GREEN PRODUCT QUALITY, GREEN BRAND IMAGE, E-WOM TERHADAP GREEN CUSTOMER
LOYALTY TRUST STRATEGI MARKETING
Destiyana Yuwanti1, Erna
Sofriana Imaningsih2, Wahyu Wibowo3, Imam Yuwono4
Universitas Mercu Buana
|
Keywords |
Abstract |
|
green product quality, green brand
image, e-wom, trust, green customer loyalty. |
Changes in
consumer behavior to be more green is very interesting to observe. This is
the focus point of this research, which raises the topic of green customer
loyalty. There are five variables that will be discussed, namely: Green
Product Quality, Green Brand Image, e-WOM, Green Customer Loyalty, and Trust.
This research was conducted to determine the extent to which the variables which
are marketing elements influence green customer loyalty through mediation.
The data collection method used in this study was a questionnaire. The data
collection technique in this study is using a Likert scale. The results of
measuring latent variables using reliable measuring instruments can be
guaranteed to be accurate and consistent, so they can be used to draw
appropriate conclusions in SEM analysis. The conclusion of the research shows
that Green Product Quality, Green Brand Image, and E-Wom have a positive and
significant effect on trust. Trust, Green Product Quality, Green Brand Image,
and E-Wom have a positive but not significant effect on customer loyalty. The
mediating effect of Trust has a positive but not significant effect on Green
Product Quality, Green Brand Image, and E-Wom. |
|
Kata Kunci |
Abstrak |
|
green product quality, green brand image, e-wom, trust , green
customer loyalty. |
Perubahan perilaku konsumen menjadi
lebih green sangat menarik untuk
diamati. Hal ini menjadi titik fokus penelitian ini, yaitu mengangkat topik green customer loyalty. Terdapat lima
variabel yang akan menjadi pembahasan yaitu: Green Product Quality, Green Brand Image, e- WOM, Green Customer Loyalty, dan Trust. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui sejauh mana variabel-variabel yang merupakan elemen marketing
tersebut dalam mempengaruhi green
customer loyalty dengan dimediasi. Metode pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini yaitu menggunakan skala likert. Hasil pengukuran variabel laten melalui alat ukur yang reliabel
dapat dijamin akurat dan konsisten, sehingga dapat digunakan untuk mengambil
kesimpulan yang tepat dalam analisis SEM. Kesimpulan
dari penelitian menunjukkan bahwa Green Product Quality, Green Brand Image,
dan E-Wom berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust. Trust, Green
Product Quality, Green Brand Image, dan E-Wom berpengaruh positif tetapi
tidak signifikan terhadap customer loyalty, Efek mediasi Trust berpengaruh
positif tetapi tidak signifikan pada Green Product Quality, Green Brand
Image,dan E-Wom. |
Corresponding Author: Destiyana Yuwanti
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Selama beberapa tahun terakhir, baik
pemerintah, pelaku bisnis, maupun masyarakat mulai menyadari bahwa masalah
lingkungan terus meningkat karena banyaknya polusi lingkungan yang terkait langsung
dengan produksi industry (G�ssling, n.d.). Kekhawatiran
pencemaran lingkungan akibat praktek bisnis yang tidak bertanggung jawab
terhadap masalah lingkungan, muncul sebagai masalah umum bagi masyarakat (Bartels et al., 2022). Berangkat dari kesadaran tersebut , maka
sekelompok masyarakat terdorong untuk menunjukkan perilaku green dalam
kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pola konsumsinya. Sehingga terbentuklah green
consumer behaviour, didefinisikan sebagai suatu perubahan sikap ataupun perilaku
konsumen dengan pemilihan produk yang ramah pada lingkungan dan terjamin
kemanaan untuk tubuhnya dalam pemenuhan kebutuhan keseharian mereka (Imaningsih,
Tjiptoherijanto, Heruwasto, & Aruan, 2020).
Perkembangan Green Consumer behaviour dapat terlihat dari meningkatnya jumlah
pembelian green product yang diusung
oleh beberapa perusahaan di Industry Fast
Moving Consumer Goods (FMCG). Salah satu contohnya adalah Unilever, sebuah
perusahaan multinasional yang menghasilkan green
product dan mampu menduduki posisi di jajaran atas dari kinerja penjualan .
Hal tersebut dapat ditunjukkan melalui data gambar berikut:
Gambar 1. Pendapatan Tahunan beberapa
Perusahaan FMCG
���������������������������� �� Sumber : Laporan Keuangan Masing-masing
Perusahaan
Namun dari sisi internal, Unilever mengalami
dinamika penurunan kinerja pendapatan di tahun 2019-2021, yang ditunjukkan
dalam gambar berikut ini :
Kinerja Perusahaan PT
Unilever Indoensia TBK 50.0 40.0 ��� 30.0 42.9 39.5 10.0 201 202 5.7 58 202 Penjualan Laba (setelah dikurangi HPP dan 7.1 7.3
00
00� �����������
��� 00���� �������� 42.9
00
Gambar 2.
Kinerja Perusahaan PT Unilever Indonesia TBK
Sumber: Laporan Keuangan UNVR
Dari data tersebut terlihat adanya indikasi
turunnya kepercayaan (trust) dan
loyalitas konsumen terhadap green product.
Hal ini menarik, karena trust dan
loyalitas merupakan issue penting bagi
perusahaan yang sudah mencapai kemapanan seperti Unilever. Apalagi saat ini
strategi sustainability dan green menjadi value customer yang ingin disampaikan perusahaan. Hal ini
sebagaimana yang dikemukakan dalam penelitian sebelumnya bahwasanya tingginya
customer loyalty akan berdampak pada pendapatan yang turut semakin tinggi,
dengan demikian terdapat keterkaitan secara positif antara customer loyalty
dengan tingkat pendapatan perusahaan, dan tanpa adanya customer loyalty, maka
suatu perusahaan atau organisasi akan sulit bertahan terhadap kempetisi antar
perusahaan (Kusumowardhani, 2021). Adapun berdasarkan data di atas, PT.
Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merupakan perusahaan terbesar di Indonesia, namun
belakangan ini adanya permasalahan-permasalahan sehingga adanya issue kurangnya
kepercayaan konsumen terhadap produk-produk PT. Unilever. Perusahaan saat ini
mulai menyesuaikan strategi dengan keinginan konsumen saat ini sehingga
perusahan akan berupaya untuk melakukan pemenuhan atas keinginan serta
kebutuhan dari kosnumen mereka. Dengan demikian, perusahaan perlu mencari
peluang dengan memperhatikan keinginan serta kebutuhan konsumen dengan
memedulikan lingkungan beserta dengan kegiatan perusahaan yang berfokus pada
keinginan dan kebutuhan dari para konsumen maupun dan calon konsumen, sehingga
akan memudahkan perusahan dalam mencapai calon konsumen ataupun mempertahankan
konsumen agar mendapatkan konsumen loyal (Kotler & Keller,
2016).
Penelitian ini menggunnaan teori perilaku
konsumen yaitu studi yang memproses segala yang berkaitan dengan kelompok
maupun individu dalam pemilihan, pembelian, penggunaan maupun pengaturan jasa
dan produk, gagasan, serta pengalaman dalam memuaskan keinginan maupun
kebutuhan dari individu. Perilaku konsum juga didefinisikan sebagai serangkaian
kegiatan dengan melibatkan individu secara langsung dalam memperoleh serta
menggunakan jasa dan produk yang juga terkandung proses dalam mengambil
keputusan untuk mempersiapkan penentuan dari kegiatan tersebut. Adapun teori
perilaku konsumen berkaitan dengan tindakan dan perilaku dari kelompok ataupun
individu konsumen dalam pembelian hingga mengguunakan jasa dan produk untuk
memperoleh manfaat (Nugraha et al., 2021).
Pada ruang lingkup konsumen juga termasuk
pembuangan produk yang telah digunakan, seperti halnya pada isu terkait limbah
berupa plastik, logam, dan besi sebagai masalah lingkungan, akan mempengaruhi
perilaku konsumen apabila konsumen memiliki kesadaran yang tinggi atas isu
lingkungan hidup tersebut, dengan demikian akan menjadikan konsumen akan
cenderung untuk mempergunakan produk yang ramah lingkungan, agar limbah yang
dihasilkan produk tidak meningkatkan persoalan terkait lingkungan, hal ini
dapat dilakuukan dengan menggunakan produk dengan kemasan yang ramah
lingkungan. Perilaku konsumen juga diartikan sebagai studi terkait proses,
tujuan, dan sikap konsumen dalam mengambil keputusan. Konsumen dapat memiliki
keinginan untuk mengeluarkan biaya lebih pada green product, serta perhatian
khusus pada daur ulang dan polusi, sehingga akan membentuk sikap �perilaku
pembelian hijau�. Konsumen dengan kesadaran dan pengetahuan tinggi atas
lingkungan, maka akan mendorong perilaku �pembelian hojau�. Selain itu, pola
konsumsi yang berhubungan dengan lingkungan juga dinyatakan sebagai pembelian
ramah lingkungan yaitu pola perilaku sadar akan lingkungan, dan berkenaan
dengan pembelanjaan ataupun pembelian produk ramah lingkungan (SETIYAWAN, 2022).
Berdasarkan penelitian terdahulu faktor-faktor
yang mempengaruhi loyalitas konsumen di antaranya adalah Product Quality, Brand Image dan E- Wom (Indana & Andjarwati,
2021). Adapun studi terdahulu membuktikan bahwasanya Green Product Quality berdampak positif
pada Customer Loyalty (HAFIDZAH, 2022). Namun beberapa temuan lain membuktikan bahwasanya kualitas dari
pada produk tidak berdampak signifikan pada loyalitas
(Amri, 2013). Menurut penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa Brand Image mampu menjadi pendorong
dalam menciptakan loyalitas dari konsumen (Hidayat, A. M., & Hussein, A.
S. (2016). Pengaruh Green Brand Image, n.d.). Hal ini dikarenakan apabila citra dari suatu
brand tersebut maka memberikan
peluang besar untuk konsumen melakukan pembelian kembali di kemudian hari.
Namun temuan lain menunjukkan hal berbeda, bahwa brand image tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas (Hidayat, A. M., & Hussein, A. S. (2016). Pengaruh
Green Brand Image, n.d.).
Penelitian terdahulu menunjukan temuan bahwa E-Wom secara signifikan dan positif
mempengaruhi loyalitas (Christy, 2022). Sedangkan Trust sebagai mediasi berdasarkan penelitian terdahulu ditemukan
sebagai mediasi yang baik, dalam meningkatkan pengaruh service quality, brand image, dan E-Wom terhadap customer loyalty (Ajzen & Kruglanski, 2019).
METODE PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan dengan kuantitatif
yakni pengujian berbagai teori objektif melalui korelasi antar 2 variabel atau
lebih. Penelitian ini menggunakan korelasi kasual yakni korelasi atas sebab dan
akibat dari tiap variabel. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala likert. Skala
likert yang digunakan adalah skala likert 5 poin yang dapat memberikan
kemudahan dalam mengakomodir jawaban responden. Pada skala ini bobot skor yang
akan diberikan terlihat pada tabel berikut:
Tabel 1. skala likert
|
Jawaban |
Kode |
Skor |
|
Sangat
Tidak Setuju |
STS |
1 |
|
Tidak
Setuju |
TS |
2 |
|
Netral |
N |
3 |
|
Setuju |
S |
4 |
|
Sangat
Setuju |
SS |
5 |
Sumber : sugiono (2017)
Pada penelitian
ini populasi yang menjadi target untuk di teliti adalah seseorang atau
masyarakat yang pernah melakukan transaksi lebih dari 1 (satu) kali produk
Unilever pada wilayah jabodetabek dan Surabaya. wilayah tersebut merupakan
wilayah kampanye U Refill Unilever dengan 100 lokasi bank sampah selain itu
wilayah tersebut adalah wilayah dimulainya Unilever dalam program sustainable
living plan. (www.unilever.com). Sampel adalah sebagian anggota populasi
yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampling. Dalam penelitian
ini peneliti melakukan screening purposive sampling, screening purposive
sampling merupakan metode yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana masyarakat
menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan. Berdasarkan rumus perhitungan
sampel tersebut, maka pada penelitian ini, jumlah sampel yang akan diambil
adalah:
Jumlah sampel ��� = Indikator x 5
= 25 x 5
= 125 sampel responden
Teknik pengambilan sampel tersebut digunakan
untuk melakukan penyebaran kuesioner langsung kepada para responden. Pada
penelitian ini, implementasi pengumpulan data yang disebarkan melalui social
media yaitu Instagram dan status whatsapp maupun melalui kolega. Hal tersebut
dilakukan untuk mencapai target sampel yaitu sebesar minimal 125 responden.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam Structural Equation Modelling (SEM) ada
dua jenis model yang terbentuk, yakni model pengukuran (Outer Model) dan model
structural (Inner Model). Alat bantu yang digunakan berupa program Smart PLS
Versi 3 yang dirancang khusus untuk mengestimasi persamaan struktural dengan
basis variance. Model struktural dalam penelitian membentuk 10 hipotesis yang
ditampilkan pada gambar berikut ini:
Gambar 3 Model struktural
dalam penelitian
Analisis Outer Model
Pengujian model pengukuran (outer model)
digunakan untuk menentukan spesifikasi hubungan antara variabel dependen dengan
variabel independennya, pengujian ini meliputi convergent validity,
discriminant validity dan reliabilitas.
Convergent Validity
Convergent Validity atau
validitas konvergen merupakan nilai loading factor yang terdapat pada variabel
laten dengan indikatornya, nilai loading factor yang diterima > 0.7. Artinya
indicator yang memiliki nilai loading factor kurang dari 0,70 maka akan
dihilangkan dan dilakukan pengujian ulang.
Gambar 4.
Convergent Validity
Pada gambar 4 terlihat bahwa
terdapat indikator Y6 dengan nilai loading factor kurang dari 0,70 (< 0,70),
yang artinya korelasi antara konstruk dengan variabel belum memenuhi syarat
convergent validity, karena masih memiliki nilai loading factor dibawah 0,70.
Maka pengujian ini perlu dilakukan kembali dengan menghilangkan indikator yang
memiliki nilai loading faktor kurang dari 0,70 (<0,70). Sehingga hasil
algoritma dari pengujian convergent validity yang dilakukan kembali adalah
sebagai berikut:
Gambar
5. hasil
algoritma dari pengujian convergent validity
Tabel
2. hasil modifikasi pengujian convergent validity
|
Variabel |
Indikator |
Outer Loading (Factor Loading) |
Keterangan |
|
Green
Product Quality |
GP1 |
0.828 |
Valid |
|
GP2 |
0.854 |
Valid |
|
|
GP3 |
0.822 |
Valid |
|
|
GP4 |
0.890 |
Valid |
|
|
GP5 |
0.873 |
Valid |
|
|
GP6 |
0.871 |
Valid |
|
|
Green
Brand Image |
GBI1 |
0.852 |
Valid |
|
GBI2 |
0.839 |
Valid |
|
|
GBI3 |
0.818 |
Valid |
|
|
GBI4 |
0.867 |
Valid |
|
|
GBI5 |
0.799 |
Valid |
|
|
GBI6 |
0.800 |
Valid |
|
|
EWOM |
EW1 |
0.816 |
Valid |
|
EW2 |
0.723 |
Valid |
|
|
EW3 |
0.819 |
Valid |
|
|
EW4 |
0.841 |
Valid |
|
|
EW5 |
0.811 |
Valid |
|
|
EW6 |
0.824 |
Valid |
|
|
Customer
loyalty |
Y1 |
0.849 |
Valid |
|
Y2 |
0.757 |
Valid |
|
|
Y3 |
0.813 |
Valid |
|
|
Y4 |
0.792 |
Valid |
|
|
Y5 |
0.797 |
Valid |
|
|
Trust |
Z1 |
0.881 |
Valid |
|
Z2 |
0.878 |
Valid |
|
|
Z3 |
0.866 |
Valid |
|
|
Z4 |
0.857 |
Valid |
|
|
Z5 |
0.786 |
Valid |
|
|
Z6 |
0.861 |
Valid |
Setelah dilakukannya pengujian
kembali dengan menghilangkan indikator yang memiliki nilai loading factor
<0,70. Maka hasil dari modifikasi pengujian convergent validity dapat
terlihat pada tabel 2 bahwa loading factor yang dihasilkan diatas 0,70 yang
berarti bahwa semua indicator telah memenuhi syarat convergent validity.
Discriminant Validity
Pengujian selanjutnya adalah
menguji validitas diskriminan, pengujian ini bertujuan untuk menentukan apakah
suatu indikator reflektif merupakan pengukuran yang baik bagi konstruknya
berdasarkan prinsip bahwa indikator berkorelasi tinggi terhadap konstruknya.
Tabel 3 berikut menunjukkan hasil cross loading dari pengujian validitas diskriminan.
Tabel 3 Hasil Uji Cross Loading
|
No |
Green
Product Quality |
Green
Brand Image |
E-WOM |
Customer Loyalty |
Trust |
|
X11 |
0.861 |
0.592 |
0.374 |
0.471 |
0.454 |
|
X12 |
0.828 |
0.612 |
0.242 |
0.352 |
0.343 |
|
X13 |
0.854 |
0.615 |
0.382 |
0.450 |
0.424 |
|
X14 |
0.822 |
0.593 |
0.412 |
0.383 |
0.397 |
|
X15 |
0.890 |
0.688 |
0.465 |
0.503 |
0.462 |
|
X16 |
0.873 |
0.592 |
0.365 |
0.524 |
0.482 |
|
X21 |
0.644 |
0.871 |
0.282 |
0.507 |
0.410 |
|
X22 |
0.596 |
0.852 |
0.256 |
0.546 |
0.535 |
|
X23 |
0.581 |
0.839 |
0.295 |
0.500 |
0.466 |
|
X24 |
0.554 |
0.818 |
0.445 |
0.427 |
0.368 |
|
X25 |
0.613 |
0.867 |
0.376 |
0.504 |
0.400 |
|
X26 |
0.641 |
0.799 |
0.351 |
0.452 |
0.440 |
|
X31 |
0.294 |
0.266 |
0.800 |
0.343 |
0.395 |
|
X32 |
0.314 |
0.226 |
0.816 |
0.346 |
0.299 |
|
X33 |
0.357 |
0.312 |
0.723 |
0.457 |
0.445 |
|
X34 |
0.382 |
0.357 |
0.819 |
0.415 |
0.430 |
|
X35 |
0.376 |
0.318 |
0.841 |
0.465 |
0.475 |
|
X36 |
0.379 |
0.374 |
0.811 |
0.379 |
0.403 |
|
Y1 |
0.521 |
0.570 |
0.387 |
0.824 |
0.546 |
|
Y2 |
0.485 |
0.484 |
0.420 |
0.849 |
0.584 |
|
Y3 |
0.329 |
0.366 |
0.322 |
0.757 |
0.577 |
|
Y4 |
0.389 |
0.448 |
0.506 |
0.813 |
0.551 |
|
Y5 |
0.406 |
0.483 |
0.412 |
0.792 |
0.621 |
|
Z1 |
0.454 |
0.438 |
0.591 |
0.622 |
0.797 |
|
Z2 |
0.417 |
0.421 |
0.401 |
0.595 |
0.881 |
|
Z3 |
0.416 |
0.446 |
0.405 |
0.569 |
0.878 |
|
Z4 |
0.462 |
0.486 |
0.456 |
0.614 |
0.866 |
|
Z5 |
0.442 |
0.469 |
0.401 |
0.642 |
0.857 |
|
Z6 |
0.351 |
0.383 |
0.337 |
0.560 |
0.786 |
Cara lain mengukur
discriminant validity adalah melihat nilai square root of average variance
extracted (AVE). Nilai yang disarankan adalah di atas 0,5 untuk model yang
baik.
Tabel 4. Average Varinace Extracted (AVE)
|
Variabel |
Average variance extracted (AVE) |
|
Customer
Loyalty |
0.652 |
|
E-WOM |
0.644 |
|
Green
Brand Image |
0.708 |
|
Green
Product Quality |
0.731 |
|
Trust |
0.714 |
Berdasarkan informasi yang
terdapat pada Tabel diatas, nilai Average Variance Extracted (AVE) telah
melebihi nilai ambang batas sebesar 0,5 yang artinya daoat setiap konstruknya
dapat menjelaskan 50% atau lebih varians itemnya.
Tujuan dari pengujian
reliabilitas dalam penelitian ini adalah untuk menilai tingkat keandalan dan
kepercayaan alat ukur yang digunakan. Dalam penilaian reliabilitas, nilai CR
dan Cronbach's alpha yang melebihi 0,70 menunjukkan bahwa konstruk tersebut
dapat diandalkan dan memiliki tingkat kepercayaan yang baik. Dengan demikian,
hasil pengukuran variabel laten melalui alat ukur yang reliabel dapat dijamin
akurat dan konsisten, sehingga dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan yang
tepat dalam analisis SEM. Hasil uji reliability dapat dilihat pada table
berikut:
Tabel 5. Composite Reliability dan
Cronbach Alpha
|
Variabel |
Cronbach's alpha |
Composite reliability (rho_a) |
Keterangan |
|
Customer
Loyalty |
0.866 |
0.868 |
Reliable |
|
E-WOM |
0.889 |
0.894 |
Reliable |
|
Green
Brand Image |
0.917 |
0.922 |
Reliable |
|
Green
Product Quality |
0.927 |
0.934 |
Reliable |
|
Trust |
0.919 |
0.921 |
Reliable |
Tabel yang disajikan
menunjukkan bahwa nilai Composite Reliability (CR) dan Cronbach's alpha untuk
semua konstruk dalam penelitian ini melebihi ambang batas minimal 0,70. Hal ini
mengindikasikan bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dapat
dianggap konsisten dan memiliki tingkat keandalan yang baik.
Analisis inner
Model
Evaluasi model struktural
(inner model) dilakukan untuk memastikan model struktrual yang dibangun robust
dan akurat. Tahapan analisis yang dilakukan pada evaluasi model struktural
dilihat dari beberapa indikator yaitu:
a) R-Square (Koefesien Determinasi)
Uji koefisien determinasi
dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana konstruk endogen dapat dijelaskan oleh
konstruk eksogen yang terkait.
Tabel 6. Uji koefisien determinasi
|
Variabel |
R-square |
R-square adjusted |
|
Customer
Loyalty |
0.587 |
0.573 |
|
Trust |
0.400 |
0.386 |
Berdasarkan tabel diatas,
ditemukan bahwa variabel customer loyalty memiliki nilai sangat kuat dan juga
kepercayaan, hal ini menunjukkan bahwa penelitian tentang kepuasan pengguna
sangat penting dilakukan. Nilai koefisien determinasi (R-squared) untuk variabel
Customer Loyalty sebesar 0,573, artinya bahwa sekitar 57,3% variasi dalam
variabel Customer Loyalty dapat dijelaskan oleh variasi dalam variabel product
quality, brand image dan e-wom. selanjutnya sekitar 38,6%, dipengaruhi oleh
faktor mediasi yaitu Trust.
b) f-Square
Uji F-Square (Effect Size)
dilakukan untuk melihat pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen.
Menurut peneliti nilai F-Square yang direkomendasikan adalah 0,02 dianggap
memiliki pengaruh kecil, 0,15 dianggap memiliki pengaruh medium dan 0,35
memiliki pengaruh besar (Irfansius
& Firdausy, 2021).
Tabel 7. Uji F-Square (Effect Size)
|
Variabel |
Customer Loyalty |
Keterangan |
Trust |
Keterangan |
|
Customer
Loyalty |
|
|
|
|
|
E-WOM |
0.032 |
Kecil |
0.153 |
Medium |
|
Green
Brand Image |
0.061 |
Kecil |
0.063 |
kecil |
|
Green
Product Quality |
0.003 |
Kecil |
0.017 |
Kecil |
|
Trust |
0.351 |
Besar |
|
|
Pada table di atas terlihat
bahwa nilai f-Square tersebar adalah pada trust terhadap customer loyalty dan
pengaruh terkecil terdapat pada pengaruh green product quality terhadap trust.
Tabel
7. Uji F-Square (Effect Size) dengan nilai Variance Inflating Factor (VIF)
|
Variabel |
VIF |
|
E-WOM -> Customer Loyalty |
1.453 |
|
E-WOM ->
Trust |
1.259 |
|
Green Brand Image
-> Customer Loyalty |
2.230 |
|
Green Brand Image
-> Trust |
2.098 |
|
Green Product Quality -> Customer Loyalty |
2.246 |
|
Green Product Quality -> Trust |
2.208 |
|
Trust -> Customer Loyalty |
1.668 |
Syarat yang harus dipenuhi
dalam analisis outer model adalah tidak terdapat masalah multikolinearitas (Dijaya,
Gracia, & Nisak, 2022). Batasan nilai korelasi
adalah lebih besar 0,9 (>0,9) yang biasanya ditandai dengan nilai Variance
Inflating Factor (VIF) dalam level indikator >5. Artinya jika ada nilai VIF
>5 maka harus dilakukan dropping atau menghilangkan salah satu indikator
yang saling berkorelasi kuat. Dalam hasil pada tabel maka dapat terlihat
bahwa semua indikator memiliki nilai VIF <5 sehingga semua indikator tidak
mengalami masalah multikolinearitas.
Hasil Uji Hipotesis
Gambar 5. Hasil uji hipotesis
Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis
|
|
Hipotesis |
Original sample (O) |
Sample mean (M) |
Standard deviation
(STDEV) |
T statistics (|O/STDEV|) |
P values |
Keterangan |
Hasil |
|
H1 |
Green Product Quality
-> Trust |
0.152 |
0.143 |
0.114 |
1.333 |
0.182 |
Positif Tidak Signifikan |
Ditolak |
|
H2 |
Green Brand Image ->
Trust |
0.282 |
0.284 |
0.098 |
2.866 |
0.004 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H3 |
E-WOM -> Trust |
0.340 |
0.351 |
0.107 |
3.179 |
0.001 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H4 |
Trust -> Customer
Loyalty |
0.492 |
0.486 |
0.104 |
4.740 |
0.000 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H5 |
Green Product Quality
-> Customer Loyalty |
0.051 |
0.049 |
0.091 |
0.557 |
0.577 |
Positif Tidak Signifikan |
Ditolak |
|
H6 |
Green Brand Image ->
Customer Loyalty |
0.237 |
0.238 |
0.086 |
2.747 |
0.006 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H7 |
E-WOM -> Customer
Loyalty |
0.139 |
0.149 |
0.085 |
1.635 |
0.102 |
Positif Tidak Signifikan |
Ditolak |
Berdasarkan tabel di atas
menunjukkan bahwa dari ketujuh hipotesis yang berpengaruh langsung terdapat 3
hipotesis yang ditolak yaitu H1, H5 dan H7. hal terebut dikarenakan
T-Statistics < 1,96 dan P-Values > 0,05 sedangkan untuk ke empat
hipotesis lain diterima dikarenakan nilai T-Statistics > 1,96 P-Values <
0,05.
Tabel 9. Hasil Uji Hipotesis
|
|
Hipotesis |
Original sample (O) |
Sample mean (M) |
Standard deviation (STDEV) |
T statistics (|O/STDEV|) |
P values |
Keterangan |
Hasil |
|
H8 |
Green
Product Quality -> Customer Loyalty |
0.075 |
0.07 |
0.059 |
1.279 |
0.201 |
Positif Tidak Signifikan |
Ditolak |
|
H9 |
Green
Brand Image -> Customer Loyalty |
0.138 |
0.137 |
0.055 |
2.534 |
0.011 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H10 |
E-WOM
-> Customer Loyalty |
0.167 |
0.171 |
0.065 |
2.571 |
0.01 |
Positif Signifikan |
Diterima |
Berdasarkan tabel di atas
menunjukkan bahwa dari ketiga hipotesis yang berpengaruh secara tidak langsung
terdapat 1 (satu) hipotesis yang ditolak yaitu H8. hal terebut dikarenakan
T-Statistics < 1,96 dan P-Values > 0,05 sedangkan untuk kedua hipotesis
lain diterima dikarenakan nilai T-Statistics > 1,96 P-Values < 0,05.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian
yang telah dilakukan dan analisis data sebagaimana telah dijelaskan pada bab
sebelumnya, maka dapat disimpulkan Green
Product Quality berpengaruh
positif tetapi tidak signifikan terhadap trust. Green Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap
trust. E-Wom berpengaruh positif dan
signifikan terhadap trust. Trust
berpengaruh positif dan
signifikan terhadap customer loyalty. Green Product Quality berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap
Customer Loyalty.
Green Brand Image berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Customer loyalty. E-Wom berpengaruh
positif tetapi tidak signifikan terhadap customer loyalty. Efek mediasi Trust berpengaruh positif tetapi
tidak signifikan pada Green Product Quality terhadap Customer Loyalty
pada produk kemasan Unilever. Efek
mediasi Trust berpengaruh positif dan signifikan pada Green Brand
Image terhadap Customer Loyalty pada produk kemasan Unilever. Efek mediasi Trust berpengaruh positif dan
signifikan pada E-Wom terhadap Customer Loyalty pada produk
kemasan Unilever
REFERENSI���������������������������������������������������
Ajzen, Icek, &
Kruglanski, Arie W. (2019). Reasoned action in the service of goal pursuit. Psychological
Review, 126(5), 774.
Amri, Dina. (2013). Pengaruh Kepuasan Atas Kualitas Produk
Terhadap Loyalitas Pengguna Blackberry di Kota Padang. Jurnal Manajemen,
2(01).
Bartels, Sara Laureen, Shaaban, C. Elizabeth, Brum, Wagner
S., Welikovitch, Lindsay A., Folarin, Royhaan, Smith, Adam, & Researchers,
ISTAART P. I. A. to Elevate Early Career. (2022). Impact of the COVID-19
pandemic on early career dementia researchers: A global online survey. PLoS
One, 17(11), e0277470.
Christy, Caroline Claudia. (2022). FoMo di media sosial dan
e-WoM: pertimbangan berbelanja daring pada marketplace. Jurnal Studi
Komunikasi, 6(1), 331�357.
Dijaya, Rohman, Gracia, Aisyah Silvia, & Nisak, Umi
Khoirun. (2022). Factors influencing the Implementation of Electronic Medical
Records (Remics) based on Unified Theory of Acceptance and Use of Technology
(UTAUT) in Sidoarjo Hospital. Procedia of Social Sciences and Humanities,
3, 860�866.
G�ssling, S. (n.d.). Sco, D., & Hall, CM (2020).
Pandemics, tourism and global ange: A rapid assessment of COVID-19. Journal
of Sustainable Tourism, 1�20.
HAFIDZAH, YUSMAN NITA. (2022). Pengaruh Health Awareness,
Green Product Dan Social Media Advertising Terhadap Minat Beli Jamu Di Masa
Covid-19 Dalam Perspektif Bisnis Islam (Studi penelitian pada Generasi Y dan Z
di Provinsi Lampung). UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
Hidayat, A. M., & Hussein, A. S. (2016). PENGARUH GREEN
BRAND IMAGE, GREEN TRUST DAN GREEN SATISFACTION TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (.
Studi Kasus pada Konsumen Stuja Coffee Jakarta ). (n.d.).
Imaningsih, Erna S., Tjiptoherijanto, Prijono, Heruwasto,
Ignatius, & Aruan, Daniel Tumpal H. (2020). Exploring values orientation to
build green loyalty: The role of egoistic, supply chain management, and
biospheric. Int. J. Supply Chain Manag, 9, 656�663.
Indana, Lutfi, & Andjarwati, Anik Lestari. (2021).
Website Quality, Brand Image, dan E-WOM serta Pengaruhnya terhadap Online
Purchase Intention Studi Pengunjung Website Berrybenka. Jurnal Ilmu Manajemen,
9(2), 536�546.
Irfansius, Kristian, & Firdausy, Carunia Mulya. (2021).
Pengaruh Brand Image, Service Quality, Dan Customer Satisfaction Terhadap
Customer Loyalty Sicepat Di Jabodetabek. Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan,
3(4), 1076�1086.
Kotler, Philip, & Keller, Kevin Lane. (2016). Marketing
management (15th global ed.). England: Pearson, 803�829.
Kusumowardhani, Dyah. (2021). Analisis pengaruh nilai
pelanggan, kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap pendapatan perusahaan pada
pelayanan laboratorium kesehatan. Jurnal Ekonomi, Bisnis, Dan Akuntansi,
23(1), 74�91.
Nugraha, Jefri Putri, Alfiah, Dian, Sinulingga, Gairah,
Rojiati, Umi, Saloom, Gazi, Johannes, Ren�, Batin, Mail Hilian, Lestari, Widya
Jati, Khatimah, Husnil, & Beribe, Maria Fatima B. (2021). Teori perilaku
konsumen. Penerbit NEM.
SETIYAWAN, LUKI D. W. I. (2022). Peran Customer-Based Brand
Equity Terhadap Customer Loyalty Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.