Pengaruh Pengungkapan Keuangan dan Suku Bunga Pinjaman Bank terhadap Kinerja Keuangan Melalui Kapitalisasi Aset Sewa pada Perusahaan Pembiayaan (2020 – 2021)

Main Article Content

Rizky Yoga Syara Cakra Buana
Institut Keuangan, Perbankan, dan Informatika Asia Perbanas, Jakarta, Indonesia
Trinandari Prasetya Nugrahanti
Institut Keuangan, Perbankan, dan Informatika Asia Perbanas, Jakarta, Indonesia
Pendahuluan: PSAK 73 telah diterapkan selama lebih dari dua tahun sejak awal tahun 2020. Penelitian ini akan fokus pada periode pasca penerapan dimana peningkatan besarnya aset sewa tidak akan sesignifikan pada awal penerapan standar akuntansi tersebut. Peningkatan aset sewa hanya bergantung pada kebijakan operasional perusahaan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengambil data sekunder perusahaan pembiayaan dan suku bunga pinjaman bank yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Pengujian hubungan antar variabel dengan outer model dan inner model melalui software SmartPLS dengan variabel mediasi menggunakan metode indirect effects. Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa suku bunga pinjaman memberikan pengaruh negatif signifikan pada kapitalisasi aset sewa, begitu juga dengan suku bunga pinjaman terhadap kinerja keuangan melalui kapitalisasi aset sewa. Financial leverage memberikan pengaruh positif signifikan pada kepitalisasi aset sewa begitu juga dengan financial leverage terhadap kinerja keuangan melalui kapitalisasi aset sewa. Kapitalisasi aset sewa secara parsial juga memberikan dampak positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Kesimpulan: Dampak negatif signifikan disebabkan kenaikan suku bunga pinjaman bank akan mempengaruhi perhitungan kapitalisasi aset sewa dimana setiap kenaikan suku bunga pinjaman mengakibat kenaikan biaya bunga, kondisi tersebut akan menurunkan porsi saldo kapitalisasi aset sewa yang tercatat dalam laporan keuangan
Keywords: Leverage, DAR, DER, Suku Bunga Pinjaman Bank, Kinerja Keuangan, ROA, ROE, Kapitalisasi Aset Sewa, PSAK 73