PENGARUH MODAL KERJA
DAN PENJUALAN TERHADAP LABA BERSIH PADA PT MULIA INDUSTRINDO TBK JAKARTA
Andi Silvan
STIE Manajemen
Bisnis
|
Keywords |
Abstract |
|
Working
Capital, Sales Net Profit, Net Profit Tbk. |
Limited
Liability Company is a legal entity which is a capital partnership,
established based on an agreement, conducting business activities with
initial capital which is entirely divided into shares and fulfills the
requirements stipulated in the Law and its implementing regulations. The
research method used is a qualitative method. The sampling technique used in
this study is nonprobability sampling. During the analysis period, working
capital tends to be negative because the cost of goods sold associated with
material prices continues to increase and the company eventually increases
trade payables to suppliers. So that with negative working capital it causes
negative current year profit or suffers a loss. The third hypothesis (H3) is
H03 rejected and Ha3 accepted, which means that there is a relationship and
influence between working capital and sales variables simultaneously on net
income. The conclusion from the influence test in this study shows that working
capital and sales variables simultaneously have an effect of 51.1% on net
income. The results of this study are expected to provide knowledge in
development efforts and become a reference for researchers. |
|
Kata Kunci |
Abstrak |
|
Modal Kerja, Penjualan Laba
Bersih, Laba Bersih Tbk. |
Perseroan Terbatas adalah
suatu badan hukum yang merupakan persekutuan modal, berdiri berdasarkan
perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal awal yang seluruhnya
terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam
Undang-Undang serta peraturan pelaksanaannya. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
pada penelitian ini adalah nonprobability
sampling. Selama periode analisis, modal kerja
cenderung negatif dikarenakan beban pokok penjualan yang terkait harga bahan
terus meningkat dan perusahaan akhirnya meningkatkan utang usaha kepada
pemasok. Sehingga dengan modal kerja yang negatif menyebabkan laba tahun
berjalan negatif atau menderita kerugian. Hipotesis ketiga (H3)
adalah H03 ditolak dan Ha3 diterima, yang berarti
terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel modal kerja dan penjualan
secara simultan terhadap laba bersih. Kesimpulan dari uji pengaruh dalam
penelitian ini menunjukkan variabel modal kerja dan penjualan secara simultan
berpengaruh sebesar 51,1% terhadap laba bersih. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dalam upaya pengembangan dan menjadi referensi untuk
peneliti. |
Corresponding
Author: Andi Silvan�
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Berdasarkan Pasal 1 UUPT No.40 Tahun 2007
pengertian PT adalah suatu badan hukum yang merupakan persekutuan modal,
berdiri berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal awal yang
seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan
dalam Undang-Undang serta peraturan pelaksanaannya. Dalam menjalankan Perseroan
Terbatas modal saham yang dimiliki bisa dijual kepada pihak lain yang artinya
sangat memungkinkan terjadi perubahan organisasi atau kepemilikan perusahaan
tanpa harus membubarkan dan mendirikan perusahaan Kembali
Perseroan terbatas dibentuk berdasarkan
kesepakatan, maka pendiri perseroan terbatas didirikan dengan minimal 2 orang,
sebelum didirikannya perseroan terbatas maka dilakukan� perjanjian antara dua belah pihak yang
bersangkutan dan harus diketahui oleh notaris dan dibuat akta untuk mendapat
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi�
Manusia sebelum resmi menjadi Perseroan Terbatas, untuk mendapat izin
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, harus memenuhi syarat yaitu Perseroan
tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan, akta pendiri yang
memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang dan paling sedikit modal untuk
disetor adalah 25% dari modal dasar sesuai UU No. 40 Tahun 2007
Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah pihak
yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem juga sarana untuk mempertemukan
penawaran jual dan beli efek dari pihak-pihak lain yang ingin memperdagangkan
Efek tersebut
Bursa Efek Indonesia merupakan Bursa
hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya
(BES), Demi efektivitas operasional dan transaksi, pemerintah memutuskan untuk
menggabungkan Bursa Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya
sebagai pasar obligasi dan derivatif menjadi BEI, Bursa hasil penggabungan ini
mulai beroperasi pada 1 Desember 2007
Berdasarkan kegiatan utama jenis
perusahaan dapat digolongkan menjadi perusahaan jasa, perusahaan dagang dan
perusahaan manufaktur. Dari beberapa jenis perusahaan, ada beberapa perusahaan
yang laporan keuangannya tergolong terbuka atau transparan dan menjual sahamnya
kepada masyarakat melalui pasar modal, jadi sahamnya ditawarkan kepada umum dan
diperjualbelikan melalui bursa saham.
Setiap perusahaan pada dasarnya
mendirikan perusahaan bertujuan untuk memberikan keuntungan (laba) yang
maksimal bagi pemiliknya
Laba bagi pihak internal perusahaan salah
satunya sebagai penambahan modal untuk mendapatkan kesempatan berinvestasi
semakin tinggi
Untuk menghasilkan laba perusahaan pihak
manajemen perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laba. Perusahaan
perlu memperhatikan pendapatan yang diterima dan pengeluaran yang dilakukan
selama kegiatan operasi berlangsung, agar perusahaan dapat menghasilkan laba
yang diinginkan demi keberlangsungan usahanya
Laba bersih menurut peneliti, merupakan laba yang telah
dikurangi biaya-biaya yang merupakan beban perusahaan dalam suatu periode
tertentu termasuk pajak
Manfaat penelitian ini
diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan, bagi akademisi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dalam upaya
pengembangan dan menjadi referensi untuk peneliti selanjutnya dengan
memodifikasi, menambah ataupun mengembangkan variabel serta sekaligus
menambahkan koleksi perpustakaan mengenai pengaruh Modal kerja dan Penjualan
terhadap Laba bersih.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah
metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan
pengaruh antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini, dapat dibangun
suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol
suatu gejala
Teknik pengambilan sampel yang digunakan
pada penelitian ini adalah nonprobability
sampling. Secara khusus bagian dari nonprobability
sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek
penelitian, serta tempat penelitian berada di PT Mulia Industrindo Tbk,
Jakarta. Sehingga objek penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh variabel
yang akan diteliti yaitu modal kerja dan penjualan sebagai variabel bebas serta
laba bersih sebagai variabel terikat.
Koefisien Korelasi
Koefisien
Korelasi Parsial
Berikut hasil uji metode analisis koefisien korelasi
secara parsial yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel 1. Hasil Koefisien Korelasi
Parsial
|
Correlations |
||||
|
|
Modal Kerja |
Penjualan |
Laba Bersih |
|
|
Modal
Kerja |
Pearson
Correlation |
1 |
-,280 |
,723** |
|
Sig.
(2-tailed) |
|
121 |
,000 |
|
|
N |
32 |
32 |
32 |
|
|
Penjualan |
Pearson
Correlation |
-,280 |
1 |
-,067 |
|
Sig.
(2-tailed) |
�,121 |
|
,714 |
|
|
N |
32 |
32 |
32 |
|
|
Laba
Bersih |
Pearson
Correlation |
,723** |
-,067 |
1 |
|
Sig.
(2-tailed) |
,000 |
,714 |
|
|
|
N |
32 |
32 |
32 |
|
Sumber: Hasil Output SPSS 26
Berdasarkan Tabel 1. menunjukkan hasil nilai koefisien
korelasi antara variabel modal kerja (X1) terhadap variabel laba
bersih (Y) adalah sebesar 0,723 dengan hasil nilai yang positif. Dan hasil
nilai koefisien korelasi antara variabel penjualan (X2) dengan
variabel laba bersih (Y) adalah sebesar -0,067 dengan hasil yang negatif.
Koefisien Korelasi Simultan
Berikut hasil uji metode analisis koefisien korelasi secara
simultan yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel
2. Hasil Koefisien Korelasi Simultan
|
Model
Summaryb |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R
Square |
Std, Error
of the Estimate |
|
1 |
,736a |
,542 |
,511 |
73022056.04 |
|
a.
Predictors: (Constant), Penjualan, Modal Kerja b.
Dependent Variabel: Laba Bersih |
||||
Sumber: Hasil Output SPSS 26
Berdasarkan Tabel 2. menunjukkan bahwa hasil koefisien
korelasi (R) antara variabel modal kerja (X1) dan variabel penjualan
(X2) secara simultan dengan variabel laba bersih (Y) sebesar 0,736
dengan hasil nilai yang kuat dan positif.
Uji Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi Parsial
Berikut hasil uji metode koefisien determinasi secara
parsial antara variabel modal kerja (X1) terhadap variabel laba
bersih (Y).
Tabel 3. Hasil Uji Koefisien
Determinasi Parsial (Modal kerja)
|
Model
Summaryb |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R
Square |
Std, Error
of the Estimate |
|
1 |
,723a |
,523 |
,507 |
73329400.35 |
|
a.
Predictors: (Constant), Modal Kerja |
||||
Sumber:
Hasil Output SPSS 26
Berdasarkan Tabel 3. menunjukkan bahwa hasil koefisien
determinasi secara parsial (R square)
antara variabel modal kerja (X1) terhadap laba bersih (Y) adalah
sebesar 0,523. Sedangkan hasil uji metode koefisien determinasi secara parsial
antara variabel penjualan (X2) terhadap variabel laba bersih (Y)
adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Uji Koefisien
Determinasi Parsial (Penjualan)
|
Model
Summary |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R
Square |
Std, Error
of the Estimate |
|
1 |
,067a |
,005 |
-,029 |
105890319.9 |
|
a.
Predictors: (Constant), Penjualan |
||||
Sumber:
Hasil Output SPSS 26
Berdasarkan
Tabel 4. menunjukkan bahwa hasil koefisien determinasi secara parsial (R square) antara variabel penjualan (X2)
terhadap variabel laba bersih (Y) adalah sebesar 0,005.
Koefisien Determinasi Simultan
Berikut hasil Uji metode koefisien determinasi secara
simultan yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel
5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Simultan
|
Model
Summaryb |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R
Square |
Std, Error
of the Estimate |
|
1 |
,736a |
,542 |
,511 |
73022056.04 |
|
a.
Predictors: (Constant), Penjualan, Modal Kerja b.
Dependent Variable: Laba Bersih |
||||
Sumber: Hasil Output SPSS 26
Berdasarkan Tabel 5. menunjukkan nilai koefisien determinasi
(Adjusted R square) antara variabel
modal kerja (X1) dan variabel penjualan (X2) secara
simultan terhadap variabel laba bersih (Y) adalah sebesar 0,511. Nilai tersebut
menunjukkan bahwa kemampuan kombinasi variabel modal kerja (X1) dan
variabel penjualan (X2) secara simultan dalam mempengaruhi variabel
laba bersih (Y) adalah sebesar 51,1% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Regresi Linier Berganda
Berikut
hasil analisis regresi linier berganda yang diperoleh dari hasil pengolahan
SPSS.
Tabel
6. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
|
|||
|
B |
Std. Error |
Beta |
t |
Sig |
||
|
1 |
(Constant) |
-40581389.5 |
70332998.19 |
|
-577 |
568 |
|
Modal Kerja |
203 |
035 |
764 |
5.838 |
000 |
|
|
Penjualan |
060 |
054 |
146 |
1.119 |
272 |
|
|
a.
Dependent Variable: Laba Bersih |
||||||
Sumber:
Hasil Output SPSS 26
Berdasarkan analisis Tabel 6. dapat diperoleh persamaan
regresi linier berganda dalam penelitian ini yaitu:
���������������������������� Y ���������� = 𝞪 +𝛃1.X1 + 𝛃2.X2 + e
���������������������������� Y����������� = -40,581,389.5+ 0,203X1
+ 0,060X2 + e
Dimana:����������� Y����������� =
Laba bersih
���������������������������� �𝞪��������� = Konstanta��������������������������������� = -40,581,389.5
���������������������������� 𝛃1��������� =
Koefisien Regresi X1������������� = 0,203
���������������������������� 𝛃2��������� =
Koefisien Regresi X2������������ = 0,060
���������������������������� X1��������� = Modal kerja
���������������������������� X2��������� = Penjualan
���������������������������� e����������� = Error
Persamaan regresi linier berganda tersebut dapat dinyatakan
bahwa nilai konstanta variabel laba bersih (Y) yang diperoleh sebesar
-40,581,389.5 dan nilai koefisien regresi untuk variabel modal kerja (X1)
sebesar 0,203 serta nilai koefisien regresi untuk variabel penjualan (X2)
sebesar 0,060.
Uji Hipotesis
Uji Statistik t
Berikut
hasil uji hipotesis menggunakan uji t
yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel
7. Hasil Uji Hipotesis (Uji t)
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
|
|||
|
B |
Std. Error |
Beta |
t |
Sig |
||
|
1 |
(Constant) |
-40581389.5 |
70332998.19 |
|
-577 |
568 |
|
Modal Kerja |
203 |
035 |
764 |
5.838 |
000 |
|
|
Penjualan |
060 |
054 |
146 |
1.119 |
272 |
|
|
a.
Dependent Variable: Laba Bersih |
||||||
Sumber:
Hasil Output SPSS 26
Untuk pengujian hipotesis dengan
menggunakan Uji t, diperlukan nilai t-tabel pada tabel distribusi t dengan taraf signifikansi 5% dengan
jumlah N (sample) = 32 serta jumlah variabel bebas (k) = 2 atau df (degree of freedom) = 29 (df = N � k � 1
= 29) yaitu sebesar 2,045. Berdasarkan jumlah variabel bebas dan rumusan
hipotesis pada butir 2.6, pengujian hipotesis dengan uji t akan dibagi menjadi 2 yaitu:
Uji
Hipotesis Pertama
Rumusan hipotesis yang pertama dalam penelitian ini adalah
�terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel modal kerja (X1)
terhadap variabel laba bersih (Y)�. berdasarkan tabel 4.15 diperoleh nilai t-hitung
dari variabel modal kerja (X1) sebesar 5,838 dengan taraf signifikan
0,00. Maka nilai t-hitung 5,838 > 2,045 atau nilai taraf
signifikansi 0,00 < 0,05. Sehingga hasil uji hipotesis pertama adalah H01
ditolak dan Ha1 diterima, yang berarti terdapat hubungan yang
signifikan antara variabel modal kerja (X1) dengan variabel laba
bersih (Y).
Uji
Hipotesis Kedua
Rumusan hipotesis kedua dalam
penelitian ini adalah �terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel penjualan
(X2) terhadap variabel laba bersih (Y)�. berdasarkan tabel 4.15
diperoleh nilai t-hitung variabel penjualan (X2) sebesar
1,119 dengan taraf signifikan 0,272. Maka nilai t-hitung 1,119 <
t-tabel 2,045 atau taraf signifikansi 0,272 > 0,05. Sehingga
hasil uji hipotesis kedua adalah H02 diterima dan Ha2
ditolak, yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel
penjualan (X2) dengan variabel laba bersih (Y).
Uji Statistik F
Berikut hasil uji
hipotesis menggunakan uji F yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis (Uji F)
|
ANOVAa |
|
|||||
|
Model |
B |
Std. Error |
Beta |
F |
Sig |
|
|
1 |
Regression |
1.833E+17 |
2 |
9.164E+16 |
17.186 |
000b |
|
Residual |
1.546E+17 |
29 |
5.332E+15 |
|
|
|
|
Total |
3.379E+17 |
31 |
|
|
|
|
|
a. Dependent
Variable: Laba Bersih b. Predictors:
(Constant), Penjualan, Model Kerja |
|
|||||
Sumber:
Hasil Output SPSS 26
Pengujian hipotesis dengan menggunakan Uji F adalah rumusan
hipotesis yang ketiga dalam penelitian ini yaitu �terdapat hubungan dan
pengaruh antara variabel modal kerja (X1) dan variabel penjualan (X2)
secara simultan terhadap variabel laba bersih (Y)�. untuk menguji rumusan
hipotesis tersebut, diperlukan nilai F-tabel pada tabel distribusi F
dengan taraf signifikansi 5% pada df = 29 (df = N � k � 1 = 29) dan pada df
pembilang = 2 yaitu sebesar 3,33. Berdasarkan Tabel 4.15 diperoleh nilai F-hitung
= 17,186 > F-tabel = 3,33 atau taraf nilai signifikansi 0,00 <
0,05. Sehingga hasil uji hipotesis ketiga adalah H03 ditolak dan Ha3
diterima, yang artinya terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara
variabel modal kerja (X1) dan variabel penjualan (X2)
secara simultan terhadap variabel laba bersih (Y).
PEMBAHASAN
Koefisien Korelasi
Koefisien
Korelasi Parsial
Berdasarkan Tabel 1. menunjukkan hasil nilai koefisien
korelasi antara variabel modal kerja (X1) dengan variabel laba
bersih (Y) sebesar 0,723 dengan hasil nilai yang positif. Selama periode
analisis, modal kerja cenderung negatif dikarenakan beban pokok penjualan yang
terkait harga bahan terus meningkat dan perusahaan akhirnya meningkatkan utang
usaha kepada pemasok. Sehingga dengan modal kerja yang negatif menyebabkan laba
tahun berjalan negatif atau menderita kerugian. Dan hasil nilai koefisien
korelasi antara variabel penjualan (X2) dengan variabel laba bersih
(Y) sebesar -0,067 dengan hasil nilai yang negatif. Di sisi lain, pendapatan
yang cenderung meningkat tetap tidak bisa berbanding lurus dengan laba tahun
berjalan karena hasil laba kotor yang belum maksimal akibat peningkatan Beban
Pokok Penjualan. Laba Kotor yang positif namun nilainya tidak signifikan
akhirnya terkikis oleh beban-beban operasional usaha, sehingga pendapatan
meningkat namun laba tahun berjalan justru menurun.
Berdasarkan interpretasi Tabel 2. nilai koefisien korelasi
antara variabel modal kerja (X1) dengan variabel laba bersih (Y)
berada di antara interval 0,60 � 0,799 dengan interpretasi tingkat hubungan
yang kuat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hubungan variabel modal kerja
(X1) terhadap variabel laba bersih (Y) menghasilkan hubungan yang
positif dengan tingkat hubungan yang kuat. Hubungan yang positif dapat
diartikan sebagai hubungan variabel bebas yang berjalan searah dengan variabel
terikat. Atau dapat diinterpretasikan jika variabel modal kerja (X1)
mengalami kenaikan maka variabel laba bersih akan mengalami peningkatan dan
sebaliknya, jika variabel modal kerja (X1) mengalami penurunan maka
variabel laba bersih (Y) akan mengalami penurunan juga.
Sedangkan nilai koefisien korelasi antara variabel penjualan
(X2) dengan variabel laba bersih (Y) berada di antara interval 0,00
� 0,199 dengan interpretasi tingkat hubungan yang sangat lemah. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa hubungan variabel penjualan (X2) terhadap laba
bersih (Y) menghasilkan hubungan yang negatif dengan tingkat hubungan yang
sangat lemah.
Koefisien Korelasi Simultan
Berdasarkan Tabel 3. nilai analisis koefisien korelasi (R)
antara variabel modal kerja (X1) dan variabel penjualan (X2)
secara simultan dengan variabel laba bersih (Y) sebesar 0,723 dengan hasil
nilai yang positif. Dan dari Tabel 3.2 nilai tersebut berada diantara interval
0,60 � 0,799 dengan interpretasi tingkat hubungan yang kuat. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa hubungan variabel modal kerja (X1) dan
penjualan (X2) secara simultan dengan variabel laba bersih (Y)
menghasilkan hubungan yang positif dengan arah hubungan yang searah dan tingkat
hubungan yang sedang
Uji Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi Parsial
Berdasarkan hasil uji metode koefisien determinasi secara
parsial pada Tabel 4. dan Tabel 3. diperoleh nilai (R square) antara variabel
modal kerja (X1) terhadap variabel laba bersih (Y) sebesar 0,523 dan
nilai (R square) antara variabel penjualan (X2) terhadap laba bersih
(Y) sebesar 0,005. Dengan demikian nilai koefisien determinasi (KD) atau
besaran persentase kemampuan variabel modal kerja (X1) secara
parsial dalam mempengaruhi variabel laba bersih (Y) 52,3% dan nilai koefisien
determinasi (KD) atau besaran persentase kemampuan variabel penjualan secara
parsial dalam mempengaruhi variabel laba bersih hanya sebesar 0,5%.
Koefisien Determinasi Simultan
Berdasarkan Tabel 5. diperoleh nilai Adjusted R square
sebesar 0,511. Adapun nilai koefisien determinasi (KD) atau besaran persentase
kemampuan kombinasi variabel modal kerja (X1) dan variabel penjualan
(X2) secara simultan dalam mempengaruhi variabel laba bersih (Y)
diperlukan perhitungan sebagai berikut:
���������������������������� KD������� = Adjusted R2 x 100%
������������������������������������������ =
0,511 x 100%
������������������������������������������ =
51,1%
Artinya nilai koefisien determinasi (KD) atau persentase
kemampuan yang diberikan oleh kombinasi variabel modal kerja (X1)
dan variabel penjualan (X2) secara simultan dalam mempengaruhi
variabel laba bersih sebesar 51,1% dan sisanya sebesar 48,9% dipengaruhi oleh variabel
lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Persamaan Regresi
Berdasarkan hasil analisis regresi berganda pada Tabel 6.
maka diperoleh persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini yaitu:
Y��� = ��� -40,581,389.5+
0,203X1 + 0,060X2 + e
������������� Persamaan regresi linier berganda
tersebut dapat dinyatakan bahwa nilai konstanta variabel laba bersih (Y) yang
diperoleh sebesar -40,581,389.5 dan nilai koefisien regresi untuk variabel
modal kerja (X1) sebesar 0,203 serta nilai koefisien regresi untuk
variabel penjualan (X2) sebesar 0,060. Adapun interpretasi dari
persamaan regresi linier berganda tersebut adalah:
�� =���� Nilai
konstanta sebesar -40,581,389.5 menyatakan bahwa jika nilai variabel�� modal kerja (X1) dan variabel
penjualan (X2) tetap atau tidak ada perubahan
(peningkatan/penurunan) maka nilai konsistensi variabel laba bersih tetap
sebesar -40,581,389.5
β1�� =���� Nilai
koefisien regresi sebesar 0,203 menyatakan bahwa jika nilai variabel modal
kerja (X1) bertambah 1 (satu) poin, maka nilai konsistensi variabel
laba bersih akan mengalami peningkatan sebesar 0,203 dengan asumsi nilai
variabel penjualan (X2) tidak ada perubahan (konstan) atau tetap.
β2� = ��Nilai
koefisien regresi sebesar 0,060 menyatakan bahwa jika nilai variabel penjualan
(X2) bertambah 1 (satu) poin, maka nilai konsistensi variabel laba
akan mengalami peningkatan sebesar 0,060 dengan asumsi nilai variabel modal
kerja (X1) tidak ada perubahan (konstan) atau tetap.
������������� Dengan demikian dapat diartikan
bahwa perubahan nilai variabel modal kerja (X1) dan variabel
penjualan (X2) akan mempengaruhi nilai variabel laba bersih pada PT
Mulia Industrindo Tbk.
Hasil Uji Hipotesis
Uji Statistik t
Berdasarkan jumlah variabel bebas dan rumusan hipotesis pada
butir 7. pengujian hipotesis dengan uji t
akan dibagi menjadi 2 yaitu:
Uji Hipotesis Pertama
Rumusan hipotesis yang pertama dalam penelitian ini adalah
�terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel modal kerja (X1)
terhadap variabel laba bersih (Y)�
Uji Hipotesis Kedua
Rumusan hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah
�terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel penjualan (X2)
terhadap variabel laba bersih (Y)�. berdasarkan tabel 4.15 diperoleh nilai t-hitung
variabel penjualan (X2) sebesar 1,119 dengan taraf signifikan 0,272.
Maka nilai t-hitung = 1,119 < t-tabel = 2,045 atau
taraf signifikansi 0,272 > 0,05. Sehingga hasil uji hipotesis kedua adalah H02
diterima dan Ha2 ditolak, yang artinya tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara variabel penjualan (X2) dengan variabel laba
bersih (Y).
Uji Statistik F
Pengujian hipotesis dengan menggunakan Uji F adalah rumusan
hipotesis yang ketiga dalam penelitian ini yaitu �terdapat hubungan dan
pengaruh antara variabel modal kerja (X1) dan variabel penjualan (X2)
secara simultan terhadap variabel laba bersih (Y)�
Grafik Penerimaan H0 dan Penolakan H0
Grafik 1. Daerah Penerimaan H0
dan Penolakan H0
Sumber: Diolah, 2023
Hasil uji hipotesis pertama (H1) adalah H01
ditolak dan Ha1 diterima, yang berarti secara parsial terdapat
hubungan dan pengaruh variabel modal kerja terhadap laba bersih. Hipotesis
kedua (H2) adalah H02 diterima dan Ha2
ditolak, yang berarti secara parsial tidak terdapat hubungan dan pengaruh
antara variabel penjualan terhadap laba bersih. Hipotesis ketiga (H3)
adalah H03 ditolak dan Ha3 diterima, yang berarti
terdapat hubungan dan pengaruh antara variabel modal kerja dan penjualan secara
simultan terhadap laba bersih
KESIMPULAN
kesimpulan dari uji pengaruh dalam
penelitian ini menunjukkan variabel modal kerja dan penjualan secara simultan
berpengaruh sebesar 51,1% terhadap laba bersih. Sedangkan secara parsial uji
pengaruh antara modal kerja terhadap laba bersih sebesar 52,3% dan penjualan
terhadap laba bersih hanya sebesar 0,5%. Sehingga disarankan bagi manajemen
perusahaan untuk lebih meningkatkan lagi penjualannya agar kedepannya dapat
meningkatkan laba perusahaan yang lebih besar. Demikian juga untuk modal kerja
agar tetap selalu positif dengan mengelola liabilitas jangka pendek untuk dapat
mendanai operasional perusahaan yang berdampak pada peningkatan laba bersih
sehingga meningkatkan aset lancar. Tidak lupa perusahaan harus tetap
meningkatkan efisiensi pada beban usaha.
REFERENSI
Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta:, W. (2017). Metode Penelitian Populer dan Praktis.
Sinambela, P. L. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif:
Teori dan Praktik. .
Azwari, P. C. (2022). Akuntansi Pengantar.
Hery, A. (2023). Memahami Laporan Keuangan dan Analisisnya.
Kasmir. (2021). Analisis Laporan Keuangan.
Schroeder, G. R. (2020). Teori Akuntansi Keuangan.
Wijoyo, H. d. ( 2021). Pengantar Bisnis.
Suryani, N. K. (2021). Pengantar Manajemen dan Bisnis.
Fauzi, F. (2019). Metode Penelitian untuk Manajemen dan
Akuntansi: Aplikasi SPSS dan Eviews untuk Teknik Analisis Data.
Ismanto, H. d. (2021.). Aplikasi SPSS dan Views Dalam
Analisis Data Penelitian.
Putra, I. M. (2023). Akuntansi (Sebuah Pengantar).
Sujarweni, V. W. (2019). Sistem Akuntansi.
Darminto, D. P. (2019). Analisis Laporan Keuangan (Konsep
dan Aplikasi).
Keempat. (2018). Mulyadi. Sistem Akuntansi. .
Dewi,
N. putu sunari, & Markeling, I. K. (2020). Peran Bursa Efek Indonesia
Terhadap Pengawasan Perdagangan Waran. Kerta Semaya: Jurnal Ilmu Hukum,
1(1).