MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 CIGUGUR DALAM MENYUSUN PROPOSAL MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOTEKSTUAL

Sri Komalasari

SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten KuninganJawa Barat

sri.kmlsr@gmail.com

 

Received  :  04-08-2022

Accepted  :  13-08-2022

Published  : 26-08-2022

Abstract

Keywords:

Motivation, Learning Process, Contextual

The research began with the researcher's observation as a teacher of Indonesian subjects at SMA Negeri 1 Cigugur, Kuningan Regency on 26 students of class XI IPS-2 at the end of semester 1 of the 2020/2021 academic year, which concluded that the ability of students in that class in Indonesian subjects did not achieve the ideal minimum class completeness, this was presumably because the motivation of students during the learning process was not strong which had an impact on their low ability after the learning process. Seeing this, the authors are looking for a way out so that students' motivation during the learning process is very strong so that their abilities after the learning process reach the ideal minimum classical completeness criteria set at 85% based on the concept of complete learning (Mastery Learning). For this reason, the authors conducted Classroom Action Research (CAR) on the use of Contextual learning approaches in learning Indonesian in the classroom, with research problems: Can the use of Contextual learning approaches increase students' motivation and ability in Compiling a Proposal. Through research in 2 cycles, each cycle consisting of the stages of planning, implementing, observing, and reflecting which took place in January and February 2021, with the subject of the research action being 26 students of class XI IPS-2, SMA Negeri 1 Cigugur, concluded that the use of the Contextual learning approach can significantly increase students' motivation and ability in preparing proposals, namely student motivation has increased from strong enough to very strong, students' abilities have increased from incomplete to complete and the significance test of increasing students' motivation and abilities at the 1% level shows t count < t table. From the results of this study, it can be suggested that teachers, both Indonesian language teachers and other subject teachers, should immediately start trying to use a Contextual learning approach as an effort to increase students' motivation and abilities.

 

Abstrak

Kata kunci:

Motivasi, Proses Belajar, Konstektual.

Penelitian berawal dari pengamatan peneliti sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Kuningan terhadap 26 siswa kelas XI IPS-2 pada akhir semester-1 tahun pelajaran 2020/2021, yang menyimpulkan bahwa kemampuan siswa di kelas tersebut dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak mencapai ketuntasan  kelas  minimal   ideal, hal ini diduga karena motivasi siswa selama proses pembelajaran kurang kuat yang berdampak terhadap rendahnya kemampuan mereka setelah proses pembelajaran. Melihat hal itu penulis mencari jalan keluar agar motivasi siswa selama proses pembelajaran sangat kuat sehingga kemampuan mereka setelah proses pembelajaran mencapai kriteria ketuntasan klasikal minimal ideal yang ditetapkan sebesar 85 % berdasarkan konsep belajar tuntas (Mastery Learning). Untuk itu penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tentang penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas tersebut, dengan permasalahan penelitian : Apakah dengan penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam Menyususn Sebuah Proposal. Melalui penelitian dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang berlangsung dalam bulan Januari dan Pebruari 2021, dengan subjek tindakan penelitian adalah 26 siswa kelas XI IPS-2, SMA Negeri 1 Cigugur,  menyimpulkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam Menyusun Proposal dengan signifikan, yakni motivasi siswa mengalami peningkatan dari cukup kuat menjadi sangat kuat, kemampuan siswa meningkat dari belum tuntas menjadi tuntas dan uji signifikansi peningkatan motivasi dan kemampuan siswa pada taraf 1 % menunjukan t hitung < t tabel. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan agar para guru, baik guru mata pelajaran Bahasa Indonesia maupun guru mata pelajaran lain supaya segera mulai mencoba menggunakan pendekatan pembelajaran Kontekstual sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa

 

Corresponding Author: Sri Komalasari 

E-mail: sri.kmlsr@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Pedoman resmi dalam melaksanakan proses pembelajaran adalah Permendikbud nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan, dengan demikian proses pembelajaran setiap mata pelajaran termasuk mata pelajaran Bahasa Indonesia harus mengacu kepada Standar Proses(Mustafa, 2021).

Dalam hal ini pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang penyusunan perangkat pembelajaran sebagai bentuk pelaksanaan kurikulum harus dibuat oleh guru, dimana guru diberi kewenangan untuk merumuskan tujuan, proses dan penilaian pembelajaran melalui penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Proses pembelajaran sangat tergantung kepada pendekatan pembelajaran yang digunakan (Dewi, 2018). Oleh karena itu guru harus cermat dan seksama dalam menganalisis berbagai faktor dan komponen pendukung terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu guru harus kreatif dalam memilih pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan di mana guru tersebut mengajar, karakterisristik siswa, dan materi pembelajaran yang akan disampaikan(Alwi, 2017).

Pemilihan  dan  penggunaan  pendekatan pembelajaran yang tepat oleh guru diharapkan dapat membuat siswa termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran, sehingga setelah proses pembelajaran siswa memiliki kemampuan yang sesuai dengan yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran, yaitu mencapai atau melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebelumnya (Mawaddah & Maryanti, 2016).

Itulah yang menjadi harapan ( das sollen ), tetapi secara empiris ( das sein )  kita tidak bisa menutup mata bahwa pelaksanaan proses pembelajaran di kelas terjadi dari dulu sampai sekarang masih berjalan dengan cara konvensional, walaupun telah dilakukan berbagai perubahan kurikulum, pelatihan, dan penataran bagi para guru, pengawas dan para pejabat pemangku pendidikan(Mulyasa, 2021).

Hal ini tampak pada kebanyakan guru selama ini dalam mengajar termasuk di dalamnya penulis sendiri sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, tidak mau repot sehingga cukup dengan menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang didominasi dengan metode ceramah di mana siswa selalu dikondisikan untuk menerima informasi apa adanya, sehingga siswa cenderung pasif dan menunggu informasi tanpa berusaha menemukan informasi tersebut dengan cara lain, hal ini menunjukan bahwa motivasi siswa selama mengikuti proses pembelajaran kurang kuat yang akan berdampak kepada rendahnya kemampuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, yaitu tidak memenuhi KKM yang ditetapkan(Chairhany, 2020).

Penulis   sebagai   guru   mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI IPS-2 SMA Negeri 1 Cigugur, melihat kemampuan siswa kelas tersebut dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia sangat rendah, yaitu tidak memenuhi kiriteria ketuntasan minimum klasikal ideal sebesar 85 % sebagaimana diatur dalam konsep belajar tuntas (mastery learning) (Suciana, 2016). Keadaan ini dapat dilihat dari hasil Penilaian Akhir Semester (PAS) semester ganjil, tahun pelajaran 2020/2021 sebagai berikut.

 

Tabel 1. Hasil Penilaian Akhir Semester Ganjil Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI IPS-2 Tapel 2020/2021

 

RENTANG NILAI

BANYAK SISWA

KETUNTASAN

31 – 41

2

Tidak Tuntas

42 – 52

4

Tidak Tuntas

53 – 63

5

Tidak Tuntas

64 – 74

8

Tidak Tuntas

75 – 85

7

Tuntas

Ketuntasan Klasikal

26,92 %

Tidak Tuntas

 

Data di atas menggambarkan bahwa kemampuan siswa kelas XI IPS-2 dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia masih jauh dari harapan, yakni belum mencapai kriteria ketuntasan minimal  klasikal  ideal  sebesar 85 %. Diduga hal ini terjadi karena motivasi siswa yang kurang kuat selama mengikuti proses pembelajaran, yang disebabkan oleh pemilihan dan penggunaan pendekatan pembelajaran yang kurang tepat oleh guru mata pelajaran.

Tujuan penelitian ini secara umum, untuk menguji pengaruh penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual terhadap peningkatan motivasi dan kemampuan siswa. Sedangkan secara  khusus,  untuk  meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa kelas XI-IPS-2 SMA Negeri 1 Cigugur dalam Menyusun Proposal.

Untuk  mengatasi   masalah   tersebut,   diperlukan   sebuah pendekatan  pembelajaran  yang  dapat  meningkatkan  motivasi dan kemampuan siswa, karena sebagaimana dijelaskan oleh (Novtiar & Aripin, 2017)  bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran di kelas memiliki korelasi positif dengan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran (Ariati, 2017).

Penulis meyakini penggunan pendekatan pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan meningkatlan kemampuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, sebab pendekatan pembelajaran (Wahyuningtyas & Kristin, 2021). Kontekstual bertujuan membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran, dengan cara mengaitkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari baik konteks pribadi, sosial ataupun kultural, sehingga siswa memiliki sikap, pengetahuan dan  keterampilan yang dinamis dan fleksibel dengan cara mengkonstruksi sendiri secara aktif  (Maryati & Priatna, 2017).

Selain itu pendekatan Kontekstual sejalan dan mendukung terhadap pelaksanaan pendekatan pembelajaan Scientific sebagaimana dianjurkan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, yaitu pendekatan pembelajaran yang memiliki ciri 5M, dimana menuntut siswa dalam proses pembelajaran untuk melakukan aktivitas : mengamati, menanyakan, memikirkan, mencoba dan menjelaskan (Nurdyansyah & Fahyuni, 2016)

Juga pada pelaksanaan   Kurikulum   2013   sudah  menjadi keharusan setiap guru mata pelajaran untuk beralih dari penggunaan pendekatan pembelajaran tekstual ke penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual, yang mengharuskan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (Kemendikbud : 2013).

 

METODE PENELITIAN

Objek  tindakan  penelitian  adalah peningkatan motivasi dan kemampuan siswa kelas XI IPS-2, SMA Negeri 1 Cigugur dalam Menyusun Proposal, melalui penggunaan pendekatan Kontekstual. Jadi variabel bebas adalah penggunaan pendekatan Kontekstual dan variabel terikat adalah peningkatan motivasi dan kemampuan siswa (Arsyad, Sulfemi, & Fajartriani, 2020). Subjek pelaku tindakan adalah penulis yang bertugas sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tersebut, dan yang menjadi subjek penerima tindakan adalah semua siswa kelas XI IPS-2, SMA Negeri 1 Cigugur sebanyak 26 orang.

SMA Negeri 1 Cigugur berlokasi di Jalan Sukamulya No. 12 Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sekolah ini berada di bawah binaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Pada tahun pelajaran 2020/2021 memiliki 18 rombel dengan jumlah siswa sebanyak 720 orang, yang terdiri dari kelas X, kelas XI dan kelas XII, yang masing-masing kelas terdiri dari 6 rombel. Guru SMA Negeri 1 Cigugur sebanyak 37 orang dan dalam tahun pelajaran ini, penulis bernama SRI KOMALASARI, SPd. mendapat tugas mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Penelitian ini bersifat kolaboratif, karena penulis dibantu oleh rekan penulis sebagai mitra kerja, yang masing-masing ditugaskan sebagai pengamat dan juru photo. Prosedur penelitian mengikuti prosedur penelitian tindakan, yang terdiri dari tahapan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi (Aqib & Chotibuddin, 2018). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan, yaitu penelitian eksperimen kualitatif berulang dan berkelanjutan, karena peneliti mencermati selama proses dan akibat dari tindakan, sehingga diperoleh informasi yang mantap tentang dampak dari tindakan yang dilakukan (Arikunto, 2021)

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian hanya berlangsung dalam dua siklus, karena pada siklus ke-2 penelitian sudah berhasil, yaitu pada siklus ke-2 penelitian telah memenuhi 4 kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Kegiatan secara umum dari kedua siklus untuk tiap tahapan penelitian dirangkum seperti tampak pada tabel berikut:


 

 

Tabel 2. Kegiatan Tiap Tahapan Penelitian

 

TAHAPAN

KEGIATAN

  • Perencanaan

 

 

 

 

 

 

  • Menganalisis kemampuan siswa akhir semester ganjil tapel 2020/2021.
  • Meminta surat izin penelitian.
  • Menjelaskan kepada siswa kelas XI IPS-2 bahwa pembelajaran selanjutnya menggunakan pendekatan Kontekstual.
  • Menyusun kelompok belajar siswa.
  • Menyiapkan instrumen Pengamatan Motivasi Siswa (PMS).
  • Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendekatan Kontekstual disertai dengan soal Tes Kemampuan Siswa (TKS), kunci jawaban dan pedoman penilaian.
  • Menunjuk pengamat dan juru photo.
  • Pelaksanaan

 

  • Melaksanakan pembelajaran dan mencatat kehadiran siswa peserta pembelajaran.
  • Pengamatan
  • Melaksanakan pengamatan motivasi siswa dengan menggunakan lembar PMS.
  • Pengambilan gambar oleh juru photo pada tahap pelaksanaan dan refleksi.
  • Refleksi
  • Membicarakan kelebihan dan kelemahan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
  • Menganalisis data motivasi siswa.
  • Melaksanakan TKS.
  • Mengoreksi lembar jawab TKS.
  • Menganalisis data kemampuan siswa.
  • Melakukan uji signifikansi peningkatan motivasi dan kemampuan siswa.
  • Pengambilan kesimpulan dan membuat rencana tindak lanjut.
  • Meminta surat keterangan telah melaksanakan penelitian.
  • Menyusun, mencetak dan menjilid laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
  • Merencanakan dan melaksanakan kegiatan seminar hasil penelitian.

 

 

1.    Penjelasan Tiap  Siklus

a.    Kegiatan Siklus Ke-1, meliputi :

1)    Perencanaan : dilaksanakan dalam minggu ke-2 bulan Januari 2021, pada tanggal 11 Januari 2021, yang meliputi : Menganalisis kemampuan siswa akhir semester ganjil tapel 2020/2021; Meminta izin untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas; Menjelaskan kepada para siswa, bahwa proses pembelajaran selanjutnya akan menggunakan pendekatan Kontekstual; Menunjuk pengamat dan juru photo; Menyusun kelompok belajar siswa; Membuat instrumen Pengamatan Motivasi Siswa (PMS); Menyusun RPP berbasis pendekatan pembelajaran Kontekstual, disertai dengan soal Tes Kemampuan Siswa (TKS),  kunci  jawaban  dan  pedoman  penilaian.  

2)    Pelaksanaan : dilaksanakan dalam minggu ke-2 dan ke-3 bulan Januari 2021, pada tanggal 12, 14, 19 dan 21 Januari 2021. Kegiatan ini berlangsung pada jam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI IPS-2, yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan RPP yang telah disiapkan, dan mencatat kehadiran siswa peserta pembelajaran.

3)    Pengamatan : dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan, yaitu melaksanakan pengamatan motivasi siswa secara kelompok selama pembelajaran oleh pengamat dengan menggunakan lembar PMS, dan mengambil gambar beberapa kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran dan saat berlangsungnya TKS oleh juru photo.

4)    Refleksi : dilaksanakan dalam minggu ke-2, ke-3 dan ke-4 bulan Januari 2021, pada tanggal 15, 16, 22, 23 dan 26 Januari 2021, yang meliputi : Peneliti dan pengamat membicarakan kekurangan dan kelebihan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan; Mencatat hasil pengamatan motivasi siswa pada lembar data motivasi siswa; Menganalisis data motivasi siswa; Melaksanakan TKS, pada tanggal 26 Januari 2021 pada jam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI IPS-2 dan mencatat kehadiran peserta TKS; Mengoreksi lembar jawaban peserta TKS; Mencatat hasil TKS pada lembar data kemampuan siswa; Menganalisis data kemampuan siswa; Menarik Kesimpulan dan membuat rencana tindak lanjut.

b.    Kegiatan Siklus Ke-2, meliputi :

1)    Perencanaan : dilaksanakan dalam minggu ke-4 bulan Januari 2021 pada tanggal 27, yaitu : Menyusun RPP berbasis pendekatan pembelajaran Kontekstual, disertai dengan soal TKS, kunci jawaban dan pedoman penilaian.

2)    Pelaksanaan : dilaksanakan dalam minggu ke-4 bulan Januari 2021 pada tanggal 28 Januari 2021, dan minggu ke-1 dan ke-2 bulan Pebruari 2021 pada tanggal 2, 4, dan 9 Pebruari 2021. Kegiatan ini berlangsung pada jam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI IPS-2, yaitu melaksanakan pembelajaran dengan  menggunakan RPP yang telah disiapkan dan mencatat  kehadiran  peserta pembelajaran.

3)    Pengamatan : dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan, yaitu melaksanakan pengamatan motivasi siswa secara kelompok selama pembelajaran oleh pengamat dengan menggunakan lembar PMS.

4)    Refleksi : dilaksanakan dalam minggu ke-4 bulan Januari 2021 pada tanggal 29 dan 30, minggu ke-1 dan ke-2 bulan Pebruari 2021 pada tanggal 5, 6, dan 11 Pebruari, yang meliputi : Peneliti dan pengamat membicarakan kekurangan dan kelebihan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan; Mencatat  hasil  pengamatan  motivasi   siswa   lembar  data motivasi siswa; Menganalisis data motivasi siswa; Melaksanakan TKS, pada tanggal 11 Pebruari 2021 pada jam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI IPS-2, dan mencatat kehadiran siswa peserta TKS; Mengoreksi lembar jawaban peserta TKS; Mencatat hasil TKS pada lembar data kemampuan siswa; Menganalisis data kemampuan siswa; Membuat tabel distribusi “ t “; Menguji signifikansi peningkatan motivasi dan kemampuan siswa; Menarik kesimpulan; Meminta surat keterangan telah melaksanakan penelitian; Melakukan persiapan dan melaksanakan seminar hasil penelitian.

2.    Analisis Data

a.    Analisis Data Siklus Ke-1

Pada siklus ke-1 motivasi siswa baru mencapai skor sebesar 650 atau 72,22 % dengan predikat cukup kuat, maka kriteria ke-1 keberhasilan penelitian belum terpenuhi, dan kemampuan siswa baru mencapai : Jumlah skor sebesar 1924 dengan rata-rata sebesar 74; Banyaknya  siswa yang sudah tuntas sebanyak 19 orang, maka tingkat kemampuan siswa baru mencapai 73,08 % dengan predikat belum tuntas, sehingga kriteria ke-2 keberhasilan penelitian belum terpenuhi.

Dari hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada siklus ke-1 penelitian tindakan kelas belum berhasil, tetapi jauh lebih baik dari kondisi awal sebelum dilakuan tindakan penelitian kelas, sehingga penelitian harus dilanjutkan dengan penelitian tindakan kelas siklus ke-2.

b.    Analisis Data Siklus Ke-2

Pada siklus ke-2 motivasi siswa sudah mencapai skor sebesar 860 atau 95,65 % dengan predikat sangat kuat, sehingga kriteria ke-1 keberhasilan penelitian sudah terpenuhi. Kemampuan siswa telah mencapai : Jumlah skor sebesar 2002 dengan rata-rata sebesar 77; Banyaknya siswa yang sudah tuntas sebanyak 23 orang, maka tingkat kemampuan siswa sebesar 88,46 % dengan predikat sudah tuntas, sehingga kriteria ke-2 keberhasilan penelitian sudah terpenuhi.

Dari hasil analisis data tersebut, disimpulakan pada siklus ke-2 penelitian sudah memenuhi kriteria ke-1 dan ke-2 keberhasilan penelitian, sehingga analisis data harus dilanjutkan dengan uji signifikasi peningkatan motivasi dan kemampuan siswa

c.     Uji Signifikansi Peningkatan Motivasi Siswa

Hasil uji signifikansi peningkatan motivasi siswa dari siklus ke-1 ke siklus ke-2, diperoleh : nilai t = - 7,94 dan nilai t (0,995)(8) = 3,36, maka nilai t < nilai t (0,995)(8). Jadi pada taraf signifikansi 1 % motivasi siswa meningkat dengan signifikan dari siklus ke-1 ke siklus ke-2. Maka kriteria ke-3 keberhasilan penelitian terpenuhi

d.    Uji Signifikansi Peningkatan Kemampuan Siswa

Hasil uji signifikansi peningkatan kemampuan siswa dari siklus ke-1 ke siklus ke-2, diperoleh : nilai  t   = - 1,32 dan nilai t (0,995) (50) = 2,68. Maka nilai t < nilai t (0,995) (50). Jadi pada taraf  signifikansi 1 %  kemampuam siswa meningkat dengan signifikan dari siklus ke-1 ke siklus ke-2. Maka kriteria ke-4 keberhasilan penelitian sudah terpenuhi.

Dari hasil analisis data siklus ke-2 dan hasil uji ignifikansi peningkatan motivasi dan kemampuan siswa, diperoleh bahwa 4 (empat) kriteria keberhasilan penelitian telah terpenuhi, jadi penelitian sudah berhasil pada siklus ke-2, sehingga penelitian tidak perlu dilanjutkan dengan siklus ke-3.

3.    Pembahasan dan Pengambilan Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dapat ditarik pembahasan dan pengambilan kesimpulan, berikut:

a.   Peningkatan motivasi siswa dari kedua siklus dan hasil uji signifikansi disajikan dalam bentuk tabel tampak di bawah ini :

 

Tabel 3. Peningkatan Motivasi Siswa

 

Motivasi

Siswa

Siklus

Ke-1

Siklus

Ke-2

Keterangan

Skor

650

860

Meningkat

Tingkat

72,22  %

95,56  %

Meningkat

Predikat

Cukup Kuat

Sangat Kuat

Meningkat

Nilai T

- 8,94

Nilait < T (0,995)(6)

Meningkat Dengan Signifikan

T (0,995)(8)

3,36

 

Tabel di atas  menunjukan  bahwa  motivasi siswa selama proses pembelajaran tentang Menyusun Proposal yang menggunakan pendekatan Kontekstual, mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus ke-1 ke siklus ke-2. Peningkatan itu bila digambarkan dalam bentuk diagram tampak sebagai berikut:

 

 

                    

 

                               Cukup Kuat

Sangat Kuat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kurang Kuat

 

 

 

 

 

 

 

 

                       Sebelumnya                Sikls Ke-1               Siklus Ke-2

 

Gambar 1. Diagram peningkatan motivasi siswa

 

b.    Peningkatan kemampuan siswa dan hasil uji signifikansi dari kedua siklus bila disajikan dalam bentuk tabel tampak sebagai berikut:

c.      

Tabel 4. Peningkatan Kemampuan Siswa

 

Kemampuan Siswa

Siklus-1

Siklus-2

Keterangan

Siswa Yang Tuntas

19

23

Meningkat

Tingkat Kemampuan

73,08 %

88,46 %

Meningkat

Predikat

Belum Tuntas

Sudah Tuntas

Meningkat

Nilai T

- 1,32

Nilai T < T (0,995)(50)

Meningkat Dengan Signifikan

 

T (0,995)(50)

2,68

 

Dari tabel di atas, jelas bahwa kemampuan siswa  setelah proses pembelajaran tentang  Menyusun Proposal yang menggunakan pendekatan Kontekstual, mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus ke-1 ke siklus ke-2. Peningkatan itu dapat digambarkan dalam bentuk diagram berikut.

 

                 

                    

 

                    73,08 %

88,46 %

 

 

 

 

 

 

 

 

26,92 %

 

 

 

 

 

 

 

                         Sebelumnya              Sikls Ke-1               Siklus Ke-2

 

Gambar 2. Diagram peningkatan kemampuan siswa

 

Dari pembahasan di atas menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa  selama  proses  pembelajaran tentang Menyusun Proposal dan meningkatkan kemampuan siswa dalam Menyusun Proposal dengan signifikan setelah proses pembelajaran.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengumpulan data, analisis data, dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwaHal ini dibuktikan dengan adanya : Peningkatan motivasi siswa dari siklus ke-1 dengan predikat cukup kuat menjadi sangat kuat pada siklus ke-2, dan hasil uji signifikansi peningkatan motivai siswa pada taraf 1 % yang menunjukkan bahwa t hitung < t tabel. Peningkatan kemampuan siswa dari siklus ke-1 dengan predikat belum tuntas menjadi sudah tuntas pada siklus ke-2, dan hasil uji signifikansi peningkatan kemampuan siswa pada taraf 1 % yang menunjukkan bahwa t hitung < t tabel.. Kesimpulan di atas menunjukan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran Kontekstual berpengaruh terhadap peningkatan motivasi siswa selama proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan siswa setelah proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Muhamad Dama (2013) bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran memiliki korelasi positif dengan hasil belajar siswa.

 

BIBLIOGRAFI

 

Alwi, Said. (2017). Problematika guru dalam pengembangan media pembelajaran. ITQAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 8(2), 145–167.

 

Aqib, Zainal, & Chotibuddin, M. (2018). Teori dan Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas:(PTK). Deepublish.

 

Ariati, Jati. (2017). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Metode Pembelajaran Kontekstual Dengan Motivasi Belajar Biologis Siswa Kelas XI IPA SMA I Pangkalan Kerinci Riau. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro.

 

Arikunto, Suharsimi. (2021). Penelitian tindakan kelas: Edisi revisi. Bumi Aksara.

 

Arsyad, Arsyad, Sulfemi, Wahyu Bagja, & Fajartriani, Tia. (2020). Penguatan Motivasi Shalat Dan Karakter Peserta Didik Melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 6(2), 185–204.

 

Chairhany, Sitie. (2020). Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Koperatif Teams-Games-Tournament (TGT) Siswa Kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Tembilahan. Asatiza: Jurnal Pendidikan, 1(3), 310–316.

 

Dewi, Erni Ratna. (2018). Metode Pembelajaran Modern Dan Konvensional Pada Sekolah Menengah Atas. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, Dan Pembelajaran, 2(1), 44–52.

 

Maryati, Iyam, & Priatna, Nanang. (2017). Integrasi nilai-nilai karakter matematika melalui pembelajaran kontekstual. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(3), 333–344.

 

Mawaddah, Siti, & Maryanti, Ratih. (2016). Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP dalam pembelajaran menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning). Edu-Mat: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1).

 

Mulyasa, H. E. (2021). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. Bumi Aksara.

 

Mustafa, Pinton Setya. (2021). Problematika Rancangan Penilaian Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan dalam Kurikulum 2013 pada Kelas XI SMA. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(1), 184–195.

 

Novtiar, Chandra, & Aripin, Usman. (2017). Meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan kepercayaan diri siswa SMP melalui pendekatan open ended. Prisma, 6(2), 119–131.

 

Nurdyansyah, Nurdyansyah, & Fahyuni, Eni Fariyatul. (2016). Inovasi model pembelajaran sesuai kurikulum 2013. Nizamia Learning Center.

 

Suciana, Ilmi. (2016). Penerapan strategi belajar tuntas (mastery learning) untuk pencapaian standar kompetensi dalam pelajaran ekonomi di SMA IT YAPIRA Medang Kabupaten Bogor. Jakarta: FITK UIN Jakarta.

 

Wahyuningtyas, Rizki, & Kristin, Firosalia. (2021). Meta Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar. Mimbar PGSD Undiksha, 9(1), 49–55.