

Keterangan

( % )

M

TM

1

Penentuan dan Perencanaan Proyek

30

0

tercapai

100%

0%

2

Penyusunan Jadwal Proyek

30

0

tercapai

100%

0%

3

Penyelesaian Proyek

30

0

tercapai

100%

0%

4

Penyampaian Hasil

30

0

tercapai

100%

0%

5

Evaluasi Hasil Kegiatan

30

0

tercapai

100%

0%

Keterangan:

M   = Mampu

TM = Tidak Mampu

 

Dari Tabel 7 di atas diperoleh gambaran bahwa:

1)      30 orang guru atau 100% mampu menyusun karakteristik Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak mampu.

2)     30 orang guru atau 100% mampu menyebutkan kendala dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak mampu.

3)     30 orang guru atau 100% mampu menyebutkan tujuan dari Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak mampu.

4)     30 orang guru atau 100% mampu menyebutkan langkah-langkah dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak mampu.

5)     30 orang guru atau 100% mampu membuat rancangan dalam Model Porject Based Learning (MPBL) dan tidak ada guru yang tidak mampu.

Secara grafis, pencapaian kompetensi guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL) pada siklus II dapat ditunjukkan pada gambar berikut:

Gambar 5 Kompetensi Peserta Merancang MPBL Siklus II

Sementara kemampuan guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL) secara individu ditunjukkan pada tabel 4.8, sebagai berikut:

 

Tabel 8 Kompetensi Individu Merancang MPBL Siklus II

No

Nama Guru PAI

Skor kompetensi dalam merancang Project Based Learning (MPBL)

Pen Per

Jadwal

Penyel

Peny Hsil

Eval

Total

%

Ket

1

Ardianto, S.Pd

4

5

5

4

5

23

92%

Tercapai

2

Ardisal, S.Pd

5

5

5

5

5

25

100%

Tercapai

3

Ade Musthafa, S.Pd.I, M.Pd

5

5

5

5

5

25

100%

Tercapai

4

Kartika Sari, S.Pd

5

5

5

4

5

24

96%

Tercapai

5

Saji Suryanto, S.Pd.I

5

4

5

5

5

24

96%

Tercapai

6

Dwi Asri Wilujeng, S.Si

5

5

4

4

5

23

92%

Tercapai

7

Elza Haryani, S.Ag, M.Pd

5

5

4

5

4

23

92%

Tercapai

8

Dina Rahmana, S.Pd.I

5

5

5

5

5

25

100%

Tercapai

9

Sri Rezeki, S.Pd

5

4

5

5

5

24

96%

Tercapai

10

Etty Ekariani, S.Pd

5

5

5

5

5

25

100%

Tercapai

11

Kiki Detriyani, S.Pd

5

4

5

5

5

24

96%

Tercapai

12

Lukman Hakim, M.Pd

5

4

5

5

5

24

96%

Tercapai

13

Nursamia, S.Pd

5

4

5

5

5

24

96%

Tercapai

14

Melva Gustina, S.Pd

5

4

4

5

5

23

92%

Tercapai

15

Nopita Yanti, S.Pd

5

4

5

5

5

24

96%

Tercapai

16

Wenni Rossalina, S.Pd

5

5

4

5

5

24

96%

Tercapai

17

Akmal Hafis, S.Pd.I

5

4

5

4

5

23

92%

Tercapai

18

Herlina, S.Pd, M.Pd

5

5

5

4

4

23

92%

Tercapai

19

Dian Kurniawan, S.Pd

5

5

5

4

5

24

96%

Tercapai

20

Lastriana, S.Pd.I

5

4

5

4

5

23

92%

Tercapai

21

Sri Handayani, S.Pd, M.Pd

5

4

4

4

5

22

88%

Tercapai

22

Rita Fialisna, S.Pd

5

4

5

4

5

23

92%

Tercapai

23

Wahyuni, S.Pd.I

5

4

5

4

4

22

88%

Tercapai

24

Eri Sakti, S.Pd, M.Pd

5

4

5

4

5

23

92%

Tercapai

25

Elda Sasrika, S.Pd.I

4

4

5

4

5

22

88%

Tercapai

26

Yuli Puspita Sari, S.Pd.I

5

4

5

4

5

23

92%

Tercapai

27

Juhesmi Khairani, M.Pd.I

4

5

5

4

5

23

92%

Tercapai

28

Holmawati, S.Pd.I

5

4

4

4

5

22

88%

Tercapai

29

Sosi Oktarina, S.Pd

5

4

5

5

5

24

96%

Tercapai

30

Zakiyani Dewi, SE

5

5

4

4

5

23

92%

Tercapai

 

Berdasarkan dekripsi pada tabel 5, 6, 7 dan 8 tampaknya kemampuan guru dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) sudah memenuhi indikator kinerja yang telah ditetapkan pada semua aspek, baik menyangkut kesiapan, pengetahuan maupun kemampuan dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL). Dengan hasil seperti itu, berarti tindakan yang diberikan efektif dalam meningkatkan kinerja guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL).

d.      Refleksi

Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) pada siklus I sudah menunjukkan hasil yang sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Setelah diadakan refleksi terhadap hasil yang diperoleh, diputuskan untuk tidak melanjutkan pada siklus berikutnya Dari hasil tersebut tampaknya secara umum bahwa guru dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) sudah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Terkait dengan kesiapan guru, ditemukan bahwa guru sudah menyadari betapa pentingnya kemampuan merancang Model Porject Based Learning (MPBL). Terkait dengan kesiapan laptop, semua guru sudah membawa laptop.

3.     Perbandingan Siklus I dan Siklus II

a.     Perbandingan Kesiapan Peserta Mengikuti Workshop

 

Tabel 9 Perbandingan Kesiapan Peserta Mengikuti Workshop

KESIAPAN GURU MENGIKUTI WORKSHOP

No.

Aspek yang diamati

Siklus I

Siklus II

Keterangan

1.

Kesiapan fifik dan mental

27%

100%

Meningkat

2.

Kesiapan bahan

20%

100%

Meningkat

3.

Kesiapan laptop

20%

100%

Meningkat

 

Gambar 6 Perbandingan Kesiapan Peserta Mengikuti Workshop

 

b.     Perbandingan Pengetahuan Peserta Tentang MPBL

 

Tabel 10 Perbandingan Pengetahuan Peserta Tentang MPBL

Pengetahuan Tentang Model Porject Based Learning (MPBL)

No.

Aspek yang diamati

Siklus I

Siklus II

Keterangan

1.

Model Porject Based Learning (MPBL)

20%

100%

Meningkat

2.

Karakteristik MPBL

20%

100%

Meningkat

3.

Kesulitan dalam MPBL

20%

100%

Meningkat

4.

Tujuan MPBL

27%

100%

Meningkat

5.

Langkah-langkah dalam MPBL

27%

100%

Meningkat

6.

Kegiatan siswa dalam MPBL

20%

100%

Meningkat

7.

Penyelesaian proyek dalam MPBL

20%

100%

Meningkat

8.

Penyampaian hasil dalam MPBL

20%

100%

Meningkat

Gambar 7 Perbandingan Pengetahuan Peserta Tentang MPBL

 

 

 

c.      Perbandingan Kompetensi Peserta dalam Merancang MPBL

 

Tabel 11 Perbandingan Kompetensi Peserta Merancang MPBL

KEMAMPUAN MERANCANG PEMBELAJARAN  BERBASIS PROYEK (PBP)

No.

Aspek yang dinilai

Siklus I

Siklus II

Keterangan

1.

Penentuan dan Perencanaan Proyek

20%

100%

Meningkat

2.

Penyusunan Jadwal Proyek

27%

100%

Meningkat

3.

Penyelesaian Proyek

27%

100%

Meningkat

4.

Penyampaian Hasil

20%

100%

Meningkat

5.

Evaluasi Hasil Kegiatan

17%

100%

Meningkat

 

Gambar 8 Perbandingan Komptensi Peserta Merancang MPBL

 

Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana perbandingan uji kompetensi guru dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL) pada setiap siklus secara individu dapat ditunjukkan seperti pada tabel berikut:

Tabel 12 Perbandingan Kompetensi Peserta Secara Individu

Perbandingan Kemampuan Perorangan

No.

Nama Guru

Siklus I

Siklus II

Keterangan

1

Ardianto, S.Pd

44%

92%

Meningkat

2

Ardisal, S.Pd

56%

100%

Meningkat

3

Ade Musthafa, S.Pd.I, M.Pd

56%

100%

Meningkat

4

Kartika Sari, S.Pd

56%

96%

Meningkat

5

Saji Suryanto, S.Pd.I

52%

96%

Meningkat

6

Dwi Asri Wilujeng, S.Si

52%

92%

Meningkat

7

Elza Haryani, S.Ag, M.Pd

44%

92%

Meningkat

8

Dina Rahmana, S.Pd.I

56%

100%

Meningkat

9

Sri Rezeki, S.Pd

56%

96%

Meningkat

10

Etty Ekariani, S.Pd

56%

100%

Meningkat

11

Kiki Detriyani, S.Pd

56%

96%

Meningkat

12

Lukman Hakim, M.Pd

56%

96%

Meningkat

13

Nursamia, S.Pd

52%

96%

Meningkat

14

Melva Gustina, S.Pd

52%

92%

Meningkat

15

Nopita Yanti, S.Pd

64%

96%

Meningkat

16

Wenni Rossalina, S.Pd

68%

96%

Meningkat

17

Akmal Hafis, S.Pd.I

44%

92%

Meningkat

18

Herlina, S.Pd, M.Pd

56%

92%

Meningkat

19

Dian Kurniawan, S.Pd

56%

96%

Meningkat

20

Lastriana, S.Pd.I

56%

92%

Meningkat

21

Sri Handayani, S.Pd, M.Pd

52%

88%

Meningkat

22

Rita Fialisna, S.Pd

52%

92%

Meningkat

23

Wahyuni, S.Pd.I

64%

88%

Meningkat

24

Eri Sakti, S.Pd, M.Pd

68%

92%

Meningkat

25

Elda Sasrika, S.Pd.I

44%

88%

Meningkat

26

Yuli Puspita Sari, S.Pd.I

56%

92%

Meningkat

27

Juhesmi Khairani, M.Pd.I

56%

92%

Meningkat

28

Holmawati, S.Pd.I

56%

88%

Meningkat

29

Sosi Oktarina, S.Pd

64%

96%

Meningkat

30

Zakiyani Dewi, SE

68%

92%

Meningkat

 

4.     Respon Guru terhadap Pelaksanaan Workshop Merancang MPBL

Penilaian ini penting dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang respon guru terhadap kegiatan workshop dalam merancang Model Porject Based Learning (MPBL). Untuk mengetahui respon guru terhadap kegiatan workshop tentang merancang Model Porject Based Learning (MPBL), berdasarkan skor angket yang diperoleh, dengan ketentuan sebagai berikut:

a.    Respon ³ Mi + 1,5 SDi ΰ sangat baik

b.    Mi + 0,5 SDi < Respon < Mi + 1,5 SDi ΰ baik

c.    Mi – 0,5 SDi < Respon < Mi + 0,5 SDi ΰ cukup baik

d.   Mi – 1,5 SDi < Respon < Mi – 0,5 SDi ΰ kurang baik

e.    Respon < Mi – 1,5 SDi  ΰ sangat kurang baik

 

Dan hasil penyebaran angker diperoleh data sebagai berikut:

 

Tabel 13 Respon Peserta Terhadap Pelaksanaan Workshop

RESPON GURU

Skor

Respon

f

%

> 93

Sangat Baik ( SB )

20

67%

91 - 92

Baik ( B )

10

33%

89 - 90

Cukup Baik ( CB )

0

0%

87 - 88

Kurang Baik ( KB )

0

0%

< 87

Sangat Kurang Baik ( SKB )

0

0%

Jumlah

30

100%

 

Berdasarkan tabel 13 di atas menunjukkan bahwa respon guru terhadap kegiatan workshop tentang Model Porject Based Learning (MPBL) adalah sebagai berikut: 20 orang atau 67% merespon Sangat Baik (SB), 10 orang atau 33% merespon Baik (B), dan tidak ada satu orang pun yang meresepon Cukup Baik (CB) maupun Kurang Baik (KB) apalagi merespon sangat kurang baik. Respon ini menunjukkan bahwa guru sangat mengharapkan pelatihan dan pendidikan terhadap Model Porject Based Learning (MPBL).  

1.       Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan analisis dan pembahasan seperti yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas peserta dalam kegiatan workshop tentang penyusunan Model Porject Based Learning (MPBL) bagi guru (Laili, 2019). Di samping itu juga, terjadi peningkatan kinerja guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL) melalui workshop. Dari siklus I ke siklus II pada masing-masing aspek dengan target ketercapaian sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui workshop dapat meningkatkan kinerja guru dalam menyusun Model Porject Based Learning (MPBL).

Sementera dari hasil penyebaran angket tentang tanggapan peserta terhadap pelaksanan workshop dalam menyusun Model Porject Based Learning (PBP) adalah sebagai berikut: 67% menyatakan sangat baik dan sangat setuju, dan 33% menyatakan baik dan sangat setuju.

Keberhasilan tindakan ini disebabkan oleh pemahaman secara menyeluruh tentang strategi pembelajaran sangat diperlukan. Dengan pemahaman yang baik, maka model pembelajaran dapat disusun dengan baik. Mengoptimalkan pemahaman guru terhadap Model Porject Based Learning (MPBL) melalui pembinaan intensif dalam bentuk penyelenggaraan workshop menunjuk pada metode kooperatif konsultatif dimana diharapkan para guru berdiskusi, bekerja sama dan berkonsultasi secara aktif (Anam, 2022). Aktivitas ini akan sangat membantu mereka dalam memahami konsep-konsep dasar penyusunan model pembelajaran yang pada akhirnya nanti mereka mampu menyusun model pembelajaran yang lain dengan baik dan benar.

Dalam kaitannya dengan pembinaan melalui workshop, maka penelitian ini juga sesuai dengan apa yang dikatakan (Saneto, 2021) bahwa tujuan workshop adalah untuk memperoleh tingkat kinerja yang diperlukan dalam pekerjaan mereka dengan cepat dan ekonomis dan mengembangkan kinerja-kinerja yang ada sehingga prestasi mereka pada tugas yang sekarang ditingkatkan dan mereka dipersiapkan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. (Suta, 2018) mengatakan workshop bertujuan untuk memperoleh nilai tambah seseorang yang bersangkutan, terutama yang berhubungan dengan meningkatnya dan berkembangnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang bersangkutan. Workshop dimaksudkan untuk mempertinggi kinerja dengan mengembangkan cara-cara berpikir dan bertindak yang tepat serta pengetahuan tentang tugas pekerjaan termasuk tugas dalam melaksanakan evaluasi diri.

Dari paparan di atas, menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan workshop yang lebih menekankan pada metode kolaboratif konsultatif akan memberikan kesempatan sharing antara satu guru dengan guru lain. Dengan demikian, pemahaman terhadap Model Porject Based Learning (MPBL) dapat ditingkatkan baik dalam teoretisnya maupun implementasinya.

 

KESIMPULAN

Setelah melalui proses analisis dan pembahasan hasil penelitian tindakan yang telah diterapkan pada Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo pada semester gasal tahun pelajaran 2020/2021, maka dapat disimpulkan bahwa: Ada peningkatan kompetensi guru dalam merancang Model Porject Based Learning (PjBL) setealah mengikuti workshop. Dari siklus I ke siklus II dapat mencapai target minimal yang telah ditetapkan dalam merancang model pembelajaran pada masing-masing aspek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui workshop dapat menintsagkatkan kompetensi guru dalam merancang Model Porject Based Learning (PjBL). Guru Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo pada semester gasal tahun pelajaran 2020/2021 memberikan respon sangat positif terhadap kegiatan merancang Model Porject Based Learning (PjBL) melalui workshop.

 

 

REFERENCE

Anam, K. (2022). Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah Dalam Merancang Model Problem Based Learning Melalui Workshop. Al-Wasithoh: Jurnal Ilmu Agama Islam, 4(2), 129–144.

 

Angkasa, A., Rusyana, A., & Erlin, E. (2019). Penerapan model pembelajaran open ended problems terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Jurnal Wahana Pendidikan, 5(2), 1–4.

 

Arifin, H. Z. (2017). Perubahan perkembangan perilaku manusia karena belajar. SABILARRASYAD: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kependidikan, 2(1).

 

Asyafiq, S. (2016). Berbagai pendekatan dalam pendidikan nilai dan pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(1), 29–37.

 

Haqq, A. A. (2017). Implementasi Challenge-Based Learning dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMA. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics), 1(2).

 

Hurint, M. T., Tahulending, G., & Anas, S. (2021). Komparasi Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Dengan Problem Posing-Solving Dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Online Di SMK YPK 1 Biak. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(2), 339–344.

 

Kholik, A. N. (2019). Landasan psikologis pengembangan kurikulum abad 21. As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan, 8(1), 65–86.

 

Laili, I. (2019). Efektivitas pengembangan e-modul project based learning pada mata pelajaran instalasi motor listrik. Jurnal Imiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(3), 306–315.

 

MUSTA’IN, M. (2021). Peningkatan Kompetensi Guru MTs Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Dalam Merancang Model Project Base Learning Melalui Workshop. Academia: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 1(2), 193–200.

 

Rerung, N., Sinon, I. L. S., & Widyaningsih, S. W. (2017). Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik SMA pada materi usaha dan energi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 6(1), 47–55.

 

Saihu, S. (2019). Konsep Manusia Dan Implementasinya Dalam Perumusan Tujuan Pendidikan Islam Menurut Murtadha Muthahhari. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 197–217.

 

Saneto, S. P. (2021). Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Menyusun RPP Melalui Workshop Di SDN Wonogriyo 01 Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Jurnal Merdeka Mengajar (JMM), 2(1), 13–17.

 

Santoso, S. A. (2017). Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 13 Malang. JURNAL ANNABA’: STIT Muhammadiyah Paciran Lamongan, 3(1), 1–5.

 

Suta, I. N. (2018). Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menetapkan KKM Mata Pelajaran Melalui Workshop Pada Guru SD SE-Gugus Brigjen Anumerta I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Denpasar Barat. Wahana Chitta Jurnal Pendidikan, 1(2), 117–126.

 

Zekri, Z., Ganefri, G., & Anwar, M. (2020). Pengembangan modul pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran simulasi dan komunikasi digital smk. Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(1), 33–42.