PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU KELAS ATAS MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PADA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 17 HULU SUNGAI TENGAH

 

Zainal Efendi

Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Indonesia

[email protected]

 

 

Abstract

Received:

21-02-2022

Introduction: This research is a School Action Research (PTS) conducted in two cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely: (1) planning, (2) implementing corrective actions, (3) observation, and (4) reflection. This research is based on the facts on the ground that in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah, Haruyan District, Hulu Sungai Tengah Regency, there are still teachers who are less qualified in discipline, making learning tools and methods that are not up to date, so it needs to be improved for the quality of teachers in their learning. Thus, an effective solution is needed through a study of academic supervision. Academic supervision provides a comprehensive contribution to learning activities. Purpose: The purpose of this study was to improve the quality of teaching for upper-class teachers through academic supervision at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah. Methods: The research method uses action research by conducting pre-cycle activities to determine the initial conditions of the research, cycle 1 and cycle 2 to determine an increase in the quality of teachers in learning. Collecting data through observation and evaluation sheets then analyzed using descriptive qualitative. Indicator of success if all indicator components are at least 85% fulfilled. Results: Research results show that the implementation of supervision actions can improve the quality of learning in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah, Haruyan District, Hulu Sungai Tengah Regency for the 2019/2020 academic year with the results of all components, both discipline, learning tools and up-to-date methods, more than 85 % has been executed. Academic supervision is carried out by providing guidance on the process of preparation and procurement of learning tools and holding discussions to then provide input to the teacher for the implementation of the next lesson. Conclusion: The conclusion of this study is that the implementation of supervision actions can improve the quality of learning in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah, Haruyan District, Hulu Sungai Tengah Regency, for the 2019/2020 academic year with the results of all components, both discipline, learning tools and up-to-date methods, more than 85 % accomplished.

Accepted:

22-02-2022

Published:

20-03-2022

Keywords:

learning quality, upgrade teacher, academic supervision

 

Abstrak

Kata kunci:

kualitas pembelajaran, guru kelas atas, supervisi akademik

Pendahuluan: Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing siklusnya terdiri dari 4 tahapan, yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan perbaikan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilatar belakangi fakta dilapangan bahwa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih terdapat guru yang kurang berkualitas secara kedisiplinan, pembuatan perangkat pembelajaran dan metode yang kurang up to date, sehingga perlu ditingkatkan untuk kualitas guru dalam pembelajarannya. Hal demikian sangat perlu solusi yang efektif melalui kajian supervisi akademik. Supervisi akademik memberikan kontribusi menyeluruh tentang kegiatan pembelajaran. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru kelas atas melalui supervisi akademik pada madrasah ibtidaiyah negeri 17 hulu sungai tengah. Metode: Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan dengan melakukan kegiatan pra siklus untuk mengetahui kondisi awal penelitian, siklus 1 dan siklus 2 untuk mengetahui adanya peningkatan kualitas guru dalam pembelajaran. Pengumpulan data melalui lembar observasi dan evaluasi kemudian dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif. Indicator keberhasilan jika semua komponen indikator minimal 85% terpenuhi. Hasil: Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan tindakan supervisi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan hasil semua komponen baik kedisiplinan, perangkat pembelajaran dan metode up to date lebih dari 85% telah terlaksana. Supervisi akademik dilaksanakan dengan mengadakan bimbingan pada proses persiapan dan pengadaan perangkat pembelajaran dan mengadakan diskusi untuk kemudian memberikan masukan kepada guru untuk pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pelaksanaan tindakan supervisi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan hasil semua komponen baik kedisiplinan, perangkat pembelajaran dan metode up to date lebih dari 85% telah terlaksana.

Corresponding Author: Zainal Efendi

E-mail: [email protected]

PENDAHULUAN

Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik, dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai kegiatan dimana guru (pengajar) dan murid (pembelajar) berinteraksi, membicarakan suatu bahan atau melakukan suatu aktivitas, guna mencapai tujuan yang dikehendaki. Sementara itu, (Hamalik, 2020), mengartikan pembelajaran sebagaisuatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur, yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut (Mulyasa, 2015) kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. Dari segi proses, pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruh atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%) peserta didik terlibat aktif, baik fisik, mental, maupun social dalam proses pembelajaran, disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan rasa percaya diri sendiri. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%). Lebih lanjut proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi, serta sesuai dengan kebutuhan, perkembangan masyarakat dan pembangunan. Menurut Lovitt dan Clarke (Suherman, 2007) menambahkan bahwa kualitas pembelajaran ditandai dengan berapa luas dalam lingkungan belajar; mulai dari mana siswa ini berada, mengenali bahwa siswa belajar dengan kecepatan yang berbeda, melibatkan siswa secara fisik dalam proses belajar, meminta siswa untuk memvisualkan yang imajiner.

Sehubungan dengan penelitian ini, penulis sebagai Kepala Madrasah menemukan fakta bahwa pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah didapatkan kualitas pembelajaran secara umum masih kurang maksimal. Hal ini dikarenakan proses belajar mengajar di kelas juga masih menggunakan cara-cara konvensional. Guru masih cenderung mengajar tanpa rencana pembelajaran, masih menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. Keadaan ini menyebabkan rendahnya nilai rata-rata kelas. Masalah lain yang sering dijumpai adalah tingkat kedisiplinan guru yang masih rendah baik guru PNS ataupun guru non PNS. Rendahnya kedisiplinan guru ini dapat dilihat dari masih adanya guru yang datang dan pulang tidak tepat waktu, administrasi kelas yang kurang lengkap, tidak membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), tidak mengisi buku nilai dan banyak lagi jenis ketidaksiplinan guru. Keadaan ini tidak dapat dibiarkan karena dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kualiatas pendidikan.

Fakta-fakta diatas mendorong penulis untuk mengadakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) sebagai salah satu ikhtiar penulis dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah, terutama untuk kelas atas (kelas IV, V dan VI) dengan judul: Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Kelas Atas melalui Supervisi Akademik pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru kelas atas melalui supervisi akademik pada madrasah ibtidaiyah negeri 17 hulu sungai tengah.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Tahun Pelajaran 2019/2020.

Subyek dalam penelitian ini adalah guru kelas atas (Kelas IV, V dan VI) pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sebagai berikut:

 

Table 1. Subyek Penelitian

No

Nama Guru

Mata Pelajaran

Kelas

1.

Nortinah, S.Pd.I

Tematik

IV

2.

Harniyati, S.Pd.I

Tematik

V

3.

Hilmah, S.Pd.I

Tematik

VI

4.

Dahlina, S.Pd.I

Quran Hadits dan Fiqih

IV, V, VI

5.

Abdul Halim, S.Pd.I

SKI dan Aqidah Akhlak

IV, V, VI

6.

Asbiyati, S.Pd.I

Seni Budaya

IV, V, VI

7.

Pahruraji, S.Pd.I

PJOK

IV, V, VI

8.

Syaifurrahman, S.Pd.I

Bahasa Arab

IV, V, VI

9.

Sa'duddin, S.Pd.I

Matematika

IV, V, VI

Langkah-langkah PTS meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus tersebut tergambar dalam bagan berikut:


Gambar 1. Langkah-langkah PTS (Direktorat Tendik, 2008)

Keterangan:

Pada setiap Siklus meliputi empat langkah yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Penelitian tindakan kelas ini menggunakan beberapa teknik atau metode untuk mengumpulkan data, diantaranya metode Fokus group discution (FGD), dokumentasi, observasi atau pengamatan, dan wawancara.

Menentukan keberhasilan tindakan dalam PTS ini perlu dibuat indikator-indikator keberhasilan PTS. Adapun indicator keberhasilan tindakan dalam PTS ini adalah sebagai berikut:

 

Tabel 2. Indikator Keberhasilan PTS

 

NO

 

Indikator Keberhasilan PTS

Rincian Sub Indikator:

Guru yang kualitas pembelajarannya

meningkat ( 85 % )

1

Semakin meningkatnya kedisiplinan guru

a.       Datang ke kelas tepat waktu

b.      Membuat persiapan mengajar

c.       Menggunakan waktu secara efektif, efisien untuk mengajar

d.      Guru selalu hadir di kelas

2

Semakin berkualitasnya pembelajaran yang dilakukan

a.       Perangkat pembelajaran yang dipersiapkan guru lengkap

b.      Guru menggunakan media/ alat peraga

c.       Guru menggunakan metode/ model pembelajaran yang up to date

d.      Terciptanya suasana pembelajaran yang

Aktif

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

1.      Pra Siklus

Sebelum tindakan siklus 1 dimulai, peneliti mengadakan observasi pra siklus dengan maksud sebagai pembanding peningkatan kualitas pada siklus 1. Pra siklus menggunakan supervisi seperti biasanya. Adapun hasil kegiatan pra siklus sebagai berikut:

 

Tabel 3. Hasil Pra Siklus

No

Nama Guru

Kedisiplinan

Perangkat pembelajaran

Metode Uptodate

1.

Nortinah, S.Pd.I

1

0

0

2.

Harniyati, S.Pd.I

0

1

1

3.

Hilmah, S.Pd.I

1

0

1

4.

Dahlina, S.Pd.I

0

0

0

5.

Abdul Halim, S.Pd.I

0

1

1

6.

Asbiyati, S.Pd.I

1

1

1

7.

Pahruraji, S.Pd.I

0

0

0

8.

Syaifurrahman, S.Pd.I

1

1

1

9.

Sa'duddin, S.Pd.I

0

1

1

Jumlah Ya

4

5

6

Jumlah Tidak

5

4

3

Persentase Ya (%)

44,44

55,56

66,7

Persentase Tidak (%)

55,56

44,44

33,3

���������������� Sumber tabel : Hasil lembar observasi prasiklus

Dari tabel 3 diatas dapat diketahui dalam kegiatan Prasiklus dengan menggunakan tindakan supervisi konvensional diperoleh hasil tingkat kedisiplinan guru 44,44% dari jumlah guru yang ada, sedangkan guru yang melengkapi perangkat pembelajarannya sebanyak 55,56% serta guru yang mengajar dengan metode/ model pembelajaran baru sebesar 66,7%. Dengan demikian hasil Prasiklus masih belum menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni semua indikatormemperoleh minimal85 % dari jumlah keseluruhan.

 

2.     Siklus 1

Pada siklus 1 penelitian meliputi empat langkah yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

1)      Perencanaan

Tahap ini dimulai dengan mempersiapkan format-format supervisi, menentukan jadwal pelaksanaan supervisi, membuat kesepakatan dengan guru yang akan disupervisi dan menyiapkan instrument-instrumen yang dibutuhkan dalam pengambilan data.

 

2)     Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan siklus 1 dengan penekanan pada proses pembelajaran di kelas. Siklus 1 dilaksanakan selama 9 hari yakni tanggal 7 s.d 16 Oktober 2019 Pelaksanaan supervisi siklus satu dengan jadwal sebagai berikut:

 

 

 

 

 

Table 4. Jadwal Pelaksanaan supervisi siklus satu

No

Hari/tanggal

Nama Guru

Keterangan

1.

Senin, 7 Okt 2019

Nortinah, S.Pd.I

Kelas IV

2.

Selasa, 8 Okt 2019

Harniyati, S.Pd.I

Kelas V

3.

Rabu, 9 Okt 2019

Hilmah, S.Pd.I

Kelas VI

4.

Kamis, 10 Okt 2019

Dahlina, S.Pd.I

Kelas V

5.

Jum�at, 11 Okt 2019

Abdul Halim, S.Pd.I

Kelas IV

6.

Sabtu, 12 Okt 2019

Asbiyati, S.Pd.I

Kelas VI

7.

Senin, 14 Okt 2019

Pahruraji, S.Pd.I

Kelas V

8.

Selasa, 15 Okt 2019

Syaifurrahman, S.Pd.I

Kelas VI

9.

Rabu, 16 Okt 2019

Sa'duddin, S.Pd.I

Kelas IV

Pada pelaksanaan siklus di diperoleh hasil sebagai berikut:

 

Tabel 5. Hasil Siklus 1

No

Nama Guru

Kedisiplinan

Perangkat pembelajaran

Metode Uptodate

1.

Nortinah, S.Pd.I

1

0

0

2.

Harniyati, S.Pd.I

1

1

1

3.

Hilmah, S.Pd.I

1

0

1

4.

Dahlina, S.Pd.I

1

0

0

5.

Abdul Halim, S.Pd.I

1

1

1

6.

Asbiyati, S.Pd.I

1

1

1

7.

Pahruraji, S.Pd.I

0

1

1

8.

Syaifurrahman, S.Pd.I

1

1

0

9.

Sa'duddin, S.Pd.I

0

1

1

Jumlah Ya

7

6

6

Jumlah Tidak

2

3

3

Persentase Ya

77,8

66,7

66,7

Persentase Tidak

22,2

33,3

33,3

Sumber tabel : Hasil lembar observasi siklus 1

 

Dari tabel 5 diatas dapat dilihat pada kegiatan siklus 1 (satu) dengan menggunakan tindakan supervisi kelas diperoleh hasil tingkat kedisiplinan guru 77,8% dari jumlah guru yang ada, sedangkan guru yang melengkapi perangkat pembelajarannya sebanyak 66,7% serta guru yang mengajar dengan metode/ model pembelajaran baru sebesar 66,7%. Dengan demikian hasil siklus 1 (satu) masih belum menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni semua indikator memperoleh 85% dari jumlah keseluruhan sehingga perlu dirancang kembali tindakan pada siklus berikutnya.

 

3)     Observasi

Observasi dilaksanakan sebelum pembeljaran dengan menggunakan format supervisi kelas. Pengamatan dilakukan pada kelengkapan perangkat pembelajaran guru (silabus, RPP, soal evaluasi, media dan bahan ajar). Observasi dilakukan juga pada saat pelaksanaan pembelajaran di kelas (metode/model pembelajaran, interaksi guru dengan siswa, antusias siswa dan hasil penilaian guru).

 

4)     Refleksi

Refleksi dilakukan dengan mengadakan diskusi dengan kolaborator dengan menitik beratkan pada aspek-aspek yang masih pelaksanaannya kurang maksimal. Hasil refleksi tersebut adalah:

a.       Perangkat pembelajaran guru masih kurang lengkap, sehingga perlu bimbingan pada guru yang bersangkutan sebelum pelaksanaan supervise

b.      Proses Supervisi yang terlalu rapat (hari pelaksanaan berurutan)

c.       Komunikasi dengan guru yang disupervisi perlu ditingkatkan

 

3.     Siklus 2

1)      Perencanaan

Berdasarkan refleksi yang telah dilakukan maka perlu adanya revisi pada tindakan yang akan dilakukan di siklus 2. Siklus 2 dilaksanakan selama 9 yakni mualai tanggal 4 s.d 13 November 2019.

 

2)     Pelaksanaan

Pada pelaksanaan siklus 2 di dapat hasil sebagai berikut:

 

Tabel 6. Hasil Siklus 2

No

Nama Guru

Kedisiplinan

Perangkat pembelajaran

Metode Uptodate

1.

Nortinah, S.Pd.I

1

1

1

2.

Harniyati, S.Pd.I

1

1

1

3.

Hilmah, S.Pd.I

1

1

1

4.

Dahlina, S.Pd.I

1

1

1

5.

Abdul Halim, S.Pd.I

1

1

1

6.

Asbiyati, S.Pd.I

1

1

0

7.

Pahruraji, S.Pd.I

1

1

1

8.

Syaifurrahman, S.Pd.I

1

1

1

9.

Sa'duddin, S.Pd.I

0

1

1

Jumlah Ya

8

9

8

Jumlah Tidak

1

0

1

Persentase Ya

88,9

100

88,9

Persentase Tidak

11,1

0

11,1

Sumber tabel : Hasil lembar observasi siklus 2

Berdasar pada hasil kegiatan siklus 2 dapat diketahui bahwa supervisi akademik dengan bimbingan penyusunan perangkat pembelajaran dan jeda waktu antar supervisi yang cukup diperoleh hasil sebagai berikut:

a.       tingkat kedisiplinan guru 88,9% dari jumlah guru yang ada

b.      guru yang melengkapi perangkat pembelajarannya sebanyak 100%

c.       guru yang mengajar dengan metode/ model pembelajaran baru sebesar 88,9%

Dengan demikian hasil siklus 2 (dua) sudah menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni semua indikator memperoleh 85% dari jumlah keseluruhan sehingga tindakan supervisi siklus 2 (dua) dapat disimpulkan telah berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran guru kelas IV, V dan VI pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020.

 

3)     Observasi

Pada siklus ini observasi dilakukan sebelum pembelajaran, selama proses pembelajaran dan sesudah pembelajaran berlangsung. Hal-hal yang diamati adalah kelengkapan perangkat pembelajaran, metode / model pembelajaran yang dilaksanakan guru, antusiasme siswa dan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan

 

4)     Refleksi

Setelah pembelajaran berlangsung peneliti kembali melakukan refleksi bersama guru yang bersangkutan dengan hasil refleksi sebagai berikut:

a.       Perangkat pembelajaran yang digunakan guru sudah lengkap

b.      Rencana Pelaksaan Pembelajaran sudah dapat dikategorikan baik

c.       Proses pembelajaran menunjukkan kualitas yang meningkat terlihat dari antusiasme siswa, munculnya metode/model pembelajaran yang aktif dan tidak monoton.

 

Pembahasan

Dari pelaksanaan tindakan yang dilakukan dapat diperoleh hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan persentase indikator keberhasilan PTS ini. Supervisi akademik berdampak positif terhadap tingkat kedisiplinan guru, persiapan guru dalam menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran dan ini berdampak guru yang disupervisi telah menggunakan inovasi pembelajaran dengan metode-metode pembelajaran yang lebih kreatif.

Pada penelitian tindakan ini terlihat jelas peningkatan kualitas pembelajaran yang terlihat dari indikator-indikator sebagai berikut:

1.      Kedisiplinan guru

Pada siklus 1 diperoleh tingkat kedisiplinan guru sebesar 77,8% meningkat menjadi 88,9% pada siklus 2 peningkatan ini merupakan dampak dari tindakan supervisi yang telah dilakukan peneliti. Dengan adanya supervisi akademik maka guru dapat datang tepat waktu serta menggunakan waktu mengajar dengan lebih efektif dan efisien.

 

2.     Perangkat Pembelajaran

Pada siklus 1 diperoleh persentase guru yang melengkapi perangkat pembelajaran sebesar 66,7% meningkat menjadi 100% pada siklus 2. Dengan demikian pelaksanaan supervisi pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan jumlah guru yang menyiapkan secara lengkap perangkat pembelajarannya.

 

3.     Metode/ Model Pembelajaran yang digunakan

Pada siklus 1 diperoleh persentase guru yang mengajar dengan metode/ model pembelajaran baru sebesar 66,7% meningkat menjadi 88,9% pada siklus kedua. Pelaksanaan supervisi akademik yang dilaksanakan peneliti selaku Kepala Madrasah pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun pelajaran 2019/2020 terbukti dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, ini terjadi karena guru yang sedang disupervisi tidak merasa canggung/takut dalam melaksanakan pembelajaran. Dalam kegiatan supervisi ini supervisor lebih bertindak membimbing dan membantu guru yang disupervisi.

 

 

Gambar 2. Rekapitulasi Hasil Penelitian Antar siklus

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian di atas, menunjukan bahwa Pelaksanaan tindakan supervisi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 17 Hulu Sungai Tengah Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan hasil semua komponen baik kedisiplinan, perangkat pembelajaran dan metode up to date lebih dari 85% telah terlaksana. Supervisi akademik dilaksanakan dengan mengadakan bimbingan pada proses persiapan dan pengadaan perangkat pembelajaran dan mengadakan diskusi untuk kemudian memberikan masukan kepada guru untuk pelaksanaan pembelajaran berikutnya.

 

BIBLIOGRAFI

 

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Google Scholar

Barus, Z., Siagian, S dan Purba, S. 2016. Upaya Peningkatan Keterampilan Dasar Mengajar Guru melalui Supervisi Klinis dengan Pendekatan Kolaboratif di SMK Negeri 1 Berastagi Kabupaten Karo. Jurnal Pendidikan dan Kepengawasan, Google Scholar

Daryanto, & Rachmawati, T. (2015). Supervisi Pembelajaran. Jogjakarta: Gava Media. Google Scholar

Euis E. Marlina, 2018. Cara Praktis Melaksanakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) bagi Pengawas Sekolah. Samudra Biru. Google Scholar

Hamalik, Oemar. (2020). Kurikulum dan pembelajaran. Bumi Aksara. Google Scholar

Mulyasa.2011. Menjadi Gru Profesional. Bandung:Remaja Rosdakarya Google Scholar

Mulyasa, Enco. (2015). Menjadi guru profesional, menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Google Scholar

Mukhtar, & Iskandar. (2013). Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press Group. Google Scholar

Rahayuningsih, Lusia Endang. 2011. Supervisi Pembelajaran Tematik Pada Guru Di SD Negeri Dadapsari Semarang. Tesis. Program Pascasarjana. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Google Scholar

Sudjana, Nana. 2011. Supervisi Pendidikan, Konsep dan Aplikasinya bagi Pengawas Sekolah. Bekasi: Binamitra Publishing. Google Scholar

Suherman, S. K. (2007). Adrenokortikotropin, adrenokortikostreroid, analog-sintetik dan antagonisnya. Dalam Farmakologi Dan Terapi. Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit Bagian Farmakologi FKUI. Hal, 486�487. Google Scholar

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfebata. Google Scholar

Suryadi, 2012. Buku Panduan Guru Profesional Penelitian Tindakan Kelas PTK dan Penelitian Tindakan Sekolah PTS. Surakarta: Andi Offset. Google Scholar

Sutama. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitaif, Kualitatif, PTK dan R&D. Surakarta: Fairus Media. Google Scholar

Zainal Aqib dan Ahmad Amrullah (2017). Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) Teori dan Aplikasi Untuk Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah Dan Guru. Andi Publisher. Google Scholar