Dio Ariza Kelana, Agung Wibowo, Dwiningtyas Padmaningrum
Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Wisata (Studi Kasus Kecamatan Jenawi
Kabupaten Karanganyar)
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 3, Maret 2022 296
3. Dampak Lingkungan
Pembangunan kawasan desa wisata di Kecamatan Jenawi memberikan dampak
positif dan negatif terhadap lingkungan. Dampak positif yang timbul adalah masyarakat
mendapat bantuan infrastruktur perbaikan jalan dari pemerintah untuk seluruh wilayah
Kecamatan Jenawi yang menuju ke kawasan objek wisata, selain itu lingkungan juga
makin rapi dan lebih indah karena adanya penataan wilayah kawasan wisata. Dampak
negatif dalam aspek lingkungan dari pembangunan kawasan wisata adalah desa semakin
ramai sehingga mulai adanya polusi udara dari wisatawan.
KESIMPULAN
Pemberdayaan masyarakat yang ada di kawasan desa wisata Kecamatan Jenawi
dilakukan di tingkat individu, kelompok dan organisasi atau kelembagaan. Pemberdayaan
dimulai dari tahap penyadaran, menunjukkan adanya masalah, membantu pemecahan
masalah, menunjukkan pentingnya perubahan, melakukan pengujian, memproduksi dan
publikasi informasi serta pembangunan berbasis masyarakat sehingga tercapailah tujuan
pembangunan desa wisata yang ingin mensejahterakan masyarakat di Kecamatan Jenawi,
Kabupaten Karanganyar.
Partisipasi masyarakat Kecamatan Jenawi dalam pembangunan desa wisata di
Kecamatan Jenawi tergolong sangat aktif dimulai dari tahap perencanaan hingga tahap
implementasi tercermin dengan masyarakat yang membuka warung di sekitar objek wisata,
masyarakat yang menjadi tukang parkir, pedagang keliling, serta masyarakat yang
menyediakan penginapan bagi wisatawan yang membutuhkan.
Dampak yang timbul dengan adanya pembangunan kawasan desa wisata di Kecamatan
Jenawi di bidang ekonomi sangat positif karena membuka lapangan pekerjaan yang luas.
Dampak di bidang sosial budaya ada dampak positif dan dampak negatif, dampak positif
tumbuhnya rasa untuk gotong royong dan bekerjasama yang semakin menyatukan
masyarakat, kemudian adanya perkembangan budaya serta usaha perlindungan terhadap
budaya lokal, untuk dampak negatifnya yaitu menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal, dan
perusakan terhadap cagar budaya. Dampak yang timbul di bidang lingkungan ada positif dan
ada negatif, dampak positifnya adalah infrastruktur jalan diperbaiki dan desa menjadi lebih
tertata rapi, dampak negatifnya adalah mulai adanya pencemaran udara.
BIBLIOGRAFI
Barnett, Robert C., & Weidenfeller, Nancy. (2016). The Dynamics Of Planned Organizational
Change. Consultation For Organizational Change (Revisited), 3–28. Google Scholar
DA, Nur Rahmat Ardi Candra. (2020). Branding: Video-Foto Instagramable Bagi Pokdarwis
Dharma Jati & Komunitas Seni Thinthir Dalam Pengembangan Desa Wisata
“ABS”(Alam–Budaya–Spiritual) Di Desa Anggrasmanis, Kabupaten Karanganyar. Abdi
Seni, 11(1), 63–74. Google Scholar
Dewi, Made Heny Urmila. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi
Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Jurnal Kawistara, 3(2).
Google Scholar
Dita, Almira, Kusumawati, Andriani, & Sos, S. (2021). Implementasi Community Based
Tourism (Cbt) Dalam Mewujudkan Program Visit Sumenep 2018 Untuk Mendukung
Sustainable Tourism (Studi Pada Kelompok Sadar Wisata Gili Labak, Kabupaten
Sumenep. Universitas Brawijaya. Google Scholar
Frensya Latuasan, Windri. (2019). Pengembangan Produk Wisata Di Pantai Hunimua Desa
Liang Kabupaten Maluku Tengah. Google Scholar
Indrawan, Surya Nur. (2020). Perancangankampanye Keselamatan Pendakiandalam Gerakan
Salam Safety Di Gunung Lawu Jalur Cemoro Sewu. ISI Surakarta. Google Scholar
Oktaviarni, Firya. (2018). Perlindungan Hukum Terhadap Wisatawan Menurut Undang-
Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Wajah Hukum, 2(2), 138–145.
Google Scholar
Pangestuti, Anggun. (2020). Peran Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Rokan