PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU
PEMINDANGAN DI SENTRA PEMINDANGAN IKAN DESA KUSAMBA, BALI
I Gede Suranaya Pandit1, Pande Ayu Naya Kasih
Permatananda2
1 Fakultas
Pertanian, Universitas Warmadewa, Bali, Indonesia
2 Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Bali, Indonesia
[email protected], [email protected]
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
25-02-2022 |
Introduction: A traditional processing and preservation method by
boiling/cooking fish in salt water for a certain duration of time in a
container until there is a process of reducing the water content of the fish
to a certain level. Purpose: Warmadewa University through the community
partnership program (PKM) intends to hold training activities with the aim of
improving the quality of the pemindangan process in Kusamba Village and
increasing the knowledge and skills of local pemindang, with the hope that
the products of Pindang Kusamba Village can reach a wider market. Methods:
In order to improve the quality of the transfer process in Kusamba Village,
community service methods are carried out in the form of counseling,
demonstrations, and training. Includes raw material management, pindang
processing, and milling health. Evaluation is done by looking at the
attendance of participants in each activity, the enthusiasm of participants
in participating in the activity, as well as increasing knowledge is
evaluated by looking at the increase in the score after the activity compared
to the score before the activity. This activity takes place every Saturday in
August 2020 and is attended by 5 pemindang who work in different blocks at
the Kusamba Pemindangan Center. Results: The results of the scores
were then carried out with a paired t-test statistical test and the average
score before the activity was 6.40 and the average score after the activity
was 14.40; with a mean increase of 8 points which has a significant level (P
value <0.05). Post-activity monitoring is very necessary so that the
activities carried out can be applied continuously. Conclusion: This
community service activity at TPI Kusamba went well and smoothly with the
full participation of participants in all series of activities. Government
support in providing infrastructure facilities to improve the quality of
pemindangan in Kusamba Village is very much needed so that the pindang
products produced in Kusamba Village can meet Indonesian national standards. |
|
Accepted: |
28-02-2022 |
|
|
Published: |
20-03-2022 |
|
|
Keywords: |
community service, quality of food, tuna fish |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata kunci: |
pengabdian masyarakat, mutu
pemindangan, ikan tongkol |
Pendahuluan: Suatu metode pengolahan dan pengawetan
tradisional dengan perebusan/pemasakan ikan dalam air garam untuk durasi
waktu tertentu dalam suatu wadah hingga terjadi proses pengurangan kadar air
pada ikan dalam level tertentu dimaksudkan sebagai Pemindangan. Tujuan: Universitas Warmadewa melalui program kemitraan
masyarakat (PKM) bermaksud mengadakan kegiatan pelatihan dengan tujuan untuk
meningkatkan mutu proses pemindangan di Desa Kusamba serta meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan pemindang lokal, dengan harapan produk pindang
Desa Kusamba bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Metode: Saat rangka meningkatkan mutu proses pemindangan di Desa
Kusamba, metode pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan,
demonstrasi, serta pelatihan.
Meliputi manajemen bahan baku, proses pengolahan pindang, dan Kesehatan
pemindang. Evaluasi dilakukan dengan melihat kehadiran peserta pada setiap
kegiatan, antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan, serta peningkatan
pengetahuan dievaluasi dengan melihat peningkatan skor setelah kegiatan
dibandingkan skor sebelum kegiatan.�
Kegiatan ini berlangsung setiap hari sabtu pada bulan Agustus 2020 dan
diikuti oleh 5 pemindang yang bekerja pada blok berbeda di Sentra Pemindangan
Kusamba. Hasil: Hasil skor tersebut kemudian dilakukan
uji statistik paired t-test dan didapatkan rata-rata skor sebelum kegiatan
6,40 dan rata-rata skor setelah kegiatan 14,40; dengan rerata peningkatan
sebesar 8 poin yang memiliki taraf signifikan (nilai P<0,05). Pemantauan
paska kegiatan sangat diperlukan agar kegiatan yang dilakukan dapat
diterapkan secara kontinu.
Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat di TPI Kusamba ini
berlangsung baik dan lancar dengan keikutsertaan penuh peserta pada seluruh
rangkaian kegiatan. Dukungan pemerintah dalam menyediakan sarana prasarana untuk meningkatkan mutu pemindangan di Desa Kusamba sangat diperlukan agar produk pindang yang dihasilkan di Desa Kusamba dapat memenuhi standar nasional Indonesia. |
Corresponding Author: I Gede
Suranaya Pandit
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Suatu metode pengolahan dan pengawetan tradisional dengan
perebusan/pemasakan ikan dalam air garam untuk durasi waktu tertentu dalam
suatu wadah hingga terjadi proses pengurangan kadar air pada ikan dalam level
tertentu dimaksudkan sebagai Pemindangan (Pandit 2016).
Pemindangan juga dapat dikatakan sebagai kombinasi penggaraman-perebusan dengan
tujuan untuk meningkatkan umur simpan ikan. Proses tersebut akan menghasilkan
produk berupa pindang untuk dijual dan dikonsumsi oleh konsumen. Proses
pemindangan ikan di Indonesia sangat bervariasi dari satu daerah ke daerah
lain, tetapi secara prinsip pemindangan adalah proses penggaraman dilanjutkan
dengan perebusan ikan (Hardjanto and Windoatmoko 2021; Hidayat, Maimun, and Sukarno 2020).
Sentra pemindangan ikan terbesar di Bali terletak di Desa Kusamba yang
dibangun pada area seluas lebih dari 2 hektar yang sanggup menampung lebih dari
70 blok pemindang. Tiap blok diisi oleh 2-3 pekerja yang bertugas untuk
melakukan proses pemindangan dari pembersihan ikan hingga pengemasan produk.
Proses pemindangan membutuhkan bahan baku berupa ikan segar yang didapat tidak
hanya dari nelayan lokal Kusamba, namun juga berasal dari daerah-daerah sekitar
seperti Karangasem, Tanjung Benoa, Kedonganan, Ambengan, bahkan ada juga yang
berasal dari Banyuwangi dan Pulau Lombok. Sentra Pemindangan Ikan di Desa
Kusamba diresmikan pada tahun 2007 berdasarkan keputusan Menteri Perikanan dan
Kelautan RI No KEP.01/MEN/2007 (Permatananda, Pandit, and Irianto 2019).
Proses pemindangan di Desa Kusamba menggunakan keranjang bambu yang identik
dengan proses pemindangan air garam dimana ikan-ikan disusun dalam wadah
keranjang yang ditaburi garam, kemudian dimasukan ke dalam wadah perebus yang
terbuat dari drum yang sudah berisi air sehingga terendam kemudian diberi
pemberat dan direbus. Pindang kemudian dikeluarkan dan cairan perebus tersebut
dipergunakan kembali untuk merebus ikan dengan penambahan air agar ikan yang
direbus tetap terendam.� Cairan yang
digunakan lebih dari dua kali proses perebusan (Permatananda, Pandit, and Irianto 2020). Proses pemindangan di
Desa Kusamba menggunakan sarana dan prasarana sederhana, para pemindang
sebagian besar adalah wanita, berpendidikan rendah, dan produk yang dihasilkan
ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal setempat. Oleh sebab itu,
Universitas Warmadewa melalui program kemitraan masyarakat (PKM) bermaksud
mengadakan kegiatan pelatihan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu proses
pemindangan di Desa Kusamba serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
pemindang lokal, dengan harapan produk pindang Desa Kusamba bisa menjangkau
pasar yang lebih luas.
METODE PENELITIAN
Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan, demonstrasi,
serta pelatihan. Sebelum kegiatan dilakukan, Tim PKM melakukan observasi
beserta dialog singkat terhadap pihak pengelola TPI Kusamba, dan didapatkan 3
masalah yang dialami oleh Kelompok Pemindang di Desa Kusamba, meliputi
manajemen bahan baku, proses pengolahan pindang, dan Kesehatan pemindang. Saat mengatasi masalah manajemen bahan baku, tim PKM melakukan sosialisasi dan
penerapan metode cold chain system sebagai dasar manajemen bahan
baku produk yang berasal dari ikan laut. Kegiatan kedua yaitu melakukan
pelatihan dan demonstrasi proses pengolahan pindang yang bermutu, sehingga
kelompok pemindang desa Kusamba mampu menghasilkan pindang yang memenuhi
Standar Nasional Indonesia (Aminatuzzuhra, Purwaningsih, and Susanto 2016; Perdana et al. 2021). Tim PKM juga
memperkenalkan dan menyosialisasikan pentingnya aspek sanitasi dan higienis
kepada kelompok pemindang. Memberikan
simulasi pemakaian alat pelindung diri, mulai cara mencuci tangan, pemakaian
masker, sarung tangan, apron, sepatu boat untuk meningkatkan keamanan serta
melindungi diri saat bekerja. Akhir kegiatan, Tim PKM memberikan bantuan berupa alat pelindung diri dan
peralatan pemindangan seperti panci, ember, baskom, dan lain-lain.
Kegiatan PKM di
TPI Kusamba berlangsung setiap hari sabtu pada bulan Agustus 2020. Minggu pertama bulan Agustus kegiatan difokuskan pada materi cold chain system
sebagai dasar manajemen bahan baku, minggu ke dua mengenai standar mutu proses
pemindangan, dan minggu ke tiga difokuskan pada sosialiasi pentingnya aspek
sanitasi dan higienisitas.� Evaluasi
dilakukan dengan melihat kehadiran peserta pada setiap kegiatan, antusiasme
peserta dalam mengikuti kegiatan, serta peningkatan pengetahuan dievaluasi
dengan melihat peningkatan skor setelah kegiatan dibandingkan dengan skor
sebelum kegiatan.� Pretest dilakukan
sebelum kegiatan yaitu pada minggu pertama dan post-test setelah kegiatan
berlangsung pada minggu ketiga.�
Pertanyaan dalam evaluasi yang diberikan berupa 15 pertanyaan pilihan
ganda yang terdiri dari 5 pertanyaan mengenai manajemen bahan baku pindang, 5
pertanyaan proses pemindangan yang bermutu, dan 5 pertanyaan mengenai hygiene
dan sanitasi. Peningkatan nilai post-test kemudian dilihat secara statistik
dengan menggunakan paired t-test. Peningkatan nilai dinyatakan bertaraf
signifikan jika nilai p < 0.05.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan ini berjalan setiap hari sabtu pada bulan Agustus 2020 dan diikuti
oleh 5 pemindang yang bekerja pada blok berbeda di Sentra Pemindangan Kusamba.
Lima pemindang ini dipilih karena bersedia bekerja sama dan mengikuti kegiatan
pelatihan dari awal hingga akhir dengan menandatangani lembar persetujuan
keikutsertaan. Adapun karakteristik peserta kegiatan ditampilkan pada tabel 1.
Tabel 1. Karakteristik Pemindang
|
No |
Peserta |
Jenis Kelamin |
Usia |
Tingkat
Pendidikan |
Sudah Pernah
Mengikuti Kegiatan Pelatihan Serupa |
|
1 |
Pemindang 1 |
P |
25 |
SMP |
Belum |
|
2 |
Pemindang 2 |
P |
30 |
SMP |
Belum |
|
3 |
Pemindang 3 |
P |
40 |
SD |
Belum |
|
4 |
Pemindang 4 |
P |
51 |
SD |
Belum |
|
5 |
Pemindang 5 |
P |
48 |
SD |
Sudah |
����� Sebagian besar pemindang di Desa Kusamba
berjenis kelamin wanita dan berpendidikan rendah. Meskipun beberapa kali di TPI
tersebut sudah dilakukan berbagai kegiatan pelatihan, namun belum semua
pemindang mengikuti kegiatan tersebut. Pada kegiatan ini dari lima pemindang,
semuanya adalah wanita yang berada pada usia produktif, berpendidikan rendah
dan sebagian besar belum pernah mengikuti kegiatan atau pelatihan serupa.
Berdasarkan literatur sebelumnya, disebutkan bahwa wanita mewakili lebih dari
setengah populasi yang bekerja pada industri perikanan (Djunaidah and Nurmalia 2019). Ada banyak isu gender
yang melibatkan tenaga kerja wanita dalam industri perikanan baik itu pada
skala rumah tangga ataupun skala industri, termasuk masalah upah dimana tenaga
kerja wanita pada industri ini seringkali mendapat upah atau honor yang lebih
rendah daripada tenaga kerja pria (Meetei, Saha, and Pal 2016). Banyak wanita di
Indonesia dan Malaysia biasanya terlibat pada usaha perikanan skala kecil atau
rumah tangga yang biasanya merupakan istri atau anak perempuan dari nelayan.
Dalam banyak kasus, mereka bekerja untuk menambah pendapatan keluarga namun
seringkali tidak mendapatkan upah atau honor yang layak dibandingkan beban
pekerjaannya (Pradnyawati, Cahyawati, and Permatananda 2021; Wiadnjana, Yanti, and
Permatananda 2020).
Penelitian yang dilakukan di Langsa, Aceh, didapatkan bahwa sebagian besar
wanita yang bekerja dalam usaha perikanan memiliki tingkat pendidikan yang
rendah bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan (Febri et al.
2017).




Gambar 1. Penyerahan Bantuan, Proses
Penyuluhan, Demonstrasi Pemindangan
����� Selama tiga sesi kegiatan,
antusiasme peserta cukup baik, terbukti dengan kehadiran lengkap untuk setiap
sesi kegiatan. Materi minggu pertama adalah mengenai metode cold chain
system sebagai manajemen bahan baku pindang yang sebagian besar adalah ikan
laut. Manajemen bahan baku ikan ini sangat penting mengingat ikan laut merupakan
komoditi yang sangat
mudah dan cepat rusak
(Chintagari et al. 2018). Bahan baku yang melimpah harus disimpan dalam
suhu dan dengan
perlakuan yang tepat agar bisa dimanfaatkan
dengan baik ketika bahan baku produksi menurun.
Manajemen ini juga meliputi bagaimana suhu ikan harus selalu dijaga pada suhu
yang tepat dari proses penangkapan sampai konsumen untuk menjamin kualitas dan
kesegaran ikan (Mercier et al. 2017). Materi minggu kedua terkait proses
pemindangan yang bermutu dimana dilakukan demonstrasi dan pemindangan untuk
meningkatkan mutu proses pemindangan di TPI Kusamba, meliputi pemilihan bahan
baku, persiapan bahan baku, penggaraman, perebusan, hingga pengemasan. Produk
pindang yang dihasilkan di Desa Kusamba merupakan produk pindang air garam.
Produk pindang tersebut memiliki umur simpan yang relative singkat pada suhu
ruang� yakni 2-3 hari. Karakteristik
produk biasanya memiliki penampakan lebih bersih dan bercahaya dengan warna
khas ikan masih dapat diamati jelas. Bentuk fisik ikan yang dinilai lebih baik
adalah memiliki fisik utuh tanpa retak. Rasa tidak terlalu asin, bau mirip
seperti ikan rebus dan tekstur sedikit longgar serta lembab (Pandit 2016).
Materi terkait aspek sanitasi dan higienisitas yang penting sekali untuk
diperhatikan oleh pemindang terutama untuk mencegah terjadinya kontaminasi (Zairinayati
et al. 2020). Higiene dan sanitasi
merupakan hal yang saling berkaitan dan harus diperhatikan mulai dari pemilihan
bahan, penyimpanan, transportasi, pengolahan, pemasaran harus memperhatikan
higienisitas dan sanitasi (Cahyawati and Saniathi 2021; Pandit and Permatananda 2019)



Gambar 2. Persiapan Bahan Baku, Proses
Pemindangan, dan Produk Ikan Pindang
Keberhasilan kegiatan juga ditinjau dengan
melihat peningkatan jumlah nilai benar pada posttest dibandingkan dengan
pretest, yang dapat dilihat pada grafik 1. Soal yang diujikan berjumlah 15 soal
pilihan ganda dengan rincian 5 soal mengenai manajemen bahan baku, 5 soal
terkait proses pemindangan yang bermutu, dan 5 soal terakhir tentang aspek
hygiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan. Hasil nilai pretest dan posttest
tersebut kemudian dilakukan uji statistik paired t-test dan didapatkan
rata-rata skor sebelum kegiatan adalah 6,40 dan rata-rata skor setelah kegiatan
adalah 14,40; dengan rerata peningkatan sebesar 8 poin yang memiliki taraf
signifikan (nilai P<0,05).

Grafik 1. Evaluasi
Nilai Pretest-Posttest
KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian masyarakat di TPI Kusamba ini
berlangsung baik dan lancar dengan keikutsertaan penuh peserta pada seluruh
rangkaian kegiatan. Metode kegiatan ini meliputi penyuluhan dan sosialisasi,
demonstrasi diikuti dengan pendampingan, bahkan pelatihan hingga simulasi dan
berhasil meningkatkan pengetahuan pemindang lokal Desa Kusamba secara bermakna.
Pemantauan secara berkelanjutan diperlukan untuk memastikan aplikasi ilmu di
lapangan. Dukungan pemerintah dalam menyediakan sarana prasarana untuk meningkatkan
mutu pemindangan di Desa Kusamba sangat diperlukan agar produk pindang yang
dihasilkan di Desa Kusamba dapat memenuhi standar nasional Indonesia.
BIBLIOGRAFI
Aminatuzzuhra, Ratna Purwaningsih, and Novie Susanto.
2016. �Simulasi Cold Chain System Pada Rantai Distribusi Ikan Untuk Mengukur
Peningkatan Mutu Ikan Di Kota Semarang.� Industrial Engineering Online
Journal 5(4):1�12. Google
Scholar
Cahyawati, Putu Nita, and Ni Kadek Elmy
Saniathi. 2021. �Gambaran Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Petugas
Kebersihan Di Era Pandemi Covid-19.� WICAKSANA: Jurnal Lingkungan Dan
Pembangunan 5(2):87�91. doi: 10.22225/wicaksana.5.2.2021.87-91. Google
Scholar
Chintagari, Sailaja, Nicole Hazard, Genevieve
Edwards, Ravi Jadeja, and Marlene Janes. 2018. �Risks Associated with Fish and
Seafood.� Preharvest Food Safety 123�42. doi: 10.1128/9781555819644.ch7.
Google
Scholar
Djunaidah, Iin Siti, and Nayu Nurmalia. 2019.
�Peran Produktif Wanita Pesisir Dalam Menunjang Usaha Perikanan Di Kecamatan
Tempuran, Kabupaten Karawang.� Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan
13(2):229. doi: 10.15578/jsekp.v13i2.6980. Google
Scholar
Febri, Suri P., Eko S. Wiyono, Sugeng H.
Wisudo, John Haluan, and Budhi H. Iskandar. 2017. �The Role of Women in
Small-Scale Fisheries of Langsa City, Aceh, Indonesia.� AACL Bioflux
10(2):402�9. Google
Scholar
Hardjanto, Kurnia, and Windoatmoko Windoatmoko.
2021. �Profil Usaha Pemindangan Ikan Pada Sentra Pengolahan Ikan Kota
Magelang.� Jurnal Penyuluhan Perikanan Dan Kelautan 15(3):261�76. doi:
10.33378/jppik.v15i3.265. Google
Scholar
Hidayat, Rezaldi, Maimun Maimun, and
Sukarno Sukarno. 2020. �Analisis Mutu Pindang Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis)
Dengan Teknik Pengolahan Oven Steam.� Jurnal FishtecH 9(1):21�33. doi:
10.36706/fishtech.v9i1.11003. Google
Scholar
Meetei, Waikhom Tomthinnganba, Biswarup Saha, and Prasenjit Pal.
2016. �Participation of Women in Fisheries: A Study on Gender Issues in
Manipur, India.� International Journal of Bio-Resource and Stress Management
7(4):906�14. doi: 10.23910/ijbsm/2016.7.4.1589. Google
Scholar
Mercier, Samuel, Sebastien Villeneuve, Martin Mondor, and Ismail
Uysal. 2017. �Time�Temperature Management Along the Food Cold Chain: A Review
of Recent Developments.� Comprehensive Reviews in Food Science and Food
Safety 16(4):647�67. doi: 10.1111/1541-4337.12269. Google
Scholar
Pandit, I. Gde Suranaya, and Pande Ayu Naya Kasih Permatananda. 2019.
�Improving Hygiene and Sanitation Behavior among Pemindang Workers in Kusamba
Village Through Direct Training and Demonstration Plot.� doi:
10.4108/eai.21-9-2018.2281191. Google
Scholar
Pandit, Suranaya I. Gede. 2016.
�Teknologi Pemindangan Ikan Tongkol.� Warmadewa University Press, Denpasar,
1�58. Google
Scholar
Perdana, A. W., B. B. Sasmito, B.
Kusuma, E. Waluyo, M. T. Aji, Universitas Brawijaya, Fakultas Pertanian,
Universitas Tidar Magelang, and Fakultas Pertanian. 2021. �Study of Fishery
Commodities Cold Chain System at Malang City.� JFMR-Journal of Fisheries and
Marine Research 5(2). doi: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.20. Google
Scholar
Permatananda, P. A. N. K., I. G. S. Pandit, and I.
K. Irianto. 2019. �Hygiene and Sanitation of Pindang Processing in Central of
Pemindangan, Bali.� IOP Conference Series: Earth and Environmental Science
347(1). doi: 10.1088/1755-1315/347/1/012096. Google
Scholar
Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih, I.
Gede Suranaya Pandit, and I. Ketut Irianto. 2020. �Pengembangan Produk Pindang
Desa Kusamba Melalui Ap-.� J. PCSJ Postgraduated Community Service Journal
1(1):12�18. Google
Scholar
Pradnyawati, L. G., P. N. Cahyawati, and
Pande Ayu Naya Kasih Permatananda. 2021. �Pemberdayaan Kader Dalam Pencegahan
IMS Dan HIV/AIDS Pada Pedagang Perempuan Di Kota Denpasar.� Jurnal
Paradharma 4(2):145�50. Google
Scholar
Wiadnjana, I. G. P., M. R. R. Yanti, and
P. A. N. K. Permatananda. 2020. �Nutritional Status of Reproductive Women Who
Follow Vegetarian Diet in Badung Regency.� (November). doi:
10.4108/eai.11-2-2020.2302019. Google
Scholar
Zairinayati, Novianty, R. Garmini, R.
Purnama, H. Shatriadi, and N. A. Maftukhah. 2020. �Analysis of Application
Hygiene Principles of Food and Safety Employees Tofu Factory in Padang Selasa,
Bukit Besar Palembang.� Journal of Physics: Conference Series 1477(7).
doi: 10.1088/1742-6596/1477/7/072017. Google
Scholar