Pemanfaatan Daun Kemangi (Ocimum Bassilicum L) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat

Main Article Content

Andri Sukeksi
Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang
Fitri Nuroini
Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang

Pendahuluan: Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme zat purin yang berfungsi sebagai antioksidan dan membersihkan radikal bebas pada serum. Pengobatan hiperurisemia dapat diatasi dengan cara menghambat aktivitas xantin oksidase menggunakan allopurinol namun dapat menyebabkan beberapa efek samping, sehingga perlu pengobatan alternatif menggunakan kemangi (Ocimum bassilicum L) karena mengandung flavonoid yang dapat menghambat aktivitas xantin oksidase sehingga pembentukkan asam urat menjadi terhambat. Tujuan: Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ekstrak kemangi terhadap kadar asam urat. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental dengan rancangan pre and post test design. Sampel penelitian yaitu 6 kelompok Mus musculus dengan kriteria jantan berumur 2-3 bulan dan berat badan 20-30 gram. Kelompok perlakuan diberi ekstrak kemangi dosis 36,4 mg/kgBB, 72,8 mg/kgBB dan 145,6 mg/kgBB. Pengukuran kadar asam urat dengan metode POCT menggunakan alat Multicheck Easy Touch GCU. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kelompok P3 dosis 145,6 mg/kgBB mampu menurunkan kadar asam urat dengan persentase penurunan sebesar 92,06% yang artinya sama efeknya dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB. Kelompok P2 dosis 72,8 mg/kg dan P1 dosis 36,4 mg/kgBB mampu menurunkan kadar asam urat sebesar 55,55% dan 19,04%. Uji Kruskal Wallis menunjukkan ada pengaruh ekstrak kemangi terhadap penurunan kadar asam urat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh ekstrak daun kemangi (Ocimum bassilicum L) untuk menurunkan kadar asam urat darah Mus musculus pada kondisi hiperurisemia


Keywords: asam urat, kemangi, Mus musculus