PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI
MEDIA PROMOSI DESA WISATA BANJAREJO
Wisnu Wira Perdana1,
Ester Krisnawati2, Rendy Hermanto Abraham3
Universitas Kristen Satya
Wacana
|
Keywords |
Abstract |
|
Tourism Promotion; Banjarejo Tourism Village;
Social Media As Promotional Media |
Social media can be
used to communicate and disseminate information across distances and time
zones. This study discusses the use of Instagram @desawisatabanjarejo as a
promotional medium for Banjarejo Tourism Village. The purpose of this study
was to find out the use of Instagram as a promotional tool for the Banjarejo
Tourism Village and to find out the obstacles faced in managing the Instagram
social media. This type of research is descriptive qualitative. The unit of
observation for this study is the Instagram account @desawisatabanjarejo.
While the research analysis unit is the use of the @desawisatabanjarejo
account as a promotional medium. Data collection techniques with observation,
interviews, and documentation. Data analysis techniques used interview data
transcripts, data reduction, and data analysis. The data validation technique
uses the source triangulation technique. The results of this study indicate
that the Banjarejo Tourism Village has utilized Instagram as a means of promotion
properly and effectively. The content promoted is in the form of information
and activities related to the Banjarejo Tourism Village. The obstacle faced
by the Banjarejo Tourism Village in utilizing Instagram social media as a
means of promotion is related to the lack of competent human resources in the
field of graphic design to optimize promotional activities. |
|
Kata Kunci |
Abstrak |
|
Promosi
Pariwisata; Desa Wisata Banjarejo; Media Sosial Sebagai Media Promosi |
media
sosial dapat digunakan untuk berkomunikasi dan menyebarkan informasi lintas
jarak dan zona waktu. Penelitian ini membahas mengenai pemanfaatan instagram
@desawisatabanjarejo sebagai media promosi Desa Wisata Banjarejo. Tujuan
Penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan instagram sebagai sarana
promosi Desa Wisata Banjarejo dan mengetahui kendala yang dihadapi dalam
mengelola media sosial instagram tersebut. Jenis Penelitian ini adalah
deskriptif kualitatif. Unit amatan penelitian ini yaitu akun instagram
@desawisatabanjarejo. Sedangkan unit analisis penelitian yaitu pemanfaatan
akun @desawisatabanjarejo sebagai media promosi. Teknik pengumpulan data
dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan transkip data hasil wawancara, reduksi data, dan analisis data.
Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian
ini menunjukan bahwa Desa Wisata Banjarejo telah memanfaatkan instagram
sebagai sarana promosi dengan baik dan efektif. Konten yang dipromosikan
berupa informasi dan kegiatan terkait Desa Wisata Banjarejo. Kendala yang
dihadapi Desa Wisata Banjarejo dalam pemanfaatan media sosial instagram
sebagai sarana promosi adalah terkait dengan kurangnya SDM yang berkompeten
dibidang desain grafis untuk mengoptimalkan kegiatan promosi. |
Corresponding Author: Wisnu Wira
Perdana�
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Industri
pariwisata terus berkembang, dan banyak masyarakat Indonesia yang terus
menjadikan tempat wisata sebagai tujuan liburan utama mereka (Dharta et al., 2021). Menurut Penelitian,
industri pariwisata juga dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian
masyarakat sekitar tempat wisata sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
daerah (Andrianti & Lailam, 2019). Mempromosikan pariwisata adalah cara yang bagus untuk
memperkenalkan potensi daerah dan mendorong pengunjung untuk berkunjung.
Berbagai destinasi wisata memanfaatkan promosi pariwisata secara ekstensif (Situmeang,
2020). Dengan kata lain, promosi adalah alat yang digunakan untuk
mempengaruhi orang, mendapatkan perhatian mereka, dan memberi tahu orang
tentang tempat wisata yang dimiliki masing-masing daerah (Wolah, 2016).������
Menurut
penelitian, media sosial
dapat digunakan untuk berkomunikasi dan menyebarkan informasi lintas jarak dan
zona waktu (Indrawan & Ilmar, 2020). Menurut penelitian, pengguna platform media sosial memiliki
kemampuan untuk memberikan dan menerima informasi serta berinteraksi dengannya (Sakti & Yulianto, 2018). Menurut penelitian,
media sosial tidak hanya memfasilitasi komunikasi tetapi juga berfungsi sebagai
media pemasaran dan promosi online (Masamma & Tahir, 2021). Instagram adalah salah satu dari sekian banyak platform
media sosial di luar sana yang sering digunakan untuk beriklan (Masamma & Tahir, 2021). Karena pengguna dapat mengunggah foto dan video dengan
berbagai filter yang meningkatkan daya tarik visualnya (Trihayuningtyas et al., 2018).
Desa
Wisata Banjarejo yang terletak di sebelah timur Kota Purwodadi, sekitar 40kilometer
dari pusat kota. Sejak tahun 2006, di desa ini banyak ditemukan fosil serta
benda-benda bernilai sejarah. Adapun jenis benda-benda bersejarah tersebut
yaitu lesung, guci, uang koin kuno, perhiasan, penemuan watu balung (fosil),
dan koleksi benda-benda bersejarah lainnya. Beberapa temuan seperti fosil,
artefak, uang koin kuno, dan benda-benda bersejarah lainnya bisa menjadi bukti
bahwa Desa Wisata Banjarejo dulu pernah menjadi hunian fauna purba kala
pleistosen yang kini telah punah serta menjadi bukti sejarah bahwa Desa Wisata
Banjarejo dulunya merupakan bekas peradaban Kerajaan Medang Kamulyan. Penduduk
setempat menemukan artefak sejarah saat menggali di sawah atau di dekat tepi
sungai. Pada 2 November 2016, Bupati Grobogan Sri Sumarni mencanangkan Desa
Wisata Banjarejo sebagai desa wisata dan lokasi pendidikan berbasis sejarah.
�
�
Gambar 1 Beberapa Temuan Fosil dan
Artefak di Desa Wisata Banjarejo
Sumber Data: Dokumentasi Pribadi pada
tanggal 8 Juni 2023
Ketika
berwisata ke Desa Wisata Banjarejo tidak hanya melihat temuan fosil dan
artefak, namun juga di tayangkan film dokumenter tentang proses penggalian
fosil maupun eksavasi temuan. Desa Wisata Banjarejo mempunyai 3 tempat yang
bisa dikunjungi yaitu Taman Ganesha Tidur, Rumah Fosil, dan Buron Londo. Untuk
menambah daya tarik, setiap tahun juga diadakan festival jerami sekaligus untuk
memperingati hari jadi Desa Wisata Banjarejo. Masyarakat membuat patung
berbahan jerami dalam bentuk beragam binatang purba. Dalam festival ini
beberapa sekolah juga turut berpartisipasi dalam memeriahkan festival melalui
pertunjukan seni tari. Beberapa temuan fosil dan artefak bisa menjadi bukti
sejarah bahwa Desa Wisata Banjarejo dulu pernah menjadi hunian fauna purba kala
pleistosen yang kini telah punah. Hal ini bertujuan untuk dapat digunakan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan dan mewariskan nilai-nilai peninggalan budaya
kepada generasi yang akan datang.
Tabel 1. Jumlah Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata
Banjarejo.
|
Tahun |
Jumlah Kunjungan Wisatawan |
|
2017 |
132.920 |
|
2018 |
137.792 |
|
2019 |
135.360 |
|
2020 |
8.704 |
|
2021 |
9.321 |
|
2022 |
42.020 |
Sumber Referensi Data Tabel: DISPORABUDPAR Kab. Grobogan 2023
Berdasarkan tabel
1 di atas bahwa pada awal Desa Banjarejo ditetapkan sebagai desa
wisata pada tahun 2016 mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan
pada� 3 tahun pertama tetapi semenjak
adanya wabah virus corona yang mulai menjangkit di Indonesia dan di tetapkan
sebagai pandemi sejak tahun 2020 jumlah kunjungan wisatawan juga mengalami
penurunan yang signifikan. Statistik
data �diatas diperolah dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan
Pariwisata Kabupaten Grobogan pada tahun 2023 ini.
Berdasarkan 1
tabel di atas, hal ini menunjukan bahwa potensi Desa Banjarejo yang menjadi
sebuah desa wisata diminati banyak wisatawan. Banyaknya kunjungan wisatawan
yang datang ke Desa Wisata Banjarejo memberikan beberapa manfaat ke masyarakat
dalam membuka peluang pekerjaan dan penghasilan. Desa Wisata Banjarejo sudah
mempunyai akun instagram @desawisatabanjarejo sebagai media promosi wisata.
Mempunyai 7187 pengikut dan sejauh ini juga sudah ada 632 kiriman postingan di
akun instagramnya baik berupa foto maupun video. Isi postingan berisi dari
foto-foto pengunjung yang di repost, penemuan baru, dan beberapa dokumentasi
dari event-event yang pernah terlaksana di Desa Wisata Banjarejo. Walaupun
pengelolaannya masih simpel dan belum terlalu bervariasi jenis postingannya adanya
instagram sangat membantu sebagai media pemasaran dan promosi.
Permasalahan
Desa Wisata Banjarejo yaitu kurangnya SDM berkompeten yang bisa mengelola
konten promosi pariwisata instagram @desawisatabanjarejo. Sehingga jika
dikelola dengan baik konten bisa lebih bervariasi dan bisa menarik lebih banyak
kunjungan wisatawan. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat membantu evaluasi
permasalahan Desa Wisata Banjarejo dalam mengelola instagram
@desawisatabanjarejo dengan kajian teori-teori yang peneliti pelajari di bangku perkuliahan dan diharapkan memberikan manfaat untuk
mengatasi permasalahan Desa Wisata Banjarejo dengan kajian teori yang penulis
pelajari di perkuliahan. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih
mendalam tentang pemanfaatan Instagram @desawisatabanjarejo sebagai media
promosi dan pemasaran pariwisata di Desa Wisata Banjarejo berdasarkan latar
belakang tersebut.
STP
(Segmenting, Targeting, Positioning) akan digunakan dalam penelitian ini untuk
mengetahui apakah promosi yang dilakukan sesuai dengan segmentasi pasar (Syafii & Budiyanto, 2022). Salah satu metode yang digunakan untuk menyusun pesan dan
strategi pemasaran yang sesuai dengan segmen khalayak sasaran tertentu adalah
STP (Segmenting, Targeting, Positioning) (Syafii & Budiyanto, 2022). STP (Segmenting, Targeting, Positioning) pada dasarnya
adalah model pemasaran dengan tiga tahap: segmentasi pasar, penargetan segmen
yang paling menguntungkan, dan memposisikan produk dengan cara yang paling
bernilai (Syafii & Budiyanto, 2022). Dalam penelitian ini juga akan memakai bauran komunikasi
pemasaran 4P� marketing mix yang terdiri
dari Produt (Produk),� Price (Harga),
Place (Tempat), Promotion (Promosi) (Burnama et al., 2014). Marketing mix atau bauran pemasaran membantu dalam
merencanakan strategi pemasaran yang efektif dan menyelaraskan elemen-elemen
pemasaran agar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan, serta mencapai
tujuan dalam hal peningkatan penjualan, pangsa pasar, dan keuntungan (Burnama et al., 2014).
METODE PENELITIAN
��������� Dalam
penelitian ini memakai jenis penelitian deskriptif kualitatif yakni jenis
penelitian yang menginterpretasikan arti data�data yang telah terkumpul,
sehingga memperoleh gambaran secara umum dan menyeluruh dari data yang telah
dikumpulkan peneliti dalam hasil wawancara dengan admin @desawisatabanjarejo,
dan observasi dan dokumentasi� postingan
di akun instagram @desawisatabanjarejo (Kriyantono
& Sos, 2014). Untuk unit amatan
penelitian ini adalah akun instagram @desawisatabanjarejo. Kemudian, unit
analisis diartikan sesuatu yang berkaitan dengan fokus dari komponen yang
diteliti (Sari &
Wijaya, 2020). Oleh karenannya, unit
analisis penelitian ini adalah Pemanfaatan media sosial instagram
@desawisatabanjarejo sebagai media promosi wisata. Dalam penelitian ini, teknik
pengumpulan data yang digunakan peneliti dengan wawancara, observasi, dan
dokumentasi (Irfan &
Apriani, 2017). Wawancara dengan�������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
��������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������admin akun @desawisatabanjarejo.
Untuk dokumentasi, dengan observasi langsung pada unggahan akun
@desawisatabanjarejo. Dalam penelitian ini, teknik analisis yang digunakan
adalah Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan (Sembiring,
2016). Keabsahan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Triangulasi sumber (Mingkid,
2015). Sehingga keabsahan data
diperoleh dengan membandingkan antara hasil wawancara admin @desawisatabanjarejo
dengan hasil pengamatan pada unggahan akun @desawisatabanjarejo.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Menurut penelitian: �Ponsel kini dapat berbagi foto aktivitas
dan berkomunikasi secara online, menjadikannya bagian dari kehidupan sosial
masyarakat.� Sebelumnya, mereka hanya bisa digunakan sebagai telepon (Dharta et al., 2021). Teknologi terus maju, ini tidak hanya membawa ide-ide baru
ke komunikasi massa, tetapi juga membantu bisnis menemukan cara baru untuk
berkomunikasi dengan pelanggan melalui pemasaran secara online (Andrianti & Lailam, 2019). Karena mereka sekarang dapat berbagi dan mengirim
informasi kepada orang lain selain menerimanya, pengguna media sosial dapat
memberikan pengaruh. Berbeda dengan YouTube, Facebook, dan media online lainnya (Nasir et al., 2023). Instagram juga menciptakan komunikasi
pemasaran dengan konten yang luar biasa untuk membedakan pesan dari kekacauan
di media tradisional dan membuat perbedaan (Nasir et al., 2023). Namun, Instagram merupakan media promosi pariwisata yang
paling berpengaruh karena dapat menampilkan objek wisata secara visual,
penggunanya hampir semua kalangan�
masyarakat serta pesannya dapat dengan mudah diterima oleh khalayak atau
sasaran promosi (Bintarti & Rahardjo, n.d.).
Menurut
penelitian, media sosial
dapat digunakan untuk berkomunikasi dan menyebarkan informasi lintas jarak dan
zona waktu (Fitri & Sugandi, 2018). Menurut penelitian, pengguna platform media sosial memiliki
kemampuan untuk memberikan dan menerima informasi serta berinteraksi dengannya (Atiko et al., 2016). Menurut penelitian,
media sosial tidak hanya memfasilitasi komunikasi tetapi juga berfungsi sebagai
media pemasaran online (Romadhan & Rusmana, 2017). Instagram adalah salah satu dari sekian banyak platform
media sosial di luar sana yang sering digunakan untuk beriklan. Karena pengguna
dapat mengunggah foto dan video dengan berbagai filter yang meningkatkan daya
tarik visual mereka (Trihayuningtyas et al., 2018). Dengan memungkinkan untuk membuat dan
berbagi konten secara online dengan pengguna lain, media sosial telah menjadi
bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat (Fitri & Sugandi, 2018). Instagram memungkinkan pengguna mempersonalisasi konten
mereka dan membuat galeri foto mereka sendiri dengan menggunakan berbagai alat
dan filter. Dengan kata lain, Instagram memberikan kesempatan kepada orang
untuk berbicara tentang bagaimana mereka ingin berpenampilan dan bagaimana
mereka ingin dilihat oleh banyak orang (Dharta et al., 2021).
Semenjak
Desa Wisata Banjarejo ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2016 oleh
Bupati Grobogan Sri Sumarni, memberikan manfaat ke masyarakat asli Desa Wisata
Banjarejo dalam membuka peluang pekerjaan dan penghasilan. Oleh karenanya,
pihak Desa Wisata Banjarjo terus memberikan inovasi dalam memperkenalkan semua
potensi yang ada melalui beberapa media promosi dan melalui beberapa event atau
kegiatan. Desa Wisata Banjarejo menggunakan beragam media promosi baik cetak
maupun media online untuk menarik minat pengunjung (Situmeang, 2020). Akan tetapi penggunaan media sosial menjadi faktor utama
dimana Desa Wisata Banjarejo yang jauh dari pusat kota, bisa naik daun dan
sekarang sudah menjadi destinasi wisata terkenal khususnya di Kabupaten
Grobogan. Karena melalui postingan instagram orang menjadi tahu ada Desa Wisata
Banjarejo yang menawarkan wisata 3 peradaban sejarah di Indonesia. Dari
postingan instagram seseorang dengan mudah dan cepat untuk membagikan hasil
jepretan mereka. Dimana postingan instagram mempengaruhi seseorang untuk datang
berkunjung (Trihayuningtyas et al., 2018).
Hal
ini sejalan dengan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan
narasumber yang merupakan seorang pengunjung bernama Siti Nurmala Sari, yang
merupakan masyarakat di Kabupaten Grobogan, dan mengatakan bahwa �Saya follow
instagram @desawisatabanjarejo sudah lama sejak viral penemuan fosil,
postingannya sederhana namun menarik untuk saya ikuti dan sekarang banyak spot
foto yang membuat saya ingin kesini untuk berfoto-foto� (Wawancara dengan Siti
Nurmala Sari selaku followers akun @desawisatabanjarejo dan pengunjung Desa
Wisata Banjarejo, 10 Juni 2023). Responden selanjutnya juga mengatakan hal yang
demikian saat peneliti wawancarai yaitu Windawati teman dari Siti Nurmala Sari
yang kebetulan berkunjung bersama di Desa Wisata Banjarejo. Saat peneliti bertanya
kenapa mau diajak berkunjung juga di Desa Wisata Banjarejo �Awalnya saya diajak
untuk menemani teman saya Siti, untuk refreshing di Desa Wisata Banjarejo,
karena saya tahu Desa Wisata Banjarejo sudah agak lama tapi saya belum pernah
berkunjung, terkadang juga lihat postingan teman tentang Desa Wisata Banjarejo ini
(Wawancara dengan Windawati selaku pengunjung Desa Wisata Banjarejo, 10 Juni
2023).
Gambar 2 Akun instagram @desawisatabanjarejo
Sumber: Instagram @desawisatabanjarejo pada tanggal 9 Juni
2023
Desa
Wisata Banjarejo mempunyai akun instagram @desawisatabanjarejo sebagai media
promosi wisatanya. Mempunyai 7187 pengikut dan sejauh ini juga sudah ada 632
kiriman postingan di akun instagramnya baik berupa foto maupun video. Akun
instagram @desawisatabanjarejo adalah akun instagram yang dikelola secara
pribadi oleh Kepala Desa Wisata Banjarejo bernama Achmad Taufik. Tujuan dari
dibuatnya akun ini untuk mengenalkan, mempromosikan tempat wisata, dan
menginformasikan event yang ada di Desa Wisata Banjarejo. Isi postingan berisi
dari foto-foto pengunjung yang di repost, penemuan baru, dan beberapa
dokumentasi dari event-event yang pernah terlaksana di Desa Wisata Banjarejo.
Walaupun pengelolaannya masih simpel dan belum terlalu bervariasi untuk jenis
postingannya adanya akun instagram @desawisatabanjarejo sangat membantu sebagai
media pemasaran dan promosi Desa Wisata Banjarejo tersebut.
����
Gambar 3 Beberapa Postingan di Akun Instagram
@desawisatabanjarejo
Sumber: Instagram @desawisatabanjarejo pada tanggal 9 Juni
2023
Pengamatan
peneliti menunjukkan bahwa konten yang diposting pada akun Instagram
@desawisatabanjarejo terdiri dari repost dari followers yang pernah berkunjung
ke Desa Wisata Banjarejo, informasi terbaru mengenai Desa Wisata Banjarejo, dan
event yang akan datang. Admin @desawisatabanjarejo dituntut untuk memberikan
perhatian khusus dalam pengelolaan informasi yang kemudian disebarkan kepada
followers karena media promosi pariwisata berbasis media sosial Instagram (Atiko et al., 2016). Apalagi mengingat mayoritas pengguna Instagram adalah kaum
milenial yang sangat menjunjung tinggi keakuratan informasi yang dibagikan di media
sosial (Romadhan & Rusmana, 2017). Postingan terpopuler Desa Wisata Banjarejo masih seputar
spot foto di Taman Ganesha Tidur dan event yang akan datang di Desa Wisata
Banjarejo.
Dalam
penelitian ini memakai bauran komunikasi pemasaran 4P marketing mix yang
terdiri dari Product (Produk),� Price
(Harga), Place (Tempat), Promotion (Promosi)� (Burnama et al., 2014). Marketing mix atau bauran komunikasi pemasaran membantu
dalam merencanakan strategi pemasaran yang efektif dan menyelaraskan elemen-elemen
pemasaran agar sesuai dengan kebutuhan dan prefensi pelanggan, serta mencapai
tujuan dalam hal peningkatan penjualan, pangsa pasar, dan keuntungan (Burnama et al., 2014). Media sosial instagram merupakan salah satu metode
pemasaran dan promosi digital hemat biaya yang bisa digunakan untuk
meningkatkan popularitas dengan efektif dan efisien (Fitri & Sugandi, 2018). Dengan strategi yang tepat, tempat wisata akan mendapat
awarennes yang tinggi oleh khalayak luas. Pengenalan tempat wisata bisa menjadi
lebih baik jika diiringi dengan kualitas konten yang layak (Atiko et al., 2016). Penelitian ini memakai marketing mix 4P untuk membantu
dalam merumuskan mengenai pemanfaatan akun media sosial instagram
@desawisatabanjarejo. Dengan begitu Desa Wisata Banjarejo bisa mempromosikan
kepada target pasar yang tepat dan pesan yang di sampaikan bisa lebih baik
kepada followers @desawisatabanjarejo dan pengguna media sosial instagram
lainnya (Atiko et al., 2016).
Oleh
karennya peneliti membedah bauran komunikasi pemasaran 4P� marketing mix�
Desa Wisata Banjarejo yang terdiri dari Product (Produk),� Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion
(Promosi) (Burnama et al., 2014). Pertama, peneliti membedah product (produk) dalam
pemanfaatan akun instagram @desawisatabanajrejo. Peneliti melakukan wawancara
dengan admin akun yang bernama Achmad Taufik, beliau ini sekaligus selaku
Kepala Desa Wisata Banjarejo, beliau mengatakan �Sebenarnya setiap desa wisata
mempunyai karakter dan potensi masing-masing mas. Akan tetapi saya berharap
dengan keunikan tersendiri dari Desa Wisata Banjarejo yang mempunyai
peninggalan sejarah dari 3 peradaban yang ada di Indonesia mulai dari masa pra
sejarah, masa kerajaan, dan masa kolonial semua disini ada. Semua lokasi wisata
yang ada di Desa Wisata Banjarejo sudah kami jadikan konten di akun instagram
@desawisatabanjarejo, ada Museum Banjarejo, kemudian ada Buron Londo yang
merupakan bekas pengeboran minyak jaman Belanda yang bisa dikunjungi juga oleh
wisatawan, dan kemudian Taman Ganesha Tidur. Dari beberapa lokasi yang menjadi
tempat favorit dari followers dan pengunjung yaitu Taman Ganesha Tidur ini.
Taman Ganesha Tidur sering dijadikan spot foto instagramable yang banyak di
repost dan dijadikan konten instagram anak muda yang telah berkunjung di Desa
Wisata Banjarejo ini �(Wawancara dengan admin akun instagram
@desawisatabanjarejo, Achmad Taufik, 8 Juni 2023).
Selanjutnya
setelah melakukan wawancara tentang marketing mix product (produk) dari akun
@desawisatabanjarejo ini, peneliti melanjutkan wawancara dengan admin akun
@desawisatabanjarejo untuk mengetahui price (harga) �Harga tiket masuk
pengunjung sebesar Rp.10.000 dengan harga tersebut sudah bisa menikmati setiap
sudut yang ada di Desa Wisata Banjarejo seperti spot foto di Taman Ganesha
Tidur, kemudian Buron Londo bekas pengeboran minyak jaman Belanda, serta
pengunjung juga bisa belajar tentang sejarah dengan melihat temuan fosil dan
artefak yang berada di Museum Banjarejo. Dalam pemanfaatan akun instagram ini,
kami belum pernah mengupload konten yang memuat informasi harga tiket yang
harus dibayarkan pengunjung Desa Wisata Banjarejo di akun @desawisatabanjarejo
ini. Karena kami rasa harga tiket tersebut yang terjangkau dan tergolong murah
untuk semua kalangan dan lapisan masyarakat, kami lebih utamakan untuk
mengupload konten informasi terkini lainnya di Desa Wisata Banjarejo�� (Wawancara
dengan admin akun instagram @desawisatabanjarejo, Achmad Taufik, 8 Juni 2023).
Place
(Tempat) adalah wadah dari berbagai kegiatan yang dilakukan� oleh destinasi wisata agar produk atau jasa
dapat diperoleh dan tersedia bagi sasaran promosi atau pemasarannya (Burnama et al., 2014). Setelah melakukan wawancara tentang product (produk) dan
price (harga) dengan admin akun @desawisatabanjarejo, peneliti melanjutkan
wawancara untuk mengetahui place (tempat) Desa Wisata Banjarejo dalam
pemanfaatan akun instagram @desawisatabanjarejo sebagai media promosi �Desa
Wisata Banjarejo, berlokasi di Dusun Ngrunut, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus,
Kabupaten Grobogan. Keunikan dari Desa Wisata Banjarejo yaitu mempunyai
peninggalan sejarah dari 3 peradaban yang ada di Indonesia mulai dari masa pra
sejarah, masa kerajaan, dan masa kolonial semua disini ada. Semua lokasi wisata
yang ada di Desa Wisata Banjarejo sudah kami jadikan konten di akun instagram
@desawisatabanjarejo, ada Museum Banjarejo, Kemudian ada Buron Londo yang
merupakan bekas pengeboran minyak jaman Belanda yang bisa dikunjungi juga oleh
wisatawan, dan kemudian juga ada Taman Ganesha Tidur� (Wawancara dengan admin
akun instagram @desawisatabanjarejo, Achmad Taufik, 8 Juni 2023).
Promotion
(Promosi) didefinisikan sebagai serangkaian proses menciptakan,
mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mengelola hubungan dengan wisatawan untuk
mengembangkan pariwisata dan seluruh pemangku kepentingannya (Burnama et al., 2014). Setelah melakukan wawancara tentang product (produk),� price (harga), dan place (tempat) dengan
admin akun @desawisatabanjarejo, peneliti melanjutkan wawancara untuk
mengetahui promotion (promosi) Desa Wisata Banjarejo dalam pemanfaatan akun
instagram @desawisatabanjarejo sebagai media promosi �Setiap kegiatan,
informasi, dan event yang ada di Desa Wisata Banjarejo akan kami jadikan konten
dan kami posting dalam akun instagram @desawisatabanjarejo, dalam memposting
konten-konten kami sering memakai hastag #banjarejomempesona. Masyarakat yang
berkunjung terkadang juga mengupload postingan di akun instagram masing-masing
menggunakan caption dan hastag yang kami digunakan akun instagram
@desawisatabanjarejo. Mereka juga kadang men-tag akun @desawisatabanjarejo
setiap memposting konten setelah berkunjung di Desa Wisata Banjarejo ini.
Sehingga pemanfaatan akun instagram @desawisatbanjarejo ini kami rasa bisa
efektif dan efisien untuk media promosi. Karena informasi, event, dan kegiatan
bisa tersampaikan kepada sesama pengguna instagram. Selain itu pengguna
instagram yang kebanyakan anak muda bisa membantu kami dalam promosi melaui
fitur share, tag, dan geolocation sehingga kami lebih terbantu dalam promosi
Desa Wisata Banjarejo di akun instagram @desawisatabanjarejo� (Wawancara dengan
admin akun @desawisatabanjarejo, Achmad Taufik, 8 Juni 2023).
STP
(Segmenting, Targeting, Positioning) juga digunakan peneliti dalam penelitian
ini untuk mempelajari pemasaran dan promosi yang dilakukan Desa Wisata
Banjarejo pada akun Instagram @desawisatabanjarejo (Syafii & Budiyanto, 2022). Salah satu model pendekatan yang digunakan untuk menyusun
pesan dan strategi promosi berdasarkan segmentasi dan khalayak sasaran tertentu
adalah STP (Segmenting, Targeting, Positioning) (Syafii & Budiyanto, 2022). STP (Segmenting, Targeting,� Positioning) pada dasarnya adalah model
pemasaran dengan tiga tahap: segmentasi pasar, membidik segmen yang paling
menguntungkan, dan memposisikan produk yang dijual dengan cara yang paling
menguntungkan (Syafii & Budiyanto, 2022). Dengan menggunakan akun Instagram
@desawisatabanjarejo, Desa Wisata Banjarejo tentunya memiliki siapa saja yang
menjadi segmentasi pemasarannya, target pemasarannya, dan ingin dikenal seperti
apa di kalangan pengguna dan pengunjung Instagram.
Peneliti
membedah STP (Segmenting, Targeting, Positioning) pemanfaatan akun instagram
@desawisatabanajrejo dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan
admin akun yang bernama Achmad Taufik, beliau ini sekaligus selaku Kepala Desa
Wisata Banjarejo, beliau mengatakan �Segmentasi atau sasaran pengunjung Desa
Wisata Banjarejo sebenarnya untuk semua kalangan masyarakat, mulai dari
pelajar, mahasiswa, anak-anak sampai orang tua, wanita dan laki-laki semua
dapat berkunjung. Akan tetapi segmentasi secara khususnya kami melaui akun
instagram ini, ya anak muda pengguna instagram usia 15 sampai 25 tahun, karena
anak muda sekarang sangat kritis untuk suatu update di media sosial khususnya
di instagram dan mereka ini bisa membantu kami untuk membagikan update-update
terkini tentang Desa Wisata Banjarejo juga mas� (Hasil wawancara peneliti
dengan admin akun @desawisatabanjarejo, Achmad Taufik, 8 Juni 2023).
Selanjutnya
setelah melakukan wawancara tentang segmentasi pasar pemanfaatan akun
@desawisatabanjarejo, peneliti melanjutkan wawancara dengan admin akun untuk
mengetahui targeting dari pemanfaatan media sosial instagram ini �Seperti yang
sudah saya jelaskan sebelumnya mas, untuk segmentasi pasar kami ini semua
kalangan, jadi targeting kami ya tentu semua kalangan masyarakat juga. Target
kami untuk wisatawan di Desa Banjarejo ini adalah masyarakat kelas menengah
kebawah karena harga tiket hanya Rp.10.000 tentu tidak akan memberatkan mereka.
Sebenarnya untuk target promosi melalui akun instagram ini, kami berharap dari
kalangan pelajar dan anak muda, karena mereka nantinya yang akan merawat dan
mengembangkan potensi-potensi yang ada di masa yang akan datang� (Wawancara
dengan admin akun @desawisatabanjarejo, Achmad Taufik, 8 Juni 2023).
Positioning
merupakan tahapan bagaimana nilai tempat dalam benak pelanggan dan nilai lebih
apa yang dapat menjadi pembeda dari tempat wisata lainnya (Muhamad Syafii,
2022). Setelah melakukan wawancara tentang segmentasi pasar dan targetnya
dengan admin akun @desawisatabanjarejo, peneliti melanjutkan wawancara untuk
mengetahui positioning Desa Wisata Banjarejo dalam pemanfaatan akun instagram
@desawisatabanjarejo �Sebenarnya setiap desa wisata mempunyai karakter dan
potensi masing-masing mas. Akan tetapi saya berharap dengan keunikan tersendiri
dari Desa Wisata Banjarejo yang mempunyai peninggalan sejarah dari 3 peradaban
yang ada di Indonesia mulai dari masa pra sejarah, masa kerajaan, dan masa
kolonial semua disini ada. Kami berharap bisa dikenal sebagai Desa Wisata
Edukasi Sejarah dan melalui akun instagram @desawisatabanjarejo ini hal
tersebut bisa tersampaikan ke masyarakat luas dan terkhususnya masyarakat di
Kabupaten Grobogan� (Wawancara dengan admin akun @desawisatabanjarejo, Achmad
Taufik, 8 Juni 2023).
Akun
Instagram @desawisatabanjarejo digunakan Desa Wisata Banjarejo untuk pemasaran
dan promosi. Akun Instagramnya saat ini memiliki 7.187 pengikut, dan 632
postingan baik foto maupun video telah dibuat di sana sejauh ini. Achmad Taufik
selaku penanggung jawab Desa Wisata Banjarejo mengelola sendiri akun Instagram
@desawisatabanjarejo. Acara dan kegiatan Desa Wisata Banjarejo akan
diperkenalkan, dipromosikan, dan diinformasikan dengan membuat akun ini.
Penemuan baru, repost foto pengunjung, dan beberapa dokumentasi kegiatan dan
event yang pernah terjadi di Desa Wisata Banjarejo masuk dalam isi postingan. Peneliti
menyelidiki penggunaan fitur-fitur Instagram Desa Wisata Banjarejo seperti
geolocation, mentions, short video reels, memposting foto atau video dengan
caption yang menarik dan informatif, serta penggunaan hashtag
#banjarejomempesona.
�
����
Gambar 4 Postingan Video, Foto, dan Reels di Akun Instagram
@desawisatabanjarejo
Sumber: Instagram @desawisatabanjarejo pada tanggal 9 Juni
2023
Observasi
yang dilakukan oleh peneliti melalui akun media sosial instagram
@desawisatabanjarejo postingan foto, video, dan reels memuat konten atau
postingan yang informatif, dan edukatif untuk followers dan kepada pengguna
media sosial instagram. Oleh karenanya�
hal tersebut disadari admin akun @desawisatabanjarejo sehingga selalu
berusaha memposting foto, video, dan reels berkaitan tentang kegiatan dan event
yang ada di Desa Wisata Banjarejo yang nantinya dijadikan konten informatif,
edukatif, dan entertainment untuk followers akun @desawisatabanjarejo tersebut (Atiko et al., 2016). Wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan admin akun
instagram @desawisatabanjarejo bernama Achmad Taufik, beliau mengatakan �Untuk
konten postingan kami mengupload tentang informasi-informasi terkini yang
memang harus kami bagikan melalui akun @desawisatabanjarejo, baik itu kunjungan
dari bupati, pengumuman event yang akan terselenggara, dan kegiatan-kegiatan
kami di Desa Wisata Banjarejo. Untuk jenis postingan baik foto, video, maupun
video pendek reels akan kami upload di akun @desawisatabanjarejo ini sehingga
followers bisa tahu update-update terkini di Desa Wisata Banjarejo� (Wawancara
dengan admin akun @desawisatabanjarejo, Achmad Taufik, 8 Juni 2023).
����
Gambar 5 Pemanfaatan Fitur Geolocation di Postingan Akun
@desawisatabanjarejo
Sumber: Instagram @desawisatabanjarejo pada tanggal 9 Juni
2023
Selanjutnya
peneliti melakukan observasi postingan konten akun instagram
@desawisatabanjarejo dalam pemanfaatan fitur geolocation atau geotag di
instagram. Geolocation atau geotag adalah lokasi yang disematkan dalam suatu
postingan instagram (Fitri & Sugandi, 2018). Biasanya, lokasinya memang sudah sangat spesifik sehingga
dapat ditemukan dengan mudah oleh pengguna media sosial instagram lainnya (Fitri & Sugandi, 2018). Sehingga dengan adanya fitur geolocation atau geotag dalam
informasi sebuah foto maka letak pengambilan foto tersebut akan dengan mudah
diketahui oleh calon pengunjung Desa Wisata Banjarejo (Bintarti & Rahardjo, n.d.).� Dalam beberapa postingan
konten baik foto, video, maupun video pendek reels admin akun sering
menambahkan fitur geolocatioon atau geotag sehingga followers dan pengguna
media sosial instagram lainnya bisa mendapatkan informasi dari pengambilan
foto, video, maupun video pendek reels yang di upload di akun instagram
@desawisatabanjarejo tersebut (Atiko et al., 2016).
�����
Gambar 6 Pemanfaatan Fitur Caption, Hastag atau Tagar, dan
Mention di Postingan Konten Akun Instagram @desawisatabanjarejo
Sumber: Instagram @desawisatabanjarejo pada tanggal 9 Juni
2023
����� Selanjutnya peneliti juga melakukan
observasi di akun @desawisatabanjarejo ini terkait pengelolaan dan pemanfaatan
akun instagram @desawisatabanjarejo dalam menggunakan fitur caption, hastag atau
tagar, dan mention dari followers dan sesama pengguna akun media sosial
instagram (Bintarti & Rahardjo, n.d.). Melalui beberapa fitur tersebut� konten dan postingan bisa tersampaikan kepada
followers akun @desawisatabanjarejo (Trihayuningtyas et al., 2018). Penggunaan fitur caption yang menarik, edukatif, dan
informatif bisa memberikan wawasan mengenai Desa Wisata Banjarejo terhadap
followers dan pengguna media sosial lainnya (Atiko et al., 2016). Kemudian hastag #banjarejomempesona menjadi hastag yang
banyak dipakai oleh followers dan pengunjung di Desa Wisata Banjarejo tersebut
untuk menandai bahwa mereka sudah berkunjung ke Desa Wisata Banjarejo. Beberapa
pengguna media sosial instagram yang berkunjung ke Desa Wisata Banjarejo akan
membuat postingan konten di akun pribadi masing-masing dan beberapa dari mereka
mention ke akun @desawisatabanjarejo ini (Fitri & Sugandi, 2018). Fitur-fitur tersebut menjadi bagian dari fitur promosi
yang dilakukan akun @desawisatabanjarejo karena bisa menarik followers dan
pengguna media sosial instagram khususnya kalangan pelajar dan anak muda (Atiko et al., 2016).
���� Berdasarkan hasil observasi dan penelitian
yang telah dilakukan, penggunaan akun Instagram @desawisatabanjarejo sebagai
media promosi Desa Wisata Banjarejo dapat dikatakan cukup efektif dan efisien (Fitri & Sugandi, 2018). Mayoritas followers merespon positif dan berpartisipasi
aktif melalui fitur-fitur Instagram. Dalam postingan akun pribadinya, followers
dan pengguna Instagram lainnya juga menggunakan tagar #banjarejomempesona.
Mereka juga menggunakan fitur geolokasi untuk memberi tahu pengguna Instagram
lainnya jika mereka pernah berkunjung ke Desa Wisata Banjarejo. Desa Wisata
Banjarejo menggunakan Instagram sebagai media pendukung untuk mempromosikan
pariwisatanya (Dharta et al., 2021). Menurut penelitian,
tujuan penggunaan Instagram adalah untuk berbagi informasi berupa foto, video,
dan flyer acara dengan pengguna Instagram lainnya (Trihayuningtyas et al., 2018). Instagram dipilih sebagai media promosi karena fiturnya
yang lebih banyak. Sharing, hashtags, geolocation, dan repost merupakan fitur
Instagram yang sering digunakan (Romadhan & Rusmana, 2017). Dengan menggunakan fitur repost atau share, hastag
#banjarejomempesona, fitur mention @desawisatabanjarejo, dan fitur geolocation
pada postingan pribadinya, followers juga dapat membantu menyebarkan informasi
tentang Desa Wisata Banjarejo (Atiko et al., 2016)
����� Pemanfaatan instagram menjadi sebuah
faktor pendorong dimana pengguna media sosial instagram lainnya menjadi tahu
sebuah destinasi wisata, terkhususnya dalam penelitian ini di�� Desa Wisata Banjarejo (Fitri & Sugandi, 2018). Melalui akun instagram @desawisatabanjarejo bisa menjadi
faktor pendorong dikenalnya Desa Wisata Banjarejo di kalangan masyarakat luas
terkhususnya masyarakat Kabupaten Grobogan (Andrianti & Lailam, 2019). Akun media sosial instagram @desawisatabanjarejo digunakan
sebagai media promosi Desa Wisata Banjarejo, melalui� postingan konten oleh admin akun
@desawisatabanjarejo baik foto, video, dan video pendek reels dengan
menggunakan fitur-fitur instagram seperti caption, hastag, mention, dan
geolocation (Atiko et al., 2016). Postingan konten berisi informasi terbaru di Desa Wisata
Banjarejo, event dan kegiatan di Desa Wisata Banjarjeo, serta repost dari
mention followers dan, pengguna media sosial instagram yang telah berkunjung di
Desa Wisata Banjarejo (Trihayuningtyas et al., 2018). Akan tetapi, karena admin akun instagram
@desawisatabanjarejo yang juga selaku Kepala Desa Wisata Banjarejo yaitu Achmad
Taufik tidak menguasai bidang desain grafis, sehingga pengelolaan konten
promosi di akun instagram @desawisatabanjarejo berupa postingan video, foto,
dan reels, serta pemanfaatan fitur instagram lainnya belum bisa dilaksanakan
secara lebih optimal (Atiko et al., 2016).
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Desa Wisata Banjarejo menggunakan
beberapa fitur yang ada di instagram mulai dari postingan foto, video, reels,
penggunaan caption yang menarik, hastag atau tagar, dan geolocation. Setiap
kegiatan, informasi, dan event yang ada di Desa Wisata Banjarejo diposting
dalam akun instagram @desawisatabanjarejo, dalam memposting konten-konten di
akun tersebut admin akun juga memakai hastag #banjarejomempesona. Dengan sumber daya manusia yang kompeten
di bidang desain grafis, postingan konten di akun instagram
@desawisatabanjarejo bisa dikelola lebih menarik dari segi tampilan visualnya,
pengelolaan postingan konten tentu akan lebih mengikuti trend terbaru yang
diminati pengguna media sosial instagram, memilki jadwal update atau upload
postingan konten yang lebih pasti, serta pemanfaatan fitur-fitur instagram juga
akan lebih optimal. Sehingga diharapkan bisa menarik lebih banyak kunjungan
wisatawan di Desa Wisata Banjarejo.
BIBLIOGRAFI
Andrianti, N., & Lailam, T. (2019).
Pengembangan desa wisata melalui penguatan strategi komunikasi pariwisata. Senadimas.
Atiko, G., Sudrajat,
R. H., & Nasionalita, K. (2016). Analisis Strategi Promosi Pariwisata
Melalui Media Sosial Oleh Kementrian Pariwisata Ri (Studi Deskriptif Pada Akun
Instagram@ Indtravel). EProceedings of
Management, 3(2).
Bintarti, A., &
Rahardjo, D. (n.d.). PEMANFAATAN MEDIA
SOSIAL SEBAGAI PENDUKUNG MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI JARAK JAUH.
Burnama, G.,
Krisdinanto, N., & Yoanita, D. (2014). Stereotyping Risma: Pembingkaian
Sosok Tri Rismaharini Di Majalah Detik Dan Tempo. Scriptura, 4(1),
1�9.
Dharta, F. Y.,
Kusumaningrum, R., & Chaerudin, C. (2021). Penguatan Strategi Komunikasi
Pada Pengelola Destinasi Wisata Di Kabupaten Karawang. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 133�144. http://dx.doi.org/10.35914/tomaega.v4i2.578
Fitri, D., &
Sugandi, S. (2018). Strategi Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Komunikasi
Pemasaran Digital Yang Dilakukan Oleh Dino Don. Jurnal Manajemen Komunikasi, 3(1). https://doi.org/10.24198/jmk.v3i1.12963
Indrawan, J., &
Ilmar, A. (2020). Kehadiran media baru (new media) dalam proses komunikasi
politik. Medium, 8(1), 1�17.
Irfan, P., &
Apriani, A. (2017). Analisa Strategi Pengembangan E-Tourism Sebagai Promosi
Pariwisata Di Pulau Lombok. ILKOM
Jurnal Ilmiah, 9(3),
325�330. https://doi.org/10.33096/ilkom.v9i3.164.325-330
Kriyantono, R., &
Sos, S. (2014). Teknik praktis riset
komunikasi. Prenada Media.
Masamma, N. S., &
Tahir, A. (2021). Efektivitas komunikasi pemasaran menggunakan media sosial
Instagram pada UMKM Hello Decoration. Islamic
Communication Journal, 6(1),
105�118. doi.org/10.21580/icj.2021.6.1.7571
Mingkid, E. (2015).
Penggunaan media komunikasi promosi pariwisata oleh pemerintah Kota Manado. Sosiohumaniora, 17(3), 188�192.
Nasir, J., Ariyati,
Y., & Wahyudi, T. D. (2023). STRATEGI KOMUNIKASI INEWS TV PADANG DALAM
MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI DIERA DIGITAL. Jurnal
Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi Dan Informasi,
8(1), 49�65.
https://doi.org/10.52423/jikuho.v8i1.1
Romadhan, M. I., &
Rusmana, D. S. A. (2017). Potensi Media Sosial Sebagai Sarana Media Promosi
Pariwisata Berbasis Partisipasi Masyarakat. Prosiding Seminar Dan Call For Paper, 85, 90.
Sakti, B. C., &
Yulianto, M. (2018). Penggunaan media sosial instagram dalam pembentukan identitas
diri remaja. Interaksi Online, 6(4), 490�501.
Sari, E. A., &
Wijaya, L. S. (2020). Strategi Promosi Melalui Direct Marketing Untuk
Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru. Jurnal
Ilmu Komunikasi, 17(1),
16�27. https://doi.org/10.31315/jik.v17i1.2608 https://doi.org/10.31315/jik.v17i1.2608
Sembiring, J. P.
(2016). Strategi komunikasi pemasaran objek wisata Gundaling dan pemandian Air
Panas Semangat Gunung. Jurnal
Simbolika: Research And Learning In Communication Study (E-Journal), 2(1). 10.31289/simbollika.v2i1.223
Situmeang, I. V. O.
(2020). Strategi Komunikasi Pariwisata: Menciptakan Seminyak Menjadi Top of
Mind Tujuan Wisata Di Bali. Scriptura,
10(1), 43�52.
Syafii, M., &
Budiyanto, N. E. (2022). Penerapan Digital Marketing dengan Analisis STP
(Segmenting, Targeting, Positioning). Jurnal
Informatika Dan Rekayasa Perangkat Lunak, 4(1), 66�71.
Trihayuningtyas, E.,
Wulandari, W., Adriani, Y., & Sarasvati, S. (2018). Media sosial sebagai
sarana informasi dan promosi pariwisata bagi generasi Z di Kabupaten Garut. Tourism Scientific Journal, 4(1), 1�22. https://doi.org/10.32659/tsj.v4i1.46
Wolah, F. F. C.
(2016). Peranan promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten
Poso. Acta Diurna Komunikasi, 5(2).