MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; boundary="----=_NextPart_01D9ADC5.4A73B5C0" ------=_NextPart_01D9ADC5.4A73B5C0 Content-Location: file:///C:/095E1229/deaaryani.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html
UPAYA GURU MENERAPKAN PE=
NDIDIKAN
KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS V PADA MASA PANDEMI
Dea
Aryani1, Nurul Febrianti2
Universitas
Esa Unggul, Jakarta, Indonesia
Aryanidea59@gmail.com1, nurul.febrianti@esaunggul.ac.id2
|
<=
span
lang=3DEN-US style=3D'font-size:10.0pt;font-family:"Georgia",serif'>Keywo=
rds |
Abstract |
|
teacher efforts;
discipline character education; during a pandemic |
|
|
Kata Kunci |
Abstrak |
|
upaya
guru; pendidikan karakter disiplin; pada masa pandemi |
Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam menerapkan pendidikan karakter
disiplin pada masa pandemi di SDN Cibodas serta faktor pendukung dan
penghambat dalam menerapkan pendidikan karakter disiplin pada masa pandem=
i di
SDN Cibodas 4. Metode: Subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu
guru kelas VA dan VB. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif de=
ngan
pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan yaitu observasi,
wawancara dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bah=
wa
(1) guru di SDN Cibodas 4 berupaya dalam mengatasi penurunan karakter sis=
wa
yang berubah dengan melakukan kegiatan pembiasaan yaitu pembiasaan
keteladanaan, pembiasaan rutin, spontan dan pengkondisian. (2) faktor
pendukung dalam menerapkan karakter disiplin siswa yaitu kesadaran diri
siswa, dukungan orang tua dan komunikasi yang terjalin antara guru dan or=
ang
tua. Faktor penghambat dalam menerapkan karakter disiplin siswa yaitu
kurangnya kesadaran siswa, kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua,
fasilitas dan lingkungan. Kesimpulan: Terdapat beberapa upaya dan
faktor pendukung dan penghambat guru dalam penerapan karakter disiplin si=
swa
kelas V pada masa pandemi. Upaya guru dalam menerapkan pendidikan karakter
disiplin pada masa pandemi yaitu melalui kegiatan pembiasaan seperti
pembiasaan keteladanan, pembiasaan rutin, spontan dan pengkondisian. |
Corresp=
onding
Author:
Dea Aryani
E-mail: Aryanidea59@gmail.com<=
/span>
PENDAHULUAN
Dunia
saat ini sedang mengalami kondisi yang tidak baik, kondisi ini disebabkan o=
leh
adanya wabah yang disebabkan oleh virus yang dinamakan dengan covid19
Pandemi
di Indonesia maka pada tanggal 24 Maret 20202, pemerintah mengeluarkan surat
edaran melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.4
Tahun 2020 yang berisi kebijakan pelaksanaan pendidikan pada masa darurat
covid19. Dengan adanya kebijakan tersebut menyatakan bahwa pelaksanaan
pembelajaran yang bermula tatap muka menjadi pembelajaran daring atau
dilaksanakan dari rumah
Dalam
era teknologi digital saat ini, pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan
dan peluang baru. Pemerintah dan lembaga pendidikan berupaya mengintegrasik=
an
teknologi dalam pembelajaran melalui pengembangan e-learning, penggunaan pe=
rangkat
mobile, dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas akses dan
meningkatkan efektivitas pembelajaran
Pembelajaran daring merupakan pembelajaran
dengan menggunakan teknologi untuk mencari materi pembelajaran, mencari sum=
ber
informasi dan sebagainya. Pembelajaran daring menggunakan
beberapa aplikasi seperti whatsapp =
group,
email, video conference, zoom, live chat dan classroom
Berdasarkan
fakta yang ada pada masa pandemi bahwa dalam pembelajaran daring kesulitan =
yang
dirasakan bukan hanya guru melainkan wali murid dan siswa juga mengalami
kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran daring
Maka
dengan adanya permasalahan yang diakibatkan adanya pembelajaran daring maka
pemerintah mengeluarkan kebijakan baru mengenai pembelajaran secara tatap m=
uka
terbatas (PTM)
Pada
proses pembelajaran tatap muka terbatas, menunjukkan beberapa perubahan yang
terjadi dalam diri siswa di SDN Cibodas 4 salah satu nya karakter disiplin.
Beberapa perubahan yang terjadi yaitu terlambat mengumpulkan tugas, berkata
yang kurang baik, kurang peduli terhadap sesama, dan sebagainya. Beberapa
perubahan tersebut tentunya bukan permasalahan yang ringan karena karakter
terlebih karakter disiplin sangat penting dalam pembentukan sikap siswa
kedepannya.
Nilai
karakter disiplin sangat penting diterapkan dan dimiliki seseorang agar
memiliki nilai-nilai yang baik dalam kehidupan =
1. Kompetensi
pedagogik adalah kemampuan dalam mengelola siswa meliputi pemahaman terhadap
siswa, merancang dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil belajar dan
mengembangkan siswa untuk mengaktualisasi bakat yang dimiliki siswa.
2. Kompetensi
kepribadian adalah kemampuan yang berpedoman kepada agama, beperilaku sesuai
norma yang ada, dan menghargai terhadap perbedaan yang ada.
3. Kompetensi
sosial adalah kemampuan untuk berperilaku dan berinteraksi yang baik dengan
orang tua dan masyarakat. Guru harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan
orang tua siswa, sesama tenaga pendidik maupun masyarakat sekitar.
4. Kompetensi
profesional adalah kemampuan wawasan yang dimiliki yang digunakan untuk
membimbing siswa dalam memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan.
Berdasarkan
penjelasan di atas maka kompetensi guru penting dimiliki guru agar guru
memiliki kemampuan dalam proses pembelajaran di kelas. Karena dengan adanya
kompetensi menjadikan guru mampu untuk memahami, merancang serta berperilaku
yang bermanfaat untuk siswa di kelas.
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif
deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakuk=
an
dengan guru di SDN Cibodas 4 sejak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ)
siswa mengalami beberapa perubahan termasuk karakter yang terdapat dalam di=
ri
siswa. Hal ini terlihat saat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas bah=
wa
siswa mengalami penurunan baik kognitif maupun afektifnya. Pernyataan terse=
but
sesuai dengan wawancara dengan guru kelas V mengenai perubahan yang terjadi
pada siswa:
“Karakter siswa yang berubah siswa berkata kur=
ang
baik, hasil belajar nya jadi menurun” (wawancara dengan guru M)
=
Pernyataan tersebut sama dengan pernyataan dari =
guru
D
“Sejak pjj kemarin siswa banyak mengalami peru=
bahan
seperti yang tadi dilihat ya siswa menjadi kurang peduli dengan temannya, g=
uru
dan penurunan minat siswa dalam belajar”.
Berikut hasil penelitian yang diper=
oleh
peneliti di SDN Cibodas 4 sebagai berikut:
=
Upaya Guru Menerapkan Pendidikan
Karakter Disiplin Pada Masa Pandemi Masa pandemi ini
Upaya guru dalam menanamkan karakter disiplin ke=
pada
siswa sangat penting dilakukan guru terlebih di masa pandemi ini, banyak
karakter siswa yang berubah karena pembelajaran daring termasuk siswa di SDN
Cibodas 4. Oleh karena itu, pemerintah membuat kebijakan untuk melakukan
pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran yang dilakukan saat dari=
ng
dan luring di masa pandemi ini agar guru bisa maksimal dalam mengajar di ke=
las.
Maka upaya di SDN Cibodas 4 lakukan saat pembelajaran di masa pandemi yaitu
menerapkan kegiatan pembiasaan seperti pembiasaan keteladanan, pembiasaan
rutin, spontan dan pengkondisian.
=
Pembiasaan
Keteladanan
Pembiasaan keteladanan adalah aktivitas sehari-h=
ari
yang dilakukan tanpa mengenal waktu. Berikut pembiasaan keteladanan yang
dilakukan oleh guru kelas VA dan VB di masa pandemi.
=
Pembelajaran Dimulai Pukul 07.00 Saat Daring dan
Luring
Pembiasaan ini dilakukan oleh sekolah saat daring
maupun saat luring agar siswa melakukan kegiatan disiplin sejak dini, agar
siswa bisa mencontohkan sikap disiplin guru. berikut wawancara dengan bapak=
M
“kelas saat daring dimulai pukul 07.00 dan off= line juga sama jam 07.00, saat daring dan luring saya hadir pukul 06.30, kalau luring saya bersihin kelas biar saat kelas dimulai kelas jadi bersih dan rapi.”<= o:p>
=
Pernyataan tersebut juga sama dengan yang dilaku=
kan
ibu D
“saat daring kelas dimulai pukul 07.00 dan off=
line
juga sama jam 07.00, saat daring dan luring saya biasanya sudah hadir sebel=
um
pukul 07.00”
=
Mengingatkan siswa memakai masker
Saat ini sudah memasuki masa new normal atau perubahan yang mulai memasuki masa normal untuk
beraktivitas setelah dunia mengalami pandemi covid-19 yang disebabkan oleh
virus covid-19 selama 2 tahun lamanya, dengan adanya pandemi tersebut
pemerintah memberikan kebijakan untuk menerapkan protokol kesehatan salah
satunya memakai masker namun meskipun covid-19 sudah mengalami penurunan dan
memasuki masa new normal pemeri=
ntah
tetap menganjurkan untuk tetap memakai masker di segala aktivitas. Maka
berdasarkan kebijakan tersebut SDN Cibodas 4 mewajibkan siswa memakai masker
saat kegiatan pembelajaran dan menjadikan salah satu penerapan karakter
disiplin yang diterapkan di sekolah saat ini. Berikut pernyataan dari guru =
M
“selalu ingatkan siswa untuk tetap pakai masker
disegala aktivitas, karena selain kebijakan dari pemerintah itu juga salah =
satu
untuk mematuhi protokol kesehatan kecuali jika makan ataupun senam saat sed=
ang
offline, dan guru juga harus mencontohkan agar bisa memberikan contoh kepada
siswa”
Pernyataan tersebut sama dengan yang disampaikan
oleh guru D
“saat pandemi ini siswa diharuskan untuk mener=
apkan
protokol kesehatan seperti tetap pakai masker di segala aktivitas, guru juga
harus mencontohkan kepada siswa untuk jangan lupa masker dipakai”
=
Tutur Kata
Guru merupakan seseorang yang digugu dan di tiru,
sehingga tindakan maupun tutur kata yang guru lakukan akan di contoh oleh s=
iswa
nya
=
Berikut pernyataan wawancara dengan guru M
“Guru itu seorang yang tindakan dan tutur kata=
nya
ditiru oleh siswa maka guru harus bisa berusaha ya menjadi panutan untuk si=
swa,
saat terdapat siswa yang kurang baik dalam bersikap maupun bertutur kata sa=
ya
biasanya menegur siswa dan juga terkadang saya berupaya untuk membentuk sis=
wa
agar tidak berkata atau bersikap yang kurang baik dengan memberikan cerita
karakter kepada siswa atau menegur serta menasehati siswa jika kurang baik
ucapannya”
=
Pernyataan tersebut sama dengan yang disampaikan
oleh guru D
“jika terdapat siswa yang kurang baik dalam be=
rkata
saya tegur dan nasehati kenapa bicara seperti itu? Gak baik bicara seperti =
itu
dan sebagainya”
Pembiasaan Rutin
Pembiasaan rutin merupakan kegiatan yang berkait=
an
dengan sehari-hari di sekolah seperti melaksanakan upacara bendera, senam s=
aat
offline, menyanyikan lagu wajib sebelum belajar, doa bersama, ketertiban
memelihara kebersihan dan sebagainya
- &nb=
sp; Kerapian dan kebersihan baju, selalu di cek guru
setiap masuk kelas saat daring maupun saat luring. Hal ini terlihat berdasa=
rkan
observasi yang dilakukan di kelas VA dan VB terdapat siswa yang berpakaian
kurang rapih guru membantu membereskan baju siswa dan menasihati siswa agar
jika berpakaian harus rapih
- &nb=
sp; Melaporkan ibadah ke whatsaap group, tujuan adan=
ya
laporan ibadah ini agar siswa tidak melupakan ibadah dan menerapkan
kedisiplinan terhadap siswa sejak dini. Pada masa pandemi ini guru selalu
mengingatkan kepada siswa baik saat daring maupun luring. Berikut wawancara
dengan guru M
“saya selalu ingatkan siswa untuk ibadah baik =
saat
online maupun offline, dan saat online siswa ditugaskan untuk melaporkan sa=
at
sudah melakukan ibadah di whatsapp =
group
misalnya laporan ibadah sholat dhuha, hal tersebut agar dapat membentuk
karakter disiplin siswa dalam hal ibadah, karena kita kan hidup di dunia ti=
dak
selamanya jadi jangan hanya dunia yang terus diingat akhirat pun juga harus
selalu diingat”
- &nb=
sp; Catatan siswa, guru mencatat sikap baik dan tida=
knya
siswa, dengan adanya catatan tersebut guru dapat mengetahui perkembangan
karakter siswa jika terdapat siswa yang masih kurang baik dalam bersikap
apabila sudah dinasehati oleh guru, catatan itu akan menjadi evaluasi guru
tentang cara mengajar, dan mendiskusikan dengan orang tua jika ada kunjungan
orang tua.
Berikut
pernyataan wawancara dengan guru M
“untuk proses pembelajaran di kelas, bapak sel=
alu
catat setiap sikap siswa dikelas, untuk bahan evaluasi kedepannya”
- &nb=
sp; Kerapihan rambut, dicek oleh guru, apabila menem=
ukan
siswa yang kurang rapih rambutnya guru tegor dan membantu membereskan rambut
siswa. Dalam penelitian ini ditemukan siswa kelas VB saat pembelajaran luri=
ng,
dimana rambutnya tidak rapih kemudian guru membantu membereskan dan menaseh=
ati
agar rambut siswa selalu rapi.
- &nb=
sp; Menyanyikan lagu wajib, pembiasaan ini selalu
dilakukan guru untuk membentuk sikap nasionalisme siswa terhadap bangsa nya.
Berikut pernyataan dari guru M
“sebelum memulai pembelajaran siswa ditugaskan=
untuk
menyanyikan lagu wajib, kalau daring terkadang buat video nyanyi lagu wajib,
tujuannya agar menciptakan nasionalisme terhadap siswa”
Pernyataan tersebut sama dengan yang disampaikan
guru D
“siswa ditugaskan menyanyikan lagu wajib saat =
luring
kalau daring biasanya diberikan video dari youtube”
Spontan
Pembiasaan spontan merupakan pembiasaan yang
dilakukan tidak dijadwalkan
- &nb=
sp; Menegur siswa yang tidak rapi, apabila terdapat
siswa tidak rapi, guru membantu merapikan apa yang siswa tidak rapi misalnya
baju siswa tidak rapi, guru membantu merapikan baju dan diberikan nasihat
supaya apabila berpakaian siswa harus rapi. Dalam penelitian ini ditemukan
siswa kelas VA yang tidak memakai seragam sesuai dengan jadwal, dan guru
menegur siswa yang tidak berpakaian sesuai jadwal.
- &nb=
sp; Menegur siswa yang telat mengumpulkan tugas dan
tidak mengerjakan tugas
“kalau ada anak seperti daring hp nya
dipakai orang tua nya kita kasih keringanan dalam mengumpulkan tugas, kalau
anak tidak mengumpulkan tugas harus juga punya catatan hari ini anak ini
tanggal segini anak tidak mengumpulkan tugas dan nanti diskusikan dengan or=
ang
tua saat ada kunjungan orang tua” (wawancara dengan guru kelas M)
Pernyataan tersebut sama dengan yang
dikemukakan guru kelas D
“yang
saya lakukan menegor siswa saat ada yang terlambat datang dan telat
mengumpulkan tugas baik daring maupun luring jika ada yang telat mengumpulk=
an
tugas biasanya jika karena hp nya dibawa orang tua nya biasanya saya kasih
keringanan misalnya orang tuanya baru pulang sore jadi kumpulinnya malam”=
- Siswa
yang berisik di kelas
Apabila
terdapat siswa yang berisik di kelas saat proses pembelajaran, guru menegur
siswa dan menasehati agar tidak mengulangi kembali.
“saya
biasanya tanya dulu kayak tadi ngapain, nyimak tidak penjelasan bapak? Nanti
saja kalo mau ngobrol pas selesai pelajaran, kalo siswa masih belum nyimak =
yang
dibilang nanti akan saya masukan ke catatan sikap siswa” (wawancara denga=
n guru
M)
Pernyataan
tersebut sama dengan yang dikemukakan guru kelas D
“saya
tegor biasanya dan dinasehati kayak tidak baik seperti itu kesian teman yang
lain yang mau belajar, jangan berisik ya”
Pengkondisian
Pengondisian yaitu kegiatan yang mendukung dalam
penanaman aktivitas karakter
Pemberian
motivasi dan umpan balik kepada siswa
Guru harus bisa menjadi seseorang yang bisa digu=
gu
dan ditiru oleh siswa nya baik sikap maupun perilaku. Guru harus bisa mempu=
nyai
strategi untuk bisa menciptakan suasana kelas yang mendukung karena dengan
adanya suasana yang mendukung siswa menjadi semangat melakukan proses
pembelajaran dan memberikan umpan balik jika terdapat siswa yang berbuat ba=
ik
“biasanya saya setiap mau belajar menyanyikan =
lagu
yang semangat atau menceritakan cerita edukasi yang berkaitan dengan karakt=
er
dan memancing siswa kalo sikap seperti itu baik tidak sikap seperti itu dan
jika ada siswa yang mengerjakan atau sikap dengan baik diberikan tepuk tang=
an
atau diberikan pujian” (wawancara guru kelas M)
=
Pernyataan tersebut sama dengan yang guru D
“saya kadang cerita kadang menyanyikan lagu ta=
pi
lebih sering lagu dan jika ada siswa yang berbuat baik biasanya tepuk tangan
bersama temannya, diberikan pujian atau dikasih reward seperti memberikan
pensil” (wawancara dengan guru kelas VB)
Faktor Pendukung dan Penghambat Pendidikan Karakter Disi=
plin
Siswa Kelas V Pada Masa Pandemi
Dalam penerapan karakter disiplin siswa pada masa
pandemi terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Fakt=
or
pendukung dan penghambat dalam penerapan karakter disiplin di masa pandemi
yaitu
Pertama,
Komponen utama yang mendukung dan
menghambat dalam penerapan karakter di masa pandemi yaitu kesadaran dari si=
swa.
Antusias siswa terhadap pembelajaran saat daring dan luring mampu menciptak=
an
kedisiplinan pelaksanaan pembelajaran dengan baik. Hal ini sesuai dengan
pernyataan trisnawati dalam
Kedua, dukungan orang tua. Dengan adanya dukungan orang
tua dalam proses pembelajaran daring dan luring sangat penting dalam proses
penerapan karakter dan pembelajaran terhadap anaknya seperti membantu anakn=
ya
mengerjakan tugas, suasana rumah maka hal tersebut tentu membuat pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih efektif terlebih dalam penanaman karakter, dengan
adanya dukungan dari orang tua maka pelaksanaan karakter yang ada menjadi l=
ebih
baik.
Ketiga, kualitas komunikasi antara guru dan juga orang tua siswa.=
Dalam proses pembelajaran kepada siswanya komuni=
kasi
yang terjalin antara guru dan orang tua merupakan salah satu komponen yang
sangat penting karena dengan adanya komunikasi yang baik antara guru dan or=
ang
tua maka guru akan lebih mudah mengetahui dan menyampaikan informasi
perkembangan siswa selama siswa di rumah maupun di sekolah.
Keempat,
fasilitas yang mendukung. Dalam
pelaksanaan daring terdapat fasilitas yang menjadi faktor dalam pelaksanaan
karakter siswa, tidak semua siswa memiliki handphone masing-masing maka hal
tersebut menjadi salah satu faktor terhambatnya proses pelaksanaan karakter
disiplin siswa
Kelima, pengaruh dari lingkungan rumah
siswa, yang mana diketahui bahwa sebagian siswa memiliki lingkungan yang ku=
rang
edukatif, meski begitu guru tetap mengupayakan pembangunan karakter anak dengan sebaik mungkin meski dalam keterbatasan.
KESIMPULAN
Pada
hasil yang telah di analisis tentang upaya guru menerapkan pendidikan karak=
ter
disiplin siswa kelas V pada masa pandemi, dapat ditarik kesimpulan yaitu
terdapat beberapa upaya dan faktor pendukung dan penghambat guru dalam
penerapan karakter disiplin siswa kelas V pada masa pandemi. Upaya guru dal=
am
menerapkan pendidikan karakter disiplin pada masa pandemi yaitu melalui
kegiatan pembiasaan seperti pembiasaan keteladanan, pembiasaan rutin, spont=
an
dan pengkondisian. Selain upaya tersebut guru di SDN Cibodas 4 juga memiliki
faktor yang mendukung dan menghambat dalam proses penerapan karakter disipl=
in
di masa pandemi ini.
Faktor
yang mendukung dan menghambat dalam keberhasilan penerapan karakter disiplin
pada masa pandemi yaitu kesadaran siswa dalam tindakan di kelas baik daring
maupun luring, media yang digunakan dan komunikasi yang terjalin antara ora=
ng
tua dan guru, ketiga hal tersebut menjadi faktor dalam keberhasilan penerap=
an
karakter disiplin di masa pandemi ini karena dengan adanya kesadaran siswa,
media yang mendukung proses di kelas dan kerjasama yang baik antara guru dan
orang tua maka pelaksanaan pembelajaran dan penerapan karakter di kelas dap=
at
terlaksana dengan baik.
REFERENSI
Dea
Aryani, Nurul Febrianti
Upaya
Guru Menerapkan Pendidikan Karakter Disiplin Siswa Kelas V pada Masa Pandem=
i
Jurnal
Impresi Indonesia (JII)
Vol. 2, No. 5, Mei 2023
p-ISSN: 2828-1284 e-ISSN: 2810-062x
website: http=
s: //rivierapublishing.id/JII/index.php/jii/index