GREEN PRODUCT QUALITY, GREEN BRAND IMAGE, E-WOM TERHADAP GREEN CUSTOMER LOYALTY TRUST STRATEGI MARKETING

Destiyana Yuwanti1, Erna Sofriana Imaningsih2, Wahyu Wibowo3, Imam Yuwono4

Universitas Mercu Buana

[email protected]

 

Keywords

Abstract

green product quality, green brand image, e-wom, trust, green customer loyalty.

Changes in consumer behavior to be more green is very interesting to observe. This is the focus point of this research, which raises the topic of green customer loyalty. There are five variables that will be discussed, namely: Green Product Quality, Green Brand Image, e-WOM, Green Customer Loyalty, and Trust. This research was conducted to determine the extent to which the variables which are marketing elements influence green customer loyalty through mediation. The data collection method used in this study was a questionnaire. The data collection technique in this study is using a Likert scale. The results of measuring latent variables using reliable measuring instruments can be guaranteed to be accurate and consistent, so they can be used to draw appropriate conclusions in SEM analysis. The conclusion of the research shows that Green Product Quality, Green Brand Image, and E-Wom have a positive and significant effect on trust. Trust, Green Product Quality, Green Brand Image, and E-Wom have a positive but not significant effect on customer loyalty. The mediating effect of Trust has a positive but not significant effect on Green Product Quality, Green Brand Image, and E-Wom.

Kata Kunci

Abstrak

green product quality, green brand image, e-wom, trust , green customer loyalty.

Perubahan perilaku konsumen menjadi lebih green sangat menarik untuk diamati. Hal ini menjadi titik fokus penelitian ini, yaitu mengangkat topik green customer loyalty. Terdapat lima variabel yang akan menjadi pembahasan yaitu: Green Product Quality, Green Brand Image, e- WOM, Green Customer Loyalty, dan Trust. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana variabel-variabel yang merupakan elemen marketing tersebut dalam mempengaruhi green customer loyalty dengan dimediasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala likert. Hasil pengukuran variabel laten melalui alat ukur yang reliabel dapat dijamin akurat dan konsisten, sehingga dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan yang tepat dalam analisis SEM. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa Green Product Quality, Green Brand Image, dan E-Wom berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust. Trust, Green Product Quality, Green Brand Image, dan E-Wom berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap customer loyalty, Efek mediasi Trust berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada Green Product Quality, Green Brand Image,dan E-Wom.

Corresponding Author: Destiyana Yuwanti

E-mail: [email protected]

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Selama beberapa tahun terakhir, baik pemerintah, pelaku bisnis, maupun masyarakat mulai menyadari bahwa masalah lingkungan terus meningkat karena banyaknya polusi lingkungan yang terkait langsung dengan produksi industry (G�ssling, n.d.). Kekhawatiran pencemaran lingkungan akibat praktek bisnis yang tidak bertanggung jawab terhadap masalah lingkungan, muncul sebagai masalah umum bagi masyarakat (Bartels et al., 2022). Berangkat dari kesadaran tersebut , maka sekelompok masyarakat terdorong untuk menunjukkan perilaku green dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pola konsumsinya. Sehingga terbentuklah green consumer behaviour, didefinisikan sebagai suatu perubahan sikap ataupun perilaku konsumen dengan pemilihan produk yang ramah pada lingkungan dan terjamin kemanaan untuk tubuhnya dalam pemenuhan kebutuhan keseharian mereka (Imaningsih, Tjiptoherijanto, Heruwasto, & Aruan, 2020).


Perkembangan Green Consumer behaviour dapat terlihat dari meningkatnya jumlah pembelian green product yang diusung oleh beberapa perusahaan di Industry Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Salah satu contohnya adalah Unilever, sebuah perusahaan multinasional yang menghasilkan green product dan mampu menduduki posisi di jajaran atas dari kinerja penjualan . Hal tersebut dapat ditunjukkan melalui data gambar berikut:

Gambar 1. Pendapatan Tahunan beberapa Perusahaan FMCG

���������������������������� �� Sumber : Laporan Keuangan Masing-masing Perusahaan

 

Namun dari sisi internal, Unilever mengalami dinamika penurunan kinerja pendapatan di tahun 2019-2021, yang ditunjukkan dalam gambar berikut ini :

Kinerja Perusahaan PT Unilever Indoensia TBK

 

50.0
00

40.0
00� �����������

��� 30.0
��� 00���� ��������
42.9

42.9

39.5

10.0
00

201

202

5.7

58

202

Penjualan

Laba (setelah dikurangi HPP dan

7.1

7.3


Gambar 2. Kinerja Perusahaan PT Unilever Indonesia TBK

Sumber: Laporan Keuangan UNVR

Dari data tersebut terlihat adanya indikasi turunnya kepercayaan (trust) dan loyalitas konsumen terhadap green product. Hal ini menarik, karena trust dan loyalitas merupakan issue penting bagi perusahaan yang sudah mencapai kemapanan seperti Unilever. Apalagi saat ini strategi sustainability dan green menjadi value customer yang ingin disampaikan perusahaan. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan dalam penelitian sebelumnya bahwasanya tingginya customer loyalty akan berdampak pada pendapatan yang turut semakin tinggi, dengan demikian terdapat keterkaitan secara positif antara customer loyalty dengan tingkat pendapatan perusahaan, dan tanpa adanya customer loyalty, maka suatu perusahaan atau organisasi akan sulit bertahan terhadap kempetisi antar perusahaan (Kusumowardhani, 2021). Adapun berdasarkan data di atas, PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merupakan perusahaan terbesar di Indonesia, namun belakangan ini adanya permasalahan-permasalahan sehingga adanya issue kurangnya kepercayaan konsumen terhadap produk-produk PT. Unilever. Perusahaan saat ini mulai menyesuaikan strategi dengan keinginan konsumen saat ini sehingga perusahan akan berupaya untuk melakukan pemenuhan atas keinginan serta kebutuhan dari kosnumen mereka. Dengan demikian, perusahaan perlu mencari peluang dengan memperhatikan keinginan serta kebutuhan konsumen dengan memedulikan lingkungan beserta dengan kegiatan perusahaan yang berfokus pada keinginan dan kebutuhan dari para konsumen maupun dan calon konsumen, sehingga akan memudahkan perusahan dalam mencapai calon konsumen ataupun mempertahankan konsumen agar mendapatkan konsumen loyal (Kotler & Keller, 2016).

Penelitian ini menggunnaan teori perilaku konsumen yaitu studi yang memproses segala yang berkaitan dengan kelompok maupun individu dalam pemilihan, pembelian, penggunaan maupun pengaturan jasa dan produk, gagasan, serta pengalaman dalam memuaskan keinginan maupun kebutuhan dari individu. Perilaku konsum juga didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan dengan melibatkan individu secara langsung dalam memperoleh serta menggunakan jasa dan produk yang juga terkandung proses dalam mengambil keputusan untuk mempersiapkan penentuan dari kegiatan tersebut. Adapun teori perilaku konsumen berkaitan dengan tindakan dan perilaku dari kelompok ataupun individu konsumen dalam pembelian hingga mengguunakan jasa dan produk untuk memperoleh manfaat (Nugraha et al., 2021).

Pada ruang lingkup konsumen juga termasuk pembuangan produk yang telah digunakan, seperti halnya pada isu terkait limbah berupa plastik, logam, dan besi sebagai masalah lingkungan, akan mempengaruhi perilaku konsumen apabila konsumen memiliki kesadaran yang tinggi atas isu lingkungan hidup tersebut, dengan demikian akan menjadikan konsumen akan cenderung untuk mempergunakan produk yang ramah lingkungan, agar limbah yang dihasilkan produk tidak meningkatkan persoalan terkait lingkungan, hal ini dapat dilakuukan dengan menggunakan produk dengan kemasan yang ramah lingkungan. Perilaku konsumen juga diartikan sebagai studi terkait proses, tujuan, dan sikap konsumen dalam mengambil keputusan. Konsumen dapat memiliki keinginan untuk mengeluarkan biaya lebih pada green product, serta perhatian khusus pada daur ulang dan polusi, sehingga akan membentuk sikap �perilaku pembelian hijau�. Konsumen dengan kesadaran dan pengetahuan tinggi atas lingkungan, maka akan mendorong perilaku �pembelian hojau�. Selain itu, pola konsumsi yang berhubungan dengan lingkungan juga dinyatakan sebagai pembelian ramah lingkungan yaitu pola perilaku sadar akan lingkungan, dan berkenaan dengan pembelanjaan ataupun pembelian produk ramah lingkungan (SETIYAWAN, 2022).

Berdasarkan penelitian terdahulu faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen di antaranya adalah Product Quality, Brand Image dan E- Wom (Indana & Andjarwati, 2021). Adapun studi terdahulu membuktikan bahwasanya Green Product Quality berdampak positif pada Customer Loyalty (HAFIDZAH, 2022). Namun beberapa temuan lain membuktikan bahwasanya kualitas dari pada produk tidak berdampak signifikan pada loyalitas (Amri, 2013). Menurut penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa Brand Image mampu menjadi pendorong dalam menciptakan loyalitas dari konsumen (Hidayat, A. M., & Hussein, A. S. (2016). Pengaruh Green Brand Image, n.d.). Hal ini dikarenakan apabila citra dari suatu brand tersebut maka memberikan peluang besar untuk konsumen melakukan pembelian kembali di kemudian hari. Namun temuan lain menunjukkan hal berbeda, bahwa brand image tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas (Hidayat, A. M., & Hussein, A. S. (2016). Pengaruh Green Brand Image, n.d.).

Penelitian terdahulu menunjukan temuan bahwa E-Wom secara signifikan dan positif mempengaruhi loyalitas (Christy, 2022). Sedangkan Trust sebagai mediasi berdasarkan penelitian terdahulu ditemukan sebagai mediasi yang baik, dalam meningkatkan pengaruh service quality, brand image, dan E-Wom terhadap customer loyalty (Ajzen & Kruglanski, 2019).

 

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan dengan kuantitatif yakni pengujian berbagai teori objektif melalui korelasi antar 2 variabel atau lebih. Penelitian ini menggunakan korelasi kasual yakni korelasi atas sebab dan akibat dari tiap variabel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala likert. Skala likert yang digunakan adalah skala likert 5 poin yang dapat memberikan kemudahan dalam mengakomodir jawaban responden. Pada skala ini bobot skor yang akan diberikan terlihat pada tabel berikut:

 

Tabel 1. skala likert

Jawaban

Kode

Skor

Sangat Tidak Setuju

STS

1

Tidak Setuju

TS

2

Netral

N

3

Setuju

S

4

Sangat Setuju

SS

5

Sumber : sugiono (2017)

Pada penelitian ini populasi yang menjadi target untuk di teliti adalah seseorang atau masyarakat yang pernah melakukan transaksi lebih dari 1 (satu) kali produk Unilever pada wilayah jabodetabek dan Surabaya. wilayah tersebut merupakan wilayah kampanye U Refill Unilever dengan 100 lokasi bank sampah selain itu wilayah tersebut adalah wilayah dimulainya Unilever dalam program sustainable living plan. (www.unilever.com). Sampel adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampling. Dalam penelitian ini peneliti melakukan screening purposive sampling, screening purposive sampling merupakan metode yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana masyarakat menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan. Berdasarkan rumus perhitungan sampel tersebut, maka pada penelitian ini, jumlah sampel yang akan diambil adalah:

Jumlah sampel ��� = Indikator x 5

= 25 x 5

= 125 sampel responden

Teknik pengambilan sampel tersebut digunakan untuk melakukan penyebaran kuesioner langsung kepada para responden. Pada penelitian ini, implementasi pengumpulan data yang disebarkan melalui social media yaitu Instagram dan status whatsapp maupun melalui kolega. Hal tersebut dilakukan untuk mencapai target sampel yaitu sebesar minimal 125 responden.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam Structural Equation Modelling (SEM) ada dua jenis model yang terbentuk, yakni model pengukuran (Outer Model) dan model structural (Inner Model). Alat bantu yang digunakan berupa program Smart PLS Versi 3 yang dirancang khusus untuk mengestimasi persamaan struktural dengan basis variance. Model struktural dalam penelitian membentuk 10 hipotesis yang ditampilkan pada gambar berikut ini:

Gambar 3 Model struktural dalam penelitian

 

Analisis Outer Model

Pengujian model pengukuran (outer model) digunakan untuk menentukan spesifikasi hubungan antara variabel dependen dengan variabel independennya, pengujian ini meliputi convergent validity, discriminant validity dan reliabilitas.

Convergent Validity

Convergent Validity atau validitas konvergen merupakan nilai loading factor yang terdapat pada variabel laten dengan indikatornya, nilai loading factor yang diterima > 0.7. Artinya indicator yang memiliki nilai loading factor kurang dari 0,70 maka akan dihilangkan dan dilakukan pengujian ulang.

Gambar 4. Convergent Validity

Pada gambar 4 terlihat bahwa terdapat indikator Y6 dengan nilai loading factor kurang dari 0,70 (< 0,70), yang artinya korelasi antara konstruk dengan variabel belum memenuhi syarat convergent validity, karena masih memiliki nilai loading factor dibawah 0,70. Maka pengujian ini perlu dilakukan kembali dengan menghilangkan indikator yang memiliki nilai loading faktor kurang dari 0,70 (<0,70). Sehingga hasil algoritma dari pengujian convergent validity yang dilakukan kembali adalah sebagai berikut: 

 

Gambar 5. hasil algoritma dari pengujian convergent validity

 

Tabel 2. hasil modifikasi pengujian convergent validity

Variabel

Indikator

Outer Loading (Factor Loading)

Keterangan

Green Product Quality

GP1

0.828

Valid

GP2

0.854

Valid

GP3

0.822

Valid

GP4

0.890

Valid

GP5

0.873

Valid

GP6

0.871

Valid

Green Brand Image

GBI1

0.852

Valid

GBI2

0.839

Valid

GBI3

0.818

Valid

GBI4

0.867

Valid

GBI5

0.799

Valid

GBI6

0.800

Valid

EWOM

EW1

0.816

Valid

EW2

0.723

Valid

EW3

0.819

Valid

EW4

0.841

Valid

EW5

0.811

Valid

EW6

0.824

Valid

Customer loyalty

Y1

0.849

Valid

Y2

0.757

Valid

Y3

0.813

Valid

Y4

0.792

Valid

Y5

0.797

Valid

Trust

Z1

0.881

Valid

Z2

0.878

Valid

Z3

0.866

Valid

Z4

0.857

Valid

Z5

0.786

Valid

Z6

0.861

Valid

 

Setelah dilakukannya pengujian kembali dengan menghilangkan indikator yang memiliki nilai loading factor <0,70. Maka hasil dari modifikasi pengujian convergent validity dapat terlihat pada tabel 2 bahwa loading factor yang dihasilkan diatas 0,70 yang berarti bahwa semua indicator telah memenuhi syarat convergent validity.

Discriminant Validity

Pengujian selanjutnya adalah menguji validitas diskriminan, pengujian ini bertujuan untuk menentukan apakah suatu indikator reflektif merupakan pengukuran yang baik bagi konstruknya berdasarkan prinsip bahwa indikator berkorelasi tinggi terhadap konstruknya. Tabel 3 berikut menunjukkan hasil cross loading dari pengujian validitas diskriminan.

 

Tabel 3 Hasil Uji Cross Loading

No

Green Product

Quality

Green Brand

Image

E-WOM

Customer Loyalty

Trust

X11

0.861

0.592

0.374

0.471

0.454

X12

0.828

0.612

0.242

0.352

0.343

X13

0.854

0.615

0.382

0.450

0.424

X14

0.822

0.593

0.412

0.383

0.397

X15

0.890

0.688

0.465

0.503

0.462

X16

0.873

0.592

0.365

0.524

0.482

X21

0.644

0.871

0.282

0.507

0.410

X22

0.596

0.852

0.256

0.546

0.535

X23

0.581

0.839

0.295

0.500

0.466

X24

0.554

0.818

0.445

0.427

0.368

X25

0.613

0.867

0.376

0.504

0.400

X26

0.641

0.799

0.351

0.452

0.440

X31

0.294

0.266

0.800

0.343

0.395

X32

0.314

0.226

0.816

0.346

0.299

X33

0.357

0.312

0.723

0.457

0.445

X34

0.382

0.357

0.819

0.415

0.430

X35

0.376

0.318

0.841

0.465

0.475

X36

0.379

0.374

0.811

0.379

0.403

Y1

0.521

0.570

0.387

0.824

0.546

Y2

0.485

0.484

0.420

0.849

0.584

Y3

0.329

0.366

0.322

0.757

0.577

Y4

0.389

0.448

0.506

0.813

0.551

Y5

0.406

0.483

0.412

0.792

0.621

Z1

0.454

0.438

0.591

0.622

0.797

Z2

0.417

0.421

0.401

0.595

0.881

Z3

0.416

0.446

0.405

0.569

0.878

Z4

0.462

0.486

0.456

0.614

0.866

Z5

0.442

0.469

0.401

0.642

0.857

Z6

0.351

0.383

0.337

0.560

0.786

 

Cara lain mengukur discriminant validity adalah melihat nilai square root of average variance extracted (AVE). Nilai yang disarankan adalah di atas 0,5 untuk model yang baik.

 

 

Tabel 4. Average Varinace Extracted (AVE)

Variabel

Average variance extracted (AVE)

Customer Loyalty

0.652

E-WOM

0.644

Green Brand Image

0.708

Green Product Quality

0.731

Trust

0.714

 

Berdasarkan informasi yang terdapat pada Tabel diatas, nilai Average Variance Extracted (AVE) telah melebihi nilai ambang batas sebesar 0,5 yang artinya daoat setiap konstruknya dapat menjelaskan 50% atau lebih varians itemnya.

Tujuan dari pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah untuk menilai tingkat keandalan dan kepercayaan alat ukur yang digunakan. Dalam penilaian reliabilitas, nilai CR dan Cronbach's alpha yang melebihi 0,70 menunjukkan bahwa konstruk tersebut dapat diandalkan dan memiliki tingkat kepercayaan yang baik. Dengan demikian, hasil pengukuran variabel laten melalui alat ukur yang reliabel dapat dijamin akurat dan konsisten, sehingga dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan yang tepat dalam analisis SEM. Hasil uji reliability dapat dilihat pada table berikut: 

 

Tabel 5. Composite Reliability dan Cronbach Alpha

Variabel

Cronbach's alpha

Composite reliability (rho_a)

Keterangan

Customer Loyalty

0.866

0.868

Reliable

E-WOM

0.889

0.894

Reliable

Green Brand Image

0.917

0.922

Reliable

Green Product Quality

0.927

0.934

Reliable

Trust

0.919

0.921

Reliable

 

Tabel yang disajikan menunjukkan bahwa nilai Composite Reliability (CR) dan Cronbach's alpha untuk semua konstruk dalam penelitian ini melebihi ambang batas minimal 0,70. Hal ini mengindikasikan bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dapat dianggap konsisten dan memiliki tingkat keandalan yang baik.

 

Analisis inner Model

Evaluasi model struktural (inner model) dilakukan untuk memastikan model struktrual yang dibangun robust dan akurat. Tahapan analisis yang dilakukan pada evaluasi model struktural dilihat dari beberapa indikator yaitu:

a)     R-Square (Koefesien Determinasi)

Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana konstruk endogen dapat dijelaskan oleh konstruk eksogen yang terkait.

 

Tabel 6. Uji koefisien determinasi

Variabel

R-square

R-square adjusted

Customer Loyalty

0.587

0.573

Trust

0.400

0.386

 

Berdasarkan tabel diatas, ditemukan bahwa variabel customer loyalty memiliki nilai sangat kuat dan juga kepercayaan, hal ini menunjukkan bahwa penelitian tentang kepuasan pengguna sangat penting dilakukan. Nilai koefisien determinasi (R-squared) untuk variabel Customer Loyalty sebesar 0,573, artinya bahwa sekitar 57,3% variasi dalam variabel Customer Loyalty dapat dijelaskan oleh variasi dalam variabel product quality, brand image dan e-wom. selanjutnya sekitar 38,6%, dipengaruhi oleh faktor mediasi yaitu Trust.

 

b)      f-Square

Uji F-Square (Effect Size) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen. Menurut peneliti nilai F-Square yang direkomendasikan adalah 0,02 dianggap memiliki pengaruh kecil, 0,15 dianggap memiliki pengaruh medium dan 0,35 memiliki pengaruh besar (Irfansius & Firdausy, 2021).

 

Tabel 7. Uji F-Square (Effect Size)

Variabel

Customer Loyalty

Keterangan

Trust

Keterangan

Customer Loyalty

 

 

 

 

E-WOM

0.032

Kecil

0.153

Medium

Green Brand Image

0.061

Kecil

0.063

kecil

Green Product Quality

0.003

Kecil

0.017

Kecil

Trust

0.351

Besar

 

 

 

Pada table di atas terlihat bahwa nilai f-Square tersebar adalah pada trust terhadap customer loyalty dan pengaruh terkecil terdapat pada pengaruh green product quality terhadap trust.

 

Tabel 7. Uji F-Square (Effect Size) dengan nilai Variance Inflating Factor (VIF)

Variabel

VIF

E-WOM -> Customer Loyalty

1.453

E-WOM -> Trust

1.259

Green Brand Image -> Customer Loyalty

2.230

Green Brand Image -> Trust

2.098

Green Product Quality -> Customer Loyalty

2.246

Green Product Quality -> Trust

2.208

Trust -> Customer Loyalty

1.668

 

Syarat yang harus dipenuhi dalam analisis outer model adalah tidak terdapat masalah multikolinearitas (Dijaya, Gracia, & Nisak, 2022). Batasan nilai korelasi adalah lebih besar 0,9 (>0,9) yang biasanya ditandai dengan nilai Variance Inflating Factor (VIF) dalam level indikator >5. Artinya jika ada nilai VIF >5 maka harus dilakukan dropping atau menghilangkan salah satu indikator yang saling berkorelasi kuat. Dalam hasil pada tabel maka dapat terlihat bahwa semua indikator memiliki nilai VIF <5 sehingga semua indikator tidak mengalami masalah multikolinearitas.

Hasil Uji Hipotesis

 

Gambar 5. Hasil uji hipotesis

 

Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis

 

Hipotesis

Original sample (O)

Sample mean (M)

Standard deviation (STDEV)

T statistics (|O/STDEV|)

P values

Keterangan

Hasil

H1

Green Product Quality -> Trust

0.152

0.143

0.114

1.333

0.182

Positif Tidak Signifikan

Ditolak

H2

Green Brand Image -> Trust

0.282

0.284

0.098

2.866

0.004

Positif Signifikan

Diterima

H3

E-WOM -> Trust

0.340

0.351

0.107

3.179

0.001

Positif Signifikan

Diterima

H4

Trust -> Customer Loyalty

0.492

0.486

0.104

4.740

0.000

Positif Signifikan

Diterima

H5

Green Product Quality -> Customer Loyalty

0.051

0.049

0.091

0.557

0.577

Positif Tidak Signifikan

Ditolak

H6

Green Brand Image -> Customer Loyalty

0.237

0.238

0.086

2.747

0.006

Positif Signifikan

Diterima

H7

E-WOM -> Customer Loyalty

0.139

0.149

0.085

1.635

0.102

Positif Tidak Signifikan

Ditolak

 

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa dari ketujuh hipotesis yang berpengaruh langsung terdapat 3 hipotesis yang ditolak yaitu H1, H5 dan H7. hal terebut dikarenakan T-Statistics < 1,96 dan P-Values > 0,05 sedangkan untuk ke empat hipotesis lain diterima dikarenakan nilai T-Statistics > 1,96 P-Values < 0,05.

Tabel 9. Hasil Uji Hipotesis

 

Hipotesis

Original sample (O)

Sample mean (M)

Standard deviation (STDEV)

T statistics (|O/STDEV|)

P values

Keterangan

Hasil

H8

Green Product Quality -> Customer Loyalty

0.075

0.07

0.059

1.279

0.201

Positif Tidak Signifikan

Ditolak

H9

Green Brand Image -> Customer Loyalty

0.138

0.137

0.055

2.534

0.011

Positif Signifikan

Diterima

H10

E-WOM -> Customer Loyalty

0.167

0.171

0.065

2.571

0.01

Positif Signifikan

Diterima

 

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa dari ketiga hipotesis yang berpengaruh secara tidak langsung terdapat 1 (satu) hipotesis yang ditolak yaitu H8. hal terebut dikarenakan T-Statistics < 1,96 dan P-Values > 0,05 sedangkan untuk kedua hipotesis lain diterima dikarenakan nilai T-Statistics > 1,96 P-Values < 0,05.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan analisis data sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan Green Product Quality berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap trust. Green Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust. E-Wom berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust. Trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty. Green Product Quality berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Customer Loyalty. Green Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer loyalty. E-Wom berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap customer loyalty. Efek mediasi Trust berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada Green Product Quality terhadap Customer Loyalty pada produk kemasan Unilever. Efek mediasi Trust berpengaruh positif dan signifikan pada Green Brand Image terhadap Customer Loyalty pada produk kemasan Unilever. Efek mediasi Trust berpengaruh positif dan signifikan pada E-Wom terhadap Customer Loyalty pada produk kemasan Unilever

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFERENSI���������������������������������������������������

 

Ajzen, Icek, & Kruglanski, Arie W. (2019). Reasoned action in the service of goal pursuit. Psychological Review, 126(5), 774.

 

Amri, Dina. (2013). Pengaruh Kepuasan Atas Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Pengguna Blackberry di Kota Padang. Jurnal Manajemen, 2(01).

 

Bartels, Sara Laureen, Shaaban, C. Elizabeth, Brum, Wagner S., Welikovitch, Lindsay A., Folarin, Royhaan, Smith, Adam, & Researchers, ISTAART P. I. A. to Elevate Early Career. (2022). Impact of the COVID-19 pandemic on early career dementia researchers: A global online survey. PLoS One, 17(11), e0277470.

 

Christy, Caroline Claudia. (2022). FoMo di media sosial dan e-WoM: pertimbangan berbelanja daring pada marketplace. Jurnal Studi Komunikasi, 6(1), 331�357.

 

Dijaya, Rohman, Gracia, Aisyah Silvia, & Nisak, Umi Khoirun. (2022). Factors influencing the Implementation of Electronic Medical Records (Remics) based on Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) in Sidoarjo Hospital. Procedia of Social Sciences and Humanities, 3, 860�866.

 

G�ssling, S. (n.d.). Sco, D., & Hall, CM (2020). Pandemics, tourism and global ange: A rapid assessment of COVID-19. Journal of Sustainable Tourism, 1�20.

 

HAFIDZAH, YUSMAN NITA. (2022). Pengaruh Health Awareness, Green Product Dan Social Media Advertising Terhadap Minat Beli Jamu Di Masa Covid-19 Dalam Perspektif Bisnis Islam (Studi penelitian pada Generasi Y dan Z di Provinsi Lampung). UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

 

Hidayat, A. M., & Hussein, A. S. (2016). PENGARUH GREEN BRAND IMAGE, GREEN TRUST DAN GREEN SATISFACTION TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (. Studi Kasus pada Konsumen Stuja Coffee Jakarta ). (n.d.).

 

Imaningsih, Erna S., Tjiptoherijanto, Prijono, Heruwasto, Ignatius, & Aruan, Daniel Tumpal H. (2020). Exploring values orientation to build green loyalty: The role of egoistic, supply chain management, and biospheric. Int. J. Supply Chain Manag, 9, 656�663.

 

Indana, Lutfi, & Andjarwati, Anik Lestari. (2021). Website Quality, Brand Image, dan E-WOM serta Pengaruhnya terhadap Online Purchase Intention Studi Pengunjung Website Berrybenka. Jurnal Ilmu Manajemen, 9(2), 536�546.

 

Irfansius, Kristian, & Firdausy, Carunia Mulya. (2021). Pengaruh Brand Image, Service Quality, Dan Customer Satisfaction Terhadap Customer Loyalty Sicepat Di Jabodetabek. Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan, 3(4), 1076�1086.

 

Kotler, Philip, & Keller, Kevin Lane. (2016). Marketing management (15th global ed.). England: Pearson, 803�829.

 

Kusumowardhani, Dyah. (2021). Analisis pengaruh nilai pelanggan, kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap pendapatan perusahaan pada pelayanan laboratorium kesehatan. Jurnal Ekonomi, Bisnis, Dan Akuntansi, 23(1), 74�91.

 

Nugraha, Jefri Putri, Alfiah, Dian, Sinulingga, Gairah, Rojiati, Umi, Saloom, Gazi, Johannes, Ren�, Batin, Mail Hilian, Lestari, Widya Jati, Khatimah, Husnil, & Beribe, Maria Fatima B. (2021). Teori perilaku konsumen. Penerbit NEM.

 

SETIYAWAN, LUKI D. W. I. (2022). Peran Customer-Based Brand Equity Terhadap Customer Loyalty Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.