Teddy Gunawan Kaisar, Damrah, Anton Komaini, Willadi Rasyid
Evaluasi Program Kepramukaan di Gugus Depan Sekolah Menengah Atas Se Kecamatan
Kuranji Kota Padang
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 117
Powel memberikan istilah dengan Boy-Man). Adapun yang dimaksud dengan Pendidikan
Nasional adalah Pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan Undang - Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional dan
tanggap terhadap tuntunan perubahan zaman (Saiin, 2017). Maka dengan adanya Undang-
Undang di atas dapat dijelaskan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan, salah satunya
dapat dilakukan melalui kegiatan kepramukaan.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 63 Tahun 2014 Tentang
Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menegah pada Pasal 1 Ayat 1 bahwa pendidikan kepramukaan adalah proses
pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan
dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Sedangkan Pasal 2 Ayat 2 menyebutkan bahwa
kegiatan pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh
peserta didik. Kegiatan kepramukaan ini merupakan ekstrakurikuler wajib yang disarankan
oleh pemerintah untuk dilaksanakan di lembaga pendidikan seperti sekolah (KEBUDAYAAN,
2014). Pendidikan kepramukaan dilaksanakan untuk meninternalisasikan nilai ketuhanan,
kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan sosial, kecintaan alam, dan kemandirian peserta
didik.
Kepramukaan didalamnya terdapat nilai-nilai yang sangat bagus dalam pembentukan
karakter siswa. Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga di luar sekolah dan sekaligus
merupakan wadah pembinaan generasi muda dengan menggunakan Prinsip Dasar
Kepramukaan (Farida, 2017). Menurut (Ariani, 2015) “Tujuan dari kepramukaan tersebut
sendiri adalah mendidik dan membina remaja untuk mengembangkan mental, moral,
spiritual, intelektual para remaja untuk menjadi pemuda yang baik dan berguna”. Pendidikan
kepramukaan merupakan proses pendidikan yang praktis, di luar sekolah dan di luar keluarga
yang dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang,
menyenangkan, sehat, teratur, dan terarah dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan
dan Metode Pendidikan Kepramukaan, yang sasaran akhirnya adalah terbentuknya
kepribadian, watak, akhlak mulia dan memiliki kecakapan hidup (Hukama, 2017). Dengan
adanya pendidikan kepramukaan di lingkungan sekolah menjadikan siswa memiliki jasmani
sehat, memiliki keterampilan yang berguna, mempunyai moral dan mental yang baik, penuh
kedisiplinan, dan yang paling pentingnya adalah membentuk siswa sebagai generasi
Indonesia yang memiliki iman dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Dari uraian di
atas jelas bahwa pembangunan di bidang kepramukaan harus diperhatikan dengan baik.
Salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan kepribadian peserta didik agar mampu
menyerap pelajaran yang mereka dapat di sekolah baik dalam jam pelajaran biasa maupun di
luar jam pelajaran. Melalui kegiatan kepramukaan anak didik diharapkan mampu
mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya demi memenuhi kebutuhan hidup
sekarang dan yang akan datang.
Berdasarkan uraian di atas, penulis melihat kegiatan kepramukaan di SMA Se
Kecamatan Kuranji Kota Padang. Terlihat bahwa masih kurang terlaksana dengan
sebagaimana mestinya, seperti peserta didik banyak yang tidak mengikuti kegiatan tersebut
dan peserta didik juga terlihat hadir tetapi tidak aktif dalam proses kegitan kepramukaan. Hal
tersebut tentu bertolak belakang dengan tujuan diadakan kegiatan kepramukaan. Dimana
seharusnya kegiatan kepramukaan terlaksana dengan sebagaimana mestinya dan peserta
didik hadir dan aktif untuk mengikuti kegiatan pramukaaan. Ini juga akan berdampak pada
tujuan kepramukaan. Ada beberapa model evaluasi salah satunya evaluasi dengan
menggunakan evaluasi program CIPP di anggap mampu mengidentifikasi permasalahan,
penemuan, serta menerapkan solusinya yang bersifat mendasar sehingga dapat diketahui
apakah proses kegiatan kepramukaan selama ini dilaksanakan dapat diteruskan atau di revisi
pada sekolah menegah atas (SMA) Se Kecamatan Kuranji Kota Padang.
METODE PENELITIAN
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
fenomeologis. Tujuan adalah untuk mengevaluasi kegiatan Kepramukaan di SMA
Sekecamatan Kuranji Kota Padang evaluasinya menggunakan model CIPP (Context, Input,