Jurnal Impresi Indonesia (JII)
Vol.1, No. 2, Februari 2022
p-ISSN: 2828-1284 e-ISSN: 2810-062x
website: https://rivierapublishing.id/JII/index.php/jii/index
Doi: 115
EVALUASI PROGRAM KEPRAMUKAAN DI GUGUS DEPAN SEKOLAH
MENENGAH ATAS SE KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG
Teddy Gunawan Kaisar1, Damrah2
Program Studi Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Indonesia
tedygunawan.c@gmail.com, damrahburhan@gmail.com
Abstract
Received:
03-02-2022
This research aims to find out: (1) the purpose of the
scouting program; (2) the qualification of the
background of the Builder and the welfare of
infrastructure facilities (3) the process of implementing
scouting, and (4) the achievements of students or
members of scouts and builders at Sekecamatan
Kuranj High School. This research is an evaluation of
the CIPP model to find out the Scouting program in
Kuranji District of Padang City. This research was
carried out at Sekecamatan Kuranji High School. The
subjects of this study are the principal, Scout Scouts,
Assistant Scouts, Scout Members. Data collection is
done with Documentation, Observation, and
Interviews. Descriptive analysis data is collected
analyzed with descriptive, qualitative techniques. The
results showed the evaluation of Context, the learning
materials used have been the same as AD and ART
Pramuka, there are some materials not delivered;
Input shows the background of the Builder in
accordance with the qualifications of scout builders in
accordance with the AD and ART Scouts, While the
quality of scouting infrastructure facilities shows a
different level of diversity in each school in Kuranji
District both whose facilities are adequate and
infrastructure facilities are very lacking. The
conclusion of this research is that in general the
scouting program at Sekecamatan Kuranji High
School has been guided by AD and ART scouting and
led to Law No. 12 of 2010, which is in accordance with
the national standards of the Scouting Movement and
permendikbud RI No. 63 of 2014. Aspects that are still
not in accordance or have not reached the standard are
the quality of the material delivered, scouting facilities
and infrastructure and the implementation of scouting
program learning.
Accepted:
03-02-2022
Published:
20-02-2022
Keywords:
evaluation,
scouting, CIPP
Abstrak
Kata
kunci:
evaluasi,
kepramukaan,
CIPP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tujuan
program kepramukan; (2) kualifikasi latar belakang
Pembina dan kesesauaian sarana prasarana (3) proses
pelaksanaan pembelajran kepramukaan, dan (4)
prestasi peserta didik atau anggota pramuka serta
pembina di SMA Sekecamatan Kuranj. Penelitian ini
adalah evaluasi model CIPP untuk mengetahui program
Kepramukan di Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Peneitian ini di laksanakan di SMA Sekecamatan
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 116
Kuranji. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah,
Pembina Pramuka,Pembantu Pembina,Anggota
Pramuka. Pengumpulan data dilakukan dengan
Dokumentasi, Observasi, dan Wawancara. Data analisis
deskriptif dikumpulkan dianalisis dengan teknik
deskriptif, kualitatif. Hasil penelitian menunjukan
evaluasi Context, materi pembelajaran yang digunakan
telah sama dengan AD dan ART Pramuka, ada beberapa
materi tidak tersampaikan; Input menunjukan latar
belakang Pembina sesuai dengan kualifikasi Pembina
pramuka sesuai dengan AD dan ART Pramuka,
sedangkan kesesuai sarana prasarana kepramukaan
menunjukan tingkat keberagaman yang berbeda beda di
setiap sekolah yang berada di Kecamatan Kuranji baik
yang sarana nya memadai maupun sarana prasarana
nya yang sangat kurang. Simpulan dari penelitian ini
yaitu bahwa secara umum program kepramukan di
SMA Sekecamatan Kuranji telah berpedoman pada AD
dan ART kepramukaan dan mengarah kepada UU No 12
Tahun 2010, yang di sesuaikan dengan standar nasional
Gerakan Kepramukan serta permendikbud RI No 63
Tahun 2014. Aspek yang masih kurang sesuai atau
belum mencapai standar yaitu kesesuain materi yang
disampaikan, sarana dan prasarana kepramukaan serta
pelaksanaan pembelajaran program kepramukaan.
Corresponding Author: Teddy Gunawan Kaisar
E-mail: tedygunawan.c@gmail.com
PENDAHULUAN
Evaluasi adalah suatu alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui dan
mengukur sesuatu dalam suasana dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan
(Muryadi, 2017). Dari hasil evaluasi biasanya diperoleh tentang atribut atau sifat-sifat yang
terdapat pada individu atau objek yang bersangkutan. Selain menggunakan tes, data juga
dapat dihimpun dengan menggunakan angket, obsevasi dan wawancara atau bentuk
instrumen lainnya yang sesuai (Nurhasan, 2001). Sedangkan (Suchman, 1961) dalam
(Arikunto & Yuliana, 2008) memandang evaluasi sebagai sebuah proses dalam menentukan
hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya
tujuan. Berdasarkan pengertianpengertian tentang evaluasi yang telah dikemukakan
beberapa para ahli diatas, maka dapat disimpulkan evaluasi adalah sebuah proses yang
dilakukan oleh seseorang untuk melihat sejauh mana keberhasilan suatu program.
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen suatu program. Tanpa evaluasi
tidak mugkin dapat mengetahui dan mengindentifikasi keberhasilan pelaksanaan suatu
program yang telah direncanakan. Evaluasi merupakan usaha untuk mengetahui sejauh mana
suatu proses pembinaan tersebut berjalan (Jahari, Khoiruddin, & Nurjanah, 2018). Supaya
evaluasi betul betul bermanfaat dan berguna maka evaluasi itu harus berguna untuk klien
atau audiensi khusus.
Pramuka merupakan kegiatan yang identik dengan kegiatan yang dilakukan di luar
lapangan yang menuntut anggota pramuka harus mampu berkeratifitas dan menyaluran
bakat dan minat seperti mana yang telah di kemukakan bahawa anak muda yang suka
berkarya (Nofianti, Chotimah, & Faisal, 2016). Menurut (Khamadi & Bastian, 2015), istilah
pramuka merupakan suatu singkatan yang berasal dari Praja Muda Karana, artinya anak
muda yang selalu berkarya. Anak muda ini terdiri dari peserta didik Siaga, Penggalang,
Penegak, dan Pandega (S, G, T, D) dan anggota dewasa yang memiliki jiwa muda (Boden
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 117
Powel memberikan istilah dengan Boy-Man). Adapun yang dimaksud dengan Pendidikan
Nasional adalah Pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan Undang - Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional dan
tanggap terhadap tuntunan perubahan zaman (Saiin, 2017). Maka dengan adanya Undang-
Undang di atas dapat dijelaskan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan, salah satunya
dapat dilakukan melalui kegiatan kepramukaan.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 63 Tahun 2014 Tentang
Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menegah pada Pasal 1 Ayat 1 bahwa pendidikan kepramukaan adalah proses
pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan
dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Sedangkan Pasal 2 Ayat 2 menyebutkan bahwa
kegiatan pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh
peserta didik. Kegiatan kepramukaan ini merupakan ekstrakurikuler wajib yang disarankan
oleh pemerintah untuk dilaksanakan di lembaga pendidikan seperti sekolah (KEBUDAYAAN,
2014). Pendidikan kepramukaan dilaksanakan untuk meninternalisasikan nilai ketuhanan,
kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan sosial, kecintaan alam, dan kemandirian peserta
didik.
Kepramukaan didalamnya terdapat nilai-nilai yang sangat bagus dalam pembentukan
karakter siswa. Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga di luar sekolah dan sekaligus
merupakan wadah pembinaan generasi muda dengan menggunakan Prinsip Dasar
Kepramukaan (Farida, 2017). Menurut (Ariani, 2015) “Tujuan dari kepramukaan tersebut
sendiri adalah mendidik dan membina remaja untuk mengembangkan mental, moral,
spiritual, intelektual para remaja untuk menjadi pemuda yang baik dan berguna”. Pendidikan
kepramukaan merupakan proses pendidikan yang praktis, di luar sekolah dan di luar keluarga
yang dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang,
menyenangkan, sehat, teratur, dan terarah dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan
dan Metode Pendidikan Kepramukaan, yang sasaran akhirnya adalah terbentuknya
kepribadian, watak, akhlak mulia dan memiliki kecakapan hidup (Hukama, 2017). Dengan
adanya pendidikan kepramukaan di lingkungan sekolah menjadikan siswa memiliki jasmani
sehat, memiliki keterampilan yang berguna, mempunyai moral dan mental yang baik, penuh
kedisiplinan, dan yang paling pentingnya adalah membentuk siswa sebagai generasi
Indonesia yang memiliki iman dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Dari uraian di
atas jelas bahwa pembangunan di bidang kepramukaan harus diperhatikan dengan baik.
Salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan kepribadian peserta didik agar mampu
menyerap pelajaran yang mereka dapat di sekolah baik dalam jam pelajaran biasa maupun di
luar jam pelajaran. Melalui kegiatan kepramukaan anak didik diharapkan mampu
mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya demi memenuhi kebutuhan hidup
sekarang dan yang akan datang.
Berdasarkan uraian di atas, penulis melihat kegiatan kepramukaan di SMA Se
Kecamatan Kuranji Kota Padang. Terlihat bahwa masih kurang terlaksana dengan
sebagaimana mestinya, seperti peserta didik banyak yang tidak mengikuti kegiatan tersebut
dan peserta didik juga terlihat hadir tetapi tidak aktif dalam proses kegitan kepramukaan. Hal
tersebut tentu bertolak belakang dengan tujuan diadakan kegiatan kepramukaan. Dimana
seharusnya kegiatan kepramukaan terlaksana dengan sebagaimana mestinya dan peserta
didik hadir dan aktif untuk mengikuti kegiatan pramukaaan. Ini juga akan berdampak pada
tujuan kepramukaan. Ada beberapa model evaluasi salah satunya evaluasi dengan
menggunakan evaluasi program CIPP di anggap mampu mengidentifikasi permasalahan,
penemuan, serta menerapkan solusinya yang bersifat mendasar sehingga dapat diketahui
apakah proses kegiatan kepramukaan selama ini dilaksanakan dapat diteruskan atau di revisi
pada sekolah menegah atas (SMA) Se Kecamatan Kuranji Kota Padang.
METODE PENELITIAN
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
fenomeologis. Tujuan adalah untuk mengevaluasi kegiatan Kepramukaan di SMA
Sekecamatan Kuranji Kota Padang evaluasinya menggunakan model CIPP (Context, Input,
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 118
Process, dan Product). Evaluasi contexk digunakan untuk menindentifikasi dan menilai
kebutuhan, problem, asset yang mendasari disusunya suatu program (Siregar, 2021). Serta
berupaya untuk mencari jawaban apa yang perlu dilakukan. Evaluasi input dilakukan
membantu pada pengambil keputusan menilai pendekatan alternative, rencana tindakan,
rencana staf dan anggaran untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan yang ditargetkan
(Djuanda, 2020). Pada evaluasi ini berusaha untuk mencari jawaban atas apa yang ahrus
dilakukan. Evaluasi proses dilakukan untuk membantu mengimplementasi keputusan sampai
sejauh mana rencana telah ditetapkan. Disain dalam penelitian evaluasi program pembinaan
ini menggunakan model CIPP yang mana menerapkan atau melinatkan semua pihak dalam
evaluasi tersebut mulai dari konteks, input, proses, dan produck yang dihasilkan dari suatu
pembinaan itu sendiri. Dengan mengkaitkan langsung setiap bagian atau kelompok yang akan
dievaluasi, sebagai berikut : 1) Context, 2) Input, 3) Process, Product.
Tempat penelitian secara umum dilakukan di SMA Sekecamatan Kuranji Kota Padang.
Penelitian ini dilakukan pada Bulan Oktober dan Desember Tahun 2021 secara
berkesinambungan setiap minggunya.
Instrumen penelitian dikembangkan untuk menjelaskan data yang diuraikan melalui
pedoman dokumentasi, pedoman wawancara, dan observasi. Maka peneliti membuat kisi-kisi
intrumen untuk komponen dan sub komponen dengan menggunakan model CIPP.
Data dalam penelitian ini adalah informasi, informasi adalah orang-orang yang banyak
mengetahui memahami serta mau mengeluarkan waktunya untuk memberikan informasi
data yang dibutuhkan. Selain mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Informasi
yang paling penting dalam penelitian ini adalah Pembina Kegiatan Kepramuka, Pengurus
gugus depan mulai dari kamabigus dan ketua harian, peserta didik yang mnegikuti kegiatan
Kepramuka serta dari data tata usaha sekolah. Sumber data didapat dari informasi tersebut.
Untuk memperoleh data primer dalam penelitian ini, digunakan alat pengumpulan data
berupa, dokumentasi, wawancara, observasi. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini
melalui dokumentasi yakni arsip data yang dimiliki pengurus, pelatih berupa anggaran dasar
dan anggaran rumahtangga (AD/ART), program latihan serta catatan dari pengurus tentang
prestasi kegiatan Kepramukaan.
Teknik Analisis data dalam penelitian ini di lakukan secara deskriptif kualitatif, dan
diperoleh dari hasil wawancara untuk jenis data primer maupun dari sumber lainnya untuk
data sekunder selanjutnya akan dianalisa untuk menilai apakah data yang diperoleh sesuai
dengan yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu dengan
menggunakan Teknik Triangulasi dan teknik ketekunan pengamatan. 1) Teknik Triangulasi,
2) Teknik Ketekunan Pengamatan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian ini menekankan pada evaluasi Conteks, Input, process, dan product
program kepramukaan di gugus depan sekolah menengah atas se kecamatan Kuranji kota
Padang. Penyajian data hasil evaluasi dideskripsikan dalam empat kategori yaitu: (1) evaluasi
Conteks yang berupa relevansi materi pembelajaran dengan kurikulum 2013 yang tercantum
pada permendikbud No.37 Tahun 2018. Pada evaluasi conteks ini peneliti akan mencari data
apakah semua kompetensi dasar yang ada di kurikulum 2013 telah disampaikan, (2) evaluasi
input meliputi latar belakang guru pendidikan jasmani berdasarkan pada kualifikasi guru
yang tercantum pada Permendiknas No.16 Tahun 2007 serta kesesuain sarana dan prasarana
pendidikan jasmani berdasarkan Permendiknas No.40 Tahun 2008, (3) evaluasi Process
berupa proses pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani yang akan dibandingkan
dengan standar proses pelaksanaan pembelajaran seperti yang terdapat pada Permendikbud
No.22 Tahun 2016, dan (4) evaluasi Product yang dilihat dari hasil belajar berupa nilai
penilaian harian peserta didik.
1. Hasil Penelitian SMA PGRI 4 Padang
Berdasarkan hasil analisi dan observasi yang telah di lakuan untuk program yang di
berikan oleh pembina itu sendiri di SMA PGRI 4 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji
Kota Padang sudah mendekati dari Permendikbud no 63 tahun 2014 yang mana pembentukan
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 119
kepribadian, watak, kecakapan hidup serta akhlak mulia yang harus di dapatkan oleh peserta
didik atau anggota pramuka itu sendiri, namun masih banyak peserta didik atau anggota
pramuka yang memiliki kurang displin serta semangat dalam pemberiakan program
kepramukan yang di berikan oleh pembina itu sendiri. Tujuan di berikan program
kepramuakan yang sudah di atur dalam UU no 12 Tahun 2010 serta permendikbut no 63
tahun 2014 itu sendiri guna meningkatakn wawasan peserta didik amupun anggota pramuka
dalam hal kegaitan baik di dalam maupun di luar sekolah yang di lakukan oleh peserta didik
ataupun pembina pramuka di SMA PGRI 4 Padang.
Dari hasil evaluasi produk ini menujukan bahwa program kepramukaan yang di
lakasanakn di SMA PGRI 4 PAdang di kecamatan kuranji kota padang masih di kategorikan
baik,tentu hal ini berkaitan dnegan tingakt keberhasial peserta didik atau anggota pramuka
dalam menajalankan program yang di berikan oleh pembina itu sendiri di setiap SMA
terutama di SMA PGRI 4 Padang yang ada di kecamtan kuranji kota padang.
2. Hasil Penelitian SMA Negeri 5 Padang
Berdasarkan hasil analisi dan observasi yang telah di lakuan untuk program yang di
berikan oleh pembina itu sendiri di SMA N 5 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji Kota
Padang sudah mendekati dari Permendikbud no 63 tahun 2014 yang mana pembentukan
kepribadian, watak, kecakapan hidup serta akhla mulia yang harus di dapatkan oleh peserta
didik atau anggota pramuka itu sendiri, namun masih banyak peserta didik atau anggota
pramuka yang memiliki kurang displin serta semangat dalam pemberiakan program
kepramukan yang di berikan oleh pembina itu sendiri. Tujuan di berikan program
kepramuakan yang sudah di atur dalam UU no 12 Tahun 2010 serta permendikbut no 63
tahun 2014 itu sendiri guna meningkatakn wawasan peserta didik amupun anggota pramuka
dalam hal kegaitan baik di dalam maupun di luar sekolah. Dari hasil evaluasi produk ini
menujukan bahwa program kepramukaan yang di lakasanakn di SMA N 5 Padang yang berada
di kecamatan kuranji kota padang masih di kategorikan baik,tentu hal ini berkaitan dnegan
tingkat keberhasial peserta didik atau anggota pramuka dalam menajalankan program yang
di berikan oleh pembina itu sendiri di setiap SMA yang ada di kecamtan kuranji kota padang.
3. Hasil Penelitian SMA Negeri 16 Padang
Berdasarkan hasil analisi dan observasi yang telah di lakuan untuk program yang di
berikan oleh pembina itu sendiri di SMA N 16 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji Kota
Padang sudah mendekati dari Permendikbud no 63 tahun 2014 yang mana pembentukan
kepribadian, watak, kecakapan hidup serta akhla mulia yang harus di dapatkan oleh peserta
didik atau anggota pramuka itu sendiri, namun masih banyak peserta didik atau anggota
pramuka yang memiliki kurang displin serta semangat dalam pemberiakan program
kepramukan yang di berikan oleh pembina itu sendiri. Tujuan di berikan program
kepramuakan yang sudah di atur dalam UU no 12 Tahun 2010 serta permendikbut no 63
tahun 2014 itu sendiri guna meningkatakn wawasan peserta didik amupun anggota pramuka
dalam hal kegaitan baik di dalam maupun di luar sekolah.
Dari hasil evaluasi produk ini menujukan bahwa program kepramukaan yang di
lakasanakn di SMA N 16 Padang di kecamatan kuranji kota padang masih di kategorikan baik,
tentu hal ini berkaitan dnegan tingakt keberhasial peserta didik atau anggota pramuka dalam
menajalankan program yang di berikan oleh pembina itu sendiri di setiap SMA N 16 Padang
padang.
Pembahasan
Program kepramukan di SMA Sekecamatan Kuranji Kota Padang seharusnya
dirancang,dilaksanakan serta didukung dengan komponen yang memadai senghingga dapar
di capai hasil pembelajran secara optimal, berkaitan dengan kriteria keberhasialn, hasil
evaluasi dikelompokan menajdi tiga kategori yaitu sangat baik, baik, kurang baik. Idealnya
hasil di harapkan dapat mencapai kategori sangay baik. Pembahan evaluasi komponen
tersebut akan di uraikan seabagai berikut.
1. SMA PGRI 4 Padang
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 120
a. Evaluasi Context (konteks)
Hasil penelitian yang di dapatkan dari wawancara kamabigus, pembina, pembantu
pembina serta peserta didik tentang program kepramukaan yang ada di SMA PGRI 4 PAdang
yang berada di wilayah Kecamatan kuranji Kota Padang. Yang mana konteks setiap kegaitan
di sekolah memiliki variasi terhadap struktuk kepenguruasan serta program yang diberikan
kepada peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri, banyak hal yang juga harus di
perhatiakan dalam setiap konteks program yang diberikan kepada peserta didik atau anggota
pramuka baik dari segi ketertarikan peserta didik itu sendiri dalam mengikuti kegaitan reguler
maupun kegaitan aktualisai yang harus di paham oleh pembina ataupun kamabigus itu sendiri
dalam hal izin dalam mengikuti kegaitan reguler maupun aktualisasi ketersedian anggaran
dalam setiap kegiatan guna menunjang kegiatan itu sendiri daln hal hal yang paling
mendasarka kendala yang sering di dapatkan dalam setiap hal baik dalam kegaitan latihan
maupun dalam kehadiran peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri.
Dalam program yang di berikan oleh pembina kadang materi yang di samapaikan oleh
pembina itu sendiri tidak samapi kepada peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri baik
itu progam materi baik itu pengetahuan maupun keterampilan itu sendiri seperti mana yang
di sampaikan oleh (Ariani, 2015) bahwa kegiatan kepramukan itu guna mendidik atau mebina
peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri untuk mengembangakan mental, moral,
spritual, serta intelektual para remaja untuk menajdi pembuda yang berguna dan mempunyai
sikap yang baik. Dengan demikian seorang pembina juga harus mampu membuat program
yang efektif dan yang tidak efektik yang di smapaikan guna berjalan nya program
kepramuakan yang di kendahaki oleh permendikbud no 63 tahun 2014 serta UU no 12 tahun
2010 yang mana kegiatan kepramuakn merupakan kegaitan no formal yang harus di
lakasanakan di setiap tingak sekolah baik dari tingakat dasar samapi dengan atas.
Dari hasil wawancara, dalam penyampaian materi program kepramuakan terdapat
beberpaa kompentesi dasara maupun lanjutan dam program yang di berikan oleh pembina.
Kompentensi dasara meliputi teknik kepramuakn yang harus di miliki seperti prinsip dasar
dan metode kepramuakan serta dalam hal lanjut peserta didik sudah mampu membuat
keterampilan yang bisa berguna untuk dirinya sendiri mau pun orang lain contoh nya
membuat jembatan dengan menggunakan prinsip pembelajaran tali temali (pionering) dan
hal hal ini yang harus terus di tingkatkan oleh pembina guna mendapatak pramuka penegak
yang di inginkan dalam UU nomor 12 tahun 2010. Secara keselurahan dari hasil observasi dan
wawancara dengan kamabigus, pembina, pembantu pembina, serta peserta didik atau anggota
pramuka SMA PGRI 4 Padang di Kecamatan Kuranji Kota Padang belum berjalan semestinya
tetapi masih ada kekurangan dari materi masih banyak yang belum tersamapaikan sesuai
dengan AD dan ART gerakan pramuka tahun serta Permendikbut no 63 tahun 2014 itu
sendiri.
b. Evaluasi Input (Masukan)
1) Latar Belakang Pembina
Dilihat dari jumlah data pembina di setiap SMA PGRI 4 Padang di Kecamatan Kuranji
Kota Padang yang masih banyak kurang dalam yang pembina yang memiliki sertifkiast dalam
kepramuakan baik itu dalam KMD maupun KML yang mana seorang pembina harus lah
mempunyai sertifikat sesuai dengan AD dan ART gerakan kepramukan tahun 2018
sedangakan data yang ada di SMA PGRI 4 hanya memiliki 2 orang pembina yang mana 1 orang
Putra dan 1 orang Putri yang mana itu kurnag dari setiap jumlah peserta didik di SMA PGRI
4 Padang hanya mencapai 200 peserta didik itu sangat kurang dari jumlah pembina yang
harus di miliki setiap sekolah yanga mana menurut Anngadiredja dalam (Asnawi &
Triwahyuningsih, 2014) pembina pramuka adalah orang yang berusia 20 tahun ke atas yang
yang mengusai metode kepramukan dengan baik dan mmapu berinovasi mau berkerja untuk
masa depan nantinya.
Pembina pramuka tersebut juga harus mempunyai pengalam dalam membina karna
semua kegiatan baik itu teori maupun praktek juga harus tau bahwa dan resiko yang harus di
minimalisir terjadi karna semua kegaitan kepramukan cendurng atau indentik dengan
kegiatan alam terbuka dan harus mampu mengausi semua hal dalam mebina seperti apa yang
telah di kemukana oleh (Asnawi & Triwahyuningsih, 2014) mengatkan tugas utama seorang
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 121
pembina ialah seorang yang bisa berkambang dan tumbuh sesuai dengan tujuan dari Gerakan
Kepramukan
2) Sarana dan prasarana
Berdasarakan hasil observasi di SMA PGRI 4 Padang di Kecamatan Kuranji kota
Padang masih banya sarana yang tidak miliki oleh SMA PGRI 4 Padang di Kecamtan Kuranji
Kota Padang mulai dari sanggar pramuka yang tidak layak semesti nya suatu sanggra atau
ruangan yang di atur dalam Akreditasi Gugus depan sampai dengan perlengkapan dari tenda,
tongkat, tali yang masih banyak kurang dari segi pemanfaat kegaitan di setiap program yang
di berikan oleh pembina itu sendiri maupun materi yang di smapaiakan oleh orang luar yang
paham dengan teknik kepramukan itu sendiri. Dan semua sarpras harus lah di lengkapi
karana semua kegiatan membutuhkan sarpras yang layah guna terjalan nya program yang
harus di lakasanaka oleh peserta didik atau anggota pramuka yang di berikan oleh pembina
itu sendiri.
c. Evaluasi Process (proses)
Evaluasi proses pada program kepramukaan yang di lakukan pada SMA PGRI 4
Padang di kecamatan Kuranji Kota Padang yang meliputi program kepramukan yang teridiri
dari teknik kepramukaan kegiatan di luar sekolah serta hasil dari setiap kegiatan kepramukan
yang di ikuti oleh peserta didik maupun yang di lakukan pembina itu sendiri.
Pelaksaana program kepramukan di SMA PGRI 4 Padang dalam kategori kurang baik
yang mana setiap hasil yang wawancara dan observasi yang di laukan peneili kepada pembina,
peserta didik maupun kamabigus itu sendiri rata rata kegaitan itu sudah berajalan sesuai
dengan program yang telah di berikan oleh pembina itu sendiri tapi masih banyak kekurangan
dari sarpras yaang ada di setiap sekolah yang kurang berbeda beda dan hal itu sangat
mempengaruhi keberhasilan dari progam kepramuakan tetapi bisa di siasati oleh pembian itu
sendiri dengan pengalama membina yang sudah lama dan sebagai seorang pendidik itu
sendiri yang mampu membuat keberhasilan program itu sendiri serta peserta diidk atau
anggota pramuka yang antusis dalam mengikuti kegitan atau program yang di berikan oleh
pembina itu sendiri dalam hal apa pun baik itu tekpram ataupun hal hal mendasar yang ada
di dalam prinsip dasara dan metode kepramukan yang di lakuan setiap kegaitan kepramukan
itu sendiri.
Penggunan metode kepramuakan yang pas dapat membuat keberhasil program yang
di berikan oleh pembina seta kamabgisud yang didukung oleh setiap struktur kepengurus
yang ada di SMA PGRI 4 Padang yang ada di Kecamataan Kuranji Kota Padang, dana pembina
juag memlikik komunikasi yang bagus dengan pesera didik itu sendiri dan kambigus guna
menujnag program kepramukaan.
d. Evaluasi Produxt (produk)
Hasil produk menunjukan rata rata hasil yang di daptakan dalam satiap kegiatan
kepramukan yang di berikan oleh pembina dalam program sudah mampu mebuata peserta
didik atau anggota pramuka meliki wawasan dan pengtahuan baik itu dari segi teknik
kepramukan yang d atur dalam AD dan ART gerakan pramuka maupun materi emosioal,
spritual maupun kedispilin yang mampu mempengaruh perubahan perubahan yang sangat
mendasara dalam semua segi kegaitan yang di lakukan oleh peserta didik atau anggota
pramuka itu sendiri yang dilakukan baik itu di dalam lingkungan sekolah maupun dalam
kegaitan prestasi yang di lakukan di luar sekolah dengan membawa nama baik sekolah itu
sendiri.
Hasil evaluasi produk menunjukan bawah program kepramukaan di SMA PGRI 4
Padang di kecamatan Kuranji Kota Padang sudah masuk dalam kategori baik tetapi tetapi
masih membutuhkan perbaikan serta kegaitan yang harus di tingakt kan guna mendapatkan
hasil yang lebih sempurna dalam program yang telah di susun oleh pembina itu sendiri yang
akan di berikan kepada peserta didik atau anggota pramuka itu guna menadpatakan hasil yang
lebih baik.
Berdasarkan hasil analisi dan observasi yang telah di lakuan untuk program yang di
berikan oleh pembina itu sendiri di SMA PGRI 4 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji
Kota Padang sudah mendekati dari Permendikbud no 63 tahun 2014 yang mana pembentukan
kepribadian, watak, kecakapan hidup serta akhlak mulia yang harus di dapatkan oleh peserta
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 122
didik atau anggota pramuka itu sendiri, namun masih banyak peserta didik atau anggota
pramuka yang memiliki kurang displin serta semangat dalam pemberiakan program
kepramukan yang di berikan oleh pembina itu sendiri. Tujuan di berikan program
kepramuakan yang sudah di atur dalam UU no 12 Tahun 2010 serta permendikbut no 63
tahun 2014 itu sendiri guna meningkatakn wawasan peserta didik amupun anggota pramuka
dalam hal kegaitan baik di dalam maupun di luar sekolah yang di lakukan oleh peserta didik
ataupun pembina pramuka di SMA PGRI 4 Padang.
2. SMA Negeri 5 Padang
a. Evaluasi Context (konteks)
Hasil penelitian yang di daptakan dari wawancara kamabigus, pembina, serta peserta
didik tentang program kepramukaan yang ada di SMA N 5 Padang yang berada di wilayah
Kecamatan kuranji Kota Padang. Yang mana kontek setiap kegaitan di setiap sekolah memiliki
variasi terhadap struktuk kepenguruasan serta program yang diberikan kepada peserta didik
atau anggota pramuka itu sendiri, banyak hal yang juga harus di perhatiakan dalam setiap
konteks program yang diberikan kepada peserta didik atau anggota pramuka baik dari segi
ketertarikan peserta didik itu sendiri dalam mengikuti kegaitan reguler maupun kegaitan
aktualisai yang harus di paham oleh pembina ataupun kamabigus itu sendiri dalam hal izin
dalam mengikuti kegaitan reguler maupun aktualisasi ketersedian anggaran dalam setiap
kegiatan guna menunjang kegiatan itu sendiri daln hal hal yang paling mendasarka kendala
yang sering di dapatkan dalam setiap hal baik dalam kegaitan latihan maupun dalam
kehadiran peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri.
Dalam program yang di berikan oleh pembina kadang materi yang di samapaikan oleh
pembina itu sendiri tidak samapi kepada peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri baik
itu progam materi baik itu pengetahuan maupun keterampilan itu sendiri seperti mana yang
di sampaikan oleh (Asnawi & Triwahyuningsih, 2014) bahwa kegiatan kepramukan itu guna
mendidik atau mebina peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri untuk
mengembangakan mental, moral, spritual, serta intelektual para remaja untuk menajdi
pembuda yang berguna dan mempunyai sikap yang baik. Dengan demikian seorang pembina
juga harus mampu membuat program yang efektif dan yang tidak efektik yang di smapaikan
guna berjalan nya program kepramuakan yang di kendahaki oleh permendikbud no 63 tahun
2014 serta UU no 12 tahun 2010 yang mana kegiatan kepramuakn merupakan kegaitan no
formal yang harus di lakasanakan di setiap tingak sekolah baik dari tingakat dasar samapi
dengan atas.
Dari hasil wawancara, dalam penyampaian materi program kepramuakan terdapat
beberapa kompetensi dasar maupun lanjutan dam program yang di berikan oleh pembina.
Kompentensi dasara meliputi teknik kepramuakn yang harus di miliki seperti prinsip dasar
dan metode kepramuakan serta dalam hal lanjut peserta didik sudah mampu membuat
keterampilan yang bisa berguna untuk dirinya sendiri mau pun orang lain contoh nya
membuat jembatan dengan menggunakan prinsip pembelajaran tali temali (pionering) dan
hal hal ini yang harus terus di tingkatkan oleh pembina guna mendapatak pramuka penegak
yang di inginkan dalam UU nomor 12 tahun 2010. Secara keselurahan dari hasil observasi dan
wawancara dengan kamabigus, pembina, pembantu pembina, serta peserta didik atau anggota
pramuka SMA N 5 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji Kota Padang Sudah berjalan
semestinya tetapi masih ada kekurangan dari materi masih banyak yang belum tersamapaikan
sesuai dengan AD dan ART gerakan pramuka tahun serta Permendikbut no 63 tahun 2014 itu
sendiri.
b. Evaluasi Input (Masukan)
1) Latar Belakang Pembina
Dilihat dari jumlah data pembina di SMA N 5 Padang yang ada di Kecamatan Kuranji
Kota Padang yang masih banyak kurang dalam yang pembina yang memiliki sertifkiast dalam
kepramuakan baik itu dalam KMD maupun KML yang mana seorang pembina harus lah
mempunyai sertifikat sesuai dengan AD dan ART gerakan kepramukan tahun 2018
sedangakan data yang ada di setiap SMA se Kecamtan Kuranji Kota Padang hanya sebagai
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 123
berikut di SMA N 5 Padang memilik 14 Pembina yang mana 4 orang pembina Putra dan 10
Pembina putri yang mana itu kurnag dari setiap jumlah peserta didik di setiap SMA Negeri
yang sampai 1000 peserta didik itu sangat kurang dari jumlah pembina yang harus di miliki
setiap sekolah yanga mana menurut Anngadiredja dalam (Asnawi & Triwahyuningsih, 2014)
Pembina pramuka adalah orang yang berusia 20 tahun ke atas yang yang mengusai metode
kepramukan dengan baik dan mmapu berinovasi mau berkerja untuk masa depan nantinya
dan memilik sertifikat yang kurus mahir baik itu lanjut maupun dasar.
Pembina pramuka tersebut juga harus mempunyai pengalam dalam membina karna
semua kegiatan baik itu teori maupun praktek juga harus tau bahwa dan resiko yang harus di
minimalisir terjadi karna semua kegaitan kepramukan cendurng atau indentik dengan
kegiatan alam terbuka dan harus mampu mengausi semua hal dalam mebina seperti apa yang
telah di kemukana oleh (Asnawi & Triwahyuningsih, 2014) mengatkan tugas utama seorang
pembina ialah seorang yang bisa berkambang dan tumbuh sesuai dengan tujuan dari Gerakan
Kepramukan
2) Sarana dan prasarana
Berdasarakan hasil observasi di SMA N 5 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji
kota Padang masih banya sarana yang tidak di miliki oleh SMA N 5 Padang yang ada di
Kecamtan Kuranji Kota Padang mulai dari sanggar pramuka yang tidak tertata dengan semesti
nya suatu sanggra atau ruangan yang di atur dalam Akreditasi Gugus depan sampai dengan
perlengkapan dari tenda, tongkat , tali yang masih banyak kurang dari segi pemanfaat
kegaitan di setiap program yang di berikan oleh pembina itu sendiri maupun materi yang di
sampaikan oleh orang luar yang paham dengan teknik kepramukan itu sendiri. Dan semua
sarpras harus lah di lengkapi karana semua kegiatan membutuhkan sarpras yang layah guna
terjalan nya program yang harus di lakasanaka oleh peserta didik atau anggota pramuka yang
di berikan oleh pembina itu sendiri.
c. Evaluasi Process (proses)
Evaluasi proses pada program kepramuakan yang dilakukan di SMA N 5 Padang di
kecamatan Kuranji Kota Padang yang meliputi program kepramukaan yang terdiri dari teknik
kepramukaan kegiatan di luar sekolah serta hasil dari setiap kegiatan kepramukan yang di
ikuti oleh peserta didik maupun yang di lakukan pembina itu sendiri.
Pelaksaana program kepramukan di SMA N 5 Padang di kecamtan Kuranji Kota
Padang dalam kategori baik yang mana setiap hasil yang wawancara dan observasi yang di
laukan peneili kepada pembina, peserta didik maupun kamabigus itu sendiri rata rata
kegaitan itu sudah berajalan sesuai dengan program yang telah di berikan oleh pembina itu
sendiri tapi masih banyak kekkurangan dari sarpras yaang ada di setiap sekolah yang kurang
berbeda beda dan hal itu sangat mempengaruhi keberhasilan dari progam kepramuakan
tetapi bisa di siasati oleh pembian itu sendiri dengan pengalama membina yang sudah lama
dan sebagai seorang pendidik itu sendiri yang mampu membuat keberhasilan program itu
sendiri serta peserta diidk atau anggota pramuka yang antusis dalam mengikuti kegitan atau
program yang di berikan oleh pembina itu sendiri dalam hal apa pun baik itu tekpram ataupun
hal hal mendasar yang ada di dalam prinsip dasara dan metode kepramukan yang di lakuan
setiap kegaitan kepramukan itu sendiri.
Penggunan metode kepramukaan yang pas dapat membuat keberhasil program yang
di berikan oleh pembina seta kamabgisud yang didukung oleh setiap struktur kepengurus
yang ada di SMA N 5 Padang yang ada di Kecamataan Kuranji Kota Padang, dana pembina
juag memlikik komunikasi yang bagus dengan pesera didik itu sendiri dan kambigus.
d. Evaluasi Produxt (produk)
Hasil produk menunjukan rata rata hasil yang di daptakan dalam satiap kegiatan
kepramukan yang di berikan oleh pembina dalam program sudah mampu mebuata peserta
didik atau anggota pramuka meliki wawasan dan pengtahuan baik itu dari segi teknik
kepramukan yang d atur dalam AD dan ART gerakan pramuka maupun materi emosioal,
spritual maupun kedispilin yang mampu mempengaruh perubahan perubahan yang sangat
mendasara dalam semua segi kegaitan yang di lakukan oleh peserta didik atau anggota
pramuka itu sendiri yang dilakukan baik itu di dalam lingkungan sekolah maupun dalam
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 124
kegaitan prestasi yang di lakukan di luar sekolah dengan membawa nama baik sekolah itu
sendiri.
Hasil evaluasi produk menunjukan bawab program kepramukaan di SMA N 5 Padang
di kecamatan Kuranji Kota Padang sudah masuk dalam kategori baik tetapi tepa masih
membutuhkan perbaikan serta kegaitan yang harus di tingakt kan guna mendapatkan hasil
yang lebih sempurna dalam program yang telah di susun oleh pembina itu sendiri yang akan
di berikan kepada peserta didik atau anggota pramuka itu guna menadpatakan hasil yang
lebih baik.
Berdasarkan hasil analisi dan observasi yang telah di lakuan untuk program yang di
berikan oleh pembina itu sendiri di SMA N 5 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji Kota
Padang sudah mendekati dari Permendikbud no 63 tahun 2014 yang mana pembentukan
kepribadian, watak, kecakapan hidup serta akhla mulia yang harus di dapatkan oleh peserta
didik atau anggota pramuka itu sendiri, namun masih banyak peserta didik atau anggota
pramuka yang memiliki kurang displin serta semangat dalam pemberiakan program
kepramukan yang di berikan oleh pembina itu sendiri. Tujuan di berikan program
kepramuakan yang sudah di atur dalam UU no 12 Tahun 2010 serta permendikbut no 63
tahun 2014 itu sendiri guna meningkatakn wawasan peserta didik amupun anggota pramuka
dalam hal kegaitan baik di dalam maupun di luar sekolah.
3. SMA Negeri 16 Padang
a. Evaluasi Context (konteks)
Hasil penelitian yang di daptakan dari wawancara kamabigus, pembina, pembantu
pembina serta peserta didik tentang program kepramukaan yang ada di SMA N 16 Padang
yang berada di wilayah Kecamatan kuranji Kota Padang. Yang mana kontek setiap kegitan di
setiap sekolah memiliki variasi terhadap struktuk kepenguruasan serta program yang
diberikan kepada peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri, banyak hal yang juga harus
di perhatiakan dalam setiap konteks program yang diberikan kepada peserta didik atau
anggota pramuka baik dari segi ketertarikan peserta didik itu sendiri dalam mengikuti
kegaitan reguler maupun kegaitan aktualisai yang harus di paham oleh pembina ataupun
kamabigus itu sendiri dalam hal izin dalam mengikuti kegaitan reguler maupun aktualisasi
ketersedian anggaran dalam setiap kegiatan guna menunjang kegiatan itu sendiri daln hal hal
yang paling mendasarka kendala yang sering di dapatkan dalam setiap hal baik dalam
kegaitan latihan maupun dalam kehadiran peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri.
Dalam program yang di berikan oleh pembina kadang materi yang di samapaikan oleh
pembina itu sendiri tidak samapi kepada peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri baik
itu progam materi baik itu pengetahuan maupun keterampilan itu sendiri seperti mana yang
di sampaikan oleh (Asnawi & Triwahyuningsih, 2014) bahwa kegiatan kepramukan itu guna
mendidik atau mebina peserta didik atau anggota pramuka itu sendiri untuk
mengembangakan mental, moral, spritual, serta intelektual para remaja untuk menajdi
pembuda yang berguna dan mempunyai sikap yang baik. Dengan demikian seorang pembina
juga harus mampu membuat program yang efektif dan yang tidak efektik yang di smapaikan
guna berjalan nya program kepramuakan yang di kendahaki oleh permendikbud no 63 tahun
2014 serta UU no 12 tahun 2010 yang mana kegiatan kepramuakn merupakan kegaitan no
formal yang harus di lakasanakan di setiap tingak sekolah baik dari tingakat dasar samapi
dengan atas.
Dari hasil wawancara, dalam penyampaian materi program kepramukaan terdapat
beberpaa kompentesi dasara maupun lanjutan dam program yang di berikan oleh pembina.
Kompentensi dasara meliputi teknik kepramuakn yang harus di miliki seperti prinsip dasar
dan metode kepramuakan serta dalam hal lanjut peserta didik sudah mampu membuat
keterampilan yang bisa berguna untuk dirinya sendiri mau pun orang lain contoh nya
membuat jembatan dengan menggunakan prinsip pembelajaran tali temali (pionering) dan
hal hal ini yang harus terus di tingkatkan oleh pembina guna mendapatak pramuka penegak
yang di inginkan dalam UU nomor 12 tahun 2010. Secara keselurahan dari hasil observasi dan
wawancara dengan kamabigus, pembina, pembantu pembina, serta peserta didik atau anggota
pramuka SMA N 16 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji Kota Padang Sudah berjalan
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 125
semestinya tetapi masih ada kekurangan dari materi masih banyak yang belum tersamapaikan
sesuai dengan AD dan ART gerakan pramuka tahun serta Permendikbut no 63 tahun 2014 itu
sendiri.
b. Evaluasi Input (Masukan)
1) Latar Belakang Pembina
Dilihat dari jumlah data pembina di SMA N 16 Padang yang ada di Kecamatan Kuranji
Kota Padang yang masih banyak kurang dalam yang pembina yang memiliki sertifkiast dalam
kepramuakan baik itu dalam KMD maupun KML yang mana seorang pembina harus lah
mempunyai sertifikat sesuai dengan AD dan ART gerakan kepramukan tahun 2018
sedangakan data yang ada di setiap SMA se Kecamtan Kuranji Kota Padang hanya sebagai
berikut SMA N 16 Padang yang mempunyai 7 pembina pramuka yang mana 4 Putra dan 3
putri yang mana itu kurnag dari setiap jumlah peserta didik di setiap SMA Negeri yang sampai
1000 peserta didik itu sangat kurang dari jumlah pembina yang harus di miliki setiap sekolah
yanga mana menurut Anngadiredja dalam (Asnawi & Triwahyuningsih, 2014) Pembina
pramuka adalah orang yang berusia 20 tahun ke atas yang yang mengusai metode
kepramukan dengan baik dan mmapu berinovasi mau berkerja untuk masa depan nantinya
dan memiliki sertifikat terkhusus kursus mahir dasar maupun lanjut.
Pembina pramuka tersebut juga harus mempunyai pengalam dalam membina karna
semua kegiatan baik itu teori maupun praktek juga harus tau bahwa dan resiko yang harus di
minimalisir terjadi karna semua kegaitan kepramukan cendurng atau indentik dengan
kegiatan alam terbuka dan harus mampu mengausi semua hal dalam mebina seperti apa yang
telah di kemukana oleh (Asnawi & Triwahyuningsih, 2014) mengatkan tugas utama seorang
pembina ialah seorang yang bisa berkambang dan tumbuh sesuai dengan tujuan dari Gerakan
Kepramukan
2) Sarana dan prasarana
Berdasarakan hasil observasi di SMA N 16 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji
kota Padang masih banya sarana yang tidak di miliki oleh setiap SMA yang ada di Kecamtan
Kuranji Kota Padang mulai dari sanggar pramuka yang tidak layak semesti nya suatu sanggra
atau ruangan yang di atur dalam Akreditasi Gugus depan sampai dengan perlengkapan dari
tenda, tongkat , tali yang masih banyak kurang dari segi pemanfaat kegaitan di setiap program
yang di berikan oleh pembina itu sendiri maupun materi yang di smapaiakan oleh orang luar
yang paham dengan teknik kepramukan itu sendiri. Dan semua sarpras harus lah di lengkapi
karana semua kegiatan membutuhkan sarpras yang layah guna terjalan nya program yang
harus di lakasanaka oleh peserta didik atau anggota pramuka yang di berikan oleh pembina
itu sendiri.
c. Evaluasi Process (proses)
Evaluasi proses pada program kepramuakan yang di lakaukan di SMA N 16 Padang di
kecamatan Kuranji Kota Padang yang meliputi program kepramukan yang teridiri dari teknik
kepramukaan kegiatan di luar sekolah serta hasil dari setiap kegiatan kepramukan yang di
ikuti oleh peserta didik maupun yang di lakukan pembina itu sendiri.
Pelaksaana program kepramukan di SMA N 16 Padang di kecamtan Kuranji Kota
Padang dalam kategori baik yang mana setiap hasil yang wawancara dan observasi yang di
laukan peneili kepada pembina, peserta didik maupun kamigus itu sendiri rata rata kegaitan
itu sudah berajalan sesuai dengan program yang telah di berikan oleh pembina itu sendiri tapi
masih banyak kekkurangan dari sarpras yaang ada di setiap sekolah yang kurang berbeda beda
dan hal itu sangat mempengaruhi keberhasilan dari progam kepramuakan tetapi bisa di siasati
oleh pembian itu sendiri dengan pengalama membina yang sudah lama dan sebagai seorang
pendidik itu sendiri yang mampu membuat keberhasilan program itu sendiri serta peserta
diidk atau anggota pramuka yang antusis dalam mengikuti kegitan atau program yang di
berikan oleh pembina itu sendiri dalam hal apa pun baik itu tekpram ataupun hal hal
mendasar yang ada di dalam prinsip dasara dan metode kepramukan yang di lakuan setiap
kegaitan kepramukan itu sendiri.
Penggunan metode kepramuakan yang pas dapat membuat keberhasil program yang
di berikan oleh pembina seta kamabgisud yang didukung oleh setiap struktur kepengurus
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 126
yang ada di setiap SMA yang ada di Kecamataan Kuranji Kota Padang, dana pembina juag
memlikik komunikasi yang bagus dengan pesera didik itu sendiri dan kambigus.
d. Evaluasi Produxt (produk)
Hasil produk menunjukan rata rata hasil yang di daptakan dalam satiap kegiatan
kepramukan yang di berikan oleh pembina dalam program sudah mampu mebuata peserta
didik atau anggota pramuka meliki wawasan dan pengtahuan baik itu dari segi teknik
kepramukan yang d atur dalam AD dan ART gerakan pramuka maupun materi emosioal,
spritual maupun kedispilin yang mampu mempengaruh perubahan perubahan yang sangat
mendasara dalam semua segi kegaitan yang di lakukan oleh peserta didik atau anggota
pramuka itu sendiri yang dilakukan baik itu di dalam lingkungan sekolah maupun dalam
kegaitan prestasi yang di lakukan di luar sekolah dengan membawa nama baik sekolah itu
sendiri.
Hasil evaluasi produk menunjukan bahwa program kepramukaan di SMA N 16 Padang
di kecamatan Kuranji Kota Padang sudah masuk dalam kategori cukup baik tetapi tepa masih
membutuhkan perbaikan serta kegaitan yang harus di tingakt kan guna mendapatkan hasil
yang lebih sempurna dalam program yang telah di susun oleh pembina itu sendiri yang akan
di berikan kepada peserta didik atau anggota pramuka itu guna menadpatakan hasil yang
lebih baik.
Berdasarkan hasil analisi dan observasi yang telah di lakuan untuk program yang di
berikan oleh pembina itu sendiri di SMA N 16 Padang yang berada di Kecamatan Kuranji Kota
Padang sudah mendekati dari Permendikbud no 63 tahun 2014 yang mana pembentukan
kepribadian, watak, kecakapan hidup serta akhla mulia yang harus di dapatkan oleh peserta
didik atau anggota pramuka itu sendiri, namun masih banyak peserta didik atau anggota
pramuka yang memiliki kurang displin serta semangat dalam pemberiakan program
kepramukan yang di berikan oleh pembina itu sendiri. Tujuan di berikan program
kepramuakan yang sudah di atur dalam UU no 12 Tahun 2010 serta permendikbut no 63
tahun 2014 itu sendiri guna meningkatakn wawasan peserta didik maupun anggota pramuka
dalam hal kegaitan baik di dalam maupun di luar sekolah.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelititian dapat di simpulkan bahwa secara umum program
kepramukan di SMA Sekecamatan Kuranji Kota Padang telah mengikuti AD dan ART gerakan
Kepramukaan akan tetapi berdasarkan aspek contek, input, process, dan produt program
kepramukan SMA Sekecamtan Kuranji Kota Padang belum sepenuh nya mengacu kepada AD
dan ART gerakan kepramukaan seta UU no 12 tahun 2010 serta permendikbut No 63 Tahun
2014 ada beberapa komponen program yang terdapat pada aspek teknik kepramukaan yang
masih kurang dan harus di tingkatkan kembali dengan kesuaian materi serta sarana dan
prasaran dalam menunjang progam kepramukan
BIBLIOGRAFI
Ariani, Dewi Ariani Dewi. (2015). Manajemen Ekstrakurikuler Pramuka. Manajer
Pendidikan, 9(1). Google Scholar
Arikunto, Suharsimi, & Yuliana, Lia. (2008). Manajemen pendidikan. Yogyakarta: Aditya
Media, 11. Google Scholar
Asnawi, Ibnu Hanif, & Triwahyuningsih, Triwahyuningsih. (2014). Peranan Pembina
Pramuka dalam Mengembangkan Karakter Kepemimpinan Siswa di SMP Negeri 3 Depok
Sleman. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila Dan
Kewarganegaraan, 3(2), 95104. Google Scholar
Djuanda, Isep. (2020). Implementasi Evaluasi Program Pendidikan Karakter Model CIPP
(Context, Input, Process dan Output). Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam,
3(1), 3753. Google Scholar
Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 127
Farida, Haniek. (2017). Perilaku Prososial Ditinjau dari Androgyny Role dalam Kegiatan
Pramuka Pada Anak Sekolah Dasar. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Dan Humaniora, 3(2). Google Scholar
Hukama, Geta Adi. (2017). Hubungan Antara Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kegiatan
Kepramukaan Dengan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas Vii Mts Ma’arif Nu 1 Wangon
Tahun 2016. IAIN Purwokerto. Google Scholar
Jahari, Jaja, Khoiruddin, Heri, & Nurjanah, Hany. (2018). Manajemen Peserta Didik. Jurnal
Isema: Islamic Educational Management, 3(2), 170180. Google Scholar
KEBUDAYAAN, SUMBER DAYA MANUSIA. (2014). Peraturan menteri pendidikan dan
kebudayaan republik Indonesia. Google Scholar
Khamadi, Khamadi, & Bastian, Henry. (2015). Penanaman Pendidikan Karakter Pramuka
Kepada Remaja dalam Kajian Komunikasi Visual. Andharupa: Jurnal Desain
Komunikasi Visual & Multimedia, 1(01), 5570. Google Scholar
Muryadi, Agustanico Dwi. (2017). Model evaluasi program dalam penelitian evaluasi. Jurnal
Ilmiah Penjas (Penelitian, Pendidikan Dan Pengajaran), 3(1). Google Scholar
Nofianti, Ira, Chotimah, Umi, & Faisal, Emil El. (2016). Pemerolehan Nilai-Nilai Tanggung
Jawab Siswa Kelas XI Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka (Studi Kasus Di Sma
Negeri 1 Gelumbang). Sriwijaya University. Google Scholar
Nurhasan. (2001). Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani. Jakarta: Direktorat
Jenderal Olahraga. Google Scholar
Saiin, Asrizal. (2017). Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional.
Justitia et Pax, 33(2). Google Scholar
Siregar, A. B. D. Amri. (2021). Evaluasi Model Cipp. Evaluasi Program Dan Kelembagaan
Pendidikan Islam, 163. Google Scholar