STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PESERTA DIDIK

 

Faidatul Ma�rifah

Institut Ilmu Al-Qur�an (IIQ)

[email protected]

 

Keywords

Abstract

Education Based on the Prophetic Tradition, Teacher Strategies, Values of Islamic Education.

 

Since Indonesia gained independence, the education curriculum in Indonesia has been revised several times. These changes aim to improve the education system so that students can perform better. To improve the education system, let's shift our focus to the history of Islamic education that has been overlooked. It has been shown and proven that the Muslim community can achieve a golden age by implementing and following the Salafu Shalih education method. Therefore, the values of Islamic education contained in the prophetic tradition, which is an education system that aligns with the example set by Prophet Muhammad and is in accordance with the Qur'an, are crucial in producing resilient and high-quality future generations. This study is a field research, and the research method used is qualitative. One of the schools that implements an education system based on the prophetic tradition in this era is Kuttab Al-Fatih Tarang Selatan. By studying faith and Qur'anic subjects, the students' values in terms of belief (aqidah), worship, morals, and social behavior improve. All of this can be achieved through various strategies or methods employed by the teachers, such as leading by example, lecturing, habituation and approach, question and answer method, and storytelling method.

Kata Kunci

Abstrak

Pendidikan Berbasis Sirah Nabawiah, Strategi Guru, Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam.

 

Sejak Indonesia merdeka kurikulum pendidikan di Indonesia telah berulang kali diubah. perubahan-perubahan tersebut hanya bertujuan ingin memperbaiki sistim pendidikan agar peserta didik bisa lebih baik, untuk memperbaiki sistim pendidikan tersebut, mari kita alihkan pandangan pada sejarah pendidikan Islam yang sudah terlewatkan, telah menunjukkan dan membuktikan bahwa umat Islam dapat mencapai zaman kegemilangan dengan menerapkan dan mengikuti metode pendidkan Salafu Shalih. Dengan begitu nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam sirah Nabawiyah yaitu sistim pendidikan yang sesuai dengan teladan Rasulullah dan sesuai dengan Al-Qur�an sangat diperlukan dalam upaya menghasilkan generasi penerus yang tangguh dan berkualitas. penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, salah satu sekolah yang menerapkan sistim pendidikan berbasis sirah Nabawiyah dijaman ini yaitu Kuttab Al-Fatih Tarang Selatan, dengan mempelajari materi iman dan materi Al-Qur�an,sehingga Nilai aqidah (keimanan), nilai ibadah, nilai akhlak, serta nilai sosial peserta didik meningkat, itu semua bisa dicapai dengan berbagai strategi atau metode yang dilakukan oleh para guru seperti metode keteladanan, metode ceramah, pembiasaan dan pendekatan, metode tanya jawab, dan metode berkisah.

Corresponding Author: Faidatul Ma�rifah�

E-mail: [email protected]

Description: https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia, terutama pendidikan agama Islam, dengan berkembangannya ilmu teknologi yang semakin pesat menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan perkembangan akhlak dan kepribadian pada peserta didik (Sholikhah, 2018).

Dengan pendidikan seseorang dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dan mempunyai wawasan yang luas (Ma�rifah, 2020). Pendidikan agama Islam bagi manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi, karena menuntut ilmu itu merupakan hal yang wajib, seperti dikatakan pada salah satu hadits Nabi yang tingkatanya shohih ligghairihi diriwayatkan dari Anas bin Malik sesungguhnya Rasalullah Saw. bersabda :

 

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ شِنْظِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ (رواه ابن ماجه)

 

Artinya : Hisham ibn �Ammar telah menceritakan kepada kami, Hafs ibn Sulayman telah menceritakan kepada kami, Kathir ibn Shinzir telah menceritakan kepada kami, dari Muhammad ibn Sirin, dari Anas ibn Malik, ia berkata, Rasulullah SAW. Bersabda :�Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan�. (H.R. Ibnu majah) (Ma�rifah, 2020).

Berdasarkan hadits diatas bahwa menuntut ilmu itu wajib, jadi diperlukan guru yang bisa mendidik sesuai dengan konsep pendidikan Islam, yaitu pendidikan yang telah dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw (Umar, 2022).

Pendidikan berbasis sirah nabawiah, yaitu suatu konsep pendidikan Islam yang berlandaskan atas pendidikan dizaman Rasulullah (Ma�rifah, 2020).� Konsep pendidikan anak yang didasarkan atas contoh nyata yang telah dilakukan oleh Rasulullah dalam suatu pendidikan terlebih terhadap pendidikan akhlak anak, dimana dalam pendidikannya lebih mengarah pada pendidikan keimanan sebab hal tersebut merupakan faktor utama dan paling utama yang diperlukan dalam pendidikan dasar anak (Utami et al., 2020).

Dengan begitu nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam sirah Nabawiyah seperti pendidikan yang sesuai dengan teladan Rasulullah dan sesuai dengan Al-Qur�an sangat diperlukan dalam upaya menghasilkan generasi penerus yang tangguh dan berkualitas (Syahraeni, 2015). Seperti para peserta didik yang ada pada masa peradaban, diperlukan adanya usaha yang konsisten dan� berkesinambungan dari pendidik di sekolah dan orangtua di dalam melaksanakan tugas memelihara, mengasuh dan mendidik anak-anak secara lahir maupun batin sampai seorang anak tersebut dewasa dan mampu berdiri sendiri sebagai manusia yang bertanggung jawab (Syahraeni, 2015).

Idealnya, lembaga pendidikan Islam harus menerapkan sistim pembelajaran berdasarkan keteladanan Rasulullah, itulah yang menjadi tujuan pendidikan agama Islam, seperti kurikulum yang ada pada lembaga Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan (YULYANTI, n.d.). Sehingga mereka benar-benar paham dan menerapkanmya pada kehidupannya (Sofyan & Herlanti, n.d.).

 

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini merupakan jenis penetian lapangan (field research). Hasil dari penelitian ini hanya mendeskripsikan atau mengkonstruksikan wawancara-wawancara mendalam terhadap subjek penelitian sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pemahaman Strategi Guru Dalam Pendidikan Berbasis Sirah Nabawiah Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Di Skoah Kuttab Al-Fatih (Izzah & Supriyatno, 2023).

Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus mengumpulkan data. Peneliti berperan sebagai pengamat partisipan, dimana peneliti masuk kedalam kelompok secara terbuka menyatakan identitas diri sebagai peneliti/pengamat. Didalam kegiatan pengumpulan data, kehadiran peneliti harus diketahui oleh informan. Peneliti menjelaskan identitasnya pada berbagai lapis atau pun jenjang subjek penelitian. Keuntungan yang mungkin didapat adalah jaminan keamanan baik dari kecurigaan maupun kesalah pahaman. peneliti Juga relatif lebih leluasa untuk mengajukan pertanyaan, mengingat ia sudah diterima secara terbuka oleh komunitas sebagai peneliti.

Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah yang menerapkan konsep pendidikan berbasis Sirah Nabawiah yaitu di Kuttab Al-Fatih Tangerang selatan, dengan mengacu kepada sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel data penelitian ada 6 kelompok, dan menggunakan 3 teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kuttab Al-Fatih ini menggunakan beberapa alur Saat penerimaan murid baru, yang tidak biasa diterapkan di sekolah lain, yaitu saat pendaftaran seluruh calon orangtua murid diminta untuk mengisi data sementara calon murid, setelah mengikuti alur pertama, calon orangtua murid diundang untuk menghadiri stadium general, didalamnya akan dijelaskan dengan detail oleh pengelola sekolah tentang konsep, aplikasi dan konsekuensi yang akan dihadapi selama bergabung di Kuttab Al Fatih (Dermawan, 2016). Setelah stadium general diikuti calon murid dan orang tua murid akan dijadwalkan untuk mengikuti test penerimaan. Bagi calon orangtua murid disarankan membaca artikel-artikel yang ada di web:www.kuttabalfatih.com dan www.parentingnabawiyah.com karena kumpulan soal test bersumber dari bacaan-bacaan yang ada dikedua web diatas (Dermawan, 2016).

Konsep pendidikan dari Kuttab Al-Fatih bersumber dari konsep pendidikan dizaman rasulullah, dengan berfokus kepada iman dan Al-Qur�an (Ma�rifah, 2020). Hal tersebut penting untuk diterapkan dalam rangka mempersiapkan generasi nubuwah yang akan mengembalikan kejayaan dan peradaban Islam dibumi ini. Dengan harapan akan muncul pendidikan yang serupa dengan pendidikan dizaman rasulullah dalam mendidik para sahabat-sahabatnya (Daylis, 2019).

Berdasarkan wawancara penulis dengan salah satu ustazah di Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan, Ustazah Diyan Paramita menjelaskan bahwa jenjang pendidikan yang diterapkan di Kuttab Al-Fatih ini berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya, Kuttab Al-Fatih menerapkan tiga jenjang pendidikan, yaitu Kuttab awal 1, yang setara dengan TK-B, Kuttab awal 2 sampai Kuttab qununi 4, setara dengan kelas 1 saampai kelas 6 SD, dan setelah tamat dari qonuni 4 akan berlanjut ke madrasah Kuttab Al-Fatih, Nama Kuttab adalah sebagai jenjang pendidikan, sedangkan Al-Fatih adalah nama sekolah, yang telah ditetapkan oleh Ustadz budi ashari sebagai vounder utama dalam merintis Kuttab Al-Fatih, Kuttab di indonesia pada� awal terbentuknya berlokasi di Depok, yang sekarang menjadi Kuttab Al-Fatih pusat.� Pendidikan berbasis sirah nabawiah memiliki karakterisitik yang berbeda dengan pembelajaran pada sekolah-sekolah lain (Makhshun, 2020). Hal ini dikarenakan pembelajaran berbasis sirah nabawiah lebih menekankan pada aspek keteladanan Nabi muhammad SAW, ajaran-ajaran yang telah diajarkan sehingga tidak terhenti pada aspek pengetahuan saja, namun masih banyak hal lain yang di ambil dari keteladanan beliau.

Materi didalam kurikulum Kuttab Al-Fatih itu hanya ada dua yang dibagi dalam Kuttab awal 1, 2, 3 dan qanuni 1, 2, 3, 4. Jadi pendidikan di Kuttab selesai dalam waktu 7 tahun. Kuttab awwal 1 dan 2 membahas juz 30 tentang alam (Zulia & Ambarwati, 2020). Artinya dalam juz 30 ada pembahasan tentang alam. Jadi memang metode para Nabi berikan sebagai penambah iman. Misalnya pada ayat Afala yandhuruna ilal ibili, apakah kalian tidak melihat kepada unta, kaifa khuliqot, bagaimana Allah menciptakan. Jadi dalam pembelajaran menjelaskan bahwa Allah memerintahkan agar para hambanya melihat sekelilingnya. Tentang bagaimana Allah menurunkan hujan atau yang lainnya. Maka dari itu di buatlah modul Kuttab awwal 1 dan 2 tentang alam.

Kurikulum yang diterapkan di Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan, disusun langsung oleh tim kurikulum dari Al-Fatih pusat itu sendiri, adapun tahapan-tahapan modul pembelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik yang ada Kuttab Al-Fatih yaitu :

1.       Modul alam.

2.      Modul manusia.

3.      Modul tadabur.

4.      Kisah Para Nabi dan Sahabatnya

Secara lebih terstruktur penulis memaparkan materi pelajaran di Kuttab Al-Fatih dapat dilihat melalui tabel berikut:

 

Tabel 1.

Materi pelajaran yang diajarkan di Kuttab Al-Fatih depok

 

Jenis muatan

Mata pelajaran

���� Sub pelajaran

1.Muatan khusus

 

 

a.       Karakter iman

 

 

b.      Al-Qur�an

1) Pemahaman

2) Sikap

 

1) Adab

2) Tahfidz

3) Kitabah

4) Qiraah

2. Murofaqot

a.       Matematika

b.      Bahasa indonesia

c.       Ilmu pengetahuan

d.      Alam

e.       Ilmu pengetahuan

f.        Sosial

 

3. Muatan penunjang

a.    Ketrampilan

b.    Fisik/olahraga

c.     Ketrampilan

d.    Hidup/life skill

e.    Bahasa peradaban

f.      bahasa arab

 

 

Materi pelajaran selain muatan agama antara lain seperti IPA, IPS, bahasa, dan matematika yang merupakan komponen dari kurikulum iman. Dengan demikian diharapkan dengan mempelajari materi tersebut, maka akan menambah keyakinan/keimanan peserta didik.

Berikut tahapan belajar yang diterapkan di Kuttab Al-Fatih berpedoman pada Hadits dari Jundub Bin Abdillah, tahapan belajar dalam Islam yaitu sebagai berikut :

1.       iman sebelum Al-Qur�an

2.      hati sebelum akal

3.      pendengaran sebelum penglihatan

4.      membaca sebelum menulis

5.      menghafal sebelum menganalisa

 

Kuttab Al-Fatih merupakan sekolah yang mengadopsi kurikulum Kuttab pada masa rasulullah, dari segi pembelajaran, metode, kurikulum, bahkan sampai kegiatannya juga mencoba mengadopsi secara utuh apa yang telah nabi lakukan (Qurniawati, 2022). Dari hasil wawancara dengan Ustadz Arpin diperoleh data bahwa pada dasarnya kurikulum yang digunakan di Kuttab Al-Fatih sama dengan kurikulum yang digunakan di Kuttab pada masa rasululloh.

Pendidikan berbasis sirah nabawiah memiliki karakterisitik yang berbeda dengan pembelajaran pada sekolah-sekolah lain (Makhshun, 2020). Hal ini dikarenakan pembelajaran berbasis sirah nabawiah lebih menekankan pada aspek keteladanan Nabi muhammad SAW, ajaran-ajaran yang telah diajarkan sehingga tidak terhenti pada aspek pengetahuan saja, namun masih banyak hal lain yang di ambil dari keteladanan beliau. Keberadaan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang guru sekaligus sebagai teladan bagi umat Islam, materi pendidikan yang telah diajarkannya yang merupakan tugas kerasulannya sudah dirancang dan dipersiapkan oleh Allah SWT, hal ini juga sesuai dengan paparan dari Ustazd irwan setiawan :

�Nabi Muhammad SAW memang beliau itu diutus untuk menjadi guru bagi umat-umatnya, dan ternyata semua Nabi itu memiliki pekerjaan seperti ahli ibadah, sebagai pedagang, pengembala, dan ada juga yang ahli tambang, tapi ternyata dengan berbagai profesi keahlianya beliau-beliau itu memang diutus menjadi guru jadi sirah nabawiyah itu secara keseluruhan bagaimana Nabi SAW mendidik para sahabat, umatnya supaya bagaimana mereka itu menjadi hamba Allah, itu sih secara garis besarnya sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al Jumu�ah ayat 2:

 

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

 

�dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan hikmah (as sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata�,( Q.S Al Jumu�ah : 2)�.

 

Pendidikan menurut peneliti adalah proses interaksi antara manusia sebagai individu atau pribadi dan lingkungan alam semesta, lingkungan sosial, masyarakat, sosial-ekonomi, sosial-politik dan sosial-budaya (Ngapiyatun et al., 2021). Kedudukan dan pangkat Nabi Muhammad sebagai seorang pendidik (guru) dinyatakan dalam salah satu sabdanya yaitu: �sesungguhnya Allah yang mengutusku sebagai seorang mu�allim dan pemberi kemudahan�. Beliau mengatakan dirinya sebagai mu�allim, yaitu yang beraarti sebagai seorang pengajar atau guru.

Berkaitan dengan penjelasan tersebut, nabi Muhammad adalah sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik), beliau merupakan pendidik yang telah memberikan contoh atau model pembelajaran yang sangat akurat dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang terjadi, dan juga termasuk sebagai sosok guru yang nyata dan jelas yang melebihi atas segala sifat dan syarat seorang guru yang telah ditentukan oleh para ahli pendidikan. Dengan demikian apabila dikaitkan dengan dunia pendidikan, beliau merupakan sosok seorang pendidik yang sangat sempurna dalam berbagai aspek, adapun model yang telah beliau terapkan tersebut terbukti berhasil dalam mendidik para sahabat dan umat manusia pada umumnya (Amin, 2017).

Pendidikan Islam yang ada di Kuttab Al-Fatih itu bersumber dari Al-Qur�an dan hadits Nabi SAW bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya, yakni manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta untuk meningkatkan nilai-nilai pendidikan agama Islam dikehidupan antara sesama mahluk Allah agar dapat menjalankan seluruh kehidupannya sebagaimana yang telah ditentukan Allah dan rasul-nya, demi kebahagiaan hidup didunia dan diakhirat. Materi pembelajaran di Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan dibagi menjadi dua, yaitu materi iman dan materi Al-Qur�an, Materi iman dibagi menjadi empat bagian materi, yaitu modul alam, modul manusia, modul tadabur, dan kisah.

Nilai-nilai pendidikan Islam yang meningkat pada peserta didik di Kuttab Al-Fatih yaitu nilai keimanan, nilai ibadah, nilai akhlak, dan nilai sosial, hal ini disesuaikan dengan pesan-pesan Lukman Al-Hakim yang disampaikan kepada puteranya sebagaimana tercantum dalam surah Lukman, ayat 12-19 mengandung nilai-nilai pendidikan yang berkaitan dengan aspek aqidah/keimanan, ibadah, akhlak dan perbuatan-perbuatan kebajikan yang lainnya. Berdasarkan penilaian yang penulis bandingkan dari rapot peerta didik, peningkatan nilai-nilai pendidikan Islam� pada peserta didik di Kuttab Al-Fatih sangat terlihat pada jenjang qonuni, karena mereka udah terbiasa dan sudah banyak juga ayat-ayat yang telah di tadaburi, serta kisah-kisah yang menjadi teladan bagi mereka, sehingga peserta didik di jenjang qonuni adabnya sudah terlihat baik dan tingkat keimannannya sudah tinggi, sehingga ketika mereka menghafal Al-Qur�an menjadi mudah.

 

KESIMPULAN

Sebagaimana menurut data yang telah dikumpulkan sebelumnya, maka ditarik kesimpulan bahwa materi pendidikan Berbasis Sirah Nabawiah dibagi menjadi dua, yaitu iman dan Al-Qur�an, muatan materi dari kurikulum iman meliputi karakter iman itu sendiri, Sedangkan untuk materi Al-Qur�an terdiri dari adab, qira�ah, kitabah, dan Tahfiz. Ada bermacam-macam nilai pendidikan Islam yang meningkat pada peserta didik, dengan menerapkan sistim pendidikan berbasis siroh nabawiah, yaitu : nilai aqidah (keimanan), nilai ibadah, nilai akhlak, dan nilai sosial. Strategi yang digunakan guru dalam pendidikan berbasis Sirah Nabawiah yaitu strategi yang telah di contohkan oleh rasulullah untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam antara lain : keteladanan, ceramah, pembiasaan, pendekatan, metode tanya jawab, dan berkisah.

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Amin, A. (2017). Pemahaman Konsep Abstrak Ajaran Agama Islam pada Anak Melalui Pendekatan Sinektik dan Isyarat Analogi dalam Alquran. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 21(2), 157.

 

Daylis, D. S. (2019). Manajemen Perencanaan Kurikulum Kuttab Al Fatih Tanggerang Selatan. UIN Raden Intan Lampung.

 

Dermawan, O. (2016). Partisipasi Wali Murid Di Sekolah Dasar (SD) Kuttab Al Fatih Bandar Lampung. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam, 6(2).

 

Izzah, N., & Supriyatno, T. (2023). IMPLEMENTASI MODEL KURIKULUM KUTTAB DALAM MEMBANGUN PERILAKU KETAUHIDAN SANTRI: Studi Kasus di lembaga pendidikan Kuttab Al Fatih Malang. Muta�allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 60�77.

 

Ma�rifah, F. (2020). Pendidikan Berbasis Sirah Nabawiah Sebagai Strategi Guru Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Peserta Didik (Studi Kasus Di Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan).

 

Makhshun, T. (2020). Pendidikan Agama Islam Berbasis Sirah Nabawiyah. TA�DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2), 75�89.

 

Ngapiyatun, S., Hartini, S., Aziza, H., Wartomo, W., Sukariyan, S., Mirasari, R., & Anwar, R. (2021). Kondisi Sosial Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat Kampung Punan Malinau Kabupaten Berau dengan Keberadaan Beberapa Perusahaan Sawit. Jurnal Agriment, 6(1), 21�30.

 

Qurniawati, E. (2022). INTERAKSI MAHASANTRI MA�HAD AL-JAMI�AH DENGAN AL-QUR�AN (STUDI KASUS DI MABNA SYARIFAH MUDA�IM MA�HAD AL-JAMI�AH UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA). Fu.

 

Sholikhah, I. (2018). IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS SIRAH NABAWIYAH DI YAYASAN KUTTAB AL-FATIH SEMARANG. Fakultas Agama Islam UNISSULA.

 

Sofyan, A., & Herlanti, Y. (n.d.). Analisis soal tes buatan guru biologi Madrasah Tsanawiyah Neger Se-Jakarta Selatan berdasarkan aspek kognitif taksonomi bloom.

 

Syahraeni, A. (2015). Tanggung jawab keluarga dalam pendidikan anak. Al-Irsyad Al-Nafs: Jurnal Bimbingan Dan Penyuluhan Islam, 2(1).

 

Umar, B. (2022). Hadis tarbawi: pendidikan dalam perspektif hadis. Amzah.

 

Utami, I., Khansa, A. M., & Devianti, E. (2020). Analisis pembentukan karakter siswa di sdn tangerang 15. Fondatia, 4(1), 158�179.

 

YULYANTI, E. R. (n.d.). Model Kurikulum PAI di Kuttab (Studi Komparatif di Kuttab Ibnu Abbas Serpong, Tangerang Selatan dan Kuttab Al Fatih Ciputat, Tangerang Selatan). Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Zulia, R., & Ambarwati, T. R. (2020). Implementasi Kurikulum Kuttab Al-Fatih Semarang. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 18(2), 165�187.