Hubungan Persepsi Supervisi Akademik dengan Kompetensi Pedagogik pada Guru Sekolah Dasar Inklusi

Main Article Content

Inung Cahyaningsih
Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Indonesia
Kamsih Astuti
Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Indonesia

Pendahuluan: Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya yang nantinya diharapkan dapat mewujudkan dalam dirinya kekuatan spiritual keagamaan yang tinggi, kecerdasan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan yang akan berguna baik bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan persepsi supervisi akademik dengan kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar inklusi. Hipotesis dari penelitian ini adalah adanya hubungan persepsi supervisi akademik dengan kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar inklusi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dua variabel yaitu kompetensi pedagogik dan persepsi supervisi akademik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam menyelenggarakan dan mengelola pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan,  penilaian proses dan hasil belajar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi supervisi akademik dengan kompetensi pedagogik dan memiliki korelasi yang kuat dan signifikan, ditunjukkan nilai korelasi sebesar 0,532 dan p < 0,05. Maka semakin positif persepsi supervisi akademik, maka cenderung semakin tinggi pula kompetensi pedagogik guru dan sebaliknya. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Salah satu faktor yang kuat berhubungan dengan kompetensi pedagogik ini adalah persepsi guru terhadap supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah. Semakin positif persepsi guru terhadap supervisi akademik maka semakin tinggi kompetensi pedagogik guru, dan semakin negatif persepsi guru terhadap supervisi akademik maka semakin rendah kompetensi pedagogi


Keywords: persepsi supervisi akademik, kompetensi pedagogik guru, sekolah inklusi