TEKNIK KOMUNIKASI PERSUASIF HOST LIVE
STREAMING TERHADAP PENONTON DI APLIKASI WISH LIVE
Anggi Agustin1, �Sampoerno2
Universitas Kristen Satya
Wacana
|
Keywords |
Abstract |
|
Persuasive communication, live streaming
application, streaming host. |
Technological
sophistication supported by the role of the internet has made changes in
various fields, one of which is in the field of communication. Many live
streaming applications are not used for positive things,
live streaming applications are misused for negative things. Persuasive
communication is communication that is used to invite other people to believe
something or do something. In live streaming applications, hosts have
strategies or techniques to attract viewers. Wish Live is a live streaming application
where users (hosts/broadcasters) share their activities with viewers. This
study aims to determine the wish live host in attracting the audience through
persuasive communication techniques. This type of research includes
descriptive qualitative research. Data collection techniques through
interviews and documentation with 3 informants. The results showed that the
Wish Live Host applied 6 persuasive communication techniques based on Onong
Uchhana Effendi's book entitled Science, Communication Theory and
Communication Practices, including Reward Techniques, Association Techniques,
Order Techniques, Integration Techniques, Red-herring Techniques and Fear
Generation Techniques. |
|
Kata Kunci |
Abstrak |
|
Komunikasi
persuasif, aplikasi live streaming, host streaming. |
Kecanggihan
teknologi yang didukung oleh peran internet membuat perubahan di berbagai
bidang, salah satunya di bidang komunikasi. Banyak aplikasi live streaming
yang tidak dimanfatkan untuk hal positif, aplikasi live streaming
disalahgunakan untuk hal yang negatif. Komunikasi persuasif adalah komunikasi
yang digunakan untuk mengajak orang lain agar
mempercayai sesuatu atau mengerjakan sesuatu. Dalam aplikasi live streaming
para host memiliki strategi atau teknik supaya menarik para viewers. Wish
Live adalah aplikasi live streaming yang mana para pengguna
(host/broadcaster) membagikan aktifitas mereka kepada para penonton.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui host wish live dalam menarik
penonton melalui teknik komunikasi persuasif. Jenis penelitian ini termasuk
penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara
dan dokumentasi dengan jumlah informan 3 orang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Host Wish Live menerapkan 6 teknik komunikasi persuasif
berdasarkan Buku Onong Uchhana Effendi yang berjudul Ilmu, Komunikasi Teori
dan Praktek Komunikasi, diantaranya yaitu, Teknik Ganjaran, Teknik Asosiasi,
Teknik Tataan, Teknik Integrasi, Teknik Red-herring serta Teknik Pembangkitan
Rasa Takut. |
Corresponding Author: Anggi Agustin�
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Indonesia
merupakan salah satu negara berkembang. Di zaman modern ini, perkembangan
teknologi begitu pesat, terutama pada penggunaan internet yang semakin hari
mengalami peningkatan. Hal ini terlihat pada pola masyarakat yang memanfaatkan
teknologi dalam berbagai bidang. Dampak dari kecanggihan teknologi membuat
masyarakat menjadikan teknologi sebagai kebutuhan dasar, dari kalangan remaja
sampai orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Kecanggihan
teknologi yang didukung oleh peran internet membuat perubahan di berbagai
bidang, salah satunya di bidang komunikasi. Berdasarkan laporan profil internet
Indonesia 2022 yang dirilis oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia
(APJII), bahwa pengguna internet Indonesia tahun 2022 mencapai angka 210 juta
orang / sebesar 77,02 persen dari penduduk Indonesia. Perkembangan di bidang
komunikasi telah menciptakan temuan-temuan media komunikasi baru. Media sosial
adalah salah satu inovasi baru yang diciptakan dalam berkomunikasi seperti,
instagram, whatsapp, youtube, tiktok, twitter, dll. Menurut peneliti, media sosial yaitu medium di internet
yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi,
bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain membentuk ikatan
sosial secara virtual (Widada, 2018). Kini hadir fitur-fitur baru dari media sosial untuk
meningkatkan kenyamanan pengguna seperti, live streaming. Aplikasi live
streaming merupakan teknologi untuk menjalankan video atau audio secara
langsung melalui server layanan yang menjalankan video streaming tersebut. Live
streaming berbasis video dan audio disambut dengan antusias sejak tahun 2016
lalu. Seiring perkembangan teknologi, live streaming muncul berbagai bentuk
website dan dapat diakses dari handphone seperti 17Live, Nonolive, Bigo Live,
Kitty Live. Dalam live streaming, para host dapat memperoleh gaji / komisi dari
perusahaan live streaming tersebut. Interaksi antar pengguna melalui live video
streaming akan berlangsung secara real time (Kompas.com, 2015).
Banyak
aplikasi live streaming yang tidak dimanfatkan untuk hal positif, aplikasi live
streaming disalahgunakan untuk hal yang negatif. Para host melakukan hal yang
tidak wajar/ tidak senonok dalam konten live untuk mengejar target, hal
tersebut membuat kebanyakan orang menilai bahwa aplikasi live streaming
memiliki citra buruk/hal yang negatif. Pada tahun 2019 Menkominfo memblokir
ribuan konten vulgar di 11 aplikasi live streaming. Plt Kepala Biro Hubungan
Masyarakat Kemkominfo Ferdinandus Setu mengatakan bahwa pertimbangan dalam
pemblokiran konten�� aplikasi live
streaming seperti penggunaan pakaian yang tampak vulgar, konten merokok,
minuman keras, aksi, bahasa, dibawah umur. Aplikasi live streaming dinilai
buruk karena menampilkan konten negatif, sehingga berdampak pada citra host
yang buruk.
Wish
Live adalah aplikasi live streaming yang mana para pengguna (host/broadcaster)
membagikan aktifitas mereka kepada para penonton.
������������������
���� ������������� 
Gambar
1.1������� ������������� ������������� Gambar 1.2���������������������������������� Gambar 1.3
Terlihat
dalam gambar 1.1 Host melakukan live dengan konten ngobrol dengan viewers,
membaca typing para penonton dan meresponnya. Gambar 1.2 tampilan host yang
sedang melakukan live streaming dengan konten menyanyi, viewers dapat request
lagu apapun untuk di play oleh pemilik room atau meminta host untuk menyanyi.
Gambar 1.3 menampilkan host live streaming dengan konten challange, setiap
viewers yang memberikan gift pada room host.


������������������
Gambar
1.4�������������������� ����� ������� �Gambar 1.5�������������������
������������ Gambar 1.6
�� �������Dari data pengguna aplikasi streaming up
live, bigo live dan wish live pada gambar 1.4, 1.5, 1.6, Pengguna aplikasi wish
live paling sedikit yang saat ini mencapa 120K+ orang yang mengunduh aplikasi
wish live, dengan 4,5K ulasan cukup baik yang diberikan pada aplikasi ini.
Aplikasi wish live yaitu aplikasi live streaming yang merekrut host laki-laki
maupun wanita dengan bakatnya masing-masing, tak lain banyak selebriti
indonesia yang menjadi bagian host di aplikasi wish live seperti; Ilham Sm#sh,
Reza Sm#sh, Lia Duo Srigala, dll. Hal ini menunjukan bahwa aplikasi Wish Live
sebagai aplikasi live streaming
yang
diminati pengguna. Dalam aplikasi Wish Live, para host berinteraksi satu sama
lain dan disiarkan secara langsung melalui live streaming kepada semua pengguna
aplikasi live tersebut. Berdasarkan informasi dari admin aplikasi wish live
bahwa aplikasi ini dikembangkan dari tim Tiongkok mulai hadir di Indonesia pada
Agustus 2021 yang terdiri +- 600 host. Host/streamer yang bersifat bebas tanpa
batasan berisi orang-orang (pengikut/followers) dari dunia nyata. Pengguna Wish
Live didominasi oleh orang dewasa karena aplikasi biasa digunakan sebagai wadah
pengalaman secara virtual dari pengguna. Para host berkomunikasi dengan baik
kepada siapapun yang menonton di dalam room live yang mampu menimbulkan
komunikasi efektif.
Dalam
aplikasi Wish Live terdapat banyak agency atau management yang membawahi
host/streamer. Setiap management mempunyai tugas masing-masing yang akan
diberikan para host untuk melakukan live streaming dalam mencapai target yang
telah diatur dari pihak management. Sedangkan konten live yang dibawakan
seorang streamer, mereka dibebaskan dalam mengekspresikan diri melalui live
streaming, tetapi tidak diperbolehkan menampilkan konten yang mengandung SARA
dan hal yang mengandung pornografi (Mahdaniar & Surya, 2022). Konten live bisa berupa karaoke, challenge, giveaway dan
konten lainnya untuk menarik viewers dalam live streaming yang disajikan.
Aplikasi Wish Live memiliki kebijakan untuk para pengguna aplikasi dengan tidak
menampilkan hal-hal negatif dalam aplikasi. Terbukti pada tampilan live yang
ada pada aplikasi wish live mengenai kebijakan tersebut. Selain itu, aplikasi
wish live memiliki petugas bernama TimWish yang mengawasi pengguna aplikasi,
baik dari viewers atau konten host. TimWish selaku admin aplikasi dan juga
polisi aplikasi wish live dalam bentuk akun pengguna aplikasi wish live. Setiap
pelanggaran pengguna aplikasi wish live akan dikenakan banned akun tergantung
kesalahan yang diperbuat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)
telah memblokir aplikasi streaming bernama Bling-bling, yang diduga berisi
konten pornografi secara live streaming. Munculnya aplikasi live streaming
membuat pro kontra di berbagai kalangan, stigma negatif terhadap aplikasi live
streaming muncul di khalayak umum. Hal tersebut karena bermula pada salah satu
aplikasi live streaming yang menampilkan konten negatif pada live streaming
yang di tayangkan, tetapi tidak semua aplikasi live streaming hadir dengan
konten negatif. Saat ini beberapa aplikasi live streaming melindungi para
pengguna terutama pada host dengan menerapkan kebijakan pelanggaran pornografi.
Tren aplikasi live streaming saat ini digunakan para pengguna untuk meraih
keuntungan dengan cara berinteraksi dengan viewers melalui konten live
streaming. Disaat penilaian khalayak umum aplikasi live streaming menjadi
aplikasi dengan konten negatif, aplikasi live streaming wish live hadir dengan
lebih fokus mengedepankan bakat-bakat yang dimiliki para host.
Banyak
penelitian-penelitian yang membicarakan tentang komunikasi pada host live
streaming yang mana kajian tersebut terlepas dari apa yang dikaji dari tulisan
ini. Seperti penelitian yang berjudul Proses Komunikasi Host Bigo Live saat
Live Streaming (2018) (WULANDARI T et al., 2018). Penelitian tersebut mengkaji tentang Bagaimana komunikasi
verbal dan non verbal host di aplikasi Bigo Live. Ada juga penelitian lain yang
ditulis oleh (Bagus
Ramadhan, 2017) berjudul Komunikasi Interpersonal Antara
Host dan Audience terhadap Penggunaan Bigo Live di Kabupaten Jember (2017).
Penelitian ini mengkaji komunikasi interpersonal yang dilakukan host dengan
penonton saat live streaming. Penelitian berjudul Strategi Komunikasi Official
Host Media Sosial Up-live yang ditulis oleh �(Aulia, n.d.) difokuskan tentang strategi komunikasi official host
dalam� mengelola live streaming di
aplikasi up-live, konten host sebagai salah satu strategi komunikasi yang dilakukan
terhadap viewers. Berdasarkan penelitian mengenai komunikasi host live
streaming di tahun-tahun sebelumnya, bisa diambil kesimpulan bahwa kajian
mengenai teknik komunikasi persuasif host wish live belum ada yang mengkajinya.
Dengan ini dapat memberikan informasi mengenai teknik komunikasi persuasif yang
digunakan host live streaming melalui konten di aplikasi wish live.
METODE PENELITIAN
Metode
penelitian yang digunakan pada penelitian Teknik Komunikasi Persuasif Host Live
Streaming terhadap Penonton di Aplikasi Wish Live dengan menggunakan pendekatan
kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu penelitian yang memberikan gambaran
secara obyektif, yang memfokuskan tentang strategi komunikasi persuasif dari
Host Live streaming di aplikasi wish live.�
Peneliti
juga menyertakan daftar pertanyaan wawancara yang telah dibuat bertujuan
tergalinya informasi yang mendukung terselesaikannya penelitian ini. Informan
dari penelitian kali ini merupakan pengguna aplikasi Wish Live sebagai
penonton, host live streaming di aplikasi Wish Live, dan admin aplikasi Wish
live.� Ketiga informan dipilih dan telah
disesuaikan dengan� kebutuhan� yang�
dibutuhkan� dalam� penelitian�
karena� memiliki� informasi�
yang mendetail� dan komperhensif
tentang pernasalahan yang diangkat dalam penelitian ini sehingga dapat
memperolah informasi secara detail dan akurat.
Dalam
penelitian ini, peneliti berusaha mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya
melalui pengguna aplikasi live streaming Wish Live dari narasumber yang telah
ditentukan. Narasumber akan mendeskripsikan tentang bagaimana penggunaan
aplikasi live streaming yang membuat aplikasi Wish Live lebih menarik penonton.
�������������� Sumber data yang akan diambil
pada penelitian ini ada dua jenis yaitu data primer dan sekunder. Data primer
diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan melalui media sosial, sedangkan
data sekunder diperoleh dari refrensi yang diguunakan pada penelitian ini
seperti buku, jurnal, hasil penelitian dan sumber lainnya.
Observasi
terhadap apa yang dilakukan para host live streaming melalu konten untuk
menarik para penonton di aplikasi Wish Live. Wawancara dilakukan melalui
chating dengan menanyakan beberapa hal dan chating dilakukan ketika mereka
sedang dalam keadaan luang, wawancara juga dilakukan dengan mendalam, agar
informasi yang diinginkan keluar dengan sendirinya secara alami.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Komunikasi
persuasif adalah komunikasi yang digunakan untuk mengajak orang lain agar
mempercayai sesuatu atau mengerjakan sesuatu. Beberapa hal yang mempengaruhi
komunikasi persuasif yaitu komunikator, pesan dan media yang digunakan.
Komunikator yaitu pihak yang mengirimkan pesan kepada orang lain dalam proses komunikasi.
Pesan adalah apa yang ingin disampaikan kepada lawan bicara, sedangkan media
merupakan alat yang digunakan oleh komunikator dalam menyampaikan pesan.
Komunikasi persuasif sering digunakan pada himbauan, iklan, ceramah, tetapi
tanpa disadari pada kehidupan sehari-hari komunikasi persuasif juga digunakan
untuk menginginkan sesuatu. Komunikasi persuasif merupakan proses penyampaian
pesan dengan tujuan dapat mempengaruhi tindakan/perilaku seseorang komunikan.
Menurut peneliti, teknik komunikasi persuasif adalah cara
seni penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator sedemikian
rupa, sehingga menimbulkan dampak tertentu pada komunikasi (Putra & Zuhri, 2022).
Dari
penelitian ini, peneliti menggunakan teknik komunikasi persuasif untuk mengungkapkan teknik-teknik berupa:
Teknik Asosiasi, Integrasi, Red-hiring, tataan, pembangkit rasa takut dan
teknik ganjaran (Putra & Zuhri, 2022).
Teknik Ganjaran
Teknik
ganjaran / pay-of technique adalah teknik komunikasi persuasif dengan cara
memberikan iming-iming / hadiah untuk menjanjikan sesuatu kepada komunikan jika
berhasil melakukan anjuran komunikator.
�Jika
target live saya sudah memenuhi target maka saya sering menjanjikan kepada
viewers saya untuk mengadakan give away di bulan selanjutnya. Giveaway tersebut
berupa tebakan lucu ataupun tebak angka yang saya berikan kepada viewers untuk
10 orang pemenang, pemenang akan mendapatkan top up dana atau akun ke id akun
di wish live sebesar 20k. Nominal hadiahyang saya berikan tidak banyak, tetapi
hal tersebut cukup mengundang viewers tertarik dengan room live saya.� Host
@imoot
Berdasarkan
hasil observasi dan wawancara penulis kepada host wish live, bahwa host
melakukan perjanjian kepada viewers seperti jika host mencapai target live
dengan total yang ditentukan maka di bulan selanjutnya akan diadakan
giveaway/kuis berhadiah yang dapat menarik viewers untuk mengikutinya. Bentuk
hadiah yang diberikan untuk para pemenang berupa Top Up ke Dana atau akun Wish
Live yang gunanya dapat digunakan untuk modal gift live streaming.
Host
juga menyempatkan untuk memberikan angpao ke viewers yang berada di dalam room
live agar penonton hadir dan stay di room. Angpao pada aplikasi wish live
adalah icon dari aplikasi yang berisi diamond. Angpao digunakan untuk berbagi
diamond kepada penonton yang berada di room live. Harga angpao yang disediakan
aplikasi mulai dari 2000�20000 diamond.
�Room
host ini sering berbagi kepada viewers, host memberikan angpao kepada viewers
setiap satu jam sekali. Dari hasil angpao membantu saya untuk modal gift ke
host wish live.� Viewers akun @aamiinpalingserius.
Teknik
Asosiasi
Teknik
Asosiasi adalah penyajian sebuah pesan komunikasi dengan cara menumpahkannya
pada suatu peristiwa yang menarik perhatian khalayak (Dilla & Candraningrum, 2019). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penulis,
terlihat menerapkan teknik asosiasi ini.
�Saya
lebih tertarik dengan host yang memperhatikan ruangan live, dengan menghiasi
lampu atau background yang menarik�. pengguna aplikasi bernama
@aamiinpalingserius
Berdasarkan
kutipan dari hasil wawancara kepada viewers di aplikasi wish live, viewers
tidak hanya memperhatikan host saja tetapi juga ruangan/room yang digunakan
saat live. Tidak semua host memperhatikan tampilan room, tetapi ada yang
menghias dengan background lucu ataupun lampu led. Dengan mempercantik ruangan
live membuat viewers lebih menarik untuk mampir bahkan stay di room live host
wish live.
�Saya
menghias room saya dengan background stiker yang saya beli di toko online, saya
pasang random di area belakang saya sat live, kemudian saya juga membeli kursi
gaming berwarna pink untuk saya duduk lebih nyaman. Saya suka dengan warna pink
dan merah maka saya mencoba menghias room live saya dengan nuansa warna yang
saya suka�. Host @vivie

Gambar 1.8
Terlihat
dari Gambar 1.8 yang menampilkan room host dengan background stiker berwarna
nuansa pink dan hitam untuk menambah room lebih rapi dan menarik.
Host
Wish Live menerapkan tampilan room live yang menarik dan nyaman dengan
dilengkapi alat-alat pendukung yang digunakan saat live streaming berlangsung
agar penonton dapat nyaman dengan melihat tampilan room yang dinikmati melalui
layar android pengguna.

Gambar 1.9
Dalam
gambar 1.9 terlihat host yang sedang melakukan siaran live streaming.
Perlengkapan yang digunakan meliputi, mic, ringlight, kursi gaming dan juga
soundcard. Alat-alat tersebut sebagai pendukung host dalam melakukan live streaming
dengan lebih lancar. Soundcard menjadi alat yang wajib bagi host apalagi dengan
konten menyanyi untuk menghasilkan suara yang lebih indah
Teknik Integrasi
Teknik
integrasi adalah sebuah kemampuan komunikator menyatukan diri dengan komunikan (Mubarok, 2020). Dalam observasi dan wawancara penulis dengan pengguna
aplikasi wish live bahwa host Wish Live berusaha menyatukan dengan viewer yang
berada di room dengan berinteraksi dengan menggunakan kata kita seperti �semoga
kita selalu diberikan kesehatan, dilancarkan rejekinya�. Host imoot. Dari
kalimat tersebut kata �kita� yang artinnya aku dan kamu menjadi salah satu
penyatuan kondisi. Hal tersebut menjadi komunikator atau disini yang dimaksud
adalah host tidak hanya mementingkan dirinya sendiri saja tetapi juga viewers.
Teknik Tataan
Teknik
tataan atau icing technique yaitu upaya penyusunan pesan secara sistematis,
sehingga pesan terasa menarik bagi komunikan, dan dapat mempengaruhi komunikan (Putra & Zuhri, 2022). Penyusunan pesan kata perkata yang disampaikan sehingga
membuat pesan mudah dipahami dan menarik komunikan. Dengan menggunakan
imbauan-imbauan dalam penyampaian pesan untuk lebih menarik perhatian
komunikan.
�Saya
mempersiapkan kata-kata yang sering saya ucapkan saat siaran seperti ucapan
salam, sapaan kepada penonton yang baru bergabung, dan mengucapkan berkah
selalu saat pemberian gift". Host imoot
Teknik Red-herring
Penggunaan
teknik Red-herring Dalam komunikasi persuasif biasanya dilakukan komunikator
pada saat terdesak (Hadiputra & Muharman, 2021). Dalam teknik ini, komunikator mengelakkan argumentasi yang
lebih lemah dalam perdebatan, kemudian mengalihkannya ke aspek yang lebih
dikuasainya sedikit demi sedikit, sehingga akhirnya mendapatkan senjata ampuh
untuk menyerang lawan.
Interaksi
antara host dan viewers pada aplikasi Wish Live adalah komunikasi satu arah,
yang mana host berbicara langsung sedangkan viewers merespon dengan tulisan (Herlangga, 2021). Hal tersebut tidak menghalangi komunikasi di room live
para host. Teknik Red-herring adalah teknik yang sangat minim dilakukan para
host Wish Live saat siaran berlangsung. Alasannya karena para host tidak mau
berdebat dengan para viewers untuk membuat kenyamanan pada room. Tetapi ada
suatu kejadian yang membuat host berdebat kecil kepada viewers yang membuat
nama akunnya dengan kata kata kasar,
�Pada
saat siaran saya menemukan nama pengguna aplikasi yang kurang baik berbahasa
daerah. Akhirnya saya memutuskan untuk menegur akun tersebut tetapi hal itu
malah membuat pengguna tersebut merasa tidak ada yang salah dari nama akun yang
ia miliki. Hal tersebut memicu perdebatan kecil disaat siaran berlangsung. Saya
mengingatkan lagi dengan adanya kebijakan pengguna wish live yang sudah di buat
oleh admin bahwa tidak mengandung hal-hal negatif supaya tidak kena sanksi
banned akun�. Host @vivie.
Teknik Pembangkitan Rasa Takut
Teknik
pembangkitan rasa takut atau fear arousal yaitu penyampaian pesan dengan
kalimat yang menimbulkan kecemasan, rasa takut, atau penasaran pada komunikan (Sari, n.d.). Komunikan memberikan himbauan kepada komunikator untuk
tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.
Seperti sedikit menakut-nakuti seseorang supaya tidak ceroboh dalam suatu hal
agar tidak terkena sanksi.
Dilihat
dari teknik komunikasi persuasif yang sebelumnya, teknik pembangkitan rasa
takut adalah salah satu teknik yang berkelanjutan dari teknik red-herring (FEBIOLANDA, 2023). Terlihat dari teknik sebelumnya, bahwa host memberikan
himbauan kepada viewers yang berada di room live supaya tidak menggunakan
bahasa yang kurang sopan dalam chat room agar host tetap nyaman berinteraksi
dan viewers tidak terkena banned dari admin Wish Live (Amalia, 2022). Sanksi tersebut sudah dibuat admin aplikasi untuk para pengguna
wish live yang membuat kesalahan.
�Pada
saat siaran saya menemukan nama pengguna aplikasi yang kurang baik berbahasa
daerah. Akhirnya saya memutuskan untuk menegur akun tersebut tetapi hal itu
malah membuat pengguna tersebut merasa tidak ada yang salah dari nama akun yang
ia miliki. Hal tersebut memicu perdebatan kecil disaat siaran berlangsung. Saya
mengingatkan lagi dengan adanya kebijakan pengguna wish live yang sudah di buat
oleh admin bahwa tidak mengandung hal-hal negatif supaya tidak kena sanksi
banned akun�. Host @vivie
Dengan
host memberitahu bahwa ada resiko yang akan diterima pengguna tersebut jika
membuat kesalahan negarif pada aplikasi Wish Live membuat Pengguna cemas dan
mengikuti kebijakan yang ada.
Dari
hasil observasi dan wawancara penulis kepada host live Wish Live bahwa host di
Aplikasi wish live dalam menarik penonton, menerapkan teknik komunikasi
persuasif menurut Buku Onong Uchhana Effendi yang berjudul Ilmu, Komunikasi
Teori dan Praktek Komunikasi yaitu teknik asosiasi, integrasi, tataan,
pembangkit rasa takut, dan teknik ganjaran (Agustin Jr, 2023). Dari ke lima teknik komunikasi persuasif tersebut yang
digunakan host wish live yang dominan yaitu teknik ganjaran. Teknik ganjaran
digunakan para host untuk menarik perhatian viewers di dalam room live mereka (Hariwidiaswari & Ritonga, 2018). Bentuk iming-iming yang diberikan host kepada viewers
adalah salah satu hal yang membuat perhatian khusus dari para penonton.
Diadakannya Giveaway/kuis berhadiah dengan top up dana di room live host wish
live membuat viewers tertarik untuk mengikutinya dan stay di dalam room. Giveaway diadakan untuk menarik perhatian
penonton dan selain itu juga untuk merayakan suatu hal bersama pengguna wish
live seperti ulang tahun. Selain itu host juga memberikan angpao yang berisi
diamond kepada viewers yang dapat digunakan untuk bermain gift di room live.
Hal tersebut membuat viewers juga merasa untung dengan menonton live.
KESIMPULAN
Melalui
teknik komunikasi persuasif yang dilakukan pada host live streaming untuk
menarik penonton di aplikasi Wish Live dapat disimpulkan bahwa komunikasi
persuasif sangat efektif untuk digunakan dengan bukti adanya minat dan
perubahan perilaku penonton dalam menonton live streaming di aplikasi wish
live. Berdasarkan hal tersebut peneliti menarik kesimpulan bahwa Host Wish live
menerapkan 6 Teknik komunikasi persuasif diantaranya yaitu, Teknik Ganjaran,
Teknik Asosiasi, Teknik Tataan, Teknik Integrasi, Teknik Red-herring serta
Teknik Pembangkitan Rasa Takut. Teknik Ganjaran adalah salah satu teknik
komunikasi persuasif dominan yang digunakan host wish live, karena host
memberikan reward/iming-iming kepada viewers adalah hal yang sangat menarik
bagi penonton, mereka akan nyaman di room live. Selain kenyamanan berinteraksi
dengan host, juga suatu ketertarikan bagi viewers karena mendapat
cashback/keuntungan dengan adanya reward tersebut. Sedangkan teknik komunikasi
persuasif Red-herring menjadi teknik yang paling minim dilakukan pada host wish
live, dikarenakan hal-hal seperti debat di room live adalah kejadian yang
jarang terjadi.
BIBLIOGRAFI
Agustin Jr, A. (2023). Teknik Komunikasi Persuasif Host Live
Streaming terhadap Penonton di Aplikasi Wish Live.
Amalia, A. N. (2022). Teknik Berbicara di Depan Umum (Public Speaking)
dan Negosiasi. Penerbit NEM.
Aulia, S. A. . S. K. O. H. M. S. U. F. I.
K. U. G. (n.d.). No Title.
Universitas Garut Aulia.
Bagus Ramadhan, H. M. T. (2017). Komunikasi Interpersonal Antara Host dan
Audience terhadap Penggunaan Bigo Live di Kabupaten Jember. Jurusan Ilmu
Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah
Jember.
Dilla, A. N., & Candraningrum, D. A.
(2019). Komunikasi Persuasif dalam Kampanye Gerakan Anti Hoaks oleh Komunitas
Mafindo Jakarta. Koneksi, 3(1), 199�206.
FEBIOLANDA, S. (2023). KOMUNIKASI PERSUASIF SDIT AL ITTIHAD
PEKANBARU DALAM MEMATUHI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN. UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
Hadiputra, G. G. R., & Muharman, D.
(2021). Implementasi Komunikasi Persuasif Menjadi Barista. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia,
4(1), 11�16.
Hariwidiaswari, R. S., & Ritonga, S.
(2018). Representasi Perempuan dalam Aplikasi Bigo Live Streaming. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia,
1(02), 7�18.
Herlangga, A. (2021). Strategi Public Relations Radio 96.7 Hitz Fm
Dalam Membangun Citra Positif.
Mahdaniar, F., & Surya, A. (2022).
Perumusan Etis Humor dalam Desain Pesan Dakwah. INTELEKSIA-Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah, 3(2), 291�312.
Mubarok, N. Q. (2020). Pendekatan Persuasif
Humas Dalam Membangun Citra Lembaga Pendidikan (Studi Kasus di MAN Bondowoso). Islamic Akademika, 2(2), 72�84.
Putra, H., & Zuhri, A. (2022).
Implementasi Teknik Komunikasi Pembina Pramuka Terhadap Siswa. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial
Dan Kebudayaan, 13(1),
39�51.
Sari, C. O. R. (n.d.). Hubungan Teknik Komunikasi Persuasif
Pembimbing Agama Dengan Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur�an Santri Di
Pondok Pesantren Al-Muchtar Bekasi. Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Negeri Syarif �.
Widada, C. K. (2018). Mengambil manfaat
media sosial dalam pengembangan layanan. Journal
of Documentation and Information Science, 6003, 23�30.
WULANDARI T, F. R., Praceka, P. A., &
Sagita, D. (2018). Proses Komunikasi
Host Bigo Live Saat Live Streaming (Studi Kasus Para Host Bigo Live Di
Management SK). Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.