Jurnal Impresi Indonesia (JII)
Vol.1, No. 2, Februari 2022
p-ISSN: 2828-1284 e-ISSN: 2810-062x
website: https://rivierapublishing.id/JII/index.php/jii/index
Doi: 128
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KELIMPAHAN IKAN GELODOK
(Periopthalmus sp.) DI KAWASAN MANGROVE PANTAI KERTOMULYO PATI
JAWA TENGAH
Wulan Isrotul Asmi1, Eko Retno Mulyaningrum2, Lussana Rossita Dewi3
Pendidikan Biologi FPMIPATI Universitas PGRI Semarang, Indonesia
wulanisrotul24@gmail.com, ekoretno@upgris.ac.id, lussanarossitadew[email protected]
Abstract
Received:
02-02-2022
Periopthalmus sp. is one type of biota that likes an
environment with mud and mangrove forests. This
study aims to determine the species diversity and
abundance of Periophalmus sp. in the mangrove area
of Kertomulyo Pati beach. Sampling Periopthalmus sp.
carried out in the morning when the sea water is
receding, take the fish manually by using a hand and
other auxiliary tools such as nets and fish scoops. The
results showed that there were 386 individuals of fish,
2 genera and 4 species, the abundance of Periothalmus
sp. The high category was Baleopthalmus
pectinirostris 139 individuals, while the low category
was Periopthalmodon schloresseri 14 individuals. The
diversity index obtained is 1.238, which means that the
results of the study show that the level of diversity of
gelodok fish in the mangrove area of Kertomulyo Pati
beach is included in the medium criteria. Meanwhile,
the level of dominance of gelodok fish is obtained at
0.31 which is included in the medium category, so there
is no dominant species, this shows that the productivity
of the waters is quite balanced between predators and
prey. The results of the measurement of soil pH ranged
from 6.1 to 6.5 and had a type of mud substrate which
was a habitat type according to Periopthalmus sp.
Accepted:
03-02-2022
Published:
20-02-2022
Keywords:
periopthalmus
sp., diversity,
abundance.
Abstrak
Kata
kunci:
periopthalmus
sp.,
keanekaragaman,
kelimpahan.
Periopthalmus sp. merupakan salah satu jenis biota
yang menyukai lingkungan yang bersubrat lumpur dan
hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui keanekaragaman jenis dan kelimpahan
Periophalmus sp. di kawasan mangrove pantai
Kertomulyo Pati. Pengambilan sampel menggunakan
metode Purposive Sampling, pengambilan sampel
Periopthalmus sp. dilakukan pada saat pagi hari
dimana air laut sedang surut, mengambil ikan secara
manual yaitu menggunakan tanggan dan alat pembantu
lainya seperti jarring dan serok ikan. Hasil penelitian
terdapat jumlah ikan sebanyak 386 individu, terdapat 2
genus dan 4 spesies, kelimpahan Periothalmus sp. yang
memiliki kategori tinggi adalah Baleopthalmus
pectinirostris 139 individu, sedangkan kategori rendah
adalah Periopthalmodon schloresseri 14 individu.
Indeks keanekaragaman yang diperoleh sebesar 1, 238
yang berarti bahwa hasil penelitian menunjukan tikat
keanekaragaman ikan gelodok di kawasan mangrove
Wulan Isrotul Asmi, Eko Retno Mulyaningrum, Lussana Rossita Dewi
Keanekaragaman Jenis dan Kelimpahan Ikan Gelodok (Periopthalmus sp.) di Kawasan
Mangrove Pantai Kertomulyo Pati Jawa Tengah
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 129
pantai Kertomulyo Pati termasuk dalam kriteria
sedang. Sedangkan untuk tingkat dominasi ikan
gelodok diperoleh sebesar 0,31 yang termasuk dalam
kategori sedang maka tidak ada spesies yang
mendominasi, hal ini menunjukan produktivitas
perairan tersebut cukup seimbang antara predator dan
mangsa. Hasil pengukuran pH tanah berkisar 6,1- 6,5
dan memiliki tipe bersubstrat lumpur yang merupakan
tipe habitat sesuai Periopthalmus sp.
Corresponding Author: Wulan Isrotul Asmi
E-mail: wulanisrotul24@gmail.com
PENDAHULUAN
Ekosistem mangrove adalah salah satu lingkungan yang paling penting dan produktif
untuk jenis perikanan, di daerah tropis dan muara subtropis yang meningkatkan kesuburan
dan produktivitas daerah pesisir (Sellang & Pi, 2020). Hutan mangrove kaya akan bahan
organik yang berasal dari sisa-sisa tanaman mangrove yang telah membusuk atau kotoran
hewan dan kemudian berdampak dalam menurunkan pH substrat menjadi lebih asam (Karil,
Yusuf, & Maslukah, 2015).
Periopthalmus sp. merupakan anggota dari family Gobiidae subfamily Oxudercinae.
Periopthalmus sp. termasuk jenis ikan amphibious yang dapat menggunakan sirip
pertoralnya untuk berjalan di atas tanah (Swanson & Gibb, 2004). Sebagai amphibious ikan
ini dapat menyesuaikan diri secara unik ke habitat intertidal. Periopthalmus sp. merupakan
hewan yang hidup di lingkungan panas, hutan mangrove dan dataran berlumpur (Sunarni &
Maturbongs, 2017). Periopthalmus sp. berperan dalam hutan mangrove karena dapat
mentoleransi subtrat dengan kadar garam yang rendah (Redjeki, 2014). Penelitian
Periopthalmus sp. ini sangat sedikit sehingga untuk mengetahui apa saja jenis spesies
Periopthalmus sp. sangat susah, dalam penelitian (Eprilurahman et al., 2018) di Pantai Bali
Desa Masjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara menemukan 4 jenis
Periopthalmus sp. yaitu Boloephthalmus bodarti, Periphthalmodon scholesseri,
Periophthalmus chrysospilos dan Periophthalmus gracilis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan Periopthalmus sp.
karena belum adanya penelitian mengenai jenis dan kelimpahan Periopthalmus sp. di
kawasan mangrove pantai Kertomulyo Pati manfaat dari penelitian ini dapat dijadikan bahan
untuk penelitian lanjutan serta menambah referensi mengenai jenis dan kelimpahan ikan
gelodok di kawasan mangrove pantai Kertomulyo Pati.
METODE PENELITIAN
Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah Ikan Gelodok (Periopthalmus sp.) yang berada pada habitat
mangrove.
Tempat dan waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021 dengan dua stasiun yaitu
pada aliran sungai dan tepi pantai pada kawasan mangrove pantai Kertomulyo,Kecamatan
Trangkil, Kabupaten Pati.
Alat dan bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian yaitu Kamera, meteran, alat tulis, coolbox, label,
patok/pasak, pisau, gunting, tali rafia, jaring ikan, serok ikan, suhu air, pH air, pH tanah dan
kelembapan tanah. Bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu ikan gelodok
(Periopthalmus sp.).
Wulan Isrotul Asmi, Eko Retno Mulyaningrum, Lussana Rossita Dewi
Keanekaragaman Jenis dan Kelimpahan Ikan Gelodok (Periopthalmus sp.) di Kawasan
Mangrove Pantai Kertomulyo Pati Jawa Tengah
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 130
Rancangan Penelitian
Penetapan lokasi penelitian pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive
Sampling yaitu teknik yang digunakan apabila sampel yang akan diambil memiliki
pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2019). Peneliti menggunakan metode ini karena lokasi
mangrove pantai Kertomulyo Pati merupakan tempat wisata sehingga terdapat adanya
aktivitas masyarat dan tidak semua lokasi mangrove terdapat ikan gelodok. Peneliti memilih
stasiun I aliran sungai dan stasiun II tepi pantai. Pengambilan sampel ikan gelodok dilakukan
pada saat air surut dan dilakukan pengukuran factor ekologi pada habitat ikan gelodok
(Periopthalmus sp.).
Analisis data
Analisis data untuk menghitung keanekaragaman jenis menggunakan rumus Indeks
Keanekaragaman Jenis (H’) Shanon-Wiener, Kemerataan jenis (E) dihitung menggunakan
rumus Indeks Evennes, Dominasi dihitung menggunakan rumus Indeks dominasi dari
Simpson dan menghitung indeks kelimpahan relavite menggunakan rumus Indeks Nilai
Penting.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian jumlah ikan gelodok yang ditemukan di kawasan
mangrove pantai Kertomulyo Pati, terdiri dari 4 jenis dan 380 individu yang terbagi dalam
satu family, tiga genus dan empat spesies. Genus terbanyak adalah Boleopthalmus yaitu
sebanyak dua spesies dengan jumlah 277 spesies, dimana masing-masing spesies terdiri dari
Boleopthalmus boddarti yang berjumlah 138 individu dan Boleopthalmus pectinirostris
berjumlah 139 individu. Selanjutnya disusul oleh genus Periopthalmus satu spesies dengan
jumlah 89 individu, dan Periophthalmodon satu spesies dengan jumlah 14 individu.
Genus Boleopthalmus jumlah individu paling banyak karena jenis ini menghabiskan
waktunya berendam di lumpur dan senang melompat-lompat pada saat melakukan aktifitas,
jadi penangkapan lebih banyak, dan memiliki sarang yang berada di daerah pasang surut
mundah untuk mengambil dalam sarangnya, didukung dengan pernyataan (Maturbongs,
Elviana, Sunarni, & deFretes, 2018) bahwa genus Boleopthalmus dalam sarang yang
berbentuk saluran-saluran didalam substrat dengan kedalaman antara 40-100 cm sedangkan
hasil tangkapan Periopthalmodon schlosseri paling sedikit karena pada lokasi penelitian
tidak terlihat jenis Periopthalmodon schlosseri berada pada permukaan lumpur, karena
termasuk ikan yang endemis sehingga tidak dapat ditemui disembarang tempat (Maturbongs
et al., 2018).
Indeks keanekaragaman jenis digunakan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman
jenis menggunakan Shanon-Wiener. Indeks keanekaragaman jenis Periopthalmus sp. di
Kawasan Mangrove Pantai Kertomulyo Pati tersaji pada tabel 1. berikut ini:
Tabel 1. Indeks keanekaragaman Periopthalmus sp. yang ditemukan
No
Stasiun
Nilai H’
1
I
1,238
2
II
1,097
Berdasarkan tabel 1. menunjukan nilai Periopthalmus sp. di Kawasan Mangrove
Pantai Kertomulyo Pati masing masing stasiun menunjukan nilai lebih dari satu, yang
artinya termasuk kategori sedang. Indeks stasiun I dan II terdapat dalam kategori sedang,
dimana tempat tersebut memiliki habitat pasang surut yang terlau tinggi. Pasang surut air laut
yang tinggi mempengaruhi ketersedian fiktoplankton sebagai pakan Periopthalmus sp.,
sedangkan pada saat kondisi surut Periopthalmus sp. aktif mencari makan dan berinteraksi
satu sama lain untuk mempertahankan wilayah (Ningsih & Santoso, 2020).
Indeks kemerataan jenis berfungsi untuk mengetahui kemerataan setiap jenis dalam
komunitas yang dijumpai. Kemerataan menunjukan derajat kemerataan individu antar
Wulan Isrotul Asmi, Eko Retno Mulyaningrum, Lussana Rossita Dewi
Keanekaragaman Jenis dan Kelimpahan Ikan Gelodok (Periopthalmus sp.) di Kawasan
Mangrove Pantai Kertomulyo Pati Jawa Tengah
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 131
spesies. Indeks kemerataan jenis ikan gelodok di Kawasan Mangrove Pantai Kertomulyo Pati
tersaji pada tabel 2. berikut ini:
Tabel 2. Indeks kemerataan ikan gelodok yang ditemukan
No
Stasiun
Nilai E
1
I
0,893
2
II
1,128
Berdasarkan tabel 2. menunjukan nilai Periopthalmus sp. di Kawasan Mangrove
Pantai Kertomulyo Pati termasuk merata. kriteria tersebut menunjukan bahwa setiap individu
memiliki jumlah individu yang sama antar jenis dalam stasiunya.
Indeks dominasi jenis berfungsi untuk menentukan jenis ikan gelodok yang dominan
dalam suatu lokasi penelitian. Nilai tiap jenis ikan gelodok yang ditemukan berbeda tiap
stasiunya. Adapun nilai ikan gelodok di Kawasan Mangrove Pantai Kertomulyo Pati tersaji
pada tabel 3. berikut ini:
Tabel 3. Indeks dominasi ikan gelodok yang ditemukan
No
Stasiun
C
Kriteria
1
I
0,31
Sedang
2
II
0,24
Sedang
Berdasarkan tabel 3. menunjukan nilai ikan gelodok pada masing-masing stasiun di
Kawasan Mangrove Pantai Kertomulyo Pati termasuk sedang kisaran ikan gelodok adalah
0,24 0,31. Dominasi jenis pada suatu perairan terjadi karena kompetisi pakan dan
perubahan lingkungan tidak seimbang antara predator dan mangsa sehingga terjadinya
kompetisi antar jenis (Modesta dkk, 2018). Perairan mangrove pantai Kertomulyo Pati
dominasi ikan gelodok termasuk dalam kategori sedang maka tidak ada spesies yang
mendominasi hal ini menunjukan produktivitas perairan tersebut cukup seimbang antara
predator dan mangsa.
Tabel 4. Kelimpahan Periopthalmus sp. di Kawasan Mangrove Pantai
Kertomulyo Pati
Stasiun
Jenis Ikan Gelodok
Jumlah
IKR
(%)
I
Boleopthalmus boddarti
71
34,47
Boleopthalmus pectinirostris
76
36,89
Periophthalmodon schlosseri
12
5,83
Periopthalmus argentilineatus
47
22,82
∑ Ikan Gelodok
206
100
II
Boleopthalmus boddarti
67
38,51
Boleopthalmus pectinirostris
63
36,21
Periophthalmodon schlosseri
2
1,15
Periopthalmus argentilineatus
42
24,14
∑ Ikan Gelodok
174
100
Pada tabel 4. menunjukan hasil nilai (IKR) masing-masing jenis ikan gelodok pada
setiap stasiun. Hasil penelitian yang sudah dilakukan saat pengambilan data kelimpahan
Periopthalmus sp. di Kawasan Mangrove Pantai Kertomulyo Pati memilik dua stasiun
penelitian memiliki kelimpahan bervariasi setiap stasiun. Kelimpahan dapat dikelompokan
Wulan Isrotul Asmi, Eko Retno Mulyaningrum, Lussana Rossita Dewi
Keanekaragaman Jenis dan Kelimpahan Ikan Gelodok (Periopthalmus sp.) di Kawasan
Mangrove Pantai Kertomulyo Pati Jawa Tengah
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 132
menjadi lima : a) sangat jarang (0 2%), b) kadang-kadang (20 40%), c) sering atau tidak
banyak (40 60%), d) banyak atau berlimpah-limpah (60 80%), dan e) sangat banyak atau
sangat berlimpah (80 100%). Berdasarkan hasil pengamatan kelimpahan ikan gelodok
tertinggi adalah jenis Baleopthalmus boddarti 38,51% termasuk dalam ketegori kadang-
kadang, dan kelimpahan yang terendah adalah jenis Periophthalmodon schlosseri yakni
hanya sebesar 1,15% termasuk dalam kategori sangat jarang, dari data yang di dapat yang
menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keanekaragaman adalah, vegetasi, ketinggian,
cuaca lingkungan (suhu dan kelembapan). Keadaan faktor fisik kimia di lokasi penelitian
dapat diperhatikan pada tabel 5. berikut ini :
Tabel 5. Parameter Fisik Kimia di Kawasan Mangrove Pantai Kertomulyo
Pati
Parameter lingkungan
Lokasi
Stasiun I
(aliran sungai)
Stasiun II
(tepi pantai)
PHtanah
6,1-6,5
6-6,2
PHair
7,1
7,1
Kelembapan
8
8
Suhu air
28,1-28,6
28,1-28,2
Dari data parameter fisik kimia di kawasan mangrove pada Boleopthalmus
pectinirostris dan Periopthalmodon schlosseri memiliki pH tanah rata-rata 6-6,5, pH air 7,1,
kelembapan 8, dan suhu air rata-rata 28,1 dengan subtrat tanah berlumpur, namun dari kedua
spesies memiliki perbedaan dimana Boleopthalmus pectinirostris jumlah individu paling
banyak karena jenis ini menghabiskan waktunya berendam di lumpur dan senang melompat-
lompat pada saat melakukan aktifitas, jadi penangkapan lebih banyak, dan memiliki sarang
yang berada di daerah pasang surut mundah untuk mengambil dalam sarangnya, didukung
dengan pernyataan (Sunarni & Maturbongs, 2017) bahwa ikan gelodok genus Boleopthalmus
dalam sarang yang berbentuk saluran-saluran didalam substrat dengan kedalaman antara 40-
100cm. Namun hasil tangkapan Periopthalmodon schlosseri paling sedikit karena pada lokasi
penelitian tidak terlihat jenis Periopthalmodon schlosseri berada pada permukaan lumpur,
termasuk ikan yang endemis sehingga tidak dapat ditemui disembarang tempat (Maturbongs
et al., 2018).
Penelitian (Hidayaturrahmah & Muhammat, 2013) menyatakan tidak semua wilayah di
mangrove menjadi habitatnya, sumber pakan Peripohthalmodon schlosseri adalah kepiting
hal ini di dukung oleh keberadaan sarang dan aktivitasnya berdekatakan dengan sarang dan
aktivitas kepiting, ditemukan cangkang kepiting dalam sarang Peripohthalmodon schlosseri.
Memiliki ukuran besar daripada ikan gelodok spesies lainya sering disebut giant muddskiper.
Peripohthalmodon schlosseri dapat menjaga metabolisme saat berada di dalam lumpur
dengan kadar oksigen rendah (Aguilar, Ishimatsu, Ogawa, & Huat, 2000). Daerah mangrove
pantai Kertomulyo Pati memiliki parameter fisika kimia dapat dilihat pada tabel 5. Parameter
fisika dan kimia mempengaruhi kehidupan ikan gelodok.
Suhu air dari kedua stasiun ini sesuai bagi kehidupan ikan gelodok yang berkisaran rata-
rata 28, suhu menjadi faktor penting untuk daya tarik ikan gelodok atau beberapa biota
lainya, karena suhu berpengaruh dalam pertumbuhan dan kematian dan suhu kisaran 24-
29 sesuai untuk pertumbuhan ikan (Sunarni & Maturbongs, 2017). Ikan gelodok memiliki
toleransi terhadap perubahan suhu, sehingga suhu perairan juga merupakan salah satu
indikator lingkungan yang mempengaruhi sebaran dan keanekaragaman jenis ikan gelodok.
Sedangkan untuk kisaran pH air pada kedua stasiun rata-rata berkisaran 7,1, oleh sebab itu
perairan pantai Kertomulyo Pati mempunyai pH yang mendukung kehidupan ikan gelodok.
Menurut (Effendi, 2003) sebagian besar biota akuatik menyukai nilai ph 7-8,5.
Keasaman pH tanah dari kedua stasiun penelitian berkisaran rata-rata 6,1 yang
bertanda bahwa pH tanah sesuai dengan kisaran pH substrat habitat ikan gelodok yang
berkisaran 5,8-8,2). pH substart sangat mempengaruhi daya tahan organisme yang hidup di
dasar perairan baik yang bersifat infauna maupun epifauna
Wulan Isrotul Asmi, Eko Retno Mulyaningrum, Lussana Rossita Dewi
Keanekaragaman Jenis dan Kelimpahan Ikan Gelodok (Periopthalmus sp.) di Kawasan
Mangrove Pantai Kertomulyo Pati Jawa Tengah
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 133
KESIMPULAN
Keanekaragaman ikan gelodok yang ditemukan menunjukan jenis dan jumlah individu
berbeda tiap stasiun. Ikan gelodok yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 4 jenis
dengan jumlah 380 ekor. Ikan gelodok yang ditemukan terdiri dari tiga genus yaitu genus
Baleopthalmus, genus Periophthalmodon dan genus Periopthalmus. Sedangkan ikan gelodok
genus Boleopthalmus merupakan ikan gelodok yang paling banyak ditemukan sebanyak 2
jenis dengan jumlah individu 277 ekor. Kelimpahan ikan gelodok termasuk dalam kategori
kadang-kadang factor yang mempengahuri adalah ketersiadaan makanan karena untuk
parameter fisika dan kimia pada kawasan mengrove pantai kertomulyo pati sudah memenuhi
kriketia jenis habitat ikan gelodok.
BIBLIOGRAFI
Aguilar, Nancy M., Ishimatsu, Atsushi, Ogawa, Kogi, & Huat, Khoo Khay. (2000). Aerial
ventilatory responses of the mudskipper, Periophthalmodon schlosseri, to altered aerial
and aquatic respiratory gas concentrations. Comparative Biochemistry and Physiology
Part A: Molecular & Integrative Physiology, 127(3), 285292. Google Scholar
Effendi, Hefni. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumberdaya dan lingkungan
perairan. Google Scholar
Eprilurahman, Rury, Asti, Hastin Ambar, Hadisusanto, Suwarno, Yudha, Donan Satria,
Ramadani, Ratna Sari, Pranoto, F. X. Sugiyo, & Muhtianda, Iman Akbar. (2018).
KEKAYAAN FAUNA GIANYAR, BALI: Udang, Ikan, Amfibi, Reptil, Burung dan
Mamalia. UGM PRESS. Google Scholar
Hidayaturrahmah, Hidayaturrahmah, & Muhammat, Muhammat. (2013). Habitat ikan
timpakul (Periophthalmodon schlosseri) di Muara Sungai Barito. EnviroScienteae, 9(3),
134139. Google Scholar
Karil, Ahmad Romdhoni Fauzan, Yusuf, Muh, & Maslukah, Lilik. (2015). Studi sebaran
konsentrasi nitrat dan fosfat di perairan Teluk Ujungbatu Jepara. Journal of
Oceanography, 4(2), 386392. Google Scholar
Maturbongs, Modesta Ranny, Elviana, Siska, Sunarni, Sunarni, & deFretes, Dominggus.
(2018). Studi keanekaragaman ikan gelodok (Famili: Gobiidae) pada muara Sungai Maro
dan Kawasan Mangrove Pantai Kembapi, Merauke. Depik, 7(2), 177186. Google Scholar
Ningsih, Apria, & Santoso, Hari. (2020). KEANEKARAGAMAN IKAN GELODOK
(MUDSKIPPER) DI HUTAN MANGROVE KECAMATAN UJUNG PANGKAH
KABUPATEN GRESIK. JURNAL ENGGANO, 5(3), 367376. Google Scholar
Redjeki, Sri. (2014). Komposisi dan Kelimpahan Ikan di Ekosistem Mangrove di
Kedungmalang, Jepara. Indonesian Journal of Marine Sciences/Ilmu Kelautan, 18(1).
Google Scholar
Sellang, Haerunnisa, & Pi, S. (2020). Biologi Perairan. Penerbit Lakeisha. Google Scholar
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Google Scholar
Sunarni, Sunarni, & Maturbongs, Modesta R. (2017). Biodiversitas dan Kelimpahan Ikan
Gelodok (Mudskipper) di Daerah Intertidal Pantai Payumb, Merauke. Prosiding
Wulan Isrotul Asmi, Eko Retno Mulyaningrum, Lussana Rossita Dewi
Keanekaragaman Jenis dan Kelimpahan Ikan Gelodok (Periopthalmus sp.) di Kawasan
Mangrove Pantai Kertomulyo Pati Jawa Tengah
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol. 1, No. 2, Februari 2022 134
Seminar Nasional Kemaritiman Dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil, 1(1). Google
Scholar
Swanson, Brook O., & Gibb, Alice C. (2004). Kinematics of aquatic and terrestrial escape
responses in mudskippers. Journal of Experimental Biology, 207(23), 40374044.
Google Scholar