MENINGKATKAN MOTIVASI DAN
KEMAMPUAN SISWA KELAS XI IPS SMA
NEGERI 1 CIGUGUR DALAM MENYUSUN PROPOSAL MELALUI
PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOTEKSTUAL
SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Kuningan – Jawa Barat
sri.kmlsr@gmail.com
|
Received : 04-08-2022 |
Accepted : 13-08-2022 |
Published : 26-08-2022 |
|
|
Abstract |
|||
|
Keywords: Motivation, Learning Process, Contextual |
The research began with the researcher's observation as a
teacher of Indonesian subjects at SMA Negeri 1 Cigugur,
Kuningan Regency on 26 students of class XI IPS-2
at the end of semester 1 of the 2020/2021 academic year, which concluded that
the ability of students in that class in Indonesian subjects did not achieve
the ideal minimum class completeness, this was presumably because the
motivation of students during the learning process was not strong which had
an impact on their low ability after the learning process. Seeing this, the
authors are looking for a way out so that students' motivation during the
learning process is very strong so that their abilities after the learning
process reach the ideal minimum classical completeness criteria set at 85% based
on the concept of complete learning (Mastery Learning). For this reason, the
authors conducted Classroom Action Research (CAR) on the use of Contextual
learning approaches in learning Indonesian in the classroom, with research
problems: Can the use of Contextual learning approaches increase students'
motivation and ability in Compiling a Proposal. Through research in 2 cycles,
each cycle consisting of the stages of planning, implementing, observing, and
reflecting which took place in January and February 2021, with the subject of
the research action being 26 students of class XI IPS-2, SMA Negeri 1 Cigugur, concluded that the use of the Contextual
learning approach can significantly increase students' motivation and ability
in preparing proposals, namely student motivation has increased from strong
enough to very strong, students' abilities have increased from incomplete to
complete and the significance test of increasing students' motivation and
abilities at the 1% level shows t count < t table. From the results of
this study, it can be suggested that teachers, both Indonesian language
teachers and other subject teachers, should immediately start trying to use a
Contextual learning approach as an effort to increase students' motivation
and abilities. |
||
|
Abstrak |
|||
|
Kata kunci: Motivasi, Proses Belajar, Konstektual. |
Penelitian
berawal dari pengamatan peneliti sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia
di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Kuningan terhadap 26 siswa kelas XI IPS-2
pada akhir semester-1 tahun pelajaran 2020/2021, yang menyimpulkan bahwa kemampuan siswa di kelas tersebut
dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak mencapai ketuntasan kelas
minimal ideal, hal ini diduga
karena motivasi siswa selama proses pembelajaran kurang kuat yang berdampak
terhadap rendahnya kemampuan mereka setelah proses pembelajaran. Melihat hal itu penulis
mencari jalan keluar agar motivasi siswa selama proses pembelajaran sangat
kuat sehingga kemampuan mereka setelah proses pembelajaran mencapai kriteria
ketuntasan klasikal minimal ideal yang ditetapkan sebesar 85 % berdasarkan konsep
belajar tuntas (Mastery Learning). Untuk itu
penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tentang penggunaan
pendekatan pembelajaran Kontekstual pada pembelajaran Bahasa Indonesia di
kelas tersebut, dengan permasalahan penelitian : Apakah dengan penggunaan
pendekatan pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan
siswa dalam Menyususn Sebuah Proposal. Melalui
penelitian dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari tahapan
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang berlangsung dalam
bulan Januari dan Pebruari 2021, dengan subjek tindakan penelitian adalah 26
siswa kelas XI IPS-2, SMA Negeri 1 Cigugur,
menyimpulkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual
dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam Menyusun Proposal
dengan signifikan, yakni motivasi siswa mengalami peningkatan dari cukup kuat
menjadi sangat kuat, kemampuan siswa meningkat dari belum tuntas menjadi
tuntas dan uji signifikansi peningkatan motivasi dan kemampuan siswa pada
taraf 1 % menunjukan t hitung < t tabel. Dari hasil penelitian ini
dapat disarankan agar para guru, baik guru mata pelajaran Bahasa Indonesia
maupun guru mata pelajaran lain supaya segera mulai mencoba menggunakan
pendekatan pembelajaran Kontekstual sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi
dan kemampuan siswa |
||
Corresponding
Author: Sri Komalasari
E-mail: sri.kmlsr@gmail.com
PENDAHULUAN
Pedoman resmi dalam melaksanakan
proses pembelajaran adalah Permendikbud nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan, dengan
demikian proses pembelajaran
setiap mata pelajaran termasuk mata pelajaran Bahasa Indonesia harus mengacu kepada
Standar Proses(Mustafa, 2021).
Dalam hal ini pemerintah
mengeluarkan kebijakan tentang penyusunan perangkat pembelajaran sebagai bentuk pelaksanaan kurikulum harus dibuat oleh guru, dimana guru diberi kewenangan untuk merumuskan tujuan, proses dan penilaian pembelajaran melalui penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Proses pembelajaran sangat tergantung kepada pendekatan pembelajaran yang digunakan (Dewi, 2018). Oleh karena
itu guru harus cermat dan seksama dalam menganalisis berbagai faktor dan komponen pendukung terlaksananya proses pembelajaran
yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu guru harus kreatif dalam
memilih pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan di mana guru tersebut mengajar, karakterisristik
siswa, dan materi pembelajaran yang akan disampaikan(Alwi, 2017).
Pemilihan dan penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat oleh guru diharapkan dapat membuat siswa termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran, sehingga setelah proses pembelajaran siswa memiliki kemampuan yang sesuai dengan yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran,
yaitu mencapai atau melebihi Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan
sebelumnya (Mawaddah & Maryanti, 2016).
Itulah yang menjadi harapan ( das sollen ), tetapi secara
empiris ( das
sein ) kita tidak bisa menutup
mata bahwa pelaksanaan proses pembelajaran
di kelas terjadi dari dulu sampai
sekarang masih berjalan dengan cara konvensional, walaupun telah dilakukan berbagai perubahan kurikulum, pelatihan, dan penataran bagi para guru, pengawas dan para
pejabat pemangku pendidikan(Mulyasa, 2021).
Hal ini tampak
pada kebanyakan guru selama
ini dalam mengajar termasuk di dalamnya penulis sendiri sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, tidak mau repot sehingga cukup dengan menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang didominasi dengan metode ceramah
di mana siswa selalu dikondisikan untuk menerima informasi apa adanya, sehingga siswa cenderung
pasif dan menunggu informasi tanpa berusaha menemukan informasi tersebut dengan cara
lain,
hal ini menunjukan
bahwa motivasi siswa selama mengikuti
proses pembelajaran kurang kuat yang akan berdampak kepada rendahnya kemampuan siswa setelah mengikuti
proses pembelajaran, yaitu tidak memenuhi KKM yang ditetapkan(Chairhany, 2020).
Penulis sebagai guru
mata pelajaran
Bahasa Indonesia di kelas XI IPS-2 SMA Negeri 1 Cigugur, melihat kemampuan siswa kelas tersebut dalam mata pelajaran
Bahasa Indonesia sangat rendah, yaitu
tidak memenuhi kiriteria ketuntasan minimum klasikal ideal sebesar 85 % sebagaimana diatur dalam konsep belajar
tuntas (mastery
learning) (Suciana, 2016). Keadaan ini dapat dilihat
dari hasil Penilaian Akhir Semester (PAS) semester ganjil,
tahun pelajaran 2020/2021 sebagai berikut.
Tabel 1. Hasil Penilaian
Akhir Semester Ganjil Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Kelas XI IPS-2 Tapel
2020/2021
|
RENTANG
NILAI |
BANYAK
SISWA |
KETUNTASAN |
|
31 – 41 |
2 |
Tidak Tuntas |
|
42 – 52 |
4 |
Tidak Tuntas |
|
53 – 63 |
5 |
Tidak Tuntas |
|
64 – 74 |
8 |
Tidak Tuntas |
|
75 – 85 |
7 |
Tuntas |
|
Ketuntasan Klasikal |
26,92 % |
Tidak Tuntas |
Data di atas menggambarkan
bahwa kemampuan siswa kelas XI IPS-2 dalam mata pelajaran
Bahasa Indonesia masih jauh
dari harapan, yakni belum mencapai
kriteria ketuntasan minimal klasikal ideal sebesar 85 %. Diduga hal ini terjadi
karena motivasi siswa yang kurang kuat selama mengikuti
proses pembelajaran, yang disebabkan
oleh pemilihan dan penggunaan
pendekatan pembelajaran
yang kurang tepat oleh guru
mata pelajaran.
Tujuan penelitian ini secara umum, untuk menguji
pengaruh penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual terhadap peningkatan motivasi dan kemampuan siswa. Sedangkan secara khusus, untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa kelas XI-IPS-2 SMA Negeri 1
Cigugur dalam Menyusun
Proposal.
Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa, karena sebagaimana
dijelaskan oleh (Novtiar & Aripin, 2017) bahwa pendekatan pembelajaran yang
digunakan guru dalam proses pembelajaran di kelas memiliki korelasi positif dengan motivasi siswa dalam mengikuti
proses pembelajaran (Ariati, 2017).
Penulis meyakini penggunan pendekatan pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan meningkatlan kemampuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, sebab pendekatan pembelajaran (Wahyuningtyas & Kristin, 2021). Kontekstual
bertujuan membantu
siswa dalam memahami materi pembelajaran, dengan cara mengaitkannya dengan konteks
kehidupan mereka sehari-hari baik konteks pribadi, sosial ataupun kultural, sehingga siswa memiliki sikap, pengetahuan
dan keterampilan yang dinamis dan
fleksibel dengan cara mengkonstruksi sendiri
secara aktif
(Maryati & Priatna, 2017).
Selain itu pendekatan Kontekstual sejalan dan mendukung terhadap pelaksanaan pendekatan
pembelajaan Scientific sebagaimana dianjurkan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, yaitu pendekatan pembelajaran
yang memiliki ciri 5M, dimana menuntut siswa dalam proses pembelajaran untuk melakukan aktivitas : mengamati, menanyakan, memikirkan, mencoba dan menjelaskan (Nurdyansyah & Fahyuni, 2016)
Juga pada pelaksanaan Kurikulum 2013 sudah menjadi
keharusan setiap guru mata pelajaran untuk beralih dari
penggunaan pendekatan pembelajaran tekstual ke penggunaan pendekatan
pembelajaran kontekstual,
yang mengharuskan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (Kemendikbud :
2013).
METODE PENELITIAN
Objek tindakan
penelitian adalah peningkatan
motivasi dan kemampuan siswa kelas XI IPS-2, SMA Negeri
1 Cigugur dalam Menyusun Proposal, melalui penggunaan pendekatan Kontekstual. Jadi variabel bebas
adalah penggunaan pendekatan Kontekstual dan variabel terikat adalah peningkatan
motivasi dan kemampuan siswa (Arsyad, Sulfemi, & Fajartriani, 2020). Subjek pelaku tindakan adalah penulis yang bertugas sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tersebut, dan yang menjadi subjek penerima tindakan adalah semua siswa
kelas XI IPS-2,
SMA Negeri 1 Cigugur sebanyak
26 orang.
SMA Negeri 1 Cigugur berlokasi
di Jalan Sukamulya No. 12 Kabupaten
Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sekolah ini berada di bawah
binaan Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Barat. Pada tahun pelajaran 2020/2021 memiliki 18 rombel dengan jumlah
siswa sebanyak 720 orang,
yang terdiri dari kelas X, kelas XI dan kelas XII, yang masing-masing kelas
terdiri dari 6 rombel. Guru SMA Negeri 1 Cigugur
sebanyak 37 orang dan dalam
tahun pelajaran ini, penulis bernama
SRI KOMALASARI, SPd. mendapat
tugas mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Penelitian ini bersifat kolaboratif,
karena penulis dibantu oleh rekan penulis sebagai mitra kerja, yang masing-masing ditugaskan sebagai pengamat dan juru photo. Prosedur penelitian mengikuti prosedur penelitian tindakan, yang terdiri dari tahapan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi (Aqib & Chotibuddin, 2018). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan, yaitu penelitian eksperimen kualitatif berulang dan berkelanjutan, karena peneliti mencermati selama proses dan akibat dari tindakan, sehingga diperoleh informasi yang mantap tentang dampak dari tindakan yang dilakukan (Arikunto, 2021)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian hanya berlangsung dalam dua siklus,
karena pada siklus ke-2 penelitian sudah berhasil, yaitu pada siklus ke-2 penelitian telah memenuhi 4 kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Kegiatan secara umum dari
kedua siklus untuk tiap tahapan
penelitian dirangkum seperti tampak pada tabel berikut:
Tabel 2. Kegiatan Tiap Tahapan Penelitian
|
TAHAPAN |
KEGIATAN |
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Penjelasan Tiap Siklus
a.
Kegiatan Siklus Ke-1, meliputi :
1) Perencanaan : dilaksanakan dalam minggu ke-2 bulan Januari 2021, pada tanggal 11 Januari 2021, yang meliputi : Menganalisis kemampuan siswa akhir semester ganjil tapel 2020/2021; Meminta izin untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas; Menjelaskan kepada para siswa, bahwa proses pembelajaran selanjutnya akan menggunakan pendekatan Kontekstual; Menunjuk pengamat dan juru photo; Menyusun kelompok belajar siswa; Membuat instrumen Pengamatan Motivasi Siswa (PMS); Menyusun RPP berbasis pendekatan pembelajaran Kontekstual, disertai dengan soal Tes Kemampuan Siswa (TKS), kunci jawaban dan pedoman penilaian.
2)
Pelaksanaan : dilaksanakan dalam minggu ke-2 dan ke-3 bulan Januari 2021, pada tanggal 12, 14, 19 dan 21 Januari
2021. Kegiatan ini berlangsung pada jam pelajaran
Bahasa Indonesia di kelas XI IPS-2, yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan RPP yang telah disiapkan, dan mencatat kehadiran siswa peserta pembelajaran.
3)
Pengamatan
: dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan, yaitu melaksanakan pengamatan motivasi siswa secara kelompok selama pembelajaran oleh pengamat dengan menggunakan lembar PMS, dan mengambil gambar beberapa kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran dan saat berlangsungnya TKS oleh juru
photo.
4) Refleksi : dilaksanakan dalam minggu ke-2, ke-3 dan ke-4 bulan Januari 2021, pada tanggal 15,
16, 22, 23 dan 26 Januari 2021, yang meliputi : Peneliti dan pengamat membicarakan kekurangan dan kelebihan dari pembelajaran yang telah
dilaksanakan; Mencatat hasil pengamatan motivasi siswa pada lembar data motivasi siswa; Menganalisis data motivasi siswa; Melaksanakan TKS, pada tanggal 26 Januari 2021 pada jam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas
XI IPS-2 dan mencatat kehadiran peserta
TKS; Mengoreksi lembar
jawaban peserta TKS; Mencatat hasil TKS pada lembar data kemampuan siswa; Menganalisis data kemampuan
siswa; Menarik Kesimpulan
dan membuat rencana tindak lanjut.
b.
Kegiatan Siklus Ke-2, meliputi :
1) Perencanaan
: dilaksanakan dalam
minggu ke-4 bulan Januari 2021 pada tanggal 27, yaitu : Menyusun RPP berbasis pendekatan pembelajaran Kontekstual, disertai dengan soal TKS, kunci jawaban dan pedoman penilaian.
2)
Pelaksanaan
: dilaksanakan dalam
minggu ke-4 bulan Januari 2021 pada tanggal 28 Januari 2021, dan minggu ke-1 dan
ke-2 bulan Pebruari 2021
pada tanggal 2, 4, dan 9 Pebruari
2021. Kegiatan ini berlangsung pada jam pelajaran
Bahasa Indonesia di kelas XI IPS-2, yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan
RPP yang telah disiapkan dan mencatat kehadiran peserta pembelajaran.
3) Pengamatan : dilaksanakan bersamaan
dengan tahap pelaksanaan, yaitu melaksanakan pengamatan motivasi siswa secara kelompok
selama pembelajaran oleh pengamat dengan menggunakan lembar PMS.
4) Refleksi : dilaksanakan dalam minggu ke-4 bulan Januari 2021 pada tanggal 29 dan
30, minggu ke-1 dan ke-2 bulan
Pebruari 2021 pada tanggal
5, 6, dan 11 Pebruari, yang meliputi
: Peneliti dan pengamat membicarakan kekurangan dan kelebihan dari pembelajaran yang telah
dilaksanakan; Mencatat hasil pengamatan motivasi siswa lembar data motivasi siswa; Menganalisis data
motivasi siswa; Melaksanakan TKS, pada tanggal 11 Pebruari 2021 pada jam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI IPS-2, dan mencatat kehadiran siswa peserta TKS; Mengoreksi lembar jawaban peserta TKS; Mencatat hasil TKS pada lembar data kemampuan siswa; Menganalisis data kemampuan siswa; Membuat tabel distribusi “ t “; Menguji signifikansi peningkatan motivasi dan kemampuan siswa; Menarik kesimpulan; Meminta surat keterangan telah melaksanakan penelitian; Melakukan persiapan dan melaksanakan seminar hasil penelitian.
2.
Analisis Data
a. Analisis Data Siklus Ke-1
Pada siklus ke-1 motivasi siswa baru mencapai
skor sebesar 650 atau 72,22 % dengan predikat cukup kuat, maka kriteria
ke-1 keberhasilan penelitian
belum terpenuhi, dan kemampuan siswa baru mencapai : Jumlah skor sebesar 1924 dengan rata-rata sebesar 74; Banyaknya siswa yang sudah tuntas sebanyak 19 orang, maka
tingkat kemampuan siswa baru mencapai
73,08 % dengan predikat belum tuntas, sehingga kriteria ke-2 keberhasilan penelitian belum terpenuhi.
Dari hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada siklus ke-1 penelitian tindakan kelas belum berhasil, tetapi jauh lebih
baik dari kondisi awal sebelum
dilakuan tindakan penelitian kelas, sehingga penelitian harus dilanjutkan dengan penelitian tindakan kelas siklus ke-2.
b. Analisis Data Siklus Ke-2
Pada siklus ke-2 motivasi siswa sudah mencapai skor sebesar 860 atau 95,65 % dengan predikat sangat kuat, sehingga kriteria ke-1 keberhasilan penelitian sudah terpenuhi. Kemampuan siswa telah mencapai : Jumlah skor sebesar 2002 dengan rata-rata sebesar 77; Banyaknya siswa yang sudah tuntas sebanyak 23 orang, maka
tingkat kemampuan siswa sebesar 88,46 % dengan predikat sudah tuntas, sehingga kriteria ke-2 keberhasilan penelitian sudah terpenuhi.
Dari hasil analisis data tersebut, disimpulakan pada siklus ke-2 penelitian sudah memenuhi kriteria ke-1 dan ke-2 keberhasilan
penelitian, sehingga analisis data harus dilanjutkan dengan uji signifikasi peningkatan motivasi dan kemampuan siswa
c. Uji Signifikansi Peningkatan Motivasi Siswa
Hasil uji signifikansi peningkatan motivasi siswa dari siklus ke-1 ke siklus ke-2, diperoleh : nilai t = - 7,94 dan nilai t (0,995)(8) = 3,36, maka nilai t < nilai t (0,995)(8). Jadi pada taraf signifikansi 1 % motivasi siswa meningkat dengan signifikan dari siklus ke-1 ke siklus ke-2. Maka kriteria ke-3 keberhasilan penelitian terpenuhi
d. Uji Signifikansi Peningkatan Kemampuan Siswa
Hasil uji signifikansi peningkatan kemampuan siswa dari siklus ke-1 ke siklus ke-2, diperoleh : nilai t = - 1,32
dan nilai t (0,995) (50) = 2,68. Maka nilai t < nilai
t (0,995) (50). Jadi pada taraf signifikansi 1 % kemampuam siswa meningkat dengan signifikan dari siklus ke-1 ke siklus ke-2. Maka kriteria ke-4 keberhasilan penelitian sudah terpenuhi.
Dari hasil analisis data siklus ke-2 dan hasil uji ignifikansi peningkatan motivasi dan kemampuan siswa, diperoleh bahwa 4 (empat) kriteria keberhasilan penelitian telah terpenuhi, jadi penelitian sudah berhasil pada siklus ke-2, sehingga penelitian tidak perlu dilanjutkan
dengan siklus ke-3.
3.
Pembahasan dan Pengambilan Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dapat ditarik pembahasan dan pengambilan kesimpulan, berikut:
a. Peningkatan motivasi siswa dari kedua
siklus dan hasil uji signifikansi disajikan dalam bentuk tabel
tampak di bawah ini :
Tabel 3. Peningkatan Motivasi Siswa
|
Motivasi Siswa |
Siklus Ke-1 |
Siklus Ke-2 |
Keterangan |
|
Skor |
650 |
860 |
Meningkat |
|
Tingkat |
72,22 % |
95,56 % |
Meningkat |
|
Predikat |
Cukup Kuat |
Sangat Kuat |
Meningkat |
|
Nilai T |
- 8,94 |
Nilait < T (0,995)(6) Meningkat Dengan Signifikan |
|
|
T (0,995)(8) |
3,36 |
||
Tabel di atas menunjukan bahwa motivasi siswa selama proses pembelajaran tentang Menyusun
Proposal yang menggunakan pendekatan
Kontekstual, mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus ke-1 ke siklus ke-2. Peningkatan itu bila digambarkan dalam bentuk diagram tampak sebagai berikut:
|
Cukup Kuat |
Sangat
Kuat |
|
|
|
|
|
||
|
|
|
||
|
Kurang
Kuat |
|
|
|
|
|
|||
|
Sebelumnya Sikls
Ke-1 Siklus
Ke-2 |
||||
Gambar 1.
Diagram peningkatan motivasi
siswa
b.
Peningkatan kemampuan siswa dan hasil uji signifikansi dari kedua siklus
bila disajikan dalam bentuk tabel
tampak sebagai berikut:
c.
Tabel 4. Peningkatan Kemampuan Siswa
|
Kemampuan Siswa |
Siklus-1 |
Siklus-2 |
Keterangan |
|
Siswa Yang Tuntas |
19 |
23 |
Meningkat |
|
Tingkat Kemampuan |
73,08 % |
88,46 % |
Meningkat |
|
Predikat |
Belum Tuntas |
Sudah Tuntas |
Meningkat |
|
Nilai T |
- 1,32 |
Nilai T < T (0,995)(50) Meningkat Dengan Signifikan |
|
|
T (0,995)(50) |
2,68 |
||
Dari tabel di atas, jelas bahwa kemampuan
siswa setelah
proses pembelajaran tentang Menyusun Proposal yang menggunakan
pendekatan Kontekstual, mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus ke-1 ke siklus ke-2. Peningkatan itu dapat digambarkan
dalam bentuk diagram berikut.
|
|
73,08 % |
88,46
% |
|
|
|
|
|
|||
|
|
|
|||
|
26,92
% |
|
|
|
|
|
|
||||
|
Sebelumnya Sikls
Ke-1 Siklus
Ke-2 |
||||
Gambar 2.
Diagram peningkatan kemampuan
siswa
Dari pembahasan di atas menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa selama proses
pembelajaran tentang
Menyusun Proposal dan meningkatkan kemampuan siswa dalam Menyusun Proposal dengan signifikan setelah proses pembelajaran.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengumpulan data, analisis data, dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan
bahwaHal ini dibuktikan dengan adanya : Peningkatan motivasi siswa dari siklus ke-1 dengan predikat cukup kuat menjadi sangat kuat pada siklus ke-2, dan hasil
uji signifikansi peningkatan motivai
siswa pada taraf 1 % yang menunjukkan bahwa t hitung < t tabel. Peningkatan kemampuan siswa dari siklus ke-1 dengan predikat belum tuntas menjadi sudah tuntas
pada siklus ke-2, dan hasil
uji signifikansi peningkatan
kemampuan siswa pada taraf 1 % yang menunjukkan bahwa t hitung < t tabel.. Kesimpulan di atas menunjukan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual berpengaruh terhadap peningkatan motivasi siswa selama proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan siswa setelah proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan
pendapat Muhamad Dama
(2013) bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran memiliki korelasi positif dengan hasil belajar siswa.
BIBLIOGRAFI
Alwi, Said. (2017). Problematika
guru dalam pengembangan media pembelajaran. ITQAN: Jurnal Ilmu-Ilmu
Kependidikan, 8(2), 145–167.
Aqib, Zainal, &
Chotibuddin, M. (2018). Teori dan Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas:(PTK).
Deepublish.
Ariati, Jati. (2017).
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Metode Pembelajaran Kontekstual Dengan
Motivasi Belajar Biologis Siswa Kelas XI IPA SMA I Pangkalan Kerinci Riau. Jurnal
Psikologi Universitas Diponegoro.
Arikunto, Suharsimi.
(2021). Penelitian tindakan kelas: Edisi revisi. Bumi Aksara.
Arsyad, Arsyad, Sulfemi,
Wahyu Bagja, & Fajartriani, Tia. (2020). Penguatan Motivasi Shalat Dan
Karakter Peserta Didik Melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Pada Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 6(2),
185–204.
Chairhany, Sitie.
(2020). Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika melalui Model
Pembelajaran Koperatif Teams-Games-Tournament (TGT) Siswa Kelas XI Akuntansi
SMK Negeri 1 Tembilahan. Asatiza: Jurnal Pendidikan, 1(3),
310–316.
Dewi, Erni Ratna.
(2018). Metode Pembelajaran Modern Dan Konvensional Pada Sekolah Menengah Atas.
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, Dan Pembelajaran, 2(1),
44–52.
Maryati, Iyam, &
Priatna, Nanang. (2017). Integrasi nilai-nilai karakter matematika melalui
pembelajaran kontekstual. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(3),
333–344.
Mawaddah, Siti, &
Maryanti, Ratih. (2016). Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP dalam
pembelajaran menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning). Edu-Mat:
Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1).
Mulyasa, H. E. (2021). Menjadi
guru penggerak merdeka belajar. Bumi Aksara.
Mustafa, Pinton Setya.
(2021). Problematika Rancangan Penilaian Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
dalam Kurikulum 2013 pada Kelas XI SMA. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(1),
184–195.
Novtiar, Chandra, &
Aripin, Usman. (2017). Meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan
kepercayaan diri siswa SMP melalui pendekatan open ended. Prisma, 6(2),
119–131.
Nurdyansyah,
Nurdyansyah, & Fahyuni, Eni Fariyatul. (2016). Inovasi model
pembelajaran sesuai kurikulum 2013. Nizamia Learning Center.
Suciana, Ilmi. (2016). Penerapan
strategi belajar tuntas (mastery learning) untuk pencapaian standar kompetensi
dalam pelajaran ekonomi di SMA IT YAPIRA Medang Kabupaten Bogor. Jakarta:
FITK UIN Jakarta.
Wahyuningtyas, Rizki,
& Kristin, Firosalia. (2021). Meta Analisis Penerapan Model Pembelajaran
Problem Based Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar. Mimbar PGSD
Undiksha, 9(1), 49–55.