Jurnal Impresi Indonesia (JII)
Vol.1, No. 2, Februari 2022
p-ISSN: 2828-1284 e-ISSN: 2810-062x
website: https://rivierapublishing.id/JII/index.php/jii/index
Doi: 135
PELAKSANAAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI MASJID MIFTAHUL JANNAH DI
KENAGARIAN KOTO PADANG KABUPATEN DHARMASRAYA
Yera Erwiyani
IAIN Bukittinggi, Sumatera, Indonesia
yeraerwiyani7@gmail.com
Abstract
Received :
27-01-2022
The background of this research is that the form of the
process of religious activities at the mosque is indeed
not going well, marked by the time the imam has
entered the mosque at the time of reciting the call to
prayer that is not good in reading, so that when
praying in congregation at the mosque it is caused by
the reading of the priest. not good at reciting the verses
of the Koran, with his poor reading he still wants to be a
priest too, so the priest does not see how the reading is.
With this, the community is less responsible for praying
in congregation at the mosque and the community
prefers to pray at home rather than going to the
mosque. It can also be seen that when the prayer time
has entered, only a few worshipers come to the mosque
to pray in congregation and there are still many empty
rows when the congregational prayer is about to begin.
This study aims to determine how the form of the
process of carrying out religious activities at the
Miftahul Jannah mosque in Kenagarian Koto Padang,
Koto Baru District, Dharmasraya Regency. In this
research, the researcher uses a form of qualitative
descriptive research. The key informants in this study
were the administrators of the miftahul jannah mosque,
while the supporting informants were the community.
Researchers used interview techniques and supported
by documentation. The data collected was then
analyzed using descriptive analysis techniques. Based
on the interviews conducted by the researchers, that the
forms of implementation of religious activities in this
mosque have been carried out well. Likewise with the
implementation of other activities. The community is
very participatory in the implementation of religious
activities at this mosque. From the research conducted
by the researchers, it can be concluded that the form of
the process of carrying out religious activities at the
Miftahul Jannah mosque is the implementation of
congregational prayers, taklim assemblies, Al-Quran
education parks (TPA), remembrance guidance, lectures
and Friday prayers.
Accepted :
27-01-2022
Published:
20-02-2022
Keywords:
implementation,
religious activity,
mosque
Abstrak
Yera Erwiyani
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Mesjid Miftahul Jannah Kenagarian Koto Padang
Kabupaten Dharmasraya
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol.1, No. 2, Februari 2022 136
Kata
kunci:
pelaksanaan,
kegiatan
keagamaan,
mesjid
Latar belakang penelitian ini yaitu bentuk proses
kegiatan keagamaan di mesjid tersebut memang kurang
berjalan dengan baik ditandai dengan pada waktu
shalat sudah masuk imam di masjid tersebut pada saat
melafazkan azan kurang baik dalam bacaannya, sehingga
pada saat melaksanakan shalat berjamaah di masjid
tersebut disebabkan dengan bacaan imamnya kurang
baik dalam melafazkan ayat-ayat Al-Quran, dengan
bacaannya yang kurang bangus ini ia tetap ingin
menjadi imam juga, sehingga imam tersebut tidak
melihat bagaimana dengan bacaannya. Dengan hal ini
membuat kurang andil nya masyarakat melaksanakan
shalat berjamaah di masjid dan masyarakat lebih
memilih melaksanakan shalat di rumah dari pada ke
masjid. Sehingga kurangnya partisipasi masyarakat
sekitar untuk melaksanakan shalat ke masjid. Dapat
dilihat juga ketika waktu shalat sudah masuk hanya
beberapa jamaah saja yang datang ke masjid untuk
melaksanakan shalat berjama dan shaf masih banyak
yang kosong ketika shalat berjamaah hendak dimulai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
bentuk proses pelaksanaan kegiatan keagamaan di
masjid Miftahul Jannah di Kenagarian Koto Padang
Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian
deskriptif kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini
adalah pengurus masjid miftahul jannah, sedangkan
informan pendukung adalah masyarakat. Peneliti
menggunakan teknik wawancara dan didukung dengan
dokumentasi, Data yang terkumpul kemudian dianalisis
dengan menggunakan teknik analisis dekskriptif.
Berdasarkan wawancara yang peniliti lakukan, bahwa
bentuk-bentuk pelaksanaan kegiatan keagamaan di
masjid ini sudah terlaksana dengan baik. Begitupun
dengan pelaksanaan kegiatan lainnya. Masyarakat
sangat berpartipasi dalam pelaksanaan kegiatan
keagamaan di masjid ini. Dari penelitian yang peneliti
lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa bentuk proses
pelaksanaan kegiatan keagamaan di masjid miftahul
jannah yaitu pelaksanaan salat berjamaah, majelis
taklim, taman pendidikan Al-Quran (TPA), bimbingan
zikir, pelaksanaan ceramah dan pelaksanaan Salat
Jum'at.
Corresponding Author: Yera Erwiyani
E-mail: yeraerwiyani7@gmail.com
PENDAHULUAN
Pelaksanaan kegiatan keagamaan di dalam Agama Islam sendiri sering dilaksanakan
ditempat rumah ibadahnya yang disebut masjid. Masjid dalam kamus besar bahasa
Indonesia diartikan sebagai bangunan tempat shalat kaum muslimin, sedangkan dalam
kamus Al-Mutawatir, masjid berasal dari kata: sajada-yasjudu-sujud, mempunyai arti
membungkuk dengan patuh dengan makna menghormati dan memuliakan (Siswanto,
2005).
Yera Erwiyani
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Mesjid Miftahul Jannah Kenagarian Koto Padang
Kabupaten Dharmasraya
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol.1, No. 2, Februari 2022 137
Pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah umat Islam bertujuan untuk
menjalankan syariat lslam dan membentuk umat Islam yang beriman, bertaqwa dan
berakhlak mulia dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Menurut Abdullah dalam
bukunya bahwa bagaimana dalam bentuk proses pelaksanaan kegiatan keagamaan ini
adalah suatu proses atau rangakaian keagamaan yang dilakukan untuk mencapai suatu
program yang diharapkan sesuai dengan syariat Islam, agar pelaksanaan kegiatan kagamaan
ini berjalan dengan baik harus melihat bagaimana proses kegiatan keagamaan tersebut
(Abdullah, 2014).
Bentuk-bentuk dari kegiatan keagamaan yang ada di masjid tersebut adalah
melaksanakan shalat berjamaah, melaksanakan shalat jumat, pendidikan baca Al-Quran,
ceramah, bimbingan zikir dan majelis taklim. Jalaluddin dalam bukunya mengemukakan
bahwa setiap kegiatan yang berkaitan dengan bidang keagamaan yang ada di dalam
kehidupan masyarakat, maka hal itu disebut kegiatan keagamaan (Jalaluddin, 2009).
Pelaksanakan kegiatan keagamaan di masjid ini tentunya tidak terlepas dari peran
para pengurus masjid. Menurut (Siswanto, 2005) Pengurus masjid adalah orang yang
bertugas mengurus kegiatan di masjid, baik dalam membangun, merawat maupun
memakmurkan masjid merupakan usaha-usaha yang dilakukan pengurus masjid.
Harapannya dengan adanya pengurus masjid kegiatan keagamaan di masjid tersebut
tersruktur dengan baik.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan keagamaan merupakan
kegiatan yang berhubungan dengan agama yang dilakukan dengan cara teratur dan
terarah untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan untuk mencapai apa yang ditetapkan
oleh Allah SWT dan juga masjid bukan hanya sekedar sebuah gedung melainkan sebuah
sarana untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT (Habluminallah), merekatkan
hubungan dengan sesama manusia (Habluminannas) dan tempat berbagai pelaksanaan
kegiatan keagamaan lainnya. Dalam menjalankan hal tersebut pengurus masjid sangat
penting dalam mendorong dan membentuk kegiatan keagamaan di masjid sehingga kegiatan
tersebut bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Proses pelaksanaan kegitan keagamaan mempunyai langkah-langkah atau cara agar
kegiatan keagamaan tersebut berjalan dengan baik dalam melaksanakan shalat berjamaah
seorang imam harus memperhatikan bacaannya agar pada saat menjadi imam tidak
berlepotan bacaannya.
Tanggal 23 Januari 2021, peneliti melakukan observasi awal dan mengetahui bahwa
dalam proses pelaksanaan kegiatan keagamaan di Masjid Miftahul Jannah Di Kenagarian
Koto Padang Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Peneliti melihat kurang baik
dari segi bacaan imamnya, ayat-ayat yang disampaikan seorang imamnya pun tidak diganti-
ganti bahkan ayat keitu saja yang dibacakan imamnya. Dengan hal ini kurangnya minat
masyarakat yang tidak mau andil ke masjid sehingga, seperti: shaf shalat yang terisi tidak
sebanding dengan jumlah penduduk, sehingga dengan bacaan imamnya yang kurang baik
tersebut membuat masyarakat lebih melaksanakan shalat di rumah dari pada ke masjid
tersebut. Masyarakat sekitar lebih antusias dalam melaksanakan shalatnya berjamaah di
Masjid Nurul Ikhlas dari pada melaksanakan shalat di masjid miftahul jannah. Dan kegiatan
majelis taklim yang tidak berjalan rutin, tidak adanya kegiatan keremajaan mesjid yang
berjalan dengan baik membuat masyarakat ingin melaksanakan kegiatan keagamaan di
masjid lain.
Peneliti juga melakukan wawancara dengan salah satu pengurus masjid, yakni Bapak
Khairul Khatib. Beliau mengatakan bahwasannya dalam bentuk proses kegiatan
keagamaan di mesjid tersebut memang kurang berjalan dengan baik ditandai dengan pada
waktu shalat sudah masuk imam di masjid tersebut pada saat melafazkan azan kurang baik
dalam bacaannya, sehingga pada saat melaksanakan shalat berjamaah di masjid tersebut
disebabkan dengan bacaan imamnya kurang baik dalam melafazkan ayat-ayat Al-Quran,
dengan bacaannya yang kurang bangus ini ia tetap ingin menjadi imam juga, sehingga
imam tersebut tidak melihat bagaimana dengan bacaannya.
Hal ini membuat kurang andil nya masyarakat melaksanakan shalat berjamaah di
masjid dan masyarakat lebih memilih melaksanakan shalat di rumah dari pada ke masjid.
Yera Erwiyani
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Mesjid Miftahul Jannah Kenagarian Koto Padang
Kabupaten Dharmasraya
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol.1, No. 2, Februari 2022 138
Sehingga kurangnya partisipasi masyarakat sekitar untuk melaksanakan shalat ke masjid.
Dapat dilihat juga ketika waktu shalat sudah masuk hanya beberapa jamaah saja yang
datang ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah dan shaf masih banyak yang kosong
ketika shalat berjamaah hendak dimulai.
Hal ini membuat penulis berkeinginan untuk mengadakan penelitian di sebuah
masjid yang mengedepankan pelaksanaan kegiatan keagamaan. Penulis ingin mengetahui
bagaimana proses pelaksanaan kegiatan keagamaan di masjid miftahul jannah di kanagarian
koto padang kecamatan koto baru kabupaten dharmasraya sesuai dengan ajaran Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk proses pelaksanaan kegiatan
keagamaan di masjid Miftahul Jannah di Kenagarian Koto Padang Kecamatan Koto Baru
Kabupaten Dharmasraya.
METODE PENELITIAN
Penelitian yang akan penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research).
Bentuk penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu
penelitian yang mencoba menggambarkan, menuturkan dan menafsirkan suatu fenomena
yang terjadi pada masa sekarang.
Penelitian deskriptif adalah suatu yang diupayakan untuk memaparkan,
menggambarkan dan mengamati permasalahan secara sistematis dan akurat, mengenai
fakta dan sifat objek tertentu dan untuk penunjang keberhasilan suatu kasus, yaitu dengan
menggunakan metode yang relevan. Untuk pembahasan ini penulis menggunakan metode
deskriptif kualitatif (Mahmud, 2011).
Dalam penelitian ini yang penulis amati di lapangan adalah mengenai bagaimana
bentuk proses pelaksanaan kegiatan keagamaan di Masjid Miftahul Jannah di Kanagarian
Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.
Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengungkapkan
permasalahan dalam penelitian ini adalah: observasi, wawancara dan dokumentasi.
Adapun teknis analisis data yaitu reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi
(Muri, 2014).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, bahwasannya penelitian
melakukan wawancara dan dokumentasi mengenai bagaimana Pelaksanaan Kegiatan
Keagamaan Di Masjid Miftahul Jannah Di Kanagarian Koto Padang, kecamatan Koto Baru,
Kabupeten Dharmasraya lebih di fokuskan pada bagaimana bentuk proses pelaksanaan
kegiatan keagamaan.
Masjid adalah rumah tempat ibadah umat muslim, baik itu ibadah secara Khasanah
maupun amah. Selain tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kehidupan umat
muslim. Kegiatan kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian Agama, ceramah, dan belajar
membaca Al-Quran. Dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas
sosial kemasyarakatan seperti kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.
Bangunan masjid yang besar, indah dan bersih sangat didambakan oleh masyarakat,
namun kondisi ini masih kurang bermakna bagi masyarakat apabila tidak ada aktivitas syiar
Islam yang semarak di dalamnya. Salah satu ukuran adanya kemakmuran masjid, dilihat
dari shalat berjamaah sekaligus menjadi indicator keriligiusan umat Islam di sekitarnya.
Kegiatan keagamaan yang dilaksankan di Masjid Miftahul Jannah Di Kenagarian Koto
Padang Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya di antaranya : Shalat,Majelis taklim,
Taman pendidikan Al-Quran ( TPA), Ceramah, Bimbingan Zikir dan shalat jumat.
1. Pelaksanaan shalat berjamaah
Salat berjamaah adalah shalat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, di
mana salah satunya menjadi imam dan yang lain menjadi makmum (Sarwat, 2014).
Karena shalat merupakan salah satu kegiatan keagaman beribadah kepada Allah
umat Islam wajib melaksanakan ibadah shalat karena merupakan salah satu rukun
Islam yang menjadikan dasar pokok menjalankan dengan ketentuan syarat-syarat
shalat.
Yera Erwiyani
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Mesjid Miftahul Jannah Kenagarian Koto Padang
Kabupaten Dharmasraya
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol.1, No. 2, Februari 2022 139
Salat lima waktu dalam sehari semalam yang dilakukan di Masjid miftahul
Jannah di lakukan dengan berjamaah, terkadang seperti shalat shubuh, zuhur, dan
azhar jikalau tidak ada imamnya dilikukan dengan shalat sendiri.
Berdasarkan observasi dilapangan peneliti melihat bahwa proses
pelaksanakan shalat berjamaah di masjid itu sudah terlaksana dengan baik, dalam
menyampaikan bacaannya seorang imam di masjid ini memperhatikan segi
bacaannya agar tidak terjadi kesalahan ketika menjadi imam, dan di masjid tersebut
imamnya bertukar-tukar sehingga dengan ini hal sudah banyak masyarakat yang
andil ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah bahkan sudah terisinya shaf
shalat laki-laki dan perempuan di masjid tersebut, sehingga pelaksanaan kegiatan
keagamaan di masjid tersebut sudah berjalan dengan baik bahkan masyarakat yang
ada di sekeliling masjid tersebut sudah banyak melaksanakan shalat ke masjid ketika
waktu shalat sudah masuk.
Berdasarkan wawancara dengan pengurus masjid Miftahul Jannah dapat
disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan shalat di masjid miftahul jannah ini
masyarakat sudah andil dalam melaksanakan shalat ke masjid karena dengan bacaan
imamnya yang bangus, ayat-ayat yang dibacakan pun berganti-ganti sehingga
membuat masyarakat ingin melaksanakan shalat dan bahkan shaf shalat laki-laki
dan perempuan terisi penuh.
2. Majelis Taklim
Berdasarkan wawancara dengan pengurus masjid Miftahul Jannah dengan
bapak Herman Amra, yaitu: Bahwa dengan adanya pelaksanaan majelis taklim di
masjid ini jamaah di masjid miftahul jannah cukup andil unuk mengikuti majelis
taklim karena dalam memberikan ilmu Agama pengurusnya memiliki wawasan yang
cukup baik dalam bidang Agama. Sehingga membuat masyarakat ingin selalu
mengikuti kegiatan majelis taklim tersebut.Dan kegiatan majelis taklim sudah
terjadwal baik pelaksanaannya.”
Hal ini juga diperkuat oleh salah satu jamaah masjid miftahul jannah, yaitu:
Bahwa dengan adanya pengajian ini sudah terjadwal pelaksanaannya jamaah lebih
antusias dalam mengikuti pengajian ini agar kita lebih mendekatkan diri kepada
Allah dan kita lebih taat dalam menjalankan perintah Allah.
Berdasarkan wawancara dengan pengurus masjid miftahul jannah dapat
disimpulkan bahwa dengan adanya pengajian di masjid miftahul jannah ini
masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan sudah terjadwal pelaksanaan
kegiatan ini maka bapak-bapak dan ibuk-ibuk akan melaksanakan pengajian
tersebut pada hari kamis sesudah shalat isya.
3. Taman Pendidikan Al- Quran (TPA)
TPA merupakan lembaga atau kelompok masyarakat menyelenggarakan
pendidikan non formal jenis keagamaan Islam yang bertujuan untuk memberikan
pengajaran dalam membaca Al-Quran. Dan potensi keunggulan kepribadian
manusia muslim berkaitan pada membaca Al-Quran dengan membaca Al-quran kita
dapat mengamalkan dan menghafalnya. Al-Quran merupakan wahyu Ilahi yang
diturunkan kepada umatnya dengan jalan mutawatir. Membaca Al-Quran di dalam
ajaran Islam dinilai sebagai ibadah, orang yang membancanya dijanjikan pahala di
sisi Alla SWT. Sehingga sebagai seorang muslim diwajibkan bisa membaca A-Quran.
Dalam menggulangi buta huruf Al-Quran, maka di masjid miftahul jannah diadakan
tempat belajar membaca Al-Quran bagi anak-anak, sehingga nantinya mereka tidak
lagi buta huruf dalam membacanya Al-Quran.
Berdasarkan observasi dilapangan peneliti menyaksikan bahwa partisipasi
orang tua dalam mengajaknya anak-anaknya untuk melaksanakan pendidikan baca
Al-Quran yang ada di masjid tersebut cukup terlaksana, bahkan adanya partisipasi
orang tua untuk menyuruh anak-anaknya untuk melaksanakan pendidikan baca Al-
Quran di masjid tersebut.
Berdasarkan wawancara dengan pengurus masjid miftahul jannah dengan
bapak Herman Amra, yaitu: “Bahwasannya TPA yang ada adakan di masjid miftahul
Yera Erwiyani
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Mesjid Miftahul Jannah Kenagarian Koto Padang
Kabupaten Dharmasraya
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol.1, No. 2, Februari 2022 140
jannah ini dituntut untuk mempelajari memahami bacaan Al-Quran dengan baik
dalam hal tajwid, makharijul huruf sehingga dalam membaca Al-Quran tidak
terdapat kesalahan. Dan dengan adanya bimbingan dalam membaca Al-Qur;an ini
bisa membantu anak-anak supaya gemar dalam membaca Al-Quran dengan
kehadiranmeraka disini menjadikan anak-anak lainnya ingin termotivasi untuk
membaca Al-Quran dan pada saat membaca Al-Quran anak- anak tidak rebut-ribut,
sehingga tidak mengganggu kehusyukukan dalam ibadah
4. Pelaksanaan ceramah
Berdasarkan observasi peneliti menyaksikan bahwa dalam pelaksanaan
ceramah yang dilaksanakan siapa shalat subuh banyak masyarakat untuk ke masjid
untuk mendengarkan ceramah tersebut bahkan dikalangan anak-anak ke masjid
untuk mendegarkan ceramah tersebut.
Berdasarkan wawancara dengan pengurus masjid Miftahul Jannah Bapak
Khairul Khatib mengatakan: “Bahwa dalam melaksanakan kegiatan ceramah ini
dilaksanakan setiap hari kamis setelah shalat isya maupun sesudah shalat subuh,
dengan adanya kegiatan ini banyak jamaah maupun masyarakat pergi ke masjid
untuk mendegar ceramah. Dalam penyampaian ceramah ini di sampaikan dengan
baik oleh uztadnya sehingga dengan hal ini membuat masyarakat dan anak-anak
ingin ke masjid untuk mendegarkan ceramah.
Hal ini juga diperkuat oleh salah satu jamaah masjid miftahul jannah, yaitu: Bahwa
setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah dimasjid ini selalu melaksanakan
ceramah setelah habis shalat mangrib agar dengan adanya kegiatan ceramah ini
kami mendapatkan pengetahuan dan mengingatkan diri sendiri untuk beribadah
kepada Allah serta meningkatkan iman dan taqwa dan ceramah yang di sampaikan
cukup baik sehingga masyarakat selalu ingin ke masjid untuk mendegarkan
ceramah.
5. Bimbingan Zikir ini lakukan setiap selesai shalat.
Berdasarkan observasi peneliti melihat bahwa setelah selesai melaksanakan
shalat di masjid ini pengurus masjid selalu melaksanakan zikir bersama, bahkan
dalam melaksanakan zikir ini banyak masyarakat berzikir ketika selesai shalat.
Berdasarkan wawancara dengan pengurus masjid Miftahul Jannah Bapak
Herman Amra, yaitu: “Bahwa dengan adanya bimbingan zikir ini jamaah masjid
Miftahul Jannah lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memohon pertolongan
dengan cara berzikir setiap selesai shalat, dan ini sering dilakukan jamaah selesai
shalat. Hal ini diperkuat oleh salah satu jamaah masjid miftahul jannah, yaitu: Bahwa
di masjid miftahul jannah selalu melaksanakan zikir setiap selesai shalat, dengan
melaksanakan zikir ini kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berdasarkan
wawancara dengan pengurus masjid miftahul jannah dapat disimpulkan bahwa zikir
adalah puji-pujian kepada Allah dengan diucapkan berulang-ulang agar senantiasa
mengingat Allah.
6. Salat Jumat
Salat Jumat merupakan kewajiban bagi muslim laki-laki yang sudah dewasa.
Di masjid miftahul jannah di kenagarian koto padang juga diadakan salat jumat. Di
kenagarian koto padang ada dua masjid yang melaksanakan salat jumat, yang
bersama-sama berbasiskan Nadhatul Ulam. Salat Jumat di laksanakan di masjid
miftahul jannah, diikuti oleh bapak-bapak dan bahkan dikalangan anak-anak juga.
Berdasarkan observasi peneliti melihat bahwa dalam pelaksanaan Salat jumat
banyaknya masyarakat untuk pergi ke masjid untuk mendengarkan khutbah yang
disampaikan oleh khatib tersebut.
KESIMPULAN
Pelaksanaan Shalat Berjamaah Shalat berjamaah adalah salat yang dilakukan oleh dua
orang atau lebih, di mana salah satunya menjadi imam dan yang lain menjadi makmum.
Majelis Taklim dengan bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah terjadwal waktunya Pengajian
merupakan lembanga pendidikan Islam yang diselenggarakan secara berkala dan teratur,
Yera Erwiyani
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Mesjid Miftahul Jannah Kenagarian Koto Padang
Kabupaten Dharmasraya
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol.1, No. 2, Februari 2022 141
yang diikuti oleh bapak-bapak dan ibuk-ibuk yang relative banyak bertujuan untuk membina
dan mengembangkan hubungan dengan sesama manusia dan antara manusia dengan
lingkngannya dalam rangka membina masyarakat untuk bertqwa kepadanya. Miftahul
Jannah. Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) merupakan lembaga atau kelompok masyarakat
yang menyelenggarakan pendidikan non formal jenis keagamaan Islam yang bertujuan
untuk memberikan pengajaran dalam membaca Al-Quran. Khutbah Jumat Perkataan yang
disampaikan kepada sejumlah orang secara berkesinambungan berupa nasihat yang
dilaksanakan sebelum shalat jumat dan setelah masuk waktunya. Bimbingan Zikir ini
lakukan setiap selesai shalat Puji-pujian kepada Allah yang diucap berulang-ulang yang
senantiasa ingat kepada Allah dengan melepaskan diri dari kelalaian dengan senantiasa
menghadirkan kalbu bersama Allah SWT. Pelaksanaan Ceramah penyampaian informasi
kepada sekelompok orang sesuai dengan ajaran Islam yang harus diketahui orang banyak
dan suatu metode yang digunakan dai dalam menyampaikan pesan kepada kaum muslimin
sesuai dengan ajaran Agama Islam untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Pelaksanaan Salat Jumat Perkataan yang disampaikan kepada sejumlah orang secara
berkesinambungan berupa nasihat yang dilaksanakan sebelum shalat jumat dan setelah
masuk waktunya.
BIBLIOGRAFI
Abdullah. (2014). Pelaksanaan Pendidikan Di Indonesia Memasuki Milenium II. Adi Citra.
Google Scholar
Absari, Audia. 2019. Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Remaja Islam Masjid Jami Al-
Mujahiddin Di Kelurahan Kasang Luar RT 07 Kota Jambi, Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Google Scholar
Ahmad Fajri, dkk. 2020. Fungsi Masjid Bagi Mahasiswa Indonesia Di Australia Studi Kasus
Di Masjid Westall Melbourne Australia, Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Vol. 7,
No. 2 , ( IAIN Bukittinggi). Google Scholar
Danu, Eko Agustinova. 2015. Memahami Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik.
Yogyakarta : Calpulis. Google Scholar
Daud, Ali Muhammad. 2010. Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Grafindo Persada Google
Scholar
Fahzia, Lutfi, Renata. 2020. Peningkatan Budaya Religius Melalui Kegiatan Keagamaan Bagi
Jamaah Masjid Mathlaul Akromiyah Di Desa Keringin Tekeran Magetan, ( Institut
Agama Islam Negeri (IAIN)Ponorogo. Google Scholar
Harahap. Asrul. 2014. Pandangan Masyarkat Terhadap Kegiatan Keagamaan Pada Masjid
Tadjamil Azhar Di Kompleks Sidimpuan Baru Kelurahan Silandit. Padang sidumpuan.
Google Scholar
Hanani Silfia dkk. 2019. Penerimaan Dakwah Keagamaan Mubaligh Tradisional Dalam
Masyarakat Korban Gempa Bumi. IAIN BUKITTINGGI. Jurnal: Jurnal Pendidikan Dan
Pengabdian. Google Scholar
Iswantir. 2019. Pendidikan Islam Sejarah, Peran, dan Kontribusi dalam Sistem Pendidikan
Islam. Aura CV Anugrah Utama Raharja. Google Scholar
Jalaluddin. (2009). Ilmu Jiwa Agama. Kalam Mulia. Google Scholar
Yera Erwiyani
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Mesjid Miftahul Jannah Kenagarian Koto Padang
Kabupaten Dharmasraya
Jurnal Impresi Indonesia (JII) Vol.1, No. 2, Februari 2022 142
Mahmud. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Pustaka Setia. Google Scholar
Muhajir, Achmad, Saputra, Eddy. 2019. Penanaman Dan Penguatan Nilai-nilai KeIslaman
Melalui Perayaan Hari Besar Islam, ( Universitas Indraprasta ( UNINDRA) PGRI
Jakarta : Jurnal Al-Ashariyyah, Vol.5 No. 2 Oktober. Google Scholar
Muri, Y. (2014). Metode penelitian: kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Jakarta:
Kencana. Google Scholar
Prabowo, Hayu. 2017. Dari Masjid Memakmurkan Bumi. Jakarta : Lembaga Permulaan
Lingkungan hidup Dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia. Google Scholar
Rukmana, Nana. 2016. Masjid dan Dakwah Merencanakan, Membangun dan Mengelola
Masjid Mengemas Subtansi Dakwah Upaya Pemecahan Krisis Moral dan Spritual.
Jakarta Selatan : Amp Press Imprint Al- Mawardi Prima. Google Scholar
Sari, Ana, Diana. 2019. Makna Agama Dalam Kehidupan Modren. Cakrawala : Jurnal Studi
Islam. Google Scholar
Sarwat, A. (2014). Ushul Fiqih Ringkas [Concise Juridical Principles]. Jakarta: Rumah Fiqih
Publishing. Google Scholar
Siswanto. (2005). Panduan praktis organisasi remaja masjid. Pustaka Al-Kautsar. Google
Scholar
Umar, Suhairi. 2019. Pendidikan Masyarakat Berbasis Masjid Yogyakrta :Grub Penerbitan
cv Budi utama. Google Scholar
Yusuf, Muri. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan .
Kencana : PT Fajar Interpratama Mandiri. Google Scholar