PERAN PONDOK TAHFIDZ MILENIAL ASHQAF & MARYAM COLLEGE DALAM MEMPROMOSIKAN PEMBELAJARAN AL-QUR'AN DI ERA DIGITAL

 

Muhammad Arief Luthfan

IAIN Pontianak

[email protected]m

Keywords

Abstract

Pondok Tahfidz, Ashqad & Maryan College, Promotion, Learning, Alqur'an

 

 

 

Pondok Tahfidz is an Islamic educational institution that has an important role in learning the Quran and memorizing and maintaining religious heritage. The purpose of this research is to analyze the role of Pondok Tahfidz Millenial Ashqaf & Maryam College in promoting Quran learning in the millennial era. This research uses qualitative research methods, data collection techniques are carried out by literature study. The data that has been collected is then analyzed using three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results show that Ashqaf & Maryam College's Millennial Tahfidz Pondok Tahfidz has a significant role in promoting Qur'anic learning in the digital era. Pondok Tahfidz Ashqaf & Maryam College utilizes digital technology as a means to disseminate and access the Qur'an more widely by using online platforms, and social media, this Tahfidz pondol is able to reach a larger audience and allows students and teachers of the Qur'an to connect virtually.

 

 

 

 

 

 

Kata Kunci

Abstrak

Pondok Tahfidz, Ashqad & Maryan College, Promosi, Pembelajaran, Alqur�an

 

 

Pondok Tahfidz merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam pembelajaran Al-Quran dan hafalan serta mempertahankan warisan agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College dalam mempromosikan pembelajaran Al-Quran di era milenial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College memiliki peran yang signifikan dalam mempromosikan pembelajaran Al-Qur'an di era digital. Pondok Tahfidz Ashqaf & Maryam College memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk menyebarkan dan mengakses Al-Qur'an secara lebih luas dengan menggunakan platform online, dan media sosial, pondok Tahfidz ini mampu mencapai audiens yang lebih besar dan memungkinkan para siswa dan pengajar Al-Qur'an untuk terhubung secara virtual.

 

Corresponding Author: Muhammad Arief Luthfan�

E-mail: [email protected]

Description: https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Pondok� pesantren� adalah� lembaga� pendidikan� Islam� tertua� di� Indonesia yang memberikan kontribusi yang penting dalam bidangnya terutama bidang sosial dan keagamaan.� Pondok� pesantren� merupakan� lembaga� pendidikan� yang� memiliki� akar� kuat� (in� digenous)� terhadap pendidikan� Islam� pertama� kali� di� Indonesia (Nasution, 2020). Menurut Qomar dalam (Dahlan, 2018) tujuan umum pesantren adalah membina warga negara agar berkepribadian muslim sesuai dengan ajaran agama Islam dan menanamkan rasa keagamaan pada segi kehidupanya serta menjadikannya sebagai orang yang berguna bagi agama, masyarakat, dan negara (Kariyanto, 2019).

Pondok pesantren selain mempelajari Al-Quran, pondok pesantren juga memberikan pendidikan yang lebih luas tentang agama Islam secara komprehensif. Sedangkan pondok Tahfidz lebih memfokuskan pada penghafalan dan memahami Al-Quran secara mendalam. Pondok Tahfidz adalah lembaga pendidikan Islam yang khusus berfokus pada pembelajaran dan penghafalan Al-Quran (Prayoga, Noorfaizah, Suryana, & Sulhan, 2019). Pondok Tahfidz memiliki tujuan utama untuk melahirkan para hafidz dan hafidzah (penghafal Al-Quran) yang kompeten dan mampu mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Quran merupakan� firman� Allah� SWT� yang� menjadi� pedoman� hidup manusia.� Al-Quran memiliki peranan� penting� bagi� kehidupan� manusia,� salah satunya� sebagai fondasidasar� pengetahuan� keberagamaan� umat� Islam.� Substansi Islam� bersumber� pada� Al-Quran yang� sekaligus� dapat� dijadikan� sebagai� falsafah hidup bagi umat islam yang mengimaninya (Maskur, 2021). Mempelajari Alquran bagi seorang muslim merupakan bagian penting dari proses belajar sepanjang hidupnya. Pemahaman yang mendalam tentang petunjuk-petunjuk yang ada dalam Alquran tentu akan sulit dicapai apabila kita tidak sekalipun pernah membacanya serta lebih jauh menghafal maupun memahaminya (Fauziyyah, Ulfiah, & Hidayat, 2018).

Pembelajaran Al-Qur�an secara tradisional masih banyak dipraktikkan di sebagian besar sekolah agama upun sekolah umum di Indonesia karena dianggap sebagai metode efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur�an (Hanafi et al., 2019). Perkembangan teknologi yang pesat juga berpengaruh terhadap bidang Pendidikan. Kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan rentang jarak antar pendidik dan peserta saling berkomunikasi melalui berbagai jejaring sosial (Afif, 2019). Hal ini dimanfaatkan pondok Tahfidz Ashqaf & Maryam College dalam mempromosikan pembelajaran Al-qur�an di era digital.

Pembelajaran Al-qur�an pada era digital menjadi menarik karena segala akses informasi bisa didapatkan dengan mudah di internet.� Penelitian terdahulu dilakukan(Maimun, Maulana, Rahman, & Utomo, 2022) memaparkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi PPTA Ath-Thohiriyah Muhammadiyah adalah sulitnya mencari santri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah santri PPTA Ath-Thohiriyah Muhammadiyah merencanakan mengganti model pemasaran konvensional menjadi pemasaran digital. Penelitian lain juga dilakukan oleh (Watini, 2023) yang memanfaatkan media baligho untuk promosi pembelajaran Al-Quran. Kebaharuan penelitian ini adalah belum adanya penelitian yang secara spesifik membahas peran Pondok Tahfidz dalam mempromosikan pembelajaran Al-Quran di era milenial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College dalam mempromosikan pembelajaran Al-Quran di era milenial.

 

 

 

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, menurut (Sugiyono, 2019) metode penelitian kualitatif sering disebut metode penilitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi kepustakaan dengan mengeksplor jurnal, buku dan informasi lain yang relavan dengan penelitian yang diperoleh melalui Google Schoolar dengan periode penelitian 2018-2023. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pondok Tahfidz Millenial Ashqaf & Maryam College berlokasi di Jl. Sultan Agung, Kuala Dua, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat , 78391. Pondok ini memiliki visi untuk menggaungkan Al-Qur'an di seluruh penjuru negeri, dengan moto �Bukan hanya sekedar menghapal Al-qur�an tetapi hidup bersama Al-qur�an�. Semua program dikelola oleh para santri, dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai landasan dalam pedoman kehidupan. Menghasilkan pondok karya dengan sejuta prestasi yang luar biasa. Cerdas, berbakat dan multitalenta.

Pondok ini memiliki metode hafalan yang unik, hal ini karena metode hafalan tidak hanya menghafal ayat tekstualnya saja tetapi juga disertai nomor surah, halaman, tata letak, nahwu, shorof, tarjamah bahkan hingga tingkat pemahaman dan pengamalan. Memiliki tujuan untuk mencetak generasi yang berakhlakul Qur'an, berjiwa pemimpin, berwawasan luas, cerdas serta berbakat.

Pondok Tahfidz Millenial Ashqaf dan Maryam College memiliki kurikulum pendidikan yang menarik dan berbeda dari kebanyakan pondok-pondok lainnya. Di mana para santri dan santriwatinya diberi pilihan untuk memilih sebuah divisi yang menjadi minat dan bakatnya. Santri tidak dipaksa untuk berada dalam ruang lingkup pembelajaran yang tak digelutinya. Di pondok inilah para santri dan santriwati bebas beramal sholeh dan berkarya sesuai dengan minat dan bakat pribadinya masing-masing dalam menciptakan kemajuan dan inovasi bagi pondok tercinta. Pondok Tahfidz Millenial Ashqaf dan Maryam College memiliki 27 Divisi yang bergerak menaungi skill seluruh santri dan santriwati, berikut di antaranya divisi kesabtrian, kemasjidan, pembangunan, tijaroh, literasi, tahfizh, griya sehatm dapur santri, humas, administrasi, laskar santri, baitul maal ashqaf, finance baitul maal ashqaf, customer service, perfilman, babya tahfidz, tarung derajat, e-sport, content creator, transportasi, traffic maker, advertiser, ashqaf travel, pertanian dan perkebunan, peternakan, logistik dan maryam bakery.

Pondok Tahfiz Milenial Ashqaf & Maryam College memiliki fokus yang kuat pada pendekatan pembelajaran yang inovatif, integrasi teknologi digital, dan adaptasi dengan kebutuhan pembelajaran di era digital. Mereka menyadari bahwa generasi milenial dan generasi Z sangat terpapar dengan teknologi digital, oleh karena itu pondok inimengadopsi pendekatan yang sesuai untuk menarik minat dan memfasilitasi pembelajaran Al-Qur'an yang efektif. Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran Al-Qur'an memiliki dampak yang signifikan. Berikut ini beberapa tinjauan tentang dampak penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran Al-Qur'an:

 

1.       Aksesibilitas yang Meningkat

Penggunaan teknologi digital memungkinkan akses yang lebih mudah dan luas terhadap materi Al-Qur'an. Siswa dapat mengakses berbagai aplikasi mobile,

platform online, dan sumber belajar digital yang menyediakan konten Al-Qur'an, tafsir, bacaan, dan hafalan, hal ni memperluas peluang bagi siswa untuk mempelajari Al-Qur'an tanpa batasan geografis (Mu�ammar, 2019).

2.      Pengayaan Pengalaman Pembelajaran

Teknologi digital membawa pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Aplikasi mobile dan platform online menyediakan fitur multimedia, video animasi, grafis interaktif, dan audio yang memperkaya pemahaman siswa tentang Al-Qur'an. Dengan penggunaan teknologi digital, siswa dapat menjelajahi konten Al-Qur'an secara visual dan auditif, meningkatkan daya tarik pembelajaran (Fahyuni, 2017).

3.      Pemantauan dan Evaluasi yang Lebih Baik

Teknologi digital memungkinkan pengajar atau tutor untuk melacak dan memantau kemajuan siswa dalam mempelajari Al-Qur'an. Aplikasi dan platform online menyediakan fitur pelacakan progres, ujian atau kuis interaktif, dan evaluasi secara langsung. Dengan ini, pengajar dapat memberikan umpan balik yang cepat dan tepat kepada siswa, serta menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan individu (Mambu et al., 2023).

4.      Kolaborasi dan Komunitas Pembelajaran

Teknologi digital memungkinkan siswa untuk terhubung dengan sesama pembelajar Al-Qur'an di seluruh dunia melalui forum online, grup diskusi, atau media sosial. Hal ini menciptakan kesempatan untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan mendapatkan inspirasi dari individu lain yang memiliki minat yang sama. Siswa dapat membangun komunitas pembelajaran yang saling mendukung dan memperluas jaringan sosial mereka.

5.      Fleksibilitas Waktu dan Tempat

Teknologi digital memungkinkan pembelajaran Al-Qur'an dapat dilakukan secara fleksibel sesuai dengan jadwal siswa. Mereka dapat memilih waktu belajar yang sesuai dengan kegiatan lainnya dan mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja melalui perangkat mobile atau komputer. Ini memberikan kebebasan kepada siswa untuk mempelajari Al-Qur'an sesuai dengan ritme mereka sendiri.

 

Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College memainkan peran yang signifikan dalam mempromosikan pembelajaran Al-Qur'an di era digital, dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana, pondok tahfidz ini berhasil mempromosikan pembelajaran Al-Qur'an secara lebih luas kepada masyarakat. Berikut beberapa poin yang menunjukkan peran penting yang dimainkan oleh Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College:

1.       Website

Pondok Tahfidz ini telah mengembangkan website https://ashqafmillenial.id/ yang menyediakan informasi mengenai pengumuman, agenda dan acara pondok mengenai pembelajaran Al-Qur'an. Melalui platform ini, santri maupun masyarakat umum dapat dengan mudah mengetahui dan juga mengikuti kegiatan pembelajaran Al-qur�an.

2.      Media Sosial

Pondok Tahfidz Ashqaf & Maryam College juga menggunakan media sosial sebagai sarana untuk promosi pembelajaran Al-Qur'an, dengan memanfaatkan platform seperti Facebook, Instagram, dan YouTube, pondok ini dapat menjangkau audiens yang lebih besar dan mendapatkan eksposur yang lebih luas. Konten-konten yang dibagikan melalui media sosial ini dapat memotivasi dan menginspirasi siswa dalam mempelajari Al-Qur'an.

Teknologi digital yang dimanfaatkan pondok Tahfidz ini mampu menghubungkan siswa dan pengajar Al-Qur'an secara virtual. Pondok ini dapat mengadakan kelas online, konsultasi virtual, dan berbagai kegiatan pembelajaran lainnya. Hal ini memungkinkan siswa dari berbagai lokasi untuk terlibat dalam pembelajaran Al-Qur'an tanpa batasan geografis. Dalam hal ini, Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College telah mengambil langkah yang progresif dalam mempromosikan pembelajaran Al-Qur'an di era digital. Dengan memanfaatkan teknologi digital, mereka dapat mencapai audiens yang lebih luas, memfasilitasi keterhubungan siswa dan pengajar, dan menyediakan akses mudah ke materi pembelajaran Al-Qur'an. Melalui upaya ini, pondok tahfidz ini memberikan kontribusi nyata dalam memperluas pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Qur'an di kalangan masyarakat, khususnya generasi milenial.

Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College dihadapkan pada tantangan dalam mempromosikan pembelajaran Al-Qur'an di era digital. Tantangannya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama di daerah yang memiliki akses internet terbatas atau tidak stabil. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk mengakses platform online atau aplikasi mobile dengan lancar. Namun, di tengah tantangan tersebut, juga terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College yakni dengan teknologi digital, Pondok Tahfidz Milenial dapat memberikan akses yang lebih luas ke materi pembelajaran Al-Qur'an kepada siswa di berbagai lokasi geografis. Hal ini memungkinkan mereka untuk memperluas dampak pembelajaran Al-Qur'an di tingkat yang lebih global.

Pada era digital yang terus berkembang, Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College memiliki peluang untuk terus beradaptasi dengan perubahan tren teknologi dengan memperbarui infrastruktur dan melatih staf dalam penggunaan teknologi terbaru, pondok in dapat memperluas kemampuan pembelajaran Al-Qur'an mereka dan tetap relevan dalam dunia digital. Upaya menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ini, Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College dapat terus mempromosikan pembelajaran Al-Qur'an dengan cara yang inovatif, terjangkau, dan efektif di era digital.

 

KESIMPULAN

Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College memiliki peran yang signifikan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan dan memperluas pembelajaran Al-Qur'an. Dengan menggunakan platform online seperti website dan media sosial, pondok tahfidz ini berhasil mencapai audiens yang lebih luas, memberikan akses yang mudah bagi siswa dan pengajar Al-Qur'an, memfasilitasi interaksi virtual, dan menyebarkan pesan dakwah yang relevan. Pendekatan inovatif ini memungkinkan Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mempromosikan pembelajaran Al-Qur'an secara efektif di era digital.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Afif, Nur. (2019). Pengajaran dan pembelajaran di era digital. IQ (Ilmu Al-Qur�an): Jurnal Pendidikan Islam, 2(01), 117�129.

 

Dahlan, Zaini. (2018). Modernisasi Pendidikan Islam: Sketsa Pesantren. ANSIRU PAI: Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam, 2(2), 1�13.

 

Fauziyyah, Alfi, Ulfiah, Ulfiah, & Hidayat, Ila Nurlaila. (2018). Efektivitas Metode Tamyiz terhadap Memori dalam Mempelajari Alquran pada Santri Pondok Pesantren Quran. Jurnal Psikologi Islam Dan Budaya, 1(1), 37�52.

 

Hanafi, Yusuf, Fil, M., Murtadho, Nurul, Ikhsan, M. Alifudin, Saefi, Muhammad, & Diyana, Tsania Nur. (2019). Literasi Al-Qur�an: Model Pembelajaran Tahsin-Tilawah Berbasis Talqin-Taqlid. Delta Pijar Katulistiwa.

 

Kariyanto, Hendi. (2019). Peran pondok pesantren dalam masyarakat modern. Edukasia Multikultura, 1(1), 15�30.

 

Maimun, Muhammad Halim, Maulana, Huda Kurnia, Rahman, Ahmada Auliya, & Utomo, Ihsan Cahyo. (2022). Pemanfaatan Digital Marketing Pada Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur�an Ath-Thohiriyah Muhammadiyah. Abdi Psikonomi, 63�69.

 

Maskur, Maskur. (2021). Tradisi Semaan Al-Quran Di Pondok Pesantren. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 68�82.

 

Nasution, Nindi Aliska. (2020). Lembaga Pendidikan Islam Pesantren. Al-Muaddib: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Keislaman, 5(1), 36�52.

 

Prayoga, Ari, Noorfaizah, Rizqia Salma, Suryana, Yaya, & Sulhan, Mohammad. (2019). Manajemen Pembelajaran Tahfidzul Quran Berbasis Metode Yaddain Di Mi Plus Darul Hufadz Sumedang. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 140�156.

 

Sugiyono, P. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (D. Sutopo. S. Pd, MT, Ir. Bandung: Alfabeta.

 

Watini, Sri. (2023). Teknologi Media Promosi Baligho dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Qur�an Pada Pendidikan SMP. Technomedia Journal, 8(1SP), 46�56.