PENGARUH KUALITAS PRODUK, PELAYANAN, DAN HARGA
TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI BAKSO PAPA TEUKU SEMARANG
Fauzan Humam
Tsani
Universitas Dian
Nuswantoro
fauzanjaya88@gmail.com
|
Keywords |
Abstract |
|
product
quality; service quality; pricing; customer satisfaction |
This research aims to analyze the influence of
product quality, service, and price on customer satisfaction at Bakso Papa
Teuku in Semarang. This study employs a quantitative method by collecting
data from 100 respondents using purposive sampling technique. The data were
analyzed using multiple linear regression analysis. The research results
indicate that all three independent variables have a significant influence
with respective significance values (Sig.) of 0.005, 0.002, and 0.041, where
all Sig. values are < 0.05. This research provides valuable insights for
restaurant management to enhance the customer experience and improve customer
satisfaction. |
|
Kata Kunci |
Abstrak |
|
kualitas produk;
kualitas pelayanan; harga; kepuasan konsumen |
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, pelayanan, dan harga
terhadap kepuasan konsumen di Bakso Papa Teuku, Semarang. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data dari 100 responden
menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis
regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen
memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi (Sig.)
masing-masing sebesar 0,005, 0,002, dan 0,041, di mana semua nilai Sig. <
0,05. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi
manajemen restoran dalam meningkatkan pengalaman konsumen dan meningkatkan
kepuasan pelanggan. |
Corresponding
Author: Fauzan Humam Tsani
E-mail: fauzanjaya88@gmail.com
![]()
PENDAHULUAN
Di zaman yang serba maju ini mengharuskan pelaku bisnis
untuk membuat strategi dengan inovasi-inovasi yang lebih baru mengikuti
permintaan pasar baik dalam meningkatkan kualitas produk atau meningkatkan
kualitas pelayanan guna mempertahankan ataupun meningkatkan loyalitas pelanggan
(Masturi et al., 2021). Hal tersebut dilakukan agar pelanggan dapat melakukan pembelian kembali
di masa depan. Kepuasan konsumen diartikan
sebagai gambaran umum dari sikap yang diperlihatkan oleh konsumen setelah
memperoleh dan menggunakan produk atau jasa (Rofiah & Wahyuni, 2017).
Kepuasan konsumen
ini mengacu pada penilaian evaluatif yang timbul setelah konsumen memilih
produk dengan cermat, melakukan pembelian, dan mengalami penggunaan produk
tersebut (Ranto, 2015). Terciptanya kepuasan konsumen
bergantung pada kesanggupan perusahaan untuk menyajikan kinerja yang sesuai
dengan kebutuhan serta harapan konsumen. Apabila
kinerja dari perusahaan kurang dari harapan konsumen, maka dapat menimbulkan
rasa kecewa dari konsumen. Akan tetapi, jika perusahaan dapat memberikan
kinerja yang melebihi dari harapan konsumen, maka dapat menimbulkan rasa
loyalitas dari konsumen ke perusahaan (Maimunah, 2020).
Kualitas produk dapat
didefinisikan dengan beragam dimensi yang mencakup kemampuan produk untuk
menjalankan fungsinya dengan baik, seperti ketahanan, kehandalan, akurasi,
kemudahan penggunaan, perbaikan, serta berbagai atribut berharga lainnya yang
memberikan nilai tambah pada produk tersebut (Kotler &
Armstrong, 2017).
Kualitas produk memiliki dampak yang signifikan pada tingkat kepuasan konsumen,
yang terlihat terutama setelah mereka membeli dan menggunakannya dalam situasi
nyata (Masinambow et
al., 2021).
Hal ini terjadi karena produk yang unggul dalam kualitasnya
cenderung secara efektif memenuhi berbagai kebutuhan konsumen dengan baik, dan
hasilnya menciptakan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Untuk memenuhi
kebutuhan konsumen, perusahaan harus menerapkan strategi pengelompokan produk,
seperti mengkategorikan makanan berdasarkan kualitas rasa, ukuran porsi,
variasi menu, dan jenis makanan yang ditawarkan (Santoso, 2019).
Kualitas pelayanan adalah sejauh mana pelayanan
yang diberikan oleh suatu perusahaan memenuhi standar atau kriteria tertentu,
dan itu mencerminkan tingkat kepuasan konsumen ketika mereka menerima pelayanan
yang memenuhi atau bahkan melebihi harapan mereka. Dalam konteks ini, tingkat kepuasan konsumen
sangat terkait dengan sejauh mana pelayanan tersebut dapat memenuhi atau
melampaui ekspektasi yang dimiliki oleh konsumen (Firmansyah, 2018). Kualitas pelayanan memiliki
dampak pada jumlah penjualan makanan dan minuman serta frekuensi kunjungan
konsumen ke restoran. Tingkat kualitas pelayanan dapat
menjadi faktor utama yang mempengaruhi reputasi restoran. Di sini, peran penting dari sumber daya manusia sebagai penentu
kualitas pelayanan menjadi sangat relevan dalam upaya maksimalisasi keuntungan
bisnis restoran. Pelayanan yang unggul akan menarik minat konsumen,
mendorong pembelian berulang, dan akhirnya menghasilkan peningkatan penjualan (Nugroho &
Saryanti, 2019).
Selain dari kualitas pelayanan, kepuasan konsumen
dapat dipengaruhi dari faktor harga yang diberikan kepada konsumen. Harga merupakan sejumlah uang yang ditangguhkan
sebagai imbalan atas produk atau jasa, sekaligus dapat juga diartikan sebagai
nilai tukar yang diberikan oleh untuk guna memuaskan keinginan keinginan serta
kebutuhan dari pelanggan (Marlius & Jovanka, 2023). Harga memiliki peran yang signifikan dalam pengalaman dan keputusan
pelanggan. Untuk memaksimalkan manfaat dan kenyamanan
pelanggan, perusahaan perlu memahami bahwa harga merupakan faktor penting yang
memengaruhi keputusan pembelian. Oleh karena itu, penting bagi
perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara harga yang kompetitif dan nilai
yang diberikan oleh produk atau layanan (Rahellea &
Rianto, 2023).
Fenomena peningkatan jumlah bisnis warung makan
juga terlihat di Kota Semarang. Di Kota Semarang,
terdapat berbagai macam bisnis warung bakso yang beroperasi mulai dari skala
usaha kecil, menengah, hingga besar. Dengan semakin banyaknya
variasi bisnis warung bakso yang tersedia dan bertambahnya jumlah warung yang
menawarkan hidangan makanan bakso di Semarang, hal ini memotivasi penulis untuk
melakukan penelitian yang difokuskan pada salah satu bisnis restoran, yakni
Bakso Papa Teuku.
Dalam hal ini,
restoran Bakso Papa Teuku menjadi pilihan objek penelitian dikarenakan tempat
makan cukup terkenal serta banyak diminati oleh warga kota
Semarang. Bakso Papa Teuku berupaya memberikan kualitas produk, kualitas
pelayanan, serta memberikan harga yang nyaman dikantong semua kalangan (Sholiha, 2023).
Pengembagan hipotesis
Kepuasan konsumen adalah emosi positif atau
negatif yang dirasakan oleh seseorang setelah membandingkan pengalaman mereka
dengan suatu produk terhadap ekspetasi yang mereka miliki. Konsep ini dapat
diuraikan dengan bantuan tiga aspek utama yang dikemukakan oleh Djaslim Saladin
(2003): a) Kesesuaian Harapan: merujuk pada sejauh mana pengalaman yang
diberikan oleh produk atau layanan sesuai dengan ekspektasi yang dimiliki oleh
konsumen. b) Minat Berkunjung Kembali: Pelanggan yang merasa puas dengan
pengalaman mereka lebih mungkin untuk kembali ke perusahaan atau merek yang sama untuk melakukan pembelian berulang. c) Bersedia
Memberikan Rekomendasi kepada Orang Lain: Rekomendasi dari mulut ke mulut dapat
memiliki dampak positif pada citra merek dan pertumbuhan bisnis.
Kualitas produk mencakup tingkat mutu yang diinginkan dan
upaya untuk mengatur variasi dalam mencapai tingkat mutu yang diinginkan sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan konsumen Penjelasan di atas merinci indikator
menurut Tjiptono (2012) yang membentuk kualitas produk: a) Kinerja: mengacu
pada sejauh mana produk dapat berfungsi dan memenuhi tujuannya. b) Fitur:
Produk dengan fitur yang sesuai dengan kebutuhan konsumen memiliki daya tarik
yang lebih besar. c) Realibilitas: Keandalan produk adalah kepercayaan konsumen
bahwa produk tersebut akan tetap berfungsi dengan baik selama periode waktu
yang diharapkan. d) Spesifikasi yang sesuai: produk sesuai dengan harapan dan
spesifikasi yang diinginkan oleh konsumen. e) Estetika: Produk yang menarik
secara visual dapat menarik perhatian konsumen dan membuatnya lebih menarik.
H1 : Terdapat Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Konsumen
di Bakso Papa Teuku Semarang
Kualitas pelayanan ialah karakteristik produk atau jasa
yang memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan dan menghasilkan kepuasan.
Konsep ini dideskripsikan oleh Kotler dan Keller (2016) melalui empat dimensi
utama: a) Realibilitas: kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan dengan konsistensi
dan dapat diandalkan. b) Responsifitas: kemampuan perusahaan untuk merespon
kebutuhan dan permintaan pelanggan dengan cepat dan efektif. c) Jaminan:
kemampuan perusahaan untuk memberikan jaminan atas produk atau jasa yang mereka
tawarkan. d) Empati: kemampuan staf perusahaan untuk memahami dan merasakan
kebutuhan, keinginan, dan perasaan pelanggan.
H2 : Terdapat Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen
Konsumen di Bakso Papa Teuku Semarang
Harga merupakan jumlah uang yang dikenakan terhadap
produk, barang, dan jasa yang harus dibayarkan atau dibebankan oleh konsumen
sebagai kompensasi untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan atau
penggunanya. Effendi M Guntur (2010) mengidentifikasi empat aspek penting dalam
konteks harga: a) Keterjangkauan Harga: Harga yang terjangkau adalah harga yang
dapat diakses oleh sebagian besar target pasar, dan ini dapat memengaruhi daya
tarik produk atau jasa tersebut. B) Kesesuaian Harga: Kesesuaian harga mengacu
pada apakah harga yang diminta sesuai dengan nilai yang diberikan oleh produk
atau jasa. c) Daya Saing Harga:
Perusahaan perlu mempertimbangkan harga pesaing untuk tetap kompetitif di
pasar. Harga yang bersaing dapat memengaruhi pangsa pasar dan loyalitas
pelanggan. d) Daftar Harga; Daftar harga yang jelas dan transparan dapat
membantu konsumen membuat keputusan pembelian yang informasional.
H3:
Terdapat Pengaruh Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Konsumen di Bakso Papa Teuku
Semarang
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif, yaitu
berfokus pada analisis data statistik. Pelaksanaan dilakukan pada objek
penelitian yang berada di Rumah Makan Bakso Papa Teuku yang terletak di Jalan
Anjasmoro Raya, Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, kota Semarang, Jawa Tengah
50144. Penelitian
dilakukan pada bulan Mei 2023. Populasi pada penelitian ini adalah warga Kota Semarang, teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria konsumen restoran Bakso Papa
Teuku dengan minimal 2x pembelian. Jumlah
sampel yang diambil adalah 100 responden. Sumber
data yang digunakan sebagai penunjang dalam penelitian ini yaitu menggunakan data
primer, merupakan informasi yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari
subjek penelitiannya, dalam hal ini konsumen Rumah Makan Bakso Papa Teuku. Pada studi ini, peneliti
mengumpulkan data dengan mengedarkan kuesioner melalui sosial media serta laman
web dalam format pesan singkat yang disebut sebagai pesan siaran. Kemudian, responden diundang untuk mengisi kuesioner melalui
formulir Google, memungkinkan responden untuk dengan mudah mengisi kuesioner.
Peneliti menjelaskan
bahwa validitas digunakan untuk menilai bahwa suatu kuesioner memiliki
keabsahan atau validitas yang memadai (Josephine, 2017). Dalam situasi ini, Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 5%
menunjukkan bahwa pernyataan tersebut dianggap sah sebagai komponen yang
membentuk indikator. Landasan dasar dalam pengambilan keputusan yang
dipergunakan untuk menguji validitas sebagai berikut:
(1) Jika nilai korelasi yang dihitung (r hitung) lebih
besar daripada nilai korelasi tabel (r tabel), maka variabel tersebut dianggap
valid; dan (2) Jika nilai korelasi yang dihitung (r hitung) lebih kecil
daripada nilai korelasi tabel (r tabel), maka variabel tersebut dianggap tidak
valid.
Reliabilitas mengacu pada tingkat akurasi, ketelitian,
atau ketepatan yang dapat diperlihatkan oleh alat pengukuran. Studi ini mengindikasikan bahwa reliabilitas dianggap baik jika memiliki
nilai alpha Cronbach > 0,60. (Supardi, 2018). Maka, pengujian reliabilitas instrumen dilakukan untuk menilai
tingkat kepercayaan terhadap instrumen penelitian tersebut karena hal ini
berkaitan dengan keandalan instrumen tersebut.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Kolmogorov
Smirnov dalam melakukan uji normalitas. Untuk melakukan pengujian asumsi normalitas
dengan acuan, apabila nilai signifikansi > 0,05 maka data dapat dikatakan normal
begitupun sebaliknya jika nilai signifikansi < 0,05 maka data dapat
dikatakan tidak normal.
Uji multikolinieritas digunakan mengevaluasi variasi bebas atau independent apakah terdapat kolerasi yang signifikan dalam
persamaan regresi. Di dalam model regresi yang berhasil, sewajarnya tidak terdapat korelasi yang signifikan
antara variabel bebas. Peneliti menyarankan bahwa salah satu metode untuk
mendeteksi multikolinieritas adalah dengan mengevaluasi tolerance dan variance
inflasion factor (VIF) (Amanah, 2018). Definisi dari tolerance
adalah indikator variasi yang terdapat di variabel independen yang telah dipilih,
yang tidak terkait dengan variabel independen lainnya. Nilai batas yang
umum digunakan untuk mengidentifikasi multikolinieritas adalah Tolerance <
0,10 atau setara dengan nilai VIF >
10.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi
terhadap dampak yang signifikan dari kualitas produk, kualitas pelayanan, dan
harga terhadap tingkat kepuasan konsumen.
Proses evaluasi ini menggunakan kriteria pengujian yang merujuk pada uji t,
dengan langkah awal melibatkan perbandingan nilai signifikansi (sig) yang ditetapkan
sebesar 0,05 dengan ketentuan berikut sebagai landasan
pengambilan keputusan:
1) Apabila tingkat signifikansi uji sig < 0,05, menunjukkan bahwa variabel bebas memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap variabel terikat.
2) Apabila tingkat signifikansi uji sig > 0,05, menunjukkan bahwa variabel bebas tidak memiliki
pengaruh terhadap variabel terikat.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Dalam analisis deskriptif terhadap sampel sebanyak 100 responden, ditemukan
bahwa sampel memiliki karakteristik yang beragam. Dari segi jenis kelamin,
terdapat 53% laki-laki dan 47% perempuan, menunjukkan distribusi jenis kelamin
yang cukup seimbang. Usia responden juga bervariasi, dengan 40% berusia di
bawah 25 tahun, 32% berusia antara 26-40 tahun, dan 28% berusia di atas 40
tahun. Ketika melihat pekerjaan responden, 35% di antaranya adalah mahasiswa
atau pelajar, 40% adalah karyawan, dan 25% memiliki pekerjaan lainnya. Analisis
ini memberikan gambaran komprehensif tentang diversitas dalam sampel, yang akan menjadi dasar untuk
penelitian lebih lanjut terkait variabel yang akan diselidiki
Tabel 1 Uji
Validitas
|
Peryataan |
R hitung |
R tabel |
keterangan |
|
X1.1 |
0,741 |
0,197 |
Valid |
|
X1.2 |
0,707 |
0,197 |
Valid |
|
X1.3 |
0,757 |
0,197 |
Valid |
|
X1.4 |
0,684 |
0,197 |
Valid |
|
X1.5 |
0,694 |
0,197 |
Valid |
Tabel 2 Uji
Validitas
|
Peryataan |
R hitung |
R tabel |
keterangan |
|
X2.1 |
0,784 |
0,197 |
Valid |
|
X2.2 |
0,758 |
0,197 |
Valid |
|
X2.3 |
0,799 |
0,197 |
Valid |
|
X2.4 |
0,807 |
0,197 |
Valid |
Tabel 3 Uji
Validitas
|
Peryataan |
R hitung |
R tabel |
keterangan |
|
X3.1 |
0,744 |
0,197 |
Valid |
|
X3.2 |
0,798 |
0,197 |
Valid |
|
X3.3 |
0,749 |
0,197 |
Valid |
|
X3.4 |
0,781 |
0,197 |
Valid |
Tabel 4 Uji
Validitas
|
Peryataan |
R hitung |
R tabel |
keterangan |
|
Y.1 |
0,802 |
0,197 |
Valid |
|
Y.2 |
0,849 |
0,197 |
Valid |
|
Y.3 |
0,766 |
0,197 |
Valid |
Tabel 5 Uji Reliabilitas
|
Variabel |
Nilai
Cronbach Alpha |
|
Kualitas
Produk (X1) |
0,737 |
|
Kualitas
Pelayanan (X2) |
0,795 |
|
Harga
(X3) |
0,768 |
|
Kepuasan
Konsumen (Y) |
0,729 |
Berdasarkan sajian data dari tabel di atas, menunjukkan bahwa uji
reliabilitas pada penelitian berikut menghasilkan nilai Cronbach's Alpha melebihi
batas yang telah ditentukan sebelumnya, yakni 0,60 (Mariansyah & Syarif,
2020). Oleh karena itu, dapat ditarik
kesimpulan bahwa seluruh variabel pada penelitian ini dapat dipercayai sebagai
alat ukur dan siap digunakan untuk pengujian tahap berikutnya.
Tabel 6 Uji Asumsi Klasik
Analisis
Regresi
|
Uji multikolinieritas |
Toleransi |
VIF |
|
X1 Kualitas Produk |
0,361 |
|
2,772 |
|
X2 Kualitas Pelayanan |
0,244 |
|
4,096 |
|
X3 Harga |
0,256 |
|
3,907 |
|
Uji heterokedastisitas |
Sig |
|
Uji glejser |
|
|
X1 Kualitas Produk |
|
0,605 |
|
X2 Kualitas Pelayanan |
|
0,737 |
|
X3 Harga |
|
0,690 |
|
Uji normalitas |
|
Asym sig |
||
|
Kolomogoro- smirnov |
|
0,895 |
||
|
R-Square |
|
0,677 |
||
N=
100
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa data penelitian memenuhi
semua syarat uji asumsi klasik yang meliputi uji multikolonieritas, uji
heteroskedastisitas, dan uji normalitas. R-Square dari penelitian ini adalah
0,677 yang artinya adalah Kualitas Produk (X1), Kualitas Pelayanan (X2) dan
Harga (X3) bisa menjelaskan Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 67,7%, selebihnya
sebesar 32,3% di jelaskan variabel lain di luar model penelitian ini.
Tabel 7 Uji
Hipotesis
|
Variabel bebas |
|
|
Pengujian hipotesis |
Koefisien |
Nilai t |
Sig. |
|
Kualitas Produk (X1) |
0,195 |
2,877 |
0,005 |
|
Kualitas Pelayanan (X2) |
0,276 |
3,144 |
0,002 |
|
Harga (X3) |
0,185 |
2,075 |
0,041 |
|
Constant |
0,806 |
|
|
Hasil pengujian hipotesis untuk model regresi dengan variabel bebas
(Kualitas Produk - X1, Kualitas Pelayanan - X2, dan Harga - X3) menunjukkan
bahwa ketiga variabel bebas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel
dependen. Konstanta memiliki koefisien sebesar 0,806 yang mengindikasikan jika
variabel independen diasumsikan tetap atau tidak mengalami perubahan maka nilai
Y senilai 0,806.
Pertama, Kualitas Produk (X1) memiliki koefisien sebesar 0,195, yang
mengindikasikan bahwa setiap satu unit peningkatan dalam Kualitas Produk akan
menghasilkan peningkatan sebesar 0,195 dalam variabel Kepuasan Konsumen dengan
asumsi variabel lain tetap. Hasil uji t menunjukkan nilai t sebesar 2,877, dan
nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,005. Karena nilai Sig. < 0,05, dapat
disimpulkan bahwa Kualitas Produk memiliki pengaruh signifikan terhadap
Kepuasan Konsumen. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis H1 diterima.
Hasil penelitian ini mendukung temuan sebelumnya yang dilakukan oleh
Nugroho dan Saryanti (2019) yang menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh
positif signifikan terhadap kepuasan konsumen. Semakin bagus kualitas produk
yang dihasilkan, maka dapat meningkatkan kepuasan konsumen.
Kedua, Kualitas Pelayanan (X2) juga memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap variabel dependen. Koefisien untuk X2 adalah 0,276, yang mengartikan
bahwa setiap satu unit peningkatan dalam Kualitas Pelayanan akan menghasilkan
peningkatan sebesar 0,276 dalam Kepuasan Konsumen dengan asumsi variabel lain
tetap. Hasil uji t menunjukkan nilai t sebesar 3,144, dan nilai Sig. sebesar
0,002 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis H2 diterima.
Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh Santoso (2019) yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh
terhadap kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan memiliki peran penting dalam
meningkatkan kepuasan konsumen, karena pelayanan yang baik dapat membuat
konsumen merasa senang dan merasa puas.
Ketiga, variabel Harga (X3) juga berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan
Konsumen. Koefisien untuk X3 adalah 0,185, yang berarti bahwa setiap satu unit
peningkatan dalam Harga akan menghasilkan peningkatan sebesar 0,185 dalam
Kepuasan Konsumen dengan asumsi variabel lain tetap. Hasil uji t menunjukkan
nilai t sebesar 2,075, dan nilai Sig. sebesar 0,041 < 0,05. Hal ini dapat
disimpulkan bahwa hipotesis H3 diterima.
Hasil penelitian ini mendukung temuan yang telah dilakukan oleh Raheela dan
Rianto (2023) yang mengemukakan bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap
kepuasan konsumen. Harga yang sesuai dengan produk yang dirasakan konsumen,
akan meningkatkan kepuasan konsumen.
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukan bahwa kualitas produk, kualitas pelayanan dan
harga memliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen di Bakso Papa
Teuku Semarang. Semakin baik kualitas produk yang diberikan akan meningkatkan
kepuasan konsumen. Selain itu, kualitas pelayanan yang bagus juga akan
meningkatkan kepuasan konsumen, karena jika pelayanan yang diberikan bagus
pelanggan akan merasa puas. Selanjutnya, harga juga berperan penting dalam
mempengaruhi kepuasan konsumen. Semakin rendah harga suatu produk, maka
kepuasan konsumen akan meningkat.
Penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan.
Penelitian ini hanya terfokus pada satu restoran bakso di Semarang, sehingga
hasilnya mungkin tidak dapat secara langsung diterapkan pada restoran bakso
lain atau jenis bisnis makanan yang berbeda. Terdapat faktor-faktor lain yang
juga dapat memengaruhi kepuasan konsumen yang tidak dipertimbangkan dalam
penelitian ini, seperti lokasi, promosi, atau preferensi individu. Selain itu,
penggunaan metode tertentu dalam pengumpulan data dan analisis dapat
memengaruhi validitas dan objektivitas hasil penelitian. Meskipun demikian,
penelitian ini memberikan kontribusi yang berharga dalam memahami hubungan
antara kualitas produk, kualitas pelayanan, harga, dan kepuasan konsumen dalam
konteks restoran makanan.
REFERENCES
Amanah, L. (2018). Pengaruh kinerja
keuangan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan corporate social
responsibility sebagai variabel pemoderasi. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi
(JIRA), 7(11).
Andriani, S. (2017).
Uji Park Dan Uji Breusch Pagan Godfrey Dalam Pendeteksian Heteroskedastisitas
Pada Analisis Regresi. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1),
63–72.
Firmansyah, D. M. A.
(2018). Perilaku Konsumen (Perilaku konsumen). Jurnal Agora, 5 No.(september),
5–299. https://www.academia.edu/37610166/Perilaku_Konsumen_Perilaku_Konsumen_Makalah_Perilaku_Konsumen
Josephine, A. (2017).
Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada bagian produksi
melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening pada PT. Trio Corporate
Plastic (Tricopla). Agora, 5(2).
Kotler, P., &
Armstrong, G. (2017). Principles of Marketing, Seventeenth Edition. In Pearson.
Latief, A., Nurlina,
N., Medagri, E., & Suharyanto, A. (2019). Pengaruh Manajemen Pengetahuan,
Keterampilan dan Sikap terhadap Kinerja Karyawan. JUPIIS: Jurnal Pendidikan
Ilmu-Ilmu Sosial, 11(2), 173–182.
Maimunah, S. (2020).
Pengaruh kualitas pelayanan, persepsi harga, cita rasa terhadap kepuasan
konsumen dan loyalitas konsumen. IQTISHADequity Jurnal MANAJEMEN, 1(2).
Mardiatmoko, G.
(2020). Pentingnya uji asumsi klasik pada analisis regresi linier berganda
(studi kasus penyusunan persamaan allometrik kenari muda [canarium indicum
l.]). BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika Dan Terapan, 14(3),
333–342.
Mariansyah, A., &
Syarif, A. (2020). Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Harga
Terhadap Kepuasan Konsumen Cafe Kabalu. 3(2).
Mariatun, I. L.
(2017). Pengaruh Saluran Distribusi, Harga Dan Promosi Terhadap Volume
Penjualan Pada Home Industri Tempe Putra Kl Kecamatan Socah Tahun 2016. Eco-Socio:
Jurnal Ilmu Dan Pendidikan Ekonomi, 1(1), 31–44.
Marlius, D., &
Jovanka, N. (2023). Pengaruh Harga Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian
Konsumen YOU Pada Hasanah Mart Air Haji. Jurnal Economina, 2(2),
476–490.
Masinambow, R. P.,
Tampi, J. R. E., Program, L. F. T., Bisnis, S. A., & Administrasi, J. I.
(2021). Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen CV. Prayer Mebel Desa
Tewasen Kabupaten Minahasa Selatan. Productivity, 2(2).
Masturi, H., Hasanawi,
A., & Hasanawi, A. (2021). Jurnal Inovasi Penelitian. Jurnal Inovasi
Penelitian, 1(10), 1–208.
Nugroho, D. S., &
Saryanti, E. (2019). Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan Dan Harga
Terhadap Kepuasan Konsumen Di Bakso Dan Mie Ayam Pak Kumis Wonogiri. Jurnal
Bisnis Dan Ekonomi, 6(1), 151–163.
Rahellea, S. L., &
Rianto, M. R. (2023). Literatur Review: Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan
Loyalitas terhadap Kepuasan Konsumen Kopi Nako . Studi Ilmu Manajemen Dan
Organisasi, 4(1 SE-Articles), 63–73.
https://doi.org/10.35912/simo.v4i1.1782
Ranto, D. W. P.
(2015). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Berbelanja Pada
Toko Modern Di Yogyakarta Dwi Wahyu Pril Ranto Akademi Manajemen Administrasi
Ypk Yogyakarta. Jurnal Bisnis Teori Imolementasi, 6(1), 15–32.
Rofiah, C., &
Wahyuni, D. (2017). Kualitas Pelayanan Dan Pengaruhnya Terhadap Loyalitas
Pelanggan Yang Di Mediasi Oleh Kepuasan Di Bank Muamalat Jombang. Eksis:
Jurnal Riset Ekonomi Dan Bisnis, 12(1).
Santoso, J. B. (2019).
Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Harga terhadap Kepuasan dan
Loyalitas Konsumen. Jurnal Akuntansi Dan Manajemen, 16(01),
127–146. https://doi.org/10.36406/jam.v16i01.271
Shabrina, N., Darmadi,
D., & Sari, R. (2020). Pengaruh Motivasi dan Stres Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan CV. Muslim Galeri Indonesia. Jurnal Madani: Ilmu Pengetahuan,
Teknologi, Dan Humaniora, 3(2), 164–173.
Sholiha, L. R. (2023).
Strategi Marketing Mix Wisata Kuliner Rumah Cokelat Bodag Madiun. IAIN
Ponorogo.
Supardi, S. (2018).
Kepuasan Kerja Pengawas Produksi Berpengaruh Terhadap Kinerja Operator Alat
Berat Pada Usaha Jasa Kontraktor Pertambangan Mineral Dan Batubara. Jurnal
Administrasi Kantor, 6(1), 33–42.
Susanto, C. M., &
Ardini, L. (2016). Pengaruh Good Corporate Governance, Corporate Social
Responsibility, Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu
Dan Riset Akuntansi (JIRA), 5(7).
Umar, H. (2003).
Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta, Jakarta.