KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SMP NEGERI 4 JEROWARU LOMBOK TIMUR NTB

 

Ahmad Turmuzi

SMPN 4 Jerowaru, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

ahmadturmuzi12771@gmail.com

 

 

Abstract

Received:

27-01-2023

Purpose: The aim of this study is to increase insight and knowledge on the progress of leaders in junior secondary education units to be active and innovative as instructor leaders. Method: The type of research used is descriptive qualitative research. The data collection sample involved 2 class teachers, 1 curriculum, 1 student and 1 school principal. With the method of data analysis triangulation of sources and techniques. Data collection techniques using interviews, documentation, and observation as well as literature. Data analysis techniques consist of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion and verification. Results: The results of the study describe that professional school principals have the ability and skills to be trained and effective as a means of developing knowledge and increasing responsibility as leaders in schools. The progress of school principals can affect the improvement of the quality of knowledge and the progress of student learning in junior high schools. Conclusion: The implications of the research results can provide independent awareness of school principals and other school personnel to establish good cooperation and provide information to each other by establishing effective communication. student learning achievement at school

Accepted:

10-02-2023

Published:

27-02-2023

 

Keywords:

leader; principal; professionalism; teacher

 

Abstrak

Kata Kunci:

Pemimpin; kepala sekolah; profesionalisme; guru

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan terhadap kemajuan pemimpin di satuan pendidikan tingkat menengah pertama untuk bergerak aktif dan inovatif sebagai instruktur leader. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sampel pengumpulan data melibatkan 2 guru kelas, 1 kurikulum, 1 kesiswaan dan 1 kepala sekolah. Dengan metode analisis data triangulasi sumber dan teknik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi serta studi pustaka. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil: Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa kepala sekolah profesional memiliki kemampuan dan keterampilan secara terlatih dan tepat guna sebagai sarana dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan tanggung jawab sebagai pemimpin di sekolah. Kemajuan kepala sekolah dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pengetahuan dan kemajuan pembelajaran siswa di sekolah tingkat menengah pertama. Kesimpulan: Implikasi dari hasil penelitian dapat memberikan kesadaran secara mandiri terhadap kepala sekolah dan personil sekolah lainnya untuk menjalin kerjasama yang baik dan saling memberikan informasi dengan menjalin komunikasi yang efektif hal ini perlu dilakukan untuk mencapai tujuan bersama yaitu memberikan wawasan dan pengetahuan secara kolaboratif dan sistematis terhadap capaian pembelajaran siswa di sekolah.

Corresponding Author: Ahmad Turmuzi 

E-mail: ahmadturmuzi12771@gmail.com

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Jabatan seorang guru di suatu lembaga pendidikan formal disebut dengan kepala sekolah. Peran pemimpin jabatan di suatu instansi pendidikan memiliki tujuan, fungsi dan visi misi terkait dengan potensi diri. Kekuatan terbesar seorang pemimpin didukung dari personil sekolah. Kepemimpinan adalah sifat yang melekat pada seorang pemimpin yaitu kemampuan mengarahkan, memotivasi, memberi kenyamanan, pelayanan, loyalitas, rasa hormat, membimbing, mengarahkan, kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, membangun relasi, father figure dan berpengetahuan luas, untuk mencapai tujuan kelompok yang bersifat formal maupun non formal (Said, 2018). Untuk menjadi pemimpin profesional perlu ada latihan khusus yaitu manajemen kepemimpinan. Banyak diantara kepala sekolah di Indonesia yang tidak mengikuti mekanisme pemilihan dengan ketentuan procedural. Hal ini mengakibatkan kualitas SDM terhambat dan kemajuan pendidikan terlambat. Beberapa faktor diantaranya terdapat mekanisme kepemimpinan yang tidak stabil dan tidak memiliki wewenang secara penuh terhadap peningkatan kualitas pembelajaran maupun pengajaran di sekolah.

Terjadinya kekeliruan dari peran kepala sekolah di lingkungan setempat memberikan gambaran umum bahwa kinerja kepala sekolah tidak ditingkatkan secara bertahap. Muncul beberapa persepsi dari kekeliruan peran kepala sekolah yang memiliki tanggung jawab jabatan fungsional. Strategi dalam peningkatan mutu suatu pendidikan dibutuhkan dalam rangka memecahkan persoalan, salah satunya adalah kurang berdaya dan kurangnya pengoptimalan seluruh sumber daya yang ada di sekolah (Mahardhani, 2016). Kepala sekolah memiliki kewajiban untuk memberikan bimbingan secara bertahap terhadap perkembangan kemajuan sekolah. Perubahan kurikulum dan metode belajar mengajar dapat mempengaruhi potensi besar kemajuan sekolah. Untuk memberikan kontribusi keilmuan secara terpimpin kepala sekolah perlu mengikuti pelatihan khusus sebagai leader yang handal.

Pendidikan memiliki tujuan secara umum untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan nuansa keilmuan bahwa kekuatan berfikir di sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah, diantaranya terwujud motivasi belajar dari guru dan siswa secara seimbang. Terjadi perubahan mekanisme pembelajaran. Sekolah yang memiliki model pembelajaran rutinitas tanpa ada inovasi akan menjadi kemunduran dalam mengembangkan aktifitas belajar mengajar. Usaha peningkatan mutu dipengaruhi dari kualitas pendidik atau guru. Kualitas guru mencerminkan binaan dari kepala sekolah. Apabila kepala sekolah mampu memberikan pembelajaran dengan inovasi dan perubahan sesuai dengan kebutuhan siswa akan memberikan suasana baru bagi siswa dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan secara mandiri. Kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah mempunyai tugas yang sangat berat dalam rangka meningkatkan kualitas sekolah (Fitri, 2019). Guru menyampaikan ilmu pengetahuan dengan berbagai usaha sadar dan terencana salah satu tujuan pembelajaran adalah transfer of knowladge.

Gaya kepemimpinan kepala sekolah berbeda – beda, dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Kepemimpinan memerlukan perhatian yang utama, karena melalui kepemimpinan diharapkan akan lahir tenaga-tenaga berkualitas. Pengaruh bagi siswa diantaranya siswa memiliki mental dengan daya saing tinggi. Wawasan dan perkembangan IPTEK memberikan pengaruh terhadap kurikulum dan mekanisme perkembangan pembelajaran di sekolah. Fakta di sekolah ditemukan bahwa kinerja guru dan kepala sekolah yang memiliki tugas mengajar sesuai dengan bidang keahlian memberikan wacana bahwa siswa di sekolah membutuhkan bimbingan dan pengajaran tidak serta merta dari guru mata pelajaran. Melainkan dari perhatian seperti kegiatan monitoring dan supervisi kelas yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk mengobservasi secara langsung tujuan dan fungsi dari pembelajaran. Kegiatan demikian sebagai salah satu bagian dari evaluasi proses untuk menjawab evaluasi hasil. Profesionalisme guru tidak akan ada atau berjalan mulus tanpa adanya usaha-usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah (Fitri, 2019), sebab salah satu di antara cara guru agar bisa menjadi guru profesional adalah dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah pada kenyataannya terdapat beberapa kepala sekolah yang tidak menjalankan peran dan tugasnya sebagai pemimpin, ini disebabkan dalam proses pengangkatannya tidak ada transparansi, kurangnya pengetahuan manajemen, rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas, seringnya datang terlambat serta banyak faktor penghambat lainnya untuk meningkatkan kualitas (Siregar et al., 2022).

Peran kepala sekolah pada umumnya berada di ruang khusus dan terpisah dengan ruang guru. Tujuan dari keberadaan ruang kepala sekolah secara terpisah supaya lebih efektif dalam memonitoring dan lebih fokus dalam menjalankan tugas sebagai guru yang memiliki tugas tambahan sebagai pemimpin fungsional. Ada beberapa situasi yang tidak memberikan dukungan dari tugas pokok kepala sekolah seperti kolaborasi yang dijalin personil sekolah dengan kepala sekolah tidak terwujud dengan komunikatif. Hambatan demikian menjadi kekurangan kepala sekolah dalam mendapatkan akses informasi secara berkala baik dari siswa maupun kinerja guru lainnya. Kehadiran kepala sekolah memiliki satuan pokok bahwa keberadaan di lingkungan pendidikan sekarang menjadi salah satu bagian terpenting dalam menjalani tugas fungsional yaitu sebagai pemimpin yang memiliki kekuasaan dan kewajiban memimpin sekolah untuk mencapai kemajuan secara komprehensif. Kepala sekolah harus bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan semua urusan pengaturan dan pengelolaan secara formal kepada atasannya atau informal kepada masyarakat yang telah menitipkan anak didiknya (Fitri, 2019).

             Fakta dilapangan mengungkap bahwa peran kepala sekolah terhadap peningkatan proses pembelajaran dan kolaborasi dengan guru mapel atau pihak luar sekolah masih belum berjalan kondusif sehingga tidak bisa memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan proses penjaminan mutu, aspek manajerial peningkatan SDM dan pola pemikiran pendidik di sekolah perlu dilakukan perencanaan dan konsep yang siap untuk meningkatkan sistem pembelajaran yang dibutuhkan siswa di sekolah. Masih terjadi kesenjangan antara kurikulum yang ada di sekolah dengan kebutuhan siswa di sekolah tidak disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan. Capaian standar kompetensi pada siswa kurang mendapat evaluasi bersama antara siswa, guru, orang tua dan kepala sekolah. Kegiatan evaluasi proses pembelajaran merupakan peran penting terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kemajuan sekolah. Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manager akan tetapi kepala sekolah harus cenderung menjadi seorang leader pembelajaran (Yenni et al., 2020). Dengan kata lain, kepala sekolah tidak hanya fokus pada urusan administratif dan system, tetapi kepala sekolah harus pemberdayaan guru untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran siswa. Pernyataan demikian dapat disadari bagi kepala sekolah yang memiliki pola pemikiran komprehensif dan inovatif. Struktur administrasi kepala sekolah berupa data dan fakta dilengkapi dengan beberapa catatan kasus siswa maupun guru menjadi rangkuman kegiatan evaluasi di setiap akhir semester. Kegiatan evaluasi demikian menjadi bagian penting bahwa kinerja kepala sekolah terjadi perubahan dan peningkatan kualitas secara profesional dan terdepan. Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan bahwa: a) Apakah kepala sekolah memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi? b) Bagaimakah proses peningkatan kinerja kepala sekolah terhadap guru?

Penelitian ini memberikan manfaat secara teoritis dan praktis. Diantaranya terdiri dari adanya tujuan keseluruhan untuk memberikan kontribusi keilmuan terhadap masyarakat luas dan pemahaman terhadap peningkatan keilmuan kepemimpinan di sekolah. Orang tua, guru dan kepala sekolah perlu memberikan dukungan dan pemahaman terhadap kondisi siswa di sekolah manfaat penelitian ini secara teoritis sebagai bagian dari kegiatan manajerial dan kepemimpinan kepala sekolah dapat memberikan wacana umum bahwa keberhasilan pendidikan di sekolah tidak hanya melibatkan guru dan kepala sekolah tetapi peran orang tua di rumah sangat membantu perkembangan siswa. Manfaat praktis dapat dirasakan oleh guru dan personil sekolah lainnya dalam mencapai harapan dan tujuan masa depan pendidikan yaitu meningkatkan potensi dan kemauan siswa untuk dapat meningkatkan prestasi secara optimal.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi peran Kepala Sekolah dalam meningkatkan profesionalisme Guru Di SMP Negeri 4 Jerowaru Lombok Timur NTB. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sampel pengumpulan data melibatkan 2 guru kelas, 1 kurikulum, 1 kesiswaan dan 1 kepala sekolah. Dengan metode analisis data triangulasi sumber dan teknik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi serta studi pustaka. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (Yenni et al., 2020).

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial.  Teknik analisis data melibatkan beberapa sumber referensi online dari jurnal online dan e book (Lorensius et al., 2022). Tujuan dari penelitian kualitatif untuk memberikan eksplorasi secara natural.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Profesionalisme kepemimpinan di tingkat sekolah merupakan kegiatan yang perlu diperhatikan dengan cermat oleh pihak pemerintah pusat maupun kabupaten. Sebagai wahana keilmuan di dunia pendidikan sekolah memiliki program perencanaan kegiatan belajar mengajara dengan jadwal yang telah disepakati antara kurikulum, dan disetujui oleh kepala sekolah. kata pemimpin di suatu lembaga pendidikan merupakan salah satu unjuk kerja yang dapat dinilai dari kualitas SDM. Berkaitan dengan kualitas kerja menjadi jaminan utama terhadap keberhasilan pembelajaran. Sekolah menjadi tempat untuk siswa dan guru mengikuti proses belajar dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai pemimpin jabatan berperan khusus dalam mengembangkan nilai – nilai kepemimpinan secara terdepan dan terpercaya. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas (Ideswal et al., 2020).

 Tugas pokok dari kepala sekolah yaitu mampu mengarahkan, membimbing dan menjadi contoh tauladan yang baik bagi personil sekolah lainnya. Kepala dapat diartikan “ketua” atau pemimpin dalam suatu organisasi atau suatu Lembaga (Said, 2018). Sekolah adalah sebuah lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai tempat pedidikan formal bagi masyarakat. Siswa di sekolah menjadi tanggung jawab pihak sekolah, keterlibatan masyarakat di lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab bersama dalam membimbing dan membina siswa. Lembaga pendidikan sekolah. Demi pencapaian visi dan misi memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial (Ideswal et al., 2020). Perkembangan dunia pendidikan dewasa ini begitu cepat (Julaiha, 2019). Sejalan dengan kemajuan teknologi dan globalisasi, perubahan dalam dunia pendidikan baik dari segi kurikulum, sistem dan lain sebagainya yang harus menyesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat maka lembaga pendidikan harus mampu mempersiapkan diri dengan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Kepemimpinan dengan skill yang dimiliki kepala sekolah memberikan peluang bagi siswa dalam mengembangkan bakat dan minat. Istilah bakat dan minat siswa diperbarui dengan menjalin kerjasama bersama guru BK untuk memberikan layanan bimbingan peminatan dan pengembangan potensi diri melalui pengenalan skill. Daryanto, kepala sekolah adalah pemimpin pada suatu lembaga satuan Pendidikan (Fitri, 2019). Kepala sekolah ialah pemimpin lembaga satuan pendidikan. Kepala sekolah ialah pemimpin yang proses kehadirannya dapat dipilih secara langsung, ditetapkan oleh yayasan, atau ditetapkan oleh pemerintah. Pada prisipnya perkembangan pembelajaran di sekolah memberikan kontribusi keilmuan bagi siswa di sekolah. Apabila guru memberikan stimulus siswa untuk meningkatkan daya kritikal thinking dan problem solving maka siswa dapat berkembang sesuai dengan tahap capaiannya. Guru dalam proses pembelajaran memiliki peran penting terutama dalam membantu peserta didik untuk membangun sikap positif dalam belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, mendorong kemandirian dan ketepatan logika intelektual, serta menciptakan kondisi-kondisi untuk sukses dalam belajar (Iskandar, 2013).

Proses mengajar dan hasil belajar yaitu suatu pengajaran sangat tergantung pada kemampuan mengajar guru, maka kegiatan supervisi menaruh perhatian utama pada peningkatan kemampuan profesional guru, yang pada gilirannya akan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menjadi upaya yang perlu dikembangkan oleh setiap pendidik di sekolah melalui adanya inovasi pembelajaran dengan meningkatkan nilai kreativitas dan monitoring secara berkala antara kepala sekolah dengan pengawas sekolah sesuai dengan instrument yang sudah di tetapkan kepala sekolah mampu memberikan kontribusi terhadap penjaminan mutu internal peserta didik maupun pendidik di sekolah (Istianah, 2019). Adapun konsep terbaru peneliti mengemukakan bahwa peran serta pelatihan, workshop kepemimpinan, dan seminar pengembangan akademik bagi pendidik di lingkungan sekolah perlu dilakukan setiap satu bulan satu kali. Alasan utama terhadap peningkatan standarisasi keilmuan tingkat SMP mengacu pada aspek psikologis siswa dan stabilitas emosi guru maupun kepala sekolah. Sebagai pemimpin profesional mampu menghadapi perubahan dunia pendidikan di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dengan melibatkan aplikasi sistem pembelajaran, serta mampu mengarahkan media sosial maupun jaringan internet untuk membantu proses dan temuan pengembangan ilmu pengetahuan. Istilah guru gaptek (gagap teknologi) tidak lagi menjadi alasan dalam menghambat kemajuan pembelajaran berbasis IT. Untuk menyeimbangi kepandaian siswa dalam mengoperasionalkan jaringan internet guru perlu membentuk tim teaching khusus pembekalan bagi guru yang belum mampu menguasai dunia internet dengan langkah awal dimulai oleh kepala sekolah untuk membentuk kelas khusus pengajaran peningkatan mutu sekolah bersistem jaringan network.

Kesadaran pendidik profesional diantaranya terbentuk karakteristik kepedulian tinggi dalam memberikan pengajaran secara kompeten, mampu bersaing secara aktif dan dinamis menghadapi perubahan mekanisme pembelajaran masa kini. Pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai dan sekaligus menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehhidupan dan peradaban umat (Julaiha, 2019). Tanpa pendidikan dapat diyakini bahwa mausia itu tidak ubahnya dengan mahluk lainnya yang tidak mengenyam pendidikan. Berbicara terkait dengan dunia pendidikan menjadi bahasan setiap bangsa. Kunci kemajuan bangsa ada pada tombak keberhasilan sistem pendidikan yang maju dan terencana. Pendidikan merupakan unsur utama bagi kemajuan bangsa salah satunya adalah bangsa Indonesia, untuk itu pendidikan perlu dibangun dan dikembangkan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul (Mahardhani, 2016).

Peran serta kehadiran pemimpin jabatan fungsional seperti kepala sekolah berkewajiban menyampaikan perubahan demi perubahan guna dalam peningkatan kualitas SDM. Kepala sekolah yang merupakan unsur strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di suatu lembaga Pendidikan (Mahardhani, 2016). Upaya peningkatan profesionalisme kepala sekolah merupakan proses yang berkaitan dengan keseluruhan organisasi sekolah. Kepala sekolah berfungsi sebagai inspirator bagi munculnya ide-ide kreatif dan inovatif dalam mengelola sekolah (Wardani & Indriayu, 2015). Ide-ide kreatif diperlukan terutama karena sekolah memiliki keterbatasan sumber daya manusia dengan kualitas tinggi dan berkembang sesuai dengan kondisi teknologi.

Tabel 1. Kinerja Kepala Sekolah

JABATAN

PERENCANAAN

PROSES

EVALUASI

Pengawas

Instrument supervisi

Monitoring

Verifikasi

Kepala sekolah

Program kerja

Monitoring, supervisi kelas

Evaluasi proses dan hasil

Guru BK

Program kerja tahunan, bulanan, mingguan, harian

Layanan konseling, konsultasi, kolaborasi

Jurnal harian dan evaluasi proses dan hasil

Guru mapel

RPP

Pembelajaran klasikal

UTS dan UAS

Guru Kelas

Agenda harian siswa

Pembelajaran di kelas

Rapot

Berdasarkan hasil analisis tabel diatas dapat disimpulkan bahwa personil sekolah memiliki tugas, fungsi dan tujuan berbeda – beda hal ini menjadi tanggung jawab kepala sekolah dalam memberikan bimbingan dan pengarahan selama kegiatan pembelajaran. Keterlibatan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menjadi tanggung jawab bersama pengawas maupun masyarakat. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena pendidikan salah satu penentu mutu Sumber Daya Manusia (N, 2017). Perkembangan kognitif pada manusia menjadi salah atu tolak ukur kemajuan anak bangsa. Siswa di sekolah diberi pengajaran dan pembekalan secara bertahap sesuai dengan jenjang usia. Tujaun demikian untuk meningkatkan soft skill maupun hard skill. Kepala sekolah menjalin kerjasama dengan pengawas untuk mengoptimalkan kinerja di sekolah. Didukung dengan keberadaan guru BK sebagaimana tugas utama memberikan pelayanan kepada seluruh siswa di sekolah dengan indikator sebagai berikut: siswa yang memiliki masalah dengan siswa yang berprestasi berhak mendapatkan layanan bimbingan maupun konseling secara bertahap. Guna meningkatkan perkembangan siswa dan pemahaman secara individu maupun kelompok. Peran dari guru mata pelajaran dan guru kelas memberikan kontribusi keilmuan secara kognitif dan membuka wawasan siswa dalam meningkatkan prestasi hasil belajar. istilah dari dukungan diartikan sebagai kerjasama antara kepala sekolah, pengawas dan guru – guru di lingkungan sekolah mampu terjalin dengan kolaboratif. Kepala sekolah sebagai figur kunci dalam mendorong perkembangan dan kemajuan sekolah (Mahardhani, 2016). Kepala sekolah tidak hanya meningkatkan tanggung jawab dan otoritasnya melainkan memberi contoh sebagai good leader secara nyata. Peningkatan profesionalisme kepala sekolah merupakan proses yang berkaitan dengan keseluruhan organisasi sekolah, serta harus dilakukan secara berkesinambungan dan terkontrol (Mahardhani, 2016). Profesionalisme kepala sekolah harus secara sinergis dilaksanakan dengan melibatkan pengawas sekolah. Kerjasama antara pengawas sebagai pemimpin kepala sekolah menjadi keutuhan bersama dalam bekerjasama dengan personil sekolah lainnya. Perlu disadari bahwa pengawas memberikan instrument secara nyata terhadap kinerja kepala sekolah untuk mendapatkan hasil, sedangkan evaluasi proses lebih diketahui secara konkrit dari guru di lingkungan sekolah. Perwujudan dari kerjasama untuk kemajuan sekolah menjadi tanggung jawab bersama.

Aspek perkembangan kepala sekolah sebagai pemimpin tidak hanya difokuskan pada kognitif melainkan terbentuknya sosial emosional dengan baik. Kepemimpinan pembelajaran mencakup perilaku-perilaku kepala sekolah dalam merumuskan dan mengkomunikasikan tujuan sekolah, memantau, mendampingi, dan memberikan umpan balik dalam pembelajaran, membangun iklim akademik, dan memfasilitasi terjadinya komunikasi antar warga sekolah (Russamsi et al., 2020).

Sebagai pemimpin profesional memberikan pengajaran dan pendidikan, moral dan keilmuan secara umum dan agama. Figur utama di sekolah yang akan bertanggung jawab terhadap kemajuan perkembangan sekolah. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain untuk melakukan satu usaha kooperatif mencapai tujuan yang sudah direncanakan (Minsih et al., 2019). (N, 2017) Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Budaya sekolah atau iklim kerja meng- gambarkan suasana dan hubungan kerja antara sesama guru, guru dengan kepala sekolah, guru dengan tenaga kependidikan lainnya, dan Dinas di lingkungannya (Nasrun, 2016). Hal ini merupakan wujud dari lingkungan kerja yang kondusif. Suasana seperti ini sangat dibutuhkan guru dan kepala sekolah untuk melaksanakan pekerjaannya dengan lebih efektif. Subsistem yang dominan mempengaruhi mutu pendidikan adalah tenaga pendidik baik di tingkat dasar maupun perdosenan tinggi, karena tenaga pendidik yang dalam fungsi dan tugasnya berinteraksi langsung dengan peserta didik (Riski et al., 2021). Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar ideal dan pembelajaran ideal.

Kinerja guru merupakan suatu gambaran bagaimana seorang guru melaksanakan tugasnya dalam proses pembelajaran (Russamsi et al., 2020). Kinerja guru adalah hasil kerja guru yang terefleksi dalam cara merencanakan, melaksanakan dan menilai proses pembelajaran yang intensitasnya dilandasi oleh etos kerja. Peningkatan kinerja guru dapat dibentuk dari pola pengajaran berbasis teknologi internet. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah teknik kepemimpinan yang dilakukan bawahan yang dipimpin dijadikan patner kerja, bukan antara atasan dan bawahan, saling memberikan motivasi, membangun kerjasama, dalam rangka meningkatkan kinerja guru (Riski et al., 2021). Jika kepala sekolah yang transformasi mampu memberikan perubahan kepada sekolah terutama dalam peningkatan mutu pembelajaran yang dihalatkan dari mutu lulusan yang diterima sekolah menengah atas yang paforit dan berkualitas, gaya kepemimpinan ini cukup memberikan perubahan yang sangat singnifikan dalam meningkatkan mutu sekolah dan memberikan semangat kepada warga sekolah untuk berprestasi sesuai dengan bidang kahlian dan kemampuan masing-masing. Kepala sekolah selalu terbuka dari setia permasalahan yang dihadapi warga sekolah.

Beberapa hal yang perlu dikembangkan selain monitoring, supervisi, dan evaluasi sebagai bagian dari pengembangan konsep manajemen. Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah perlu lebih ditekankan dalam koordinasi, komunikasi, dan supervisi, karena kelemahan dan hambatan pendidikan seringkali bersumber dari berkurangnya koordinasi, komunikasi, dan supervisi, sehingga menyebabkan persepsi yang berbeda di antara komponen-komponen pelaksana di lapangan (kepala dinas, pengawas, kepala sekolah, dan guru), serta kurangnya sosialisasi dari kepala sekolah kepada seluruh tenaga kependidikan lainnya (Tarhid, 2017).

 

KESIMPULAN

Kepemimpinan kepala sekolah di tingkat SMP memiliki tingkat profesionalisme  berbeda dengan kepemimpinan di tingkat SD maupun SMA. Jenis dari peningkatan mutu kerja seorang pemimpin melalui adanya perencanaan (perencanaan, proses, evaluasi). Ketiga poin tersebut memberikan arti bahwa tugas kepala sekolah memberikan kemajuan pendidikan dan tanggung jawab terhadap personil sekolah dengan meningkatkan kualitas SDM dari pendidik untuk kemajuan siswa dalam mengakses ilmu pengetahuan. Kehadiran pemimpin di sekolah bertujuan untuk memonitoring dan memberikan evaluasi perbaikan terhadap mekanisme pembelajaran yang belum sesuai dengan kebutuhan siswa. Pola pembelajaran setiap tingkatan kelas berbeda. Tugas kepala sekolah mampu memahami model dan sistematika pembelajaran di kelas sehingga siswa tidak merasa jenuh dengan pembelajaran setiap KBM. Untuk menjadi kepala sekolah profesional dibutuhkan keahlian khusus terhadap program kegiatan belajar mengajar secara terencana. Upaya demikian disadari oleh kepala sekolah di SMP Negeri 4 Jerowaru Lombok Timur NTB untuk memberikan binaan terhadap guru mata pelajaran, bekerjasama dengan guru bimbingan dan konseling sebagai sarana realisasi dari program kerja

Implikasi dari hasil penelitian dapat memberikan kesadaran secara mandiri terhadap kepala sekolah dan personil sekolah lainnya untuk menjalin kerjasama yang baik dan saling memberikan informasi dengan menjalin komunikasi yang efektif hal ini perlu dilakukan untuk mencapai tujuan bersama yaitu memberikan wawasan dan pengetahuan secara kolaboratif dan sistematis terhadap capaian pembelajaran siswa di sekolah.

 

BIBLIOGRAFI

Fitri, F. (2019). Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Membina Profesionalisme Guru. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(1), 730–743. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v8i1.415

 

Ideswal, I., Yahya, Y., & Alkadri, H. (2020). Kontribusi Iklim Sekolah dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(2), 460–466. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i2.381

 

Iskandar, U. (2013). Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Guru. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, 10(1), 1018–1027. https://doi.org/10.26418/jvip.v10i1.2061

 

Istianah, I. (2019). Implementasi Program Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Sman 1 Cikarang Utara Dan Man Kabupaten Bekasi. Jurnal Administrasi Pendidikan, 26(1), 72–87. https://doi.org/10.17509/jap.v26i1.19861

 

Julaiha, S. (2019). Konsep Kepemimpinan Kepala Sekolah. Tarbiyah Wa Ta’lim: Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(3), 179–190. https://doi.org/10.21093/twt.v6i3.1734

 

Lorensius, Hanim, Z., & Warman. (2022). Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru di SMK Katolik Kota Samarinda. Attractive: Innovative Education Journal, 4(2). https://www.attractivejournal.com/index.php/aj/

 

Mahardhani, A. J. (2016). Kepemimpinan Ideal Kepala Sekolah. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(2), 1–4. https://doi.org/10.24269/dpp.v3i2.82

 

Minsih, M., Rusnilawati, R., & Mujahid, I. (2019). Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Membangun Sekolah Berkualitas Di Sekolah Dasar. Profesi Pendidikan Dasar, 1(1), 29–40. https://doi.org/10.23917/ppd.v1i1.8467

 

N, N. (2017). Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah (Kajian Konsep dan Teoritis). Al-Afkar: Jurnal Keislaman & Peradaban, 5, 1. https://doi.org/10.28944/afkar.v5i1.134

 

Nasrun, N. (2016). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Guru. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori Dan Praktik Kependidikan, 1(2), 63–70. https://doi.org/10.17977/um027v1i22016p063

 

Riski, H., Rusdinal, R., & Gistituti, N. (2021). Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Pertama. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 3531–3537. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.944

 

Russamsi, Y., Hadian, H., & Nurlaeli, A. (2020). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Peningkatan Profesional Guru Terhadap Kinerja Guru Di Masa Pandemi Covid-19. MANAGERE: Indonesian Journal of Educational Management, 2(3), 244–255. https://doi.org/10.52627/ijeam.v2i3.41

 

Said, A. (2018). Kepemimpinan kepala sekolah dalam melestarikan budaya mutu sekolah. EVALUASI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 257–273. http://dx.doi.org/10.32478/evaluasi.v2i1.77

 

Siregar, W., Lubis, M. J., & Darwin, D. (2022). Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Manajemen Sekolah. Jurnal Basicedu, 6(3), 3867–3874. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2766

 

Tarhid, T. (2017). Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jurnal Kependidikan, 5(2), 141–155. https://doi.org/10.24090/jk.v5i2.1931

 

Wardani, D. K., & Indriayu, M. (2015). Prosiding Seminar Nasional 9 Mei 2015 Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Prosiding Seminar Nasional 9 Mei 2015, 35, 684–693. http://eprints.uny.ac.id/21973/

 

Yenni, Y., Lian, B., & Sari, A. P. (2020). Peran Instructional Leadership Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru. Journal of Education Research, 1(2016), 295–300. https://jer.or.id/index.php/jer/article/view/35