PENINGKATAN
KUALITAS PEMBELAJARAN GURU KELAS ATAS MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PADA MADRASAH
IBTIDAIYAH NEGERI 17 HULU SUNGAI TENGAH
Madrasah Ibtidaiyah
Negeri 17 Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Indonesia
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
21-02-2022 |
Introduction: This research is a School
Action Research (PTS) conducted in two cycles, each cycle consisting of 4
stages, namely: (1) planning, (2) implementing corrective actions, (3)
observation, and (4) reflection. This research is based on the facts on the
ground that in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu
Sungai Tengah, Haruyan District, Hulu Sungai Tengah
Regency, there are still teachers who are less qualified in discipline,
making learning tools and methods that are not up to date, so it needs to be
improved for the quality of teachers in their learning. Thus, an effective
solution is needed through a study of academic supervision. Academic
supervision provides a comprehensive contribution to learning activities. Purpose:
The purpose of this study was to improve the quality of teaching for
upper-class teachers through academic supervision at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah. Methods:
The research method uses action research by conducting pre-cycle activities
to determine the initial conditions of the research, cycle 1 and cycle 2 to
determine an increase in the quality of teachers in learning. Collecting data
through observation and evaluation sheets then analyzed using descriptive
qualitative. Indicator of success if all indicator components are at least
85% fulfilled. Results: Research results show that the implementation
of supervision actions can improve the quality of learning in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah, Haruyan District, Hulu Sungai Tengah Regency for the
2019/2020 academic year with the results of all components, both discipline, learning tools and up-to-date methods, more
than 85 % has been executed. Academic supervision is carried out by providing
guidance on the process of preparation and procurement of learning tools and
holding discussions to then provide input to the teacher for the
implementation of the next lesson. Conclusion: The conclusion of this
study is that the implementation of supervision actions can improve the
quality of learning in Madrasah Ibtidaiyah Negeri
17 Hulu Sungai Tengah, Haruyan District, Hulu
Sungai Tengah Regency, for the 2019/2020 academic year with the results of
all components, both discipline, learning tools and
up-to-date methods, more than 85 % accomplished. |
|
Accepted: |
22-02-2022 |
|
|
Published: |
20-03-2022 |
|
|
Keywords: |
learning
quality, upgrade teacher, academic supervision |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata kunci: |
kualitas pembelajaran,
guru kelas atas, supervisi akademik |
Pendahuluan: Penelitian ini
merupakan Penelitian Tindakan
Sekolah (PTS) yang dilakukan
dalam dua siklus yang masing-masing siklusnya
terdiri dari 4 tahapan, yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan perbaikan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilatar belakangi fakta dilapangan bahwa di Madrasah Ibtidaiyah
Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai
Tengah masih terdapat
guru yang kurang berkualitas
secara kedisiplinan, pembuatan perangkat pembelajaran dan metode yang kurang up to date, sehingga
perlu ditingkatkan untuk kualitas guru dalam pembelajarannya. Hal demikian sangat perlu solusi yang efektif melalui kajian supervisi akademik. Supervisi akademik memberikan kontribusi menyeluruh tentang kegiatan pembelajaran. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru kelas atas melalui supervisi akademik pada
madrasah ibtidaiyah negeri 17 hulu
sungai tengah. Metode: Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan dengan melakukan kegiatan pra siklus untuk mengetahui kondisi awal penelitian, siklus 1 dan siklus 2 untuk mengetahui adanya peningkatan kualitas guru dalam pembelajaran. Pengumpulan data melalui lembar observasi dan evaluasi kemudian dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif. Indicator keberhasilan
jika semua komponen indikator minimal 85% terpenuhi. Hasil: Hasil Penelitian
menunjukan bahwa Pelaksanaan tindakan supervisi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah
Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai
Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan hasil semua komponen baik kedisiplinan, perangkat pembelajaran dan metode up to date lebih dari 85% telah terlaksana. Supervisi akademik dilaksanakan dengan mengadakan bimbingan pada proses persiapan
dan pengadaan perangkat pembelajaran dan mengadakan diskusi untuk kemudian memberikan masukan kepada guru untuk pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Kesimpulan:
Kesimpulan dari penelitian
ini adalah Pelaksanaan tindakan supervisi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah
Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai
Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan hasil semua komponen baik kedisiplinan, perangkat pembelajaran dan metode up to date lebih dari 85% telah terlaksana. |
Corresponding Author: Zainal Efendi
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pembelajaran merupakan proses
interaksi peserta didik dengan pendidik,
dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai kegiatan dimana guru (pengajar) dan murid
(pembelajar) berinteraksi, membicarakan suatu bahan atau melakukan
suatu aktivitas, guna mencapai tujuan
yang dikehendaki. Sementara
itu, (Hamalik, 2020),
mengartikan pembelajaran sebagai �suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur, yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut (Mulyasa, 2015)
kualitas pembelajaran dapat dilihat dari
segi proses dan dari segi hasil. Dari segi proses, pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruh atau setidak-tidaknya
sebagian besar (75%) peserta didik terlibat
aktif, baik fisik, mental, maupun social dalam proses pembelajaran, disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan rasa percaya diri sendiri.
Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri peserta didik
seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%). Lebih lanjut proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata menghasilkan output yang banyak
dan bermutu tinggi, serta sesuai dengan
kebutuhan, perkembangan masyarakat dan pembangunan. Menurut Lovitt dan Clarke (Suherman, 2007)
menambahkan bahwa kualitas pembelajaran ditandai dengan berapa luas dalam
lingkungan belajar; mulai dari mana siswa ini berada,
mengenali bahwa siswa belajar dengan
kecepatan yang berbeda, melibatkan siswa secara fisik dalam
proses belajar, meminta siswa untuk memvisualkan
yang imajiner.
Sehubungan dengan penelitian ini, penulis sebagai Kepala Madrasah menemukan fakta bahwa pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah didapatkan
kualitas pembelajaran secara umum masih
kurang maksimal. Hal ini dikarenakan proses belajar mengajar di kelas juga masih menggunakan cara-cara konvensional. Guru masih cenderung mengajar tanpa rencana pembelajaran,
masih menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. Keadaan ini menyebabkan rendahnya nilai rata-rata kelas. Masalah lain yang sering dijumpai adalah tingkat kedisiplinan guru yang masih rendah baik guru PNS ataupun guru non PNS. Rendahnya kedisiplinan guru ini dapat dilihat dari
masih adanya guru yang datang dan pulang tidak tepat waktu,
administrasi kelas yang kurang lengkap, tidak membuat rencana
pelaksanaan pembelajaran
(RPP), tidak mengisi buku nilai dan banyak lagi jenis
ketidaksiplinan guru. Keadaan
ini tidak dapat dibiarkan karena dapat menimbulkan
dampak yang kurang baik bagi kualiatas
pendidikan.
Fakta-fakta diatas mendorong
penulis untuk mengadakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) sebagai salah satu ikhtiar penulis
dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pada Madrasah Ibtidaiyah
Negeri 17 Hulu Sungai Tengah, terutama untuk kelas atas
(kelas IV, V dan VI) dengan
judul: Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Kelas Atas melalui Supervisi Akademik pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan
Haruyan Kabupaten Hulu
Sungai Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran guru kelas atas melalui
supervisi akademik pada
madrasah ibtidaiyah negeri 17 hulu
sungai tengah.
METODE
PENELITIAN
Penelitian tindakan ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan
Haruyan Kabupaten Hulu
Sungai Tengah pada Tahun Pelajaran 2019/2020.
Subyek dalam penelitian ini adalah guru kelas atas (Kelas IV, V dan VI) pada
Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sebagai
berikut:
Table 1. Subyek Penelitian
|
No |
Nama Guru |
Mata Pelajaran |
Kelas |
|
1. |
Nortinah, S.Pd.I |
Tematik |
IV |
|
2. |
Harniyati, S.Pd.I |
Tematik |
V |
|
3. |
Hilmah, S.Pd.I |
Tematik |
VI |
|
4. |
Dahlina, S.Pd.I |
Quran Hadits dan Fiqih |
IV, V, VI |
|
5. |
Abdul Halim, S.Pd.I |
SKI dan Aqidah Akhlak |
IV, V, VI |
|
6. |
Asbiyati, S.Pd.I |
Seni Budaya |
IV, V, VI |
|
7. |
Pahruraji, S.Pd.I |
PJOK |
IV, V, VI |
|
8. |
Syaifurrahman, S.Pd.I |
Bahasa Arab |
IV, V, VI |
|
9. |
Sa'duddin, S.Pd.I |
Matematika |
IV, V, VI |
Langkah-langkah PTS meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus tersebut tergambar dalam bagan berikut:
Gambar 1. Langkah-langkah PTS (Direktorat Tendik, 2008)
Keterangan:
Pada setiap
Siklus meliputi empat langkah yaitu:
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan
beberapa teknik atau metode untuk
mengumpulkan data, diantaranya
metode Fokus group discution (FGD), dokumentasi, observasi atau pengamatan, dan wawancara.
Menentukan keberhasilan tindakan dalam PTS ini perlu dibuat
indikator-indikator keberhasilan
PTS. Adapun indicator keberhasilan tindakan dalam PTS ini adalah sebagai
berikut:
Tabel 2. Indikator Keberhasilan PTS
|
NO |
Indikator Keberhasilan PTS |
Rincian Sub
Indikator: Guru yang kualitas
pembelajarannya meningkat ( 85 % ) |
|
1 |
Semakin meningkatnya kedisiplinan guru |
a.
Datang
ke kelas tepat waktu b.
Membuat
persiapan mengajar c.
Menggunakan
waktu secara efektif, efisien untuk
mengajar d.
Guru
selalu hadir di kelas |
|
2 |
Semakin berkualitasnya pembelajaran yang dilakukan |
a.
Perangkat
pembelajaran yang dipersiapkan
guru lengkap b.
Guru
menggunakan media/ alat peraga c. Guru menggunakan metode/ model pembelajaran yang up to date d.
Terciptanya
suasana pembelajaran yang Aktif |
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
1.
Pra Siklus
Sebelum tindakan siklus 1 dimulai, peneliti mengadakan observasi pra siklus
dengan maksud sebagai pembanding peningkatan kualitas pada siklus 1. Pra siklus
menggunakan supervisi seperti biasanya. Adapun hasil kegiatan pra siklus sebagai
berikut:
Tabel 3. �Hasil Pra Siklus
|
No |
Nama Guru |
Kedisiplinan |
Perangkat
pembelajaran |
Metode
Uptodate |
|
1. |
Nortinah, S.Pd.I |
1 |
0 |
0 |
|
2. |
Harniyati, S.Pd.I |
0 |
1 |
1 |
|
3. |
Hilmah, S.Pd.I |
1 |
0 |
1 |
|
4. |
Dahlina, S.Pd.I |
0 |
0 |
0 |
|
5. |
Abdul Halim, S.Pd.I |
0 |
1 |
1 |
|
6. |
Asbiyati, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
7. |
Pahruraji, S.Pd.I |
0 |
0 |
0 |
|
8. |
Syaifurrahman, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
9. |
Sa'duddin, S.Pd.I |
0 |
1 |
1 |
|
Jumlah Ya |
4 |
5 |
6 |
|
|
Jumlah Tidak |
5 |
4 |
3 |
|
|
Persentase Ya (%) |
44,44 |
55,56 |
66,7 |
|
|
Persentase Tidak
(%) |
55,56 |
44,44 |
33,3 |
|
���������������� Sumber tabel : Hasil lembar observasi prasiklus
Dari tabel 3 diatas dapat diketahui dalam kegiatan Prasiklus dengan menggunakan tindakan supervisi konvensional diperoleh hasil tingkat kedisiplinan guru 44,44% dari jumlah guru yang ada, sedangkan guru yang melengkapi perangkat pembelajarannya sebanyak 55,56% serta guru yang mengajar dengan metode/ model pembelajaran baru sebesar 66,7%. Dengan demikian hasil Prasiklus masih belum menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni semua indikator� memperoleh
minimal� 85 % dari
jumlah keseluruhan.
2.
Siklus 1
Pada siklus 1 penelitian meliputi empat langkah yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
1)
Perencanaan
Tahap ini dimulai dengan mempersiapkan format-format supervisi,
menentukan jadwal pelaksanaan supervisi, membuat kesepakatan dengan guru yang akan disupervisi dan menyiapkan
instrument-instrumen yang dibutuhkan
dalam pengambilan data.
2)
Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan siklus 1 dengan penekanan pada proses pembelajaran
di kelas. Siklus 1 dilaksanakan selama 9 hari yakni tanggal
7 s.d 16 Oktober 2019 Pelaksanaan supervisi siklus satu dengan
jadwal sebagai berikut:
Table 4. Jadwal Pelaksanaan supervisi siklus satu
|
No |
Hari/tanggal |
Nama Guru |
Keterangan |
|
1. |
Senin, 7
Okt 2019 |
Nortinah, S.Pd.I |
�Kelas IV |
|
2. |
Selasa, 8
Okt 2019 |
Harniyati, S.Pd.I |
Kelas V |
|
3. |
Rabu, 9
Okt 2019 |
Hilmah, S.Pd.I |
Kelas VI |
|
4. |
Kamis, 10
Okt 2019 |
Dahlina, S.Pd.I |
Kelas V |
|
5. |
Jum�at, 11
Okt 2019 |
Abdul Halim, S.Pd.I |
Kelas IV |
|
6. |
Sabtu, 12
Okt 2019 |
Asbiyati, S.Pd.I |
Kelas VI |
|
7. |
Senin, 14
Okt 2019 |
Pahruraji, S.Pd.I |
Kelas V |
|
8. |
Selasa, 15 Okt 2019 |
Syaifurrahman, S.Pd.I |
Kelas VI |
|
9. |
Rabu, 16 Okt 2019 |
Sa'duddin, S.Pd.I |
Kelas IV |
Pada pelaksanaan
siklus di diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 5. Hasil
Siklus 1
|
No |
Nama
Guru |
Kedisiplinan |
Perangkat
pembelajaran |
Metode Uptodate |
|
1. |
Nortinah, S.Pd.I |
1 |
0 |
0 |
|
2. |
Harniyati, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
3. |
Hilmah, S.Pd.I |
1 |
0 |
1 |
|
4. |
Dahlina, S.Pd.I |
1 |
0 |
0 |
|
5. |
Abdul Halim, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
6. |
Asbiyati, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
7. |
Pahruraji, S.Pd.I |
0 |
1 |
1 |
|
8. |
Syaifurrahman, S.Pd.I |
1 |
1 |
0 |
|
9. |
Sa'duddin, S.Pd.I |
0 |
1 |
1 |
|
Jumlah Ya |
7 |
6 |
6 |
|
|
Jumlah Tidak |
2 |
3 |
3 |
|
|
Persentase Ya |
77,8 |
66,7 |
66,7 |
|
|
Persentase Tidak |
22,2 |
33,3 |
33,3 |
|
Sumber tabel : Hasil lembar observasi siklus 1
Dari tabel 5 diatas dapat dilihat
pada kegiatan siklus 1 (satu) dengan menggunakan
tindakan supervisi kelas diperoleh hasil tingkat kedisiplinan
guru 77,8% dari jumlah guru
yang ada, sedangkan guru
yang melengkapi perangkat pembelajarannya sebanyak 66,7% serta guru yang mengajar dengan metode/ model pembelajaran baru sebesar 66,7%. Dengan demikian hasil siklus 1 (satu) masih belum menunjukkan
peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni semua indikator
memperoleh 85% dari jumlah keseluruhan sehingga perlu dirancang kembali tindakan pada siklus berikutnya.
3)
Observasi
Observasi dilaksanakan sebelum pembeljaran dengan menggunakan format supervisi kelas. Pengamatan dilakukan pada kelengkapan perangkat pembelajaran guru (silabus, RPP, soal evaluasi, media dan bahan ajar). Observasi dilakukan juga pada saat pelaksanaan pembelajaran di kelas (metode/model pembelajaran, interaksi guru dengan siswa, antusias
siswa dan hasil penilaian guru).
4)
Refleksi
Refleksi dilakukan dengan mengadakan diskusi dengan kolaborator dengan menitik beratkan pada aspek-aspek yang masih pelaksanaannya kurang maksimal. Hasil refleksi tersebut adalah:
a.
Perangkat
pembelajaran guru masih kurang lengkap, sehingga perlu bimbingan pada guru yang bersangkutan
sebelum pelaksanaan
supervise
b.
Proses
Supervisi yang terlalu rapat (hari pelaksanaan
berurutan)
c.
Komunikasi
dengan guru yang disupervisi
perlu ditingkatkan
3.
Siklus 2
1) Perencanaan
Berdasarkan refleksi yang telah dilakukan maka perlu adanya
revisi pada tindakan yang akan dilakukan di siklus 2. Siklus 2 dilaksanakan selama 9 yakni mualai tanggal
4 s.d 13 November 2019.
2) Pelaksanaan
Pada pelaksanaan siklus 2 di dapat hasil sebagai berikut:
Tabel 6. Hasil
Siklus 2
|
No |
Nama
Guru |
Kedisiplinan |
Perangkat
pembelajaran |
Metode Uptodate |
|
1. |
Nortinah, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
2. |
Harniyati, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
3. |
Hilmah, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
4. |
Dahlina, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
5. |
Abdul Halim, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
6. |
Asbiyati, S.Pd.I |
1 |
1 |
0 |
|
7. |
Pahruraji, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
8. |
Syaifurrahman, S.Pd.I |
1 |
1 |
1 |
|
9. |
Sa'duddin, S.Pd.I |
0 |
1 |
1 |
|
Jumlah Ya |
8 |
9 |
8 |
|
|
Jumlah Tidak |
1 |
0 |
1 |
|
|
Persentase Ya |
88,9 |
100 |
88,9 |
|
|
Persentase Tidak |
11,1 |
0 |
11,1 |
|
Sumber tabel : Hasil lembar observasi siklus 2
Berdasar pada hasil kegiatan siklus 2 dapat diketahui bahwa supervisi akademik dengan bimbingan penyusunan perangkat pembelajaran dan jeda waktu antar
supervisi yang cukup diperoleh hasil sebagai berikut:
a.
tingkat
kedisiplinan guru 88,9% dari
jumlah guru yang ada
b.
guru
yang melengkapi perangkat pembelajarannya sebanyak 100%
c.
guru
yang mengajar dengan metode/ model pembelajaran baru sebesar 88,9%
Dengan demikian hasil siklus 2 (dua) sudah menunjukkan
peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni semua indikator
memperoleh 85% dari jumlah keseluruhan sehingga tindakan supervisi siklus 2 (dua) dapat disimpulkan
telah berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran guru kelas IV, V dan
VI pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai
Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun
Pelajaran 2019/2020.
3)
Observasi
Pada siklus ini observasi dilakukan
sebelum pembelajaran, selama proses pembelajaran dan sesudah pembelajaran berlangsung. Hal-hal yang diamati adalah kelengkapan perangkat pembelajaran, metode / model pembelajaran yang dilaksanakan
guru, antusiasme siswa dan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan
4)
Refleksi
Setelah pembelajaran berlangsung peneliti kembali melakukan refleksi bersama guru yang bersangkutan dengan hasil refleksi sebagai berikut:
a.
Perangkat
pembelajaran yang digunakan
guru sudah lengkap
b.
Rencana
Pelaksaan Pembelajaran sudah dapat dikategorikan
baik
c.
Proses
pembelajaran menunjukkan kualitas yang meningkat terlihat dari antusiasme
siswa, munculnya metode/model pembelajaran yang aktif dan tidak monoton.
Pembahasan
Dari pelaksanaan tindakan yang dilakukan dapat diperoleh hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan persentase indikator keberhasilan PTS ini. Supervisi akademik berdampak positif terhadap tingkat kedisiplinan guru, persiapan guru
dalam menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran dan ini berdampak guru yang disupervisi telah menggunakan inovasi pembelajaran dengan metode-metode pembelajaran yang lebih kreatif.
Pada penelitian tindakan ini terlihat jelas
peningkatan kualitas pembelajaran yang terlihat dari indikator-indikator sebagai berikut:
1.
Kedisiplinan guru
Pada siklus 1 diperoleh tingkat kedisiplinan guru sebesar 77,8% meningkat menjadi 88,9% pada siklus 2 peningkatan ini merupakan dampak dari tindakan supervisi
yang telah dilakukan peneliti. Dengan adanya supervisi akademik maka guru dapat datang tepat
waktu serta menggunakan waktu mengajar dengan lebih efektif dan efisien.
2.
Perangkat Pembelajaran
Pada siklus 1 diperoleh persentase guru yang melengkapi perangkat pembelajaran sebesar 66,7% meningkat menjadi 100% pada siklus 2. Dengan demikian pelaksanaan supervisi pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan jumlah guru yang menyiapkan secara lengkap perangkat pembelajarannya.
3.
Metode/ Model Pembelajaran
yang digunakan
Pada siklus 1 diperoleh persentase guru yang mengajar dengan metode/ model pembelajaran baru sebesar 66,7% meningkat menjadi 88,9% pada siklus kedua. Pelaksanaan supervisi akademik yang dilaksanakan peneliti selaku Kepala Madrasah pada
Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun
pelajaran 2019/2020 terbukti
dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, ini terjadi karena
guru yang sedang disupervisi
tidak merasa canggung/takut dalam melaksanakan pembelajaran. Dalam kegiatan supervisi ini supervisor lebih bertindak membimbing dan membantu guru yang disupervisi.
Gambar 2. Rekapitulasi
Hasil Penelitian Antar siklus
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian di atas, menunjukan bahwa Pelaksanaan tindakan supervisi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah
Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai
Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan
hasil semua komponen baik kedisiplinan,
perangkat pembelajaran dan metode up to date lebih dari 85% telah terlaksana. Supervisi akademik dilaksanakan dengan mengadakan bimbingan pada proses persiapan
dan pengadaan perangkat pembelajaran dan mengadakan diskusi untuk kemudian
memberikan masukan kepada guru untuk pelaksanaan pembelajaran berikutnya.
BIBLIOGRAFI
Arikunto,
�S. 2010.
Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Google Scholar
Barus, Z., Siagian, S dan Purba, S. 2016. Upaya Peningkatan
Keterampilan Dasar Mengajar Guru
melalui Supervisi Klinis dengan
Pendekatan Kolaboratif di
SMK Negeri 1 Berastagi Kabupaten Karo. Jurnal
Pendidikan dan
Kepengawasan,
Google Scholar
Daryanto,
& Rachmawati, T. (2015). Supervisi Pembelajaran. Jogjakarta: Gava
Media. Google Scholar
Euis E.
Marlina, 2018. Cara Praktis
Melaksanakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) bagi Pengawas Sekolah.
Samudra Biru. Google Scholar
Hamalik, Oemar.
(2020). Kurikulum dan pembelajaran. Bumi Aksara. Google Scholar
Mulyasa.�
2011. Menjadi Gru Profesional.
Bandung:Remaja
�Rosdakarya Google Scholar
Mulyasa, Enco. (2015).
Menjadi guru profesional, menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan.
Google Scholar
Mukhtar,
& Iskandar. (2013). Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta:
Gaung Persada Press Group. Google Scholar
Rahayuningsih,
Lusia Endang. 2011. Supervisi Pembelajaran Tematik Pada Guru Di SD Negeri
Dadapsari Semarang. Tesis. Program Pascasarjana. Universitas Muhammadiyah
Surakarta. Google Scholar
Sudjana,
Nana. 2011. Supervisi Pendidikan, Konsep dan Aplikasinya bagi Pengawas
Sekolah. Bekasi: Binamitra Publishing. Google Scholar
Suherman, S. K.
(2007). Adrenokortikotropin, adrenokortikostreroid, analog-sintetik dan
antagonisnya. Dalam Farmakologi Dan Terapi. Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit
Bagian Farmakologi FKUI. Hal, 486�487. Google Scholar
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif
dan R&D. Bandung:Alfebata. Google Scholar
Suryadi, 2012. Buku Panduan Guru
Profesional Penelitian Tindakan Kelas PTK dan Penelitian Tindakan Sekolah PTS. Surakarta: Andi
Offset. Google Scholar
Sutama.
2012. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitaif, Kualitatif, PTK dan R&D.
Surakarta: Fairus Media. Google Scholar
Zainal Aqib dan Ahmad
Amrullah (2017). Penelitian Tindakan
Sekolah (PTS) Teori dan Aplikasi Untuk Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah Dan
Guru. Andi Publisher. Google Scholar