MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL DENGAN ANEMIA PADA TRIMESTER I
Maria Magdalena Mue Juwa
Universitas Citra Bangsa Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
|
|
Abstract |
|
|
Received: |
28-12-2022 |
Introduction: The condition of pregnancy between one woman and another woman certainly varies. One of them is on the health aspects of pregnant women such as anemia or often referred to as low blood pressure. Anemia has a pretty bad impact on the process of pregnancy, including in the first trimester where the risk of abortion is quite high. Therefore, considering that anemia has a negative impact on pregnant women and the fetus, it is necessary to provide antenatal care. This is what underlies researchers to find out more about the management of antenatal midwifery care with anemia in the 1st trimester. Purpose: The purpose of this study was to determine the impact of the management of antenatal care with anemia in the 1st trimester of pregnancy. Methods: The research method used was qualitative through literature studies on various journals, books, media related to research objectives where the data collected is analyzed in depth. Results: The results of the study show that the management of antenatal midwifery care starts from diagnosing actual and potential problems, then identifying actions, establishing care plans and evaluations are known to have a positive impact where pregnant women in the 1st trimester can return to normal hemoglobin where this can minimize negative effects of anemia. Conclusion: The management of antenatal care is carried out carefully starting from diagnosing actual or factual problems, identifying the actions to be taken, making action plans to be carried out according to the patient's condition, and conducting evaluations to find out the success or failure of the efforts made. |
|
Accepted: |
14-01-2023 |
|
|
Published: |
20-01-2023
|
|
|
Keywords:
|
Management of Antenatal Care; Anemia; 1st Trimester Pregnancy |
|
|
|
Abstrak |
|
|
Kata kunci:
|
Manajemen Asuhan Antenatal; Anemia; dan Kehamilan Trimester 1 |
Pendahuluan: Kondisi kehamilan antara satu wanita dengan wanita lain tentu berbeda-beda. Salah satunya pada aspek kesehatan ibu hamil seperti anemia atau sering disebut sebagai tekanan darah rendah. Anemia memiliki dampak yang cukup buruk pada proses kehamilan termasuk pada trimester pertama dimana risiko terjadinya abortus cukup tinggi. Oleh karena itu, mengingat anemia memberikan dampak yang negatif bagi ibu hamil dan janin perlu dilakukan adanya asuhan kebidanan antenatal. Hal ini yang mendasari peneliti untuk mengetahui lebih lanjut mengenai manajemen asuhan kebidanan antenatal dengan anemia pada trimester 1. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak dari adanya manajemen asuhan kebidanan antenatal dengan anemia pada kehamilan trimester 1. Metode: Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif melalui studi kepustakaan pada beragam jurnal, buku, media terkait dengan tujuan penelitian dimana data yang terkumpul dianalisis secara mendalam. Hasil: Hasil penelitian bahwa manajemen asuhan kebidanan Antenatal dimulai dari diagnosa masalah aktual dan potensial, kemudian identifikasi tindakan, menetapkan rencana tindakan asuhan dan evaluasi diketahui memberikan dampak positif dimana ibu hamil pada trimester 1 dapat kembali berada pada kepemilikan hemoglobin yang normal dimana hal ini dapat meminimalisir adanya dampak negatif dari anemia. Kesimpulan: Manajemen asuhan kebidanan antenatal ini dilakukan secara teliti dimulai dari mendiagnosa masalah baik aktual ataupun faktual, mekakukan identifikasi atas tindakan yang akan dilakukan, membuat rencana tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan kondisi pasien, dan melakukan evaluasi untuk mengetahui berhasil atau tidaknya upaya yang dilakukan. |
Corresponding Author: Maria Magdalena Mue Juwa
E-mail: merlinjuwa1@gmail.com
PENDAHULUAN
Memiliki keturunan adalah keinginan bagi banyak pasangan suami istri, dimana salah satu proses untuk memiliki keturunan adalah dengan mengalami kehamilan (Erzad, 2018). Masa hamil adalah masa yang cukup membahagiakan dimana banyak orang menaruh harapan untuk memperoleh keturunan yang sehat baik ibu maupun janinnya (W. Sulistyawati & Khasanah, 2019).
Sayangnya, tidak selalu kondisi tersebut sesuai dengan kenyataan. Karena pada masa kehamilan terdapat hormon yang berubah dimana hal ini juga berdampak pada kondisi kesehatan badan (Manurung & Wati, 2022) (Rahma, 2016). Anemia merupakan salah satu kondisi dimana ibu hamil berada pada kondisi tekanan darah rendah (Apriani et al., 2020) karena hemoglobin di bawah nilai standar normal yakni kurang dari 11 gr/dL.
Kondisi anemia yang terus dibiarkan dapat memberikan dampak buruk bagi ibu hamil ataupun janin termasuk apda saat trimester pertama (Putri & Maita, 2021). Seperti, abortus, bayi terlahir cacat, dan lain sebagainya. Dengan ini maka kondisi anemia harus segera ditangani sehingga janin dapat terlahir dalam keadaan sehat melalui jalan lahir, juga ibu hamil dalam keadaan sehat. Mengenai anemia pada ibu hamil di Indonesia diketahui mencapai nilai 48.9% dimana nilai ini di atas batas prevelansi anemia yaitu 40% (Afrilia & Sari, 2018). Selain itu, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia juga masih cukup tinggi sebagaimana yang disampaikan oleh Komite Ilmiah International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health (ICIFPRH) sehingga para petugas harus mampu mencegahnya supaya tidak terus terjadi peningkatan AKI dan AKB (Angka Kematian Bayi) (Podungge, 2020)
Untuk mengatasi hal tersebut salah satu cara yang dianggap dapat dilakukan ialah melalui manajemen asuhan kebidanan Antenatal yang dilaksanakan secara kontinyu atau berkelanjutan (A. Sulistyawati, 2022). Untuk itu, peneliti ingin mengetahui lebih lanjut mengetau manajemen asuhan kebidanan antenatal dengan anemia pada tirmseter satu. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak diterapkannya manajemen asuhan kebidanan Antenatal dengan anemia pada trimester satu. Peneliti berharap bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk menambah wawasan dalam menciptakan masyarakat yang sehat khsuusnya bagi ibu hamil dengan usia kehamilan trimester 1.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam pemecahan permasalahan termasuk Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dimana metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan atau mengkaji beragam dokumen baik melalui hasil penelitian seperti jurnal ataupun buku dan beragam informasi yang dapat diakses melalui beragam website yang dapat dipertanggung jawabkan. Data yang telah terkumpul kemudian dianaalisis sehingga diketahui hasil penelitian. Secara lebih rinci langkah atau alur penelitian sebagai berikut.
![]() |
|||||
![]() |
|||||
Gambar 1
Alur Pelaksanaan Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai hasil penelitian maka sebaiknya memahami beberapa hal berikut ini:
1. Manajemen asuhan kebidanan Antenatal atau disebut sebagai antenatal care merupakan salah satu proses pengawasan yang dilakukan kepada ibu hamil sebelum melakukan persalinan dimana tujuan dari metode ini ialah supaya para ibu hamil memperoleh beragam informasi mengenai beragam cara untuk menjaga kesehatan baik ibu maupun janinnya dimulai dari proses kehamilan hingga persalinan (Antono, 2017) (Aini & Yanti, 2021).
2. Anemia merupakan keadaan ibu hamil berada pada hemoglohin di bawah 11 gr/dL atau disebut sebagai tekanan darah rendah. Hal ini akan memberikan dampak bagi tubuh mengingat hemoglobin atau sel darah merah memiliki peran penting dalam mencukupi kebutuhan secara fisiologis (Sari, 2020).
3. Kehamilan merupakan proses yang terjadi karena spematozoa dan ovum nbersatu hingga membentuk suatu proses kehamilan.
4. Kehamilan pada trimester 1 diartikan sebagai masa kehamilan pada tiga bulan pertama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anemia memiliki dampak yang cukup buruk bagi perkembangan janin dan ibunya, karena anemia bukan hanya berdampak bagi sang ibu tapi juga janin yang ada di dalam kandungan. Beberapa dampak dari anemia diantaranya; risiko terjadinya abortus, bayi terlahir dengan keadaan yang tidak normal, bayi hanya memiliki cadangan zat besi yang sedikit bahkan tidak memilikinya, risiko terjadi kematian pada janin, bayi lahi dengan berat badan di bawah batas normal, dan lain sebagainya (YULIANTI, 2019).
Sebenarnya, kasus anemia yang di alami oleh ibu hamil di Indonesia cukup banyak, hal ini dikarenakan adanya asupan nutrisi yang terkadang tidak terpenuhi, adanya gejala diabetes getasional, terjadinya kehamilan multipel, hamil pada usia temaja, dan terjadinya inflamasi atau bahkan infeksi dalam proses kehamilan. Hal ini Dikarenakan, dampak dari terjadinya inflamasi dapat memicu keadaan diferensiasi besi. Beberapa infeksi yang bisa saja terjadi pada wanita hamil diantaranya, cacing, terjadinya tuberculosis, HIV, malaria, dan beragam penyakit lainnya.
Sedangkan anemia pada masa kehamilan terdapat beragam macam dimana dalam penanganannya pun tidak dapat disamakan mengingat kondisi dari pasien yang berbeda-beda pula. Hal ini ditujukan untuk dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat sehingga presentase penyembuhan menjadi lebih tinggi dengan waktunyang relatif lebih singkat (Kristijarti et al., 2013). Beberapa jenis dari anemia diantaranya: terjadinya anemia karena pendarahan, apalagi pada trimester 1 dimana kehamilan masih rentan terjadinya abortus, anemia hipopoliteratif, anemia disebabkan adanya proses inflamasi, anemia karena terjadinya penyakit ginjal, dan lain sebagainya.
Beberapa literatur menyebyutkan bahwa anemia yang dialami oleh ibu hamil tidak dapat disepelekan dan dapat ditangani dengan beberapa cara seperti (Azrida & Thamrin, 2022):
1. Makan makanan dengan nutrisi yang tinggi juga bergizi seimbang.
2. Mengkonsumsi vitamin C untuk menjaga kekebalan tubuh.
3. Mengkonsumsinsuplemen termasuk suplemen penambah darah supaya anemia dapat segera tertangani.
Kendati demikian langkah -langkah yang akan diberikan bidan pada setiap pasien tidak selalu sama disesuikan dengan tingkat keparahan pada anemia yang dialami ditambah dengan latar belakang pasien.
Selain itu, untuk mengatasi anemia, para bidan juga dapat melalukan asuhan kebidanan antenatal sebagai salah satu cara untuk memberikan pelayanan kepada para ibu hamil sehingga dapat melalukan persalinan secara normal dan sehat baik ibu maupun bayinya. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam manajemen asuhan kebidanan antenatal khususnya bagi ibu hamil pada trimester 1 diantaranya (Azrida & Thamrin, 2022);
1. Mendiagnosa masalah baik secara aktual ataupun potensial dengan melakukan pengecekan kepada ibu hamil seperti melakukan pengecekan detak jantung bayi dalam kandungan, tekanan darah ibu, keluhan yang ibu hamil alami, pengukuran besarnya perut ibu hamil, dan lain sebagainya dimana hasil tersebut akan dicocokkan dengan kondisi normal yang seharusnya dialami oleh ibu hamil untuk memastikan keadaan ibu dan janinnya.
2. Melakukan identifikasi tindakan setelah dilakukan diagnosa secara teliti. Identifikasi tindakan merupakan salah satu hal yang dilakukan untuk mengetahui upaya atau usaha apa yang dapat dilakukan oleh seorang bidan untuk menangani pasien dengan hasil diagnosis yang telah dimiliki.
3. Melakukan penetapan atas rencana tindakan yang akan dilakukan untuk menangani pasien dengan anemia pada ibu hamil trimester 1. Dengan adanya penetapan rencana maka prosedur yang akan dilakukan bidan memiliki dasar yang kuat tidak asal-asalan memberikan pelayanan dan usahanya karena ibu hamil memiliki risiko yang cukup riskan jika terjadi kesalahan dalam penanganan.
4. Setelah dilakukan penanganan maka tahap terakhir ialah evaluasi dengan melakukan pengecekan pada tubuh ibu hamil juga janin apakah dalam kondisi normal atau tidak.
Berdasarkan hasil telaah pada data dokumentasi atau data penelitian diketahui bahwa adanya asuhan kebidana antenatal pada ibu hamil berhasil memposisikan ibu hamil pada kondisi normal khususnya anemia yang dialami ibu hamil menjadi terurai (Azrida & Thamrin, 2022). Artinya hemoglobin yang dimiliki ibu hamil tidak kurang dari 11 gr/dL juga tidak lebih dari batasnya sehingga mengalami hipertensi.
Dengan ini maka terbukti bahwa adanya manajemen asuhan kebidanan antenatal membeirkan dampak positif dalama menormlakan tekanan darah ibu hamil dengan anemia khususnya ibu hamil dengan usia kehamilan pada trimester 1. Hal ini didukung oleh penelitianbyang dilakukan oleh (Apriani et al., 2020) yang melakukan penelitian manajemen asuhan kebidanan di puskesmas Bontomarannu Gowa dimana asuhan kebidanan yang diterapkannya mampu menornalkan darah ibu hamil yang mengalami anemia (Apriani et al., 2020).
Bentuk dari asuhan kebidanan juga di sertai dengan tindakan seperti memberikan intruksi kepada pasien untuk banyak beristirahat, memberikan sumplemen penambah darah dan asam folat, melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasien, dan lain sebagainya sehingga pasien dapat tertangani dengan baik. Hal ini sebagaimana penelitian yang dilakujan oleh Wiwit Sulistyowati dan Nurun Ayati Khasanah pada tahun 2019 yang membeirkan hasil penelitian bahwa beberapa cara untuk menangani pasien ibu hamil dengan anemia ialah dengan memberikan tablet penambah darah yang dikonsumsi selama 90 hari dengan kadar 1 tabelt per hari, memberikan intruksi untuk istirahat cukup, dan lain sebagainya (Wiwit Sulistyowati dan Nurun Ayatu Khasanah, 2019)
Berdasarkan pemaparan di atas maka terbukti bahwa manajemen asuhan kebidanan antenatal pada ibu hamil trimester 1 dapat mengatasi anemia yang terjadi sehingga risiko kehamilan dapat diminalisir.
KESIMPULAN
Kehamilan pada trimester 1 merupakan kehamilan yang masih rentan untuk terjadinya abortus, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, anemia yang terjadi pada ibu hamil tidak dapat disepelekan mengingat dampak dari anemia cukup buruk seperti hayi lahir dengan berat badan yang kurang, terjadi kecacatan, abortus, dan lain sebagainya dimana dampaknya bukan hanya bagi ibu hamil tetapi juga janinnya.
Manajemen asuhan kebidanan antenatal terbukti dapat menormalkan darah ibu hamil sehingga hemoglobin tidak kurang dari 11 gr/dL. Manajemen asuhan kebidanan antenatal ini dilakukan secara teliti dimulai dari mendiagnosa masalah baik aktual ataupun faktual, mekakukan identifikasi atas tindakan yang akan dilakukan, membuat rencana tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan kondisi pasien, dan melakukan evaluasi untuk mengetahui berhasil atau tidaknya upaya yang dilakukan. Beberapa cara untuk menangani anemia ialah memberikan intruksi pada pasien untuk mengonsumsi makanan bergizi dan tinggi vitamin, mengkonsumsi vitamin C, mengkonsumsi tablet penambah darah selama 90 hari, mengkonsumsi asam folat, memberikan instruksi untuk istirahat cukup, melakukan pemantauan dan pengecekan secara berulang kali dan rutin, serta beragam hal lain yang diberikan kepada pasien sebagaimana kondisi pasien. Mengingat antara satu pasien dengan pasien lain memiliki keadaan dan latar belakang yang berbeda-beda.
Peneliti berharap bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi para bidan juga bagi para ibu hamil dalam menjaga kesehatan baik dirinya dan janin dalam kandungannya. Serta dapat dijadikan sebagai referensi untuk melakukannpenelitian dikemudian hari.
BIBLIOGRAFI
Afrilia, E. M., & Sari, H. (2018). Hubungan Metode Penyuluhan Small Group Discussion (Sgd) Dengan Tingkat Pengetahuan Anemia Pada Ibu Hamil Di Rumah Bersalin Gebang Medika Kota Tangerang. Jurnal Jkft, 3(1), 79–85.
Aini, S. N. A. S. N., & Yanti, J. S. Y. J. S. (2021). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan Di Pmb Hj. Dince Safrina Tahun 2020. Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal), 1(1), 32–44.
Antono, S. D. (2017). Hubungan Frekuensi Antenatal Care Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Rsud Nganjuk Tahun 2017. Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1), 32–38.
Apriani, A., Firdayanti, F., & Sari, J. I. (2020). Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal Pada Ny” R” Usia Kehamilan 30-34 Minggu Dengan Anemia Ringan Di Puskesmas Bontomarannu Gowa Tanggal 24 Juli-23 Agustus 2019. Jurnal Midwifery, 2(2).
Azrida, M., & Thamrin, H. (2022). Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal Pada Ny. A Dengan Hiperemesis Gravidarum. Window Of Midwifery Journal, 54–64.
Erzad, A. M. (2018). Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Sejak Dini Di Lingkungan Keluarga. Thufula: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 5(2), 414–431.
Kristijarti, A. P., Suharto, I., & Marieanna, M. (2013). Penentuan Jenis Koagulan Dan Dosis Optimum Untuk Meningkatkan Efisiensi Sedimentasi Dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah Pabrik Jamu X. Research Report-Engineering Science, 2.
Manurung, E. P. B., & Wati, T. S. D. (2022). Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Ny. N G4p3a0 Dengan Gameli Di Bpm Sri Kurniawati Karang Rejo. Lebah, 16(1), 11–18.
Podungge, Y. (2020). Asuhan Kebidanan Komprehensif. Jambura Health And Sport Journal, 2(2), 68–77.
Putri, T. S. P. T. S., & Maita, L. M. L. (2021). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Trimester 1dengan Pemberian Oil Essensial Lemon Untuk Mengurangi Mual Dan Muntah Di Bpm Deliana Saragih Pekanbaru Tahun 2020. Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal), 1(1), 11–21.
Rahma, T. R. S. M. (2016). Asuhan Pada Ibu Hamil Trimester I Dengan Hiperemesis Gravidarum Tingkat I. Jurnal Bidan, 2(2), 234047.
Sari, I. W. (2020). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Trimester Ii Dengan Anemia Ringan. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 9(1), 63–70.
Sulistyawati, A. (2022). Pendampingan Ibu Hamil Sebagai Upaya Menurunkan Kecemasan Menghadapi Persalinan. Jurnal Abdimas Madani, 4(1).
Sulistyawati, W., & Khasanah, N. A. (2019). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Dan Faktor Yang Melatarbelakangi. Prosiding Seminar Nasional, 201–207.
Yulianti, Y. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya Tahun 2019. Universitas Siliwangi.