EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH ABDUL MANAP JAMBI MENGGUNAKAN METODA GYSSENS
Putry Nelita Manurung1, Jelly Permatasari2, Indri Meirista3
Stikes Harapan Ibu Jambi 1
|
Received� :� 14-07-2022 |
Accepted� :� 23-07-2022 |
Published� :
25-07-2022 |
|
|
Abstract |
|||
|
Keywords: Antibiotics, Pneumonia, Gyssens
Method |
Introduction: Pneumonia is included in the 10 biggest
diseases, adults to the elderly are the population most affected by
pneumonia. Pneumonia is caused by bacteria, viruses, microplasma,
and fungi. Pneumonia is generally caused by gram-positive and gram-negative
bacteria. Inappropriate use of antibiotics can increase the risk of
developing antibiotic resistance. Objective:
Therefore, it is important to know the rationality of the use of antibiotics
in pneumonia patients at the Abdul Manap Regional
General Hospital Jambi. Methods:
This study was a non-experimental study with a descriptive design and
retrospective data collection using medical records of pneumonia patients,
using purposive sampling technique. Results:
The results of this study were based on male gender (64.6%), female (35.4%),
based on age >45 (77.4%), antibiotics used a lot of ceftriaxone (54.9%),
according to the Gyssens category of appropriate or
rational antibiotics 74.2%. Conclusion:
the use of antibiotics in pneumonia patients at the Abdul Manap
Regional General Hospital in the 2018 period used the Gyssens
method that the use of antibiotics was rational (74.2%). |
||
|
Abstrak |
|||
|
Kata kunci: Antibiotik, Pneumonia, Metoda Gyssens. |
Pendahuluan: Pneumonia termasuk
dalam 10 penyakit terbesar, usia dewasa hingga lanjut usia merupakan
populasi yang paling banyak
terserang pneumonia. Penyakit
pneumonia disebabkan oleh bakteri,
virus, mikroplasma, dan jamur.
Pneumonia umumnya disebabkan
oleh bakteri gram positif
dan bakteri gram negatif. Penggunaan
antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan
resiko terjadinya resistensi terhadap antibiotik. Tujuan: Oleh karena itu, penting
mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di Rumah sakit Umum Daerah Abdul Manap Jambi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif dengan data rekam medik pasien
pneumonia, dengan teknik pengambilan sampel purposive
sampling. Hasil: Hasil dari penelitian ini berdasarkan jenis kelamin laki-laki (64,6%), Perempuan (35,4%), berdasarkan
usia >45 (77,4%), antibiotik
yang digunakan banyak
ceftriaxone (54,9%), menurut kategori
Gyssens antibiotik yang tepat atau rasional
74,2%. Kesimpulan: penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di Rumah Sakit Umum daerah
Abdul Manap periode 2018 menggunakan metoda Gyssens bahwa pengunaan antibiotiknya rasional sebanyak (74,2%). |
||
Corresponding
Author: Putry Nelita Manurung�
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pneumonia merupakan penyakit
yang umum terjadi pada masyarakat, dan merupakan salah satu penyakit penyebab
kematian tertinggi di
Indonesia (Pneumonia., 2011). Keberadaan anggota
keluarga yang merokok didalam rumah juga menjadi faktor utama penyebab penyakit pneumonia (Darmawati, Sunarsih, &
Trisnaini, 2016).
Penyakit pneumonia disebabkan oleh bakteri, virus, mikroplasma, dan jamur (Syaifiyatul, Rahmah, &
Alrosyidi, 2020).
Pneumonia umumnya disebabkan
oleh bakteri gram positif (Streptococcus pneumonia/Pneumococcal
pneumonia, Staphylococcus aureus) dan bakteri
gram negatif (Heamophilus influenza,
Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumonia (TAMBUNAN, 2019).
Pada pasien pneumonia digunakan antibiotik� untuk mencegah atau� mengurangi kejadian infeksi yang disebabkan oleh bakteri (Bestari & Karuniawati, 2019). Penggunaan antibotik
yang tidak sesuai (tidak rasional) dengan pedoman terapi, akan menimbulkan
berkembangnya resistensi bakteri terhadap antibiotic (Firdaus, 2020). Resistensi dapat
dicegah dengan menggunakan antibiotik secara rasional dan terkendali, sehingga resistensi tidak berkembang dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan (Kemenkes, 2011)
Berdasarkan penelitian (Herawati & Irawati, 2014) sebelumnya terdapat
ketidak rasionalan penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia, seperti ketidaktepatan dosis, ketidaktepatan indikasi, ketidaktepatan pemilihan obat, ketidaktepatan lama pemberian dan ketidaktepatan rute pemberian.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian
non eksperimental dengan rancangan deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif, dengan penelusuran data rekam medik pasien pneumonia dengan teknik pengambilan
sampel purposive sampling (Sugiyono, 2016).
������������� Data yang telah didapat
kemudian di olah dan di analisis dengan cara menggunakan pola penilaian yaitu menggunakan alur Gyssens, dan data disajikan dalam bentuk tabel dan dihitung persentase nya. Untuk karakteristik
demografi akan dihitung jumlah pasien, berdasarkan , jenis kelamin, usia, dan akan dipersentasikan dan ditampilkan dalam bentuk tabel,selanjutnya
kerasionalan antibiotik akan dianalisis dan diamati menggunakan metoda Gyssens (Marsono, 2015).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan tabel 1 hasil� jenis kelamin dan umur didapatkan bahwa laki-laki lebih banyak dibandingkan
perempuan terkena pneumonia
jenis kelamin terbanyak yang menggunakan antibiotik pada pasien pneumonia adalah laki-laki (64,6%) dibanding perempuan karna disebabkan karna laki-laki lebih sering beraktifitas
diluar rumah dan lebih cenderung mengkonsumsi rokok, karena asap rokok mempunyai banyak zat kimia yang memicu terjadinya infeksi saluran pernapasan (Yusuf,
Auliah, & Sarambu, 2022).
Pengelompokan usia berdasarkan tabel 2 data di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Manap Jambi menunjukkan bahwa 31 pasien pneumonia yang diambil datanya, terlihat usia yang paling banyak adalah pasien
lanjut usia >45 tahun ( 90,3%) (Zakiya, 2017). Umur juga merupakan hal yang memiliki peranan penting pada angka kejadian pneumonia karena kekebalan tubuh seseorang akan menurun setelah usia >45 tahun.
Dari rekam medik pasien
pneumonia di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Manap Jambi
yang datanya diambil secara retrospektif, terlihat jenis antibiotik yang banyak digunakan pada pasien pneumonia periode 2018 adalah ceftriaxone
(54,9%) (Alamin, 2021).
Ceftriaxone merupakan antibiotik golongan cephalosporin generasi tiga yang spektrum anti bakterinya lebih luas, yang mempunyai waktu paruh yang lebih panjang dari
pada golongan cephalosporin yang lain (Nisak, Yulia, Hartono, & Herawati,
2022).
Data tidak lengkap adalah
data rekam medis tanpa diagnose atau ada halaman rekam
medic yang hilang sehingga tidak dapat dievaluasi.
Kelengkapan data dari semua rekammedik pasien harus memenuhi
semua kategori Gyssens (ada indikasi
pemberian, data dosis antibiotik, lama pemberian,
interval pemberian) disamping
data pasien lainnya (DirJen BinFar , 2011).
Penggunaan antibiotic
yang terlalu singkat dalam kategori II B yang menunjukkan bahwa adanya penggunaan antibiotic yang
terlalu singkat atau kurang dari
48 jam yaitu 2 hari tidak sesuai dengan
aturan antibiotic dalam
PDPI ( perhimpunan dokter paru Indonesia),akibatnya bila diberikan terlalu singkat maka akan
meningkatkan angkakejadian resistensi terhadap antibotik.
Penggunaan antibiotik tidak tepat dosis masuk
dalam kategori II A, dalam hal ini
yang dimaksud dengan ketidak tepatan dosis yaitu dosis
yang digunakan tidak sesuai dengan dosis
yang dianjurkan. Lama pemberian
antibiotic pasien pneumonia 4-10 hari
(Hardiana, Laksmitawati, & Ramadaniati, 2021)
Penggunaan antibiotik
tepat atau rasional yaitu penggunaan antibiotik dengan lama pemberian, interval pemberian,dan dosis
tepat (PERMENKES, 2011). Dari 31 kasus
rekam medik pasien pneumonia di Rumah Sakit Umum Abdul Manap Jambi Periode 2018 yang memenuhi kategori Gyssens 0 ( penggunaan
antibiotik tepat atau rasional) yaitu 74,2%. Penelitian ini didasarkan pada standar penggunaan antibiotik (PERMENKES, 2011) dan juga beberapa
teori pendukung yang memenuhi standar terapi penggunaan antibiotik, dimana rekam medik yang memuat adanya diagnosis pasien, indikasi penggunaan antibiotik terhadap pasien pneumonia, lama pemberian, yang telah memenuhi penggunaan antibiotik yang tepat.
Tabel 1. Distribusi berdasarkan
jenis kelamin
|
Jenis kelamin |
N |
% |
|
Laki-laki |
20 |
64,6 |
|
Perempuan |
11 |
35,4 |
|
Jumlah |
31 |
100 % |
Tabel 2. Distribusi berdasarkan
usia
|
Usia |
N |
% |
|
12-45 tahun |
7 |
22,,6 |
|
> 45 tahun |
24 |
77,4 |
|
Jumlah |
31 |
100 % |
Tabel 3. Distribusi penggunaan
antibiotik
|
No |
Nama Antibiotik |
N |
% |
|
1 |
Ceftriaxone |
17 |
54,9% |
|
2 |
Cefotaxime |
10 |
32,2 |
|
3 |
Ciprofloxacin |
2 |
6,5 |
|
4 |
Meropenem |
1 |
3,2 |
|
5 |
Visilin |
1 |
3,2 |
|
|
Jumlah |
31 |
100% |
Tabel 4. Distribusi berdasarkan
kategori Gyssens
|
Kategori |
Kriteria Gyssens |
N |
% |
|
VI |
Data tidak lengkap |
1 |
3,2 |
|
III B |
Penggunaan antibiotik terlalu singkat |
1 |
3,2 |
|
IIA |
Penggunaan antibiotik tidak tepat dosis |
1 |
3,2 |
|
II B |
Pengguaan antibiotik tidak tepat interval pemberian |
5 |
16,2 |
|
0 |
Penggunaan antibiotik tepat |
23 |
74,2 |
|
Jumlah |
|
31 |
100 % |
KESIMPULAN
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia
di Rumah Sakit Umum daerah Abdul Manap periode 2018 menggunakan metoda Gyssens bahwa pengunaan
antibiotiknya rasional sebanyak (74,2%).
BIBLIOGRAFI
Alamin, Anood Mohammed Mohammed. (2021). Evaluasi
penggunaan antibiotik pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan
Metode Gyssens di RSU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tahun 2018-2019.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Bestari, Mahardika Putri, & Karuniawati, Hidayah. (2019). Evaluasi rasionalitas
dan efektifitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia pediatrik di
instalasi rawat inap Rumah Sakit Pusat Jawa Tengah. Pharmacon: Jurnal
Farmasi Indonesia, 14(2), 62�71.
Darmawati, Ayu Tri, Sunarsih, Elvi, & Trisnaini, Inoy. (2016). Hubungan
faktor kondisi fisik rumah dan perilaku dengan insiden pneumonia pada anak
balita di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo Kota Metro. Jurnal Ilmu
Kesehatan Masyarakat, 7(1).
Firdaus, Syahrul. (2020). Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Pada
Pasien Diare Anak Di Rumah Sakit Khusus Ibu Dan Anak Kota Bandung.
Hardiana, Iyan, Laksmitawati, Dian Ratih, & Ramadaniati, Hesty Utami.
(2021). Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien pneumonia komunitas di
instalasi rawat inap RSPAD Gatot Subroto. Majalah Farmasi Dan Farmakologi,
25(1), 1�6.
Herawati, Fauna, & Irawati, Lyna. (2014). Terapi antibiotik pada
infeksi nosokomial. Rasional, 9(2).
Kemenkes, R. I. (2011). Modul penggunaan obat rasional. Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Marsono, Yuda. (2015). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien
Pneumonia Dengan Metode Gyssens Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah
Dokter Moewardi Surakarta Tahun 2013. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Nisak, Nurul Akhirin, Yulia, Rika, Hartono, Ruddy, & Herawati, Fauna.
(2022). Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Bedah Bersih Terkontaminasi
di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Jurnal Pharmascience, 9(1),
1�10.
Pneumonia., Keberadaan anggota keluarga yang merokok didalam rumah juga
menjadi faktor utama penyebab penyakit. (2011). Evaluasi penggunaan antibiotik
pada penyakit pneumonia di Rumah Sakit Umum Daerah Purbalingga. PHARMACY:
Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 8(01).
Sugiyono, Prof. (2016). Metode Penelitian Manajemen(Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed Methods), Penelitian Tindakan (Action
Research, dan Penelitian Evaluasi). Bandung: Alfabeta Cv.
Syaifiyatul, H., Rahmah, Ainur, & Alrosyidi, Ach Faruk. (2020). Profil
Peresepan Antibiotik Untuk Terapi Pneumonia Di Poli Paru Rawat Jalan Rumah
Sakit Umum Mohammad Noer Pamekasan. Jurnal Ilmiah Farmasi Attamru (Jifa),
1(1), 1�6.
Tambunan, Depi R. Y. (2019). Identifikasi Bakteri Streptococcus
Pneumonia Pada Pasien Pneumonia Di Rsup H. Adam Malik Medan.
Yusuf, Muhammad, Auliah, Nielma, & Sarambu, Hana Evangelista. (2022).
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Dengan Metode Gyssens Pada Pasien Pneumonia Di
Rumah Sakit Bhayangkara Kupang Periode Juli�Desember 2019. Jurnal Riset
Kefarmasian Indonesia, 4(2), 215�229.
Zakiya, Nur Miya. (2017). Evaluasi kualitas penggunaan antibiotika pada
pasien pasca bedah dengan metode Gyssens di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya
Periode 2016. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.