STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PESERTA DIDIK
Faidatul
Ma�rifah
Institut
Ilmu Al-Qur�an (IIQ)
Corresponding
Author:
Faidatul Ma�rifah�
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pendidikan
merupakan hal yang sangat penting bagi manusia, terutama pendidikan agama
Islam, dengan berkembangannya ilmu teknologi yang semakin pesat menjadi salah
satu faktor utama penyebab kerusakan perkembangan akhlak dan kepribadian pada
peserta didik (Sholikhah, 2018).
Dengan
pendidikan seseorang dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dan mempunyai
wawasan yang luas (Ma�rifah, 2020).
Pendidikan agama Islam bagi manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus
dipenuhi, karena menuntut ilmu itu merupakan hal yang wajib, seperti dikatakan
pada salah satu hadits Nabi yang tingkatanya shohih ligghairihi diriwayatkan
dari Anas bin Malik sesungguhnya Rasalullah Saw. bersabda :
حَدَّثَنَا
هِشَامُ بْنُ
عَمَّارٍ
حَدَّثَنَا حَفْصُ
بْنُ
سُلَيْمَانَ
حَدَّثَنَا
كَثِيرُ بْنُ
شِنْظِيرٍ
عَنْ
مُحَمَّدِ
بْنِ سِيرِينَ
عَنْ أَنَسِ
بْنِ مَالِكٍ
قَالَ قَالَ
رَسُولُ
اللَّهِ
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
طَلَبُ
الْعِلْمِ
فَرِيضَةٌ عَلَى
كُلِّ
مُسْلِمٍ
(رواه ابن
ماجه)
Artinya
: Hisham ibn �Ammar telah menceritakan kepada kami, Hafs ibn Sulayman telah
menceritakan kepada kami, Kathir ibn Shinzir telah menceritakan kepada kami,
dari Muhammad ibn Sirin, dari Anas ibn Malik, ia berkata, Rasulullah SAW.
Bersabda :�Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun
muslim perempuan�. (H.R. Ibnu majah) (Ma�rifah, 2020).
Berdasarkan
hadits diatas bahwa menuntut ilmu itu wajib, jadi diperlukan guru yang bisa
mendidik sesuai dengan konsep pendidikan Islam, yaitu pendidikan yang telah
dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw (Umar, 2022).
Pendidikan
berbasis sirah nabawiah, yaitu suatu konsep pendidikan Islam yang berlandaskan
atas pendidikan dizaman Rasulullah (Ma�rifah, 2020).� Konsep pendidikan anak yang didasarkan atas
contoh nyata yang telah dilakukan oleh Rasulullah dalam suatu pendidikan
terlebih terhadap pendidikan akhlak anak, dimana dalam pendidikannya lebih
mengarah pada pendidikan keimanan sebab hal tersebut merupakan faktor utama dan
paling utama yang diperlukan dalam pendidikan dasar anak (Utami et al., 2020).
Dengan
begitu nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam sirah Nabawiyah
seperti pendidikan yang sesuai dengan teladan Rasulullah dan sesuai dengan
Al-Qur�an sangat diperlukan dalam upaya menghasilkan generasi penerus yang
tangguh dan berkualitas (Syahraeni, 2015). Seperti
para peserta didik yang ada pada masa peradaban, diperlukan adanya usaha yang
konsisten dan� berkesinambungan dari
pendidik di sekolah dan orangtua di dalam melaksanakan tugas memelihara,
mengasuh dan mendidik anak-anak secara lahir maupun batin sampai seorang anak
tersebut dewasa dan mampu berdiri sendiri sebagai manusia yang bertanggung
jawab (Syahraeni, 2015).
Idealnya,
lembaga pendidikan Islam harus menerapkan sistim pembelajaran berdasarkan
keteladanan Rasulullah, itulah yang menjadi tujuan pendidikan agama Islam,
seperti kurikulum yang ada pada lembaga Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan (YULYANTI, n.d.). Sehingga
mereka benar-benar paham dan menerapkanmya pada kehidupannya (Sofyan & Herlanti, n.d.).
METODE
PENELITIAN
Jenis penelitian ini merupakan
jenis penetian lapangan (field research). Hasil dari penelitian ini hanya
mendeskripsikan atau mengkonstruksikan wawancara-wawancara mendalam terhadap
subjek penelitian sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai
pemahaman Strategi Guru Dalam Pendidikan Berbasis Sirah Nabawiah Untuk Menanamkan
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Di Skoah Kuttab Al-Fatih (Izzah & Supriyatno,
2023).
Dalam hal ini peneliti
bertindak sebagai instrumen sekaligus mengumpulkan data. Peneliti berperan
sebagai pengamat partisipan, dimana peneliti masuk kedalam kelompok secara
terbuka menyatakan identitas diri sebagai peneliti/pengamat. Didalam kegiatan
pengumpulan data, kehadiran peneliti harus diketahui oleh informan. Peneliti
menjelaskan identitasnya pada berbagai lapis atau pun jenjang subjek penelitian.
Keuntungan yang mungkin didapat adalah jaminan keamanan baik dari kecurigaan
maupun kesalah pahaman. peneliti Juga relatif lebih leluasa untuk mengajukan
pertanyaan, mengingat ia sudah diterima secara terbuka oleh komunitas sebagai
peneliti.
Penelitian ini dilaksanakan di
salah satu sekolah yang menerapkan konsep pendidikan berbasis Sirah Nabawiah
yaitu di Kuttab Al-Fatih Tangerang selatan, dengan mengacu kepada sumber data
primer dan sumber data sekunder. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel data
penelitian ada 6 kelompok, dan menggunakan 3 teknik pengumpulan data yaitu
wawancara, observasi, dan dokumentasi.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Kuttab
Al-Fatih ini menggunakan beberapa alur Saat penerimaan murid baru, yang tidak
biasa diterapkan di sekolah lain, yaitu saat pendaftaran seluruh calon orangtua
murid diminta untuk mengisi data sementara calon murid, setelah mengikuti alur
pertama, calon orangtua murid diundang untuk menghadiri stadium general, didalamnya
akan dijelaskan dengan detail oleh pengelola sekolah tentang konsep, aplikasi
dan konsekuensi yang akan dihadapi selama bergabung di Kuttab Al Fatih (Dermawan, 2016). Setelah
stadium general diikuti calon murid dan orang tua murid akan dijadwalkan untuk
mengikuti test penerimaan. Bagi calon orangtua murid disarankan membaca
artikel-artikel yang ada di web:www.kuttabalfatih.com dan
www.parentingnabawiyah.com karena kumpulan soal test bersumber dari
bacaan-bacaan yang ada dikedua web diatas (Dermawan, 2016).
Konsep
pendidikan dari Kuttab Al-Fatih bersumber dari konsep pendidikan dizaman
rasulullah, dengan berfokus kepada iman dan Al-Qur�an (Ma�rifah, 2020). Hal
tersebut penting untuk diterapkan dalam rangka mempersiapkan generasi nubuwah
yang akan mengembalikan kejayaan dan peradaban Islam dibumi ini. Dengan harapan
akan muncul pendidikan yang serupa dengan pendidikan dizaman rasulullah dalam
mendidik para sahabat-sahabatnya (Daylis, 2019).
Berdasarkan
wawancara penulis dengan salah satu ustazah di Kuttab Al-Fatih Tangerang
Selatan, Ustazah Diyan Paramita menjelaskan bahwa jenjang pendidikan yang
diterapkan di Kuttab Al-Fatih ini berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya,
Kuttab Al-Fatih menerapkan tiga jenjang pendidikan, yaitu Kuttab awal 1, yang
setara dengan TK-B, Kuttab awal 2 sampai Kuttab qununi 4, setara dengan kelas 1
saampai kelas 6 SD, dan setelah tamat dari qonuni 4 akan berlanjut ke madrasah
Kuttab Al-Fatih, Nama Kuttab adalah sebagai jenjang pendidikan, sedangkan
Al-Fatih adalah nama sekolah, yang telah ditetapkan oleh Ustadz budi ashari
sebagai vounder utama dalam merintis Kuttab Al-Fatih, Kuttab di indonesia
pada� awal terbentuknya berlokasi di
Depok, yang sekarang menjadi Kuttab Al-Fatih pusat.� Pendidikan berbasis sirah nabawiah memiliki
karakterisitik yang berbeda dengan pembelajaran pada sekolah-sekolah lain (Makhshun, 2020). Hal
ini dikarenakan pembelajaran berbasis sirah nabawiah lebih menekankan pada
aspek keteladanan Nabi muhammad SAW, ajaran-ajaran yang telah diajarkan
sehingga tidak terhenti pada aspek pengetahuan saja, namun masih banyak hal
lain yang di ambil dari keteladanan beliau.
Materi
didalam kurikulum Kuttab Al-Fatih itu hanya ada dua yang dibagi dalam Kuttab
awal 1, 2, 3 dan qanuni 1, 2, 3, 4. Jadi pendidikan di Kuttab selesai dalam
waktu 7 tahun. Kuttab awwal 1 dan 2 membahas juz 30 tentang alam (Zulia & Ambarwati, 2020).
Artinya dalam juz 30 ada pembahasan tentang alam. Jadi memang metode para Nabi
berikan sebagai penambah iman. Misalnya pada ayat Afala yandhuruna ilal ibili,
apakah kalian tidak melihat kepada unta, kaifa khuliqot, bagaimana Allah
menciptakan. Jadi dalam pembelajaran menjelaskan bahwa Allah memerintahkan agar
para hambanya melihat sekelilingnya. Tentang bagaimana Allah menurunkan hujan
atau yang lainnya. Maka dari itu di buatlah modul Kuttab awwal 1 dan 2 tentang
alam.
Kurikulum
yang diterapkan di Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan, disusun langsung oleh tim
kurikulum dari Al-Fatih pusat itu sendiri, adapun tahapan-tahapan modul
pembelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik yang ada Kuttab Al-Fatih
yaitu :
1.
Modul alam.
2.
Modul manusia.
3.
Modul tadabur.
4.
Kisah Para Nabi dan Sahabatnya
Secara
lebih terstruktur penulis memaparkan materi pelajaran di Kuttab Al-Fatih dapat
dilihat melalui tabel berikut:
Tabel 1.
Materi pelajaran yang diajarkan di Kuttab Al-Fatih depok
|
Jenis muatan |
Mata pelajaran |
����
Sub pelajaran |
|
1.Muatan
khusus |
a. Karakter iman b. Al-Qur�an |
1) Pemahaman 2) Sikap 1) Adab 2) Tahfidz 3) Kitabah 4) Qiraah |
|
2.
Murofaqot |
a. Matematika b. Bahasa indonesia c. Ilmu pengetahuan d. Alam e. Ilmu pengetahuan f.
Sosial |
|
|
3. Muatan penunjang |
a. Ketrampilan b. Fisik/olahraga c. Ketrampilan d. Hidup/life skill e. Bahasa peradaban f. bahasa arab |
|
Materi
pelajaran selain muatan agama antara lain seperti IPA, IPS, bahasa, dan
matematika yang merupakan komponen dari kurikulum iman. Dengan demikian
diharapkan dengan mempelajari materi tersebut, maka akan menambah
keyakinan/keimanan peserta didik.
Berikut tahapan belajar
yang diterapkan di
Kuttab Al-Fatih berpedoman pada Hadits dari
Jundub Bin Abdillah, tahapan belajar dalam
Islam yaitu sebagai berikut :
1.
iman sebelum Al-Qur�an
2.
hati sebelum akal
3.
pendengaran sebelum penglihatan
4.
membaca sebelum menulis
5.
menghafal sebelum menganalisa
Kuttab Al-Fatih merupakan sekolah yang
mengadopsi kurikulum Kuttab pada masa rasulullah, dari segi pembelajaran,
metode, kurikulum, bahkan sampai kegiatannya juga mencoba mengadopsi secara
utuh apa yang telah nabi lakukan (Qurniawati, 2022). Dari
hasil wawancara dengan Ustadz Arpin diperoleh data bahwa pada dasarnya
kurikulum yang digunakan di Kuttab Al-Fatih sama dengan kurikulum yang
digunakan di Kuttab pada masa rasululloh.
Pendidikan
berbasis sirah nabawiah memiliki karakterisitik
yang berbeda dengan pembelajaran pada
sekolah-sekolah lain (Makhshun, 2020). Hal
ini dikarenakan pembelajaran berbasis sirah nabawiah lebih menekankan
pada aspek keteladanan
Nabi muhammad SAW, ajaran-ajaran
yang telah diajarkan sehingga tidak terhenti pada aspek pengetahuan
saja, namun masih banyak hal lain yang di ambil
dari keteladanan beliau.
Keberadaan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang guru sekaligus sebagai teladan
bagi umat Islam, materi pendidikan yang telah diajarkannya yang
merupakan tugas kerasulannya sudah dirancang dan dipersiapkan oleh Allah
SWT, hal ini juga sesuai dengan paparan dari Ustazd irwan setiawan :
�Nabi Muhammad SAW memang
beliau itu diutus untuk menjadi guru bagi umat-umatnya, dan ternyata semua
Nabi itu memiliki pekerjaan seperti ahli ibadah,
sebagai pedagang, pengembala, dan ada juga yang ahli
tambang, tapi ternyata dengan berbagai profesi keahlianya beliau-beliau itu memang diutus
menjadi guru jadi sirah nabawiyah itu secara keseluruhan
bagaimana Nabi SAW mendidik
para sahabat, umatnya supaya bagaimana mereka itu menjadi hamba Allah, itu sih
secara garis besarnya sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al Jumu�ah ayat 2:
هُوَ
الَّذِي
بَعَثَ فِي
الْأُمِّيِّينَ
رَسُولًا
مِنْهُمْ
يَتْلُو
عَلَيْهِمْ
آيَاتِهِ
وَيُزَكِّيهِمْ
وَيُعَلِّمُهُمُ
الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ
وَإِنْ كَانُوا
مِنْ قَبْلُ
لَفِي
ضَلَالٍ
مُبِينٍ
�dialah yang mengutus kepada kaum yang buta
huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-nya kepada
mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan hikmah (as sunnah).
Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata�,( Q.S Al Jumu�ah : 2)�.
Pendidikan
menurut peneliti adalah proses interaksi antara manusia sebagai individu atau pribadi dan
lingkungan alam semesta, lingkungan sosial, masyarakat, sosial-ekonomi, sosial-politik dan sosial-budaya (Ngapiyatun et al., 2021).
Kedudukan dan pangkat Nabi Muhammad sebagai seorang pendidik (guru) dinyatakan
dalam salah satu sabdanya yaitu: �sesungguhnya Allah yang mengutusku sebagai
seorang mu�allim dan pemberi kemudahan�. Beliau mengatakan dirinya sebagai
mu�allim, yaitu yang beraarti sebagai seorang pengajar atau guru.
Berkaitan
dengan penjelasan tersebut, nabi Muhammad adalah sebagai uswatun hasanah
(teladan yang baik), beliau merupakan pendidik yang telah memberikan contoh
atau model pembelajaran yang sangat akurat dengan memperhatikan situasi dan
kondisi yang terjadi, dan juga termasuk sebagai sosok guru yang nyata dan jelas
yang melebihi atas segala sifat dan syarat seorang guru yang telah ditentukan
oleh para ahli pendidikan. Dengan demikian apabila dikaitkan dengan dunia pendidikan,
beliau merupakan sosok seorang pendidik yang sangat sempurna dalam berbagai
aspek, adapun model yang telah beliau terapkan tersebut terbukti berhasil dalam
mendidik para sahabat dan umat manusia pada umumnya (Amin, 2017).
Pendidikan
Islam yang ada di Kuttab Al-Fatih itu bersumber dari Al-Qur�an dan hadits Nabi
SAW bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya, yakni manusia beriman dan
bertaqwa kepada Allah SWT serta untuk meningkatkan nilai-nilai pendidikan agama
Islam dikehidupan antara sesama mahluk Allah agar dapat menjalankan seluruh
kehidupannya sebagaimana yang telah ditentukan Allah dan rasul-nya, demi
kebahagiaan hidup didunia dan diakhirat. Materi pembelajaran di Kuttab Al-Fatih
Tangerang Selatan dibagi menjadi dua, yaitu materi iman dan materi Al-Qur�an,
Materi iman dibagi menjadi empat bagian materi, yaitu modul alam, modul
manusia, modul tadabur, dan kisah.
Nilai-nilai
pendidikan Islam yang meningkat pada peserta didik di Kuttab Al-Fatih yaitu
nilai keimanan, nilai ibadah, nilai akhlak, dan nilai sosial, hal ini
disesuaikan dengan pesan-pesan Lukman Al-Hakim yang disampaikan kepada
puteranya sebagaimana tercantum dalam surah Lukman, ayat 12-19 mengandung
nilai-nilai pendidikan yang berkaitan dengan aspek aqidah/keimanan, ibadah,
akhlak dan perbuatan-perbuatan kebajikan yang lainnya. Berdasarkan penilaian
yang penulis bandingkan dari rapot peerta didik, peningkatan nilai-nilai
pendidikan Islam� pada peserta didik di
Kuttab Al-Fatih sangat terlihat pada jenjang qonuni, karena mereka udah
terbiasa dan sudah banyak juga ayat-ayat yang telah di tadaburi, serta
kisah-kisah yang menjadi teladan bagi mereka, sehingga peserta didik di jenjang
qonuni adabnya sudah terlihat baik dan tingkat keimannannya sudah tinggi,
sehingga ketika mereka menghafal Al-Qur�an menjadi mudah.
KESIMPULAN
Sebagaimana menurut data yang
telah dikumpulkan sebelumnya, maka ditarik kesimpulan bahwa materi pendidikan
Berbasis Sirah Nabawiah dibagi menjadi dua, yaitu iman dan Al-Qur�an, muatan
materi dari kurikulum iman meliputi karakter iman itu sendiri, Sedangkan untuk
materi Al-Qur�an terdiri dari adab, qira�ah, kitabah, dan Tahfiz. Ada bermacam-macam
nilai pendidikan Islam yang meningkat pada peserta didik, dengan menerapkan
sistim pendidikan berbasis siroh nabawiah, yaitu : nilai aqidah (keimanan),
nilai ibadah, nilai akhlak, dan nilai sosial. Strategi yang digunakan guru
dalam pendidikan berbasis Sirah Nabawiah yaitu strategi yang telah di contohkan
oleh rasulullah untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam antara lain
: keteladanan, ceramah, pembiasaan, pendekatan, metode tanya jawab, dan berkisah.
BIBLIOGRAFI
Amin, A. (2017). Pemahaman Konsep Abstrak Ajaran Agama Islam
pada Anak Melalui Pendekatan Sinektik dan Isyarat Analogi dalam Alquran. Madania:
Jurnal Kajian Keislaman, 21(2), 157.
Daylis, D. S. (2019). Manajemen Perencanaan Kurikulum
Kuttab Al Fatih Tanggerang Selatan. UIN Raden Intan Lampung.
Dermawan, O. (2016). Partisipasi Wali Murid Di Sekolah Dasar
(SD) Kuttab Al Fatih Bandar Lampung. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam,
6(2).
Izzah, N., & Supriyatno, T. (2023). IMPLEMENTASI MODEL
KURIKULUM KUTTAB DALAM MEMBANGUN PERILAKU KETAUHIDAN SANTRI: Studi Kasus di
lembaga pendidikan Kuttab Al Fatih Malang. Muta�allim: Jurnal Pendidikan
Agama Islam, 2(1), 60�77.
Ma�rifah, F. (2020). Pendidikan Berbasis Sirah Nabawiah
Sebagai Strategi Guru Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam
Pada Peserta Didik (Studi Kasus Di Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan).
Makhshun, T. (2020). Pendidikan Agama Islam Berbasis Sirah
Nabawiyah. TA�DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2), 75�89.
Ngapiyatun, S., Hartini, S., Aziza, H., Wartomo, W.,
Sukariyan, S., Mirasari, R., & Anwar, R. (2021). Kondisi Sosial Ekonomi dan
Kesehatan Masyarakat Kampung Punan Malinau Kabupaten Berau dengan Keberadaan
Beberapa Perusahaan Sawit. Jurnal Agriment, 6(1), 21�30.
Qurniawati, E. (2022). INTERAKSI MAHASANTRI MA�HAD
AL-JAMI�AH DENGAN AL-QUR�AN (STUDI KASUS DI MABNA SYARIFAH MUDA�IM MA�HAD
AL-JAMI�AH UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA). Fu.
Sholikhah, I. (2018). IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI
BERBASIS SIRAH NABAWIYAH DI YAYASAN KUTTAB AL-FATIH SEMARANG. Fakultas
Agama Islam UNISSULA.
Sofyan, A., & Herlanti, Y. (n.d.). Analisis soal tes
buatan guru biologi Madrasah Tsanawiyah Neger Se-Jakarta Selatan berdasarkan
aspek kognitif taksonomi bloom.
Syahraeni, A. (2015). Tanggung jawab keluarga dalam
pendidikan anak. Al-Irsyad Al-Nafs: Jurnal Bimbingan Dan Penyuluhan Islam,
2(1).
Umar, B. (2022). Hadis tarbawi: pendidikan dalam
perspektif hadis. Amzah.
Utami, I., Khansa, A. M., & Devianti, E. (2020). Analisis
pembentukan karakter siswa di sdn tangerang 15. Fondatia, 4(1),
158�179.
YULYANTI, E. R. (n.d.). Model Kurikulum PAI di Kuttab
(Studi Komparatif di Kuttab Ibnu Abbas Serpong, Tangerang Selatan dan Kuttab Al
Fatih Ciputat, Tangerang Selatan). Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
Zulia, R., & Ambarwati, T. R. (2020). Implementasi
Kurikulum Kuttab Al-Fatih Semarang. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 18(2),
165�187.